Anda di halaman 1dari 112

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Taxes
- Unique preferences and circumtances

3.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1331
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

METODE KUANTITATIF BISNIS


MATERI 1 2.) Pak Amir menabung di Bank ABC sebesar RpI.000.000
selama 3 bulan dengan bunga 127% p.a. Hitung bunga
BUNGA SEDERHANA, TINGKAT DISKON DAN DISKON tabungan yang ia peroleh.
TUNAI, BUNGA MAJEMUK

Konsep Bunga Sederhana dan Nilai waktu dari Uang


Apabila menggunakan bunga sederhana maka bunga
dihitung dari nilai pokok awal (principal) dikalikan tingkat
bunga (interest rate) dan waktu (time). Perhitungan bunga
ini diklakukan satu kali saja,yaiu pada akhir periode atau
pada tanggal pelunasan. Secara matematis hal ini dapat
dinyakana sebagai berikut :
SI = P . r. t 3.)Hitung bunga yang dibayarkan sebuah obligasi yang
memiliki nilai nominal Rp100.000.000 dan berbunga l5%
SI = Simple interest (Bunga sederhana) p.a. jika pembayaran bunga dilakukan setiap 6 bulan.
P = Principal (Pokok)
R = Interest rate p.a. (tingkat bunga per tahun)
T = Time (waktu dalam tahun)
Karena satuan t adalah tahun jika waktu t dinyatakan
dalambulan,maka kita dapat emnggunakan persamaan
sebagai berikut :
T = jumlah bulan / 12
Sedangkan jika t dinyatakan dalam hari,akan ada dua
metode dalam mencari nilai t,yaitu 4.) Sepasang pengantin baru mengambil Kredit pemilikan
Rumah (KpR) sebesar Rp100.000.000 dengan tingkat bunga
1. Bunga tepat (Exact interest) atau Sie dengan t = jumlah efektif t5% p.a., angsuran per bulan Rp2.000.000. Untuk
hari / 365 angsuran pertama yang mereka bayarkan, berapa besarnya
2. Bunga Biasa (ordinary Interest) atau SI0 dengan t = pembayaran bunga dan pelunasan pokok?
jumlah hari / 360 Jawab:
Penggunaan bunga biasa akan menguntungkan penerima
bunga dan merugikan pembayar bunga. Sebaliknya
,penggunaan bunga tepat akan menguntungkan pembayar
bunga. Oleh karena itu,dalam hal pinjaman (kredit), Bank
lebih menyukai penggunaan bunga biasa,sementara untuk
tabungan dan deposito mereka lebih memilih penggunaan
bunga tepat dalam perhitungan bunganya
Contoh :
1.) Hitung bunga tepat dan bunga biasa dari sebuah
pinjaman sebesar Rp20.000.000 selama 60 hari dengan
bunga 8%.
P = Rp20.000.000
r = 87o = 0,08 Jadi, pelunasan pokok pinjaman rialam angsuran pertama
t = 60 hari tersebut adalah sebesar
SI = Prt Rp750.000, yaitu didapat dari Rp2.000.000 _ Rp1.250.000 =
Rp750.000.
Manipulasi Persamaan Bunga sederhana
Dengan menggunakan persamaan sebelumna maka kita
juga dapat menghitung nilai pokok ,tingkat bunga,ataupun
waktu ,jika diberikan variabel lainnya. Jika SI = P. r.t maka :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1332
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

P = SI / rt
R = SI / Pt
T = SI / Pr
Faktor (1 + rf)-1 dalam persamaan di atas disebut juga
Contoh : faktor diskon (discount factor) dengan menggunakan
1.) Setelah meminjam selama 73 hari, Ibu Tina melunasi bunga sederhana, dan proses menghitung p di atas banyak
pembayaran bunga pinjamannya sebesar Rp2.880.000. digunakan dalam wesel (promissory note), Certifcate of
Berapa besarnya pinjaman lbu Tina jika tingkat bunga Deposit, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan disebut
sederhana l8% p.a.?. pendiskontoan dengan bunga sederhana.
4.) Pak Karta menabung Rp3.000.000 dan mendapatkan
bunga sederhana l2% p.a. Berapa saldo tabungannya
setelah 3 bulan?

2.) Seorang rentenir menawarkan pinjaman sebesar


Rp I .000.000 yang harus dilunasi dalam waktu I bulan
sebesar Rp1.250.000. Berapa tingkat bunga sederhana 5.) Aisyah meminjam Rp10.000.000 selama 146 hari
tahunan yang dikenakan atas pinjaman tersebut? dengan ttrgkat bunga sederhana 15% p.a. Berapa jumlah
yang harus ia bayarkan?

6.) Sejumlah uang yang disimpan dengan tingkat bunga


3.) Apabila Anto menabung Rp20.000.000 di bank yang sederhana sebesar 9% p.a. akan meniadi Rp5.000.000
memberinya tingkat bunga sederhana 15% p.a., berapa setelah 6 bulan. Berapa jumlah simpanan tersebut?
lama waktu yang ia perlukan supaya tabungannya tersebut
menghasilkan bunga sebesar Rp1.000.000?

Menghitung Jumlah hari


Apabila S kita notasikan untuk bunga, maka: Ada dua metode yang dapat digunakan dalam menghitung
jumlah hari antara dua tanggal kalender. Metode pertama
adalah dengan menghitung jumlah hari per bulan dan
kemudian menjumlahkan seluruhnya
Metode kedua adalah dengan menggunakan tabel nomor
urut hari . Untuk tahun kabisat maka ditambagkan 1 untuk
Jika S, r, dan t yang <iiberikan dan P yang dicari, maka: semua tanggal mulai tanggal 1 maret hingga 31 desember.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1333
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Tabel Nomor urut hari 2.) Hitung jumlah hari antara tanggal 15 ]anuari dan 22
]uni.

Jumlah hari pada bulan Februari akan menjadi 29 hari


untuk tahun kabisat, yaitu tahun yang habis dibagi dengan
4.
3.) Sebuah wesel berjangka waktu 90 hari dikeluarkan pada
tanggal 1 Maret 2004. Tanggal berapa wesel tersebut jatuh
tempo?

Jadi, tanggal jatuh temponya adalah 30 Mei 2004


4.) Hitung jumlah hari antara 11 Juni 2004 dan 3 November
2004.

5.) Hitung iumlah hari antara 15 Januari 2004 dan 22 juni


2004.

Tahun 2004 adalah thn kabisat sehingga harus ditambah 1.


6.) Hitung jumlah hari antara 15 Januari 2005 dan 22 Juni
2005.

Contoh
1.) Hitung jumlah hari antara tanggal 11 juni dan 3 Pembayaran dengan angsuran
November. Pada prakteknya tingkat bunga yang digunakan untuk
menghitung besar angsuran dengan cara ini disebut tingkat
bunga flat
Contoh
1.) Seorang pedagang menjual televisi seharga
Rp10.000.000 kepada Pak Abdi. Sebagai tanda jadi, Pak
Abdi membayar uang muka sebesar Rp2.000.000 dan
berjanji akan mengangsur sisanya dalam 5 kali angsuran
yang sama besar setiap akhir bulan dengan bunga

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1334
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

sederhana l0% p.a. Hitung besarnya angsuran Pak Abdi itu, istilah diskon sering juga disebut bunga dipotong di
tersebut. muka
Contoh
1.) Berapa besarnya diskon dari RP 8.000.000 selama 9
Bulan pada tingkat Bunga 10% p.a. ?

2.) Ibu Siska meminjam uang dari Bank Paramita sebesar


Rp70.000.000. Ia berjanji akan membayar kembali
pinjamannya dalam waktu 20 bulan dengan cara
mengangsur Rp3.850.000 setiap bulannya. Berapa tingkat Manipulasi persamaan diskon
bunga sederhana yang dikenakan Bank kepada Ibu Siska? Dari persamaan sebelumnya maka dapat juga menyatakan
S dalam P,d,dan t, yaitu sebagai berikut :
S = P / (1- dt)
Penggunaan tingkat diskon selalu meberikan keuntungan
yang lebih besar kepada pemberi pinjaman (dalam kasus
ini adalah Bank) dibandingkan dengan penggunaan tingkat
bunga yang besarnya sama. Kita dapat menghitung tingkat
bunga yang ekuivalen dengan tingkat diskon tertentu dan
juga sebaliknya,mencari ringkat diskon yang ekuivalen
dengan tingkat bunga tertentu.
Tingkat diskon (d) dan tingkat bunga (r) adalah ekuivalen
jika kedua variabel tersebut memberikan nilai sekarang
(PV) yang sama untuk nilai S yang sama di kemudian hari.
Dengan menggunakan dua persamaan sebelumnya maka
dapat dibentuk persamaan baru

Diskon dan Tingkat diskon


Selisih S – P atau D disebut diskon sederhana (simple
discount) atau diskon Bank (Bank discount) pada tingkat
bunga tertentu. Selanjutnya Simple discount akan disebut
diskon (discount)
D = S .d. t
P=S–D
P = S – ( S.d.t)
= S ( 1 – dt)
Diskon dapat dihitung dari nilai akhir (S) dengan
menggunakan tingkat diskon selain menggunakan tingkat
bunga,tertuama untuk pinjaman jangka pendek. Pemberi
pinjaman menghitung diskon (D) dari S atau nilay yang
seharusnya dibayar pada tanggal jatuh tempo dengan
menggunakan tingkat diskon (Discount rate) dan bukan
menggunakan tingkat bunga (interest rate). Oleh karena

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1335
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Dengan cara yang sama juga, dapat dihitung tingkat diskon


yang ekuivalen dengan tingkat bunga tertentu,yaitu
sebagai berikut :

4.) Jika diketahui tingkat diskon sebuah bank adalah 9%,


Contoh : berapa tingkat bunga yang ekuivalen untuk f = 1?
1.) Bapak Tri meminjam Rp50.000.000 selama 6 bulan dari
sebuah bank yang mengenakan tingkat diskon 1270.
Berapa besarnya diskon dan uang yang diterima Bapak Tri?

5.) Jika diketahui tingkat bunga sebuah bank adalah l0%,


berapa tingkat diskon yang ekuivalen untuk periode 5
bulan?

Maka uang yang diterima Bapak Tri adalah:


P = S-D
= Rp 50.000.000 - Rp3.000.000
= Rp 47.000.000
2.) Melanjutkan contoh di atas, berapa pinjaman yang
harus Bapak Tri ajukan supaya ia dapat menerima uang
tunai sebesar Rp50.000.000 secara penuh?

