Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL JURNAL REVIEW (CJR)

KARTOGRAFI

Dosen Pengampu: Rohani,S.Pd.,M.Si

Disusun Oleh :

Winda Febiola Sinaga

3193131010

Kelas : A GEOGRAFI 2019

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.A.2020

1
Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,selaku penulis Cjr
ini,sehingga CJR ini dapat berhasil untuk disusun tepat pada waktunya.

Selain untuk memenuhi tugas Critical Jurnal Review (CJR) mata kuliah Kartografi
,penulis berharap semoga cjr ini dapat menjadi bahan referensi untuk materi perkuliahan mata
kuliah Kartografi dan juga bermanfaat bagi para pembaca yang ingin menambah pengetahuan
baru tentang apa itu ilmu Kartografi.

Penulis sadar bahwa dalam penyajian hasil karya ilmiah pembuatan CJR ini,masih
banyak kelemahan dan jauh dari kata sempurna,baik penulisan maupun materi yang
disajikan.Sehingga penulis memohon kritik dan sarannya yang membangun,agar sekiranya
penulisan karya ilmiah ini lebih baik lagi kedepannya.Akhir kata,penulis mengucapkan terima
kasih kepada pembaca atas perhatiannya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat,sekian dan terimakasih.

Medan, Februari 2020

Winda Febiola Sinaga

2
Daftar Isi
Kata Pengantar.................................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................4
A. Latar Belakang......................................................................................................................4
B. Tujuan dan Manfaat..............................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................5
A. Identitas Jurnal Utama......................................................................................................5
B. Identitas Jurnal Pembanding...........................................................................................5
C. RINGKASAN JURNAL UTAMA.....................................................................................5
D. RINGKASAN JURNAL PEMBANDING........................................................................8
BAB III KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL.............................................................9
A. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL UTAMA.............................................9
B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL PEMBANDING................................9
BAB IV PENUTUP......................................................................................................................11
A.Kesimpulan...........................................................................................................................11
B.Saran.......................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................13

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada pembuatan Critical Journal Review Interpretasi Dan Analisis Peta ini akan menjelaskan
mengenai salah satu studi kasus mengenai desain kartografi peta kampus yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebuah proses pendidikan, baik tingakatan nasional
maupun tingkatan kelas akan dianggap sukses apabila kompetensi lulusan yang ditargetkan
dapat tercapai dengan sempurna. Namun dalam perkembangannya sering terjadi kejanggalan,
ketidak-efisienan danterjadi miss-communication terhadap pengguna peta sehingga tujuan
pembuatan peta tidak tercapai. Diperlukan suatu penyajian peta yang menarik dan mudah
dipahami dengan mengandung kaidah kartografi pada setiap objek. Kampus Itenas memiliki
wilayah yang cukup dengan berbagai bangunan, sarana pendidikan yang diadakan secara
berkala. Oleh karena itu, dibutuhkan data dan peta up to date yang praktis, informatif dan
menarik untuk memenuhi kemudahan mengakses informasi spasial dan non spasial kampus
Itenas. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang di pertimbangkan dalam
pembuatan peta kampus Itenas dan membuat desain kartografi untuk memenuhi faktor-faktor
tersebut sehingga diperoleh desain kartografi peta kampus Itenas yang sesuai dengan kaidah
kartografi secara layak agar dapat mudah dipahami oleh pengguna peta kampus dalam
membaca informasi yang terdapat dalam peta. Metode yang dilakukan yaitu penelitian
kuantitatif berupa kuesioner dengan mengambil kuesioner dan pembuatan desain kartografi
peta kampus. Hasil penelitian ini diperoleh faktor-faktor pembuatan peta kampus dan desain
kartografi peta kampus sesuai kaidah kartografi.

B. Tujuan dan Manfaat


 Menyelesaikan tugas mata kuliah Kartografi
 Menyelesaikan salah satu tuntutan dari 6 tugas pokok dalam kurikulum KKNI.
 Mempermudah memahami inti dari jurnal ataupun dari hasil penelitian.

