Anda di halaman 1dari 16

PENDUGAAN PARAMETER

Pendugaan merupakan salah satu inferensia Statistik. Selama ini pendugaan dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu Metode Klasik dan Metode Bayes. Pengambilan keputusan di dalam metode Klasik hanya didasarkan pada infonnasi yang diperoleh dari suatu contoh acak yang ditarik dari suatu populasi. Metode Bayes didasarkan pada penggunaan atau penggabungan pengetahuan subjektif mengenai sebaran peluang parameter yang tidak diketahui tersebut dengan infonnasi yang diperoleh dari data contoh. Pendugaan yang akan dibahas dalam bab ini adalah pendugaan metode Klasik.

Pendugaan digunakan untuk menduga selang nilai untuk f.l dari X, o dari s, dan p dari P , dimana kita percaya sebesar (l-o) 100 % bahwa nilai variabel-variabel yang diduga terletak pada selang tersebut. Sebelum dibahas lebih Ian jut kita defenisikan terlebih dahulu simbol-simbol di atas dan simbol-simbol lain yang banyak digunakan dalam pendugaan.

f.l = nilai rata-rata dari populasi. Nilai ini merupakan nilai yang akan diduga dari nilai

rata-rata contoh.

x = nilai rata-rata contoh

o = simpangan baku populasi. o akan diduga berdasarkan nilai simpangan baku contoh.

s = simpangan baku contoh

p = proporsi populasi

p = proporsi contoh

(I-a) 100 % = tingkat/batas kepercayaan

69

A. PENDUAGAAN NILAI TENGAH

Untuk menduga nilai tengah populasi dari suatu contoh yang diambil dari populasi yang menyebar normal dimana 0 diketahui, digunakan statistik berikut :

P(-Za/2 < Z < ZaJ2 ) = 1-a

Gambar 1. Luas daerah di bawah kurva normal.

Luas daerah Z diberikan oleh P(Z < zaJ2) -P(Z< -zon).

Dengan mensubstitusikan Z = (x-~)/(o/"n) pada persamaan diatas, maka akan diperoleh selang kepercayaan untuk ~ pada tingkat kepercayaan (t-o) 100 % adalah :

Selang kepercayan dengan 1.1 di atas juga berlaku untuk populasi yang menyebar normal/ hampir normal, jika ~30 dimana 0 tidak diketahui.

Dalam hal ini nilai s digunakan sebagai nilai 0 di dalam perhitungan.

Contoh:

Departemen Q & C pada suatu perusahaan ban menguji kekuatan 16 ban. Kekuatan rata-rata yang diperoleh adalah 10.5 satuan kekuatan tarik. Populasi ban dianggap menyebar normal dengan simpangan baku 0.5 satuan kekuatan.

Buat selang kepercayaan untuk ukuran kekuatan rata-rata populasi ban pada tingkat kepercayaan 95 % dan 99 %.

Jawab : Dari soal diketahui x = 10.5

0=0.5 dan n=16, dan diketahui populasi menyebar normal.

Untuk tingkat kepercayaan 95 %. 0.=1-0.95=0.05, sehingga aI2 = 0.025. Dengan menggunakan tabel sebaran normal, diperoleh Zo.025 = 2.447. selang kepercayaannya adalah :

70

10.5 - 2.447 (0.5/..Jl6) < fl < 10.5 + 2.447 (0.5/..Jl6)

10.19 < fl < 10.

untuk tingkat kepercayaan 99 %, a=l-0.99=0.01, sehingga CI/2 = 0.005. Dengan menggunakan tabel sebaran normal, diperoleh z= 1.96, dan selang kepercayaannya adalah :

10.5 - (1.96)(0.5/..J16) < fl < 10.5 + (1.96)(0.5/..J16) 10.255 < fl < 10.745

Selang kepercayaan untuk pendugaan fl menghasilkan galat (error) e maksimal zCJ/2 a/ ..In, atau e = zCJ/2 a/..Jn. Artinya kita percaya (l-c) 100 %, bahwa galat yang terjadi tidak lebih besar dati zCJ/2 a/..Jn.