Wesel
Wesel (promissory notes) adalah janji tertulis seorang
debitur atau pembuat wesel untuk membayar kepada atau
atas perintah dari kreditur atau penerima wesel sejumlah
uang, dengan bunga atau tanpa bunga dan pada tanggal
tertentu. Promissory notes sering disingkat Pro-notes atau
P-notes. Promissory notes yang mengandung bunga
disebut wesel berbunga (interest-bearing notes),
sedangkan yang tidak berbunga disebut wesel tidak
berbunga (non-interest bearing note). Dalam akuntansi,
Supaya memperoleh Rp50.000.000 secara penuh, Bapak promissory) note juga disebut wesel tagih (notes
Tri harus mengajukan pinjaman sebesar Rp53. 191.489,36. receivable) untuk yang menerima dan wesel bayar (notes
payable) untuk yang membuat.
3.) Hitung nilai sekarang(present value) dari Rp10.000.000
yang jatuh tempo 1 tahun lagi dengan: Berikut adalah sebuah contoh paling sederhana dari wesel
a. Tingkat bunga 10%. berbunga dengan nilai nominal Rp100.000.000. Tanggal
b. Tingkat diskon 10%. penerbitan wesel tersebut adalah 1 Juli 2010 dan jatuh
tempo dalam 60 hari atau tanggal 30 Agustus 2010 dengan
bunga 11%. Nilai wesel pada saat jatuh tempo adalah
Rp100.000.000 x (1 + 0,11 (60/365)) = Rp 101.808.219,20.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1336
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Maka:

Sebuah wesel dapat dijual satu atau berulang kali sebelum Cara lain adalah menghitung r yang ekuivalen dengan d =
tanggal jatuh temponya. Setiap pembeli akan menghitung 15%
diskon dari tanggal penjualan hingga tanggal jatuh tempo
menggunakan tingkat diskonnya. Nilai jatuh tempo
dikurangi diskon adalah nilai yang akan diterima oleh
penjual.
Contoh :
1.) Jika wesel yang ditandatangani Tuan Achmad di atas
pada tanggal 1 Agustus 2010 dijual oleh Tuan Bachtiar
kepada Bank AAA dengan menggunakan tingkat diskon c. Tuan Bachtiar mendapatkan bunga sebesar Rp 594.888,4
15%, hitung: untuk investasi Rp100.000.000 selama 31 hari. Tingkat
a. Berapa nilai yang akan diterima Tuan Bachtiar? bunga yang ia dapat adalah:
b. Berapa tingkat bunga yang akan diterima bank atas
investasinya dalam wesel di atas jika wesel tersebut
dipegang hingga tanggal jatuh tempo?
c. Berapa tingkat bunga )'ang didapat Tuan Bachtiar ketika
ia menjualnya pada 1 Agustus 2010?
a. Pertama kita perlu membuat diagram waktu dan nilai 2.) Pada tanggal 15 April2010, Tuan Emil menandatangani
sebagai berikut: wesel bernilai Rp80.000.000 Wesel tersebut akan jatuh
tempo dalam dua bulan dengan bunga 12%. Pada tanggal
10 Mei 2010, pemegang wesel tersebut menjualnya ke
bank yang mengharapkan tingkat bunga 13%. Berapa nilai
yang akan diterima pemegang wesel?

Nilai jatuh tempo wesel adalah:

Nilai jatuh tempo wesel adalah:

Nilai yang diterima penjual pada 1 Agustus 2010 adalah :

Nilai yang diterima pemegang wesel adalah:

b. Bank akan memperoleh Rp1.213.330,8 (Rp101


.808.219,2 - Rp100.594.888,4) untuk investasi sebesar
Rp100,594.888,4 selama 29 hari.
Jadi:
3.) Pada tanggal 21 April 2010, Khalid membeli barang
seharga Rp5.000.000' jika membayar tunai, ia akan
mendapatkan diskon (potcngan) sebesar 4%. Untuk
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1337
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

memanfaatkan potongan ini, ia menandatangani sebuah


wesel tanpa bunga berjangka waktu 90 hari di bank yang
mengenakan tingkat diskon 9%.Berapa nilai nominal wesel
tersebut agar pedagang tadi mendapatkan jumlah uang
tunai (kas) yang pas untuk pembayaran barangnya?
Potongan tunai = 4% x Rp5.000.000 = RP200.000
Pedagang tersebut membutuhkan uang tunai:

Diskon tunai
Untuk mendorong pembayaran yang lebih cepat. bnnfak Seandainya pedagang tadi tidak memiliki uang tunai, tetapi
produsen dan pedagang grosir menawarkan potongan memiliki akses untuk meminjam, maka tingkat bunga
tunai untuk pembayaran jauh sebelum tanggal jatuh tertinggi yang masih menguntungkan pedagang ta& untuk
tempo. Biasanya, besarnya potongan dan syaratnya meminjam guna mengambil diskon di atas adalah 21,73%.
dinyatakan dalam termin kredit (credit terms), seperti Jika tingkat bunga pinjaman lebih rendah dari 21,73%,
2/10, n/30, yang artirrya diskon tunai atau potongan tunai Pedagang tersebut sebaiknya meminjam karena diskoir
(cash discount) sebesar 2% akan diberikan jika pembayaran tunai yang didapat lebih besar daripada beban bunga yang
dilakukan dalam waktu 10 hari. Jika tldak, jun'rlah harus dibayar untuk periode waktu yang sama.
keseluruhan harus dilunasi dalam waktu 30 hari.
Bunga Majemuk
Pembeli yang akan memanfaatkan Potongan tunai, pada Rumus Bunga majemuk :
praktiknya akan menerima potongan atau bunga di muka
dalam bentuk diskon tunai. Tingkat bunga efektif -vang S = P (1+ i )n
didapatkan dengan cara ini biasanya sangat tinggi.
Contoh :
1.) Seorang karyawan menyimpan uangnla sebesar
Contoh : Rp5.000.000 dalam sebuah bank yang memberikan bunga
1.) Seorang pedagang membeli sebuah peralatan kantor sebesar 12,25% diperhitungkan dan dikreditkan
seharga Rp40.000.000 dengan termin kredit 4/30, n/100. harian.Berapa besarnya bunga yang dihasilkan selama:
Berapakah tingkat bunga efektifyang ditarvarkan kepada a. Tahun pertama.
pedagang tadi? (Catatan: jika pedagang tadi ingin b. Tahun kedua.
mendapatkan potongan, maka ia akan membayarnya pada
hari ke-30, dan jika tidak, ia harus membayar barang yang Umumrya bunga tabungan dikreditkan bulanan bukan
dibelinya pada hari ke 100 atau ada perbedaan waktu 70 harian.
hari.)
Perbedaan jumlah.yang dibayarkan atau diskon adalah 4%,
atau sebesar Rp40.000.000 x 4% = Rp1.600.000.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1338
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

2.) Hitung J4, yang ekuivalen dengan :


Bunga efektif dan Bunga modal
Seperti kita ketahui bersama bahwa tingkat bunga selalu
dinyatakan per tahun atau annum (p.a.). Tingkat bunga
tahunan yang dikatakan itu apakah diakhiri dengan p.a"
atau tidak, disebut tingkat bunga nominal. Untuk setiap
tingkat bunga nominal tertentu (Jm), kita mendapatkan
tingkat bunga efektif yang ekuivalen,yaitu yang jika
digandakan tahunan (Ji) memberikan besar bunga yang
sama per tahun.
J1 artinya periode perhitungau bunga adalah sekali
setahun atau tahunan, J2 artinya dua kali dalam setahun
atau semesteran,J3 artinya tiga kali dalam setahun atau
kuartalan,J4 triwulanan, J12 bulanan, dan seterusnya.
jika

Atau

Contoh : 3.) Berapa tingkat bunga sederhana yang ekuivalen dengan


1.) Hitung tingkat bunga efektif J1, yang ekuivalen dengan: j2= 9%, jika uang disimpan selama tiga tahun?

Menghitung Nilai Sekarang


Sering kali kita diberikan nilai akhir (S), tingkat bunga (i),
dan Periode waktu (n); dan diminta untuk mencari atau
menghitung nilai P, yaitu nilai sekarang (present value) atar
nilai yang didiskontokan (discounted value) atau nilai
pokok awal. Proses mencari P dari S ini disebut
pendiskontoan (discounting). Dari Persamaan sebelumnya,
kita dapat menuliskannya menjadi sebagai berikut:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1339
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Untuk menjawab soal ini, kita akan menghitung total nilai


sekarang dari alternatif kedua kemudian
membandingkannya dengan alternatif pertama. Pembeli
tentunya akan memilih alternatif dengan harga vang lebih
atau yang lebih populer PV = FV (l + i)-1 rendah.
Nilai sekarang dari alternatif pertama adalah
Rp180.000.000.
Nilai sekarang dari alternatif kedua adalah: =

Faktor (i + i)-n dalam Persamaan (14) disebut faktor


diskonto (discount factor).
Contoh : Alternatif kedua lebih mahal Rp261.593 dibandingkan
Dengan menggunakan J12= 12%,hitung nilai diskonto alternatif pertama. Oleh karena itu, pembeli sebaiknya
(discounted value) dari uang sejumlah Rp100.000.000 yang memilih alternatif pertama.
jatuh tempo:
a. 10 tahun lagi. Menghitung tingkat bunga dan jumlah periode
b. 25 tahun lagi. Dengan menurunkan Persamaan sebelumnya, kita pun
dapat mencari tingkat bunga (i), jika diketahui P, S, dan n:

Contoh
1.) Berapa tingkat bunga yang dapat membuat sejumlah
uang menjadi tiga kali lipat dalam 12 tahun?
Kita asumsikan uang tersebut sebagai x.
n=12x12=144
Maka :

