Anda di halaman 1dari 103

LAPORAN AKTUALISASI

PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT


DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG
CEPAKA RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

Disusun Oleh:

FRANSNEDO DHIKY KURNIA CANDRA, A.Md, Kep


NIP. 19931013 201902 1 005
No. Peserta: 24

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI JAWA TIMUR
2019

1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI

PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT DALAM


MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN
DI RUANG CEPAKA RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

Telah disempurnakan
berdasarkan masukan dari Coach, Mentor dan Penguji
pada Seminar Laporan Aktualisasi
hari Senin tanggal 17 September 2019
Di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur

Malang, 17 September 2019

Coach, Mentor,

Dr. Ir. H. Djony Harijanto, MDM Yohannes Kusuma P, S.Kep, Ns


Widyaiswara Ahli Utama Pembina
NIP. 19600110 198504 1 006 NIP. 19690414 199403 1 010

i
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Jl. Balongsari Tama Tandes – Telp. (031) 7412278 – 7412279
SURABAYA (60186)

BERITA ACARA
SEMINAR LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II
ANGKATAN XIII TAHUN 2019

Pada hari Senin tanggal 17 September 2019, telah dilaksanakan Seminar Laporan
Aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XIII Tahun 2019
Pemerintah Provinsi Jawa Timur:

Nama : FRANSNEDO DHIKY KURNIA CANDRA, A.Md, Kep


NDH : 24
Judul : Penerapan Komunikasi Terapeutik Pada Perawat Dalam Melaksanakan
Asuhan Keperawatan di Ruang Cepaka RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh:

Narasumber, Peserta,

............................................................ Fransnedo Dhiky K.C, A.Md, Kep


NIP. NIP. 19931013 201902 1 005

Coach, Mentor,

Dr. Ir. H. Djony Harijanto, MDM Yohannes Kusuma P, S.Kep, Ns


Widyaiswara Ahli Utama Pembina
NIP. 19600110 198504 1 006 NIP. 19690414 199403 1 010

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat
dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan
Aktualisasi ini. Laporan Aktualisasi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
dalam menyelesaikan Latsar CPNS Golongan II Angkatan XIII.
Penyusunan Laporan Aktualisasi ini banyak memperoleh bimbingan,
arahan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka penulis mengucapkan
terima kasih dan penghargaan setinggi – tingginya kepada yang terhormat:
1. Bpk. DR. H. I Gusti Ngurah Indra S Ranuh, SH.CN.Msi, selaku Kepala Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur,
2. Bpk. Dr. Ir. H. Djony Harijanto, MDM, selaku coach
3. Bpk. Yohannes Kusuma Pribadi, S.Kep, Ns, selaku mentor
4. Para Widyaiswara dan pendamping
5. Rekan-rekan angkatan XIII
6. Istri dan Keluarga tercinta
Penulis menyadari dalam proses penyelesaian Laporan Aktualisasi yang
berjudul “PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DALAM
MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG CEPAKA RSUD
MARDI WALUYO KOTA BLITAR” ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu penulis mengharapkan saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun
guna perbaikan dan penyempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.
Akhirnya penulis berharap semoga Laporan Aktualisasi ini bermanfaat
bagi kita semua dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Malang, September 2019

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman

iii
LEMBAR PENGESAHAN................................................................................... i
BERITA ACARA.................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iv
DAFTAR TABEL................................................................................................. v
DAFTAR GAMBAR........................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................vii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................... 1
1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi............................................ 3
1.4 Ruang Lingkup Aktualisasi.................................................... 3
BAB II GAMBARAN LEMBAGA/INSTITUSI
2.1 Deskripsi Organisasi............................................................. 5
2.2 Kedudukan Tugas dan Fungsi Unit Kerja............................. 8
2.3 Struktur Organisasi................................................................ 9
2.4 Uraian Tugas Jabatan (Peserta)............................................. 11
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Identifikasi Isu....................................................................... 13
3.2 Diagram Alur Pemecahan Isu................................................ 17
3.3 Matrik Rencana Kegiatan...................................................... 18
3.4 Jadwal Rancangan Kegiatan Aktualisasi............................... 33
BAB IV PELAKSANAN AKTUALISASI
4.1 Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi........................................ 34
4.2 Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi................................. 63
4.3 Analisa Dampak.................................................................... 65
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan........................................................................... 72
5.2 Saran...................................................................................... 73

DAFTAR RUJUKAN......................................................................................... 34

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Jumlah Tempat Tidur Ruang Cepaka.................................................. 7


Tabel 2.2 Tenaga Keperawatan Ruang Cepka..................................................... 7

iv
Tabel 3.1 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG............................................. 14
Tabel 3.2 Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi.......................................... 18
Tabel 3.3 Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi................................................. 33
Tabel 4.1 Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi............................................... 63
Tabel 4.2 Analisa Dampak.................................................................................. 66

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bidang Keperawatan...................................... 9
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Ruang Cepaka................................................. 10
Gambar 3.1 Diagram Alur Pemecahan Isu.......................................................... 17

v
Gambar 4.1 Konsultasi dan Koordinasi.............................................................. 36
Gambar 4.2 Konsultasi Penyusunan Draft SOP Komunikasi Terapeutik........... 38
Gambar 4.3 Buku Saku Panduan Praktis Pelaksanaan Komter.......................... 41
Gambar 4.4 Sosialisasi Penerapan Komunikasi Terapeutik................................ 41
Gambar 4.5 Role Play Penerapan Komunikasi Terapeutik................................. 42
Gambar 4.6 Perawat Melaksanakan Fase Pra Interaksi...................................... 45
Gambar 4.7 Perawat Melaksanakan Fase Orientasi............................................ 47
Gambar 4.8 Perawat Melaksanakan Fase Kerja.................................................. 50
Gambar 4.9 Perawat Melaksanakan Fase Terminasi........................................... 53
Gambar 4.10 Ketua Tim Melakukan Evaluasi Pada Pasien................................ 58
Gambar 4.11 Perawat Ruang Cepaka Menggunakan
Panduan Praktis Penerapan Komter.............................................. 59
Gambar 4.12 Konsultasi Laporan Aktualisasi Dengan Mentor.......................... 61

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1 Draft SOP Komunikasi Terapeutik.................................................. 75
Lampiran 2 Check List Penerapan Komunikasi Terapeutik................................ 77

vi
Lampiran 3 Buku Kendali Jadwal Dinas Ruang Cepaka.................................... 79
Lampiran 4 Buku Kendali Pembagian Pasien dan Perawat Pelaksana............... 84
Lampiran 5 Hasil Penilaian Perawat Pelaksana
Dalam Menerapan Komunikasi Terapeutik...................................... 89
Lampiran 6 Lembar Konsultasi........................................................................... 90
Lampiran 7 Daftar Hadir Konsultasi dan Pemaparan Isu................................... 92
Lampiran 8 Daftar Hadir Konsultasi dan Koordinasi SOP Komter.................... 93
Lampiran 9 Daftar Sosialisasi Penerapan Komunikasi Terapeutik .................... 94
Lampiran 10 Daftar Hadir Konsultasi Laporan Aktualisasi................................ 95

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Berdasarkan UU Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN), bahwa pegawai ASN teridiri dari atas PNS dan PPPK. PNS
sebagaimana dimaksud adalah pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai tetap
oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dan memiliki nomor induk secara nasional.
Dalam undang-undang tersebut juga dijabarkan bahwa PNS memiliki fungsi, yaitu
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu
bangsa. Sebagai pelayan publik, PNS diwajibkan memberikan pelayanan yang
profesional dan berkualitas.

Sebelum mencapai tahap PNS, seseorang yang telah lolos seleksi masih
menjalani masa percobaan dengan predikat calon PNS. Masa percobaan
sebagaimana yang dimaksud dilaksanakan melalui proses pendidikan dan
pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat,
dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul,
dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme kompetensi bidang.
Calon PNS Daerah Kota Blitar merupakan bagian penting dari pemerintah untuk
memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan profesional. Untuk
mewujudkan hal tersebut, maka CPNS Daerah Kota Blitar mengikuti pelatihan
dasar dengan pola baru yang mengaktualisasikan nilai-nilai dasar akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi yang dikenal dengan
ANEKA.

Berdasarkan UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, perawat adalah


seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan baik di dalam maupun
di luar negeri yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan. Dalam memberikan asuhan keperawatan, seorang perawat tidak bisa
lepas dari kegiatan komunikasi. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin
communicare-communicatio dan communicatus yang berarti suatu alat yang
berhubungan dengan sistem penyampaian dan penerimaan berita. (Sarfika dkk,
2018). Dalam kenyataannya komunikasi secara mutlak merupakan kegiatan

1
integral bagi seorang perawat yang tugas sehari-harinya selalu berhubungan
dengan orang lain, seperti klien, rekan sejawat, atasan, dan tim kesehatan lainnya.
Sesuai kondisi tersebut diatas, maka komunikasi adalah sarana yang efektif dalam
memudahkan perawat melaksanakan peran dan fungsinya secara efektif dan tepat.
(Shulthonah, 2003). Terdapat 33 uraian kegiatan perawat terampil yang telah
dirinci di dalam Permenpan No. 25 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional
Perawat dan Angka Kreditnya, salah satunya adalah melakukan komunikasi
terapeutik dalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini menunjukkan
komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam memberikan asuhan
keperawatan sebagai wujud pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar,


bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan klien. Hubungan
terapeutik perawat-klien merupakan sebuah pengalaman belajar yang saling
menguntungkan, pengalaman yang berdasarkan kemanusiaan antara perawat dan
klien dengan saling menerima perbedaan sosial budaya antara keduanya. (Sarfika
dkk, 2018). Komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat, baik secara verbal
dan non verbal yang dijalin dengan pasien akan menumbuhkan motivasi pasien
untuk sembuh.

Berdasarkan uraian diatas penulis memutuskan untuk mengambil judul


“PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DALAM
MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG CEPAKA RSUD
MARDI WALUYO KOTA BLITAR” sebagai rancangan aktualisasi.

Pelaksanaan Aktualisasi ini juga mendukung sistem pembelajaran pada


Pelatihan Dasar (latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II yang juga
menuntut setiap peserta pelatihan dasar untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi. Melalui proses pembelajaran aktualisasi ini, seluruh atau beberapa nilai
dasar dan peran ASN akan melandasi pelaksanaan setiap kegiatan peserta latihan
dasar, setiap peserta harus menemukan dan mengungkapkan makna dibalik
penerapan nilai – nilai dasar dan peran ASN tersebut pada pelaksanaan setiap
kegiatan yang telah dirancang oleh peserta pelatihan dasar ditempat tugas.

2
Kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan peserta latsar diharapkan dapat
menguatkan nilai – nilai ASN dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, serta pelekat, dan pemersatu bangsa.

1.2 Tujuan dan manfaat aktualisasi


Tujuan dan manfaat dirancangnya aktualisasi dan habituasi ini yaitu

1.2.1 Tujuan
1. Peserta mampu menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam
melaksanakan setiap pekerjaan/kegiatan yang dilakukan dan
berkontribusi dalam memperkuat visi dan misi organisasi.
2. Peserta mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional
sebagai pelayan masyarakat, serta sebagai peserta Pelatihan Dasar CPNS
yang dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA di instansi
masing-masing.

1.2.2 Manfaat aktualisasi


1.2.2.1 Bagi penulis
Agar menjadi ASN yang profesional dalam memberikan pelayanan di
tempat tugas masing-masing serta meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap kinerja ASN sebagai abdi negara.

1.2.2.2 Bagi tempat tugas


Berkontribusi kepada RSUD Mardi Waluyo untuk mewujudkan visi dan
misinya.

1.3 Ruang lingkup aktualisasi

3
Dalam rangkaian kegiatan aktualisasi yang dijalani, adapun ruang lingkup
atau batasan rancangan kegiatan aktualisasi ini meliputi :

1. Lingkungan fisik Ruang Cepaka RSUD Mardi Waluyo, meliputi


ketersediaan fasilitas/sarana prasarana pendukung, serta tenaga
perawat.

2. Lingkungan sosial dan afektif, meliputi dukungan dan partisipasi aktif


semua semua perawat ruang cepaka dalam melaksanakan kegiatan
penerapan komunikasi terapeutik.

3. Lingkungan kerja, berupa wujud komitmen dan konsistensi yang


nyata untuk bisa dilaksanakan oleh seluruh perawat ruang cepaka
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

4
BAB II
GAMBARAN LEMBAGA/INSTITUSI

2.1 Deskripsi organisasi

RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar merupakan rumah sakit umum milik
Pemerintah Daerah Kota Blitar. Rumah sakit ini bertipe B Pendidikan berdasarkan
Kepmenkes RI No. 735/MENKES/SK/VI/2007.

2.1.1 Profil
1. Nama dan alamat rumah sakit
Nama : RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
Jalan : Kalimantan No. 113
Kelurahan : Sananwetan
Kecamatan Sananwetan
Kota : Kota Blitar
No. Telp : (0342) 801118
Fax : (0342) 809740
2. Standar kepemilikan : Milik Pemerintah Daerah Kota Blitar
3. Nama direktur : dr. Ramiadji, Sp.B
4. Kelas rumah sakit : B Pendidikan
5. Nomor registrasi : 3572010
6. Ijin operasional : No. HK.07.06/III.2/113/2007
Tanggal 29 Juni 2007
7. Luas lahan : 46.841 m2
8. Luas bangunan : 35.640 m2
9. Akreditasi : Tipe B Pendidikan
10. Penetapan BLUD : SK Walikota No. 188/HK/422.010.2.2009
Tanggal 18 Maret 2009 dengan status
BLUD penuh.

2.1.2 Filosofi
Manusiawi, Inovatif, Terampil, Responsif, Akurat
2.1.3 Motto
Kesehatan dan kepuasan anda adalah kebahagiaan kami.
2.1.4 Visi
Menuju Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo sebagai rumah sakit
pilihan utama yang terpercaya melayani semua masyarakat pada tahun 2021.

2.1.5 Misi

5
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna, berkualitas, dengan
mengutamakan keselamatan pasien, serta membangun citra pelayanan
kesehatan yang partisipatif, serta menyelenggarakan pendidikan,
pelatihan, dan penelitian.
2. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel, dan
transparan.
2.1.6 Maklumat pelayanan
Profesional dalam pelayanan, menempatkan pengguna layanan sebagai
pusat perhatian dan memberikan pelayanan yang berkualitas, terjangkau, dan
paripurna sesuai standar prosedur pelayanan, guna mewujudkan pelayanan
kesehatan untuk semua.

2.1.7 Deskripsi ruang cepaka


Sesuai dengan Peraturan Walikota Blitar No. 32 Tahun 2008 tentang Tugas
Pokok Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota
Blitar, ruang cepaka merupakan instalasi rawat inap yang menyediakan pelayanan
keperawatan kelas paviliun. Rauang paviliun cepaka memiliki fungsi penyusunan
rencana dan pengembangan, monitoring evaluasi, dan pengendalian pelayanan
keperawatan.

2.2.2 Fasilitas tempat tidur ruang cepaka


Tabel 2.1 Jumlah tempat tidur ruang cepaka
No Kelas Jumlah Kamar Jumlah Keterangan
Tempat Tidur
1 VIP 12 24 1kmr = 2 tt: 2 pasien
Jumlah 12 24

2.2.3 Tenaga keperawatan ruang cepaka


Tabel 2.2 Tenaga keperawatan ruang cepaka
No Jenis Status Jumlah Keterangan
ketenagaan ketenagaan

6
1 Perawat PNS 15 Kepala ruang : 1 orang
Wakil kepala ruang : 1 orang
Case manager : 1 orang
Ketua tim : 5 orang
Perawat pelaksana : 7 orang
2 Perawat Non PNS 4 Perawat pelaksana : 4 orang
(BLUD)

2.2.4 Tugas pokok keperawatan ruang cepaka


Ruang cepaka sebagai ruang rawat inap mempunyai tugas pokok
melaksanakan perencanaan, pengembangan, monitoring evaluasi dan
pengendalian pelayanan keperawatan di ruang rawat inap serta koordinasi dengan
Instalasi/Unit/ Bagian/Bidang/Instansi terkait.

