Anda di halaman 1dari 59

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Aparatur Sipil Negara menurut Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat
ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Sedangkan, pegawai
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai
negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh
pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan. Atas dasar tersebutlah, ASN berfungsi sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.
Aparatur Sipil Negara merupakan investasi berharga bagi sebuah Negara.
Aparatur Negera juga sebagai "mesin" birokrasi yang menggerakkan seluruh
sumber daya yang tersedia demi mewujudkan tujuan dan sasaran pemerintah
sehingga dapat menjadi pelopor untuk mensukseskan pembangunan demi
terciptanya keadilan dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang telah
dicita-citakan seluruh bangsa Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan negara yang
tercantum pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yaitu (1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia (2) Memajukan kesejahteraan umum (3) Mencerdaskan
kehidupan bangsa dan (4) Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, tentunya dibutuhkan
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkarakter yaitu PNS yang karakternya
dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai- nilai dasar PNS yaitu ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi), dan
pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, serta menguasai
bidang tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara
profesional sebagai pelayan masyarakat.
Menurut Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
Pasal 1 ayat (3) disebutkan Pegawai Negeri Sipil adalah warga negara Indonesia
yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap

1 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Disebutkan pula dalam Pasal 63 ayat (3) dan (4), bahwa calon PNS harus
mengikuti masa percobaan sebelum diangkat menjadi PNS yang dilaksanakan
melalui proses pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi untuk membangun
integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Pembentukan ASN yang profesional tidak dapat terlepas dari tersedianya
pendidikan dan pelatihan yang tepat. Proses ini diawali dengan Pendidikan dan
Pelatihan Dasar Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditegaskan dalam
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
2018, di mana Setiap Instansi Pemerintah wajib memberikan Pelatihan Dasar
CPNS agar mampu menghadapi tuntutan pembentukan karakter ASN dalam
menjalankan serta melaksanakan tugasnya secara profesional sebagai pelayan
masyarakat yang merupakan wujud dari bela negara. Pengembangan materi
dasar diklatsar tersebut terbagi dalam 5 (lima) poin utama yang dikenal dengan
sebutan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika, Komitmen mutu, Anti
Korupsi).
Sejalan dengan semangat untuk menerapkan kelima nilai dasar ASN
tersebut diatas maka ditetapkannya Undang-undang aparatur Sipil Negara dan
merujuk pada Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4); CPNS wajib menjalani masa
percobaan yang dilaksanakan melalui proses diklat terintegritasi untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi, nasionalisme
dan kebangsan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, dan
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Diperlukan sebuah
penyelenggaraan Pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, yaitu
penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan
nonklasikal di tempat Pelatihan dan di tempat kerja sehingga memungkinkan
peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan, serta
membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi) dan merasakan manfaatnya,
sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang profesional. Melalui
pembaharuan Pelatihan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan PNS
profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas.

2 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Dalam masa-masa menjalani habituasi selain menginternalisasi,
menerapkan, dan mengaktualisasikannya para calon PNS juga harus
menganalisis metode penerapan program-program yang berjalan dalam suatu
pengadilan. Analisis harus didasarkan pada nilai-nilai dasar ASN komitmen yang
terdiri dari efektifitas, efisiensi, dan inovasi.
Lewat ketiga indikator tersebut yaitu efektif, efisien, dan inovatif tersebut
metode penerapan program-program dapat dikelompokan kedalam beberapa
golongan, yaitu metode-metode yang sudah berjalan namun kurang berjalan
maksimal dan metode yang harus diganti dengan yang memiliki nilai guna yang
lebih baik.
Namun dalam perkembangannya indikator yang digunakan dalam
mengukur metode penerapan program dalam sebuah instansi berkembang
menjadi beberapa indikator. Terdapat indikator APKL yang mengacu kepada 4
hal yaitu Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan. Indikator lain adalah
indikator USG (Urgency, Seriousness, Growth). Analisis kualiatas isu dengan
menggunakan alat analisis USG yang mengacu pada 3 hal yaitu Urgency,
Seriousness, dan Growth.
Dari beberapa indikator tersebut diatas diperoleh beberapa permasalahan
yang nantinya akan diuji seberapa penting dan seriusnya suatu permasalahan
untuk dilakukan pengkajian lebih dalam melalui penulisan aktualisasi agar
problematika tersebut dapat diatasi dan program tersebut dapat berjalan dengan
baik.
Rancangan aktualisasi,dapat diperoleh peserta dengan proses
pembimbingan dari coach (pembimbing yang ditunjuk dari lembaga pelatihan)
dan mentor (atasan peserta yang ditujuk oleh pejabat pembina kepegawaian
instansi peserta),sehingga peserta mampu menyusun kertas kerja rancangan
aktualisasi, melaksanakan seminar rancangan aktualisasi, menerapkan
rancangan aktualisasi dan menyusun laporan aktualisasi serta analisis dampak
apabila nilai-nilai dasar PNS tidak diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas dan
jabatan, mempersiapkan rencana presentasi laporan aktualisasi, melaksanakan
seminar aktualisasi, dan di penghujung pembelajaran peserta mampu
melaksanakan pekerjaan secara profesional.

3 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


B. TUJUAN AKTUALISASI
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan aktualisasi dan
habituasi yaitu agar peserta mampu:
1. Mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan jabatannya;
2. Mengedepankan kepentingan umum dalam pelaksanaan tugas dan
jabatannya;
3. Menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas dan
jabatannya;
4. Mewujudkan inovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas dan
jabatan;
5. Mendukung program anti korupsi yang diimplementasikan di tempat
habituasi; dan
6. Sebagai ASN turut berperan dalam Whole of government (wog) serta
meningkatkan pelayanan publik yang turut berkontribusi dengan visi misi
organisasi.

C. MANFAAT AKTUALISASI
Manfaat rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini yaitu Mampu
memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang
meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi, kemudian mampu melaksanakan fungsi sebagai pelaksana kebijakan,
pelayan publik dan perekat serta menjadi pemersatu bangsa yang memiliki
integritas dan profesional.
Dengan melaksanakan tugas dan pekerjaan yang sesuai dengan SOP
dan menerapkan nilai-nilai ANEKA didalamnya diharapkan dapat membentuk
karakter sebagai Aparatur Sipil Negara yang baik dan dapat meningkatkan
pelayanan terhadap publik yang lebih baik dan optimal dilingkup Rumah Tahanan
Negara Kelas IIB Selayar. Sehingga terciptanya kepuasan penerima layanan.

