Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MATA KULIAH

KIMIA DASAR
TERMODINAMIKA KIMIA

Oleh :

Dara Darul Nurul Hayyu (H011191008)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2019
SOAL PR
BAB 8. TERMODINAMIKA
1. Berikan penjelasan dan contoh tentang: system, lingkungan, kalor, kerja,
energy dalam, entalpi, entropi, spontan, reversibel.
Jawab:
 Sistem
Sistem adalah bagian tertentu dari alam semesta. Sistem dapat dibagi
menjadi yaitu:
- Sistem tersekat apabila antara sistem dan lingkungan tidak terjadi
pertukaran energi dan/atau pertukaran materi misalnya termos air
yang ideal (isolator berfungsi dengan sempurna).
- Sistem tertutup jika pertukaran energi antara sistem dan lingkungan
dapat terjadi tetapi tidak tejadi pertukaran materi antara keduanya.
Contoh sebuah gas dalam silinder yang dilengkapi dengan pengisap
- Sistem terbuka jika pertukaran energi dan pertukaran materi dapat
terjadi, misalnya zat atau campuran zat dalam gelas kimia terbuka.
 Lingkungan
Lingkungan adalah Segala sesuatu yang berada disekitar atau diluar
sistem.
Contoh:
- Zat atau campuran zat yang ada digelas kimia
Sistem: zat/campuran zat
Lingkungan: gelas kimia
- Sebuah bejana berisi gas N2 diukur suhunya dengan menggunakan
termometer.
Sistem: gas N2
Lingkungan: bejana dan termometer
 Kalor
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih
tinggi ke suhu yang lebih rendah.
Contoh:
- Konveksi = ketika kita sedang memasak air. Air yang berada
dibagian bawah mendapatkan panas lebih dahulu, kemudian pindah
ke bagian atas tempat suhu dingin, dengan demikian suhu yang
dingin pindah ke bawah.
- Konduksi = ketika kita membuat kopi atau minuman panas, lalu kita
mencelupkan sendok untuk mengaduk gulanya
- Radiasi = ketika matahari bersinar terik pada siang hari, maka kita
akan merasakan gerah atau kepanasan. Atau ketika kita duduk dan
mengelilingi api unggun, kita akan merasakan hangat walaupun kita
tidak bersentuhan dengan apinya secara langsung.
 Kerja
Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu. Dalam hal termodinamika,
kerja berarti kegiatan atau proses pertukaran energi yang dilakukan pada
atau oleh sistem dan tidak terkait dengan perbedaan temperatur.
Contohnya: proses ekspansi gas dalam sebuah silinder. Ekspansi adalah
penurunan tekanan fluida yang berwujud gas yang berefek turunnya
suhu.

 Energi dalam
Energi dalam merupakan jumlah semua energi kinetik dan energi
potensial dari tiap komponennya.
Contoh: gerakan dan interaksi molekul-molekul H2 dan O2 tetapi juga
komponen-komponen inti dan elektronnya.

 Entalpi
Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang digunakan untuk
menghitung panas yang mengalir kedalam atau keluar sistem pada
tekanan tetap. Entalpi dapat positif atau negatif tergantung pada proses.
Untuk proses endotermis ∆ H positif (∆ H >0). Untuk proses eksotermis,
∆ H negatif (∆ H <0 ¿ .
Contohnya: pencairan 1 mol pada 0℃ ( proses endotermis menghasilkan
penambahan entalpi sistem sebesar 6,01 kj).
H2O(s) → H2O(l) ∆ H = 6,01 kj

 Entropi
Entropi adalah ukuran lansung adan ketidakberaturan sistem yang
menjelaskan tingkat pada man atom-atom, molekul-molekul atau ion-ion
didistribusikan secara tidak teratur pada daerah tertentu.
Contohnya: es yang meleleh pada suhu ruangan merupakan contoh dari
naiknya entropi.
Urutan entropi zat: Spadat < Scair < Sgas

 Spontan
Spontan adalah reaksi yang terjadi pada kondisi tertentu.
Contohnya:
- Air terjun jatuh kebawah secara spontan
- Air membeku secara spontan pada suhu 0℃ , dan es mencair secara
spontan pada suhu diatas 0℃ (pada 1 atm).
- Gula melarut secara spontan dalam secangkir kopi.