Untuk contoh di atas pada tingkat kepercayaan 95 %, besar galat adalah:

e = (2.447) (0.5/..J16) = 0.31

Seorang peneliti sering telah menentukan besamya galat yang bisa diterima dati hasil percobaannya. Jumlah contoh yang hams diambil supaya galat percobaan tidak melebihi galat yang sudah ditentukan, dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

'ilJ
Z = ( )2
e
Za/2a )2
n = (
e Untuk contoh di atas jika besamya galat sudah ditentukan = 0.2, maka jumlah contoh yang hams diambil supaya galatnya tidak lebih dati angka tersebut adalah :

n=(

(2.447) (0.5) 0.2

)2 = 37.423 :::: 38

Jika populasi menyebar normal/hampir menyebar normal, a tidak diketahui dan n < 30, maka kita menggunakan sebaran t menggantikan sebaran Z; fungsi peluangnya menjadi :

p( -ta/2<T <ta/2)= I-a

dengan T=(x-fl)/(s/..Jn) dan derajat bebas (v)=n-1

71

Gambar 2. Luas daerah di bawah sebaran t.

Dengan mensubstitusikan nilai T kepada fungsi peluang di atas, maka akan diperoleh selang kepercayaan untuk Jl pada tingkat kepercayaan (I-a) 100 % sebagai berikut :

x-(twz)(s/-"/n)< Jl <x+(twz)(s/-../n) dengan derajat bebas (v) = n-l

Contoh:

Buatlah selang kepercayaan 90 % untuk isi rata-rata suatu minuman ringan yang dihasilkan dari suatu mesin, jika isi rata-rata 16 botol contoh adalah 245.0 ml dengan simpangan baku 10.5 mI. Asumsikan populasi menyebar hampir nonnal.

Jawab: x = 245.0 ml dengan s = 10.5 ml (l-a)I00 %=90 % => a=J-0.9=O.1

ta;2=to.l/2=to.os; dengan menggunakan tabel sebaran t pada v=16-1=15, diperoleh tons = 1.753

Maka selang kepercayaan untuk Jl adalah :

245.0-(1.753) (1O.5/-../16)<Jl<245.0+(1.753) (10.5/-../16) 240.4 < Jl < 249.6

B. PENDUGAAN BEDA DUA NILAI TENGAH

Jika suatu pengamatan/penelitian melibatkan dua populasi, maka beda dua nilai tengahnya dapat diduga dalam suatu interval/selang nilai dengan menggunakan selang kepercayaan. Atau jika terhadap satu populasi dilakukan dua pengamatan yang saling berhubungan, beda dua nilai tengahnya dapat diduga.

72

Untuk populasi 1 dan 2 yang menyebar normal, (J ~ =0' ~ dan diketahui selang kepercayaan (1---<X) 100 % bagi beda dua nilai tengah (J..Ll-Jl2) adalah :

( X,-X2)-Zaa .J (J2 Inr+<J2 In2 < J..L,-Jl2 < (X,-X2)+Zaa .J (J 2 Inr+02 In2

, 2 , 2

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui beda IQ perempuan dan laki-laki di suatu kota tertentu. Untuk tujuan tersebut dia mengambi1100 contoh acak dari lakilaki dan 81 contoh acak dari perempuan. Berdasarkan test yang dilakukan, ratarata IQ laki-laki adalah 109 dengan simpangan baku 10 dan rata-rata IQ perempuan adalah 110 dengan simpangan baku 15.