4 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


D. PENETAPAN ISU
Isu yang akan diangkat akan disusun dalam sebuah skala prioritas yang
menentukan permasalahan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Metode yang digunakan untuk menyusun skala prioritas tersebut adalah metode
USG (urgency, seriousness, growth). Metode ini memiliki tiga dimensi yang akan
menjadi tolak ukur prioritas suatu isu ;

1. Urgency (U), seberapa mendesak permasalahan tersebut harus diselesaikan.


2. Seriousness (S), seberapa pentingkah permasalahan tersebut.
3. Growth (G), apakah dampak dari permasalahan tersebut akan semakin
memburuk, membaik, atau akan tetap sama apabila tidak diselesaikan.
Berdasarkan 3 (tiga) tolak ukur tersebut, kemudian tiap-tiap isu akan
diberikan penilaian dengan skala berikut :

Tabel 1.1 Skala Metode USG


Seriousness = Growth =
Urgency = Mendesak
Kegawatan Pertumbuhan

5 = Sangat
5 = Sangat Gawat 5 = Sangat Cepat
Penting

4 = Penting 4 = Gawat 4 = Cepat

3 = Cukup Penting 3 = Cukup Gawat 3 = Cukup Cepat

2 = Kurang
2 = Kurang Gawat 2 = Kurang Cepat
Penting

1 = Tidak Penting 1 = Tidak Gawat 1 = Tidak Cepat

5 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Dengan menggunakan metode tersebut, maka dihasilkan prioritas
penetapan isu yang kemudian visualkan dalam tabel dibawah ini ;

Tabel 1.1 Penetapan Isu Metode USG

NO
ISU U S G JUMLAH RANKING
.
Belum optimalnya pengelolaan
1. 3 4 4 11 I
arsip pegawai pada RUTAN Selayar
Belum optimalnya pemahaman
2. WBP mengenai tata tertib dalam 2 3 3 8 II
RUTAN
Kurang optimalnya prosedur
3. 2 2 3 7 III
pelayanan kunjungan

Berdasarkan hasil analisis isu dengan menggunakan Metode USG,


maka isu/permasalahan yang diangkat dalam rancangan aktualisasi ini adalah
belum optimalnya pengelolaan arsip pegawai pada RUTAN Selayar. Dan gagasan
pemecahan isu yang diajukan yaitu “Optimalisasi Pengelolaan Arsip Pegawai pada
RUTAN Selayar”.

6 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI

A. STRUKTUR ORANISASI

1. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia


a. Profil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Kantor Wilayah
Sulawesi Selatan
Sebelum tahun 1974, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM
Sulawesi Selatan sudah berdiri yang mana saat itu masih bernama Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan, kemudian tahun 1974 berubah menjadi Kantor
Wilayah Bina Tuna Warga (BTW). Keputusan Presiden No. 27 tahun 1981
tanggal 7 Juli 1981 tentang Dasar Hukum Reorganisasi Departemen yang
mendasari beralihnya status Departemen Kehakiman dari Holding Company
menjadi pola yang terpadu (Integrated Type). Kemudian pada tahun 1982 pada
saat itu bernama Kantor Wilayah Departemen Kehakiman yang termasuk
klasifikasi type A kemudian pada tahun 1994-2004 mengalami perubahan dua
kali yaitu Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Perundang-undangan dan
Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan HAM. Lebih lanjut pada tahun
2004-2009 mengalami perubahan 2 kali yaitu Kantor Wilayah Departemen
Hukum dan HAM dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM sampai
sekarang.

b. Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Kantor
Wilayah Sulawesi Selatan
VISI
"Masyarakat Memperoleh Kepastian Hukum"
MISI
1) Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas;
2) Mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas;
3) Mewujudkan penegakan hukum yang berkualitas;

7 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


4) Mewujudkan penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan Hak Asasi
Manusia;
5) Mewujudkan layanan manajemen administrasi Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia; dan
6) Mewujudkan aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang
profesional dan berintegritas.

c. Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan


Hak Asasi Manusia RI. Sulawesi Selatan
1) Tugas
Kantor Wilayah mempunyai tugas melaksanakan tugas dan fungsi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam wilayah provinsi
berdasarkan kebijakan Menteri dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2) Fungsi
Sebagaimana diatur dalam Pasal 2, Peraturan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.Kantor Wilayah
mempunyai tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia dalam wilayah provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dilmaksud, Kantor wilayah
menyelenggarakan fungsi :
a. Pengkoordinasian perencanaan, pengendalian program, dan pelaporan;
b. Pelaksanaan pelayanan di bidang administrasi hukum umum, hak
kekayaan intelektual, dan pemberian informasi hukum;
c. Pelaksanaan fasilitasi perancangan produk hukum daerah,
pengembangan budaya hukum dan penyuluhan hukum, serta konsultasi
dan bantuan hukum;
d. Pengoordinasian pelaksanaan operasional unit pelaksana teknis di
lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di bidang
keimigrasian dan bidang pemasyarakatan;
e. Penguatan dan pelayanan hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan
penghormatan, pemenuhan, pemajuan, pelindungan, dan penegakan hak
asasi manusia; dan

8 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


f. Pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan Kantor Wilayah.

d. Tata Nilai Organisasi


Kementerian Hukum dan HAM menjunjung tinggi tata nilai :

“PASTI
SMART”
Profesional = Aparatur Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang
bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui
penguasaan bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan
integirtas profesi;
Akuntabel = Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah
dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai
dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku;
Sinergi = Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan
kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis
dengan para pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat, dan berkualitas;
Transparan = Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan
bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang
penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang
kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-
hasil yang dicapai; dan
Inovatif = Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan
dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.
S = Serious, yaitu petugas harus serius dalam bekerja.
M = Minded, yaitu petugas harus memiliki pemikiran yang luas.
A = Active, yaitu petugas harus bekerja secara sungguh-sungguh.
R = Responsif, yaitu petugas harus peka dalam berbagai permasalahan
dan harus tanggap.
T = Talk, yaitu harus bisa menjalin komunikasi yang baik.

9 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


2. Rumah Tahanan Negara
a. Deskripsi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar adalah salah satu Unit
Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan di Kabupaten Kepulauan
Selayar atau secara struktural dan fungsional bertanggung jawab kepada
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM R.I, serta membantu
mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yakni
membangun manusia mandiri seutuhnya.
Adapun Visi dan Misi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar sebagai
berikut :
VISI
“Memulihkan kesatuan hubungan hidup, penghidupan warga binaan
pemasyarakatan sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk Tuhan
Yang Maha Esa dan dapat berinteraksi dengan baik kepada masyarakat serta
dapat berperan aktif dalam pembangunan”.
MISI
1) Menjunjung tinggi nilai solidaritas antar petugas dengan mengutamakan
kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan.
2) Mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat, ramah kepada WBP,
dengan menjunjung tinggi Hak Asas Manusia dan terbebas dari kolusi,
korupsi dan nepotisme.
b. Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar
Dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik
Indonesia Nomor : M.04.PR.07.03 Tahun 1985 tanggal 20 September 1985
tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah
Penyimpanan Barang Sitaan Negara, maka Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Selayar mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan perawatan terhadap
tersangka atau terdakwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

10 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang telah diamanatkan
di atas, maka Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar mempunyai fungsi :
1) Melakukan pelayanan tahanan;
2) Melakukan pemeliharaan kemanan dan tata tertib Rutan;
3) Melakukan pengelolaan Rutan, dan Melakukan Urusan Tata Usaha.

STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB SELAYAR

KEPALA RUTAN

KEPALA KESATUAN KASUBSI KASUBSI PELAYANAN


PENGAMANAN PENGELOLAAN TAHANAN

STAF SATUAN STAF KEUANGAN STAF PEMBINAAN


PENGAMANAN

STAF KEPEGAWAIAN STAF PERAWATAN

REGU JAGA SIAGA


STAF TATA USAHA STAF BIMBINGAN
KERJA
REGU JAGA WASPADA STAF
PERLENGKAPAN STAF PELAYANAN
HUKUM
REGU JAGA SAKSAMA

REGU JAGA SAMAPTA

11 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


B. NILAI-NILAI ORGANISASI

Kementerian Hukum dan HAM menjunjung tinggi tata nilai kami "PASTI"

1. Profesional : Aparatur Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat


yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi
melalui penguasaan bidang tugasnya, menjunjung tinggi
etika dan integritas profesi;
2. Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintah dapat dipertanggungjawabkan kepada
masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan
yang berlaku;
3. Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan
hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang
harmonis dengan para pemangku kepentingan untuk
menemukan dan melaksanakan solusi terbaik,
bermanfaat, dan berkualitas;
4. Transparan : Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau
kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh
informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni
informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan
pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai;
5. Inovatif : Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan
pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan
fungsinya.

Tata nilai: S-M-A-R-T


1. Seriuos : Dalam bekerja harus serius
2. Minded : Memiliki pengetahuan yang luas
3. Active : Bekerja sungguh-sungguh
4. Responsif : Peka terhadap berbagai masalah dan tanggap
5. Talk : Ada komunikasi yang baik

12 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


BAB III
NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN DAN RANCANGAN AKTUALISASI

Nilai-nilai dasar Aparatur negara sebagai mata pelatihan terdiri dari


ANEKA yang merupakan singkatan dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, dan selain itu juga ada nilai peran
ASN dalam NKRI diantaranya Pelayan Publik, Whole of Government (WoG),
dan Manajemen ASN yang merupakan substansi-substansi dasar dari
pembelajaran dalam pendidikan dan pelatihan dasar prajabatan CPNS golongan
II Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kantor
Wilayah Sulawesi Selatan. Nilai-Nilai Dasar tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban mempertanggungjawabkan amanah yang
telah diberikan. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok,
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Adapun indikator dari nilai dasar akuntabilitas yaitu:
a. Kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah di mana pimpinan
memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
b. Transparansi. Dengan adanya transparansi maka dapat memberikan
perlindungan terhadap pengaruh yang tidak seharusnya dan korupsi
dalam mengambil keputusan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas
dalam keputusan-keputusan.
c. Integritas. Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk
menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku, undang-
undang, kontrak, kebijakan, dan peraturan yang berlaku. Dengan adanya
integritas institusi, dapat memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada
publik dan/atau stakeholders.
d. Tanggung Jawab (Responsibilitas). Responsibilitas terbagi menjadi
responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan. Responsibilitas
institusi dan perseorangan memberikan kewajiban bagi setiap individu

13 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


dan lembaga bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang
telah dilakukan karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab atas
keputusan yang telah dibuat.
e. Keadilan. Keadilan merupakan landasan utama dari akuntabilitas
sehingga harus dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan kepada unit
organisasinya.
f. Kepercayaan. Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan kemudian akan melahirkan akuntabilitas sehingga
lingkungan akuntabilitas tidak akan lahir dari hal-hal yang tidak dapat
dipercaya.
g. Keseimbangan. Keseimbangan diperlukan untuk mencapai akuntabilitas
dalam lingkungan kerja. Setiap individu yang ada di lingkungan kerja
harus dapat menggunakan kewenangannya untuk meningkatkan kinerja.
h. Kejelasan. Kejelasan juga merupakan salah satu elemen untuk
menciptakan dan mempertahankan akuntabilitas. Focus utama kejelasan
adalah mengetahui kewenangan, peran dan tanggung jawab, misi
organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan system pelaporan
kinerja baik individu maupun organisasi.
i. Konsistensi. Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak
konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki
konsekuensi terhadap tercapainya lingkungan kerja yang tidak akuntabel
akibat melemahnya komitmen dan kredibilitas anggota organisasi.
j. Menghindari Perilaku yang Curang dan Koruptif. Tiga cabang utama
dari fraud tree adalah kecurangan tindak pidana korupsi, kecurangan
penggelapan asset, dan kecurangan dalam hal laporan keuangan.
Sebagai seorang PNS yang akuntabel harus terhindar dari praktek
kecurangan dan perilaku korup.
k. Penggunaan Sumber Daya Milik Negara. Setiap PNS harus
memastikan bahwa penggunaan sumber daya milik negara sesuai
dengan prosedur yang berlaku, dilakukan secara bertanggung jawab dan
efisien, serta pemeliharaannya secara benar dan bertanggung jawab.

14 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


l. Penyimpanan dan Penggunaan Data serta Informasi Pemerintah.
Informasi dan data yang disimpan dan dikumpulkan serta dilaporkan oleh
pemerintah harus relevan, dapat dipercaya, dapat dimengerti, serta dapat
diperbandingkan, sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh
pengambil keputusan dan dapat menunjukkan akuntabilitas publik.
m.Mengatasi Konflik Kepentingan. Konflik kepentingan adalah situasi
yang timbul di mana tugas publik dan kepentingan pribadi bertentangan.
Tidak masalah jika seseorang memunyai konflik kepentingan, tetapi
bagaimana seseorang tersebut menyikapinya.

2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya. Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang
rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan Negara, dan sekaligus menghormati
bangsa lain. Adapun indikator-indikator dari nilai dasar nasionalisme di mana
ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, ASN sebagai pelayan publik, dan ASN
sebagai perekat dan pemersatu bangsa adalah:
a. Kerja Keras. Artinya pantang menyerah, gigih dan selalu mengerahkan
segala macam bentuk daya dan upaya dalam melakukan sesuatu.
b. Disiplin. Disiplin berarti taat atau patuh terhadap tata tertib atau
peraturan yang berlaku.
c. Tidak Diskriminatif. Setiap perilaku untuk tidak membatasi, tidak
melecehkan, atau tidak mengucilkan orang lain berdasarkan pada
pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok,
golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa dan
keyakinan politik.
d. Taqwa. Bertakwa merupakan indikator yang mencerminkan perwujudan
sila pertama Pancasila yang menitikberatkan pada ketaatan umat
beragama dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi segala
larangan dalam agamanya.