2.2.5 Fungsi keperawatan ruang cepaka


1. Penyusunan rencana dan pengembangan program pelayanan
keperawatan ruang rawat inap.

2. Pengkoordinasian, pengelolaan, pengendalian, pelayanan keperawatan


ruang rawat inap.

3. Monitoring evaluasi pelaksanaan pelayanan keperawatan di ruang


rawat inap

2.2 Kedudukan tugas dan fungsi unit kerja

Rumah Sakit Umum Daerah “Mardi Waluyo” Kota Blitar adalah unsur
pendukung tugas Walikota di bidang Pelayanan Kesehatan Paripurna.
Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud, Rumah Sakit Umum
Daerah Mardi Waluyo mempunyai fungsi :
1. Penyusunan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan;
2. Penyelenggaraan pelayanan medis;
3. Penyelenggaraan Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis;
4. Penyelenggaraan Pelayanan Asuhan Keperawatan;
5. Penyelenggaraan Pelayanan Rujukan;

7
6. Penyelenggaraan pelayanan Medico Legal;
7. Penyelenggaraan pelayanan konsultasi khusus;
8. Penyelenggaraan pemulasaraan jenazah;
9. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan;
10. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan;
11. Pembinaan dan penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan.

RSUD Mardi Waluyo memiliki struktur organisasi seperti yang telah


ditetapkan dalam Peraturan Daerah no 4 tahun 2013 tentang Organisasi Perangkat
Daerah Kota Blitar.

2.3 Struktur organisasi

2.3.1 Struktur organisasi bidang keperawatan RSUD Mardi Waluyo

2.4.1
DIREKTUR
DIREKTUR

WADIR
WADIRPELAYANAN
PELAYANANDAN
DAN
PENUNJANG
PENUNJANGMEDIK
MEDIK

KEPALA
KEPALABIDANG
BIDANG INSTALASI
INSTALASI––
PELAYANAN INSTALASI
PELAYANAN INSTALASI
KEPERAWATAN TERKAIT
KEPERAWATAN TERKAIT

8
KEPALA
KEPALA
KEPALASEKSI
SEKSI KEPALASEKSI
SEKSI
2.5.1
PERENCANAAN
PERENCANAANDANDAN MONITORING
PENGEMBANGAN MONITORINGDAN
DAN
PENGEMBANGAN EVALUASI PELAYANAN
2.6.1
PELAYANAN EVALUASI PELAYANAN
PELAYANAN KEPERAWATAN
KEPERAWATAN KEPERAWATAN
KEPERAWATAN
2.7.1

Perawat
2.8.1 Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala
Perawat Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala
Klinik Ruang Ruang ruang Ruang Ruang
Klinik Ruang Ruang ruang Ruang Ruang
Irna IPI IGD IBS IHD
Irna IPI IGD IBS IHD

Garis RSD Komando


Garis Koordinasi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bidang Keperawatan


RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

2.3.2 Struktur organisasi ruang cepaka

KEPALA RUANG
BINTI KHUSUSIYAH, S.Kep, Ns

WAKIL KEPALA RUANG


ASRINI, S.Kep, Ns.

SRIANAH, AMd,Kep.

ADMINISTRASI KATIM RUMAHA


UMINARSIH 1. Kartono, S.Kep, Ns TANGGA
2. Wiwiet M, S.Kep,Ns SULISTIANIK
3. Siti H, Amd.Kep
4. Rosta P, S.Kep
5. Andi Meti M, S.Kep,Ns
6. Eva Satiti, Amd.Kep 9
7. Devi A, S.Kep, Ns
KATIM
PERAWAT PELAKSANA

1. Lidya Wahyu, S.Kep,Ns


2. Emy Nur H, Amd. Kep.
3. Aprilia T, Amd. Kep.
4. Dina Fatika, Amd. Kep.
5. Awalin Intani, Amd. Kep.
6. Fatkhul H, Amd. Kep.
7. Galang R, Amd. Kep.
8. Dwi Priyono, Amd. Kep.
9. Winda N, Amd. Kep.
10. Fransnedo Dhiky, A.Md, Kep

PEMBANTU PERAWAT
M. LUTHFI
PERAWAT PELAKSANA
Gambar 2.2 Struktur1.Organisasi Ruang Cepaka
DEVI AMBARWATI, S.Kep,Ns
2. LIDYA
RSUD Mardi WAHYU,
Waluyo S.Kep,Ns
Kota Blitar
3. EMY NUR H, AMd. Kep.
4. PRILIA T, AMd. Kep.
2.4 Uraian tugas jabatan (peserta) 5. DINA FATIKA, AMd. Kep.
6. AWALIN INTANI, AMd. Kep.
7. FATKHUL H, AMd. Kep.
Permenpan No. 25 Tahun 2014, tentang Jabatan Fungsional Perawat dn
8. GALANG R, AMd. Kep.
9. DWItugas
Angka Kreditnya dapat menjelaskan uraian PRIYONO, AMd.terampil
perawat Kep. yang dijabat
10.WINDA NOVIANA, AMd. Kep.
oleh penulis, sebagai berikut: 11. Fransnedo Dhiky, A.Md, Kep

1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu.


2. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada individu dalam
rangka melakukan upaya promotif.
3. Membuat media untuk peningkatanPERAWAT
perilakuPELAKSANA
hidup bersih dan sehat
pada individu dalam rangka12.DEVI
melakukan upaya promotif.
AMBARWATI, S.Kep,Ns
4. Memfasilitasi penggunaan 13.LIDYA
alat-alat WAHYU,
pengamanan atau pelindung fisik
S.Kep,Ns
14.EMY
pada pasien untuk mencegah risikoNUR H, AMd.
cedera padaKep.
indiviu dalam rangka
15.PRILIA T, AMd. Kep.
upaya preventif. 16.DINA FATIKA, AMd. Kep.
17.AWALIN INTANI, AMd. Kep.
18.FATKHUL H, AMd. Kep.
19.GALANG R, AMd. Kep. 10
20.DWI PRIYONO, AMd. Kep.
21.WINDA NOVIANA, AMd. Kep.
22. Fransnedo Dhiky, A.Md, Kep
5. Memantau perkembangan pasien sesuai dengan kondisinya
(melakukan pemeriksaan fisik, mengamati keadaan pasien) pada
individu dalam upaya preventif.
6. Memfasilitasi penggunaan pelindung diri pada kelompok dalam
kelompok dalam rangka melakukan upaya preventif.
7. Memberikan oksigenasi sederhana.
8. Memberikan bantuan hidup dasar.
9. Melakukan pengukuran antopometri.
10. Melakukan fasilitasi pasien dalam memenuhi kebutuhan eliminasi
11. Memantau keseimbangan cairan dan elektrolit pasien.
12. Melakukan mobilisasi posisi pasien.
13. Mempertahankan posisi anatomis pasien.
14. Melakukan fiksasi fisik.
15. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat.
16. Memfasilitasi kebiasaan tidur pasien.
17. Memfasilitasi penggunaan pakaian yang mendukung kenyamanan
pasien.
18. Melakukan pemeliharaan diri pasien.
19. Memandikan pasien.
20. Membersihkan mulut pasien.
21. Melakukan kegiatan kompres hangat/dingin.
22. Mempertahankan suhu tubuh saat tindakan (memasang warning
blanket).
23. Melakukan komunikasi terapeutik dalam memberikan asuhan
keperawatan.
24. Melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying care).
25. Memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal.
26. Memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka, dan
kematian.
27. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman.
28. Melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan.
29. Menyusun rencana kegiatan individu perawat.
30. Melaksanakan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan.
31. Melaksanakan tugas lapangan di bidang kesehatan.
32. Melaksanakan penanggulangan penyakit/wabah tertentu.
33. Melakukan supervisi lapangan.

11
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Identifikasi, penetapan isu, dan gagasan pemecah isu


3.1.1 Unit kerja
Ruang cepaka RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
3.1.2 Jabatan
Perawat terampil
3.1.4 Identifikasi isu
Berdasarkan pengalaman bekerja, dirasakan hal yang bisa diperbaiki,
disempurnakan atau ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas jabatan, sebagai
berikut:

1. Belum optimalnya perawat dalam melakukan komunikai efektif


SBAR secara tertulis pada form catatan perkembangan pasien terpadu.
2. Belum optimalnya perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik
dalam memberikan asuhan keperawatan.
3. Belum tertibnya pendokumentasian tindakan keperawatan melalui
SIM RS atau Billing system.

Dari beberapa isu diatas langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan


isu mana yang akan menjadi prioritas utama yang dapat dicari solusi berdasarkan
peran dan wewenang jabatan di instansi. Selanjutnya menganalisis isu tersebut
menggunakan metode U (Urgency), S (Seriousness), dan G (Growth).

12
Tabel 3.1 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG
No. Isu U S G Total
Belum optimalnya perawat dalam
melakukan komunikasi terapeutik
1. 5 4 4 13
dalam memberikan asuhan
keperawatan.
Belum optimalnya perawat dalam
melakukan komunikai efektif SBAR
2. 5 4 3 12
secara tertulis pada form catatan
perkembangan pasien terpadu.
Belum tertibnya pendokumentasian
3. tindakan keperawatan melalui SIM RS 3 3 3 9
atau Billing system.

Adapun kriteria penetapan indikator USG, yaitu:

Urgency :
1 = Tidak penting
2 = Kurang penting
3 = Cukup penting
4 = Penting
5 = Sangat penting

Seriousness :
1 = Akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 = Akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 = Akibat yang ditimbulkan cukup serius
4 = Akibat yang ditimbulkan serius
5 = Akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth :
1 = Tidak berkembang

13
2 = Kurang berkembang
3 = Cukup berkembang
4 = Berkembang
5 = Sangat berkembang

Berdasarkan pendekatan analisis teknik USG tersebut, maka kesimpulan


yang diperoleh mengarah pada isu “Belum optimalnya perawat dalam
melakukan komunikasi terapeutik dalam memberikan asuhan
keperawatan”.

3.1.5 Penetapan isu

Berdasarkan list isu yang diuji dengan menggunakan pendekatan teknik


USG, maka dapat diperoleh isu prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu,
yaitu “Belum optimalnya perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik dalam
memberikan asuhan keperawatan”. Pemilihan isu tersebut dilakukan dengan
analisis dampak jika hal tersebut tidak ditangani maka akan berdampak pada hal-
hal berikut ini:

1. Hubungan perawat dan klien tidak terjalin dengan baik.


2. Perawat akan kesulitan mengidentifikasi dan mengkaji keluhan klien.
3. Kurang tepatnya intervensi dan tindakan yang dilakukan perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
4. Perawat akan kesulitan dalam melakukan evaluasi keperawatan
5. Sulitnya perawat dan pasien dalam mencapai tujuan bersama pasien yang
akan mempengaruhi tingkat kepuasan pelayanan.
3.1.6 Gagasan pemecahan isu

Setelah menetapkan isu prioritas, serta mengetahui dampaknya, maka


disusunlah rencana kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan isu tersebut yaitu
dengan cara Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Melaksanakan
Asuhan Keperawatan, dengan tahapan-tahapan kegiatan, diantaranya adalah:

14
1. Mengkonsultasikan isu dengan mentor dan kepala Ruang Cepaka RSUD
Mardi Waluyo Kota Blitar.

2. Membuat output real dengan menyusun SOP Komunikasi Terapeutik

3. Melakukan sosialisasi penerapan komunikasi terapeutik pada perawat ruang


cepaka RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

4. Melaksanakan fase pra interaksi sebelum berhubungan dan berkomunikasi


dengan pasien.

5. Melaksanakan fase orientasi pada saat melakukan tindakan atau asuhan


keperawatan.

6. Melaksanakan fase kerja pada saat melakukan tindakan atau asuhan


keperawatan.

7. Melaksanakan fase terminasi saat melakukan tindakan atau asuhan


keperawatan.

8. Melakukan dimensi respon/perilaku non verbal untuk mengakhiri hubungan


atau komunikasi dengan pasien.

9. Menyusun laporan kegiatan aktualisasi

15
3.2 Diagram Alur pemecahan isu

Penyebab: Akibat:
1. Belum adanya standar 1. Tidak terciptanya hubungan
prosedur bagi perawat dalam saling percaya antara pasien
melaksanakan komunikasi dengan perawat.
terapeutik 2. Pasien tidak dapat
2. Pengetahuan perawat yang mengungkapkan perasaan
masih kurang mengenai dan keluhannya.
komunikasi terapeutik. 3. Kesembuhan pasien
3. Kemampuan komunikasi terhambat.
perawat yang beragam. 4. Mutu pelayanan menurun.

PLAN
Isu/permasalahan:
Belum Optimalnya Perawat Melakukan Komunikasi Terapeutik Dalam
Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien

Rancangan kegiatan aktualisasi


1. Melakukan konsultasi dengan mentor dan kepala ruang cepaka
2. Menyusun output real berupa draft SOP Komunikasi Terapeutik
bagi perawat
3. Melakukan sosialisasi komunikasi terapeutik pada perawat
ruang cepaka
4. Melaksanakan fase pra interaksi
5. Melaksanakan fase orientasi
6. Melaksanakan fase kerja
7. Melaksanakan fase terminasi
8. Menunjukkan dimensi respon/non verbal
9. Mengevaluasi tindakan perawat dan kepuasan pasien
10. Menyusun laporan aktualisasi

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi


DO
Evaluasi hasil kegiatan aktualisasi
CHECK
Analisa dampak aktualisasi
16
Gambar 3.1 Diagram Alur Pemecahan Isu

17
3.3 Matriks Rancangan kegiatan aktualisasi

Tabel 3.2 Rancangan kegiatan aktualisasi


Keterkaitan Kontribusi
Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Substansi Mata Terhadap Visi
Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1. Melakukan 1. Menghubungi kepala Dalam berkonsultasi Akuntabilitas Dengan Manusiawi


konsultasi ruang dan mentor dengan mentor dan Transparan, melakukan Bertanggung
dengan mentor 2. Memaparkan Kepala Ruang tanggung jawab. koordinasi dan jawab, kinerja
dan Kepala permasalahan yang Cepaka, saya akan konsultasi dengan tinggi
Ruang Cepaka akan dibahas. menyampaikan isu Nasionalisme kepala ruang dan
RSUD Mardi 3. Meminta saran, seobyektif mungkin. Saling mentor, maka akan Inovatif
Waluyo Kota masukan, dan Dan ketika isu telah menghargai, mendapatkan Menyampaikan
Blitar. persetujuan dari tersampaikan, maka musyawarah suatu cara yang permasalahan
mentor dan Kepala saya akan dilakukan untuk yang
Ruang Cepaka. mendapatkan cara Etika Publik memecahkan penyelesaiannya
4. Membuat daftar hadir untuk mengatasi Hormat, masalah atau isu, belum ada di
sebagai bukti masalah tersebut. menghargai sehingga visi tempat kerja.
konsultasi ke dua. komunikasi, RSUD Mardi
konsultasi dan Terampil
Waluyo Kota
kerja sama, Bekerja sama
Blitar sebagai
sopan santun rumah sakit yang

18
Komitmen mutu terpecaya
Melakukan melayani semua Responsif
pengembangkan masyarakat, dapat Cepat dan
berkelanjutan terwujud. tanggap dalam
melalui mengidentifikasi
pengembangan dan
kreatif memecahkan
masalah
Anti korupsi bersama atasan.
Berani, jujur
Akurat
Whole of Tepat dan
Government cermat dalam
Koordinasi, menyampaikan
komunikasi. permasalahan.