Perhatikan bahwa sebaiknya pembulatan dalam


menghitung (1,01)120 dan (1,01)300 tidak dilakukan karena
bukan merupakan hasil akhir. Kaluipun dilakukan
pembulatan, usahakan sampai beberapa angka desimal Persoalan di atas juga dapat kita selesaikan dengan
untuk angka yang belum atau bukan merupakan hasil akhir menggunakan logaritma sebagai berikut:
dan cukup dua angka desimal untuk hasil akhir seperti
contoh di atas.
]
Contoh :
Pada tanggal 1 Januari 2010, sebidang tanah ditawarkan
pada harga Rp180.000.000 secara tunai atau dengan
membayar Rp100.000.000 hari ini ditambah Rp50.000.000
satu tahun lagi dan Rp50.000.000 dua tahun lagi. Jika
diketahui J1 = 16%, alternatif pembayaran mana yang
sebaiknva dipilih pembeli?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1340
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

untuk membuat nilai awal menjadi dua kali lipat adalah


selalu 72.
P menjadi 2P jika dan hanya jika i x n = 72
P menjadi 2P -> i x n = 72
Atau

atau

Dengan cara yang sama, kita iuga dapat menurunkan


persamaan untuk mencari jumlah periode (n):
lika diketahui tingkat bunga bersih deposito adalah 8%,
maka diperlukan 9 tahun untuk membuat nilai awal (P)
menjadi dua kali lipat (2p). iika seorang investor ingin
portofolionya berlipat dua dalam 6 tahun maka return
tahunan yang harus diperolehnya adalah 12% p.a.
Continuous Compounding
Bunga nominal 12% per tahun akan memberikan bunga
efektif sebesar 12,68% per tahun apabila periode
perhitungan bunga adalah bulanan (monthly
compounding) dan akan menjadi lebih besar lagi untuk
periode perhitungan lebih pendek dari sebulan seperti dua
2.) Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat mingguan, mingguan, dan harian. Bagainana jika periode
uang sebesar Rp5.000.000 menjadi Rp8.500.000 dengan perhitungan menjadi lebih pendek lagi dari harian, katakan
J12 = 12%? per menit atau bahkan per detik, seperti pertumbuhan
penduduk ,penyebaran penderita penyakit yang belum
ditemukan obatnya, dan pertumbuhan pemakai narkoba
jika tidak dikenakan sanksi berat?
Dalam kasus-kasus tersebut, sebenarnya kita masih dapat
menggunakan persamaan bunga majemuk (compound.
interest) biasa, yaitu S = p (l + i)t atau FV = PV (1 + i)". Akan
tetapi, dengan i atau rmendekati 0 (nol) dan n mendekati
tidak terhingga (-), persamaan tersebut akan menjadi
persamaan kontinu, yaitu

Di dalam Bab 2, kita sudah membahas bahwa untuk


periode waktu tertentu (r), kita dapat menghitung tingkat
diskon (d) yang ekuivalen dengan tingkat bunga (r)
tertentu, dan sebaliknya. Demikian juga dengan hubungan
antara tingkat bunga kontinu (r) dan tingkat bunga diskrit
(l). Kita juga dapat mencari r yang ekuivalen dengan i
tertentu dan I yang ekuivalen dengan rtertentu, Tidak
seperti persamaan yang menghubungkan d dan r di dalam
Aturan 72 Bab 2 yang bergantung pada periode r, persamaan ini
Berhubungan dengan jumlah periode, yang sering ingin berlaku untuk semua periode t.
diketahui adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk
membuat sejumlah uang menjadi dobel alias dua kalinya
jika diinvestasikan dalam produk keuangan yang
memberikan tingkat pengernbalian tertentu. Secara
akurat, kita dapat menggunakan persamaan sebelumnya
untuk menghitung jumlah periode ini, yaitu:

Sebagai alternatif, kita sebenar ya mempunyai aturan


praktis (rule of thumb) yang dapat memberikan hasil yang
tidakjauh berbeda. Aturan itu disebut aturan 72, yang
menyatakan hasil kali return periodik dan jumlah periode

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1341
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Contoh : r = 0,148228607 = 14'82%


Berapakah tingkat bunga kontinu (r) yang ekuivalen MATERI 2
dengan tingkat bunga diskrit (i) 10% p.a.?
ANUITAS BIASA, ANUITAS DIMUKA, DAN ANUITAS
DITUNDA VARIABEL

2.) Hitunglah t yang ekuivalen dengan r = 12% P.a.?. Anuitas Biasa


Annuitas adalah suatu rangkaian pembayaran atau
penerimaan sejumlah uang, umumnya sama besar dengan
periode waktu yang sama untuk setiap pembayaran.
Pembayaran bunga pinjaman , bunga deposito ,bunga
obligasi,cicilan kredit rumah dan mobil adalah beberapa
3.)Sebuah deposito sebesar Rp10.000.000 dapat contoh anuitas.
memberikan pendapatan bunga sebesar Rp5.600.000
selama 36 bulan. Hitung tingkat bunga nominal Persamaan Anuitas sekarang :
tahunannya
apabila:
a. Perhitungan bunga tahunan
b. Continuous compounding
PV = present ralue atau nilai di awal periode atau nilai
sekarang
I = tingkat bunga per periode
N = jumlah periode
A = anuitas atau pernbayaran per periode
Contoh :
1.) Hitung nilai sekarang dari uang Rp 1.000.000 yang
diterima setiap tahun selama 5 tahun mulai 1 tahun lagi
jika tingkat bunga yang relevan adalah 15% p.a

Akan tetapi, akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal di


atas dengan menggunakan persamaan anuitas sepanjang
memenuhi persyaratan annuitas, yaitu jumlahnya sama
sebesar Rp1.000.000 dan interval waktunya juga sama
yaitu setiap tahun. Penggunaan persamaan anuitas ini akan
mernberikan hasil yang sama tetapi jauh lebih praktis dan
cepat.
a. S = Rp15.600.000
P = RP10.000.000 Diketahui:
t =3 i = 15% = 0,15
S = P (l+i)n A = Rp1.000.000
Rp15.600.000 = Rp10.000.000 (1 + i)3 . l,s6 = (r +i)3 n = 5 tahun
i = V[56=-i
i = 0'rs9778 = 15,98%
b. S = RP15.600.000
P = Rpr0.000.000
t =3
S = Pen
Rp15.600.000 = RP10.000.000 ert
1,56 = e'
ln 1,56 = ln e't
0,44468s821 = 3r

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1342
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Selain itu, kita juga dapat menggunakan tabel anuitas biasa


untuk nilai sekarang dengan mencari nilai i = 15% pada
kolom i dan mencari n = 5 pada baris n untuk memperoleh Contoh :
a5 = 15% . Rina meminjam uang sebesar Rp10.000.000 dengan bunga
Maka 12% p.a. Jika pinjaman tersebut harus ia lunasi dalam 24
kali cicilan bulanan, berapa besarnya cicilan yang harus ia
bayar setiap bulannya?
PV = Rp10.000.000
n =24
Karena ketidakpraktisan dalam menghitung satu per satu,
kita akan menggunakan persamaan anuitas atau tabel
untuk menyelesaikan semua soal mengenai anuitas untuk
menghindari perhitungan yang panjang.
2.) Hitung nilai sekarang dari I selama 10 periode jika
tingkat bunga per periode adalah 2%. Soal ini menanyakan
tentang fakor anuitas nilai sekarang an.i . Kita dapat
langsung melihat tabel anuitas biasa di bawah kolom i = 2%
dan baris n = 10 atau dengan memakai Persamaan
sebelumnya
n = 10 periode
i = 2% = 0,02

4.) Sepasang pengantin baru berniat membeli sebuah


rumah dengan menggunakan fasilias kredit pemilikan
rumah (KPR) dari sebuah bank Rumah yang akan mereka
beli berharga tunai Rp300.000.000 dan KPR bank
mensyara&an uang muka atau down paynent (DP) sebesar
30% dari harga rumah tersebut dan pembeli dikenakan
bunga 15% p.a. unmk sisanya. Apabila pasangan ters€but
3.) Sebuah pinjaman dikenakan bunga 18% p.a. dan <ibpat ingin melunasi KPR-nya dalam 60 bulan, berapa angsuran
dilunasi dengan 12 kali cicilan masing-masing Rp- per bulan yang harus mereka bayarkan?
10.000.000 per tahun. Berapa besar pinjaman tersebut?
A = Rp10.000.000 Harga rumah = Rp300.000.0q)
i = 18% = 0,18 Uang muka = 30% x Rp300.000.000 = Rp 900.000.000
n =12
KPR yang harus diangsur = Rp300.000.000 - Rp90.000.000
= Rp210.000.000

Menghitung Besar cicilan


Dari Persamaan ini,kita dapat menurunkan persamaan
baru untuk mencari cicilan atau angsuran, yaitu A.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1343
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

c. Pokok utang yang dilunasi selama tahun kedua adalah


sddo utang di akhir tahun pertana dikuangi dengan saldo
utang akhir tahun kedua.
Saldo utang akhir tahun kedua

Jadi, pokok utang yang dilunasi selama tahun kedua adalah


5.) Sebuah mobil minibus berharga tunai Rp 80.000.000. sebesar:
Untuk pembelian secara kredit, Pak Ali harus menyiaptan
uang muka sebesar 20% dan melunasinya dalam waktu 35
kali angsuran dengan bunga 21% p.a. Tanpa harus
membuat
tabel, hitung: d. Bunga yang dibayarkan selama tahun kedua adalah total
a. Berapa besarnya angsuran per bulan?. angsuran yang dibayarkan selama tahun kedua dikurangi
b. Berapa saldo uang pada akhir tahun pertama? dengan pelunasan pokok utang selama tahun kedua. Jadi,
c. Berapa besarnya pokok utang yang dilunasi selama bunga yang dibayarkan selama tahun kedua adalah:
tahun kedua?
d. Berapa besarnya bunga lang dibayarkan pada tahun
kedua?
a. Besarnya pinjaman = 80% x RP80.000.000 = Menghitung Jumlah periode
RP64.000.000 Dari Persamaan sebelumnya, kita juga dapat menurunkan
persamaan untuk mencari jumlah periode atau r dengan
cara sebagai berikut:

Contoh :
b. Saldo utang pada akhir tahun pertama adalah nilai KPR sebesar Rp210.000.000 dikenaka-n bunga 18% p'a' fika
sekarang dari sisa 24 angsuran Rp 2.411.204,31 per bulan. besarnya angsuran per bulan adalah Rp3.783.889,18,
dalam berapa lama KPR tersebut akan lunas?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1344
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

karena tidak ada persamaan eksplisit dengan i di sebelah


kiri dan variabel lainnya (kecuali i) di sebelah kanan.
Contoh :
1.) Sebuah perhiasan bernilai Rp30.000.000 tunai dapat
dibeli dengan 12 kali angsuran bulanan masing-masing
sebesar Rp 2.758.973,49. Berapa tingkat bunga yang
dikenakan?
Pertama, kita harus mencoba satu nilai i tertentu, misalkan
18% p.a. atau 1,5% per bulan dan mencoba
memasukkannya ke Persamaan (22).