15 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


e. Gotong royong. Contoh konkret gotong royong adalah sebagai berikut:
1) Kerja sama;
2) Dapat menyumbangkan pikiran dan tenaga;
3) Saling membantu demi kepentingan umum;
4) Bersama membantu orang lain;
5) Bersama membela kebenaran;
6) Bekerja giat dalam kelompok kerja.
f. Demokratis. Suatu kondisi dimana individu memiliki kebebasan untuk
mengutarakan kehendak dan pendapat, serta menghormati adanya
perbedaan pendapat.
g. Cinta tanah air. Perasaan yang kuat akan rasa memiliki tanah dan
seluruh tumpah darah Indonesia.
h. Rela berkorban. Sikap yang mencerminkan adanya kesediaan
memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain atau suatu kelompok
kerja, walaupun akan menimbulkan kehilangan atau penderitaan terhadap
diri sendiri.

3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Adapun indikator-indikator dari nilai dasar etika publik adalah:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara pancasila;
b. Setia dan mempertahankan undang-undang negara kesatuan republik
Indonesia 1945;
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerja kepada publik;
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan program
pemerintah;

16 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun;
j. Mengutamakan kepentingan berkualitas tinggi;
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama;
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
m.Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintah yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu menekankan pada penerapan 4 indikator yakni: efektivitas,
efisiensi, inovasi dan menjaga mutu.
1. Efektivitas. Efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar atau
merupakan pencapaian tujuan.
2. Efisien. Efisiensi adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya
yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
3. Inovasi. Inovasi adalah membuat terobosan baru untuk menyelesaikan
suatu masalah dengan cara yang lebih baik dari sebelumnya.
4. Menjaga mutu. Menjaga mutu adalah mempertahankan atau
memastikan bahwa kualitas dari output sudah baik.

5. Anti Korupsi
Anti korupsi merupakan suatu tindakan yang menentang adanya perilaku
korup. Perilaku korup ini diantaranya: suap-menyuap, merugikan uang negara,
pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, benturan
kepentingan dan gratifikasi. Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi
meliputi:
a) Jujur. Berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran (dharma)
b) Peduli. Ikut merasakan dan menolong apa yang dirasakan orang lain

17 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


c) Mandiri. Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang sehingga menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada
orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan
pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntungan
sesaat. Kaitannya dengan nilai dasar profesi PNS, misalnya adalah
dengan mengerjakan pekerjaan individu secara mandiri dan tidak
melimpahkannya kepada orang lain
d) Disiplin. Menggunakan kegiatan dalam aturan bekerja sesuai dengan
undang-undang yang mengatur
e) Tanggung Jawab. Berani dalam menanggung resiko atas apa yang
kita kerjakan dalam bentuk apapun
f) Kerja Keras. Bekerja keras merupakan hal yang penting dalam rangka
tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat tercapai,
peluang untuk korupsi secara materiil maupun non materiil (waktu)
menjadi lebih kecil
g) Sederhana. Menerima dengan tulus dan ikhlas terhadap apa yang
telah ada dan diberikan oleh tuhan kepada kita
h) Berani. Berani untuk mengatakan untuk melaporkan pada atasan atau
pihak yang berwenang jika mengetahui ada pegawai yang melakukan
kesalahan
i) Adil. Memandang kebenaran sebagai tindakan dalam perkataan
maupun perbuatan saat memutuskan peristiwa yang terjadi.

6. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai
ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar
selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman. Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK).

18 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


7. Whole Of Government
WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang
menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor
dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh
karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan
yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan
yang relevan.

8. Pelayanan Publik
Undang-undang Nomor 25 Tahun Tentang Pelayanan Publik menyatakan
bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau
pelayanan administratif yang disedakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu organisasi penyelenggara
pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau
organisasi yang berkepentingan dan kepuasan yang diberikan dan/atau diterima
oleh penerima layanan (pelanggan).

19 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


RANCANGAN AKTUALISASI

A. RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Selayar


 Belum Optimalnya Pengelolaan Arsip Pegawai pada RUTAN Selayar
Identifikasi Isu :  Belum optimalnya pemahaman WBP mengenai tata tertib di dalam RUTAN
 Kurang optimalnya prosedur Pelayanan Kunjungan
Isu yang diangkat : Belum Optimalnya Pengelolaan Arsip Pegawai pada RUTAN Selayar
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pengelolaan Arsip Pegawai pada RUTAN Selayar
Kontribusi Penguatan
Tahap Output/ Keterkaitan
Terhadap Visi Nilai-nilai
No. Kegiatan Kegiatan Hasil Kegiatan
Substansi Mata
Misi Organisasi Organisasi
Pelatihan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Melakukan a. Menemui atasan a. Persetujuan Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
konsultasi langsung dengan melakukan (tanggung jawab) berkontribusi Sinergi
dengan atasan menjujung tinggi konsultasi, Melakukan dengan misi ke 5 Transparan
langsung etika, berperilaku komunikasi, dan koordinasi dengan yaitu
tentang tahapan sopan dan kerjasama atasan dengan Mewujudkan
aktualisasi yang berucap santun b. Atasan memahami rasa penuh layanan
akan dilakukan, b. Menemui maksud dan tanggungjawab manajemen
setelah itu pimpinan tujuan administrasi
menemui sekaligus c. Arahan jelas atas Nasionalisme Kementrian
pimpinan memohon izin maksud dan (demokratis) Hukum dan HAM
memohon izin untuk melakukan tujuan yang telah Kebebasan untuk secara jelas dan
untuk tahapan kegiatan diutarakan mengutarakan terpenuhi
melakukan aktualisai pendapat kepada Dan misi ke 6
tahapan c. Mendengarkan atasan yaitu
kegiatan dan mewujudkan

20 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


aktualisasi mendokumentasi Etika Publik aparatur
kan arahan (sopan santun) Kementrian
atasan secara Pada saat Hukum dan HAM
jelas perihal menemui atasan yang Profesional
maksud dan berperilaku sopan dan Berintegritas
tujuan dan santun serta
mendengarkan
secara seksama
tentang
pelaksanaan
aktualisasi yang
akan dilakukan

Komitmen Mutu
(efektif)
Efektif dalam
melakukan
konsultasi dengan
atasan tentang
pelaksanaan
aktualisasi yang
akan dilakukan

Anti Korupsi
(jujur, disiplin,
dan kerja keras)
jujur dalam
menyampaikan
maksud dan
tujuan, disiplin saat
konsultasi, dan
bekerja keras