Buatlah selang kepercayaan 97 % untuk mengetahui beda sesungguhnya IQ rata-rata laki-laki dan perempuan di kota tersebut

Jawab: Dengan memberikan populasi laki-laki adalah populasi-l, maka kita dapat meringkaskan data-data yang diketahui dari soal, yaitu :

nl=l00

n2=81 x2=110 S2=15 (1---<X) 100% = 97 % ~ a = 0.03 zCJ12 = ZO.03 = 2.17

Maka selang kepercayaan 97 % untuk beda IQ laki-laki dengan perempuan di kota tersebut adalah :

(109-110)-2.17 V l00/100+225/81<J..LI-Jl2<(109-110)+2.17 V 100/100+225/81 -5.28 < J..Ll - J..L2 < 3.28

Kadang-kadang simpangan baku populasi tidak diketahui meskipun populasi menyebar normal. Jika populasi menyebar normal, (J~= (J~, tetapi tidak diketahui maka selang kepercayaan (1---<X) 100 % untuk beda dua nilai tengahnya adalah

dengan V=ll1+nz-2 dan s~=(nl-1)s~+ (Ilz-l)s~ n,+Ilz-2

Corttoh:

Statistika diajarkan pada mahasiswa tingkat Il STMIKISTIE Gunadarma dengan menggunakan dua metode yang berbeda Metode pertama adalah kuliah Statistika ditambah dengan praktikum di laboratorium, dan metode kedua adalah kuliah

73

ditarnbah dengan diskusi penerapan statistika dalam kasus-kasus yang dijumpai sehari-hari. Dengan mengarnsumsikan waktu kuliah dan kondisi-kondisi lainnya sarna untuk kedua metode pengajaran. pada akhir semester di berikan ujian yang sarna. Nilai rata-rata dari 12 mahasiswa yang mengikuti metode pertama adalah 50.5 dengan simpangan baku 7.5. Nilai rata-rata 16 mahasiswa yang mengikuti metode kedua adalah 60 dengan simpangan baku 7.0. Buatlah selang kepercayaan 95 % untuk beda kedua nilai tengah tersebut. Asumsikan kedua populasi menyebar normal. dan

Jawab: Dengan memberikan semua yang mengikuti metode pengajaran pertama sebagai populasi pertarna dan yang mengikuti metode kedua sebagai populasi kedua, maka kita pero1eh data-data berikut :

nl = 12

Xl = 50.5

sr = 7.5 S3 = 7.0

n2 = 16 X2 = 60

(I-a) 100 % = 95 % => a = 0.05

v = nl+nz--2 = 12 + 16 - 2 = 26 to.os dengan v = 26 adalah 2.056

sp = ~ (11(7.5)2+15(7.0)2)/26 = 7.22

maka se1ang kepercayaan 95 % untuk J.lI - J.l2 adalah :

(50.5--60}-2. 056(7.22)~ 1/12+ 1/16 < J.lI-J.l2 < 50.~0+2.056(7.22)"./ 1/12+ 1/Hi -15.1687683 < J.lI-J.l2 < -3.8312317

Sering kita menemukan kedua populasi menyebar harnpir normal, 0"1:;t(J2 dan tidak diketahui dan ukuran contoh yang diambil tidak lebih besar dari 30 karena alasan-alasan tertentu. Untuk kasus seperti ini. selang kepercayaan (I-a) 100% untuk J.lI-J.l2 adalah :

(jC,-X2}-lar.! "./ s~ /n,+s~ /n2<J.l,-J.l2«X,-X2)+far2 "./ s: /n,+s ~ /n2

dimana:

(SVnl+syn2)2

v = --:----:::----:--;:_

(si /1ll)2+(s~/n2)2

111-1 n2-1

74

Contoh:

menggunakan contoh di atas, buatlah selang kepercayaan 95 % bagi beda dua nilai tengah jika populasi menyebar hampir normal dimana 0'21 '* 0'; dan tidak diketahui.