 Reversibel
Reversibel adalah suatu proses dimana sistem dan semua bagian dari
sekelilingnya dapat kembali kepada keadaan semula setelah
berlangsungnya suatu proses.
Contohnya:
- Ketika air menguap, bisa dikondensasi dalam bentuk hujan
- Siklus oksigen dalam tubuh
- Pengaturan pH didalam plasma darah yang mengandung H2CO3

2. Seorang mahasiswa makan jalangkote yang nilai kalorinya adalah sebesar 102
Joule (sesuai dengan informasi dari penjual jalangkote) di Pintu 1. Setelah
makan, mahasiswa itu jalan kaki masuk ke kampus. Dari kalorimeter digital
yang dia miliki tercatat nilai sebesar 57 Joule untuk aktivitas itu. Hitung
perubahan energy dalam mahasiswa tersebut, jika system tubuhnya hanya
tergantung dari kedua aktivitas itu.
Jawab:
Diketahui: q =102 joule
W = -57 joule
Ditanyakan: ∆ E=… … ?
Penyelesaian:
∆E = q+ w
= 102 j +(-57)j
= 45 joule

Jadi, perubahan energy dalam mahasiswa tersebut adalah 45 Joule.

3. Satu mol uap benzene dicairkan pada titik diidh normalnya, yaitu 80,1 C.
Proses ini merupakan proses reversibel, dan berlangsung pada tekanan tetap 1
atm. Jika diketahui panas penguapan benzene adalah 30,75 kJ/mol, hitung q, w,
U (atau E), H, S dan G. (tetapan R = 8,31 J/mol.K)
Jawab:
Dik: Tb C6H6 = 80,1℃ n = 1 mol
P = 1 atm
∆ Hvap = panas penguapan C6H6 = 30,75 kj/mol
R = 8, 31 J/mol.K
Dit: q=...?
W=...?
∆ U /∆ E = ....?
∆ H = .....?
∆ s =.....?
∆ G =....?
Penyelesaian:
q = ∆ Hvap x n
= 30,75kj/mol x 1mol
= 30,75 kj
= 30750 joule

W = -q
= -30750 joule

∆ U /∆ E = q +w
= 30750 j+ (-30750 j)
=0

∆H =q
= 30750 j

∆ H ° uap
∆ Sv ap=
Tb
30750 j/mol
=
353,1 K
= 87,08 j/mol K

∆G = 0 → sistem berada pada kesetimbangan (reversibel)

4. Suatu cuplikan n-heptana sebanyak 0,5 g dibakar secara sempurna dengan


oksigen berlebih dalam calorimeter bom (pada volume tetap) menjadi CO 2(g)
dan H2O(l). Suhu air yang mengelilingi wadah pembakaran meningkat
sebanyak 2,934 C. Jika kapasitas kalor calorimeter dan perlengkapannya adalah
8175 J/K dan suhu rata-rata calorimeter adalah 25 C, hitung U dan H, per
mol heptana, bagi proses ini.
Jawab:
Dik: mn-heptana = 0,5 g
∆T = 2,934℃
C = 8175j/K = 8175j/℃
T kalorimeter = 25℃ = 298 ° K
Ditanyakan: ∆ U dan ∆ H =.....?
Penyelesaian:
n-heptana + O2(g) → CO2(g) + H2O(l)
C7H16(g) + 11O2(g) → 7CO2(g) + 8H2O(l)
Volume tetap, berarti ∆ U = q
∆ U = q = Cv. ∆ T
= 8175j/℃ x 2,934℃
= 23985,45j
= 23,985 kj
q reaksi pembakaran dalam 0,5 gram C7H16
= 23985,45j/0,5 g
= 47970,9j/g
=47,971kj/g

q reaksi pembakaran dalam 1 mol n- heptana


= 47970,9j/g x 100 g/mol
= 4797090j/mol
= 4797,09 kj/mol
=-4797,09 kj/mol (reaksi eksoterm)

Mencari ∆ H
∆ n = ε koefisien hasil reaksi - ε koefisien reaktan
= 15 -12
=3

∆ H = ∆ U + ( ∆ n ) RT
= -4797090 j/mol + 3 x 8,31 j/molK
= (-4797090 + 7429,14)j/mol
= -4789660,86j/mol
= -4789,66kj/mol