21 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


dalam
menyelesaikan
aktualisasi
2 Melakukan a. Berkoordinasi Penjelesan dan Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
koordinasi dengan pegawai masukan dari rekan (tanggung jawab) berkontribusi Akuntabel
dengan rekan yang mengurus sejawat mengenai Berkoordinasi dengan misi ke 5 Sinergi
sejawat arsip pegawai kegiatan yang akan dengan rekan yaitu Transparan
mengenai dilakukan sejawat dengan Mewujudkan Inovatif
kegiatan yang rasa tanggung layanan
akan dilakukan jawab manajemen
b. Meminta saran, administrasi
arahan, dan Nasionalisme Kementrian
masukan kepada (demokratis) Hukum dan HAM
rekan sejawat Kebebasan secara jelas dan
mengenai mengutarakan terpenuhi
kegiatan yang kegiatan yang Dan misi ke 6
akan dilakukan akan dilaksanakan yaitu
kepada rekan Mewujudkan
sejawat aparatur
Kementrian
Etika Publik Hukum dan HAM
(sopan santun) yang professional
Mendengarkan dan berintegritas
secara seksama
masukan yang
diberikan dari
rekan sejawat

Komitmen Mutu
(efektif dan
efisien)

22 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Berkoordinasi
dengan rekan
sejawat secara
efektif dan efisien

Anti Korupsi
(jujur, disiplin,
dan kerja keras)
Jujur dalam
menyampaikan
maksud dan
tujuan, disiplin saat
melakukan
koordinasi, dan
bekerja keras
dalam
menyelesaikan
kegiatan
3 Menyiapkan a. Membeli bundel Bundel Pegawai Akuntabilitas Kegiatan ini Inovatif
sarana dan bagi pegawai (tanggung jawab) berkontribusi Transparan
prasarana yang belum bertanggung jawab dengan misi ke 5
memiliki bundel dalam menyiapkan yaitu
b. Memberikan label bundel arsip bagi Mewujudkan
pada setiap pegawai yang layanan
bundel belum memiliki manajemen
administrasi
Anti Korupsi Kementrian
(tanggung jawab Hukum dan HAM
& jujur) secara jelas dan
Menyiapkan terpenuhi
bundel sesuai
dengan jumlah

23 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


yang belum
memiliki dan
membuktikan
dengan nota

Komitmen Mutu
(efektif)
Pemberian label
pada setiap arsip
untuk
memudahkan
pencarian berkas
yang dibutuhkan
4. Membuat daftar a. Mengumpulkan Daftar klasifikasi arsip Akuntabilitas Kegiatan ini
klasifikasi arsip informasi pegawai (tanggung jawab) berkontribusi
pegawai mengenai Bertanggung dengan misi ke 5
klasifikasi jenis jawab Mencari yaitu
arsip pegawai informasi Mewujudkan
b. Membuat daftar klasifikasi jenis layanan
klasifikasi arsip arsip kepegawaian manajemen
dan dari internet dan administrasi
Mengklasifikasik menanyakan Kementrian
an arsip kepada pegawai Hukum dan HAM
yang mengurusi secara jelas dan
arsip terpenuhi
kepegawaiaan
dengan bahasa
yang sopan

5. Mengumpulkan a. Membuat 1. Lembar Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional


arsip pegawai pengumuman pengumuman (tanggung jawab) berkontribusi Akuntabel
yang tidak daftar informasi membuat dengan misi ke 5 Inovatif

24 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


lengkap kekurangan 2. Dokumen setiap pengumuman yaitu
dokumen pegawai daftar kekurangan Mewujudkan
pegawai dokumen pegawai layanan
b. Menempelkan manajemen
pengumuman Komitmen Mutu administrasi
pada papan (cermat & tepat) Kementrian
informasi Menempelkan Hukum dan HAM
c. Menyampaikan pengumuman secara jelas dan
secara langsung terpenuhi
kepada pegawai Etika Publik
terkait (sopan & santun)
pengumuman Menyampaikan
pada papan terkait
informasi pengumuman
d. Menerima dengan sopan dan
dokumen dari santun
setiap pegawai
Komitmen mutu
(responsif)
Menerima
dokumen dari
setiap pegawai
dengan tanggap

6 Menata Arsip a. Menyusun arsip 1. Arsip yang telah Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
Pegawai Manual sesuai dengan tersusun sesuai (tanggung jawab) berkontribusi Akuntabel
dan Rekam urutan dan jenisnya Menyusun arsip dengan misi ke 5 Inovatif
Data Elektronik jenisnya 2. Bundel arsip yang sesuai dengan yaitu
b. Menyusun arsip akan dimasukkan jenis dan Mewujudkan
ke tempat yang ke lemari arsip klasifikasinya layanan
disediakan manajemen

25 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


sesuai dengan Nasionalisme administrasi
klasifikasinya (kerja keras dan Kementrian
c. Menyusun disiplin) Hukum dan HAM
bundel arsip Bekerja keras secara jelas dan
kedalam lemari dengan berupaya terpenuhi
arsip dengan menyelesaikan
rapih penyusunan dan
d. Rekam data rekam data
elektronik arsip elektronik arsip,
yang telah disiplin dalam
dikumpulkan, menyelesaikan
kemudian kegiatan tersebut
mengupload ke
dossier Etika Publik (teliti
& cermat)
Melakukan
penyusunan arsip
secara teliti dan
cermat

Akuntabilitas
(teliti)
Memasukkan
bundel yang di isi
ke lemari arsip
secara sistematis

7 Evaluasi dan a. Memastikan Hasil evaluasi dan Akuntabilitas Kegiatan ini Profesional
Monitoring dokumen yang laporan hasil (tanggung jawab) berkontribusi Akuntabel
Kegiatan akan diarsipkan kegiatan Bertanggung dengan misi ke 5 Sinergi
telah sesuai jawab atas yaitu Transparan
dengan yang di pekerjaan yang Mewujudkan Inovatif

26 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


arahkan dilakukan dalam layanan
b. Penyusunan hal ini manajemen
laporan hasil mengevaluasi administrasi
kegiatan kegiatan Kementrian
Hukum dan HAM
Nasionalisme secara jelas dan
(bekerja keras) terpenuhi
Melaksanakan Dan misi ke 6
evaluasi dan yaitu
monitoring dengan Mewujudkan
teliti dan cermat aparatur
sehingga penataan Kementrian
arsip pegawai Hukum dan HAM
dapat terealisasi yang professional
dengan baik dan berintegritas

Etika publik
(pencapaian
hasil)
Dalam
melaksanakan
evaluasi dan
monitoring
kegiatan
diutamakan
pencapaian
hasilnya sehingga
kegiatan berjalan
dengan lancar

Komitmen mutu
(efektif)

27 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Efektif dalam
melaksanakan
evaluasi dan
monitoring
kegiatan

Anti Korupsi
(displin)
Mengevaluasi
kegiatan dalam hal
ini Menyusun
laporan kegiatan
secera tepat waktu
serta tidak
menunda-nunda
dan melaporkan
sesuai dengan
kenyataan yang
terjadi.

28 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI DAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR ASN
A. CAPAIAN AKTUALISASI

Tahapan aktualisasi dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB


Sekayar, adapun capaian aktualisasi adalah sebagai berikut:

No. Kegiatan Waktu Nilai Dasar Output Ket.