3.) Bapak Muri, seorang karyawan yang telah bekeria


selama 30 tahun akan pensiun. Ia mendapatkan uang
pensiun yang akan dibayarkan sekaligs (lump-sum) sebesar
Rp200.000.000. Pak Muri kemudian menyimpannya dalam
deposito berjangka 3 bulan yang memberinya bunga 8%
P.a. Apabila untuk keperluan hidup dirinya dan keluarga, ia
mengambil sebesar Rp6.000.000 setiap 3 bulan, dalam
berapa tahun deposito Pak Muri tersebut akan habis? Ternyata Pv = Rp30.000.000 sehingga kita harus mencoba i
yang baru. Karena pV yang didapat > Rp30.000.000 maka
klita harus mencoba dengan nilai i yang lebih besar lagi,
misalkan 19% p.a.

Ternyata PV ≠ Rp30,000.000 sehingga kita harus mencoba i


Menghitung tingkat bunga yang baru. Karena PV yang didapat < Rp30.000.000 dengan
Sampai saat ini kita sudah mendapatkan persamaan untuk i = t9% p.a. dan PIr yang didapat > Rp30.000.000 dengan i =
menghitung nilai sekarang (PV), angsuran (A), atau l8% p.a. maka kita dapat ambil kesimpulan bahwa tingkat
lamanya periode (n). Untuk mencari tingkat bunga per bunga berada di antara 18% p.a, dan 19% p.a. Selanjutnya
periode (r), sayangnya kita tidak dapat menurunkan kita bisa mencoba misalkan 18,5% p.a.
persamaan (20). Hal yang kita dapat lakukan untuk mencari
i jika diberikan variabel lainnya (pV), A, dan n) adalah
mencoba satu nilai i yang bisa memenuhi persamaan.
Apabila nilai I itu tidak memenuhi, kita dapat mencoba nilai
i yang baru dan demikian seterusnya hingga kita
mendapatkan nilai i yang memenuhi persamaan. Pencarian
nilai i seperti ini disebut dengan metode trial and error,
vang artinya coba, kalau salah, coba yang lain. Oleh karena
itu, dalam mencari nilai i diperlukan waktu yang relatif
lebih lama dibandingkan dengan mencari variabel lain

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1345
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

menghindari pembulatan pada tahap lni sehingga


urutannya menjadi:

Perhatikan bahwa hanya dengan scientifc calculator kita


dapat mengetikkan:

Karena PV masih > Rp30.000.000, kita naikkan tingkat


bunganya lagi menjadi 18,6% p.a. atau 1,55% per bulan.

Kalkulator biasa tidak mengenal fungsi - - atau : : sehingga


8 - 2 = 6 hanya bisa diketikkan 6 dan 4. jika terbiasa dengan
kalkrrlator untukmencari !, kita akan mudah sekali dalam
mencari nilai sekarang (PV] atau angsuran (A).
Untuk mencari PV =

Untuk mencari A =

Alternatif lain mencari i adalah dengan bantuan fnancial


calculator seperti TI BA II+ atau HP 12C. Jika kita
Pencarian dengan trial and error seperti di atas memang menggunaka nfnancial calculatlr maka pencarian i sama
sangat menyita waktu tetapi untuk mereka yang sudah mudahnya dengan pencarian PV dan A, tinggal mengikuti
terbiasa menggunakan scientifc calculator, pencarian nilai i instruksi saja dan tidak perlu melakukan lrial and error
menjadi begitu mengasyikkan seperti permainan tebak- seperti menggunakan scientifc calculator.
tebakan. Ada mahasiswa yang begitu terampil sehingga
selalu bisa mendapatkan i dalam dua desimal kurang dari Cara lain yang dapat digunakan untuk mencari tingkat
10 menit. Adajuga yang selalu mencari hingga tiga angka bunga per periode adalah dengan menggunakan
desimal dengan waku yang relatif cepat. Kuncinya adalah interpolasi linier. Untuk banyak kasus nyata, pendekatan
pemanfaatan fungsi kalkulator seoptimal mungkin interpolasi linier memberikan hasil yang cukup tepat.
termasuk penggunaan fungsi memori dan fungsi lainnya. Disebut linier karena garis yang menghubungkan dua titik
observasi diasumsikan linier walaupun sebenarnya berupa
Dengan scientifc calculator, kita pertama kali harus kurva dan tidak linier. Untuk contoh di atas, Jika
mencari faktor anuitas dalam usaha mencari i, yaitu PV/A menggunakan interpolasi setelah kita mendapatkan nilai
atau Rp30.000.000 : Prp2.758.973,49 - 10,87360937. sekarang dari i = l8% dan 19%, maka kita Perlu
Kemudian kita mencoba nilai i yang mernenuhi (1 - (l+i)-")/i menggambarkan grafik dan persamaan berikut ini:
= 10,87360937. Caranya adalah mencoba misalnya i =
18%p.a. atau 1,57% perbulan maka 0,015 kita simpan
dalam memori atau kita ketikkan 0,015 kemudian tekan
tombol-tombol berikut:

Jiika kita mendapatkan nilai yang lebih besar, lkita naikkan


dan sebaliknya. Apabila i = I9% p.a. maka per bulannya kita
bagi menjadi 12 dan kita simpan dalam memori, untuk
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1346
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Nilai i yang memberikan PV tepat Rp30.000.000 adalah: diberikan. Sebagai pegangan, tingkat bunga efektif adalah
1,5-2 kali tingkat banga flat.
Perpetuitas
Kembali pada pertanyaan pembuka di awal bab ini, berapa
nilai sekarang dari Rp1.000.000 setiap 3 bulan seumur
hidup mulai 3 bulan lagi? Hal ini adalah contoh anuitas tak
terhingga atau perpetuit as (Perpetual annuity) dan
perhitungan untuk rnendapatkan nilai sekarang dari
anuitas tak terhingga ternyata sangatlah mudah, yaitu
dengan menggunakan persamaan:
Contoh :
1.) Sebuah televisi dijual dengan harga tunai Rp3.000.000
atau kredit dengan Dp 30% dan sisanya dilurrasi dalam 8 Apabila tingkat bunga yang relevan untuk digunakan dalam
kali angsuran bulanan sebesar Rp325.000. Berapa tingkat menjawab pertanyaan di atas adalah 12% p.a., maka nilai
bunga yang digunakan? sekarang dari Rp1.000.000 setiap 3 bulan adalah:

)adi, hadiah yang harus dipilih adalah hadiah Rp50.000.000


sekali saja pada hari ini karena nilai sekarangnya lebih
besar.

Persamaan anuitas nilai akan datang

dengan:
FV = nilai pada akhir periode atau nilai akan datang (future
value).
Denganacak(randorm), pertama kita mencoba Contoh :
memasukkan i = 4%, tetapi hasilnya masih jauh di atas 1.) Hitung nilai akan datang (FV) dari tabungan Rp
5,116 sehingga kita naikkan menjadi 5% dan hasilnya 1.'000.000 yang disetorkan setiaP tahun selama 5 tahun,
mendekati, yaitu 6,463213, Kita mencoba 5,1% dan mulai tahun depan, apabila tingkat bunga l0% p.a'
mendapatkan 6,437166. Jadi, apabila cukup dengan 1 diperhitungkan tahunan.
angka desimal, i adalah 5,0%. Akan tetapi apabila kita ingin
hasilnya minimal 2 angka desimal, kita perlu melakukan
interpolasi.

Ataa sangat menghemat waktu jika i pertama yang kita


coba adalah i yang paling mendekati pada tabel anuitas
nilai sekarang (pll) dengan n yang sama, jika tabei

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1347
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Jawab:
2.) Hitung nilai akan datang dari 1 selama 10 periode 2.) Sebuah perusahaan mempunyai utang obligasi sebesar
apabila tingkat bunga per periode adalah 3%. Rp100.000.000.000. Utang tersebut akan jatuh tempo 8
tahun lagi. Untuk memastikan perusahaan tersebut
mampu dan memiliki kas sebesar itu pada tanggal
pelunasan, manajemen telah memutuskan membentuk
dana pelun asan (sinking fund) yang dananya disetorkan
sstiap tahun selama 8 tahun mulai satu tahun lagi ke
d€pocib sebuah bank yang memberikan bunga 1O% p.a.
Berapa jumlah dana yang harus disetorkan setiap
tahunnya? Buatkan tabelnya.

Menghtung besar tabungan periodik

Contoh :
1.) Ibu Aisyah ingin memiliki uang sebesar Rp500.000.000
pada saat ia pensiun nanti, tepatnya 20 tahun lagi. Untuk
tujuan tersebut, ia menyisihkan gajinya setiap bulan untuk
ditabung di Bank Pasti jaya. Berapa besarnya gaji bulanan
yang harus Ibu Aisyah sisihkan untuk ia tabung apabila
tingkat bunga tabungan 9% p.a. perhitungan bunga
bulanan?

Bunga di tahun kedua adalah bunga atas tabungan tahun


pertama (saldo akhir tahun pertama) dan bunga di tahun
ketiga adalah bunga atas saldo akhir tahun kedua,
demikian seterusnya.
Menghitung Jumlah periode tabungan

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1348
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Menghitung tingkat bunga tabungan


Sama seperti mencari i dalam persamaan anuitas nilai
sekarang, mencari i dalam anuitas nilai akan datang.juga
harus dengan metode trial and. error dan dengan metode
interpolasi linier setelah mendapatkan kisaran ( range)
jawaban. Alternatif lain adalah dengan menggunakan
bantuan tabel anuitas.
Contoh :
1.) Sebanyak 8 kali setoran masing-masing Rp350.000
menjadi Rp3.342.500,berapa tingkat bunga per periode?

Contoh :
1.) Seorang pedagang kecil berencana untuk menabung
Rp1.000.000 setiap bulan agar dapat memperoleh uang
sebesar Rp200.000.000. Jika tingkat bunga tabungan yang
ditawarkan adalah 6% p.a., berapa lama dia harus
menabung?