Jawab: karena ada perkataan populasi menyebar hampir normal, ~ '* O'~ dan tidak diketahui, kita gunakan tabel sebaran-t dengan :

(7.52/12+ 7Jfl/16)2

v = --=----=----:--_=___ = 2.658",,3

(7.52/12)2+(7Jfl/16)2

11 15

untuk v = 3, to.D25 = 3.182

Maka selang kepercayaan 95 % bagi ~1-Jl2 adalah :

- I 56.25 49.0 _ I 56.25 49.0

(50.5-60) - 3.182 V 12 + < ~I-~ < (50.5-60)+3.182 V-- + -

16 12 16

-18.358:5:~1-Jl2 <-0.642

Pada kasus-kasus tertentu kita ingin melihat pengaruh/perbedaan dua perlakuan terhadap satu populasi. Contohnya jika kita ingin melihat perbedaan hasil dua metode belajar yang berbeda yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa, dimana semua mahasiswa yang ada di kelompok tersebut menggunakan kedua metode belajar secara bergantian, dengan asumsi tidak .ada pengaruh dari faktor-faktor lain. Pengamatan seperti ini selanjutnya kita sebut dengan pengamatan berpasangan. Selang kepercayaan (l-u) 100% untuk beda dua nilai tengah ( disingkat dengan ~D) pada pengamatan berpasangan adalah :

d - taaSdl..Jn < ~D < d + twlsdl..Jn

dengan v = n-l dan s~ = nLd; - (LdD2

n(n-l)

di = selisih pengamatan pertama dengan kedua untuk setiap data

Contoh:

Untuk mengetahui apakah keanggotaan dalam organisasi mahasiswa mempunyai akibat baik atau buruk pada nilai seseorang, nilai mutu rata-rata berikut ini telah dikumpulkan selama periode 5 tahun :

75

tahun

, "l<

2.0 2.2

2.4 2.4

2.0 1.9

2.3 2.5

2.1 2.3

anggota

bukan anggota

Dengan mengasumsikan bahwa populasi menyebar normal, buatlah selang kepercayaan 99% untuk beda dua nilai tengahnya.

Jawab : Pertama-tama, kita carl selisih nilai mutu rata-rata darl mahasiswa yang menjadi anggota organisasi dengan yang tidak menjadi anggota organisasi.

di : -0.2 0.1 -0.2 L d; = -0.5; d = -0.1

n=5

-0.2 0.0, L d~ = 0.13

v=4

untuk i = I, 2, .. .5

S2 - d-

5(0.13)-(-0.5)2 (4(5»

= 0.02

Sd = 0.14

l:wz = lo.OO5 = 4.604

Maka selang kepercayaan 99 % untuk flD adalah :

-O.I-4.604(0.14)N5 < flD < -0. 1+4.604(0. 14)N5

-0.39 < flD < 0.19

c. PENDUGAAN RAGAM

Ragam suatu populasi (02) dapat diduga dengan menggunakan ragam contobnya (s2).

Selang kepercayaan bagi 02 dapat diperoleh dengan menggunakan statistik :

X2 = (n-I)s2/02 (1)

Statistik X2 dibaca khi-kuadrat, dan sebaran penarikan contobnya dikenal sebagai sebaran khi-kuadrat dengan v = n-I derajat bebas. Statistik X2 tidak pemah bemilai negatif. Tidak seperti halnya kurva normal, pada kurva khi-kuadrat luas daerah yang ditunjukkan selalu yang di sebelah kanan ex; dan di dalam tabel khi-kuadrat, nilai peluang yang selalu diberikan di dalam bentuk (l sudah diketahui. Contoh kUIVa khi-kuadrat dapat dilihat di bawah ini. Berdasarkan kurva tersebut, dapat dituliskan :

76

o

2 xa

P (X~-0/2< X2 <X~2)= I-a

Dengan menggantikan nilai t dengan lOOlUS (1) di atas, maka akan diperoleh :

Dengan memfokuskan perhatian pada pertidaksamaan yang ada didalam kurung, maka akan diperoleh selang kepercayaan bagi 02. Bila s2 adalah ragam contoh acak yang berukuran yang ditarik dari suatu populasi normal, maka selang kepercayaan (I-a) 100% bagi 02 diberikan oleh rumus :

(n-I)s2 < 02 < (n-I)s2

Gambar 3. Kurva khi-kuadrat.