4
BAB II

PEMBAHASAN
A. Identitas Jurnal Utama

Judul : Desain Kartografi Peta Kampus Studi Kasus : Itenas, Bandung

Journal : Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Institut Teknologi Nasional

ISSN : 2477-2518

Vol/ Hal : Volume 15,No. 2 Halaman 1 – 7

Tahun : Tahun 2015

Penulis : Nurdeli Safitri dan Soni Darmawan

B. Identitas Jurnal Pembanding

Judul : Pemetaan Topografi, Geofisika dan Geologi Kota Surabaya

Journal : Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA)

ISSN : 2087-9946

Vol/ Hal : Volume 2,No. 2 Halaman 23-28

Tahun : Tahun 2012

Penulis : Syaeful Bahri dan Madlazi

C. RINGKASAN JURNAL UTAMA

Peta adalah suatu penyajian grafis dari seluruh atau sebagian muka bumi pada
suatu skala peta dansistem proyeksi peta tertentu. Peta menyajikan unsur-unsur dimuka
bumi dengan cara memilih, menseleksi atau menggenaralisasi sesuai dengan maksud dan
tujuan dari pembuatan peta tersebut. Definisi peta menurut I.C.A (International
Cartographic Assosiation) ialah: “Peta adalah gambaran konvensional dan selektif yang

5
diperkecil, biasanya dibuat pada bidang datar, dapat meliputi perwujudan-perujudan
(features) dari pada permukaan bumi atau benda angkasa, letak maupun data yang ada
kaitannya dengan permukaan bumi atau benda angkasa”.Peta dibuat dengan sejumlah
data dan informasi dengan penyajiannya dapat digunakan dengan baik oleh pengguna
peta. Pekerjaan pemetaan merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa tahapan
kerja (pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data), serta melibatkan berbagai
ilmu (surveying, fotogrametri, inderaja, kartografi) yang berkaitan satu sama lain. Peta
diberi pengertian sebagai”penyajian atau abstraksi kenyataan geografik. Suatu alat untuk
menyajikan informasi geografi dengan cara visual, digital atau nyata”. Berdasarkan
pengamatan empiris, sampai sekarang, masih sering terjadi kejanggalan dan keburukan
hasil visualisasi kartografis secara digital yang dapat erdampak pada ketidak-efektifan
penggunaan. Diperlukan suatu penyajian peta yang menarik dan mudah dipahami dengan
mengandung kaidah kartografi pada setiap objek yang cenderung lebih disukai, terutama
bagi masyarakat awam dalam membaca informasi-informasi yang terkandung dalam peta.
Kaidah kartografis merupakan aturan atau ketentuan yang menjadi dasar dan acuan dalam
desain dan visualisasi peta agar memberikan hasil yang baik dan efektif Menurut [6]
Kraak dan Ormeling (1996) menyebut kaidah kartografis dengan istilah cartographic
grammar atau cartographic rule, dan bermanfaat untuk memperbaiki transfer informasi
dengan menggunakan karakteristik murni berbagai karakteristik simbol grafis. Berfungsi
atau tidaknya suatu peta sangat tergantung pada desain kartografi peta yang dibuat,
menuntut pembuat peta mampu menciptakan peta untuk para pemakai peta yang tidak
tahu mengenai kartografi dengan menyajikan atau memvisualisasikan unsur-unsur muka
bumi pada sebuah lembar peta secara jelas dan mudah dibaca oleh para pengguna peta.

Kartografi merupakan suatu disiplin ilmu yang berhubungan dengan visualisasi dari
informasi geografis, atau dalam pengertian dikatakan sebagai sebuah disiplin yang
melibatkan ilmu, teknik, serta seni didalam pembuatan desain peta dan produksi peta.
kaidah ilmiah meskipun teori matematis yang rumit sebaiknya dihindari.” Selanjutnya,
“Dengan generalisasi, seni berkembang menjadi pembuatan peta, kemudian seleksi dan
presentasi dikontrol oleh perasaan subjektif pribadi.