Langkah berikutnya, apabila kita memiliki tabel anuitas


nilai akan datang, maka kita mencari pada baris n = 8 yang
angkanya mendekati 9,55. Ternyata yang mendekati
adalah 9,54910888, yaitu jika i = 5% per periode. Apabila
kita tidak mempunyai tabel anuitas maka kita harus
melakukan coba_coba mulai dari awal (trial and error) .
2.) Seorang eksekutif muda mampu menyisihkan
Rp2.500.000 per bulan untuk ditabung. Jika dia berencana
untuk menabung selama 5 tahun saja untuk menjadikan
tabungannya minimal sebesar Rp200.000.000, berapa
minimal tingkat bunga nominal tahunan l.ang harus dia
peroleh?

2.) Seorang bapak ingin menghadiahkan putranya yang Apabila tersedia tabel dan r = 60 iuga ada, kita dapat
masih balita sebuah mobil sebagai hadiah ulang tahunnya mencari i yang mendekati = Rp200.000.000/Rp2.500.000 =
ke-21 kelak. Untuk itu, ia menabung sebesar Rp800.000 80, baru kemudian melakukan interpolasi linier. Akan
setiap bulannya di sebuah bank yang memberikan bunga tetapi, apabila tidak tersedia tabel atau n = 60 tidak ada,
5,40 % p.a . Jika harga sebuah mobil yang akan maka kita harus melakukan trial ar d error.Pertama,
dihadiahkan bapak tersebut nantinya sekitar mungkin kita dapat mencoba nilai i = I% dan mendapatkan
Rp120.000.000, mulai kapan bapak tersebut harus = 81,66966985. Kemudian i kita turunkan lagi menjadi 0,9
menabung? % dan mendapatkan = 79,09631326. Jadi, tingkat bunga
per bulan adalah antara 0,9% dan l%.
Dengan menggunakan metode interpolasi, kita akan
mendapatkan i yang cukup tepat, yaitu;

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1349
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Pengaruh Pajak Tabungan


Sejauh ini kita mengasumsikan tidak ada pajak untuk
tabungan dan deposito sehingga tingkat bunga yang
diberikan adalah tingkat bunga bersih. Pada kenyataannl'a,
seperti kita semua ketahui, terhadap bunga tabungan dan
deposito dikenakan pajak dan tingkat bunga yang
ditawarkan bank adalah tingkat bunga sebelum pajak. Oleh
karena itu, tingkat bunga bersih adalah tingkat bunga
setelah pajak, yaitu tingkat bunga sebelum pajak dikurangi
pajak atas bunga tabungan dan deposito-sebesar 20%
untuk saat ini. Dengan demikian, penabung atau deposan Tingkat Bunga flat versus tingkat bunga efektif
hanya akan mendapat sebesar 80% dari tingkat bunga yang Kepada pemegang kartu kredit visanva vang setia dan
ditawarkan. rnembayar tepat waku, Bank Mandiri mulai akhir tahun
2004 menawarkan pinjaman sebesar Rp60.000.000 (untuk
Jika kita misalkan tingkat bunga sebelum pajak adalah iat,, mereka yang ntempunyai batas kredit/pagu di atas
pajak atas bunga tabungan dan deposito adalah t, dan Rp60.000.000) yang harus dilunasi dengan 12 kali angsuran
tingkat bunga setelah pajak adalah io, maka: bulanan sebesar Rp5.300.000 dimulai satu bulan setelah
pinjaman diterima. Perincian angsuran bulanan sebesar
Rp5.300.000 itu adalah Rp5.000.000 untuk pelunasan
Jadi, jika ada pajak tabungan dan deposito, tingkat bunga pokok (Rp60.000.000/12) dan Rp300.000 untuk
tabungan yangkita gunakan dalam persamaan-persamaan pembayaran bunga bulanan (0,5% x Rp60.000.000). Untuk
nilai akan datang adalah tingkat bunga setelah Pajak menlukseskan
program yang dinamakan Mandiri Visa Power Cash ini,Bank
Contoh : Mandiri menjanjikan akan memproses semua aplikasi
1.) Hitung nilai akan alatang (FV) dari tabungan Rp dalam 1 hari dan akan mentransfer kas yang diminta dalam
1.000.000 yang disetorkan setiap tahun selama 5 2-3 hari sejjak aplikasi diterima dan peminat cukup mengisi
tahun,mulai tahun depan,apabila tingkat bunga adalah formulir kemudian mengembalikannya tanpa disertakan
10% p.a. diperhitungkan tahunan dan terdapat pajak atas dokumen lain. Dalam promosinya dan brosur yang
bunga tabungan sebesar 20% disebarluaskan, mereka menyebutkan tingkat bunga
pinjaman ini hanya 0,57% flat per bulan.
Contoh kasus nyata ini menimbulkan pertanyaan, apakah
tingkat bunga pinjaman bank di Indonesia sudah
sedemikian rendah (6% p.a.), apakah Bank Mandiri masih
bisa mendapatkan laba mengingat tingkat bunga tabungan
dan deposito yang diberikanny'a adalah juga sekitar 6%,
dan apa yang dimaksud dengan tingkat bunga flat.
Tingkat bunga flat adalah tingkat bunga yang dihitung
berdasarkan saldo pinjaman awal. Konsep tingkat
bungaflat muncul untuk pelunasan pinjaman dengan
angsuran. Walaupun besar pinjaman pokok mengalami
FV = Rp 5.866.600 penurunan seiring dengan dilakukannya pelunasan secara
periodik, besarnya bunga yang dibayarkan adalah sama,
yaitu Rp300.000 dalam contoh kita atau 0,5% dari
2.) Seorang pedagang kecil berencana untuk menabung Rp Rp60.000.000.Tingkat bunga flat dalam penawaran Bank
1.000.000 setiap bulan agar dapat memperoleh uang Mandiri di atas memang 0,5% tetapi tingkat bunga
sebesar Rp200.000.000 . Jika tingkat bunga tabungan yang sebenarnya atau sering disebut tingkat bunga efektif
ditawarkan adalah 6% p.a dan pajak bunga tabungan adalah jauh lebih besar daripada itu.
adalah 20%,berapa lama dia harus menabung ?
Aturan praktisnya tingkat bunga efektif adalah dua kali
lipat tingkat bunga flat, tepalnya antara 1,5-2 kali.
Mengapa demikian? Logikanya, bunga sebesar Rp300.000
harus dibayarkan setiap bulan selama 12 bulan padahal
saldo pinjaman seb€sar Rp60.000.000 hanya pada awal

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1350
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

periode, yaitu sebelum pembavaran angsuran dilakukan.


Setelah angsuran pertama, saldo pinjaman menurun
menjadi Rp55.000.000; kemudian menjadi Rp50.000.000
setelah angsuran kedua, dan begitu seterusnya. Dengan
demikian, saldo utang rata-rata adalah

Sementara . bunga yang dibayarkan adalah tetap, yaitu


sebesar Rp300.000. Oleh karenanya, bunga efektif secara
kasar adalah :

yaitu 0,923% per bulan atau 11,08% p.a.


Anuitas di muka
Rumus :

3.) Sebuah mobil minibus berharga tunai Rp80.000.000.


Untuk pembelian kredit, pembeli harus menyiapkan uang
Contoh : muka sebesar 2070 dan melunasi sisanya dalam 36 kali
1.) Hitung nilai sekarang dari I selama I0 periode mulai hari angsuran bulanan dengair bunga 21% p.a. jika angsuran
ini jika tingkat bunga per periode 0,2%. pertama harus dibayarkan bersamaan dengan uang muka,
berapa angsuran per bulan?

2.) Bimbi meminjam Rp10.000.000 dengan bunga 12%


p.a.lika pinjaman harus dilunasi dalam 24 kali cicilan
bulanan mulai hari ini, berapa besar cicilan?

4.) Seorang karyawan yang sudah bekerja selama 30 tahun


harus purnabakti dan mendapatkan uang pensiun sebesar
Rp200.000.000 sekaligus. Dia memutuskan untuk
mengambil sebesar Rp6.000.000 setiap 3 bulan mulai hari
ini dan menyimpan sisanya dalam deposito 3 bulanan
dengan bunga sebesar 6% p.a. Dalam berapa tahun
depositonya akan habis?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1351
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Dengan trial and error, kita akan mendapatkan i =


6,61942% per periodc atau 79,44% p.a.

Setelah pengambilan pertama, karyawan tadi akan dapat


mengambil sebanyak 44 kali lagi dalam waktu ll tahun
dengan jumlah yang sama. Setelah itu, dia masih
mengambil sekdi lagi tetapi dalan jumlah yang lebih
sedikit, di bawah 60% dari jumlah yang biasa.
5.) Sebuah perhiasan berharga tunai Rp30.000.000 bisa
dibeli dengan 12 kali angsuran bulanan masing-masing
sebesar Rp2.758.973 dimulai pada hari pembelian. Berapa
tingkat bunga yang dikenakan?

Anuitas di muka untuk nilai akan datang


Dari Persamaan (26), kita mendapatkan

Kita tahu bahwa perbedaan anuitas di muka dan anuitas


biasa adalah hanya pada waktu pembayaran pertama
sehingga pembayaran terakhir anuitas di muka akan selalu
lebih cepat 1 periode daripada anuitas biasa. Dengan
demikian, perbedaan hasil antara keduanya semata-mata
disebabkan faktor bunga untuk satu periode terakht itu-
Karena pembayaran pertama adalah pada tanggal Maksudnya, dengan anuitas di muka hasil Persamaan (26)
transaksijual beli maka itu bisa menyederhanakan sudah dapat dicapai pada awal periode n atau pada akhir
persoalan di atas menjadi utang Rp27.241.027 periode (z - 1). Berdasarkan penalaran ini, kita bisa
(Rp30.000.000 - Rp2.758.973) dibayar dalam 11 kali cicilan mendapatkan persamaan anuitas di muka untuk nilai akan
bulanan sebesar Rp2.758.973 mulai bulan depan. Dengan datang dengan mengalikan faktor bunga pada periode
trial and error, kita akan mendapatkan i = I,85% per terakhir (1 + r) pada persamaan anuitas biasa atau
periode atau 22,2% p.a. Caralain adalah dengan
menggunakan financial calculator.
7.) Sebuah televisi 25 inci dijual dengan harga tunai
Rp3.000.000 atau kredit dengan uang muka 30% dan
sisanya dilunasi dalam 8 kali angsuran bulanan sebesar
Rp325.000 mulai tanggal penyerahan barang. Berapa
tingkat bunga nominal tahunan? Buatkan tabel yang
diperlukan. Contoh :
1.) Hitung nilai akan datang (pada akhir tahun ke-5) dari
Total utang adalah (70% x Rp3.000.000) - Rp325.000 = tabungan Rp1.000.000 yang disetorkan setiap tahun
Rp1.775.000. Ingat bahwa pembayaran uang muka dan selama 5 kali mulai hari ini jika tingkat bunga l0% p.a.
angsuran pertama harus dianggap tunai sehingga yang diperhitungkan tahunan.
terutang adalah sisanya, yaitu sebesar Rp1.775.000 yang
harus dilunasi dengan 7 kali angsuran bulanan Rp325.000.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1352
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

4.) Sebuah penrsahaan mempunyai utang obligasi sebesar


Rp100.000.000.000 yang akan jatuh tempo 8 tahun lagi.
Untuk memastikan perusahaan mampu dan mempunyai
kas sebesar itu pada tanggal pelunasan, manajemen telah
memutuskan pembentukan sinking fund yang dananya
2.) Hitung nilai akan datang (pada alhir periode 10) dari I disetorkan setiap tahun selama 8 kali mulai hari ini ke
selama l0 periode mulai hari ini jika tingkat bunga adalah deposito sebuah bank yang memberikan bunga l0% p.a.
3% per periode. Berapa dana yang harus disetorkan setiap tahun?