19
2. Menyusun 1. Mengumpulkan SOP Komunikasi Akuntabilitas Dengan menyusun Manusiawi
output real materi tahap-tahap Terapeutik yang Tanggung jawab.SOP Komunikasi Bertanggung
berupa draft komunikasi dapat dijadikan Terapeutik, maka jawab, kinerja
SOP terapeutik. landasan dalam Nasionalisme akan mendapatkan tinggi
Komunikasi 2. Menyusun SOP melakukan prosedur Saling suatu cara yang Inovatif
Terapeutik bagi Komunikasi yang tepat. menghargai, dilakukan untuk Menghasilkan
perawat. Terapeutik musyawarah memecahkan produk yang
3. Membuat daftar hadir masalah atau isu, baru dan kreatif.
sebagai bukti Etika Publik sehingga visi Terampil
konsultasi. Hormat, RSUD Mardi Bekerja sama
4. Mengonsultasikan menghargai Waluyo Kota
SOP kepada mentor komunikasi, Blitar sebagai Responsif
dan bidang konsultasi dan rumah sakit yang Cepat dan
keperawatan. kerja sama, terpecaya tanggap dalam
sopan santun melayani semua mengidentifikasi
masyarakat, dapat dan
Komitmen mutu terwujud. memecahkan
Melakukan masalah.
pengembangkan Akurat
berkelanjutan Tepat dan
melalui cermat dalam
pengembangan menemukan
kreatif solusi.
Anti korupsi
Berani, jujur

20
Whole of
Government
Koordinasi,
komunikasi.
3. Melakukan 1. Membuat materi Dalam melakukan Akuntabilitas Dengan Manusiawi
sosialisasi sosialisasi teknis sosialisasi penerapan Kepemimpinan, melaksanakan Bertanggung
penerapan penerapan komunikasi Kejelasan, sosialisasi ini, jawab, kinerja
komunikasi komunikasi terapeutik, saya akan konsisten, dan maka dapat tinggi
terapeutik pada terapeutik dalam bekerjasama dengan tanggung jawab terciptanya
perawat ruang bentuk Panduan kepala, wakil kepala komitmen Inovatif
cepaka Teknik Pelaksanaan ruang untuk Nasionalisme memberikan Menyampaikan
Komunikasi mensosialisasikan Saling pelayanan yang permasalahan
Terapeutik teknik komunikasi menghargai, lebih baik. yang
2. Berkoordinasi terapeutik sehinga musyawarah Sehingga penyelesaiannya
dengan kepala dan rekan-rekan perawat menjadikan belum ada di
Etika Publik tempat kerja.
wakil kepala ruang. mampu pelayanan
Hormat,
3. Membuat daftar memahaminya kesehatan yang
menghargai Terampil
hadir perawat. sehingga terciptanya paripurna dan
komunikasi, Bekerja sama
4. Membuat komitmen dalam berkualitas.
konsultasi dan
informasi/undangan memberikan Responsif
kerja sama,
tertulis via sosial pelayanan yang Cepat dan
sopan santun.
media (WA). berkualitas melalui tanggap dalam
5. Mengumpulkan komunikasi dengan mengidentifikasi
perawat ruang pasien. dan
cepaka. memecahkan
6. Memberikan masalah
sosialiasi bersama atasan.

21
Akurat
Komitmen mutu Tepat dan
Membangun cermat dalam
mindset positif menyampaikan
perawat, empati, permasalahan.
dan pelayanan
yang menyentuh
hati.
Whole of
Government
Koordinasi,
komunikasi.
4. Melaksanakan 1. Melihat data pasien Dengan Akuntabilitas Dengan Manusiawi
fase pra dan memastikan melaksanakan fase Tanggung jawab melaksanakan fase Bertanggung
interaksi program pra interaksi, maka pra interaksi, jawab, kinerja
sebelum terapi/tindakan dari perawat dapat Nasionalisme maka perawat tinggi, melihat
berinteraksi status pasien mengerti latar Toleransi dengan dapat pasien secara
dan 2. Memberikan lembar belakang pasien, tidak membeda- mempersiapkan utuh/holistik
berkomunikasi persetujuan tindakan sehingga dapat bedakan pasien, langkah yang tepat sesuai dengan
dengan pasien. jika diperlukan. mengukur, serta kemanusiaan. dalam latar belakang
3. Menilai kesiapan diri menyusun strategi berkomunikasi pasien.
Komitmen mutu
perawat dalam komunikasi sehingga dan melakukan
Memberikan Inovatif
berinteraksi dengan dapat terbinanya tindakan
pelayanan sesuai Kreatif
pasien. hubungan saling keperawatan.
dengan
percaya antara pasien Sehingga
kebutuhan pasien Terampil
dengan perawat. pelayanan yang
Bekerja sama
dilakukan menjadi
lebih terarah dan

22
Anti korupsi profesional, hal
Bekerja dengan tersebut dapat Responsif
ikhlas, tepat mewujudkan misi Mampu
melakukan RSUD Mardi mengidentifikasi
tindakan. Waluyo untuk kebutuhan
menyediakan pasien.
Whole Of pelayanan
Government kesehatan yang Akurat
Komunikasi, paripurna dan Tepat dan
koordinas, berkualitas. cermat dalam
Efektivitas, menyusun
efisiensi. strategi
tindakan.

5. Melaksanakan 1. Mempersiapkan alat Dengan melakukan Akuntabiltas Mewujudkan misi Manusiawi


fase orientasi sesuai tindakan yang fase orientasi, maka Tanggung jawab Rumah Sakit Tidak
pada saat akan dilakukan. perawat dapat atas tugas pokok dalam membedakan
melakukan 2. Memberikan salam memperkenalkan dan fungsi. memberikan latar belakang
tindakan atau kepada pasien sesuai identitas diri yang pelayanan pasien.
asuhan latar belakangnya. jelas dan Nasionalisme kesehatan yang
keperawatan 3. Memperkenalkan diri meningkatkan rasa Tidak membeda- paripurna dan Inovatif
pada pasien. pada pasien, integritas diri. Pasien bedakan latar berkualitas. Kreatif
termasuk nama, akan merasa dihargai belakang,
mengedepankan Terampil
jabatan, dan peran. serta merasa aman
nilai Bekerja sama,
4. Menanyakan nama dan nyaman.
kemanusiaan komunikatif.
panggilan kesukaan
pasien dan jelaskan yang adil dan
tanggung jawab atau beradab.
tugas pasien Responsif

23
5. Menjelaskan Tanggap dalam
tindakan yang akan memenuhi
dilakukan, termasuk Etika publik kebutuhan
prosedur, alasan Komunikatif, pasien.
dilakukan tindakan, sopan dan santun
dan waktu yang Akurat
Komitmen mutu Tepat dan
diperlukan untuk
Budaya kerja cermat dalam
melakukan tindakan.
yang berorientasi mengatasi
6. Melakukan prosedur
pada mutu, masalah pasien.
6 langkah cuci
Memberikan
tangan.
pelayanan yang
7. Mengatur posisi
menyentuh hati.
pasien dengan aman
dan nyaman atau Anti korupsi
sesuai dengan Menciptakan
kebutuhan tindakan. lingkungan yang
8. Menjelaskan bahwa memiliki
tindakan yang akan integritas tinggi
dilakukan dijamin tanpa
kerahasiaannya. membedakan
Tutup pintu, gunakan perlakuan
tirai privasi, atau berdasarkan latar
tutupi bagian tubuh belakang pasien.
klien sesuai
kebutuhan.

24
6. Melaksanakan 1. Meningkatkan Dengan melakukan Akuntabiltas Memberikan Manusiawi
fase kerja pada keterlibatan dan fase kerja maka Tanggung jawab pelayanan Tidak
saat melakukan kenyamanan pasien perawat dapat: atas tugas pokok kesehatan yang membedakan
tindakan atau dengan memberikan dan fungsi. paripurna, latar belakang
asuhan kesempatan pasien 1. Meningkatkan berkualitas, pasien.
keperawatan untuk bertanya pengertian dan Nasionalisme dengan
pada pasien. 2. Melakukan kegiatan pengenalan Tidak membeda- mengutamakan Inovatif
sesuai dengan SOP pasien akan bedakan latar keselamatan Kreatif
tindakan yang akan dirinya, belakang, pasien, serta
perliakunya mengedepankan Terampil
dilakukan membangun citra
perasaannya, nilai Bekerja sama,
3. Mengkaji toleransi pelayanan
pikirannya. kemanusiaan komunikatif
klien selama kesehatan yang
prosedur dengan 2. Mengembangkan, yang adil dan partisipatif. Responsif
menanyakan keluhan mempertahankan beradab.
Tanggap dalam
dan perasaan selama dan
Etika publik memenuhi
dilakukan tindakan. meningkatkan
Komunikatif, kebutuhan
kemampuan
sopan dan santun pasien.
pasien secara
mandiri untuk Akurat
Komitmen mutu
menyelesaikan Tepat dan
Budaya kerja
masalah yang cermat dalam
yang berorientasi
dihadapi. mengatasi
pada mutu,
3. Kelancaran masalah pasien
Memberikan
perawat dalam
pelayanan yang
melakukan
menyentuh hati.
tindakan
keperawatan.

25
Anti korupsi
Menciptakan
lingkungan yang
memiliki
integritas tinggi
tanpa
membedakan
perlakuan
berdasarkan latar
belakang pasien.

7. Melaksanakan 1. Memberikan Dengan melakukan Akuntabiltas Memberikan Manusiawi


fase terminasi penjelasan dari fase terminasi, maka Tanggung jawab pelayanan Tidak
pada saat tindakan yang telah perawat dapat atas tugas pokok kesehatan yang membedakan
melakukan dilakukan. mengetahui kemajuan dan fungsi. paripurna, latar belakang
tindakan atau 2. Mengucapkan terima dari terapi dan berkualitas, pasien.
asuhan kasih atas kerja sama pencapaian tugas, Nasionalisme dengan
keperawatan yang baik pasien mampu Tidak membeda- mengutamakan Inovatif
pada pasien 3. Memberikan mengeksplorasi bedakan latar keselamatan Kreatif
reinforcement positif perasaan. belakang, pasien, serta
mengedepankan Terampil
(pujian) kepada membangun citra
nilai Bekerja sama,
pasien. pelayanan
kemanusiaan komunikatif.
4. Merencanakan kesehatan yang
tindak lanjut dengan yang adil dan partisipatif. Responsif
pasien termasuk beradab.
Tanggap dalam
jenis tindakan dan memenuhi

26
waktu pelaksanaan. kebutuhan
5. Mengakhiri kegiatan pasien.
dengan salam sesuai
latar belakang Akurat
Etika publik Tepat dan
pasien.
Komunikatif, cermat dalam
6. Mendokumentasikan
sopan dan santun mengatasi
tindakan yang telah
dilakukan pada masalah pasien
Komitmen mutu
lembar catatan Budaya kerja
keperawatan. yang berorientasi
pada mutu,
Memberikan
pelayanan yang
menyentuh hati.

Anti korupsi
Menciptakan
lingkungan yang
memiliki
integritas tinggi
tanpa
membedakan
perlakuan
berdasarkan latar
belakang pasien.

27
8. Menunjukkan 1. Berpakaian rapi Dengan menunjukkan Akuntabiltas Memberikan Manusiawi
dimensi 2. Berhadapan dengan dimensi Tanggung jawab pelayanan Tidak
respon/perilaku pasien. respon/perilaku non atas tugas pokok kesehatan yang membedakan
non verbal 3. Mempertahankan verbal, maka perawat dan fungsi. paripurna, latar belakang
kepada pasien kontak mata. dapat menunjukkan berkualitas, pasien.
4. Tersenyum pada saat sikap ramah, tamah, Nasionalisme dengan
yang tepat. sopan dan santun Tidak membeda- mengutamakan Inovatif
5. Mempertahankan sehingga pasien bedakan latar keselamatan Kreatif
sikap terbuka (tidak merasa dihargai. belakang, pasien, serta
mengedepankan Terampil
bersedekap, membangun citra
nilai Bekerja sama,
memasukkan tangan pelayanan
kemanusiaan komunikatif
ke kantung atau kesehatan yang
melipat kaki) yang adil dan partisipatif. Responsif
beradab.
Tanggap dalam
Etika publik memenuhi
Komunikatif, kebutuhan
sopan, santun, pasien.
ramah.
Akurat
Komitmen mutu Tepat dan
Budaya kerja cermat dalam
yang berorientasi mengatasi
pada mutu, masalah pasien
Memberikan
pelayanan yang

28
menyentuh hati.

Anti korupsi
Menciptakan
lingkungan yang
memiliki
integritas tinggi
tanpa
membedakan
perlakuan
berdasarkan latar
belakang pasien.

9. Mengevaluasi 1. Mengevaluasi Dengan Akuntabilitas Memberikan Manusiawi


hasil langkah-langkah mengevaluasi Tanggung jawab pelayanan Menjadikan
pelaksanaan komunikasi kegiatan aktualisasi atas apa yang kesehatan yang pasien sebagai
yang mengacu terapeutik yang yang telah dilakukan, dilakukan paripurna, subjek
pada apa yang dilakukan perawat perawat akan berkualitas, pelayanan.
dilakukan dengan menggunakan mendapatkan hasil Nasionalisme dengan
perawat dan check list. sebagai dasar Demokratis mengutamakan Inovatif
tingkat pengusulan SOP. dalam menerima keselamatan Kreatif
kepuasan 2. Mengevaluasi Evaluasi yg masukan pasien, serta
kepuasan pasien Terampil
pasien. dilakukan dalam membangun citra
setelah dilakuan Etika publik Bekerja sama,
bentuk: pelayanan
tindakan keperawatan Bersikap ramah, komunikatif
kesehatan yang
dengan menggunakan 1. Check list tamah, sopan dan
partisipatif. Responsif
pertanyaan terbuka. tindakan perawat santun,
menjalankan Tanggap dalam

29
dalam melakukan tugas profesional memenuhi
komunikasi dan netral. kebutuhan
terapeutik pasien.
Komitmen mutu
2. Voice record Komitmen Akurat
jawaban pasien terhadap Tepat dan
dari pertanyaan perbaikaan cermat dalam
yang diajukan pelayanan yang mengatasi
oleh penulis beriontasi pada masalah pasien
mengenai kepuasan
kepuasan pasien masyarakat.
setelah dilakukan
tindakan
keperawatan.
Anti korupsi
Integritas,
menciptakan
lingkungan yang
objektif bebas
korupsi.

30
10. Menyusun 1. Mengumpulkan data 1. Terkumpulnya data Akuntabilitas Terwujudnya misi Manusiawi
laporan dan bukti pendukung dan bukti Transparan RSUD Mardi Bertanggung
kegiatan laporan pendukung laporan Waluyo dalam jawab, kinerja
aktualisasi 2. Melakukan konsultasi 2. Terealisasinya Nasionalisme memberikan tinggi
dengan mentor laporan kegiatan Saling pelayanan
mengenai hasil menghargai, kesehatan yang Inovatif
aktualisasi musyawarah paripurna, Kreatif
3. Menyusun laporan berkualitas,
Etika Publik Terampil
secara sistematis dengan
Mempertanggung mengutamakan Bekerja sama
4. Mencetak laporan
kegiatan jawabkan keselamatan
tindakan dan Responsif
pasien, Cepat dan
kinerja kepada membangun citra
publik. tanggap dalam
pelayanan yang mengidentifikasi
partisipasif, serta dan
Komitmen mutu
menyelenggarakan memecahkan
Melakukan
pendidikan, masalah
perbaikan
pelatihan, dan bersama atasan.
berkelanjutan.
penelitian.
Akurat
Anti korupsi
Tepat dan
Mengedepankan
cermat
nilai kejujuran
dalam menyusun
laporan sehingga

31
didapatkan hasil
seobyektif
mungkin.