6
Metodologi pada penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu persiapan
meliputi persiapan alat dan bahan serta pengumpulan studi literatur, tahap identifikasi
aspek yang diperlukan pada desain peta kampus meliputi kegiatan mencari, menemukan,
dan meneliti apa saja aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan desain peta
kampus, pengumpulan data spasial dan data atribut, pengolahan data spasial dan atribut,
serta pembuatan desain kartografi peta kampus sesuai dengan kaidah kartografi, hasil
berupa peta kampus, analisis dan kesimpulan.

Desain kartografi peta kampus yang merupakan hasil dari identifikasi faktor-faktor
yangdiperlukan dalam peta kampus. Proses desain kartografi peta kampus terdiri dari tahapan
identifikasi faktor-faktor yang diperlukan, pengumpulan data, pengolahan data yang dilakukan di
software arcgis dan arcscene sehinga dibuat membentuk 3D Kampus Itenas berdasarkan
identitifikasi faktor-faktor yang diperlukan peta kampus Itenas dan merupakan visualisasi desain
kartografi yang dibuat secaralayak agar dapat menarik dan mudah dipahami oleh pengguna peta
kampus dalam membaca informasi-informasi yang terkandung dalam peta yang telah memenuhi
faktor aspek yang sesuaidengan kaidah kartografi. Hasil “Peta Kampus Itenas” disajikan dalam
bentuk hardcopy dan softcopy. Peta kampus yang telah dibuat ini menyajikan beberapa informasi

7
untuk pengguna peta, yaitu terdiri dari : cafetaria, nama jalan, nama gedung, masjid, klinik, area
parkir. Peta Kampus Itenas terdiri dari muka peta, informasi batas peta, serta informasi tepi peta.
Bagian-bagian tersebut diatur dengan mempertimbangkan mengenai keseimbangan visual secara
informal dimana tata letak peta yang terdiri dari muka peta, informasi batas peta dan informasi
tepi disesuaikan sehingga letak

D. RINGKASAN JURNAL PEMBANDING

Setelah dilakukan penelitian maka diketahui bahwa pada Titik pertama lokasi di sebelah
barat kampus Stikom Surabaya. Di dapatkan pada kedalaman (0,44–5,48 dan 0,44–5,48) lapisan
atas didominasi oleh selang seling lapisan aquiver asin dan payau. Aquiver produktif rendah
sampai sedang (aquiver tawar) berupa pasir sisipan lempung, pasir, pasir sisipan
kerikil.Diperkirakan aquiverini berada di kedalaman mulai 25 hingga 100 meter.Pada Titik
kedua lokasi di Jl. Kenjeran - Mulyorejo Surabaya.Didapatkan lapisan atas didominasi oleh
selang seling lapisan aquiver asin, payau dan tawar.Akuifer produktif rendah sampai sedang
berupa pasir sisipan lempung, pasir, pasir sisipan kerikil.Diperkirakan aquiver ini berada di
kedalaman mulai 40 hingga 100 meter.Pada Titik Ketiga Lokasi Jl. Raya Tandes Margomulyo
Surabaya.Di dapatkan bahwa lapisan atas didominasi oleh lapisan aquiver asin. Berdasarkan
gambar penampang terlihat bahwa terdapat dua batas antara lapisan alluvium dan formasi
Kabuh, dan juga terlihat adanya fenomena dorongan pengisian siklus hidrologi yang menyusup
melewati formasi Kabuh, mengingat formasi ini didominasi oleh lapisan lempung, pasir, kerikil
dengan tingkat porositas sedang hingga tinggi. Aquiver tawar diduga berada di kedalaman mulai
40 hingga 100 meterSerta pada Titik Keempat di Timur Kampus UWK Surabaya.Di
dapatkanbahwa lapisan atas didominasi oleh lapisan aquiver asin.Berdasarkan
gambarpenampang terlihat bahwaterdapat dua batas antara lapisan alluvium dan formasi Kabuh,
dan juga terlihatadanya fenomena dorongan pengisiansiklus hidrologi yang menyusup
melewatiformasi Kabuh.

