Anda di halaman 1dari 14

Tugas Makalah

JUDUL
KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF
LINGKUNGAN

IRSAL FAUZAN HAKIM


NIM: 1994042010

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2020

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kewirausahaan yang diterapkan masyarakat nampak jelas kegiatannya di
berbagai sektor kehidupan ekonomi. Orientasi kewirausahaan mampu
menciptakan dan menemukan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan sumber
daya potensial mencapai tujuan. Secara umum kegiatan wirausaha ikut
memberikan andil dalam pertumbuhan ekonomi sehingga mampu menuntun
masyarakat untuk mencapai kondisi lebih sejahtera. Kewirausahaan dinyatakan
mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, lingkungan, dan keberlanjutan
organisasi maupun suatu negara. Manfaat ekonomi yang sudah jelas adalah
mampu membantu perkembangan perekonomian masyarakat suatu negara,
manfaat sosial yang berdampak pada kesejahteraan sosial masyarakat, manfaat
pada lingkungan disekitar organisasi,dan menjaga keberlangsungan kegiatan
bisnis serta keberlangsungan pertumbuhan suatu negara.
Kegiatan wirausaha selain diakui mampu memberikan pengaruh positif
pada perkembangan perekonomian juga dianggap memiliki pengaruh negatif
yang menjadi kekhawatiran banyak pihak. Efek negatif yang dimaksud adalah
wirausaha memiliki peran terhadap terjadinya kerusakan lingkungan
alam di sekitar organisasi, dan bila dibiarkan akan memiliki pengaruh yang
lebih luas. Kondisi tersebut menandakan aktivitas kegiatan perekonomian
yang dilakukan oleh wirausaha dianggap menimbulkan kekhawatiran
sebagai penyebab terjadinya perubahan lingkungan alam seperti perubahan
cuaca atau iklim yang tidak menentu, pengaruh pada ketersediaan sumber
daya alam di bumi, penyebab polusi, menimbulkan kerusakan habitat,
ataupun yang berkaitan dengan kerusakan alam . Apabila itu terus berlanjut,
akan berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup ataupun bencana lain
yang timbul sebagai akibat dari kerusakan lingkungan.
Situasi ini mampu menarik perhatian masyarakat yang mulai ikut serta
peduli pada lingkungan. Mereka adalah para pemerhati lingkungan yang selalu

2
berupaya menjalankan misi penyelamatan lingkungan, para akademisi di
kalangan dunia pendidikan, pemerintah suatu negara, maupun para pebisnis
yang dianggap sangat berperan pada perkembangan ekonomi. Peran dan
keikutsertaan mereka sangat diperlukan untuk memerhatikan dampak terhadap
lingkungan sebagai akibat dari kegiatan ekonomi. Menghindari kerusakan
lingkungan alam, perlu mendapat perhatian dan diantisipasi akibat jangka
panjang yang disebabkannya, sehingga diperlukan upaya wirausaha
dengan penuh kesadaran, kepedulian, memanfaatkan kemampuan
inovatif menghasilkan barang dan jasa yang memperhatikan unsur
lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kepekaan pengusaha pada lingkungan.
Beberapa negara telah mengimplementasikan hukum perlindungan
lingkungan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat. Indonesia sudah
memiliki peraturan tersebut, dicantumkan dalam UU No. 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dan
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
(PROPER).
Berkaitan dengan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan
dalam berbisnis, menyebutkan beberapa argumen yang menilai pentingnya
perusahaan turut terlibat aktif, diantaranya adalah aktivitas bisnis berperan
menciptakan permasalahan sosial sehingga perusahaan seharusnya juga
mengambil bagian dalam penyelesaiannya, perusahaan dinilai memiliki dana
dan sumber daya yang berkompeten untuk turut bertanggungjawab,
para pengusaha juga adalah bagian dari masyarakat sehingga sangat wajar
turut serta membangun masyarakat. Melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial,
perusahaan berkepentingan untuk menjamin kelangsungan pertumbuhan
ekonomi, sehingga secara tidak langsung sebenarnya mempersiapkan calon
konsumen dengan daya beli yang memadai untuk masa depan. Strategi
bisnis hijau tidak hanya memberikan perusahaan keuntungan komersial di
pasar, tetapi juga menciptakan dunia yang lebih lestari.
Pada kenyataannya masih ada pengusaha yang belum memperhatikan
lingkungan berkaitan dengan masalah pembuangan limbah, polusi yang