5.) Seorang pedagang kecil berencana untuk menabung


Rpf.000.000 setiap bulan untuk bisa mendapatkan uang
sebesar Rp20.000.000. fika tingkat bunga yang bisa
didapatnya adalah 6% p.a., berapa lama waktu yang
diperlukan?
Dengan memanipulasi Persamaan (26), kita akan
3.) Seseorang ingin memiliki uang sebesar Rp500.000.000 mendapatkan:
pada saat dia pensiun nanti, tepat 20 tahun lagi. Untuk
tujuan itu, dia akan menfsihkan gajinya setiap bulan untuk
ditabung mulai hari ini karena hari ini adalah hari gajian
selama 20 tahun ke depan. Berapa besar tabungan bulanan
yang harus dia lakukan jika tingkat bunga 9%: p.a.?

6.) Delapan kali setoran masing-masing Rp350.000 mulai


hari ini menjadi Rp3.342.500 pada akhir bulan ke-8. Berapa
tingkat bunga per periode?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1353
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Kita mencari i yang memenuhi persamaan:

Contoh :
1.) Hitung nilai sekarang dari arus kas sebesar Rp1.000.000
setiap tahun selama 4 kali yang dimulai 5 tahun lagi jika i =
10% p.a.

Dengan trial and error, kita akan mendapatkan i = 3,9270.


Anuitas ditunda
Sejauh ini kita mengasumsikan pembayaran atau
penerimaan pertama dalam anuitas adalah pada akhir
periode (atau satu periode lagi) disebut anuitas biasa, atau
pada awai periode (hari ini) disebut anuitas di muka.
Bagaimana jika pembayaran atau penerimaan pertama
anuitas teriadi tidak di awal atau akhir periode tetapi
setelah m periode? Apakah kita masih bisa menggunakan
persamaan anuitas yang ada untuk kasus seperti ini atau
ada persamaan anuitas baru?
Anuitas yang tidak memenuhi definisi anuitas biasa atau
anuitas di muka karena pembayaran dimulai setelah 2.) Sebuah asuransi pendidikan sekali ba1'ar menawarkan
beberapa periode misalnya setelah m periode disebut pembayaran uang kuliah sebesar Rpr0.000.000 setiap
anuitas ditunda (deferred annuity). Persamaan nilai semester selama 8 semester kepada penerima manfaat
sekarang untuk anuitas ditunda memang berbeda dari (beneficiary) sejak si anak mulai kuliah. ]ika si anak
anuitas biasa dan anuitas di muka, tetapi tidak sepenuhnya seka':ang berusia 8 tahun dan akan mulai kuliah 10 tahun
baru karena masih menggunakan persamaan anuitas biasa lagi, berapa harga pokok asuransi pendidikan itu hari ini
(di muka) sebagai pembilangnya dan (l + i)"' I sebagai (sebelum memperhitungkan biaya asuransi, komisi agen,
penyebutnya. Dengan kata lain, persamaan anuitas dan keuntungan perusahaan asuransi) jika tingkat bunga
ditunda adalah gabungan dari persamaan nilai sekarang yang relevan adalah J2 = 10% ?
anuitas biasa dan persamaan nilai sekarang untuk nilai
tunggal.
Maksudnya, penggunaan persamaan anuitas biasa (di
muka) untuk anuitas ditunda akan memberikan nilai
sekarang juga tetapi nilai sekarang pada periode m - 1 atau
PVm-1 Untuk mendapatkan nilai sekarang pada hari ini, PV
atau PV0, kita perlu mendiskontokannya lagi ke (n - l)
periode ke depan dengan menggunakan persamaan nilai
sekarang untuk nilai tunggal.

3.) Tabungan pendidikan Bank Mantap menawarkan


penabungnya uang sebesar Rp15.000.000 setiap tahun
selama 4 tahun setelah 10 tahun menabung bulanan
sebesar Rp321.404,88. Pembayaran Rp15.000.000 pertama

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1354
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

akan dilakukan setahun setelah tabungan bulanan terakhir. Contoh :


Jika tingkat bunga 10 tahun lagi diperkirakan ir = 9%, 1.) Jika arus kas dimulai hari ini Rp1.000.000, tahun depan
beraPa tingkat bunga j12 yang diberikan Bank Mantap Rp1.100.000 dan seterusnya, dengan i dan n yang sama,
kepada nasabah tabungan pendidikannya? berapa nilai sekarangnya?
Pertama kita menghitung nilai aliran uang Rp15.000.000 Pertama kita mencari PV dari arus kas Rp1.100.000 mulai
selama 4 kali pada akhir tahun ke-10 dengan persamaan tahun depan dan seterusnya yang bertumbuh sebesar10%
anuitas biasa. selama 9 kali dengan i = 12%. Kemudian kita
menambahkan Ao, arus kas hari ini, sebesar Rp1.000.000.

Berilortnya, kita menggunakan persamaan nllai akan


datang untuk mencari tingkat bunga bulanan i Perpetuitas bertumbuh
Di Bab 4, kita sudah belajar bahwa persamaan perpetuitas
adalah sangat sederhana, yaitu:

Jika pembayaran atau penerimaan pertama adaiah mulai


hari ini, kita hanya perlu menambahkan 4o terhadap
persamaan di atas untuk mendapatkan nilai sekarang,
sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:

Ao adalah besar anuitas hari ini atau periode nol dan A,


adalah anuitas satu periode berikutnya. Di bab-bab
sebelumnya, kita selalu mengasumsikan A0=A1 karena
besarnya anuitas adalah tetap untuk setiap periode.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika besar
anuitas menjadi tidak tetap, tetapi mengalani
pertumbuhan, seperti dividen saham suatu perusahaan
Dengan metode frial and error atau financial calculator, yang mengalami pertumbuhan g pertahun. Dalam
kita akan mendapatkan i = 0,375% per bulan atau 4,5% manajemen investasi. Persamaan perpetuitas bertumbuh
p.a. begitu populer karena sangat sering dipakai untukmenilai
harga wajar atau nilai intrinsik suatu saham.
Persamaan baku dalam literatur inyestasi untuk menilai
MATERI 3 harga saham yang memberikan dividen bertumbuh adalah:

ANUITAS BERTUMBUH, ANUITAS VARIABEL,AMORTISASI


UTANG,DAN DANA PELUNASAN
Dengan
Po = harga wajar (nilai intrinsik) saat ini
Anuitas bertumbuh D, = perkiraan dividen tahun depan
Rumus : k = tingkat bunga diskonto
g = tingkat pertumbuhan
Untuk tujuan konsistensi penggunaan variabel dan notasi
dalam buku ini, persamaan perpetuitas bertumbuh dapat
kita tuliskan sebagai:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1355
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Dan

dengan
Ao = arus kas hari ini
A, = arus kas satu periode berikutnya
i = tingkat bunga diskonto
Contoh : Anuitas variabel
1.) Berapa harga wajar saham vang diperkirakan Anuitas yang hampir sama dengan anuitas bertumbuh
memberikan dividen sebesar Rp220 tahun depan jika adalah anuitas variabel (variable annuity) - Perbedaannya,
tingkat bunga diskonto adalah 15% p.a. dan dividen tahun dalam anuitas bertumbuh tingkat pertumbuhar.r
ini yang baru saja dibayar adalah Rp200? dinyatakan dalam persentase; sedangkan dalam anuitas
variabel, besar pertumbuhan adalah dalam nilai nominal,
misalnya Rp1.000.000. Baik dalam anuitas bertumbuh
maupun dalam anuitas variabel, tingkat pertumbuhan dan
besar pertumbuhan, walaupun jarang, dapat juga
negatifseperti -10% atau -Rp100.000.
Sama seperti anuitas bertumbuh, kita pun mempunyai
persamaan khusus, walaupun lebih panjang, untuk
menghitung nilai sekarang dari arus kas yang bertumbuh
sebesar nominal tertentu setiap periodenya. Persamaan
nilai sekarang untuk anuitas variabel tidak dapat
dlsangsikan lagi adalah yang tersulit.
Anuitas variabel dapat diterapkan untuk seorang
pengusaha yang menginginkan pelunasan utangnya
dengan angsuran yang menurun setiap periodenyaa.
Sementara seorang karyawan mungkin merasa lebih
nyaman dengan angsuran kredit pemilikan rumah (KPR)
yang meningkat, mengikuti kenaikan gajinya. ltrakhir,
anuitas variabel pun dapat digunakan untuk menilai
obligasi yang pokok utangnya diangsur sama besar setiap
2.) Sebuah saham baru saja memberikan dividen sebesar periodenya bersama bunga periodik sehingga jumlah
Rp150 dan diperkirakan dividen akan mengalami pembayaran mengalami penurunan.
pertumbuhan 6% setiap tahunnya. fika tingkat bunga
relevan adalah 12%,berapa nllai intrinsik saham ini? Contoh :
1.) Utang sebesar Rp60.000.000 berbunga 10% dilunasi
dengan 3 kali angsuran tahunan. Pelunasan pokok utang
dalam setiap angsuran adalah sama besar, yaitu l/3 atau
Rp20.000.000. Buatlah skedul pelunasan utang di atas.
Biaya bunga tahun pertama
= l0% x Rp60.000.000 = RP6.000.000
Angsuran pertama
= Rp20.000.000 + Rp6.000.000 = Rp26.000.000
Saldo utang setelah angsuran pertama
= RP60.000.000 - Rp20.000.000
= RP40.000.000
Biaya bunga tahun kedua
= 10% x Rp40.000.000 = Rp4.000.000
3.) Mana yang lebih menarik, menerima uang pensiun
sebesar Rp120.000.000 hari ini atau Rp2.200.000 tahun Angsuran kedua
depan dan terus naik sebesar 10% setiap tahun selama = Rp20.000.000 + Rp4.000.000 = Rp24.000.000
seumur hidup? Asumsikan tingkat bunga yang relevan
adalah 15% p.a. Saldo utang setelah angsuran kedua