8
BAB III

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL

A. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL UTAMA

Adapun kelebihan jurnal ini berdasarkan hasil review adalah journal mengenai desain peta
kartografi dan factor yang mendukung desain peta kartografi sangat baik untuk dijadikan sebagai
referensi dalam menambah dan memperluas ilmu pengetahuan kita. Dengan adanya pengetahuan
tentang hal tersebut, maka kemungkinan kita akan mampu mengerti jika sudah terjun
kemasyarakat bagaimana tindakan yang benar agar membantu meningkatkan desain peta
kartografi terutama dalam bidang pendidikan yang harus terlebih dahulu ditingkatkan dan
pemahaman mengenai hal tersebut kita mampu memiliki inovasi-inovasi yang dapat mendukung
dalam mengembangkan desain peta kartografi.

Kelemahan Jurnal hasil review saya ini adalah Sebaiknya gambar-gambar dan diagram dalam
journal dijelaskan lebih rinci dan mendetail sehingga pembaca tidak kesulitan memahami
maksud dari gambar maupun diagram yang ada dalam journal tersebut.Sebaiknya gambar 3D
disajikan dengan detail jangan gambar yang tidak jelas yang ada dalam journal agar pembaca
dapat memahami dengan mudah maksud dari data yang telah dipaparkan.

B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL PEMBANDING

Berdasarkan hasil review saya jurnal yang berjudul “Pemetaan Topografi, Geofisika dan Geologi
Kota Surabaya” yang ditulis oleh Syaeful Bahri dan Madlazim ini ,memiliki beberapa
keunggulan didalamnya yaitu,jurnal ini menyajikan terlebih dahulu materi yang akan diteliti,hal
ini dapat terlihat pada isi jurnal ini yang melampirkan terlebih dahulu tentang gambaran umum
kota Surabaya.Dengan adanya penjelasan mengenai hal yang akan diteleti tersebut ,maka para
pembaca nantinya akan merasa mudah untuk memahami hasil penelitiannya.Karena para
pembaca telah mengetahui terlebih dahulu dasar /tujuan penelitian tersebut.Selain hal tersebut
keunggulan lainnya yang dimiliki oleh jurnal ini yaitu hasil dari penelitian ini adalah hasil yang
akurat,karena data yang digunakan dalam penelitian jurnal ini adalah data yang terpercaya ,Hal
ini dikarenakaan datanya diambil dari Peta Geologi, Peta Hidrogeologi, dan peta Seismotektonik
kota Surabaya.Selain itu, datanya juga diperoleh dari Laporan Bencana Kesbanglinmas,

9
Bakornas BPS, RTRW dan dari Departemen PU; Peta Bencana Jatim; BMKG; BNPB.Sehingga
kebenaran datanya sudah tidak bisa diragukan lagi.Keunggulan yang lainnya yang terdapat
dalam jurnal ini yaitu langkah-langkah yang digunakan dalam penelitiannya.Karena dalam
penelitiannya, jurnal ini memakai empat tahapan langkah penelitian yaitu Tahap inventarisasi
,Tahap kajian dan analisa data peta topografi dan geologi Kota Surabaya,Tahap pemetaan
hasil,Dan Tahap perumusan arahan kebijakan mitigasi bencana dan pembangunan bawah bumi.
Yang keempat tahapan tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya sehingga akan
menghasilkan hasil penelitian yang bagus dan baik.
Di balik sebuah kelebihan,tidak jarang di temukan juga kekurangannya.Berdasarkan review
saya, Jurnal ini memiliki beberapa kekurangan di dalamnya yaitu,Gambar dalam jurnal ini
menurut saya sangat kurang ,karena jurnal ini hanya menyajikan satu gambar saja dari sekian
banyaknya isi yang disampaikannya.Sehingga para pembacanya akan cepat merasa bosan dalam
membacanya karena isi dari jurnal ini hanyalah bacaan saja tanpa disertai gambar
penjelasnya.Kekurangan yang lainnya yang terdapat dalam jurnal ini yaitu adabeberapa kata
dalam jurnal ini ada yang kurang dimengerti oleh para pembacanya dan yang lebih disayangkan
lagi kata-kata tersebut menjadi kata yang sangat penting dalam memperjelas hasil penelitian
dalam jurnal ini. Seperti jurnal ini banyak memakai kataAquiverpada hasil penelitiannya ,namun
jurnalini tidak ada menjelaskan apa itu Aquiver. sehingga bagi para pembaca yang belum
mengetahui arti dari kata tersebut akan sulit mengerti isi dari hasil penelitian jurnal ini.