3
ditimbulkan, penghematan penggunaan sumberdaya alam, penghematan
penggunaan listrik maupun air, serta upaya untuk mengikuti peraturan
pemerintah yang berkaitan dengan menjaga lingkungan. Kondisi tersebut
memberikan tanda bahwa mereka dalam menjalankan kegiatan bisnisnya belum
memperhatikan isu-isu lingkungan yang patut dipatuhi. Selain pengusaha,
masyarakat sebagai individu belum sepenuhnya sadar terhadap lingkungan
alam, sadar terhadap pentingnya hidup sehat, sehingga kesadaran terhadap
kebutuhan produk berbahan alami, yang mampu mendorong mereka menjadi
konsumen yang peduli lingkungan masih tergolong rendah.
Suatu masalah baru yang dihadapkan dengan wirausaha yaitu
keberlanjutan lingkungan itu sendiri. Seiring dengan meningkatinya kegiatan
ekonomi, maka semakin banyak pengeksploitasi kekayaan alam dan pengerukan
keuntungan terjadi dimana-mana tanpa menyadari adanya dampak lingkungan
yang ada. Dari masalah diatas tantangan baru yang akan muncul adalah
bagaimana cara pemerintah dalam menjaga keberlangsungan lingkungan yang
dapat digunakan oleh generasi yang akan datang. Karena dengan adanya kegiatan
wirausaha yang terus menerus tanpa memedulikan kelestasian lingkungan akan
berdampak pada buruk pada masa depan, apalagi telah timbulkan isu-isu akan
terjadinya perubahan iklim (climate change), dan global warming yang membuat
umur dunia semakin pendek. Sehingga beberapa alih-alih dalam perlindungan
lingkungan yang di bentuk organisasi internasional untuk para wirausaha yaitu
Sistem Pengelolaan Lingkungan (Environmental Management Systems, EMS)
yang sesuai dengan konsep Produksi dan Konsumsi yang Berkelanjutan
(Sustainable Consumption and Production),sistemLifecycle Assessments (LCAs)
dari International, Organization for Standardization (ISO) dan Indikator Kinerja
Organisasi dari Global Reporting Initiative(GRI).
Salah satu solusi bagi pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan
yaitu dengan menerapkan konsep kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi
terhadap keuntungan saja melainkan juga memperhatikan aspek-aspek lainnya
terutama aspek lingkungan yang dikenal dengan istilah Ecopreneurship. Konsep
Ecopreneurship merupakan perilaku entrepreneurship yang memperhatikan atau