32
3.4 Jadwal rancangan kegiatan aktualisasi

Kegiatan tersebut akan dilakukan selama masa off campus dengan jadwal sebagai berikut:

Tabel 3.3 Jadwal rencana kegiatan aktualisasi


Juli Agustus September
No Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Melakukan konsultasi dengan mentor dan Kepala
1.
Ruang Cepaka RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Menyusun output real berupa draft SOP Komunikasi
2.
Terapeutik bagi perawat.
Melakukan sosialisasi komunikasi terapeutik pada
3.
perawat ruang cepaka.
Melaksanakan fase pra interaksi sebelum berinteraksi
4.
dan berkomunikasi dengan pasien.
Melaksanakan fase orientasi pada saat melakukan
5.
tindakan atau asuhan keperawatan pada pasien.
Melaksanakan fase kerja pada saat melakukan
6.
tindakan atau asuhan keperawatan pada pasien.
Melaksanakan fase terminasi pada saat melakukan
7.
tindakan atau asuhan keperawatan pada pasien
Menunjukkan dimensi respon/perilaku non verbal
8.
kepada pasien
Mengevaluasi hasil pelaksanaan yang mengacu pada
9. tindakan yang dilakukan perawat dan tingkat
kepuasan pasien.
10. Menyusun laporan kegiatan aktualisasi

33
BAB 4

PELAKSANAAN AKTUALISASI

Dalam bab ini akan dibahas mengenai deskripsi pelaksanaan aktualisasi,


hasil pencapaian aktualisasi dan analisa dampak.

4.1 Deskripsi pelaksanaan aktualisasi

Dalam pelaksanaan aktualisasi ini, terdapat sepuluh tahapan yang dilakukan,


diantaranya: (1) berkonsultasi dengan mentor dan Kepala Ruang Cepaka RSUD
Mardi Waluyo Kota Blitar, (2) menyusun output real berupa draft SOP
Komunikasi Terapeutik, (3) melakukan sosialisasi komunikasi terapeutik pada
perawat ruang cepaka, (4) melakukan fase pra interaksi sebelum berhubungan dan
berkomunikasi dengan pasien, (5) melaksanakan fase orientasi pada saat
melakukan tindakan atau asuhan keperawatan pada pasien, (6) melaksanakan fase
kerja pada saat melakukan tindakan atau asuhan keperawatan pada pasien, (7)
melaksanakan fase terminasi pada saat melakukan tindakan atau asuhan
keperawatan pada pasien, (8) menunjukkan dimensi respon/perilaku non verbal
kepada pasien, (9) mengevaluasi hasil pelaksanaan yang mengacu pada tindakan
yang dilakukan perawat dan tingkat kepuasan pasien, (10) menyusun laporan
kegiatan aktualisasi. Dalam setiap tahapan tersebut, akan dipaparkan mengenai
deskripsi pelaksanaan aktualisasi, aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang
melandasi tahapan kegiatan, dan kontibusi terhadap visi dan misi RSUD Mardi
Waluyo Kota Blitar seperti yang tercantum pada matriks kegiatan aktualisasi pada
Tabel 3.2.

34
4.1.1 Berkonsultasi dengan mentor dan Kepala Ruang Cepaka RSUD Mardi
Waluyo Kota Blitar.

1. Deskripsi pelaksanaan kegiatan

Berkonsultasi dengan mentor dan Kepala Ruang Cepaka dilakukan


dengan dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada minggu ke empat bulan
Juli, dilakukan melalui pesan singkat Whatsapp karena penulis berada di
tempat Diklatsar, BPSDM Malang, dalam konsultasi ini membahas isu-isu
strategis yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi penulis dan telah
diamati di Ruang Cepaka RSUD Mardi Waluyo. Ada beberapa tahapan yang
dilakukan pada saat konsultasi tahap pertama menghubungi kepala ruang
dan mentor, memaparkan permasalahan yang akan dibahas, meminta saran,
masukan, dan persetujuan dari mentor dan Kepala Ruang Cepaka, mengolah
ide awal dengan masukan dan perbaikan dari mentor sehingga didapat isu
yang akan diangkat dalam kegiatan aktualisasi, dan berdiskusi menemukan
gagasan pemecahan isu.

Tahap kedua dilakukan di Kantor Bidang Keperawatan RSUD Mardi


Waluyo, dilaksanakan pada Selasa, 13 Agustus 2019, dengan melibatkan
mentor dan Kepala Ruang Cepaka. Dalam konsultasi ini dilaporkan tentang
hasil dari seminar rancangan aktualisasi dan tindak lanjut untuk melakukan
kegiatan aktualisasi, termasuk penyusunan draft SOP Komunikasi
Terapeutik. Kedua tahapan konsultasi ini dilakukan dengan tujuan
mendapatkan masukan dan koreksi dari mentor dan Kepala Ruang Cepaka,
sehingga pelaksanaan kegiatan aktualisasi lebih tepat guna dan tepat
sasaran. Selain itu, menyamakan persepsi antara penulis dan mentor
mengenai kegitan aktualisasi juga menjadi tujuan dari tahapan kegiatan ini

35
Gambar 4.1 Konsultasi dan koordinasi dengan mentor dan kepala ruang cepaka
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan


Dalam tahapan ini terdapat enam nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti korupsi,
dan whole of goverment.
a. Akuntabilitas
Nilai ini diimplementasikan pada saat menyampaikan permasalahan
dengan transparansi dan berfokus pada tanggung jawab berdasarkan
tupoksi dan wewenang penulis sebagai perawat terampil, yaitu
menyampaikan permasalahan/isu tentan komunikasi terapeutik.
b. Nasionalisme
Nilai ini diimplementasikan dengan cara saling menghargai pendapat,
kritik, serta saran dari mentor dan kepala ruang cepaka pada saat
penyampaian permasalahan/isu belum optimalnya penerapan
komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan.
c. Etika publik
Nilai ini diimplementasikan dengan menghormati, berlaku sopan
santun, mampu meyampaikan informasi secara jelas, dan mampu
bersikap komunikatif saat berdiskusi dengan mentor dan kepala ruang
cepaka.

d. Komitmen mutu
Hasil dari penyampaian isu/permasalahan ini berupa tahapan-tahapan
yang merupakan wujud dari komitmen penulis untuk meningkatkan

36
mutu dan kualitas pelayanan dengan cara melakukan pengembangan
berkelanjutan melalui pengembangan kreatif.
e. Anti korupsi
Nilai ini diimplementasikan dengan mengedepankan nilai jujur dan
berani menyampaikan isu/permasalahan tanpa adanya konflik
kepentingan pribadi.
f. Whole of goverment
Nilai ini diimplementasikan dengan melakukan koordinasi baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti, efektif, dan efisien pada saat konsultasi.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Berkonsultasi dan berkoordinasi ini bertujuan untuk menemukan isu
yang memiliki tingkat kegawatan paling tinggi dan sangat membutuhkan
penanganan segera. Karena butuh ditangani segera, pemecahan
permasalahan juga harus disusun secara tepat sasaran dan tepat guna.
Apabila permasalahan dapat terpecahkan dengan baik, hasilnya akan
memberikan kotribusi tersendiri bagi visi dan misi RSUD Mardi Waluyo
Kota Blitar. Kontribusi yang paling tampak, di antaranya dapat mewujudkan
pelayanan yang mengedepankan sikap ramah, tamah dan peduli terhadap
pasien sehingga dapat mewujudkan RSUD Mardi Waluyo menjadi rumah
sakit pilihan utama yang terpecaya melayani semua masyarakat pada tahun
2021.

4.1.2 Menyusun output real berupa draft SOP Komunikasi Terapeutik

1. Deskripsi pelaksanaan kegiatan

Kegiatan ini dilakukan pada Selasa, 13 Agustus 2019, bertujuan untuk


menghasilkan draft SOP yang berfungsi sebagai landasan untuk melakukan
prosedur komunikasi terapeutik yang tepat. Sebelum menyusun draft SOP
Komunikasi Terapeutik ini, penulis mengumpulka materi dari literatur buku

37
dan penelitian yang sebelumnya dilakukan, baik berupa skripsi atau tesis
seseorang. Draft SOP ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi tempat
kerja serta diadaptasi dari SOP Standar Protokol Intervensi RSUD Mardi
Waluyo, supaya dapat dipahami perawat yang melakukan prosedur ini setiap
harinya. Penyusunan draft SOP ini juga dibawah konsultasi dan koordinasi
mentor selaku Kepala Bidang Keperawatan dan kepala ruang yang juga
merangkap sebagai Ketua Komite Keperawatan, sehingga langkah-langkah
prosedur dapat tersusun secara sistematis dan praktis dilakukan oleh para
perawat ruang cepaka.

Gambar 4.2 Konsultasi penyusunan draft SOP


Komunikasi Terapeutik

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan


Dalam tahapan ini terdapat enam nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti korupsi,
dan whole of goverment.
a. Akuntabilitas

38
Nilai ini diimplementasikan pada saat menyampaikan permasalahan
dengan transparansi dan berfokus pada tanggung jawab dalam
menyelesaikan tugas.
b. Nasionalisme
Nilai ini diimplementasikan dengan cara saling menghargai pendapat,
kritik, serta saran dari mentor dan kepala ruang cepaka pada saat
mengonsultasikan draft SOP komunikasi terapeutik.
c. Etika publik
Nilai ini diimplementasikan dengan menghormati, berlaku sopan
santun, mampu meyampaikan informasi secara jelas, dan mampu
bersikap komunikatif saat berdiskusi dengan mentor dan kepala ruang
cepaka.
d. Komitmen mutu
Penyusunan draft SOP Komunikasi Terapeutik ini merupakan wujud
dari komitmen penulis untuk meningkatkan mutu dan kualitas
pelayanan dengan cara melakukan pengembangan berkelanjutan
melalui pengembangan kreatif.
e. Anti korupsi
Nilai ini diimplementasikan dengan mengedepankan nilai jujur dan
berani menyampaikan isu/permasalahan tanpa adanya konflik
kepentingan pribadi.
f. Whole of goverment
Nilai ini diimplementasikan dengan melakukan koordinasi baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti, efektif, dan efisien pada saat konsultasi.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan menyusun draft SOP Komunikasi Terapeutik, maka dapat
memecahkan masalah/isu . Apabila permasalahan dapat terpecahkan dengan
baik, hasilnya akan memberikan kotribusi tersendiri bagi visi dan misi
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Kontribusi yang paling tampak, di
antaranya dapat mewujudkan pelayanan yang mengedepankan sikap ramah,
tamah dan peduli terhadap pasien dan dapat dilakukan oleh semua civitas
hospitalia, khususnya perwat, sehingga dapat mewujudkan RSUD Mardi
Waluyo menjadi rumah sakit pilihan utama yang terpecaya melayani semua
masyarakat pada tahun 2021.

39
4.1.3 Melakukan sosialisasi penerapan komunikasi terapeutik pada perawat ruang
cepaka
1. Deskripsi pelaksanaan
Tahap kegiatan ini dilakukan pada Senin, 19 Agustus 2019, bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan, komitmen untuk mau melaksanakan
prosedur, dan keterampilan perawat ruang cepaka dalam melaksanakan
komunikasi terapeutik pada pasiennya. Sebelum memberikan sosialisasi,
penulis membuat materi dalam bentuk buku saku pedoman penerapan
komunikasi terapeutik yang bersumber pada literatur serta hasil
berkonsultasi dengan mentor dan kepala ruang. Buku saku inilah yang
nantinya dijadikan pedoman bagi perawat cepaka dalam melaksanakan
penerapan komunikasi terapeutik sehari-hari. Selanjutnya, penulis
berkoordinasi dengan kepala ruang untuk menentukan hari pelaksanaan
sosialisasi, kemudian menyebarkan undangan sosialisasi di grup whatsapp
perawat ruang cepaka. Pada saat sosialisasi dilakukan, penulis menjelaskan
teknis penerapan komunikasi terapeutik meliputi, pengertian, tujuan,
tahapan sesuai draft SOP Komunikasi Terapeutik yang telah disusun, cara
mengevaluasi pelaksanaan, dan praktik langsung untuk menilai
keterampilan perawat ruang cepaka sebelum melaksanakan penerapan
komunikasi terapeutik.

Gambar 4.3 Buku saku panduan praktis penerapan


komunikasi terapeutik

40
Gambar 4.4 Sosialisasi penerapan komunikasi terapeutik
Pada perawat ruang cepaka

Gambar 4.5 Role play penerapan komunikasi terapeutik


pada saat sosialisasi

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan

Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan whole
of goverment.

41
a. Akuntabilitas
Nilai ini diimplementasikan pada saat menyampaikan materi
sosialisasi dengan jiwa pemimimpin sehingga meningkatkan rasa
percaya diri untuk menyampaikan materi dengan jelas, konsisten
dan penuh tanggung jawab.
b. Nasionalisme
Nilai ini diimplementasikan dengan saling menghargai pendapat,
kritik, menerima dan memberi jawaban dengan rekan sejawat
dalam sosialisasi dan musyawarah.
c. Etika publik
Nilai ini diimplementasikan dengan menghormati, berlaku sopan
santun, mampu meyampaikan informasi secara jelas, dan mampu
bersikap komunikatif saat menyempaikan sosialisasi materi terkait.
d. Komitmen mutu
Sosialisasi ini betujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat
mengenai komunikasi terapeuti, sehingga komitmen menumbuhkan
komitmen dan keterampilan perawat ruang cepaka dalam
menerapkan komunikasi terapeutik dalam pekerjaan sehari-hari.
Ketika sosialisasi, penulis mendapat tanggapan positif dari rekan-
rekan sejawat, hal ini menunjukkan komitmen perawat ruang
cepaka untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan,
sehingga pelayanan yang diberikan dapat menyentuh hati dan
meningkatkan rasa empati kepada pasien.
e. Whole of goverment
Nilai ini diimplementasikan pada saat sebelum melakukan
sosialisasi, yaitu melakukan koordinasi baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan kepala ruangan dan rekan-rekan
sejawat ruang cepaka. Pada saat sosialisasi penulis juga
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, efektif, dan efisien.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan melaksanakan sosialisasi ini, dapat meningkatkan
pengetahuan, komitmen dan keterampilan perawat ruang dalam menerapan
komunikasi terapeutik pada saat memberikan asuhan keperawatan pada
pasien, sehingga dapat mewujudkan misi RSUD Mardi Waluyo, yaitu
mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna, berkualitas dengan

42
mengutamakan keselamatan pasien, serta membangun citra pelayanan
kesehatan yang pasrtisipatif.

4. Melaksanakan fase pra interaksi sebelum berinteraksi dan berkomunikasi


dengan pasien
1. Deskripsi kegiatan
Tahapan ini merupakan wujud implementasi sesungguhnya. Fase pra
interaksi adalah masa persiapan sebelum berhubungan dan berkomunikasi
dengan pasien. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari setelah dilakukan
sosialisasi selama 2 minggu, mulai tanggal 20 Agustus sampai dengan 2
September 2019 pada setiap shift kerja, yaitu shif pagi, sore dan malam.
Persiapan dilakukan mulai dari bagaimana kepala ruang yang bertugas
sebagai koordinator kegiatan melakukan pembagian ketua tim dan perawat
pelaksana pada tiga shift saat hari kerja serta menulisnya di buku kendali
jadwal dinas dan pembagian pasien. Setelah struktur kerja tersebut
terbentuk, maka ketua tim membagi pasien kelolaan untuk tiap perawat
pelaksana, kemudian dilakukan timbang terima atau operan jaga untuk
mengetahui rencana tindakan pasien pada hari itu. Pada saat shift pagi,
dilakukan pre conference untuk dibacakannya draft SOP Komunikasi
Terapeutik oleh kepala/wakil kepala ruang, meliputi pengertian, tujuan, dan
prosedur tindakan. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan kepada semua
perawat untuk mlakukan komunikasi terapeutik sesuai prosedur. Dan untuk
shift sore dan malam tidak dilakukan pre conference, melainkan ketua tim
hanya membacakan draft SOP Komunikasi Terapeutik secara singkat dan
jelas. Setelah itu perawat pelaksana mulai melihat data pasien dan rencana
tindakan pada lembar catatan perkembangan pasien sesuai instruksi dokter
atau tenaga kesehatan lain, hal ini bertujuan untuk menilai kesiapan diri
perawat dalam berinteraksi dengan pasien.