Jadi, ∆ U dan ∆ H per mol n-heptana bagi proses ini masing-masing adalah –
4797,09 kJ/mol dan -4789,66 kJ/mol

5. Hitung entalpi standard dari reaksi disosiasi gas PCl 5 menjadi PCl3 dan Cl2 .
Apakah reaksi berlangsung eksotermik atau endotermik. Note: lihat data-data
entalpi reaksi di diktat/buku referensi.
Jawab :
Dik : ΔHf PCl3 = -306,4 kJ/mol
ΔHf Cl2 = 0 kJ/mol
ΔHf PCl5 = -398,9 kJ/mol
Dit : ΔH°d =…?
Peny :
PCl5 (g) → PCl3 (g) + Cl2 (g)
ΔH°f = ΔHf hasil reaksi – ΔHf pereaksi
= {(1 x ΔHf PCl3) + (1 x ΔHf Cl2)} – {1 x ΔHf PCl5}
= {-306,4 + 0} – {-398,9}
= -306,4 + 398,9
= 92,5 kJ/mol
ΔH°d = Kebalikan ΔH°f
= -92.5 kJ/mol
Karena ΔH negatif (ΔH < 0), maka reaksi berlangsung eksotermis.
6. Hitung entalpi standard untuk reaksi pembakaran etanol. Apakah reaksi
berlangsung eksotermik atau endotermik. Note: lihat data-data entalpi reaksi di
diktat/buku referensi.
Jawab :
Dik : ΔHf C2H5OH = -277,65 kJ/mol
ΔHf CO2 = -393,5 kJ/mol
ΔHf H2O = -241,84 kJ/mol
Dit : ΔH°c =…?
Peny :
6
C2H5OH (g) + O2 (g) → 2CO2 (g) + 3H2O (g)
2
ΔH°f = ΔHf hasil reaksi – ΔHf pereaksi
= {(2 x ΔHf CO2) + (3 x ΔHf H2O)} – {1 x ΔHf C2H5OH}
= {(2 x -393,5) + (3 x -241,84)} – {1 x -277,65}
= {-787 – 725,52} – {-277,65}
= -1512,52 + 277,65
= -1234,87 kJ/mol
ΔH°c = selalu negatif karena panas dilibatkan.
ΔH°c = ΔH°f = -1234,87 kJ/mol
Karena ΔH negatif (ΔH < 0), maka reaksi berlangsung eksotermis.

7. Jika serbuk tembaga ditambahkan pada larutan perak nitrat di dalam tabung
reaksi ? Dengan kata lain, apakah reaksi: Cu(s) + 2 Ag + (aq)  Cu2+(aq) + 2
Ag(s), merupakan reaksi spontan ? (T,P  standard)
Jawab :
Dik :∆ G°f (Cu2+) = 64,98 kj/mol
∆ G°f (Ag2+) = 78 kj/mol
Dit : Apakah reaksi merupakan reaksi spontan ?
Peny :
Cu(s) + 2Ag (aq) → Cu2+(aq)+ 2Ag(s)
∆ G°rxn = ∑ ∆ G°f hasi reaksi - ∑ ∆ G°f pereaksi
= {(1 x ∆ G°f Cu2+) + (2 x ∆ G°f Ag2+)} – {(1 x ∆ G°f Cu) + (2 x ∆ G°f Ag+)}
= {(1 x 64,98 ) + ( 2x 0 )} – {(1 x 0 ) + ( 2 x 78 )}
= 64,98 – 156
= -91,02 kj/mol
Karena ∆ G < 0 , reaksi tersebut merupakan reaksi spontan.

8. Berikan penjelasan secara termodinamika terhadap pertanyaan ini: mengapa


mulut terasa dingin pada saat mengunyah es krim ?
Jawab :
Mulut terasa dingin pada saat mengunyah es krim Karen terjadi reaksi
endoterm. Reaksi endoterm adalah reasi termodinamika yang menyerap atau
menerima kalor dari lingkungan kesistem sehingga suhu lingkungan turun dan
menjadi lebih dingi. Dalam proses mengunah es krim yang dipandang sebagai
sistem adalah es krim, sedangkan mulut sebagai lingkungan. Saat mengunyah
es krim mulut dapat merasakan dinginnya es krim karena sistem (es krim)
menyerap kalor dari mulut (lingkungan).