4
mementingkan keberlangsungan berlanjutan dari lingkungan pada masa yang akan
datang. Konsep ecopreneur disini bersifat luas, tidak hanya berupa produk atau
jasa yang langsung berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi semua kegiatan
dalam proses kewirausahaan yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien dalam
penggunaan energi, seperti meminimalisasi produksi limbah, memaksimalkan
penggunaan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai (reuse), dan sebagainya,
Eco preneur yang dapat dibentuk dalam hal-hal kecil pada suatu
wirausaha, dimulai dari wirausaha yang berwawasan lingkungan sehingga
berdampak penciptaan produk yang green, yang pada akhirnya dapat berkembang
dalam packaging produknya, supply chain, promosi, hingga distribusi. Dalam
pengaplikasian eco preneur ini sudah semakin berkembang dan diajarkan sejak
dini untuk beberapa institusi pendidikan, sehingga yang pada akhirnya ketika tiga
atau empat tahun berikutnya akan memberikan mindset bagi para pendidik
sehingga memiliki dampak yang baik bagi lingkungan. Tetapi masih banyak
masyarakat dewasa yang belum menyadari pentingnya eco preneur sehingga
produsen belum menciptakan suatu inovasi baru dalam mendukung pelestarian
lingkungan. Sama halnya dengan konsumen, dimana keputusan pembeliannya
masih belum dipengaruhi oleh produk yang ramah lingkungan atau tidak.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti dapat menarik suatu
rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimanakah pengaruh kewirausahaan terhadap lingkungan?
2. Apakah yang dimaksud dengan wirausaha ramah lingkungan?
3. Bagaimanakah keefektifan Ecopreneurshif  dalam mengatasi permasalahan
lingkungan dalam kewirausahaan?

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengaruh Kewirausahaan Terhadap Lingkungan


Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan
kegiatan usaha dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Kegiatan wirausaha selain diakui mampu memberikan pengaruh positif pada
perkembangan perekonomian juga dianggap memiliki pengaruh negatif.
Kewirausahaan merupakan perilaku seseorang yang menggunakan
kreatifitas dan inovasi untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan keberanian
dalam menghadapi resiko untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari
yang lain. Wirausahawan memiliki kedudukan amat penting dalam kehidupan
suatu negara. Mengingat, bahwa wirausahawan tidak saja memberikan
kemanfaatan bagi dirinya sendiri dan pendapatan secara mandiri, tetapi juga
bagi negara dan warga masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja.
Berbagai teori pembangungan menyatakan, bahwa keberhasilan suatu negara
dalam proses percepatan pembangunanekonomi sangat bergantung pada
kuantitas dan kualitas kewirausahaan yang dimiliki suatu negara.
Tujuan utama dalam kegiatan usaha adalah mendapatkan laba, namun
sebagai wirausaha yang baik tidak seharusnya menutup diri hanya pada
mencari keuntungan semata yang mengarah pada keuntungan usaha jangka
pendek. Keberlanjutan sebuah usaha dalam jangka panjang bergantung pada
seberapa peduli pengusaha terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh
usahanya. Jika tidak peduli terhadap lingkungan maka pada suatu saat usaha
tersebut justru kehilangan manfaat dan berdampak negatif. Masalah-masalah
pembangunan sangat erat kaitannya dengan masalah ekonomi dan lingkungan.
Salah satu dampak negatifnya adalah kerusakan lingkungan hidup. Isu pemanasan
global tersebut bukanlah hal yang baru lagi. Pemanasan global sendiri merupakan
fenomena yang disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia, seperti
pertambahan populasi penduduk, penimbunan limbah sampah, serta pertumbuhan
teknologi dan industri. Sehingga, peristiwa ini dapat berdampak global.