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1356
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

= Rp40.000.000 - Rp20.000.000 3.) Hitung nilai sekarang dari arus kas berikut, jika
= Rp20.000.000 diketahui I = 10%
Biaya bunga tahun ketiga
= 10% x Rp20.000.000 = Rp2.000.000
Angsuran ketiga
= Rp20.000.000 + Rp2.000.000 = Rp22.000.000

Skedul pelunasan utang dalam contoh di atas ternyata


memenuhi anuitas variabel dengan r = 3, tingkat bunga (i)
= 10%, nilai awal (a1) = Rp26.000.000, dan perbedaan Kita dapat membagi arus kas di atas menjadi 2 seri seperti
nominal (d) sebesar -Rp2.000.000. Angsuran terakhir contoh sebelumnya dengan arus kas seri I sebesar Rp
mengandung bunga Rp2.000.000, angsuran kedua 100.000 dan perbedaan nominal sebesar - Rp10.000 untuk
mengandung bunga dua kalinya, dan yang pertama seri 2.
bunganya tiga kali lipatnya. Perbedaan yang konstan
seperti ini adalah kunci untuk membuktikan bahwa nilai
sekarang adalah Rp60.000.000, yaitu:
(Rp22 .000.000 - Rp2 .000.000) + (Rp24 .000.000 - 2 x
Rp2.000.000) + (Rp26.000.000 - 3 x Rp2.000.000)
= 3 x Rp20.000.000.
2.) Hitung nilai sekarang dari arus kas tahunan berikut jika
tingkat diskonto = 10% p.a. Rp46.000.000, Rp44.000.000,
dan Rp42.000.000.
Skema angsuran utang di atas dapat dibagi menjadi dua
seri, yaitu:

Dengan demikian, nilar sekarang dari arus kas di atas


adalah nilai sekarang dari seri l, yaitu Rp,19.737.0-:9,8 dan
ni.lai sekarang dari seri 2, yaitu Rp60.000.000, berdasarkan
perhitungan dalam Contoh . Total nilai sekarang menjadi
Rp109.737.039,8. Nilai sekarang dari seri I dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan anuitas biasa dengan A =
Rp20.000.000, n = 3, dan i = l0%..
Perhatikan kalau contoh di atas sebenarnya adalah kasus
pelunasan utang sebesar Rp 120.000.000 dengaa bunga
57o per tahun dalam 3 kali angsuran tahunan. Pokok utang
dilunasi sama besar dalarn setiap angsuran pada tingkat Nilai sekarang dari arus kas di atas adalah jurnlah nilai
diskonto 10%. jika tingkat diskonto adalah 59o, nilai sekarang arus kas seri 1 dan nilai sekarang arus kas seri 2.
sekarang akan tepat Rp120.000.000 karena Rp6.000.000 Nilai sekarang arus kas seri. I adalah Rp782370,86, yaitu
adalah 5olo x Rp120.000.000, Rp4.000.000 adalah 5% x anuitas biasa dengan A = Rp100.000, z = 16, dan i = l0%.
Rp80.000.000, dan Rp2.000.000 adalah 5% x Sedangkan nilai sekarang arus kas seri 2 adalah
Rp40.000.000.
(Rp46.000.000 - 3 x 57o x Rp40.000.000)
+ (Rp44.000.000 - 2 x 570 x Rp40.000.000)
+ (Rp42.000.000 - I x 5olo x Rp40.000.000) =
Rp120.000.000

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1357
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Perhatikan kalau contoh ini sebenarnya adalah kasus


pelunasan utang sebesar Rp3.200.000 dengan bunga 5%
per tahun daiam 16 kali angsuran tahunan.
2.) Dengan menggunakan seri 1 dan 2, hitung nilai
sekarang dari anuitas variabel berikut jika diketahui tingkat
bunga 5%.

PV Anuitas Variabel = PV Seri l + PV Seri 2

Persamaan umum untuk mencari besar anuitas atau /


dalam seri 1 adalah:

Besar arus kas untuk seri I adalah: dengan


al = besat pembayaran periode I
d = perbedaan nominal antarperiode
i = tingkat diskonto per periode
n = jumlah periode pembayaran
Sedangkan persamaan untuk mencari PV seri 2 adalah:

Jfika kita menggabungkan keduanya, kita akan


mendapatkan oersamaan nilai sekarang untuk anuitas
variabel, yaitu:

Berdasarkan hasil ini, kita dapat menyusun skedul seri I atau


dan seri 2 dari arus kas di atas menladi sebagai berikut:

Anuitas Variabel meningkat


Sejauh ini, kita baru membahas contoh-contoh anuitas
variabel dengan d < 0. Bagaimana jika d > 0? Pembagian
arus kas menja& seri I dan seri 2 masih dapat ' dilakukan
untuk anuitas variabel yang meningkat.
Contoh :
1.) Hitung nilai sekarang dari arus kas Rp22.000,000 tahun
depan yang meningkat Rp2.000.000 setiap tahun selama 4
kali jika tingkat bunga yang relevan adalah l0% p.a.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1358
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Pertama, kita akan mencari arus kas periodik untuk seri I,


yaitu:

Dengan demikian. pembagian seri i dan seri 2 menjadi:

Aplikasi pada valuasi obligasi


Salah satu aplikasi dari anuitas variabel adalah untuk
menilai harga wajar obligasi. Valuasi nilai wajar sebuah
obligasi umumnya melibatkan dua tingkat bunga, yaitu
kupon obligasi dan yield yang diharapkan investor. Pola
pelunasan utang obligasi pun ada dua. Pertama, obligasi
yang hanya membayar kupon secara periode dan utang
pokok sebesar nilai nominal saat jatuh tempo. Kedua,
obligasi yang mengangsur pokok utang sama besar setiap
PV arus kas seri 1 adalah PV anuitas biasa dengan 4 = periode, bersamaan dengan bunga terutangnya. Utang
RP50.000.000' yaitu Rp158.493.272,5. Sedangkan PV seri 2 obligasi kelompok kedua akan mengalami penurunan
adalah -Rp80.000.000 karena: setiap periodenya, dan pembayaran bunga periodik pun
semakin mengecil dari periode ke periode.
(-Rp28.000.000 - 4 x lo% x Rp20.000.000) + (-RP26.000.000
- 3 x 10% x Rp20.000.000) + (-Rp24.000.000 - 2 x 10% x Contoh :
Rp20'000.000) + (-Rp22.000.000 - I x 10% x Rp20.000.000) 1.) Sebuah korporasi mengeluarkan obligasi bernflai
= 4 x (-Rp20.000.000) = -Rp80.000.000 US$100.000 dengan kupon 470. Utang obligasi ini akan
dilunasi dalam 20 pembayaran sama besar, masing-masing
Jadi, PV dari arus kas di atas adalah Rp158.493 '272,3 + (- $5.000 pada akhir setiap tahun, bersamaan dengan
Rp80.000.000) = Rp78.493.272,5. pembayaran bunga terutangnya. Hitung harga wajar
obligasi jika investor mengharapkan Tield sebesar 107o
2.) Hitung nilai sekarang dari pembayaran uang pensiun untuk obligasi ini.
Rp30 000'000 tahun depan yang meningkat sebesar
Rp2.000.000 setiap tahunnya selama i0 kali.jika diketahui
tingkat diskonto yang relevan adalah 8% p.a.
i = 8% = 0,08
n =10

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1359
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Jadi Anto harus membayar Rp 7.784.274,26 untuk


pelunasan pada akhir tahun pertama ini
2.) Hitung besar. angsuran dari utang sebesar
Rp20.000.000 yang dilunasi dengan 5 kali angsuran
bulanan mulai bulan depan jija J12 = 24% dan susun skedul
amortisasi utang secara lengkap !

Amortisasi Utang
Dalam praktiknya adalah sangat jarang pelunasan lebih
cepat (early termination) tidak dikenakan denda penalty
fei) bleh pihak kreditur (bank) Berapa besar denda ini
biasanya dimuat dalam salah satu pasal perjanjian kredit
Argumen bank dalam hal pengenaan denda ini biasanya
adalah karena mereka harus melakukan prencanaan
uloang mengenai dana dalam portofolionya akibat adanya
pelunasa itu. Kalaupun akan disalurkan sebagai KPR
lagi,mereka memerlukan waktu untuk mencari nasabah
baru,sruvei,wawancara ,dan evaluasi. Semua kegiatan ini
tentu tidak selesai dalam waktu singkat.
Contoh :
1.) Seorang tukang ojek, Anto, memutuskar untuk membeli Amortisasi utang untuk anuitas di Muka
sebuah harga motor dengan tunai Rp12.000.000 secara Dua contoh skedul amortisasi utang yang sudah diberikan
kredit. Anto mendatangai perusahaan pembiayaan yang adalah untuk anuitas biasa, bagairnana dengan skedul
mengenakan J12=21% dan menyatakan ingin mengangsur amortisasi anuitas di muka?
selama 36 bulan masing-masing sebesar RP 400.000 sesuai
dengan penghasilannya menjadi tukang ojek. Untuk itu, Penyusunan skedul amortisasi utang untuk anuitas di muka
Anto siap mebayar uang muka yang membuat angsuran pada dasarnya sama dengan untuk anuitas biasa kecuali
menjadi tepat RP 400.000. Jika kemudian anto untuk periode pertama. Jika pada anuitas biasa angsuran
mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dan ingin pertama sebagian digunakan untuk membayar bunga dan
melunasi utangnya pada akhir tahun pertama ,setelah sisanya untuk amortisasi utang; pada anuitas di muka
angsuran ke-12, berapa yang Anto harus bayar? seluruh angsuran pertama adalah untuk amortisasi utang
karena belum adanya biaya bunga yang timbul mengingat
Pada akhir tahun pertama, Anto sudah mengangsur 12 pembayaran dilakukan pada hari pertama sehingga t= 0.
bulan dan masih mempunyai 24 kali angsuran bulanan Rp
400.000