TUGAS MATA KULIAH


KIMIA DASAR
TERMODINAMIKA KIMIA

Oleh :

Nurfadilah Medi (H011191011)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2019

SOAL PR
BAB 8. TERMODINAMIKA
1. Berikan penjelasan dan contoh tentang: system, lingkungan, kalor, kerja,
energy dalam, entalpi, entropi, spontan, reversibel.
Jawab:
 Sistem
Sistem adalah bagian tertentu dari alam semesta. Sistem dapat dibagi
menjadi yaitu:
- Sistem tersekat apabila antara sistem dan lingkungan tidak terjadi
pertukaran energi dan/atau pertukaran materi misalnya termos air
yang ideal (isolator berfungsi dengan sempurna).
- Sistem tertutup jika pertukaran energi antara sistem dan lingkungan
dapat terjadi tetapi tidak tejadi pertukaran materi antara keduanya.
Contoh sebuah gas dalam silinder yang dilengkapi dengan pengisap
- Sistem terbuka jika pertukaran energi dan pertukaran materi dapat
terjadi, misalnya zat atau campuran zat dalam gelas kimia terbuka.
 Lingkungan
Lingkungan adalah Segala sesuatu yang berada disekitar atau diluar
sistem.
Contoh:
- Zat atau campuran zat yang ada digelas kimia
Sistem: zat/campuran zat
Lingkungan: gelas kimia
- Sebuah bejana berisi gas N2 diukur suhunya dengan menggunakan
termometer.
Sistem: gas N2
Lingkungan: bejana dan termometer
 Kalor
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih
tinggi ke suhu yang lebih rendah.
Contoh:
- Konveksi = ketika kita sedang memasak air. Air yang berada
dibagian bawah mendapatkan panas lebih dahulu, kemudian pindah
ke bagian atas tempat suhu dingin, dengan demikian suhu yang
dingin pindah ke bawah.
- Konduksi = ketika kita membuat kopi atau minuman panas, lalu kita
mencelupkan sendok untuk mengaduk gulanya
- Radiasi = ketika matahari bersinar terik pada siang hari, maka kita
akan merasakan gerah atau kepanasan. Atau ketika kita duduk dan
mengelilingi api unggun, kita akan merasakan hangat walaupun kita
tidak bersentuhan dengan apinya secara langsung.
 Kerja
Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu. Dalam hal termodinamika,
kerja berarti kegiatan atau proses pertukaran energi yang dilakukan pada
atau oleh sistem dan tidak terkait dengan perbedaan temperatur.
Contohnya: proses ekspansi gas dalam sebuah silinder. Ekspansi adalah
penurunan tekanan fluida yang berwujud gas yang berefek turunnya
suhu.

 Energi dalam
Energi dalam merupakan jumlah semua energi kinetik dan energi
potensial dari tiap komponennya.
Contoh: gerakan dan interaksi molekul-molekul H2 dan O2 tetapi juga
komponen-komponen inti dan elektronnya.

 Entalpi
Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang digunakan untuk
menghitung panas yang mengalir kedalam atau keluar sistem pada
tekanan tetap. Entalpi dapat positif atau negatif tergantung pada proses.
Untuk proses endotermis ∆ H positif (∆ H >0). Untuk proses eksotermis,
∆ H negatif (∆ H <0 ¿ .
Contohnya: pencairan 1 mol pada 0℃ ( proses endotermis menghasilkan
penambahan entalpi sistem sebesar 6,01 kj).
H2O(s) → H2O(l) ∆ H = 6,01 kj

 Entropi
Entropi adalah ukuran lansung adan ketidakberaturan sistem yang
menjelaskan tingkat pada man atom-atom, molekul-molekul atau ion-ion
didistribusikan secara tidak teratur pada daerah tertentu.
Contohnya: es yang meleleh pada suhu ruangan merupakan contoh dari
naiknya entropi.
Urutan entropi zat: Spadat < Scair < Sgas

 Spontan
Spontan adalah reaksi yang terjadi pada kondisi tertentu.
Contohnya:
- Air terjun jatuh kebawah secara spontan
- Air membeku secara spontan pada suhu 0℃ , dan es mencair secara
spontan pada suhu diatas 0℃ (pada 1 atm).
- Gula melarut secara spontan dalam secangkir kopi.