6
Permasalahan lingkungan merupakan masalah yang sangat kompleks, setiap
harinya masyarakat selalu berkaitan dengan lingkungan.
Sejak paradigma pembangunan berkelanjutan muncul, dirasa perlu
mengantisipasi masalah-masalah yang timbul terkait dengan kegiatan
pembangunan (ekonomi) dengan lingkungan. Hal di atas dirasa sudah sangat
mendesak untuk di atasi, mengingat pada kenyataannya, yang dominan
menentukan adalah kepentingan ekonomi. Kepentingan lingkungan selalu
diletakan di bawah kepentingan ekonomi. Paradigma pembangunan ini perlu
dibenahi. Ekonomi harus menjadi subsistem dari lingkungan. Inilah esensi
pembangunan berkelanjutan dari perspektif pembangunan ekonomi (Emil
Salim, 2010).
Pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan yaitu
pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan
(Wikipedia, 2018). Kegiatan pembangunan ekonomi yang berbasis sumber daya
alam dan lingkungan selain ditujukan untuk mendukung pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi, membawa dampak yang signifikan bagi peningkatan
kesejahteraan rakyat, tetapi tetap mengedepankan upaya-upaya perlindungan
dan pelestarian lingkungan. Uraian di atas menunjukkan bahwa nilai-nilai
pelestarian lingkungan perlu ditanamkan pada setiap lini kegiatan
perekonomian, terutama para generasi muda. Penanaman nilai pelestarian
lingkungan bagi generasi muda dapat dimulai dari program pendidikan formal
maupun non formal.
B. Wirausaha Ramah Lingkungan
Wirausaha ramah lingkungan adalah suatu usaha yang tidak menyebabkan
dampak negatif terhadap lingkungan sekitar atau dapat di artikan sesuatu yang
tidak merusak alam sekitarnya. Pada hakekatnya manusia hidup di bumi tidak
sendirian, melainkan bersama makhluk lain, yaitu tumbuhan, hewan dan jasad
renik, dan mereka bersifat simbiosis mutualisme. Salah satu keuntungan yang
dapat diambil manusia adalah dari lingkungan hidup salah satunya adalah
memanfaatkannya menajadi sebuah ladang usaha yang dapat menghasilkan
keuntungan. Selain itu keuntungan yang dapat diambil dari lingkungan yaitu dapat

7
menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan mengurangi dampak global
warning, jadi ada saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan.
Maka dari itu perlu adanya keseimbangan antara makluk hidup dengan
lingkungan. Sebagai manusia, kita perlu memiliki rasa untuk mencintai
lingkungan. Karena dengan rasa cinta tersebut akan wujud kesadaran bagaimana
melestarikan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan. Kegiatan usaha berbasis
lingkungan akhir-akhir ini menjadi trend. Usaha yang dilakukan bukan untuk
tujuan keuntungan saja. Produk atau jasa yang dihasilkan bisa memberikan
manfaat yang besar pada manusia dan alam secara umum. Apa yang dilakukan
bisa memberikan dampak yang besar dan ikut menurunkan potensi pemanasan
global. Hal ini dikarenakan adanya perubahan gaya hidup, peningkatan kesadaran
dan kepedulian masyarakat untuk hidup lebih sehat, ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
Permasalahan lingkungan adalah akibat dari aktivitas manusia, baik secara
langsung maupun tidak langsung, telah menjadi isu internasional Berbagai
belahan dunia tengah berupaya untuk mengurangi aktivitas-aktivitas yang dapat
memperparah kerusakan pada lingkungan. Lingkungan alam merupakan
sumberdaya alam yang dibutuhkan sebagai input oleh pemasar atau dipengaruhi
kegiatan pemasaran, ada beberapa tren mengenai lingkungan yang harus di
waspadai pemasar diantaranya semakin berkurangnya bahan mentah dan
sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak, batu bara,
mineral dan lainnya. Tren lingkungan yang kedua adalah meningkatnya polusi,
hasil limbah yang berasal dari industri sangat membahayakan lingkungan seperti
halnya pembuangan limbah kimia dan nuklir, kadar air raksa yang dapat merusak
lautan, bahan kimia dalam tanah, sampah botol plastik dan kemasan makanan
minuman yang tidak dapat diuraikan. Tren ketiga adalah meningkatnya intervensi
pemerintah dalam manajemen sumberdaya alam, pemerintah berperan penting
dalam menciptakan lingkungan bersih yang terutama yang dihasilkan oleh limbah
industri disuatu negara (Kotler dan Armstrong, 2008).
Pandangan dan pola hidup manusia pun mulai bergeser seiring dengan
meningkatnya kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan. Hal tersebut