1. Melakukan 06  Akuntabilitas  Kartu bimbingan
konsultasi dengan November  Nasionalisme aktulisasi mentor
atasan langsung 2019  Etika Publik  Kartu bimbingan
sekaligus mentor  Komitmen Mutu aktulisasi
tentang tahapan pimpinan
 Anti Korupsi

Terlaksana
aktualisasi yang  Surat
akan dilakukan, persetujuan
setelah itu  Dokumentasi
memenuhi kegiatan
pimpinan memohon konsultasi
izin untuk
melakukan tahapan
kegiatan aktualisasi
2. Melakukan 11  Akuntabilitas  Penjelasan dan
koordinasi dengan November  Nasionalisme masukan dari
rekan sejawat 2019  Etika Publik pegawai
Terlakana

 Komitmen Mutu pengelola


 Anti Korupsi kepegawaian
 Dokumentasi
kegiatan
koordinasi

29 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


3. Penyiapan sarana 14  Akuntabilitas  Bundel dan map
dan prasarana November  Komitmen Mutu arsip pegawai
2019  Anti Korupsi  Label tanda
pada bundel

Terlaksana
arsip
 Nota pembelian
bundel dan map
 Dokumentasi
kegiatan

Membuat daftar 24 – 27  Akuntabilitas  Informasi


klasifikasi arsip November mengenai daftar
pegawai
2019
klasifikasi arsip

Terlaksana
 Daftar klasifikasi
arsip
 Dokumentasi
kegiatan
5. Mengumpulkan 13 – 14  Akuntabilitas  Lembar
arsip pegawai yang November  Etika Publik

Terlaksana
pengumuman
belum lengkap
2019  Komitmen Mutu informasi
 Dokumentasi
kegiatan
6. Menata arsip 14 – 29  Akuntabilitas  Arsip yang telah
pegawai manual November  Nasionalisme disusun
dan rekam data
Terlaksana

2019  Etika Publik  Arsip yang telah


elektronik
 Komitmen Mutu terupload pada

 Anti Korupsi dossier


 Dokumentasi
kegiatan
7. Evaluasi dan 18 – 29  Akuntabilitas  Arsip yang telah
Pembuatan November
Terlaksana

 Nasionalisme disusun rapih


Laporan
2019  Etika Publik  Dokumentasi
 Komitmen Mutu kegiatan

 Anti Korupsi

30 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


B. PELAKSANAAN AKTUALISASI
Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara
Kelas IIB Selayar, yang dimulai sejak tanggal 31 Oktober 2019 sampai 03
Desember 2019. Berikut ini merupakan kegiatan yang diaktualisasikan dari
penerapan nilai-nilai dasar ANEKA yang diimplementasikan ke dalam 7
(Tujuh) kegiatan aktualisasi:
a. Kegiatan 1
Kegiatan Melakukan konsultasi dengan atasan langsung
sekaligus mentor dan pimpinan
Tanggal 06 November 2019
Capaian Kegiatan Terlaksana
Tahapan Kegiatan a. Menemui atasan dengan menjujung tinggi etika,
berperilaku sopan dan berucap santun
Pada tanggal 06 November 2019 membuat kartu
bimbingan aktualisasi mentor sebelum berkonsultasi
dengan Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Selayar,
yaitu Ibu Andi Fitri, SH yang juga selaku mentor.
b. Menemui Pimpinan sekaligus memohon izin untuk
melakakukan tahapan kegiatan aktualisasi
Pada tanggal 07 November 2019 membuat surat
persetujuan dan menghadap kepada Kepala Rutan
Selayar yaitu Bapak Dedi Setiawan, Bc.IP, SH dengan
maksud memohon arahan dan memohon izin untuk
melakukan tahapan kegiatan aktualisasi.
c. Mendokumentasikan kegiatan konsultasi
Selama kegiatan konsultasi, meminta tolong seorang
rekan untuk mengambil gambar/mendokumentasikan
kegiatan yang saya lakukan.
Output / Hasil Terlaksananya konsultasi dengan kepala sekolah :
 Kartu bimbingan aktulisasi mentor
 Kartu bimbingan aktulisasi pimpinan
 Surat persetujuan

31 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


 Dokumentasi kegiatan konsultasi
Keterkaitan Subtansi a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Mata Pelatihan Melakukan konsultasi dengan pimpinan dan mentor
dengan penuh rasa tanggung jawab, mencatat arahan
dan masukan yang disampaikan kepala Rutan Selayar
dan Kepala Subseksi Pengelolaan selaku mentor.
b) Nasionalisme (demokratis)
Demokratis yaitu kebebasan untuk mengutarakan
pendapat kepada atasan namun tetap menyampaikan
dengan baik serta sopan dan santun.
c) Etika Publik (sopan santun)
Pada saat menemui atasan, berperilaku sopan dan
santun, menggunakan bahasa yang baik serta
mendengarkan secara seksama petunjuk atasan.
d) Komitmen Mutu (efektif dan efisien)
Efektif dalam melakukan konsultasi yaitu dapat
tercapai tujuan dari konsultasi dan efisien yaitu dalam
konsultasi dengan atasan dengan memanfaatkan watu
sebaik mungkin sehingga melaksanakan tugas dengan
optimal.
e) Anti Korupsi (jujur, disiplin, dan kerja keras)
Jujur dalam menyampaikan apa yang akan di
aktualisasikan pada saat konsultasi. Disiplin pada saat
melakukan konsultasi pada atasan. Dan berjanji untuk
bekerja keras dalam menyelesaikan aktualisasi
Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya
Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi
Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi”.

32 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


DOKUMENTASI KEGIATAN 1

Gambar 1.1. Melakukan Konsultasi mengenai rencana aktualisasi dengan Ibu


Andi Fitri, SH, selaku Kepala Subseksi Pengelolaan dan sekaligus Mentor

Gambar 1.2.menemui Pimpinan sekaligus memohon izin untuk melakukan


tahapan kegiatan aktulasiasi

33 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 1.3. kartu bimbingan aktualisasi mentor dan pimpinan

34 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 1.4.surat persetujuan kepala rutan selayar mengenai pelaksanaan
kegiatan aktualisasi

35 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


b. Kegiatan 2
Kegiatan Melakukan Koordinasi dengan rekan sejawat

Tanggal 11 November 2019

Capaian Kegiatan Terlaksana

Tahapan Kegiatan 1) Melakukan koordinasi dengan pegawai


Pada tanggal 11 November 2019 melakukan
koordinasi dengan pegawai pengelola kepegawaian
yaitu Bapak Dedy Maulana
2) Meminta saran, arahan dan masukan kepada
rekan sejawat.
Pada saat koordinasi dengan Pegawai pengelola
kepegawaian saya mendengarkan setiap saran dan
masukan dengan seksama guna lancarnya
pelaksanaan aktualisasi.
3) Mendokumentasikan kegiatan .
Selama kegiatan konsultasi, meminta tolong seorang
rekan untuk mengambil gambar/mendokumentasikan
kegiatan yang saya lakukan.