43
Gambar 4.6 Perawat melakukan fase pra interaksi dengan melihat
status pasien dan lembar catatan perkembangan pasien

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan

Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, komitmen mutu, anti korupsi, dan whole
of goverment.

a. Akuntabilitas
Melaksanakan komunikasi terapeutik sesuai tahapannya adalah
tugas dan tanggung jawab penulis sebagai perawat terampil yang
sesuai dengan Permenpan No. 25 Tahun 2014. Dalam fase pra
interaksi ini perawat melakukan cross check tindakan yang akan
dilakukan sesuai apa yang ditulis dokter atau tenaga kesehatan lain
pada lembar catatan perkembangan pasien, hal ini merupakan
tanggung jawab perawat supaya menghindari kesalahan dan
tanggung gugat.

b. Nasionalisme
Dengan mempelajari latar belakang pasien, menandakan penulis
dan perawat ruang cepaka telah mempertimbangkan pasien secara

44
holistik, sehingga perawat dapat melakukan tindakan secara adil
tanpa membeda-bedakan pasien berdasarkan latar belakangnya.

c. Komitmen mutu
Nilai komitmen mutu dalam fase pra interaksi ini dapat ditemukan
pada setiap kegiatan, mulai dari kepala ruang membagi tugas ketua
tim dan perawat pelaksana, hingga perawat pelaksana melihat
status pasien, yaitu membangun kerjasama yang dilandasi
kepercayaan dan kejujuran, sehingga dapat memberikan pelayanan
yang menyentuh hati.

d. Anti korupsi
Nilai anti korupsi disini dapat diimplementasikan pada saat perawat
mengindentifikasi status pasien, meliputi latar belakang dan
rencana tindakan keperawatan, sehingga apa yang dilakukan
perawat pada pasien ialah sesuai dengan kebutuhan pasien tanpa
adanya konflik kepentingan.

e. Whole of goverment
Nilai whole of goverment dalam fase pra interaksi ini dapat
ditemukan pada setiap kegiatan, mulai dari kepala ruang membagi
tugas ketua tim dan perawat pelaksana, hingga perawat pelaksana
melihat status pasien, yaitu membangun kerjasama yang dilandasi
komunikasi yang efektif dan efisien, sehingga terciptanya
koordinasi yang baik untuk melayani pasien.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan menerapkan fase pra interaksi ini, perawat dapat
meningkatkan kualitas pelayanan melalui identifikasi pasien sesuai latar
belakangnya, menilai kemampuan diri sendiri, serta merencanakan tindakan
keperawtan yang tepat, sehingga apa yang dilakukan pada fase selanjutnya
menjadi tepat dan bermutu yang akhirnya dapat mewujudkan misi RSUD
Mardi Waluyo, yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna,

45
berkualitas dengan mengutamakan keselamatan pasien, serta membangun
citra pelayanan kesehatan yang pasrtisipatif.

4.1.5 Melaksanakan fase orientasi pada saat melakukan tindakan atau asuhan
keperawatan pada pasien

1.1.9 Deskripsi kegiatan


Fase orientasi ini merupakan kegiatan yang dilakukan perawat pada
awal setiap pertemuan dan seterusnya. Pelaksanaan fase orientasi adalah
memberikan salam dengan sopan dan ramah kepada pasien sesuai latar
belakang pasien, kemudian memperkenalkan diri perawat, menanyakan
nama pasien, menjelaskan peran perawat dan pasien, serta menjelaskan
tindakan dan prinsip kerahasiaan kepada pasien. Tetapi tahapan kegiatan
tersebut tidak semua dilakukan, ketika ada pasien baru, maka perawat wajib
melakukan semua tahapan fase orientasi, tetapi apabila perawat dan pasien
telah saling mengenal maka tahapan menanyakan nama pasien tidak perlu
dilakukan, melainkan perawat hanya cukup memanggil nama pasien saja.
Fase ini sangat penting dilakukan karena sebagai dasar untuk menciptakan
hubungan saling percaya antara perawat dan pasien. Dalam memberikan
salam, perawat telah menyesuaikan dengan latar belakang pasien, meliputi
latar belakang agama, demografi, dan kebudayaan yang sebelumnya telah
dipelajari pada pra interaksi.

46
Gambar 4.7 Perawat melaksanakan fase orientasi pada saat
memberikan asuhan keperawatan pada pasien

2.1.9 Aktualisasi nilai-nilai dasar yang melandasi tahapan kegiatan

Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi.

a. Akuntabilitas
Melakukan fase orientasi dengan memberikan salam, memberikan
senyum dengan ramah, memperkenalkan diri, hingga menjelaskan
tujuan tindakan dan prinsip kerahasiaan merupakan tugas dan
tanggung jawab perawat, khususnya penulis sebagai perawat
terampil.

b. Nasionalisme
Dalam mengimplementasikan fase orientasi ini perawat tidak
membeda-bedakan latar belakang pasien dan mengedepankan nilai
kemanusiaan.

c. Etika publik
Pada fase orientasi ini perawat, khususnya penulis harus
memberikan pelayanan yang sopan dan santun dalam memberikan
salam, memperkenalkan diri, menanyakan nama pasien, dan
komunikatif dalam menjelaskan tujuan tindakan dan prinsip
kerahasian pada pasien.

d. Komitmen mutu
Dengan adanya standar prosedur pelaksanaan fase orientasi, maka
dapat menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada mutu,
sehingga dapat memberikan pelayanan yang menyentuh hati.

47
e. Anti korupsi
Pada saat perawat melaksanakan langkah-langkah fase orientasi
pada standar prosedur yang telah dibuat maka dapat meningkatkan
integritas perawat dalam memberikan pelayanan, sehingga perawat
tidak membeda-bedakan perlakuan dan terhindar dari konflik
kepentingan.

3.1.9 Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan menerapkan fase pra orientasi ini, perawat dapat
menunjukkan sikap empati dengan memberikan salam, menanyakan
keluhan pasien yang sekaligus dapat memvalidasi kekurangan data,
sehingga pasien merasa diperhatikan dan akan terciptanya hubungan saling
percaya antara pasien dan perawat. Sehingga ketika fase ini dilakukan
dengan baik dan sesuai prosedur, maka dapat meningkatkan kualitas
pelayanan yang akhirnya dapat mewujudkan misi RSUD Mardi Waluyo,
yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna, berkualitas dengan
mengutamakan keselamatan pasien, serta membangun citra pelayanan
kesehatan yang pasrtisipatif.

4.1.6 Melaksanakan fase kerja pada saat melakukan tindakan atau asuhan
keperawatan pada pasien

1. Deskripsi kegiatan
Fase kerja merupakan inti hubungan perawatan pasien yang erat
kaitannya dengan pelaksanaan rencana tindakan keperawatan yang akan
dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang dicapai. Ketika perawat telah
melaksanakan fase orientasi, maka perawat memberikan kesempatan pasien
untuk bertanya hal-hal terkait kesehatannya, kemudian perawat memberikan
feed back dengan menanyakan keluhan pasien dengan kalimat terbuka,

48
setelah itu perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan SOP dan
memperhatikan etika. Terdapat empat macam tindakan, diantaranya
melaksanakan terapi/tindakan keperawatan, melaksanakan pendidikan
kesehatan, melaksanakan tindakan kolaborasi, dan melaksanakan
monitoring dan observasi. Empat macam tindakan tersebut memiliki cara
komunikasi yang berbeda. 1) Apabila perawat melakukan tindakan
keperawatan, maka perawat dapat menghubungkan antara keluhan dengan
tindakan yang akan dilakukan, 2) jika perawat melakukan pedidikan
kesehatan kepada pasien atau keluarga, maka perawat dapat menggunakan
alat bantu/peraga, dan membantu pasien/keluarga mempraktikkan dengan
cara mengulangi penjelasan perawat, 3) apabila yang dilakukan perawat
adalah tindakan kolaborasi, maka perawat dapat menjelaskan tindakan
secara sederhana, 4) apabila perawat melakukan tindkan monitorin dan
evaluasi, maka dapat melakukan kontrak waktu pada fase terminasi.
Tindakan keperawatan yang bersifat invasif, berhubungan dengan cairan
pasien, lingkungan pasien selalu diawali dengan melakukan 6 langkah cuci
tangan dan diakhiri dengan merapikan alat dan mengatur posisi pasien
dengan aman dan nyaman.

Gambar 4.8 Perawat melaksanakan fase kerja pada saat


memberikan asuhan keperawatan pada pasien

49
2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan

Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi.

a. Akuntabilitas
Melakukan fase kerja dengan menanyakan keluhan dan melakukan
tindakan keperawatan sesuai dengan SOP yang berlaku merupakan
tugas dan tanggung jawab perawat, khususnya penulis sebagai
perawat terampil

b. Nasionalisme
Dalam mengimplementasikan fase kerja ini perawat tidak
membeda-bedakan perlakuan atau tindakan dan mengedepankan
nilai kemanusiaan.

c. Etika publik
Sebelum melakukan tindakan, perawat memberikan kesempatan
pasien untuk bertanya tentang kesehatannya, hal ini menunjukkan
sikap empati. Pada fase kerja ini perawat, khususnya penulis harus
bersikap sopan, santun, dan memperhatikan privasi pasien pada
saat melakukan tindakan.

d. Komitmen mutu
Dengan adanya standar prosedur pelaksanaan fase kerja, maka
dapat menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada mutu,
sehingga dapat memberikan pelayanan yang menyentuh hati.

e. Anti korupsi

50
Pada saat perawat melaksanakan langkah-langkah fase kerja pada
standar prosedur yang telah dibuat maka dapat meningkatkan
integritas perawat dalam memberikan pelayanan, sehingga perawat
tidak membeda-bedakan perlakuan dan terhindar dari konflik
kepentingan.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan menerapkan fase kerja ini, perawat dapat menunjukkan sikap
empati, dengan memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya tentang
kesehatannya. Sehingga ketika fase ini dilakukan dengan baik dan sesuai
prosedur, maka dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang akhirnya
dapat mewujudkan misi RSUD Mardi Waluyo, yaitu mewujudkan pelayanan
kesehatan yang paripurna, berkualitas dengan mengutamakan keselamatan
pasien, serta membangun citra pelayanan kesehatan yang pasrtisipatif.

4.1.7 Melaksanakan fase terminasi pada saat melakukan tindakan atau asuhan
keperawatan pada pasien

1. Deskripsi kegiatan

Fase terminasi merupakan akhir dari setiap pertemuan perawat dan


pasien. Tujuan fase ini untuk mengetahui kemajuan dari terapi dan
pencapaian tugas, melalui eksplorasi perasaan pasien. Ketika telah
melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan SOP, perawat
menginformasikan kesimpulan dari tindakan yang dilakukan, meliputi
kelancaran tindakan, kendala, dan efek samping tindakan. Untuk
menghargai dan meningkatkan rasa percaya diri pasien, perawat dapat
memberikan reinforcement atau pujian karena telah bersedia bekerjasama
atas kelancaran tindakan yang telah dilakukan. Apabila tindakan yang
dilakukan adalah monitoring dan observasi, maka perawat melakukan
kontrak tindakan selanjutnya. Setelah itu perawat mengakhiri kegiatan
dengan memberikan salam sesuai latar belakang pasien.

51
Gambar 4.9 Perawat menjelaskan kesimpulan dari tindakan yang telah
dilakukan pada fase terminasi

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan


Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi.

a. Akuntabilitas
Melakukan fase terminasi dengan menyimpulkan hasil kegiatan,
evaluasi dan proses pelaksanaan, memberikan pujian kepada
pasien, hmelakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya, dan
memberikan salam untuk mengakhiri kegiatan merupakan tugas
dan tanggung jawab perawat, khususnya penulis sebagai perawat
terampil

b. Nasionalisme

52
Dalam mengimplementasikan fase terminasi ini perawat tidak
membeda-bedakan perlakuan atau tindakan dan mengedepankan
nilai kemanusiaan.

c. Etika publik
Dengan mengevaluasi proses tindakan dan menganalisa kemajuan
terapi, dan memberikan pujian kepada pasien, merupakan wujud
profesionalisme perawat dalam bentuk sikap empati. Pada fase
terminasi ini perawat, khususnya penulis harus bersikap sopan,
santun, dan memperhatikan privasi pasien setelah melakukan
tindakan.

d. Komitmen mutu
Dengan adanya standar prosedur pelaksanaan fase terminasi, maka
dapat menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada mutu,
sehingga dapat memberikan pelayanan yang menyentuh hati.

e. Anti korupsi
Pada saat perawat melaksanakan langkah-langkah fase terminasi pada
standar prosedur yang telah dibuat maka dapat meningkatkan
integritas perawat dalam memberikan pelayanan, sehingga perawat
tidak membeda-bedakan perlakuan dan terhindar dari konflik
kepentingan.

4. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan menerapkan fase terminasi ini, perawat dapat menunjukkan
sikap empati dan profesional, dengan mengevaluasi proses, evaluasi
kemajuan terapi, yang akan menunjang perkembangan kesehatan pasien.
Sehingga ketika fase ini dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur, maka
dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang akhirnya dapat mewujudkan
misi RSUD Mardi Waluyo, yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang
paripurna, berkualitas dengan mengutamakan keselamatan pasien, serta
membangun citra pelayanan kesehatan yang pasrtisipatif.

53
4.1.8 Menunjukkan dimensi respon/perilaku non verbal kepada pasien

1. Deskripsi kegiatan
Dimensi respon merupakan perilaku non verbal yang harus
ditunjukkan perawat disetiap fase komunikasi terapeutik. Sebenarnya
tahapan kegiatan ini tidak berdiri sendiri, tetapi selalu melekat dalam setiap
fase. Perilaku non verbal minimal yang perlu ditunjukkan adalah
berhadapan, mempertahankan kontak mata, tersenyum disaat yang tepat,
mempertahankan sikap terbuka, berpenampilan rapi, dan bersikap ramah,
tamah, sopan dan santun. Tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan
pasien terhadap perawat sehingga dapat terciptanya hubungan saling
percaya antara perawat dan pasien, sehingga mempercpat kesembuhan
pasien.

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan


Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi.

a. Akuntabilitas
Menunjukkan perilaku non verbal yang baik seperti berhadapan,
mempertahankan kontak mata, terenyum disaat yang tepat,
mempertahankan sikap terbuka, berpakaian rapi dan bersikap
ramah, tamah, sopan, santun merupakan tugas dan tanggung jawab
perawat, khususnya penulis sebagai perawat terampil

b. Nasionalisme

54
Dalam menunjukkan perilaku non verbal yang baik pada setiap fase
komunikasi terapeutik perawat tidak membeda-bedakan perlakuan
atau tindakan dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

c. Etika publik
Dengan menunjukkan perilaku non verbal pada setiap fase
komunikasi terapeutik, menggambarkan perawat memiliki rasa
empati, rasa hormat.

d. Komitmen mutu
Dengan adanya standar prosedur untuk menunjukkan perilaku non
verbal, maka dapat menciptakan budaya kerja yang berorientasi
pada mutu dan profesionalisme, sehingga dapat memberikan
pelayanan yang menyentuh hati.

e. Anti korupsi
Pada saat perawat menunjukkan perilaku non verbal yang positif
pada standar prosedur yang telah dibuat maka dapat meningkatkan
integritas perawat dalam memberikan pelayanan, sehingga perawat
tidak membeda-bedakan perlakuan dan terhindar dari konflik
kepentingan.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Dengan menunjukkan perilaku non verbal yang positif ini, perawat
dapat menunjukkan sikap empati dan profesional, melalui keramah
tmahannya, sikap sopan, santun dan menghargai pasien. Sehingga ketika
prosedur ini dilakukan dengan baik, maka dapat meningkatkan kualitas
pelayanan yang akhirnya dapat mewujudkan misi RSUD Mardi Waluyo,
yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna, berkualitas dengan
mengutamakan keselamatan pasien, serta membangun citra pelayanan
kesehatan yang pasrtisipatif.