8
dibuktikan dengan adanya tuntutan bagi para pelaku bisnis untuk melakukan
tanggung jawab lingkungan (environmental responsibility), sehingga timbul pola
pendekatan aktivitas bisnis yang berbasis kelestarian lingkungan (Muslim, 2014).
Fakta ini didukung dengan mulai banyaknya aktifis-aktifis peduli lingkungan dan
kegiatan demo lingkungan seperti say no to plastic, tanam seribu pohon, thanks to
nature dan banyak kegiatan peduli lingkungan lainnya yang disuarakan oleh
konsumen. Kepedulian ini membuat masyarakat lebih peduli dan menjaga
lingkungannya, hal ini diwujudkan menjadi “green consumer” dimana masyarakat
hanya membeli produk-produk yang ramah lingkungan. Perusahaan telah mulai
untuk menghasilkan dan memasarkan produk yang ramah lingkungan dengan
mengaplikasikan strategi baru yang dikenal dengan “green marketing”.
Menurut American Marketing Association (AMA, 1975) Green Marketing
adalah pemasaran suatu produk yang diasumsikan sebagai produk yang ramah
lingkungan. Oleh karena itu, Green Marketing terdiri dari berbagai macam
aktifitas termasuk modifikasi produk, perubahan dalam proses, pergantian
packaging, bahkan perubahan pada promosi ( Yan and Yazdanifard, 2014).
Beberapa pendapat ahli mengenai Green Marketing yaitu menurut Boztepe (2012)
produk ramah lingkungan adalah produk yang menggunakan bahan-bahan aman
bagi lingkungan, energi yang efisien, dan menggunakan bahan dari sumber daya
yang dapat diperbaharui. Dari segi proses produksi juga diperhatikan untuk
mengurangi dampak negatif terhadap pencemaran lingkungan, mulai dari
produksi, saluran distribusi dan sampai dengan saat dikonsumsi.
Perusahaan yang menerapkan strategi green marketing akan menetapkan
harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk pesaing. Hal ini
disebabkan karena sertifikasi yang diperoleh perusahaan. Pada konsep “green
marketing” ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan konsumen atas
produk yang ramah lingkungan tersebut, yaitu berupa kualitas produk, harga,
pengetahuan dan perilaku konsumen atas lingkungan itu sendiri. Karena faktanya
untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan perusahaan harus
mengeluarkan biaya lebih seperti untuk packaging produk tersebut harus dari
bahan yang dapat didaur ulang atau ramah lingkungan.

9
C. Keefektifan Ecopreneurshif  dalam mengatasi permasalahan lingkungan
dalam kewirausahaan

Ecopreneurship yaitu sebuah entrepreneurship yang mengacu pada aktifitas


usaha dengan kegiatan yang memberikan manfaat dan memberikan perhatian
lebih dan khusus terhadap kelestarian lingkungan. Sebuah ecopreneurship adalah
sebuah enterprise (kewirusahaan) yang melakukan berbagai upaya untuk menjaga
lingkungan baik air, udara maupun tanah. Seorang ecopreneur melihat lingkungan
sebagai sesuatu yang harus dilestarikan dan dijaga. Sebuah ecopreneurship dapat
menghasilkan pendapatan sehingga membuat kegiatannya berlanjut. Jadi,
ecopreneur yaitu wirausaha yang peduli terhadap masalah lingkungan dan
kelestarian lingkungan. Maka dalam menjalankan kegiatan usahanya, mereka juga
selalu memperhatikan daya dukung lingkungan dan berusaha meminimalisirkan
dampak dari hasil kegiatannya terhadap lingkungan.
Ecopreneurship menyangkut 3 (tiga) dimensi penting yaitu masyarakat dan sosial,
ekonomi dan ekologi/lingkungan (Murniningtyas, 2014)
Ecopreneurship berasal dari 2 (dua) kata yaitu eco dan entreprenuer. Eco
diambil dari kata ekologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal
balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sedangkan preneur berasal
dari kata Entrepreneurship yaitu kewirausahaan. Entrepreneur dan
Entrepreneurship mempunyai makna yang berbeda, entrepreneur yaitu setiap
orang yang bertindak untuk mengubah kondisi sekarang dan meraih tujuan di
masa depan dalam bidang kewirausahaan. Sedangkan entrepreneurship
(kewirausahaan) yaitu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar dan
sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses (Alma, 2010 : 33). Inti dari
kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda dengan berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam menciptakan
peluang. Ecopreneurship dimulai pada wacana 'bisnis hijau'. Artinya, bisnis
dengan memperhatikan merugikan alam, sebaliknya mereka memberikan manfaat
untuk setidaknya manfaat alami atau alam yang berfungsi sebagai sumber bisnis
masih mampu berkelanjutan. 'Bisnis hijau hijau' adalah salah satu yang dirancang