Output / Hasil Terlaksananya rapat internal dengan guru-guru


 Penjelasan dan masukan dari pegawai pengelola
kepegawaian
 Dokumentasi kegiatan koordinasi
Keterkaitan Subtansi a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Mata Pelatihan Tanggung jawab Melakukan koordinasi dengan
dengan pegawai pengelola kepegawaian.

b) Nasionalisme (demokratis)
Demokratis Kebebasan untuk mengutarakan
pendapat kepada pegawai pengelola kepegawaian.

c) Etika Publik (sopan santun)


Pada saat berkoordinasi dengan Pegawai pengelola

36 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


kepegawaian, berperilaku sopan dan santun,
menggunakan bahasa yang baik serta mendengarkan
saran dengan seksama

d) Komitmen Mutu (efektif dan efisien)


Efektif dalam melakukan koordinasi yaitu dapat
tercapai tujuan dari koordinasi dan efisien yaitu dalam
koordinasi dengan pegawai memanfaatkan watu
sebaik mungkin sehingga dapat melaksanakan tugas
dengan optimal.

f) Anti Korupsi (jujur, disiplin, dan kerja keras)


Jujur dalam menyampaikan apa yang akan di
aktualisasikan pada saat koordinasi. Disiplin pada
saat melakukan koordinasi pada pegawai. Dan
berjanji untuk bekerja keras dalam menyelesaikan
aktualisasi.

Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya


Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi
Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi” dan “mewujudkan aparatur Kementrian
Hukum dan HAM yang profesional dan berintegritas”.

DOKUMENTASI KEGIATAN 2

37 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 2.1.Koordinasi dengan Pegawai Pengelola Kepegawaian, Bapak Dedy
Maulana

38 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


c. Kegiatan 3
Kegiatan Menyiapkan Sarana dan Prasarana

Waktu Pelaksanaan 14 November 2019

Capaian Kegiatan Terlaksana

Tahapan Kegiatan 1) Menyiapkan bundel dan map bagi pegawai yang


belum memiliki bundel arsip
Pada hari Senin tanggal 14 November saya
menyiapkan bundel untuk para pegawai yang belum
memiliki bundel pegawai.

2) Memberikan label pada setiap bundel arsip dan


map arsip
Pada tanggal 14 November 2019 saya membuat label
dan menempelkan pada tiap” bundel yang telah
disediakan .

Output / Hasil Tersedianya :

 Bundel dan map arsip pegawai


 Label tanda pada bundel arsip
 Nota pembelian bundel dan map
 Dokumentasi koordinasi
Keterkaitan Subtansi a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Mata Pelatihan Bertanggung jawab dalam menyiapkan bundel
arsip bagi pegawai yang belum memiliki.

b) Komitmen Mutu (efektif dan efisien)


Efektif dalam dalam menggunakan peralatan dan
efisien yaitu menghemat penggunaan peralatan.

c) Anti Korupsi (tanggung jawab)


Menyiapkan bundel dan arsip sesuai jumlah yang
belum memiliki dan bertanggung jawab dengan
menyediakan nota pembelian.

a. Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya


Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi

39 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi”.

DOKUMENTASI KEGIATAN 3

Gambar 3.1. menyiapkan bundel dan map arsip bagi pegawai yang belum meiliki

40 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 3.2.label bundel

41 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 3.3 memberikan labael pada bundel map

Gambar 3.4.bukti pembelian bundel dan map arsip

42 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


d. Kegiatan 4
Kegiatan Membuat daftar klasifikasi arsip pegawai

Waktu Pelaksanaan 24 – 27 September 2019

Capaian Kegiatan Terlaksana

Tahapan Kegiatan 1) Mengumpulkan informasi mengenai klasifikasi


jenis arsip pegawai
Pada tanggal 11 sd 13 November 2019 saya mecari
info mengenai klasifikasi jenis arsip pegawai, mulaui
dengan menanyakan kepada pegawai pengelola
kepegawaian kemudian mencari di internet mengenai
klasifikasi tersebut
2) Membuat daftar klasifikasi arsip dan
mengkalsifikasikan arsip
Pada tanggal 12-13 November 2019 saya membuat
daftar klasifikasi arsip sesuai dengan informasi yang
saya dapatkan kemudian menempatkan arsip sesuai
dengan klasifikasinya.

a. Output / Hasil  Informasi mengenai daftar klasifikasi arsip


 Daftar klasifikasi arsip
 Dokumentasi kegiatan
b. Keterkaitan Subtansi a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Mata Pelatihan Bertanggung jawab mencari informasi mengenai
klasifikasi arsip pegawai kemudian bertanggung
jawab pula membuat daftar klasifikasi arsip pegawai
sesuai dengan informasi yang didapatkan.

c. Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya


Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi
Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi”.

Dokumentasi Kegiatan 4

43 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 4.1.Mengumpulkan informasi mengenai daftar klasifikasi arsip pegawai
dengan menanyakan kepada pengelola kepegawaian

Gambar 4.2 mengumpulkan informasi dari internet mengenai daftar klasifikasi arsip
pegawai kemudian membuat daftar klasifikasi arsip tersebut

44 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 4.3.daftar klasifikasi arsip

Gambar 4.3 mengklasifikasikan arsip sesuai dengan tempatnya

e. Kegiatan 5

45 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Kegiatan Mengumpulkan arsip pegawai yang belum lengkap

Waktu Pelaksanaan 13-14 November 2019

Capaian Kegiatan Terlaksana

Tahapan Kegiatan 1) Membuat pengumuman daftar kekurangan


dokumen
Pada tanggal 13 November saya membuat
pengumuman untuk pegawai agar segera melengkapi
arsip berkas yang masih kurang.

2) Menempelkan pengumuman pada papan informasi


Pada tanggal 14 November 2019 saya menempelkan
daftar kekurangan berkas tersebut pada papan
informasi.
3) Menyampaikan secara langsung kepada pegawai
terkait mengenai pengumuman yang telah
terpasang pada papan informasi
Pada tanggal 14 November saya menemui pegawai
yang bersangkutan agar memperhatikan
pengumuman yang telah terpasang pada papan
informasi.
4) Menerima kekurangan arsip dari setiap pegawai
Pada tanggal 14 November 2019 saya menerima
kekurangan arsip berkas dari pegawai yang
bersangkutan.

d. Output/ Hasil  Lembar pengumuman informasi


 Dokumentasi kegiatan
e. Keterkaitan a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Subtansi Mata Tanggung jawab dalam membuat pengumuman
Pelatihan daftar kekurangan arsip berkas pegawai.
b) Komitmen Mutu (cepat dan cermat)
Menempelkan pengumuman pada papan informasi
dengan cepat dan cermat.

c) Etika Publik (sopan santun)


Menyampaikan kepada pegawai terkait pengumuman
pada papan informasi dengan sopan santun

46 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


d) Komitmen Mutu
menerima dokumen dari pegawai dengan responsive
dan tanggap
f. Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya
Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi
Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi”.

