Anda di halaman 1dari 17

LECTURE NOTES

MKTG6113- Marketing Management

Week 6
Product, Services, and Brands:
Building Customer Value

MKTG 6113 – Marketing Management


LEARNING OUTCOMES

 LO 2: Describe the consumer and business buyer behaviour


 LO 3: Describe the customer-driven strategy and marketing mix

 Objective 1: Define product and describe the major classifications of products


and services.
 Objective 2: Describe the decisions companies make regarding their individual
products and services, product lines, and product mixes.
 Objective 3: Identify the four characteristics that affect the marketing of services
and the additional marketing considerations that services require.
 Objective 4: Discuss branding strategy—the decisions companies make in
building and managing their brands.

OUTLINE MATERI (Sub-Topic):

1. What Is a Product?
2. Product and Service Decision
3. Services Marketing
4. Branding Strategy: Building Strong Brands

MKTG 6113 – Marketing Management


ISI MATERI

Produk, Layanan dan Bagaimana membentuk nilai melalui sebuah Merk

1. Apakah Produk Itu?

Definisikan produk (product) sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan


kepada pesan agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat
memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup lebih dari sekadar
barangbarang yang berwujud (tangible).

Dalam arti luas, produk meliputi obyek-obyek fisik, jasa, acara, orang, tempat,
organisasi, ide, atau bauran entitas-entitas ini. Dalam modul ini, kita menggunakan
istilah produk secara luas untuk mencakup satu atau semua entitas ini. Oleh karena itu,
iPod Apple, Toyota Camry, dan Caffé Mocha di Starbucks adalah produk. Tetapi begitu
pula liburan ke Eropa, jasa investasi Fidelity online, dan nasihat dari dokter keluarga.
Oleh karena begitu penting dalam ekonomi dunia, kita memberikan perhatian khusus
kepada jasa.

Jasa (service) adalah bentuk produk yang terdiri dari aktivitas, manfaat, atau
kepuasan yang ditawarkan untuk dijual dan pada dasarnya tak berwujud serta tidak
menghasilkan kepemilikan akan sesuatu. Contohnya perbankan, hotel, maskapai
penerbangan, pengecer, persiapan pajak, dan jasa perbaikan rumah.

Produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran pasar. Perencanaan


bauran pemasaran dimulai dengan merumuskan penawaran yang memberikan nilai bagi
pelanggan sasaran. Penawaran ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam membangun
hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan.

Penawaran pasar perusahaan sering kali meliputi barang dan jasa yang berwujud.
Masing-masing komponen bisa menjadi bagian kecil atau bagian utama dari
keseluruhan penawaran. Pada satu sisi, penawaran bisa terdiri dari barang yang
sepenuhnya berwujud, seperti sabun, pasta gigi, atau garam-tidak ada jasa yang
menyertai produk.

MKTG 6113 – Marketing Management


Pada sisi yang lain, ada jasa sepenuhnya, di mana penawaran hanya terdiri dari
jasa. Contohnya meliputi pemeriksaan dokter atau jasa keuangan. Namun, di antara dua
sisi ini, banyak kombinasi barang dan jasa yang mungkin.

Saat ini, karena produk dan jasa menjadi lebih terkomoditi, banyak perusahaan
bergerak ke tingkat penciptaan nilai yang baru bagi pelanggan mereka. Untuk
mendiferensiasikan penawaran mereka, di samping hanya membuat produk dan
menghantarkan jasa, mereka menciptakan dan mengelola pengalaman pelanggan
dengan produk atau perusahaan mereka.

Pengalaman selalu penting dalam industri hiburan-Disney sejak lama telah


memproduksi pengalaman unik melalui film-film dan taman tematiknya. Namun, saat
ini, semua jenis perusahaan menentukan kembali peran barang dan jasa tradisional
mereka untuk menciptakan pengalaman. Contohnya, American Girl Inc. melakukan
lebih dari sekadar membuat dan menjual boneka mahal. Perusahaan mengambil langkah
tambahan untuk menciptakan pengalaman khusus antara boneka dan anak perempuan
yang menggemarinya.