10
untuk menjadi hijau dalam proses dan produk dari awal, sebagai start-up, dan
lebih jauh lagi, ini dimaksudkan untuk mengubah sektor industri secara sosial di
mana terletak menuju model berkelanjutan pengembangan. Lebih spesifik
mengenai kegiatan kewirausahaan ini, adalah sebuah ecopreneurship, yaitu sebuah
entrepreneurship yang mengacu kepada aktifitas usaha dengan kegiatan yang
memberikan perhatian lebih dan khusus terhadap ecosystem atau kelestarian
lingkungan
Produk Eco Prenuer adalah salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan
lingkungan, karena terdapat beberapa produk Ecopreneur yang mendaur ulang
(reycle) sampah dan limbah yang dapat merusak lingkungan. Sampah dan limbah
merupakan zat kimia, energi yang tidak mempunyai nilai guna dan memiliki
kecenderungan untuk merusak segala yang disekitarnya. Sampah yang menumpuk
akan dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit, serta dapat meningkatkan
volume sampah yang ada di tempat pembuangan terakhir (TPA) dan secara tidak
langsung sampah menumpuk akan berpengaruh pada perubahan iklim akibat
adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal dengan pemanasan
global (global warming).
Ada empat prinsip Ecopreneur di dalam menjalankan produk usahanya, di
antaranya adalah:
a. Reduce (mengurangi), Melakukan penghematan penggunaan sumber daya,
seperti listrik, air, bahan bakar, kertas, dan bahanbahan lainnya, serta
mengurangi penggunaan bahan-bahan yang beracun dan membahayakan
lingkungan serta makhluk hidup lainnya. Sebisa mungkin meminimalisasi barang
atau material yang kita pergunakan.
b. Reuse ( Memakai Kembali ), :Menggunakan kembali sumbersumber daya yang
sudah digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Seperti misalnya
menggunakan kertas bekas, memanfaatkan kembali barang-barang bekas,
memanfaatkan energi dari kompresor AC untuk pemanas air, dsb. Pilih barang-
barang yang masih dipakai kembali. Hindari pemakaian barang yang disposable
(sekali pakai, langsung buang).

11
c. Recycle ( mendaur ulang ), Mendaur-ulang penggunaan air, merubah bentuk dan
memanfaatkan kembali limbah dan sampah. Dan barang-barang yang sudah tidak
berguna lagi, bisa didaur ulang.
d. Upcycle, Memberikan manfaat yang baru dan lebih baik pada produk-produk yang
tadinya sudah tidak terpakai lagi.
Konsep dari ecopreneur merupakan salah satu konsep pengelolaan dan produksi
meterial dan produksi material yang di upayakan untuk selalu ramah lingkungan.
Adapun yang menjadi tujuan dalam melestarikan lingkungan melalui pengolahan
produk ecopreneur adalah dalam makna Hidup Hijau, mengurangi pemanasan global,
menghemat energy. Pelestarian lingkungan dengan mengolah produk limbah atau
sampah menjadi berdaya guna melalui ecopreneurship termasuk efektif untuk
menyelamatkan dunia dan memiliki juga nilai yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Ecopreneurship adalah konsep kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi terhadap
profit saja melainkan juga perduli terhadap aspek-aspek lainnya terutama aspek
lingkungan. Ecopreneurship merupakan perilaku entrepreneurship yang
memperhatikan atau mementingkan keberlangsungan berlanjutan dari lingkungan
pada masa yang akan datang.
Seorang wirausaha perlu membuka mata dan membaca lingkungan sekitar,
karena banyak muncul peluang bisnis yang dapat dijadikan sebuah keuntungan,
namun tetap harus menjaga lingkungan. Percuma saja usaha sukses namun tidak
bisa menjaga lingkungan, karena kesuksesan bisnis tersebut tidak akan lama.
Bisnis akan hancur apabila lingkungan alam juga hancur. Oleh karena itu perlu
adanya keseimbangan antara manusia dan lingkungan, dan dari hal tersebut
seorang wirausaha perlu mengembangan minat kewirausahaan yang beretika dan
berwawasan lingkungan.