 Reversibel
Reversibel adalah suatu proses dimana sistem dan semua bagian dari
sekelilingnya dapat kembali kepada keadaan semula setelah
berlangsungnya suatu proses.
Contohnya:
- Ketika air menguap, bisa dikondensasi dalam bentuk hujan
- Siklus oksigen dalam tubuh
- Pengaturan pH didalam plasma darah yang mengandung H2CO3

2. Seorang mahasiswa makan jalangkote yang nilai kalorinya adalah sebesar 102
Joule (sesuai dengan informasi dari penjual jalangkote) di Pintu 1. Setelah
makan, mahasiswa itu jalan kaki masuk ke kampus. Dari kalorimeter digital
yang dia miliki tercatat nilai sebesar 57 Joule untuk aktivitas itu. Hitung
perubahan energy dalam mahasiswa tersebut, jika system tubuhnya hanya
tergantung dari kedua aktivitas itu.
Jawab:
Diketahui: q =102 joule
W = -57 joule
Ditanyakan: ∆ E=… … ?
Penyelesaian:
∆E = q+ w
= 102 j +(-57)j
= 45 joule

Jadi, perubahan energy dalam mahasiswa tersebut adalah 45 Joule.

3. Satu mol uap benzene dicairkan pada titik diidh normalnya, yaitu 80,1 C.
Proses ini merupakan proses reversibel, dan berlangsung pada tekanan tetap 1
atm. Jika diketahui panas penguapan benzene adalah 30,75 kJ/mol, hitung q, w,
U (atau E), H, S dan G. (tetapan R = 8,31 J/mol.K)
Jawab:
Dik: Tb C6H6 = 80,1℃ n = 1 mol
P = 1 atm
∆ Hvap = panas penguapan C6H6 = 30,75 kj/mol
R = 8, 31 J/mol.K
Dit: q=...?
W=...?
∆ U /∆ E = ....?
∆ H = .....?
∆ s =.....?
∆ G =....?
Penyelesaian:
q = ∆ Hvap x n
= 30,75kj/mol x 1mol
= 30,75 kj
= 30750 joule

W = -q
= -30750 joule

∆ U /∆ E = q +w
= 30750 j+ (-30750 j)
=0

∆H =q
= 30750 j

∆ H ° uap
∆ Sv ap=
Tb
30750 j/mol
=
353,1 K
= 87,08 j/mol K

∆G = 0 → sistem berada pada kesetimbangan (reversibel)

4. Suatu cuplikan n-heptana sebanyak 0,5 g dibakar secara sempurna dengan


oksigen berlebih dalam calorimeter bom (pada volume tetap) menjadi CO 2(g)
dan H2O(l). Suhu air yang mengelilingi wadah pembakaran meningkat
sebanyak 2,934 C. Jika kapasitas kalor calorimeter dan perlengkapannya adalah
8175 J/K dan suhu rata-rata calorimeter adalah 25 C, hitung U dan H, per
mol heptana, bagi proses ini.
Jawab:
Dik: mn-heptana = 0,5 g
∆T = 2,934℃
C = 8175j/K = 8175j/℃
T kalorimeter = 25℃ = 298 ° K
Ditanyakan: ∆ U dan ∆ H =.....?
Penyelesaian:
n-heptana + O2(g) → CO2(g) + H2O(l)
C7H16(g) + 11O2(g) → 7CO2(g) + 8H2O(l)
Volume tetap, berarti ∆ U = q
∆ U = q = Cv. ∆ T
= 8175j/℃ x 2,934℃
= 23985,45j
= 23,985 kj

q reaksi pembakaran dalam 0,5 gram C7H16


= 23985,45j/0,5 g
= 47970,9j/g
=47,971kj/g

q reaksi pembakaran dalam 1 mol n- heptana


= 47970,9j/g x 100 g/mol
= 4797090j/mol
= 4797,09 kj/mol
=-4797,09 kj/mol (reaksi eksoterm)

Mencari ∆ H
∆ n = ε koefisien hasil reaksi - ε koefisien reaktan
= 15 -12
=3

∆ H = ∆ U + ( ∆ n ) RT
= -4797090 j/mol + 3 x 8,31 j/molK
= (-4797090 + 7429,14)j/mol
= -4789660,86j/mol
= -4789,66kj/mol