Perencana produk harus berpikir tentang produk dan jasa dalam tiga tingkat.
Masing-masing tingkat menambah lebih banyak nilai pelanggan. Tingkat yang paling
dasar adalah manfaat inti, yang membawa pertanyaan

Apa yang benar-benar dibeli oleh pembeli? Ketika merancang produk mula-mula
pemasar harus mendefinisikan inti, manfaat penyelesaian masalah atau jasa yang dicari
konsumen. Pada tingkat kedua, para perencana produk harus mengubah manfaat inti
menjadi produk aktual. Mereka harus mengembangkan fitur produk dan jasa, desain,
tingkat kualitas, nama merek, dan kemasan.

Akhirnya, perencana produk harus membangun produk tambahan di sekitar


manfaat inti dan produk aktual dengan menawarkan pelayanan dan manfaat konsumen
tambahan. Konsumen melihat produk sebagai kumpulan manfaat kompleks yang
memuaskan kebutuhan mereka.

MKTG 6113 – Marketing Management


Ketika mengembangkan produk, mula-mula pemasar harus mengenali kebutuhan
inti pelanggan yang akan dipuaskan oleh sebuah produk. Kemudian para pemasar harus
merancang produk aktual dan menemukan cara untuk memberikan tambahan bagi
produk itu agar menciptakan sekumpulan manfaat yang akan memberikan pengalaman
pelanggan yang paling memuaskan. Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelompok
besar berdasarakan tipe konsumen yang menggunakannya yaitu produk konsumen dan
produk industri.

Dalam definisi luas, produk juga meliputi entitas lain yang dapat dipasarkan
seperti pengalaman, organisasi, orang, tempat, dan ide. Uraian mengenai produk
konsumen dan produk industri akan dijelaskan sebagai berikut:

- Produk konsumen (consumer product) adalah produk dan jasa yang dibeli oleh
konsumen akhir untuk konsumsi pribadi. Pemasar biasanya menggolongkan produk dan
jasa ini lebih jauh berdasarkan bagaimana cara konsumen membelinya. Produk
konsumen meliputi produk kebutuhan sehari-hari, produk belanja, produk khusus dan
produk yang tak dicari.

Produk-produk ini mempunyai perbedaan dalam cara pembelian konsumen dan


karena itu cara pemasarannya berbeda pula. Produk kebutuhan sehari-hari (convenience
product) adalah produk dan jasa konsumen yang biasanya sering dan segera dibeli
pelanggan, dengan usaha pembandingan dan pembelian yang minimum. Contohnya,
sabun, permen, surat kabar, dan makanan cepat saji. Produk kebutuhan sehari-hari
biasanya murah, dan pemasar menempatkannya di banyak tempat agar produk itu
tersedia ketika pelanggan memerlukannya.

Produk belanja (shopping product) adalah produk dan jasa konsumen yang lebih
jarang dibeli dan pelanggan membandingkan kecocokan, kualitas, harga, dan gaya
produk secara cermat. Ketika membeli produk dan jasa belanja, konsumen
menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam mengumpulkan informasi dan membuat
perbandingan. Contoh produk belanja meliputi perabot, pakaian, mobil bekas, peralatan
rumah tangga utama, dan jasa hotel serta maskapai penerbangan.

MKTG 6113 – Marketing Management


Pemasar produk belanja biasanya mendistribusikan produk mereka melalui sedikit
gerai tetapi menyediakan dukungan penjualan yang lebih mendalam untuk membantu
pelanggan dalam melakukan usaha perbandingan mereka.

Produk khusus (speciality product) adalah produk dan jasa konsumen dengan
karakteristik unik atau identifikasi merek di mana sekelompok pembeli signifikan
bersedia melakukan usaha pembelian khusus. Contoh produk khusus meliputi merek
dan tipe mobil tertentu, perlengkapan fotografi mahal, pakaian rancangan desainer, dan
jasa dokter atau ahli hukum. Mobil Lamborghini, contohnya, adalah produk khusus
karena pembeli biasanya bersedia menempuh perjalanan jauh untuk membelinya.
Pembeli biasanya tidak membandingkan produk khusus. Mereka hanya
menginvestasikan waktu yang diperlukan untuk menjangkau penyalur yang membawa
produk yang diinginkan.