DOKUMENTASI KEGIATAN 5

47 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 5.1 Membuat pengumuman

Gambar 5.2 Menempelkan pengumuman di papan informasi

48 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 5.3 Menyampaikan secara langsung kepada pegawai yang bersangkutan
mengenai pengumuman yang dibuat

Gambar 5.4 Menerima kekurangan arsip dari pegawai yang bersangkutan

49 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 5.5 pengumuman permintaan berkas

f. Kegiatan 6
Kegiatan Menata arsip pegawai manual dan rekam data elektronik

50 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Waktu Pelaksanaan 14 sd 29 November 2019

Capaian Kegiatan Terlaksana

Tahapan Kegiatan 1) Menyusun arsip sesuai dengan urutan dan


jenisnya
Pada tanggal 14 sd 29 November 2019, saya
Melakukan scanning berkas pengadaan tanah tahun
2019
2) Menyusaun arsip ke tempat yang disediakan
sesuai dengan klasifikasinya
Pada tanggal 14 sd 29 November 2019, saya
menyusun arsip sesuai dengan klasifikasinya,
kemudian memasukkan kedalam bundel yang telah
disediakan.
3) Menyusun bundel arsip kedalam lemari arsip
dengan rapih
Setelah menyusun arsip kedalam bundel, bundel
tersebut disusun secara rapih pada lemari arsip.
4) Rekam data elektronik arsip yang telah
dikumpulkan, kemudian mengupload ke dossier
Arsip yang telah dikumpulkan kemudian di scan dan di
upload pada dossier.

a. Output / Hasil  Arsip yang telah tersusun


 Arsip telah terupload pada dossier
 Dokumentasi kegiatan
b. Keterkaitan Subtansi a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Mata Pelatihan Menyusun arsip sesuai dengan jenis dan klasifikasinya.
b) Nasionalisme (Kerja Keras dan Disiplin)
Bekerja keras dengan berupaya menyelesaikan tugas
penyusunan arsip dan rekam data elektronik arsip
hingga selesai. Disiplin dalam mengerjakan tugas
penyusunan arsip dan rekam data elektronik arsip.
c) Etika Publik (teliti dan cermat)
Melakukan penyusunan arsip dan rekam data
elektronik arsip secara teliti dan cermat.
d) Komitmen Mutu (efektif dan efisien)
Menyelesaikan kegiatan secara efektif yaitu selesai

51 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


sesuai target yang direncanakan. Melakukan kegiatan
secara efisien dengan menyelesaikan secepat
mungkin dan tidak membuang waktu
e) Anti Korupsi (mandiri)
Mandiri dalam melakukan proses scanning tanpa
melimpahkan tugas pada orang lain.

c. Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya


Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi
Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi”.

DOKUMENTASI KEGIATAN 6

Gambar 6.1. Memasukkan arsip ke dalam map yang disediakan sesuai dengan
klasifikasinya

52 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 6.2. Menyusun map arsip kedalam bundel

Gambar 6.2. Menyusun bundel arsip ke dalam lemari arsip dengan rapih

53 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 6.2. Melakukan rekam data elektronik dan mengupload ke dossier

g. Kegiatan 7
Kegiatan Evaluasi dan penyusunan laporan keegiatan aktualisasi

54 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Waktu Pelaksanaan 18 sd 29 November 2019

Capaian Kegiatan Terlaksana

Tahapan Kegiatan 1) Memastikan arsip yang telah disusun sesuai


dengan jenis dan klasifikasinya
Melakukan pengecekan terhadap arsip yang telah
disusun, apakah telah sesuai dengan jenis dan
klasifikasinya
2) Penyusunan laporan hasil kegiatan aktualisasi
Merampungkan seluruh kegiatan dan menyusun
laporan aktualisasi
Output / Hasil  Arsip yang tersusun rapih
 Dokumentasi kegiatan
Keterkaitan Subtansi a) Akuntabilitas (tanggung jawab)
Mata Pelatihan Bertanggung jawab atas hasil kegiatan yang telah
dilaksanakan.
b)Nasionalisme (Kerja Keras dan Disiplin)
Bekerja keras dan disiplin dalam melakukan
kegiatan evaluasi dan menyusun laporan dengan teliti
dan cermat.
c) Komitmen Mutu (efektif dan efisien)
Melaksanakan kegiatan evaluasi dan penyusunan
laporan secara efektif yaitu selesai sesuai target
yang direncanakan tanpa ada kesalahan. Melakukan
evaluasi dan penyusunan laporan secara efisien
dengan menyelesaikan secepat mungkin dan tidak
membuang waktu.
d) Etika Publik (teliti dan cermat)
Melakukan evaluasi dan penyusunan laporan secara
teliti dan cermat, sehingga hasil kegiatan berjalan
lancar dan laporan tersusun dengan baik.

e) Anti Korupsi (disiplin)


melakukan evaluasi dan penyusunan laporan disiplin
tanpa menunda-nunda dan menyusun laporan sesuai

55 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


dengan kenyataan yang ada.

Konstribusi terhadap Dengan terlaksananya kegiatan ini maka demikian, saya


Visi dan Misi telah melaksanakan misi Kementrian Hukum dan HAM,
Organisasi yaitu “mewujudkan layanan manajemen administrasi
Kementrian Hukum dan HAM secara jelas dan
terpenuhi”.

DOKUMENTASI KEGIATAN 7

56 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


Gambar 7.1. melakukan pengecekan apakah arsip yang disusun telah sesuai
dengan daftar klasifikasi arsip

Gambar 7.1. penyusunan laporan hasil kegiatan aktualisasi

57 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan

Aparatur sipil Negara merupakan suatu profesi yang harus bekerja secara
professional sehingga menghasilkan pelayanan publik yang berkualitas. Kita sebagai
ASN perlu menerapkan nilai-nilai dasar profesi sehingga tercipta pelayanan yang
berkualitas bagi masyarakat yang bermutu dan merata.
Melalui kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan anti korupsi diharapkan mampu meningkatkan kinerja
ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik sehingga
memiliki kompetensi yang mampu bekerja secara professional demi kepentingan
bangsa dan Negara.

B. Saran

1. Kepada pembaca secara umum laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan
pengetahuan dalam menyusun laporan yang lebih berkualitas di masa
mendatang.

2. Untuk peserta latihan dasar CPNS agar dapat menerapkan nilai-nilai dasar
ASN baik setelah kegiatan off campus maupun setelah kegiatan tersebut
dilaksanakan.

58 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77


DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas. Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi. Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Etika Publik. Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu. Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Jakarta.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme. Modul Penyelenggaraan Perdana


Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II.
Jakarta.

59 | LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 77