Anda di halaman 1dari 3

STATUS EPILEPTIKUS

A/064/KMD/2012 Revisi 01 1 Page Of 3

Ditetapkan
Tanggal Terbit
PANDUAN PRAKTIK
KLINIK
dr. Hj. Umi Aliyah, M.Kes.
2018
Direktur
Pengertian Penyakit Parkinson adalah bagian dari Parkinsonism yang patologis
ditandai dengan degenerasi ganglia basalis terutama di pars compacta
substansia nigra disertai dengan inklusi sitoplasmik eosinofilik
(Lewy's bodies).
Parkinsonism adalah sindroma yang ditandai dengan tremor waktu
istirahat, rigiditas, bradikinesia dan hilangnya releks postural akibat
penurunan dopamin karena beberapa sebab.
Anamnesis  Umum:
- Gejala dimulai pada satu sisi (Hemiparkinson).
- Tremor saat istirahat.
- Tidak didapatkan gejala neurologis lain.
- Tidak dijumpai kelainan laboratorium dan radiologi.
- Perkembangan penyakit lambat.
- Respon terhadap Levodopa cepat dan dramatis.
- Refleks postural tidak dijumpai pada awal penyakit.
 Khusus :
- Tremor : laten, saat istirahat, bertahan saat istirahat.
- Rigiditas.
- Akinesia/bradikinesia.
- Kedipan mata berkurang.
- Wajah seperti topeng.
- Hipotonia.
- Hipersalivasi.
- Takikinesia.
- Tulisan semakin kecil-kecil.
- Cara berjalan langkah kecil-kecil.
- Hilangnya refleks postural.
Pemeriksaan Fisik  Tremor: laten, saat istirahat, bertahan saat istirahat.
 Rigiditas: cogwheel phenomenon.
 Akinesia/bradikinesia.
 Hilangnya refleks postural.
 Gambaran motorik lain:
- Distonia
- Rasa kaku
- Sulit memulai gerak
- Palilalia
STATUS EPILEPTIKUS

A/064/KMD/2012 Revisi 01 2 Page Of 3

Kriteria Diagnosis  Anamnesis


 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan penunjang
Diagnosis Kerja Penyakit Parkinson
Diagnosis Banding 1. Progressive Supranuclear Palsy
2. Multiple System Atrophy
3. Corticobasal Degeneration.
4. Huntington Disease
5. Primary Pallidal Atrophy
6. Diffuse Lewy Body Disease
7. Parkinson sekunder: toxic, infeksi SSP, drug induced, vaskuler.
Pemeriksaan Pemeriksaan Radiologi: CT-scan kepala untuk menyingkirkan kausa
Penunjang lain.
Tata Laksana Medikamentosa:
- Amantadin
- Antikholinergik: Benztropin mesilat, Biperidin, Trihexyphenidil.
- Dopaminergik: Carbidopa dan Levodopa.
- Benserazide dan Levodopa
- Dopamin Agonis: Bromokriptin mesilat, Pergolide mesilat,
Pramipexole, Ropinirole.
- COMT inhibitor: Entacapone, Tolcapone.
- MAO-B inhibitor: Selegiline, Lazabemide.
- Anti Oksidan: Glutamat antagonis, Alfa tocoferol, Asam ascorbat,
Betacaroten.
- Botulinum toksin.
- Propanolol.

B. Non medikamentosa:
- Operasi: Thalamotomy, Pallidotomy, transplantasi substansia
nigra, ablasi dan stimulasi otak
- Rehabititasi medis.
- Psikoterapi.
Penyulit 1. Fluktuasi obat (fenomena off on, wiring off)
2. Hipotensi postural
3. Perubahan tingkah laku: dementia, depresi, sleep disorder, psikosis.
Edukasi Mengkomunikasikan, menginformasikan, dan mengedukasikan
tentang penyakit, pengobatan, dan prognosisnya.
Konsultasi  Dokter Spesialis Saraf
 Dokter Spesialis Bedah Saraf
 Dokter spesialis lain yang terkait
Prognosis Dubio et malam karena terjadi kerusakan sel pembuat dopamin
secara progresif dari 5 – 15 tahun, tergantung variasi pemakaian obat
pengganti dopamin.
STATUS EPILEPTIKUS

A/064/KMD/2012 Revisi 01 3 Page Of 3

Tingkat Evidens
Tingkat
Rekomendasi
Penelaah Kritis SMF Saraf RS Muhammadiyah Lamongan
Indikator Medis
Kepustakaan Pedoman Diagnosis dan Terapi Bag/SMF Ilmu Penyakit Saraf Edisi III,
Tahun 2008, RSU dr.Soetomo Surabaya.