Produk yang tak dicari (unsought product) adalah produk konsumen yang
mungkin tidak dikenal konsumen atau produk yang mungkin dikenal konsumen tetapi
biasanya konsumen tidak berfikir untuk membelinya. Kebanyakan inovasi baru utama
tidak dicari sampai konsumen menyadari keberadaan produk itu melalui iklan. Contoh
klasik produk dan jasa yang dikenal tetapi tak dicari adalah asuransi jiwa, jasa pra
perencanaan pemakaman, dan donor darah untuk Palang Merah. Sesuai sifatnya, produk
yang tak dicari memerlukan banyak iklan, penjualan pribadi, dan usaha pemasaran
lainnya.

- Produk industri (industrial product) adalah produk yang dibeli untuk


pemrosesan lebih lanjut atau untuk digunakan dalam menjalankan suatu bisnis. Oleh
karena itu, perbedaan antara produk konsumen dan produk industri berdasarkan pada
tujuan untuk apa produk itu dibeli. Jika konsumen membeli pemotong rumput untuk
digunakan di sekitar rumah, pemotong rumput itu menjadi produk konsumen. Jika
konsumen yang sama membeli pemotong rumput yang sama untuk digunakan dalam
bisnis tata ruang, pemotong rumput itu adalah produk industri.

MKTG 6113 – Marketing Management


2. Keputusan Produk dan Jasa

Pemasar membuat keputusan produk dan jasa pada tiga tingkatan: keputusan
produk individual, keputusan lini produk, dan keputusan bauran produk. Kita akan
membicarakan masing-masing keputusan ini secara bertautan.

2.1. Keputusan Produk dan Jasa Individual

Kita akan memusatkan perhatian pada keputusan tentang atribut produk,


penetapan merek, kemasan, pelabelan, dan jasa pendukung produk.

- Atribut Produk dan Jasa.

Pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan pendefinisian manfaat yang


akan ditawarkan produk atau jasa tersebut. Manfaat ini dikomunikasikan dan
dihantarkan oleh atribut produk seperti kualitas, fitur, serta gaya dan desain.

Kualitas produk adalah Karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada
kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau
diimplikasikan. Fitur Produk adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk
perusahaan dari produk pesaing. Sebauh produk dapat ditawarkan dalam berbagai fitur.
Gaya dan Desain merupakan cara lain untuk menambah nilai pelanggan.

Desain adalah konsep yang lebih besar daripada gaya. Gaya hanya
menggambarkan penampilan produk. Gaya bisa menarik atau membosankan, tetapi gaya
tersebut tidak benar-benar membuat kinerja produk menjadi lebih baik. Tidak seperti
gaya, desain lebih dari sekedar kulit luar, desain adalah jantung produk. Desain yang
baik tidak hanya mempunyai andil dalam penampilan produk tetapi juga dalam
manfaatnya.

- Penetapan Merek.

Mungkin keahlian pemasar profesional yang paling istimewa adalah kemampuan


mereka untuk membangun dan mengelola merek. Merek (brand) adalah sebuah nama,
istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasi semua ini, yang menunjukkan
identitas pembuat atau penjual produk atau jasa.

MKTG 6113 – Marketing Management


Konsumen memandang merek sebagai bagian penting dari produk, dan
penetapan merek bisa menambah nilai bagi suatu produk. Sebagai contoh, sebagian
besar konsumen akan menganggap sebotol parfum White Linen sebagi produk yang
bermutu tinggi dan mahal. Tetapi parfum yang sama dalam botol tanpa merek akan
dipandang sebagai produk bermutu rendah, sekalipun aromanya identik.

- Kemasan (packaging)

melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus untuk sebuah


produk. Pada dasarnya, fungsi utama kemasan adalah menyimpan dan melindungi
produk. Namun, saat ini ada banyak faktor yang membuat kemasan menjadi sarana
pemasaran penting. Kompetisi dan kerumunan yang semakin padat di rak-rak toko
pengecer berarti bahwa kemasan sekarang harus melakukan banyak tugas penjulan-mulai
dari menarik perhatian pelanggan, menggambarkan produk, hingga membuat penjulan.

- Pelabelan.

Label berkisar dari penanda sederhana yang ditempelkan pada produk sampai
rangkaian huruf rumit yang menjadi bagian kemasan. Label mempunyai beberapa fungsi.
Setidaknya, label menunjukkan produk atau merek, seperti nama Sunkist yang tercantum
pada jeruk. Label juga bisa menggambarkan beberapa hal tentang produk-siapa yang
membuatnya, di mana produk itu dibuat, kapan produk itu dibuat, kandungannya, cara
pemakaiannya, dan bagaimana menggunakan produk itu dengan aman. Terakhir, label
bisa membantu mempromosikan produk dan mendukung positioning-nya.