4.1.9 Mengevaluasi hasil pelaksanaan yang mengacu pada apa yang dilakukan
perawat dan tingkat kepuasan pasien

55
1.2 Deskripsi kegiatan

Evaluasi hasil dilakukan setiap shift, ada dua hal yang dievaluasi
dalam penerapan komunikasi terapeutik ini, yaitu evaluasi perawat dalam
melaksanakan langkah-langkah dalam draft SOP Komunikasi Terapeutik
dan evaluasi yang berorientasi pada kepuasan pasien terhadap penerapan
komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat di ruang cepaka RSUD
Mardi Waluyo Kota Blitar. Yang dapat melakukan kedua evaluasi ini adalah
ketua tim pada masing-masing shift jaga.

Evaluasi perawat dan kepuasan pasien dilakukan 5 hari pada tanggal


21, 26, 29 Agustus, 1, dan 2 September. Dalam satu hari evaluasi, terdapat
satu orang perawat dan pasien yang akan dievaluasi, sehingga total yang
dievaluasi sebanyak lima orang perawat dan pasien. Evaluasi ini bertujuan
untuk menjamin kualitas pelaksanaan kegiatan. Evaluasi perawat dilakukan
oleh ketua tim pada masing-masing shift kerja. Ketua tim menilai dari apa
yang telah dilakukan perawat pelaksana yang telah dibagi dalam Buku
Kendali Jadwal Dinas (lampiran 1) dan Buku Kendali Pembagian Pasien
dan Perawat (lampiran 2). Ketua tim menggunakan instrumen check list
(lampiran 4) sebagai alat bantu untuk menilai perawat yang melaksanakan
komunikasi terapeutik. dengan melakukan cross checking pada pasien
menggunakan lembar daftar pertanyaan (lampiran 5), apabila perawat
pelaksana telak melaksanakan poin-poin yang ada dalam check list, maka
ketua tim memberikan centang pada kolom “Ya” dan sebaliknya apabila
perawat belum melaksanakan kegiatan pada poin-poin yang terdapat di
check list maka ketua tim memberikan centang pada kolom “Tidak”. Setelah
ketua tim memberikan penilaian, maka ketua tim dan perawat pelaksana
menandatangani check list di tempat yang telah disediakan. Kemudian
penulis akan merekap check list, apabila poin observasi yang dicentang
adalah “Ya” maka akan diberikan nilai 1 dan ‘Tidak” akan diberikan nilai 0,
setelah itu digunakan perhitungan:

Perolehan nilai
Nilai = x 100%
Jumlah poin

56
Dikatan prosedur telah dilaksanakan dengan baik apabila memiliki
presentase nilai diatas 90%. Dari evaluasi perawat yang dilaksanakan
didapatkan hasil 80% atau sebanyak 4 perawat telah melaksanakan prosedur
dengan baik.

Evaluasi yang kedua adalah evaluasi berdasarkan kepuasan pasien


yang dilakukan tanggal 21, 26, 29 Agustus dan 1, 2 September 2019, yang
bertujuan untuk melihat kepuasan pasien dan harapan pasien terhadap
pelayanan yang diberikan perawat, khususnya dalam melaksanakan
komunikasi terapeutik. Yang bertugas melakukan evaluasi pasien disini
adalah katim. Katim memberikan pertanyaan sesuai dalam daftar pertanyaan
(lampiran 5) kemudian merekamnya menggunakan handphone dalam
bentuk voice record atau video dengan persetujuan pasien. Setelah
dilakukan evaluasi pada lima pasien, didapatkan data bahwa pasien senang
apabila perawat dapat memperhatikan pasien, seperti mengucapkan salam,
menjelaskan tindakan yang akan dilakukan, dan menanyakan keluhan, hal
tersebut dirasa akan membantu kesembuhan mereka, selain mendapat terapi
medis yang dilakukan dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

57
Gambar 4.10 Ketua tim melakukan evaluasi berdasarkan
kepuasan pasien

ehkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk 9 v0
y
3

‘\
[SW

Gambar 4.11 Perawat ruang cepaka menggunakan buku panduan


Dalam melaksanakan penerapan komunikasi terapeutik

2.2 Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahap kegiatan

Dalam tahapan ini terdapat lima nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi, dimana penulis sebagai perawat yang dievaluasi dalam pelaksanaan
penerapan komunikasi terapeutik.

a. Akuntabilitas
Melakukan setiap fase dalam SOP Komunikasi Terapeutik
merupakan tugas dan tanggung jawab penulis sebagai perawat
terampil.

b. Nasionalisme

58
Sebagai perawat pelaksana yang dievaluasi oleh ketua tim, penulis
mengedepankan nilai sila ke 3 pada pancasila yaitu sikap mau
menerima kritik dan saran.

c. Etika publik
Dengan evaluasi penerapan komunikasi terapeutik yang berioentasi
pada perawat dan kepuasan pasien, maka dapat meningkatkan nilai-
nilai pelayanan yang ramah, tamah, sopan, santun, dan memiliki
rasa empati.

d. Komitmen mutu
Dengan evaluasi penerapan komunikasi terapeutik yang berioentasi
pada perawat dan kepuasan pasien dapat menjadikan masukan bagi
pelayanan keperawatan di ruang cepaka sehingga pelayanan akan
lebih bermutu dan profesional.

e. Anti korupsi
Pada saat penulis dievaluasi, menunjukkan bahwa kedudukan
penulis dengan rekan sejawat adalah sama. Hal ini membuktikan
bahwa tidak adanya tendensi negatof yang mengarah pada praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme.

3.2 Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi

Dengan mengevaluasi perawat dalam melaksanakan penerapan


komunikais terapeutik dan kepuasan pasien yang dilakukan perawat sesuai
draft SOP Komuniaksi Terapeutik, maka evaluasi ini dapat dijadikan tolak
ukur untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang akhirnya dapat
berkontribusi terhadap misi RSUD Mardi Waluyo, yaitu mewujudkan
pelayanan kesehatan yang paripurna, berkualitas dengan mengutamakan
keselamatan pasien, serta membangun citra pelayanan kesehatan yang
pasrtisipatif.

4.1.10 Menyusun laporan kegiatan aktualisasi


1. Deskripsi kegiatan

59
Menyusun laporan kegiatan adalah tahapan terakhir dari aktualisasi
ini. Penulis mengumpulkan data dan bukti pendukung laporan, berupa draft
SOP Komunikasi Terapeutik, daftar hadir kegiatan konsultasi dan
sosialisasi, foto dokumentasi, video, voice record, dan check list. Laporan
kegiatan disusun dengan sistematika yang diberikan oleh pembimbing
kemudian dikonsultasikan dengan coach, mentor, dan kepala ruang.
Konsultasi laporan kegiatan aktualisasi dengan mentor dan kepala
dilaksanakan pada Jum’at, 5 September 2019 di ruang Kepala Bidang
Keperawatan RSUD Mardi Waluyo. Adapun hal-hal yang dikonsultasikan
adalah hasil pelaksanaan kegiatan dan SOP Komunikasi Terapeutik. Penulis
mendapatkan tanggapan positif dari mentor dan kepala ruang selaku ketua
komite keperawatan terkait penyempurnaan SOP Komunikasi yang telah
ada, sehingga kesimpulannya draft SOP tersebut disetujui untuk
dipertimbangkan apabila ada revisi dari SOP yang sudah ada pada saat ini.

Gambar 4.12 Konsultasi laporan aktualisasi dengan mentor

2. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang melandasi tahapan kegiatan


Dalam tahapan ini terdapat enam nilai dasar ASN yang melandasi,
yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti korupsi,
dan whole of goverment.
a. Akuntabilitas

60
Nilai ini diimplementasikan pada saat menyampaikan hasil
pelaksanaan kegiatan dengan transparan dengan disertai rasa
tanggung jawab.
b. Nasionalisme
Nilai ini diimplementasikan dengan cara saling menghargai
pendapat, kritik, serta saran dari mentor dan kepala ruang cepaka
pada saat penyampaian hasil pelaksanaan aktualisasi.

c. Etika publik
Nilai ini diimplementasikan dengan menghormati, berlaku sopan
santun, mampu meyampaikan informasi secara jelas, dan mampu
bersikap komunikatif saat berdiskusi dengan mentor dan kepala
ruang cepaka.
d. Komitmen mutu
Hasil dari penyampaian hasil pelaksanaan aktulisasi ini berupa
draft SOP Komunikasi terapeutik yang telah dilaksanakan perawat
ruang cepaka sehari-hari sebagai wujud dari komitmen penulis
untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dengan cara
melakukan pengembangan berkelanjutan melalui pengembangan
kreatif.
e. Anti korupsi
Nilai ini diimplementasikan dengan mengedepankan nilai jujur dan
berani menyampaikan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi tanpa
adanya konflik kepentingan pribadi.
f. Whole of goverment
Nilai ini diimplementasikan dengan melakukan koordinasi baik
secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan
bahasa yang mudah dimengerti, efektif, dan efisien pada saat
konsultasi.

3. Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi


Penyusunan laporan kegiatan aktualisasi ini bertujuan untuk
menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan, termasuk kendala dan
keunggulan dari out put real yang telah disusun oleh penulis sebagai suatu
cara untuk menemukan solusi dari isu/permasalahan yang diangkat. Apabila
cara tersebut, yaitu draft SOP Komunikasi Terapeutik dapat diterima dan

61
dijadikan bahan pertimbanagn untuk merevisi SOP yang telah ada, maka
dapat dijadikan kontribusi untuk mewujudkan pelayanan yang
mengedepankan sikap ramah, tamah dan peduli terhadap pasien sehingga
dapat mewujudkan RSUD Mardi Waluyo menjadi rumah sakit pilihan utama
yang terpecaya melayani semua masyarakat pada tahun 2021.

4.2 Hasil capaian pelaksanaan evaluasi

Dalam subbab ini akan dijabarkan mengenai hasil-hasil capaian di tiap


kegiatan pelaksanaan aktualisasi. Hasil capaian akan dijabarkan dalam bentuk
tabel berikut ini.

Tabel 4.1 Hasil capaian pelaksanaan aktualisasi


No. Kegiatan Hasil Capaian
1. Melakukan koordinasi dan konsultasi 1. Penulis mendapat masukan
dengan coach, mentor dan kepala terkait isu-isu yang perlu
ruang cepaka RSUD Mardi Waluyo dijadikan topik aktualisasi dari
Kota Blitar Kepala Ruang Cepaka.
2. Penulis mendapat masukan dan
saran perbaikan dari mentor.
3. Penulis mendapat persetujuan
atas isu yang diangkat dalam
laporan pelaksanaan aktualisasi
4. Penulis mendapatkan masukan
dan saran dari coach mengenai
sistematika penulisan laporan
pelaksanaan aktualisasi.
5. Terpilihnya tiga isu strategis
yang akan dianalisa dengan
menggunakan teknik USG.
6. Penulis mendapat masukan
saran mengenai gagasan
pemecahan isu berupa tahapan
kegiatan aktualisasi
2. Menyusun output real berupa draft 1. Penulis mendapat masukan dan
SOP Komunikasi Terapeutik bagi saran mengenai sistematika
perawat. prosedur komunikasi terapeutik
dari mentor dan kepala ruang.
2. Adanya prosedur tertulis yang
dapat dijadikan acuan perawat
dalam melakukan komunikasi
terapeutik sehari-hari.
3. Melakukan sosialisasi penerapan 1. Tersusunnya buku panduan
komunikasi terapeutik pada perawat praktis penerapan komunikasi

62
ruang cepaka terapeutik
2. Perawat ruang cepaka
mendapatkan informasi dasar
komunikasi terapeutik yang
dapat dijadikan pengayaan ilmu
untuk berkomunikasi terapeutik
yang benar pada pasien.

3. Terciptanya komitmen perawat


ruang cepaka dalam
melaksanakan komunikasi
terapeutik.
4. Meningkatnya keterampilan
perawat ruang cepaka dalam
berkomunikasi terapeutik
dengan cara role play saat
sosialisasi ini dilaksanakan.
4. Melaksanakan fase pra interaksi 1. Dengan adanya SOP, perawat
sebelum berinteraksi dan lebih mudah dalam
berkomunikasi dengan pasien melaksanakan fase pra interaksi.
2. Perawat menjadi tahu latar
belakang pasien sehingga dapat
mempersiapkan diri sebelum
berhadapan dengan pasien.
3. Perawat menjadi tahu rencana
tindakan yang akan
dilaksanakan sesuai dengan
program terapi yang ada di
status pasien.
5. Melaksanakan fase orientasi pada saat 1. Terciptanya hubungan saling
melakukan tindakan atau asuhan percaya antara pasien dan
keperawatan pada pasien perawat.
2. Pasien menjadi tahu tujuan
tindakan yang akan dilakukan
perawat.
3. Terciptanya rasa aman dan
nyaman perawat dan pasien.
6. Melaksanakan fase kerja pada saat 1. Perawat mendapatkan informasi
melakukan tindakan atau asuhan terkait keluhan pasien.
keperawatan pada pasien 2. Perawat mendapatkan evaluasi
dari tindakan yang telah
dilakukan.
3. Kelancaran perawat dalam
melaksanakan tindakan.
7. Melakukan fase terminasi pada saat 1. Meningkatnya harga diri dan
melakukan tindakan atau asuhan kepuasan pasien dari tindakan
keperawatan pada pasien perawat yang dilakukan.
2. Meningkatnya kepuasan profesi

63
perawat karena prosedur telah
dilakukan dengan baik.

8. Menunjukkan dimensi respon atau 1. Pasien merasa nyaman dan puas


perilaku non verbal karena perawat bersikap ramah,
sopan dan berpenampilan rapi.
9. Mengevaluasi hasil pelaksanaan yang 1. Kualitas perawat ruang cepaka
mengacu pada apa yang dilakukan dalam berkomunikasi terapeutik
perawat sesuai draft SOP sudah baik,
namun perlu ditingkatkan
konsistensinya.
2. Pasien menjadi puas dan merasa
seperti keluarga saat dirawat
dengan menggunakan prinsip
komunikasi terapeutik.
3. Draft SOP dirasa telah sesuai
dengan kondisi dan situasi
ruangan, sehingga mudah
diaplikasikan.
10. Menyusun laporan aktualisasi 1. Penulis mendapat saran dan
masukan terkait isi pada bab 4
dan 5 pada laporan ini.
2. Tersusunnya laporan
pelaksanaan aktualisasi ini.

4.3 Analisa dampak

Pada subbab ini akan dibahas mengenai analisis dampak apabila tidak
terlaksananya kegiatan aktualisasi. Laporan pelaksanaan aktualisasi ini
mengangkat isu mengenai belum optimalnya perawat dalam melaksanakan
komunikasi terapeutik dalam memberikan asuhan keperawat di Ruang Cepaka
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, tempat penulis bekerja. Permasalahan tersebut
memiliki dampak yang serius, salah satunya tidak terjalinnya hubungan saling
percaya antara perawat dan pasien sehingga tidak tercapainya tujuan perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga akan menghambat waktu
kesembuhan pasien. Maka dari itu, penulis membuat draft SOP Komunikasi
Terapeutik untuk membantu perawat ruang cepaka untuk membiasan diri

64
berkomunikasi terapeutik pada saat melakukan tindakan atau asuhan keperawatan
pada pasien.
Penerapan komunikasi terapeutik yang akan dijalankan penulis dimulai dari
fase pra interaksi pada saat operan jaga hingga fase terminasi saat mengakhiri
tindakan, dimana pada setiap fasenya, perawat harus menunjukkan dimensi respon
atau komunikasi non verbal. Untuk melaksanakan kegiatan ini dan supaya
kegiatan ini dapat memberikan hasil yang maksimal, penulis menyusun langkah-
langkah kegiatan pelaksanaan. Langkah-langkah kegiatan tersebut disusun agar
proses pemecahan isu berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Penulis
berpendapat, apabila pemecahan isu ini tidak menggunakan langkah-langkah
kegiatan tersebut, akan muncul beberapa dampak yang bisa merugikan. Maka dari
itu, di sini, penulis akan menganilisis dampak-dampak yang kemungkinan terjadi
apabila setiap tahapan tidak terlaksana. Analisis mengenai dampak akan
dijabarkan dalam tabel berikut.

