Anda di halaman 1dari 6

1.

Pengertian psikologi
1. Stern
Menurut Stern, psikologi kepribadian adalah kehidupan dari individu secara keseluruhan.
Kehidupan yang dimaksud dapat dilihat dari usaha, tujuan, unik, kemampuan mendapatkan
pengalaman hingga kemampuan bertahan hidup dan membuka diri.

2. Mandy dan Burt


Selanjutnya psikologi kepribadian menurut Mandy dan Burt bahwa pengertian psikologi
kepribadian adalah seperangkat kecenderungan yang stabil di mana menentukan
perbedaan tingkah laku psikologis dari individu dalam jangka panjang yang tidak dapat
dipahami secara sederhana.

3. Lindzey dan Hall


Sedangkan menurut Lindzey dan Hall bahwa definisi psikologi kepribadian ialah sekumpulan
konsep yang membahas mengenai tingkah laku manusia yang saling berkaitan antara satu
dengan yang lain.

4. Murray
Sedangkan menurut Murray, psikologi kepribadian adalah lembaga yang mengatur tubuh
sejak individu lahir hingga meninggal. Di mana, ia tidak pernah berhenti untuk terlibat dalam
keadan fungsional.

5. Hilgrad dan Marquis


Bagaimana dengan pendapat Hilgrad dan Marquis? Menurut mereka, pengertian psikologi
kepribadian merupakan nilai yang dapat dijadikan stimulus sosial serta kemampuan
menampilkan diri dari seseorang secara mengesankan.

6. Allport
Sedangkan menurut pendapat Allport, psikologi kepribadian adalah organisasi yang dinamis
dalam sistem psikofisis seseorang yang menentukan model penyesuaian unik di dalam
suatu lingkungan.

7. Phares
Sedangkan menurut Phares berbeda lagi, Psikologi kepribadian adalah suatu pola yang
khas dari perasaan, pikiran, tingkah laku yang dapat membedakan individu satu dengan
individu lain yang cenderung tidak berubah dalam lintasan situasi dan waktu.

8. Pervin
Beda lagi dengan yang dikemukakan oleh Pervin, psikologi kepribadian adalah keseluruhan
karakteristik individu yang bersifat umum dari banyak orang yang berakibat pada munculnya
pola yang cenderung tetap dalam merespon situasi.

2. Teori kepribadian
2. 1. Teori Humanistik
Teori pertama yang dibahas mengenai ini adalah teori humanistik. Teori ini dikemukakan
oleh Abraham Maslow yang berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan untuk
menentukan tindakan atau memilih sendiri nasib yang akan dijalaninya.
Teori ini sebenarnya berdasarkan pada filsafat eksistensialisme yang menolak pendapat
bahwa manusia merupakan hasil bentukan sejak lahir atau disebut juga dengan hasil
bentukan alam semesta. Para ahli berasumsi bahwa individu memiliki kebebasan dalam
memilih tindakan atau menentukan sendiri nasibnya sebagai perwujudan dari
keberadaannya.

2. Teori Behavioristik
Sedangkan menurut teori behavioristik yang dikemukakan oleh beberapa orang ilmuan,
berpendapat bahwa ini adalah tindak laku manusia yang berdasarkan fungsi stimulus.
Kepribadian ini pada akhirnya diperoleh dari belajar pada lingkungan. Ilmuan yang
mengemukakannya adalah J. B. Watson, B. F. Skinner, E. L, Thorndike dan Ivan Pavlov.

Para ahli yang mengemukakan teori yang satu ini telah melakukan berbagai penelitian dan
menemukan bahwa segala tingkah laku manusia didapatkan dari proses belajar yang
berasal dari lingkungannya. Bukan yang didapat secara instan atau yang dibawa secara
lahir.

3. Teori Psikodinamika
Selanjutnya adalah menurut teori psikodinamika yang dikemukakan oleh Sigmun Freud.
Teorinya memiliki pendapat bahwa dalam diri setiap individu terdapat energi psikis yang
dinamis. Energi inilah yang kemudian menentukan kepribadian manusia karena bersikap
kekal atau tak bisa dihilangkan bahkan dihambat sekalipun.

4. Teori Belajar Sosial


Teori yang satu ini juga dikemukakan oleh beberapa ilmuan sekaligus yakni Dollard, Miller,
Rotter dan Bandura. Teori yang satu ini memiliki pendapat bahwa kepribadian manusia
adalah hasil dari interaksi dengan lingkungan secara terus menerus. Di mana, setiap
individu dan lingkungan saling memberikan pengaruh.

Individu dapat membentuk perilakunya secara langsung dan tidak langsung. Untuk
pembentukan pribadi secara langsung, ini dilakukan dengan mendapatkan penghargaan
dan hukuman dari lingkungan. Sedangkan yang tidak langsung adalah dengan melakukan
pengamatan terhadap lingkungan.