- Pelayanan Pendukung Produk.

Pelayanan pelanggan adalah elemen lain dalam strategi produk. Penawaran


perusahaan biasanya meliputi beberapa pelayanan pendukung, yang bisa menjadi bagian
kecil atau bagian besar dari keseluruhan penawaran.

MKTG 6113 – Marketing Management


2.2. Keputusan Lini Produk

Selain keputusan tentang produk dan jasa perorangan, strategi produk juga
memerlukan pembangunan lini produk. Lini produk (product line) adalah kelompok
produk yang berhubungan erat karena kelompok produk tersebut berfungsi dengan
cara yang sama, dijual kepada kelompok pelanggan yang sama, dipasarkan melalui
tipe gerai yang sama, atau mempunyai kisaran harga yang sama.

Sebagai contoh, Nike memproduksi beberapa lini sepatu dan pakaian olahraga,
dan Charles Schwab memproduksi beberapa lini jasa keuangan. Keputusan lini
produk utama melibatkan panjang lini produk-jumlah barang dalam lini produk. Lini
akan terlalu pendek jika manajer dapat meningkatkan laba dengan menambahkan
barang; lini akan terlalu panjang jika menajer dapat meningkatkan laba dengan
mengurangi barang. Manajer harus melakukan analisis lini produk secara berkala
untuk menilai penjualan dan laba masing-masing produk dan memahami andil
masing-masing produk bagi kinerja lini.

2.3. Keputusan Bauran Produk

Suatu organisasi dengan beberapa lini produk mempunyai bauran produk.


Bauran produk/portofolio produk (product mix/product portfolio) terdiri dari semua
lini produk dan barang yang dijual oleh penjual tertentu.

Bauran produk perusahaan mempunyai empat dimensi penting: lebar, panjang,


kedalaman, dan konsistensi. Lebar bauran produk mengacu pada jumlah lini produk
berbeda yang dibawa perusahaan. Panjang bauran produk mengacu pada jumlah
keseluruhan barang yang dibawa perusahaan dalam lini produknya. Kedalaman
bauran produk mengacu pada jumlah versi yang ditawarkan masing-masing produk
dalam lini. Terakhir, konsistensi bauran produk mengacu pada seberapa dekat
hubungan antara berbagai lini produk dalam penggunaan akhir, persyaratan produk,
saluran distribusi, atau hal lainnya.

MKTG 6113 – Marketing Management


3. Strategi Penetapan Merek: Membangun Merek yang Kuat

Beberapa analisis memandang merek sebagai aset tetap dan utama perusahaan,
menjaga kelangsungan suatu produk khusus dan fasilitas perusahaan. Merek lebih dari
sekadar nama dan lambang. Merek adalah elemen kunci dalam hubungan perusahaan
dengan konsumen. Merek persepsi dan perasaan konsumen atas sebuah produk dan
kinerjanya- semua hal tentang arti produk atau jasa kepada konsumen.

Dalam analisis akhir, merek ada dalam pikiran konsumen. Nilai nyata dari
sebuah merek yang kuat adalah kekuatannya untuk menangkap preferensi dan
loyalitas konsumen. Merek mempunyai jumlah kekuatan dan nilai yang sangat
beragam di pasar. Merek yang kuat mempunyai ekuitas merek yang tinggi.

Ekuitas merek (brand equity) adalah pengaruh diferensial positif bahwa jika
pelanggan mengenal nama merek, pelanggan akan merespons produk atau jasa. Satu
ukuran ekuitas merek adalah sejauh mana pelanggan bersedia membayar lebih untuk
merek tersebut.

4. Pemasaran Jasa

Perusahaan harus mempertimbangkan empat karakteristik khusus jasa ketika


merancang program pemasaran: tak berwujud, tak terpisahkan, variabilitas, dan dapat
musnah, yaitu:

a. Jasa Tak Berwujud.


Karakteristik utama jasa-jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, diraba,
didengar, atau dibaui sebelam jasa itu dibeli.
b. Jasa Tak Terpisahkan.
Karakteristik utama jasa-jasa dibuat dan dikonsumsi pada saat yang sama
dan tidak dapat dipisahkan dari penyedianya.