Contoh:

Volume 10 kaleng buah peach hasil produksi perusahaan tertentu adalah sebagai berikut (dalam desiliter): 46.6,46.1,45.8,47.0,46.1,45.9,45.8,46.9, 45.2 dan 46.0. Bila diasumsikan volume kaleng buah peach hasil perusahaan tersebut menyebar normal, buat selang kepercayaan 95% bagi ragamnya.

J awab : Dari data di atas kita dapat menghitung s2 nLxY-{Lxi)2

s2=-----

n(n-I)

10(2.72)-{1.2)2

s2 = = 0.286

10(9)

a/2 = 0.025 dan I-a/2 = 0.975

v=9, dengan menggunakan tabel khi-kuadrat, diperoleh

X6.025 = 19.023 dan X6.975 = 2.7

77

masukkan ke dalam rumus selang kepercayaan : (n-l)s2/xk < (J2 < (n-l)s2/xl--<X!2 , akan diperoleh 9(0.286)/19.023 < (J2 < 9(0.286)/2.7

0.135 < (J2 < 0.953

D. PENDUGAAN RASIO DUA RAGAM

Pendugaan rasio dua ragam populasi «(J ~ /(J~) diduga dengan menggunakan rasio dua ragam eontohnya (s~/s~) dan dengan statistik berikut :

(J2/s2

F = 1 2

(J2/s2

1 2

yang sebaran penarikan eontohnya disebut dengan sebaran F, dengan VI= 111-1 dan V2= n2-1. Nilai-nilai untuk fa diberikan oleh tabel sebaran F dimana luas daerah yang di sebelah kanan f adalah sebesar a. Tabel sebaran F hanya untuk a = 0.05 dan a = 0.01 untuk berbagai kombinasi derajat bebas VI dan V2. Untuk a yang lainnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

1

Contoh:

fI_a(VI' V~ = ----

fa(v2, vI)

untuk mendapatkan nilai f yang daerah di sebelah kanannya seluas 0.95 dengan vl=6 dan V2= 10, terlebih dahulu harns dieari nilai f yang daerah disebe1ah kanannya 0.05 dengan vI= 10 dan v2= 6, atau

1 1

fO.9S(6, 10) = fo.05(1O. 6) = 4.06 = 0.246

Untuk mendapatkan selang kepercayaan bagi (J2/(J;, kita gunakan rumus berikut :

Dengan mensubstitusikan nilai F dari rumus di atas dan dengan memfokuskan perhatian • pada pertidaksamaan yang di dalam kurung, maka akan diperoleh selang kepereayaan (1-a)100% bagi rasio (J~/(J~, bila s~ dan s~ adalah ragam dua contoh bebas berukuran nj dan n2 yang diambil dari populasi normal,

78

Contoh:

Suatu tes penempatan untuk matematika diberikan pada 25 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Siswa laki-laki mencapai nilai rata-rata 82 dengan simpangan baku 8, sedangkan siswa perempuan mencapai nilai rata-rata 78 dengan simpangan baku 7. Buat selang kepercayaan 98% bagi O"~/O"; dan 0" /0" 2 bila 0" 1 dan 0" 2 masing-masing adalah ragam populasi semua siswa lakilaki dan perempuan yang mungkin mengambil test tersebut. Asumsikan populasinya menyebar normal.

Jawab : dengan memberikan populasi siswa laki-laki adalah populasi pertama dan perempuan merupakan populasi kedua, maka diperoleh data-data berikut :

n1 = 25

sr = 8

n2 = 16

S2 = 7

a.=0.02. Dengan menggunakan tabel sebaran F diperoleh : fO.01(24, 15) = 3.29 dan f0.o1(15. 24) = 2.89

Gunakan rumus selang kepercayaan (I-«) 100% :

1 S2

__ < 0"2 / 0"2 < _1_ (f )

f 1 2 0 a{2

oa 0"2

maka selang kepercayaan 98% untuk contoh di atas adalah :

64 64

-- (1/3.29) < O"~ / O"~ < -- (2.89)

49 49

0.397 < 0"1 / O"~ < 3.775_

Dengan mengakarkan kedua ujung selang tersebut, akan diperoleh selang kepercayaan 98% untuk 0"1/0"2 , yaitu :

0.630 < 0"1/0"2 < 1.943

79

E. PENDUGAAN PROPORSI

Dalam percobaan binom dapat diduga proporsi nilai dari suatu populasi (p) berdasarkan proporsi dari nilai suatu contoh (p).