Jadi, ∆ U dan ∆ H per mol n-heptana bagi proses ini masing-masing adalah –
4797,09 kJ/mol dan -4789,66 kJ/mol

5. Hitung entalpi standard dari reaksi disosiasi gas PCl 5 menjadi PCl3 dan Cl2 .
Apakah reaksi berlangsung eksotermik atau endotermik. Note: lihat data-data
entalpi reaksi di diktat/buku referensi.
Jawab :
Dik : ΔHf PCl3 = -306,4 kJ/mol
ΔHf Cl2 = 0 kJ/mol
ΔHf PCl5 = -398,9 kJ/mol
Dit : ΔH°d =…?
Peny :
PCl5 (g) → PCl3 (g) + Cl2 (g)
ΔH°f = ΔHf hasil reaksi – ΔHf pereaksi
= {(1 x ΔHf PCl3) + (1 x ΔHf Cl2)} – {1 x ΔHf PCl5}
= {-306,4 + 0} – {-398,9}
= -306,4 + 398,9
= 92,5 kJ/mol
ΔH°d = Kebalikan ΔH°f
= -92.5 kJ/mol
Karena ΔH negatif (ΔH < 0), maka reaksi berlangsung eksotermis.

6. Hitung entalpi standard untuk reaksi pembakaran etanol. Apakah reaksi


berlangsung eksotermik atau endotermik. Note: lihat data-data entalpi reaksi di
diktat/buku referensi.
Jawab :
Dik : ΔHf C2H5OH = -277,65 kJ/mol
ΔHf CO2 = -393,5 kJ/mol
ΔHf H2O = -241,84 kJ/mol
Dit : ΔH°c =…?
Peny :
6
C2H5OH (g) + O2 (g) → 2CO2 (g) + 3H2O (g)
2
ΔH°f = ΔHf hasil reaksi – ΔHf pereaksi
= {(2 x ΔHf CO2) + (3 x ΔHf H2O)} – {1 x ΔHf C2H5OH}
= {(2 x -393,5) + (3 x -241,84)} – {1 x -277,65}
= {-787 – 725,52} – {-277,65}
= -1512,52 + 277,65
= -1234,87 kJ/mol
ΔH°c = selalu negatif karena panas dilibatkan.
ΔH°c = ΔH°f = -1234,87 kJ/mol
Karena ΔH negatif (ΔH < 0), maka reaksi berlangsung eksotermis.

7. Jika serbuk tembaga ditambahkan pada larutan perak nitrat di dalam tabung
reaksi ? Dengan kata lain, apakah reaksi: Cu(s) + 2 Ag + (aq)  Cu2+(aq) + 2
Ag(s), merupakan reaksi spontan ? (T,P  standard)
Jawab :
Dik :∆ G°f (Cu2+) = 64,98 kj/mol
∆ G°f (Ag2+) = 78 kj/mol
Dit : Apakah reaksi merupakan reaksi spontan ?
Peny :
Cu(s) + 2Ag (aq) → Cu2+(aq)+ 2Ag(s)
∆ G°rxn = ∑ ∆ G°f hasi reaksi - ∑ ∆ G°f pereaksi
= {(1 x ∆ G°f Cu2+)+(2 x ∆ G°f Ag2+)}–{(1 x ∆ G°f Cu)+(2 x ∆ G°f Ag+)}
= {(1 x 64,98 ) + ( 2x 0 )} – {(1 x 0 ) + ( 2 x 78 )}
= 64,98 – 156
= -91,02 kj/mol
Karena ∆ G < 0 , reaksi tersebut merupakan reaksi spontan.

8. Berikan penjelasan secara termodinamika terhadap pertanyaan ini: mengapa


mulut terasa dingin pada saat mengunyah es krim ?
Jawab :
Mulut terasa dingin pada saat mengunyah es krim Karen terjadi reaksi
endoterm. Reaksi endoterm adalah reasi termodinamika yang menyerap atau
menerima kalor dari lingkungan kesistem sehingga suhu lingkungan turun dan
menjadi lebih dingi. Dalam proses mengunah es krim yang dipandang sebagai
sistem adalah es krim, sedangkan mulut sebagai lingkungan. Saat mengunyah
es krim mulut dapat merasakan dinginnya es krim karena sistem (es krim)
menyerap kalor dari mulut (lingkungan).