Anda di halaman 1dari 5

NASKAH DRAMA

“MENINGKATKAN NILAI KEPUASAN KONSUMEN DENGAN


MENGEMBANGKAN KUALITAS PRODUK”

KELOMPOK 1

“JAJARAN DEWAN DIREKSI”

NAMA ANGGOTA

1. Azaria Hikmah F (121600091) As Direktur Utama


2. Reni Novitasari P (121600089) As Direktur Sistem Informasi
3. Gading ananda (121600117) As Direktur Keuangan
4. Toni OktaFiansah (121600085) As Direktur Marketing
5. Indarianti Utami (121600099) As Direktur Sumber daya manusia

PT. Natur Beauty adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang
kosmetik dan telah memproduksi berbagai macam kosmetik mulai dari pelembab, handbody,
bedak, dan lain-lain. Perusahaan saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat.
PT. Natur Beauty berencana untuk mengembangkan usaha mereka dengan cara
mengembangkan kualitas produk agar dapat meningkatkan nilai kepuasan konsumen.

Senin, 21 Maret 2016, pukul 08.00 Direktur PT. Natur Beauty meminta semua Dewan
Direksi menghadiri rapat membahas tentang inovasi produk untuk menambah nilai kepuasan
konsumen.

DIALOG

Aza : “Selamat Pagi. Terima kasih kepada jajaran dewan direksi yang sudah hadir
pada rapat hari ini. Baiklah untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai
rapatnya. Pertama-tama saya ingin mendengar presentasi dari Direktur
Marketing.”

Toni : “Terima kasih untuk waktunya. Baik disini saya akan menjelaskan tentang
hasil survei tim marketing. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh
tim lapangan kami, kami mendapatkan informasi mengenai permintaan
konsumen bahwa mereka menginginkan inovasi dari produk kita. Dapat dilihat
pada diagram berikut ini konsumen banyak menginginkan inovasi pada produk
handbody, bedak, dan parfum.”

Aza : “Baiklah nanti akan kita tindak lanjuti.”

Kiki : “Baik bu.”

Aza : “Sekarang saya ingin mendengar presentasi dari Direktur Keuangan.”


Gading : “Iya bu, terima kasih sebelumnya. Saya setuju dengan apa yang disampaikan
oleh direktur marketing karena hal ini bisa dibuktikan dengan menurunnya
volume penjualan selama 6 bulan terakhir. Hal ini dapat dilihat pada diagram
berikut tepatnya untuk produk handbody, bedak, serta parfum volume
penjualannya menurun.”

Aza : “Mengapa hal itu bisa terjadi padahal selama ini kita gencar untuk melakukan
promosi di berbagai media?”

Toni : “Promosi memang sudah dilakukan bu namun pada kenyataannya respon dari
konsumen hanya sebesar 50% dan jika kita hanya terus melakukan promosi saja
kita tidak akan bisa meningkatkan penjualan.”

antik : “Mungkin konsumen sudah merasa bosan bu dengan produk kita. Bagaimana
jika kita melakukan inovasi terhadap produk handbody, bedak, serta parfum?”

Aza : “Mengapa harus ketiga produk tersebut?”

Gading : “Begini bu berdasarkan hasil survei ketiga produk tersebut selama ini paling
banyak disukai oleh konsumen, namun di 6 bulan terakhir volume penjualannya
menjadi menurun.”

Aza : “Lalu jika kita ingin melakukan inovasi dari ketiga produk tersebut, mana
produk yang akan diinovasi?”

Gading : “Sebaiknya ketiga produk tersebut bu, karena ketiga produk tersebut masih
memiliki peluang yang besar untuk diterima oleh konsumen.”

Aza : “Baiklah kalau begitu, saya setuju untuk melakukan inovasi pada ketiga
produk itu. Ada yang mempunyai ide untuk inovasi produk kita?”

Reni : “Saya ada ide bu, bagaimana jika kita mengubah kemasan tutup dari produk
handbody yang semula difliptop diubah menjadi diputar/ditekan.”

Anik : “Bagaimana kita mendapatkan tutup produk handbody yang diputar/ditekan?”

Reni : “Kita bisa melakukan kerja sama dengan PT. Angkasa untuk mendapatkan
tutup tersebut karena PT. Angkasa telah menjadi supplier terbaik kita dan kita
juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah.”

Aza : “Selain tutup apalagi yang bisa diinovasi dari produk handbody?”

Reni : “Kita bisa menambah produk handbody dengan segmentasi pasar anak-anak.”

Aza : “Lalu untuk produk bedak dan parfum bagaimana?”

Reni : “Kita bisa juga menambahkan produk bedak dan parfum ke dalam segmentasi
pasar anak-anak.”
Antik : “Kita juga bisa merubah kemasan bedak dengan menggabungkan bedak padat
dan bedak tabur dalam satu kemasan sehingga pemakaiannya lebih efektif dan
efisien.”