Tabel 4.2 Analisa dampak


No. Kegiatan Tahapan Dampak
1. Melakukan 1. Menghubungi Mentor dan kepala ruang
koordinasi dan mentor dan kepala merupakan orang yang
konsultasi dengan ruang. paling paham mengenai
mentor dan kepala 2. Memaparkan kondisi dan situasi tempat
ruang cepaka permasalahan yang kerja, permasalahan-
terkait isu dan akan dibahas. permasalahan yang ada di
gagasan yang akan 3. Meminta saran, ruangan. Apalagi mengingat
diangkat dalam masukan dan penulis merupakan perawat
laporan persetujuan dari baru di sekolah tempat
aktualisasi. mentor dan kepala penulis bekerja. Maka dari
ruang untuk itu, berkoordinasi dan
isu/permasalahan berkonsultasi dengan mentor
yang akan dibahas dan kepala ruang merupakan
dan gagasan kegiatan yang tidak boleh
pemecahan masalah. dilewatkan. Apabila penulis
mengabaikan kegiatan ini,
kegiatan aktualisasi yang
penulis buat tidak akan
bermanfaat untuk tempat
kerja.
2. Menyusun output 1. Mengumpulkan Materi yang dirujuk pada
real berupa draft materi tahap-tahap literatur buku merupakan
SOP Komunikasi komunikasi dasar ilmiah yang dapat
Terapeutik bagi terapeutik dijadikan dasar dalam

65
perawat. 2. Menyusun SOP menyusun SOP yang baik
Komunikasi dan benar. Mentor selaku
Terapeutik kepala bidang keperawatan
3. Membuat daftar dan kepala ruang selaku
hadir ketua komite keperawatan
adalah orang-orang yang
berpengalaman dan ahli
4. Melakukan dalam pengembangan mutu
konsultasi dengan keperawatan dan biasa dalam
mentor dan kepala membuat SOP. Ketika SOP
ruang telah tersusun berdasarkan
teori yang ada, kemudian
dikonsultasikan kepada
mentor dan kepala ruang,
maka akan tercipta SOP
yang benar dan sesuai
dengan kondisi di tempat
kerja. Apabila penulis tidak
menyusun SOP ini maka
tidak akan ada prosedur
tertulis yang dpaat dijadikan
pedoman bagi perawat untuk
melaksanakan komunikasi
terapeutik di ruang cepaka.
3. Melakukan 1. Berkoordinasi Berkoordinasi dengan kepala
sosialisasi dengan kepala dan wakil kepala ruang disini
penerapan ruang dan wakil bertujuan untuk menentukan
komunikasi kepala ruang teknis sosialisasi yang akan
terapeuti pada 2. Membuat daftar disampaikan penulis kepada
perawat ruang hadir perawat. rekan sejawat di ruang
cepaka 3. Membuat informasi cepaka. Dalam membuat
tertulis via sosial materi, penulis berinisiatif
media (WA). untuk membuat buku saku,
4. Membuat materi supaya mempermudah
sosialisasi berupa perawat dalam menerapkan
buku teknis komunikasi terapeutik sesuai
penerapan dengan prosedur dan
komunikasi langkah-langkah yang
terapeutik. diinginkan perawat. Apabila
5. Mengumpulkan penulis tidak melakukan
perawat ruang sosialisasi tentang teknis
cepaka penerapan komunikasi
6. Memberikan terapeutik, maka
sosialisasi pengetahuan perawat
menjadi tidak optimah,
sehingga akan berpengaruh
pada komitmen dan
ketrampilan dala

66
melaksanakan prosedur. Hal
ini akan berdampak pada
pelaksanaan kegiatan
aktualisasi ini.

4. Melaksanakan fase 1. Melihat data pasien Fase pra interaksi ini sangat
pra interaksi dan memastikan penting dalam menentukan
sebelum program langkah atau strategi
berinteraksi dan terapi/tindakan dari komunikasi selanjutnya.
berkomunikasi status pasien Selain itu pada fase ini
dengan pasien 2. Memberikan lembar terdapat langkah untuk
persetujuan tindakan menyocokkan terapi atau
jika diperlukan. tindakan sesuai program
pada status pasien. Apabila
tahapan ini tidak dilakukan
3. Menilai kesiapan maka, akan terjadi kesalahan
diri perawat dalam dalam berkomunikasi dengan
berinteraksi dengan pasien, karena perawat tidak
pasien. tepat dalam mengidentifikasi
pasien berdasarkan latar
belakangnya dan terjadinya
tindakan yang salah yang
berdampak serius pada
tanggung gugat pasien
kepada perawat.
5. Melaksanakan fase 1. Mempersiapkan alat Apabila fase orientasi ini
orientasi pada saat sesuai tindakan yang tidak dilakukan, maka tidak
melakukan akan dilakukan. terciptanya hubungan saling
tindakan atau 2. Memberikan salam percaya antara perawat dan
asuhan kepada pasien sesuai pasien, pasien tidak tahu
keperawatan pada latar belakangnya. tujuan tindakan keperawatan
pasien. 3. Memperkenalkan yang dilakukan perawat,
diri pada pasien, serta pasien menjadi tidak
termasuk nama, merasa aman dan nyaman.
jabatan, dan peran. Sehingga akan berdampak
4. Menanyakan nama pada kondisi psikis yang
panggilan kesukaan berpengaruh pada proses
pasien dan jelaskan kesembuhannya.
tanggung jawab atau
tugas pasien
5. Menjelaskan
tindakan yang akan
dilakukan, termasuk
prosedur, alasan
dilakukan tindakan,
dan waktu yang
diperlukan untuk

67
melakukan tindakan.
6. Melakukan prosedur
6 langkah cuci
tangan.

7. Mengatur posisi
pasien dengan aman
dan nyaman atau
sesuai dengan
kebutuhan tindakan.

8. Menjelaskan bahwa
tindakan yang akan
dilakukan dijamin
kerahasiaannya.
Tutup pintu,
gunakan tirai
privasi, atau tutupi
bagian tubuh klien
sesuai kebutuhan.

6. Melaksanakan fase 1. Meningkatkan Fase kerja yang baik akan


kerja pada saat keterlibatan dan membantu kelancaran
melakukan kenyamanan pasien perawat dalam melaksanakan
tindakan atau dengan memberikan kegiatan. Apabila fase kerja
asuhan kesempatan pasien ini tidak dilaksanakan sesuai
keperawatan untuk bertanya prosedur, maka perawat
2. Melakukan kegiatan tidak dapat mengevaluasi
sesuai dengan SOP keluhan pasien berdasarkan
tindakan yang akan tindakan dan keluhan pasien
dilakukan serta dapat menghambat
3. Mengkaji toleransi perawat dalam melaksanakan
klien selama tindakan keperawatan.
prosedur dengan
menanyakan keluhan
dan perasaan selama
dilakukan tindakan
7. Melaksanakan fase 1. Memberikan Fase terminasi dilakukan
terminasi pada penjelasan dari pada saat akhir kegiatan
saat melakukan tindakan yang telah komunikasi. Fase ini juga
tindakan atau dilakukan. sangat penting dilaksanakan,
asuhan 2. Mengucapkan karena perawat dapat
keperawatan terima kasih atas menghilangkan kecemasan
kerja sama yang pasien dengan cara
baik menceritakan evaluasi
3. Memberikan kelancaran, kendala dari
reinforcement positif tindakan yang telah
(pujian) kepada dilakukan. Memberikan

68
pasien. pujian dan terima kasih akan
4. Merencanakan meningkatkan penghargaan
tindak lanjut dengan perawat terhadap pasien.
pasien termasuk Apabila fase ini tidak
jenis tindakan dan dilakukan maka pasien tidak
waktu pelaksanaan. tahu hasil yang dilakukan
5. Mengakhiri kegiatan perawat terhadap dirinya,
dengan salam sesuai sehingga berdampak pada
latar belakang rasa cemas karena
pasien. keluhannya.
6. Mendokumentasikan
tindakan yang telah
dilakukan pada
lembar catatan
keperawatan.
8 Menunjukkan 1. Berpakaian rapi Dimensi respon ini
dimensi respon 2. Berhadapan dengan ditunjukkan pada setiap fase
atau komunikasi pasien. komunikasi terapeutik.
non verbal kepada 3. Mempertahankan Apabila dimensi respon ini
pasien kontak mata. tidak dilaksanakan, maka
4. Tersenyum pada pasien menjadi tidak respect
saat yang tepat kepada perawat, rasa percaya
5. Mempertahankan kepada perawat juga akan
sikap terbuka (tidak berkurang. Karea standar
bersedekap, kompetensi minimal yang
memasukkan harus dimiliki seorang
tangan ke kantung pelayan publik adalah
atau melipat kaki) standar performance.
9 Mengevaluasi 1. Mengevaluasi Evaluasi yang dilakukan ini
hasil pelaksanaan langkah-langkah berorientasi pada tindakan
yang mengacu komunikasi perawat yang diukur dengan
pada apa yang terapeutik yang menggunakan check list dan
dilakukan perawat dilakukan perawat kepuasan pasien yang diukur
dan kepuasan dengan dengan wawancara
pasien menggunakan menggunakan pertanyaan
check list. terbuka. Apabila evaluasi ini
2. Mengevaluasi tidak dilaksanakan, maka
kepuasan pasien akan SOP yang telah dibuat
setelah dilakuan dan penerapan yang telah
tindakan dilaksanakan tidak menjadi
keperawatan tepat guna dan tepat sasaran.
dengan
menggunakan
pertanyaan terbuka.

69
10 Menyusun laporan 1. Mengumpulkan Apabila laporan kegiatan
kegiatan data dan bukti tidak tersusun, maka menjadi
aktualisasi pendukung laporan tidak ada bukti dalam
2. Melakukan pelaksanaannya. Sehingga
konsultasi dengan apa yang dilakukan penulis
mentor mengenai hanya sebatas bercerita.
hasil aktualisasi Laporan ini juga berfungsi
3. Menyusun laporan sebagai langkah awal dalam
secara sistematis pengajuan draft SOP yang
4. Mencetak laporan telah dibuat penulis.
kegiatan

70
BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Pelaksanaan aktualisasi pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan


pemecahan isu atau permasalahan yag terajadi di tempat penulis bekerja, yaitu
Ruang Cepaka RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Isu yang diangkat dalam
pelaksanaan aktualisasi ini adalah belum optimalnya perawat dalam melakukan
komunikasi terapeutik pada saat memberikan asuhan keperawatan pada pasien.
Isu ini kemudian dipecahkan dengan membuat draft SOP Komunikasi Terapeutik
dan menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari di ruangan. Penerapan yang
dimaksud disini adalah melakukan fase pra interaksi sampai dengan fase terminasi
sesuai dengan draft SOP yang telah dibuat berdasarkan situasi dan kondisi di
tempat kerja. Pelaksanaan penerapan komunikasi terapeutik sebagai bentuk
aktualisasi ini diwujudkan ke dalam sepuluh kegiatan, di antaranya (1)
berkonsultasi dengan mentor dan kepala ruang cepaka, (2) menyusun draft SOP
Komunikasi Terapeutik, (3) melakukan sosialisasi pada perawat ruang cepaka, (4)
melaksanakan fase pra interaski sebelum berinteraksi dan berkomunikasi dengan
pasien, (5) melaksanakan fase orientasi, (6) melaksanakan fase kerja, (7)
melaksanakan fase terminasi, (8) menunjukkan dimensi respon pada setiap fase
yang dilakukan, (9) melakukan evaluasi yang berorientasi pada tindakan perawat
dan kepuasan pasien, dan (10) menyusun laporan akualisasi.
Kesepuluh kegiatan tersebut dijabarkan lagi ke dalam beberapa tahapan
kegiatan. Kegiatan tersebut sudah berdasarkan pada nilai-nilai dasar ASN yang
sering disingkat sebagai ANEKA. Selama pelaksanaan kegiatan GLS ini, dapat
disimpulkan sementara bahwa tujuan dari kegiatan ini telah tercapai. Perawat
telah mulai terbiasa untuk melakukan komunikasi terapeutik. Hasil ini merupakan
hasil sementara karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan.

71
Artinya, untuk menciptakan sebuah pembiasaan, waktu dua minggu untuk
pelaksanaan tidak mungkin cukup. Capaian ini dibuktikan dengan adanya draft
SOP yang telah disusun, buku panduan praktis penerapan komunikasi terapeutik,
buku kendali jadwal dinas dan pembagian pasien, check list tindakan perawat, dan
video dokumentasi. Setelah melaksanakan seluruh kegiatan, penyusunan draft
SOP efektif untuk dijadikan sebuah pedoman perawat dalam melaksanakan
komuniaksi terapeutik pada pasien.
Kesepuluh kegiatan ini merupakan satu kesatuan dalam pelaksanaan
kegiatan sebagai gagasan pemecahan isu. Setiap kegiatan memang harus
dilaksanakan agar tujuan dari kgiatan ini tercapai. Apabila ada kegiatan yang tidak
dilaksanakan, akan muncul dampak yang dapat menghambat pencapaian tujuan.
Analisis dampak teah dilakukan pada bab sebelumnya. Analisis dampak ini
menunjukkan bahwa setiap kegiatan memiliki peran penting dalam pelaksanaan
aktualisasi.

5.2 Saran
Pelaksanaan aktualisasi merupakan sebuah kegiatan yang terencana. Perlu
adanya penyususunan rencana yang matang sebelum melaksanakan kegiatan
aktualisasi. Penyusunan rencana tersebut akan berjalan lebih optimal dengan
adanya koordinasi dan diskusi dengan pihak-pihak terkait. Saran setelah
dilakukannya kegiatan aktualisasi ini adalah
1. Bagi peserta Latsar CPNS Tahun 2019
Agar menerapkan nilai-nilai dasar aparatur sipil negara secara
berkesinambungan dalam rangka melaksanakan tugas dan memberi pelayanan
kepada masyarakat.
2. Bagi instansi
Demi terwujudnya visi dan misi menjadikan Rumah Sakit Mardi Waluyo
sebagai rumah sakit pilihan utama yang terpercaya melayani masyarakat pada
tahun 2021, komunikasi terapeutik ini perlu diterapkan di seluruh instalasi karena
komunikasi yang baik merupakan wujud dari pelayanan yang diharapkan oleh
masyarakat, maka dari itu pihak-pihak terkait perlu mempertimbangkan dan

72
membuat SOP Komunikasi Terapeutik, agar dapat dijadikan pedoman bagi tenaga
kesehatan, khususnya perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan.

DAFTAR RUJUKAN

Damaiyanti, M. 2010. Komunikasi Terapeutik Dalam Praktik Keperawatan.


Bandung: Refika Aditama.

Sarfika, R. 2018. Buku Ajar Keperawatan Dasar 2 Komunikasi Terapeutik Dalam


Keperawatan. Padang: Andalas University Press.

Shulthonah. 2003. Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap Tingkat


Kecemasan Klien Pra Bedah Elektif di BPK RSD Mardi Waluyo Blitar.
Skripsi tidak diterbitkan. Kediri: Akper Karya Husada.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil


Negara.