12
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Aktifitas wirausaha sangat terkait dengan lingkungan alam karena dari alam
didapat semua sumber daya untuk diolah menjadi produk atau jasa yang
dibutuhkan manusia. Pengambilan sumber daya yang berlebihan dari alam dapat
meningkatkan kelangkaan yang akhirnya mengancam keberlanjutan dari
pemanfaatan sumber daya tersebut. Di lain pihak, alam juga menjadi tempat
membuang sisa aktifitas produksi dan konsumsi yang kebanyakan bersifat
destruktif. Dampak destruktif ini pada akhirnya dapat mengurangi kesejahteraan
manusia dan mengurangi kemampuan alam untuk memberikan hasil terbaiknya.
Dengan adanya ecopreneur maka dapat memberikan dampak baik
pelestarian lingkungan. Ecopreneurship adalah sebuah kewirausahaan yang
melakukan berbagai upaya untuk menjaga lingkungan baik air, tanah, dan udara.
Pelestarian lingkungan dengan mengolah produk limbah maupun sampah menjadi
berdaya guna melalui ecopreneurship akan menyelamatkan dunia.
Kewirausahaan adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu
yang baru dan berbeda dengan tujuan untuk mencapai kemakmuran melalui
penciptaan peluang. Membuka usaha dengan ecopreneurship juga bisa
mengehemat energi karena ada empat prinsip ecopreneur yaitu : reduce
(mengurangi), reuse (memakai kembali), recycle (mendaur ulang), upcycle.
Dengan adanya ecopreneur maka dapat memberikan dampak baik pelestarian
lingkungan.
B. Saran
Pemerintah harus lebih memfokuskan entreprenurship pada eco-preneur,
karena hal ini akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan maupun
perekenomian Indonesia itu sendiri. Pemerintah harus memberikan reward khusus
bagi wirausaha yang berbasis lingkungan atau ecopreneur tersebut, dengan
menurunkan pajaknya untuk perusahaan dan memberikan subsidi tambahan untuk
UMKM.

13
DAFTAR PUSTAKA

Endah Murniningtyas. (2014). Prakarsa Strategis Pengembangan Konsep


Green Economy.Jakarta: Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Djaali, 2013. Psikologi Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara.

Buchari Alma, 2010. Kewirausahaan. Bandung : Alfabeta

Guruh Permadi, 2011.Menyulap Sampah Jadi Rupiah.Jakarta: MUMTAZ

Paluzi, Hanna, 2010. Kreasi Daur Ulang Kaleng Bekas. Bandung: PT.Tiga
Serangkai
Pustaka Mandiri

Salim S, 2010. Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi. Jakarta: KOMPAS

Sudrajat. 2000.Kiat Mengentaskan Pengangguran Melalui Wirausaha. Jakarta. Bumi


Aksara.

Restianti, Hetti. 2009. Kreasi Unik dari Kaca. Bandung: CV. Pringgandani

14