10
BAB IV

PENUTUP

A.Kesimpulan

Setelah saja membaca dan melakukan review terhadap jurnal ini ,maka saya dapat
mengambil kesimpulan bahwa jurnal ini memiliki beberapa keunggulan didalamnya yaitu, jurnal
ini menyajikan terlebih dahulu materi yang akan diteliti,selain itu jurnal ini juga mempunyai
langkah-langkah penelitian yang sangat bagus serta data-data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data-data yang akurat.Adapun kekurangan yang dimiliki oleh jurnal ini yaitu
kurangnnya gambar dan ada beberapa kata yang sangat penting dalam jurnal ini dalam kata
tersebut kurang dimengerti oleh para pembacanya.
Kesimpulan terakhir yang dapat saya ambil setelah saya melakukan riview terhadap
jurnal ini yaitu, Satuan Geologi daerah Surabaya dapat di klasifikasikan menjadi 4 daerah yaitu :
1.Endapan aluvial (Qa) ,Penyebaran di sebagian besar wilayah Surabaya mulai dari bagian utara,
selatan, timur dan di daerah sekitar pesisir pantai, sudah dibuktikan dengan adanya peninggalan
sumur minyak tua di daerah Formasi .Berdasarkan Peta Geologi Kota Surabaya terdapat dua
antiklin yang membujur ke arah barat-timur yaitu antiklin lidah dan antiklin guyangan berpotensi
besar sebagai cebakan hidrokarbon (minyak bumi) di Wonokromo.
2.Lidah (Tpl), Persebaran Formasi Lidah ini meliputi sebagian daerah Wonokromo, Sawahan,
Dukuh Pakis, Lakarsantri, Wiyung dan Karangpilang.
3.Formasi Pucangan (Qtp), Penyebaran batuan dari formasi ini adalah berada di sekitar pusat
kota menyebar ke arah barat dan selatan yang meliputi daerah Dukuh Pakis, Sawahan,
Sukomanunggal Tandes, Wiyung, Lakarsantri, Karangpilang dan Gubeng.
4. Formasi kabuh (Qpk) ,Meliputi sebagian wilayah Kecamatan Rungkut, Wonocolo, Tenggilis,
Wiyung, Karangpilang, Lakarsantri, Tandes, Sukomanunggal, Benowo dan Dukuh Pakis.
terdapat dua antiklin yang membujur ke arah barat-timur yaitu antiklin lidah dan antiklin
guyangan berpotensi besar sebgai cebakan hidrokarbon (minyak bumi).
Dari hasil penilitian di keempat titik inilah yang nantinya menjadi sebuah data untuk
Membuat peta Topografi,Geofisika dan yeng sudah pasti Peta Geologi Kota Surabaya.

11
B.Saran

Saran saya yaitu agar penulis jurnal ini jangan pernah berhenti untuk melakukan
penelitian-penelitian yang lebih bagus lainnya,dan saya menyarankan juga agar penulis dapat
memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam hasil jurnalnya ini agar jurnal ini
menjadi jurnal yang sangat sempurna untuk dibaca.Saran saya yang lainnya yaitu agar kita
sebagai pembaca dapat mengambil pelajaran serta dapat menerapkan tujuan-tujuan yang ingin di
sampaikan oleh peneliti dan penulis lewat jurnal ini.

12
DAFTAR PUSTAKA
Safitri, Nurdeli &Darmawan,Soni . (2015) Desain Kartografi Peta Kampus Studi Kasus :
Itenas, Bandung. Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut
Teknologi Nasional. 15, 2477-2518.

13