Statistik p = x/n. dimana x merupakan banyaknya keberhasilan di dalam n ulangan.

Bila p z 0 atau 1, selang kepercayaan (l-c) 100% bagi p diturunkan berdasarkan statistik berikut:

P ( -zfJ/1 < Z < zfJ/1) = 1- a. dimana : Z=(p--p)/,J pq/n;

f..lp = p dan s ~ = pq/n

Dengan penurunan rumus yang sama dengan pendugaan nilai tengah, maka akan diperoleh selang kepercayaan bagi p untuk contoh berukuran besar. BHa p adalah proporsi keberhasilan dari suatu contoh acak berukuran n, dan q=l-p maka selang kepercayaan (1-a)I00% bagi parameter binom p adalah :

p -za{2 ..j MIn < p < p +Za{2 ..j pq,tn

Metode penentuan selang kepercayaan bagi parameter binom p juga dapat diterapkan bila sebaran binom digunakan untuk menghampiri sebaran hypergeometrik, atau bila n relatif kecil dibandingkan dengan N seperti dalam contoh berikut.

Contoh : Dari suatu contoh acak 500 orang yang makan siang di sebuah restoran selama beberapa hari Jumat, diperoleh informasi x = 160 orang yang menyukai makanan laut.

Tentukan selang kepercayaan 95% bagi proporsi sesungguhnya orang yang menyukai makanan laut untuk makan siang pada hari Jumat di restoran ini.

Jawab : dari soal dapat dihitung p. p = x/n = 160/500 = 0.32 q = I-p = 1-0.32 = 0.68

Dengan menggunakan tabel normal diperoleh ZO.025 = 1.96 dan dengan memasukkan angka-angka terse but ke dalam rumus selang kepercayaan, akan diperoleh :

0.32-1.9 -v 60.32(0.68)/500 < P < 0.32+ 1.96 -v 0.32(0.68)/500 0.28 < P < 0.36

/I.

Statistik p menduga p tanpa galat (e) bila p mengambil nilai tepat di titik pusat selang

kepercayaan tersebut. BHa tidak galat yang terjadi adalah sebesar (P-p) dan kita percaya sebesar (I-a.) 100% bahwa selisih tersebut tidak akan melebihi zfJ/1 ~

Untuk contoh di atas, galat yang kita peroleh adalah :

e = za{2 ~ = 1.96 ~ 0.32(0.68)/500 = 0.04

80

Dengan menggunakan rumus di atas, selanjutnya dapat ditentukan ukuran contoh yang harus diambil jika besamya galat yang dapat diterima pada tingkat kepercayaan (1-0.)100%

telah ditentukan.

Rumus untuk menghitung ukuran contoh adalah :

2 A A

n = Z lX/2pq/e2

p dan q dapat ditentukan jika ukuran contoh sudah diketahui. Untuk menghindari kerumitan perhitungan ukuran contoh dengan menggunakan rumus di atas, selanjutnya dapat digunakan

rumus berikut:

n = zarJ4e2

Besamya galat yang terjadi tidak akan melebihi e jika ukuran contoh yang diambil adalah sebesar n.