MKTG 6113 – Marketing Management


c. Variabilitas jasa.
Karakteristik utama jasa-kualitas jasa bisa sangat beragam, tergantung
pada siapa yang menyediakannya dan kapan, di mana, dan bagaimana.
d. Jasa dapat musnah.
Karakteristik utama jasa-jasa tidak dapat disimpan untuk dijual atau
digunakan beberapa saat kemudian.

5. Strategi Pengembangan Produk Baru

Adanya perubahan yang cepat dalam selera pelanggan, teknologi, dan


persaingan, perusahaan harus mengembangkan aliran yang stabil dari produk dan jasa
baru. Perusahaan dapat memperoleh produk baru dengan dua cara.

Satu melalui akuisisi-dengan membeli seluruh perusahaan, sebuah hak paten,


atau mengambil lisensi dari produk orang lain. Cara lain adalah melalui
pengembangan produk baru (new-product development) dalam departemen riset dan
pengembangan (R&D) perusahaan sendiri.

Produk baru yang dimaksud sebagai produk orisinil adalah pengembangan


produk, modifikasi produk, dan merek baru yang dikembangkan perusahaan melalui
usaha riset dan pengembangan mereka sendiri. Produk baru merupakan hal yang
penting-bagi pelanggan dan pemasar sendiri. “pelanggan dan perusahaan menyukai
produk baru,” kata seorang konsultan produk baru, “bagi pelanggan karena
memecahkan permasalahan mereka dan membawa variasi ke dalam hidup mereka,
dan bagi perusahaan karena merupakan kunci pertumbuhan.

Banyak perusahaan menghadapi sebuah masalah-mereka harus menciptakan


produk baru, tetapi kemungkinan sukses sangat kecil. Secara keseluruhan, untuk
menciptakan produk baru yang berhasil, perusahaan harus memahami pelanggannya,
pasar, dan pesaing serta mengembangkan produk yang memberikan nilai yang unggul
bagi pelanggan.

MKTG 6113 – Marketing Management


Perusahaan harus mempunyai rencana produk baru yang kuat dan
mempersiapkan proses pengembangan produk baru yang sistematis untuk menemukan
dan mengembangkan produk-produk baru.

Delapan tahap utama dalam proses pengembangan produk baru adalah sebagai
berikut:

a. Penciptaan Ide.
Pengembangan produk baru dimulai dengan penciptaan ide (idea
generation)-pencairan sistematis untuk ide produk baru. Perusahaan
biasanya harus menciptakan banyak ide untuk dapat menemukan sedikit
ide baik.
b. Penyaringan Ide
Adalah menyaring ide produk baru dengan tujuan menemukan ide baik
dan membuang ide buruk secepat mungkin.
c. Konsep produk.
Adalah versi detail dari ide produk baru yang dinyatakan dalam bahasa
konsumen yang mempunyai arti. Pengujian Konsep adalah menguji
konsep produk baru dengan sekelompok konsumen sasaran untuk
mengetahui apakah konsep tersebut mempunyai daya tarik yang kuat bagi
konsumen
d. Pengembangan Strategi Pemasaran
Adalah merancang strategi pemasaran awal bagi produk baru berdasarkan
konsep produk.
e. Analisis Bisnis
Adalah peninjauan terhadap penjualan, biaya, dan proyeksi laba bagi
produk baru untuk mengetahui apakah faktor-faktor ini memenuhi tujuan
perusahaan.
f. Pengembangan Produk
Adalah mengembangkan konsep produk menjadi produk nyata untuk dapat
memastikan bahwa ide produk dapat diubah menjadi produk yang bisa
dikerjakan.

MKTG 6113 – Marketing Management


g. Pemasaran Uji
Adalah tahapan dari pengembangan produk baru di mana produk dan
program pemasaran diuji di lingkungan pasar yang lebih realistis.
h. Komersialisasi
Adalah Pengenalan sebuah produk baru ke pasar.