3. Struktur kpribadian
Struktur kepribadian manusia menurut Freud terdiri dari id, ego, dan super ego. Id adalah
struktur psikis yang muncul sejak lahir. Struktur ini merupakan penyimpanan dorongan dan
impuls instingstif dasar, mencakup rasa lapar, haus, seks, dan agresi (Navid; Rathus;
Green, 2003). Selama tahun pertama dalam kehidupan manusia, seorang anak mempunyai
id yang tidak dapat secara segera dipuaskan dan dia harus menunggu agar id-nya
terpuaskan. Contohnya jika seorang anak haus, dia masih harus menunggu minuman/ susu
dipersiapkan untuknya.

Tahap selanjutnya ego mulai berkembang, dimana id dapat dikontrol karena terjadi proses
menyesuaikan diri dengan keadaan dilingkungan. Contohnya, dalam tahap perkembangan
seorang anak, saat dia merasa haus maka anak sudah bisa memenuhinya sendiri dengan
mengambil gelas dan meraih teko lalu menuangkan air didalam gelas, setelah itu id-nya
terpenuhi. Ego diatur oleh prinsip realitas, dimana hal ini berkaitan dengan apa yang praktis
dan mungkin dilakukan. Ego melibatkan proses mengingat, menimbang, merencanakan
situasi yang mungkin dapat dilakukan saat id muncul.

Super ego muncul pada tahap selanjutnya, dimana standar moral dan nilai-nilai dari
orangtua maupun orang disekitar anak diinternalisasi melalui proses identifikasi. Super ego
mempertimbangkan standar moral, etika, norma, dan agama. Pertimbangan tersebut
berfungsi sebagai penjaga dan mengawasi ego dari tindakan benar dan salah.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian.


Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian
anak, yaitu:
a. Faktor internal
Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam seseorang itu
sendiri. Biasanya merupakan faktor genetik atau bawaan.
Maksudnya faktor genetis yaitu faktor yang berupa bawaan sejak
lahir dan merupakan pengaruh keturunan dari salah satu sifat yang
dimiliki salah satu dari kedua orangtuanya atau bisa juga gabungan
atau kombinasi dari sifat orangtuanya.
b. Faktor eksternal
Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar orang tersebut.
Faktor ini biasanya pengaruh yang berasal dari luar orang tersebut.
Faktor ini biasanya pengaruh yang berasal dari lingkungan anak
dimana anak mulai belajar untuk menyesuaikan diri dengan dunia
sosialnya yaitu teman-temannya.
Faktor-faktor pendukung terbentuknya kepribadian dan watak
ialah unsur-unsur badan dan jiwa manusia di satu pihak dan
lingkungan di lain pihak. Badan dan jiwa disebut sebagai faktor
endogen, dan lingkungan adalah faktor eksogen. Faktor endogen
disebut juga faktor dalam, faktor internal, faktor bawaan dan faktor
keturunan. Sedangkan faktor eksogen disebut juga faktor luar, faktor
eksternal empiris, dan faktor pengalaman.
Selain faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian
juga terdapat faktor yang menghambat pembentukan kepribadian
antara lain:11
a. Faktor Biologis
Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan
dengan keadaan jasmani, atau seringkali pula disebut faktor
fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasan,
peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat
badan, dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan jasmani
setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya
perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat kita lihat pada setiap bayi
yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang
ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada
pulau yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing.
Keadaan fisik tersebut memainkan peranan yang penting pada
kepribadian seseorang.
b. Faktor Sosial

Faktor sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat ;


yakni manusia-manusia lain di sekitar individu yang bersangkutan.
Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat
istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku
di masyarakat itu.
Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-
orang disekitarnya. Dengan lingkungan yang pertama adalah
keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat
penting dan menentukan bagi pembentukan kepribadian
selanjutnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlainan
memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap
perkembangan kepribadian anak.
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan
anak sejak kecil adalah sangat mendalam dan menentukan
perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan
karena pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama,
pengaruh yang diterima anak masih terbatas jumlah dan luasnya,
intensitas pengaruh itu sangat tinggi karena berlangsung terus
menerus, serta umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana
bernada emosional. Kemudian semakin besar seorang anak maka
pengaruh yang diterima dari lingkungan sosial makin besar dan meluas. Ini dapat diartikan
bahwa faktor sosial mempunyai
pengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian.
c. Faktor Kebudayaan
Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri
masing-masing orang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan
masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. Beberapa aspek
kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan dan
pembentukan kepribadian antara lain:
Nilai-nilai (Values)
Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang
dijunjung tinggi oleh manusia-manusia yang hidup dalam
kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu
masyarakat, kita harus memiliki kepribadian yang selaras dengan
kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.
Adat dan Tradisi.
Adat dan tradisi yang berlaku disuatu daerah, di samping
menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-
anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan
bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang
Pengetahuan dan Keterampilan.
Tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan seseorang atau
suatu masyarakat mencerminkan pula tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat itu. Makin
tinggi kebudayaan suatu
masyarakat semakin berkembang pula sikap hidup dan cara-cara
kehidupannya.
Bahasa
Di samping faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas,
bahasa merupakan salah satu faktor yang turut menentukan cirri-
ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa erat hubungan bahasa
dengan kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu. Karena
bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat
menunjukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan
bereaksi serta bergaul dengan orang lain.
Milik Kebendaan (material possessions)
Semakin maju kebudayaan suatu masyarakat/bangsa, makin maju
dan modern pula alat-alat yang dipergunakan bagi keperluan
hidupnya. Hal itu semua sangat mempengaruhi kepribadian
manusia yang memiliki kebudayaan itu

