Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS

RSUD. SYARIFAH AMBAMI RATO EBU


KABUPATEN BANGKALAN
2019
SYOK KARDIOGENIK (ICD 10: I50.1)

1. Pengertian (Definisi) Sindrom klinik akibat gagal perfusi yang disebabkan oleh gangguan
fungsi jantung; ditandai dengan nadi lemah, penurunan tekanan rerata
arteri (MAP) <65 mmHg, peningkatan LVEDP ( >18 mmHg), dan
penurunan curah jantung (CO <3,2 L/menit).
Syok kardiogenik dapat disebabkan oleh sindrom koroner akut dan
komplikasi mekanik yang ditimbulkannya (seperti ruptur chordae,
rupture septum interventrikular (IVS), dan rupturdinding ventrikel),
kelainan katup jantung, dan gagal jantung yang berat pada gangguan
miokard lainnya.
2. Anamnesis 1. Gangguan kesadaran mulai dari kondisi ringan hingga berat
2. Penurunan diuresis
3. Dapat disertai keringat dingin
4. Nadi lemah
3. Pemeriksaan Fisik 1. Terdapat tanda-tanda hipoperfusi seperti (perabaan kulit ekstremitas
dingin, takikardi, nadi lemah, hipotensi, bising usus berkurang,
oliguria)
2. Terdapat tanda-tanda peningkatan preload seperti JVP meningkat
atau terdapat ronki basah di basal
3. Profil hemodinamik basah dingin (wetand cold)
4. Kriteria Diagnostik 1. Memenuhi kriteria anamnesis
2. CO < 3,2 L/menitatau CI <2,2L/menit/m2
3. SVR meningkat pada fase awal, normal atau menurun pada kondisi
lanjut
4. Preload cukup atau meningkat
5. TAPSE <1,5 berdasarkan pemeriksaan echocardiografi
6. Diuresis <0,5 CC/KgBB/jam
5. Indikasi Rawat Inap
6. Diagnosis Kerja Syok Kardiogenik
7. Diagnosis Banding 1. Syok Hipovolemik
2. Syok Distributif
3. Syok Obstruktif
8. Pemeriksaan Penunjang 1. EKG
2. Ekokardiografi
3. Hemodinamik monitoring invasive atau non invasif
4. Pemeriksaan analisa gas darah atau laktat
9. Tata Laksana (Terapi) Fase Akut di UGD atau ICVCU
1. Bedrest total
2. Lakukan resusitasi jantung jika terjadi cardiac arrest
3. Sedasi dengan midazolam, propofol atau morfin
4. Oksigen support (NRM atau CPAP, intubasi jika terjadi gagal napas)
5. Pemasangan IVFD.
6. Jika terjadi gangguan irama seperti taki/bradiaritmia atasi segera
dengan pemberian preparat anti-arimia atau pemasangan pacu
jantung, over drive atau kardioversi.
7. Monitoring invasive atau non invasif untuk mengetahui status
preload, SVR dan curah jantung (CO).
8. Jika preload rendah maka diberikan fluid challenge 1-4 cc/kgBB/10
menit hingga dipastikan preload cukup.
9. Jika CO rendah dengan SVR tinggi namun MAP masih <70 mmHg
maka diberikan preparat inotropik nonvasodilator (dobutamin) atau
inodilator (milrinon). Pemasangan IABP harus direkomendasikan
pada pasien syok dengan sindrom koroner akut.
10. Jika CO tinggi dengan SVR rendah maka diberikan preparat
vasopressor seperti noradrenalin atau adrenalin atau dopamine.
11. Dopamin dosis rendah dapat diberikan pada kondisi oliguria.
12. Pada syok kardiogenik yang refrakter pertimbangkan pemasangan
IABP, ECMO atau LVAD sebagai bridging terapi definitif.
13. Terapi definitif seperti PCI, operasi penggantian katup, BMV (pada
MS), urgent CABG harus segera dilakukan, atau transplantasi
jantung bila memungkinkan.
14. Semua pasien syok kardiogenik harus dirawat di ruang CVCU.
Fase Perawatan Biasa
1. Sama denganlangkah 2 a-f (di atas)
2. Stratifikasi Risiko untuk prognostic sesuai skala prioritas pasien
(pilih salah satu) : Treadmill test, Echocardiografi Stress test, Stress
test perfusion scanning atau MRI
3. Rehabilitasi dan Prevensi sekunder
10. Edukasi (Hospital 1. Edukasi gizi dan pola makan
Health Promotion) 2. Edukasi faktor risiko
3. Edukasi gaya hidup sehat
4. Edukasi obat-obatan
11. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
12. Tingkat Evidens
13. Tingkat Rekomendasi
14. Indikator Medis 80% Pasien dengan NSTEMI mendapatkan heparinisasi dan dual
antiplatelet.
15. Kepustakaan 1. Anonim. 2016. Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Clinical Pathway
(CP) Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Jakarta: PERKI.
2. Anonim. 2015. Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut.
Jakarta: PERKI.
Dibuat Oleh: Ditetapkan:
KSM JANTUNG Bangkalan, 1 Juni 2019

Direktur RSUD Syamrabu

RSUD Syarifah Ambami


Rato Ebu Kabupaten
Bangkalan
dr. H. Andri Eko Purnomo, Sp.P
Pembina TK.I
NIP. 19740831 200604 1 008