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2014


tentang Jabatan Fungsional Perawat dan Angka Kreditnya.

73
Lampiran 1

DRAFT KOMUNIKASI TERAPEUTIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan,


Direktur

dr. Ramiadji, Sp.B


Pembina Utama Muda
NIP. 19620530 198802 1 001
Komunikasi yang direncanakan dan dilakukan untuk
Pengertian membantu penyembuhan/pemulihan pasien. (Damaiyanti,
2018)
1. Mempermudah terjalinnya hubungan saling percaya antara
pasien dengan perawat atau tenaga kesehatan lainnya.
2. Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi
beban perasaan dan pikiran, serta dapat mengambil
tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila pasien
Tujuan percaya pada hal yang diperlukan.
3. Mengurangi keraguan pasien, sehingga membantu dalam
hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan
kekuatan egonya.
4. Memberikan kepuasan profesional dalam pelayanan
keperawatan dan akan meningkatkan profesi.
Kebijakan
Prosedur a. Sebelum tindakan (Fase Pra Interaksi dan Orientasi)
1. Lihat data pasien dan pastikan program terapi/tindakan
dari status pasien.
2. Berikan lembar persetujuan tindakan jika diperlukan.
3. Nilai kesiapan diri perawat dalam berinteraksi dengan
pasien.
4. Siapkan alat sesuai tindakan keperawatan yg akan

74
dilakukan.
5. Berikan salam kepada pasien sesuai latar belakangnya.
6. Perkenalkan diri pada pasien, termasuk nama, jabatan
atau peran.
7. Tanyakan nama panggilan kesukaan pasien dan jelaskan
tanggung jawab atau tugas pasien.
8. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan, termasuk
prosedur, alasan dilakukan tindakan, dan waktu yang
diperlukan untuk melakukan tindakan.
9. Lakukan prosedur cuci tangan 6 langkah
10. Atur posisi pasien dengan aman dan nyaman atau
sesuai dengan kebutuhan tindakan.
11. Jelaskan bahwa tindakan yang akan dilakukan dijamin
kerahasiaannya. Tutup pintu, gunakan tirai privasi, atau
tutupi bagian tubuh klien sesuai kebutuhan.

b. Saat Tindakan (Fase kerja)


12. Tingkatkan keterlibatan dan kenyamanan pasien dengan
memberikan kesempatan pasien untuk bertanya
13. Lakukan kegiatan sesuai dengan SOP tindakan yang
akan dilakukan.
14. Kaji toleransi klien selama prosedur dengan
menanyakan keluhan dan perasaan selama dilakukan
tindakan.

c. Akhir tindakan (Fase Terminasi)


15. Berikan penjelasan dari tindakan yang telah dilakukan.
16. Ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik
17. Berikan reinforcement positif (pujian) pada pasien.
18. Atur posisi pasien dengan aman dan nyaman.
19. Buang material kotor dalam wadah yang tepat.
20. Lepaskan sarung tangan dan lakukan prosedur 6
langkah cuci tangan.
21. Rencanakan tindak lanjut dengan pasien dengan
melakukan kontrak tindakan yang akan dilakukan
termasuk jenis tindakan dan waktu pelaksanaan.
22. Akhiri tindakan dengan salam.

d. Dokumentasi
23. Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan

Lakukan setiap prosedur dengan memperhatikan dimensi


respon/komunikasi non verbal, berupa:
 Berpakaian rapi
 Berhadapan
 Mempertahankan kontak mata
 Tersenyum pada saat yang tepat
 Mempertahankan sikap terbuka

75
Lampiran 2

CHECK LIST
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Kompetensi : Melakukan Komunikasi Terapeutik


Pengertian : Suatu teknik komunikasi pada pasien yang bertujuan untuk prose
kesembuhan pasien.
Persiapan alat :
1. Lembar dokumentasi (Catatan Keperawatan) dan bolpoin
2. Disesuaikan dengan kebutuhan pasien
Prosedur :

Dilakukan
No Aspek yang dinilai
Ya Tidak
Pra Interaksi
Melihat data pasien dan program terapi/tindakan di
1
status pasien.
Memberikan lembar persetujuan tindakan jika
2
dibutuhkan
Menilai kesiapan diri perawat dalam berinteraksi
3
dengan pasien
Fase Orientasi
Memberikan salam kepada pasien sesuai latar
4
belakangnya
5 Memperkenalkan diri pada pasien
6 Menjelaskan jabatan dan peran perawat
7 Menanyakan nama panggilan kesukaan pasien
8 Menjelaskan tanggung jawab atau tugas pasien.
9 Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan
10 Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan
Menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
11
tindakan
12 Menjelaskan kerahasiaan atau privasi pasien
Fase Kerja
13 Memberikan kesempatan pasien untuk bertanya
14 Menanyakan keluhan utama
Terminasi
15 Memberikan penjelasan dari tindakan yang telah

76
dilakukan
16 Mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik
Memberikan reinforcement positif (pujian) pada
17
pasien
Merencanakan tindak lanjut dengan pasien dengan
18 melakukan kontrak tindakan yang akan dilakukan
termasuk jenis tindakan dan waktu pelaksanaan.
19 Memberikan salam
Dokumentasi
20 Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan
Dimensi respon
21 Berhadapan
22 Mempertahankan kontak mata
23 Tersenyum pada saat yang tepat
24 Mempertahankan sikap terbuka
25 Berpenampilan rapi
TOTAL
PRESENTASE

Keterangan:
*) Hanya dilakukan pada awal pertemuan
Ya =1
Tidak = 0
Nilai: (Nilai total/28) x 100%
Dikatan prosedur telah dilaksanakan dengan baik apabila nilai lebih dari 90%

Blitar, .............................. 2019

Pelaksana Ketua Tim

.............................................. .............................................

77
78
Lampiran 3

BUKU KENDALI

JADWAL DINAS RUANG CEPAKA

RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

Tim A Tim B
No Hari Tanggal TTD Karu
Pagi Sore Malam Pagi Sore Malam
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Andi Metti Siti Halimah Wiwiet M. Andi Metti Siti Halimah Wiwiet M.
1 Selasa 20-08-2019 PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Dina F. 1. Devi A. 1. Lidya W. 1. Fatkhul H 1. Awalin 1. Galang R.
2. Fransnedo
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
F.E Eva S. Siti Halimah Andi Metti F.E Eva S. Siti Halimah Andi Metti
2 Rabu 21-08-2019 PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Emy Nur 1. Dina F. 1. Awalin 1. Aprilia T. 1. Fatkhul H 1. Galang R.
2. Dwi P.

Tim A Tim B
No Hari Tanggal TTD Karu
Pagi Sore Malam Pagi Sore Malam
3 Kamis 22-08-2019 Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:

79
Rosta P. F.E Eva S. Andi Metti Rosta P. F.E Eva S. Andi Metti
PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Emy Nur 1. Dina F. 1. Devi A. 1. Aprilia T. 1. Fatkhul H 1. Awalin
2. Dwi P. 2. Fransnedo
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Wiwiet M. F.E Eva S. Devi A. Wiwiet M. F.E Eva S. Devi A.
4 Jum’at 23-08-2019 PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Siti H. 1. Emy Nur 1. Aprilia T. 1. Rosta P. 1. Dina F. 1. Fransnedo
2. Dwi P.
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Wiwiet M. Rosta P. F.E Eva S. Wiwiet M. Rosta P. F.E Eva S.
5 Sabtu 24-08-2019
PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Lidya W 1. Emy Nur 1. Fransnedo 1. Galang R 1. Dwi P. 1. Aprilia T.

Tim A Tim B
No Hari Tanggal TTD Karu
Pagi Sore Malam Pagi Sore Malam
6 Minggu 25-08-2019 Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Andi Metti Wiwiet M. F.E Eva S. Andi Metti Wiwiet M. F.E Eva S.
PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1.Awalin 1. Rosta P. 1. Dina F. 1. Galang R 1. Lidya 1. Fatkhul H.

80
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Devi A. Wiwiet M. Siti Halimah. Devi A. Wiwiet M. Siti Halimah
7 Senin 26-08-2019 PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1.Emy Nur 1. Lidya W. 1. Dina F. 1. Awalin I. 1. Galang R 1. Fatkhul H
2.Dwi P.
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Devi A. Andi Metti Siti Halimah Devi A. Andi Metti Siti Halimah
8 Selasa 27-08-2019
PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1.Emy Nur 1. Awalin 1. Rosta P. 1. Fransnedo 1. Galang R 1. Dwi P.

Tim A Tim B
No Hari Tanggal TTD Karu
Pagi Sore Malam Pagi Sore Malam
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Wiwiet M. Andi Metti Rosta P. Wiwiet M. Andi Metti Rosta P.
9 Rabu 28-08-2019
PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Emy Nur 1. Devi A. 1. Lidya W. 1. Fransnedo 1. Awalin I 1. Dwi P.
10 Kamis 29-08-2019 Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
F.E Eva S. Devi A. Wiwiet M F.E Eva S. Devi A. Wiwiet M.
PP: PP: PP: PP: PP: PP:

81
1. Dina F. 1. Galang R. 1. Lidya W. 1. Fatkhul H. 1. Fransnedo 1. Emy Nur
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Andi Metti F.E Eva S. Siti Halimah Andi Metti F.E Eva S. Siti Halimah
11 Jum’at 30-08-2019
PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Dina F. 1. Aprilia T. 2. Rosta P. 1. Fatkhul H 1. Fransnedo 2. Dwi P.

Tim A Tim B
No Hari Tanggal TTD Karu
Pagi Sore Malam Pagi Sore Malam
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Devi A. F.E Eva S. Andi Metti Devi A. F.E Eva S. Andi Metti
12 Sabtu 31-08-2019 PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Rosta P. 1. Dina F. 1. Awalin 1. Dwi P. 1. Fatkhul 1. Galang R
H.
13 Minggu 01-09-2019 Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Rosta P. Siti H. Andi Metti Rosta P. Siti H. Andi Metti
PP: PP: PP: PP: PP: PP:

82
1. Lidya W. 1. Fransnedo 1. Aprilia T. 1. Dwi P. 1. Fatkhul H 1. Awalin
Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua: Ketua:
Wiwiet M. Siti H. Devi A. Wiwiet M. Siti H. Devi A.
14 Senin 02-09-2019 PP: PP: PP: PP: PP: PP:
1. Lidya W 1. Rosta P. 1. Aprilia T. 1. Emy Nur 1. Dwi P. 1. Fransnedo
2. Dina F.
Lampiran 4

BUKU KENDALI
PEMBAGIAN PASIEN DAN PERAWAT PELAKSANA DI RUANG CEPAKA
RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR
Tim A
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
1B. Ny. Djam 1B. Ny. Djam 1B. Ny. Djam
2A. Tn. Dese 2B. Tn. Lili 2B. Tn. Lili
3A. Tn. Musl 3A. Tn. Musl 3A. Tn. Musl
1 Rabu 21-08-2019 3B. Tn. Lili 4B. Ny. Srih 4B. Ny. Srih
PP 2 5B. An. Zafr 5B. An. Zafr
4B. Ny. Srih 6A. Tn. Ndar 6A. Tn. Ndar
5B. An. Zafr
6A. Tn. Ndar

83
Tim B
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
7A. An. Hadz 7A. An. Hadz 7A. An. Hadz
8A. Ny. Siti 8A. Ny. Siti 8A. Ny. Siti
9B. An. Rafa 8B. Ny. Wina 8B. Ny. Wina
1 Rabu 21-08-2019
10B. Ny. Suha 10B. Ny. Suha 10B. Ny. Suha
12A. Ny. Sria 11B. Ny. Sumi 11B. Ny. Sumi
12B. Ny. Suya 12A. Ny. Sria 12A. Ny. Sria
12B. Ny. Suya 12B. Ny. Suya

84
Tim A
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
2B. Tn. Basi 2B. Tn. Basi 2B. Tn. Basi
3A. Ny. Suka 3A. Ny. Suka 3A. Ny. Suka
1 Senin 26-08-2019 PP 2 3B. Ny. Murt 3B. Ny. Murt
3B. Ny. Murt 4B. Tn. Wari 4B. Tn. Wari
4B. Tn. Wari

Tim B
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
10B. Tn. Mash 10B. Tn. Mash 11B. Ny. Hart
11B. Sumi 11A. Ny. Hart 12A. Ny. Lasm
1 Senin 26-08-2019
12A. Ny. Sria 11B. Sumi 12B. Ny. Suti
12B. Ny. Suti 12A. Ny. Sria
12B. Ny. Suti

85
Tim A
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
2A. Tn. Hand 2A. Tn. Hand 2A. Tn. Hand
3B. Ny. Umia 3B. Ny. Umia 3B. Ny. Umia
1 Kamis 29-08-2019
4B. Tn. Abdu 4A. Tn. Suwa 4A. Tn. Suwa
5B. Ny. Dari 4B. Tn. Abdu 5B. Ny. Dari
5B. Ny. Dari

Tim B
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
11A. Ny. Joen 11A. Ny. Joen 11A. Ny. Joen
1 Kamis 29-08-2019
11B. Ny. Musl 11B. Ny. Musl 11B. Ny. Musl
12A. Ny. Lasm 12A. Ny. Lasm 12A. Ny. Lasm

86
Tim A
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
2A. Tn. Hand 2A. Tn. Hand 2A. Tn. Hand
1 Minggu 01-09-2019
3B. Ny. Umia 3B. Ny. Umia 3B. Ny. Umia
4A. Tn. Suwa 4A. Tn. Suwa 4A. Tn. Suwa

Tim B
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
10B. An. Fird 10B. An. Fird 10B. An. Fird
1 Minggu 01-09-2019 11B. Ny. Musl 11B. Ny. Musl 11B. Ny. Musl
PP 2 12B. Ny. Sihp 12B. Ny. Sihp
12B. Ny. Sihp

87
Tim A
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
2A. Tn. Hand 2A. Tn. Hand 2A. Tn. Hand
1 Senin 02-09-2019
3B. Ny. Umia 3B. Ny. Umia 3B. Ny. Umia
4A. Tn. Suwa 4A. Tn. Suwa 4A. Tn. Suwa

Tim B
No Hari Tanggal TTD Katim TTD Katim TTD Katim
Pagi Sore Malam
Pagi Sore Malam
PP 1 PP 1 PP 1
9B. Ny. Surti 9B. Ny. Surti 8B. An. Yogi
10B. An. Fird 10B. An. Fird 9B. Ny. Surti
1 Senin 02-09-2019 11B. Ny. Musl 11B. Ny. Yayu 10B. An. Fird
12B. Ny. Sihp 12B. Ny. Sihp 11A. Ny. Waki
11B. Ny. Yayu
12B. Ny. Sihp

88
Lampiran 5

HASIL REKAPITULASI NILAI

EVALUASI PENERAPAN TERAPEUTIK PERAWAT RUANG CEPAKA

Nilai
Inisial Pra Dimensi
No Inisial Pasien Orientasi Kerja Terminasi Total Nilai Presentase Hasil
Perawat Interaksi Respon
(0-9) (0-2) (0-6)
(0-3) (0-5)
1 EM 1B. Tn. Djam 3 7 2 6 5 23 92% Baik
2 GR 2B. Tn. Basi 3 8 2 6 5 24 96% Baik
3 FH 11B. Ny. Musl 3 8 1 6 5 23 92% Baik
4 FD 3B. Ny. Umia 3 9 2 6 5 25 100% Baik
5 AT 9B. Ny. Surti 3 6 2 6 5 22 88% Cukup

89
Lampiran 6

90
91
Lampiran 7

DAFTAR HADIR
KONSULTASI PEMAPARAN ISU
BLITAR, 13 AGUSTUS 2019

92
Lampiran 8

93
Lampiran 9

94
Lampiran 10

95

Anda mungkin juga menyukai