5. Perbedaan kepribadian, watak dan tabiat


Kepribadian (Personalitas)
Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa salah satu pengertian kepribadian adalah
"Bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lain" atau "suatu
organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan
pemikiran individu secara khas sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya"
(Allport , 1951).
Ada pengertian populer yang menyebutkan kepribadian adalah "Kualitas seseorang yang
menyebabkan ia disenangi atau tidak disenangi oleh orang lain".

Watak (Karakter) Umum


Watak ialah kepribadian yang dipengaruhi oleh motivasi yang menggerakan kemauan
sehingga orang tersebut bertindak. Jadi, dimaksudkan bahwa kepribadian seseorang
menunjukkan tindakan akibat kemauan yang teguh dan kukuh maka ia dinamakan seorang
yang berwatak atau sebaliknya.
Menurut Sumadi (1985), watak adalah keseluruhan atau totalitas kemungkinan-
kemungkinan bereaksi secara emosional dan volisional seseorang yang terbentuk selama
hidupnya oleh unsur-unsur dari dalam (dasar, keturunan, dan faktor-faktor endogen) dan
unsur-unsur dari luar (pendidikan dan pengalaman, serta faktor-faktor eksogen).
Temperamen (Tabiat)
Pengertian temperamen dan kepribadian sering juga dipergunakan secara tertukar.
Temperamen adalah kepribadian yang lebih bergantung pada keadaan badaniah. Secara
singkat dapat dikatakan bahwa tabiat adalah konstitusi kejiwaan.
Menurut Allport sebagaimana dikutip oleh Sumadi Suryabrata (1985) temperament adalah
"Gejala karakteristik dari sifat emosi individu, termasuk mudah tidaknya terkena rangsangan
emosi, kekuatan dan kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hati secara
fluktuasi dan intensitas suasana hati, serta bergantung pada faktor konstitusional, yang
karenanya terutama berasal dari keturunan". Jadi, temperamen sifatnya turun-temurun dan
tak dapat diubah oleh pengaruh-pengaruh dari luar.
Aspek temperamen
a. Motalitas (kegesitan atau kelincahan)—Ditentukan oleh otot, tulang, dan saraf perifer.
Contoh:
Orang bekerja dan bereaksi dengan lincah dan gesit.
Orang bekerja dengan tenang.
b. Vitalitas (daya hidup)—Lebih ditentukan keadaan hormonal dan saraf otonom.
Contoh:
Orang dengan vitalitas tinggi: baru bangun pagi sudah penuh gairah hidup dan memiliki
berbagai rencana.
Orang yang- mudah bosan, kurang kreatif, dan kurang inovativ.
c. Emosionalitas (daya rasa)—Lebih ditentukan keadaan neurohormonal dan saraf pusat.
Contoh:
Bila ada sesuatu yang menakutkan, ada orang yang bereaksi segera dan spontan secara
emosional.
Ada orang yang biasa-biasa saja dalam menghadapi hal yang menakutkan a tau
mengejutkan.

6. Perbedaan sifat, sikap, kebiasaan, dan tipe


Personality (kepribadian) : sejumlah karakteristik individu yang cenderung menetap dan
kemudian ditampilkan lewat perilaku
Character (karakter) : suatu kualitas atau sifat yang terus-menerus dan kekal yang dapat
dijadikan mengidentifikasikan individu.
Disposition (watak) : karakter yang lama dimiliki dan sampai sekarang belum berubah.
Temperament (temperamen) : kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologik
atau fisiologik.
Trait (sifat) : respon yang senada (sama) terhadap sekelompok stimuli yang mirip,
berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama.
Type (ciri) : aspek yang yang mengkategorikan manusia menjadi beberapa jenis model atau
jenis tingkah laku.
Habit (kebiasaan) : respon yang sama untuk stimulus yang sama pula dan cenderung
berulang.