F. PENDUGAAN SELISIH DUA PROPORSI

Dua populasi menyebar binom dengan ukuran populasi-l adalah n, dan ukuran populasi- 2 adalah n2: jika kedua ukuran contoh cukup besar, maka PI dan P2 masing-masing mempunyai sebaran yang menghampiri normal, Nilai tengah masing-masing populasi adalah PI dan P2. dan ragam masing-masing adalah PlqJnI dan P2q2inl. Kedua contoh yang diambil dari populasi tersebut bersifat bebas satu sama lain. Maka

dan dapat dinyatakan :

P(-Zaa < Z < ZaI2) = 1-0., dim ana :

" "

( PI - P2 ) - ( PI - P2 )

81

J awab : Dari soal diketahui n 1 =5000 dan

n2=2000 dengan demikian, PI = 2400/500 = 0.48

Dengan mensubstitusikan nilai Z ke dalam pertidaksamaan dalam fungsi peluang, akan diperoleh selang kepereayaan (l--a) 100% untuk selisih dua proporsi dari dua populasi yang mempunyai ukuran eontoh yang cukup besar, sebagai berikut :

Contoh:

Suatu pengumpulan pendapat umum dilakukan terhadap penduduk di sebuah kota dan penduduk di sekitar kota tersebut untuk menyelidiki kemungkinan diajukannya reneana pembangunan suatu kompleks gedung serba guna. Bila 2400 diantara 5000 penduduk kota dan 1200 diantara 2000 penduduk sekitar kota tersebut diwawanearai menyetujui reneana tersebut, buat selang kepereayaan 90 % bagi selisih proporsi sebenarnya yang menyetujui reneana tersebut.

1>2 = 1200/200 = 0.6

<11 == 1-0.48 = 0.52

<12 = 1-0.6 = 0.4

untuk <X = 0.1 diperoleh zo.o5=1.645

Maka selang kepercayaan 90 % untuk beda proporsi penduduk kota dengan penduduk sekitar kota yang menyetujui reneana pembangunan kompleks gedung serba guna adalah :

(0.48-O.6}-1.645 Y0.48(0.52)/5000t0.6(0.4)/2000 < PI-P2 < (0.48-0.6)+ 1.645 Y0.48(0.52)/5000+0.6(0.4)/2000

-0.1414 < PI-P2 < -0.0986

82

SOAL-SOAL LATIHAN

1. Biro Pusat Statistik (BPS) mengumpulkan data-data pendapatan per kapita per tahun 1992 dari ke- 27 proponsi di Indonesia. Jika dari 1000 orang yang ditanyai temyata pendapatan rata-rata per kapita adalah 5 juta per tahun dan simpangan baku 1.3 juta. Dugalah pendapatan per kapita per tahun 1992 dari penduduk di Indonesia pada tingkat kepercayaan 95 % ! Asumsi populasi menyebar hampir normal.

2. Tingkat kebidupan penduduk Indonesia di kota dan di desa sangat berbeda. Penduduk kota mempunyai pendapatan per kapita per tahun lebih besar dibandingkan penduduk di desa. Berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada tahun 1992, rata-rata pendapatan penduduk kota adalah 10 juta dengan simpangan baku l.5 juta; sedangkan rata-rata pendapatan per kapita penduduk desa adalah 3 juta dengan simpangan baku 0.5 juta. Dugalah perbedaan sebenamya rata-rata pendapatan penduduk kota dibanding dengan penduduk desa pada tingkat kepercayaan 99 %, jika angka rata-rata di atas diperoleh dati 750 penduduk kota dan 200 penduduk desa. Asumsikan bahwa pendapatan per kapita per tahun penduduk kota dan desa menyebar hampir normal.

3. Pemilu tanggal9 Juni 1992 di Indonesia berjalan dengan lancar, meskipun masih banyak warga negara yang belum mengerti benar apa dan untuk apa itu pemilu. Dari suatu pengumpulan pendapat yang dilakukan oleh suatu mass media, dari 750 pria yang ditanyai 300 orang dapat menjelaskan apa dan untuk apa itu pemilu; sedangkan dari 500 wanita jumlah yang dapat menjelaskan adalah 250 orang. Dugalah beda proporsi sebenamya dari pria dan wanita pada tingkat keprcayaan 97 % yang dapat memberikan jawaban yang benar terhadap pemyataan tersebut.