5. Strategi Siklus Hidup Produk


Setelah meluncurkan produk baru, manajemen menginginkan suatu produk
agar menikmati hidup yang panjang dan bahagia. Walaupun mereka tidak
mengharapkan produk terjual selamanya, perusahaan ingin mendapatkan keuntungan
yang cukup untuk menutup semua usaha dan risiko yang mereka tempuh pada saat
meluncurkan produk.
Manajemen mengetahui bahwa masing-masing produk akan mempunyai
siklus hidup masing-masing, walaupun bentuk dan rentang waktunya tidak diketahui di
masa yang akan datang.
Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle, PLC) adalah perjalanan dari
penjulan dan keuntungan produk selama masa hidupnya. PLC mencakup lima tahap
yang berbeda: pengembangan produk, pengenalan pertumbuhan, kedewasaan, dan
penurunan.

Tahapan dalam Siklus hidup produk (Product Life Cycle/PLC), secara rinci
uraiannya sebagai berikut:
a. Pengembangan produk
Dimulai ketika perusahaan menemukan dan mengembangkan suatu ide
produk baru. Selama pengembangan produk, penjualan masih nol dan
biaya investasi perusahaan menumpuk.
b. Pengenalan
Adalah periode di mana pertumbuhan penjualan lambat pada saat produk
diperkenalkan di pasar. Keuntungan tidak terjadi pada tahap ini karena
pengeluaran yang besar untuk memperkenalkan produk.

MKTG 6113 – Marketing Management


c. Pertumbuhan
Merupakan periode penerimaan dengan cepat oleh pasar dan peningkatkan
keuntungan.
d. Kedewasaan
Adalah periode melambatnya pertumbuhan penjualan dikarenakan produk
telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Tingkat keuntungan
tidak berada di puncak atau menurun karena meningkatnya pengeluaran
pemasaran untuk mempertahankan produk dalam persaingan.
e. Penurunan
Merupakan periode ketika penjualan mulai menurun dan keuntungan jatuh.

MKTG 6113 – Marketing Management


SIMPULAN

1. Produk (product) sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pesan agar
menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu
keinginan atau kebutuhan.

2. Jasa (service) adalah bentuk produk yang terdiri dari aktivitas, manfaat, atau
kepuasan yang ditawarkan untuk dijual dan pada dasarnya tak berwujud serta tidak
menghasilkan kepemilikan akan sesuatu.

3. Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarakan tipe konsumen
yang menggunakannya yaitu produk konsumen dan produk industri.

4. Pemasar membuat keputusan produk dan jasa pada tiga tingkatan: keputusan
produk individual, keputusan lini produk, dan keputusan bauran produk.

5. Lini produk (product line) adalah kelompok produk yang berhubungan erat karena
kelompok produk tersebut berfungsi dengan cara yang sama, dijual kepada kelompok
pelanggan yang sama, dipasarkan melalui tipe gerai yang sama, atau mempunyai
kisaran harga yang sama.

6. Bauran produk/portofolio produk (product mix/product portfolio) terdiri dari semua


lini produk dan barang yang dijual oleh penjual tertentu. Bauran produk perusahaan
mempunyai empat dimensi penting: lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi.

7. Merek sebagai aset tetap dan utama perusahaan, menjaga kelangsungan suatu
produk khusus dan fasilitas perusahaan. Merek lebih dari sekadar nama dan lambang.
Merek adalah elemen kunci dalam hubungan perusahaan dengan konsumen. Merek
merepresentasikan persepsi dan perasaan konsumen atas sebuah produk dan
kinerjanyasemua hal tentang arti produk atau jasa kepada konsumen.

8. Perusahaan harus mempertimbangkan empat karakteristik khusus jasa ketika


merancang program pemasaran, yaitu: tak berwujud, tak terpisahkan, variabilitas, dan
dapat musnah.

MKTG 6113 – Marketing Management


9. Delapan tahap utama dalam proses pengembangan produk baru terdiri dari:
penciptaan ide, penyaringan ide, pengembangan dan pengujian konsep,
pengembangan strategi pemasaran, analisis bisnis, pengembangan produk, pemasaran
uji dan komersialisasi.

10.Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle, PLC) adalah perjalanan dari penjulan
dan keuntungan produk selama masa hidupnya. PLC Mencakup lima tahap yang
berbeda: pengembangan produk, pengenalan pertumbuhan, kedewasaan, dan
penurunan.

MKTG 6113 – Marketing Management


DAFTAR PUSTAKA

Kotler and Garry Armstrong. (2016). Principle of Marketing. 16. PE. ISBN: 978-1-
292-09249-2

MKTG 6113 – Marketing Management