Aza : “Bagaimana bentuk kemasannya?”

Antik : “Kemasannya bisa berbentuk lingkaran dengan Lailymbah sekat di tengahnya


untuk memisahkan bedak tabur dan bedak padat.”

Aza : “Baiklah saya setuju dengan hasil inovasi yang saudara utarakan, tetapi untuk
segmentasinya apa hanya untuk anak-anak saja?”

Toni : “Untuk segmentasi tentunya dapat digunakan untuk semua kalangan dari
anak-anak, remaja sampai dewasa.”

Aza : “Seperti apa kategorinya?”

Toni : “Kategorinya dibagi menjadi dua, yang pertama dari usia 10 – 29 tahun dan
yang kedua dari usia 30 tahun ke atas.”

Reni : “Bolehkah saya menyanggah bu?”

Aza : “Iya boleh, silahkan.”

Reni : “Untuk promosinya bagaimana? Karena saat ini banyak sekali klinik-klinik
kecantikan yang sudah menjamur di kalangan masyarakat dan sekarang sudah
banyak remaja yang memakai produk dari klinik tersebut dibanding membeli
produk dari pabrik.”

Antik : “Bagaimana jika kita menerapkan sistem paket dalam setiap pembeliannya,
jadi dalam satu paket tersebut itu sudah terdiri dari bedak, parfum, dan
handbody serta pelembab siang dan malam, harganya tentu juga berbeda jika
konsumen membeli secara satuan dibanding dengan membeli satu paket
tersebut.”

Gading : “Itu ide yang sangat bagus bu, cara tersebut dapat menarik minat konsumen
kembali untuk membeli produk kita sehingga tentunya akan berdampak pada
peningkatan penjualan.”

Aza : “Boleh, boleh. Apa ada yang mempunyai ide lain lagi untuk mempromosikan
produk kita?”

Reni : “Saya ada ide bu. Untuk meramaikan promosi kita bagaimana jika kita
membuat semboyan.”

Aza : “Bagaimana semboyannya?”


Reni : “Saya mempunyai gambaran tentang semboyannya, karena produk kita
terbuat dari bahan-bahan alami, bagaimana jika semboyan kita adalah
CANTIK ALAMI.”

Aza : “Bagaimana, apakah saudara-saudara sekalian setuju dengan semboyan


tersebut?”

Ely, Junia, Kiki, Novia : “Setuju bu.”

Aza : “Baiklah saya juga setuju, tetapi apakah seluruh aspek yang di perusahaan kita
sudah mampu untuk melakukan inovasi tersebut?”

Toni : “Saya rasa perusahaan kita sangat mampu sekali untuk melakukan hal tersebut
karena tim saya sudah memantau perkembangan pasar dan yang diharapkan
para masyarakat terhadap produk-produk dari perusahaan kita.”

Gading : “Saya setuju dengan Direktur Marketing, saya melihat dari internal produk
kita sudah cukup mampu untuk memulai inovasi produk yang direncanakan saat
ini. Akan tetapi kita juga harus memperhatikan kualitas internal produk baru
kita.”

Aza : “Baiklah kalau begitu saya sependapat dengan usulan saudara, kemudian saya
ingin bertanya pada Direktur SDM dan Direktur SI, apakah anda berdua siap
untuk mengawasi jalannya proses inovasi produk ini?”

Antik dan reny : “Kami berdua sangat siap untuk mengawasi jalannya proses inovasi produk
ini.”

Reni : “Sesuai dengan yang saya pikirkan saat ini tentang inovasi dan kebutuhan akan
inovasi di masyarakat, saya percaya bahwa perusaahan ini akan bisa sukses
dengan adanya inovasi dari produk kita yang ada pada saat ini.”

Toni : “Perusahaan kita juga memiliki karyawan yang kompeten di tiap bidangnya
bu. Kami juga akan menargetkan penjualan perbulannya apabila memenuhi
target maka kami akan memberikan komisi untuk memotivasi karyawan dalam
bekerja agar lebih giat untuk mencapai target yang ditentukan.”

Aza : “Baiklah kalau begitu, saya rasa cukup sekian rapat hari ini. Terima kasih atas
presentasi saudara yang luar biasa, semoga inovasi produk ini berjalan dengan
lancar dan sesuai dengan rencana kita. Saya berharap kita dapat saling
bersinergi agar lebih baik dan terus maju di kedepannya dan menciptakan
kebahagian bagi kita dan bahkan semua orang. Kepada sekretaris silahkan di
simpulkan hasil rapat hari ini.

Ida, Laily, Junia, Ely, Kiki, Novia : “Walaikumsalam Wr. Wb.”