4. Rokok adalah suatu kenikmatan yang membahayakan. Dari penelitian-penelitan yang dilakukan, sebatang rokok dapat mengurangi 5 menit umur seseorang yang mengisapnya. Seseorang melakukan penelitian untuk melihat perbedaan umur orang yang merokok dan tidak merokok. Umur rata-rata dari 15 orang perokok adalah 55 tahun dengan simpangan baku 5 tahun, dan bukan perokok adalah adalah 70 tahun dengan simpangan baku 5 tahun. Dengan mengasumsikan faktor -faktor lain tidak berpengaruh dan populasi menyebar normal, dugalah beda umur sebenamya dari kelompok perokok dengan bukan perokok pada tingkat kepercayaan 97 %.

5. Tersedia dua pilihan bagi kuliah Statistik, yaitu : 3 jam per minggu dengan praktikum dan 4 jam per minggu tanpa praktikum. Ujian akhir yang diberikan untuk kedua pilihan itu sanla. BUa 16 mahasiswa dalarn kelas tanpa praktikum mencapai nilai rata-rata 75 dengan simpangan baku 4. dan 25 mahasiswa dalam kelas dengan praktikum mencapai nilai rata-rata 70 dcngan simpangan baku 5, tentukan selang kepercayaan 99 % bagi selisih antara rata-rata nilai pelajaran statistik kedua pilihan kelas tersebut. Asumsikan kedua populasi menyebar normal dengan ragarn yang sarna.

83

6. Pemerintah memberikan dana pada jurusan agronomi di 9 universitas untuk mencoba
produktivitas dua varitas barn padi. Masing-masing varitas ditanarn pada petak-petak
yang luasnya sama di setiap universitas, dan hasilnya dalarn kg per petak adalah sebagai
berikut
Universitas
1 2 3 4 5 6 7 8 9
varitas 1 38 23 35 41 44 29 37 31 38
varitas 2 45 25 31 38 50 33 36 40 43 Dugalah selisih nilai tengah antara kedua hasil varitas itu pada tingkat kepercayaan 95 %, bila diasumsikan sebaran hasil tersebut normal,

7. Sebuah mesin minuman ringan diatur sehingga banyaknya minuman yang dikeluarkan menyebar normal dengan simpangan baku 0.9 desiliter.

Tentukan selang kepercayaan 95 % bagi rata-rata banyaknya minuman yang dikeluarkan oleh mesin itu, bila dari 25 gelas contoh acak mempunyai isi rata-rata 22.5 desiliter.

8. lsi 10 kaleng suatu makanan kalengan secara berturnt-turut adalah 10.2,9.7, 10.1, 10.3, 10.1. 9.8, 9.9, 10.4. 10.3 dan 9.8 liter.

Susun selang kepercayaan 99 % bagi ragam sebenarnya semua makanan kalengan seperti itu, dengan mengasumsikan sebarannya normal,

9. Seorang ahli efisiensi hendak menentukan waktu yang diperlukan untuk membuat tiga lubang pada suatu penjepit logarn. Berapa besar contoh yang diperlukan agar ia percaya 95 % bahwa rata-rata contohnya berada dalam 15 detik dari nilai tengah yang sesungguhnya. Dari penelitian terdahulu diketahui 8=40 detik.

10. Dua jenis tambang ingin dibandingkan kekuatannya; untuk itu 50 potong tambang dari setiap jenis diuji dalarn kondisi yang sarna. Jenis A mempunyai kekuatan rata-rata 78.3 kg dengan simpangan baku 5.6 kg. sedangkan jenis B mempunyai kekuatan rata-rata 87.2 kg dengan simpangan baku 6.3 kg. Susun selang kepercayaan 98 % bagi selisih kedua nilai tengah populasinya dan rasio dua ragam yang sebenarnya.

11. Dari suatu contoh acak 75 mahasiswa, temyata 16 membawa mobil ke kampus, Gunakan selang kepercayaan 95 % untuk menduga proporsi mahasiswa yang membawa mobil ke kampus.

12. a. Hitunglah galat yang terjadi pada contoh 11.

b. Jika galat yang diinginkan adalah setengah kali galat pada contoh 11. hitunglah jumlah contoh yang hams diambil,

84