Anda di halaman 1dari 1

TRANSAKSI MURABAHAH ADA DI PSAK 102, menurut psak 102, merupakan akad jual beli

Menurut MUI (2000), Transaksi Murabahah yaitu menjual suatu barang dengan
menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang
lebih sebagai laba.

Bagaimana skema akad murabahah? Yaitu sebagai contoh A ingin membeli sepeda motor,
lalu ia memesan ke Bank Syariah. Kemudian Bank Syariah memesan ke dealer atas nama
Bank Syariah. Selanjutnya dari dealer mengirim ke Bank Syariah dan ketika barang sudah
sampai Bank Syariah menghubungi A sebagai pembeli bahwa barang yang ia pesan sudah
sampai. Lalu tahap selanjutnya yaitu proses akad murabahah, membahar terkait
kesepakatan pembayaran, ketika sudah sepakat maka barang dikirim oleh pihak Bank
Syariah ke A.

Harga dalam murabahah (fatwa DSN MUI No 16/2000 dan PSAK 102 par 9).

Diperkenankan menawarkan dengan harga berbeda, namun pada akad yang disepakato
hanya terdapat satu harga.

Akad Wakalah adalah akad penyerahan kekuasaan, yang pada akad itu seseorang menunjuk
orang lain sebagai penggantinya dalam bertindak (bertasharruf). Menurut Sayyid Sabiq,
Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan oleh seseorang kepada orang lain dalam hal-hal
yang boleh diwakilkan

Akad Murabahah dengan Akad Wakalah tidak boleh dijadikan satu, karena barangnya tidak
ada. Skema murabahah dengan wakalah yang benar yaitu A menginginkan motor, lalu ia ke
Bank Syariah(piutang murabahah pada kas) (dealer dapat persediaan pada kas)

- Uang Muka harus dibayarkan kepada Bank/Penjual, bukan pemasok


- Hamish Gedyyah => tanda serius memesan, bila batal maka kerugian diambila dari
pembayaran ini
- Urboun => Bila jadi beli maka sebagai bafian dari pembayaran )potong harga) namun
bila batal menjadi hak penjual
(Yang sejalan dengan konsep uang muka dalam Fatwa DSN adalah : Hamish Gedyyah. )

diskon murabahah bisa sebelum akad (akan menjadi penguran biaya perolehan asset
murabahah, jika terjadi sebelum akad murabahah maka jurnal nya asset pada kas) bisa
setelah akad. Apabilah setelah akad maka bisa diperjanjikan bisa juga tidak. Apabila
diperjanjikan hak nya bisa kepada pembeli bisa juga ke penjual