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1360
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Contoh :
1.) Satu set home theater dijual dengan harga tunai
Rp25.000.000 atau dengan 5 kali angsuran bulanan mulai
hari transaksi dengan menggunakan.J12 = 30%. Buat
skedul amortisasi utang secara lengkap

Kembali ke kasus eksekutif muda, bagaimana iika ternyata


pejabat bank tidak bersedia menurunkan tingkat bunga
walaupun beberapa bank lain sudah melakukannya.
Dengan logika sederhana, kita bisa langsung menjawab
bahwa elsekutiftadi sebaiknya memohon pinjaman dari
bank lain yang tingkat bunganya hanya l5% untuk melunasi
sisa KPR-nya karena lebih meringankan dan tidak ada
denda pelunasan lebih cepat. Untuk memudahkan,
diasumsikan juga tidak ada biaya lain-lain untuk
peminjaman baru seperti biaya provisi, administrasi, dan
lainlain. Ini disebut pembiayaan kembali sebuah pinjaman
(refnancing loan) dengan pinjaman lain.
Persoalan menjadi lebih rumit dan harus melalui
perhitungan jika kemudian diketahui ada denda pelunasan
lebih cepat, misalnya sebesar 2% dari saldo terakhir
Apakah sebaiknya dilakukan peminjaman baru dari bank
lain?

Pembiayaan kembali pinjaman


Cukup sering kita jumpai dalam perjanjian kedit pemilikan
kendaraan bermotor, KPR, atau lainnya yang menggunakan
angsuran bahwa tingkat bunga tidakbersifat tetap (fixed),
tetapi bersifat mengambang (floating atau variabel). Pinjaman baru sebesar Rp155.644.037,4 dengan bunga
Maksud dari bersifat tetap adalah sekali ditetapkan di awal 15% p.a. jika diangsur 24 bulan seperti KPR lama akan
akan berlaku terus hingga angsuran terakhir. Sedangkan membuat angsuran bulanan menjadi sebesar
yang mengambang akan dievaluasi pada periode Rp7.546.657,7. Ini lebih murah dibandingkan dengan
tertentu,misalnya setahun sekali. jika ternyata ada angsuran yang sekarang yaitu Rp7.618.028,23. OIeh karena
perubahan tingkat bunga yang digunakan, karena itu, eksekutif tadi sebaiknya tetap melakukan peminjaman
mengambang, skedul amortisasibaru harus dibuat untuk baru atau restructuring
angsuran-angsuran yang tersisa. Penyesuaian tingkat
bunga ini akan menyebabkan perubahan besar angsuran 2.) Tuan Bento meminjam Rp400.000.000 dariBankAbu
bulanan dan arnortisasi utang per periode. Nawas untukmembeli sebuah rumah. Pinjaman itu akan
dilunasi dengan angsuran selama 15 tahun dengan bunga
Contoh : tetap 21% p.a. Setelah melakukan pembayaran tepat 2
1.) Melanjutkan contoh kita mengenai eksekutif muda yang tahun, Tuan Bento melihat tingkat bunga pinjaman di pasar
mengambil KPR Rp300.000.000, ternyata pada I April 2009 telah turun menjadi 15% p.a. sehingga ia berminat untuk
ia tidak jadi melunasi keditnya. Ini dikarenakan tingkat melunasi pinjamannra r-ane berbunga 2l% p.a. dengan
bunga KPR diturunkan dari 18% menjadi 15% setelah pinjaman baru berbunga l5% p.a., namun Bank Abu Nawas
perundingan alot antara ia dan pejabat bank menyusul hanya menyetujui pelunasan lebih cepat.jika Tuan Bento
adanya penurunan tingkat bunga pasar yang cukup bersedia memnayar denda sebanyak 18 kali angsuran
signifikan. Berapa besar angsuran per bulan untuk 24 bulan bulanan. Keputusan apa yang sebaiknya diambil Tuan
terakhir masa KPR-nya? Bento?
Saldo KPR setelah 36 kali angsuran = Rp152.592.t93,5
jika tingkat bunga menjadi 1,25% per bulan maka Pertama kita akan menghitung besar pinjaman yang har.rs
angsurannya: diperoleh Tuan Bento yaitu saldo pinjaman setelah 24 kali
PV = Rp152.592.193,5 angsuran ditambah 18 kali angsuran bulanan.
N=24 Besar angsuran per bulan:
PV= Rp400.000.000

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1361
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

n = 15 tahun x 12 = 180 1.)PT Procantra mengelola sebuah gedung apartemen


dengan 150 kamar. Manajemen perusahaan
memperkirakan adanya kebutuhan untuk melakukan
pengecatan ulang gedung bagian luar dan lorong serta
penggantian semua karpet yang ada 5 tahun lagi. Biaya
semua kegiatan itu sekitar Rp2.000.000.000. ]ika
manajemen PT Procantra memutuskan untuk membentuk
dana pelunasan demi tujuan ini, berapa besar setoran
bulanan selama 5 tahun .)ika bisa memperoleh bunga 6%
p.a.? Buatkan tabelnya.

Metode dana pelunasan untuk utang


Sangat sering dana pelunasan dibentuk untuk tujuan
pelunasan utang. jumlah uang yang diakumulasikan dalam
Besar pinjaman yang harus diperoleh untuk pelunasan: dana ini pada akhir periode harus menjadi sebesar total
= Rp31.804.083,44 + Rp390.484.200,1 = RP522.288.283,54 pokok utang yang harus dibayar. Sementara itu, sebelum
utang itu iatuh tempo, hanya bunga yang dibavarkan
Selanjutnya, dengan bunga 15% p.a. kita menghitung secara periodik pada tanggal-tanggal yang sudah
angsuran bulanan selama 13 tahun (15 - 2) jika pinjaman disepakati kepada bank (kreditur). Selisih antarajumlah
baru ini jadi dilakukan dana pelunasan dan pokok utang pada suatu saat tertentu
disebut nilai buku utang. Ini dimungkinkan karena dana
pelunasan itu memang disiapkan khusus untuk
penyelesaian utang itu Jumlah pembayaran tahunan yang
harus dilakukan peminjam (debitur) karenanya adalah
jumlah untuk anuitas dana pelunasan dan bunga periodik.

Dana Pelunasan
Ketika sejumlah uang tertentu yang cukup besar
diperlukan pada suatu saat di masa mendatang, adalah
suatu kebiasaan yang baik jugabijak untuk
mengumPulkannya secara terencana melalui tabungan
secara periodik dalam jumlah yang sama. Pengumpulan
dana seperti ini disebut dana pelunasan (sinking fund).
Dana pelunasan digunakan untuk membayar utang, untuk
menebus utang obligasi yang
jatuh tempo, untuk dana penggantian mesin yang usang,
untuk dana pembelian peralatan baru. dan lainnya
Contoh :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1362
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Contoh :
1.) Sebuah pinjaman sebesar Rp500.000.000 akan iatuh
tempo 4 tahun lagi dan harus dibayarkan dengan metode
daaa pelunasan. jika pinjaman itu dihitung sederhana
(simple interest) g% p.a. dibavarkan setiap 6 bulan dan
pembayaran dana pelunasan dapat memperoleh bunga 8%
p.a. dihitung triwulanan, hitung:
a. jumlah pembayaran talunan.
b. jumlah dana pelunasan setelah 2 tahun.
c. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun.
a. Anuitas untuk dana pelunasan;

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1363
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Perbandingan metode amortisasi dana pelunasan


Kita telah membahas dua metode yang paling umum
digunakan untukpembayaran utang jangka panjang yaitu
metode amortisasi dan metode dana pelunasan. Jika ada
beberapa alternatifuntuk meminjam uang, kita perlu
membandingkan antara satu dengan lainnya untuk dapat
memilih yang paling murah. Peminjam harus memilih
metode yang memberikan pengeluaran periodik terendah.
Dengan metode amortisasi, pengeluaran periodik adalah
sama dengan besar pembayaran angsuran per periode,
sedangkan dengan metode dana pelunasan, pengeluaran
periodik adalah jumlah pembavaran bunga dan setoran
untuk dana pelunasan.
Contoh :
1.) Sebuah perusahaan yang sedang berkembang
merencanakan untuk meminjam sebesar Rp1.000.000.000
selama 5 tahun dari bank. Bank Aman Bener bersedia
mernberikan pinjaman dengan bunga 11% p.a. dengan
angsuran setiap 6 bulan. Bank lain, yaitu Bank Bonafide
bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 19% p.a.
dibayarkan setiap 6 bulan, tetapi dengan syarat
perusahaan itu melakukan setoran untuk dana pelunasan
dalam banh itu dengan burrga 14% p.a. diperhitungkan
setiap 6 bulan.
2.) Pemerintah kota meminjam Rp25.000.000.000 untuk a. Tentukan alternatif mana yang sebaiknya dipilih.
pembangunan jalan layang. Bunga sederhana sebesar 7% b. Berapa penghematan yang bisa dilakukan setiap
p.a. dibayarkan setiap 6 bulan. pinjaman itu harus dilunasi semester?
dalam 20 tahun dan pejabat yang berwenang telah
memutuskan menyetor dana pelunasan setiap 6 bulan a. jika alternatif pertama yang digunakan, besar angsuran
dengan bunga 6% p.a. Hitung: per 6 bulan adalah:
a. Jumlah pembayaran tahunan.
b. lumlah dana pelunasan setelah 3 tahun.

Jika alternatifkedua yang digunakan, besar pembayaran


bunga setiap 6 bulan adalah:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1364
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

yang memiliki uang pun berusaha untuk mendapatkan


bunga yang lebih tinggi untuk uangnya. Kedua keinginan ini
dapat dipenuhi pada saat yang sama jika peranan bank
sebagai perarrtara keuntugan dihilangkan sehingga pihak
vanq kelelrihan uang dapat berhubungan langsung dergan
pihak yang kekurangan uang.

Sebagai bukti utang, peminiam mengeluarkan surat utang


yang disebut obligasi untuk diberikan kepada pemberi
ladi, pinjaman yang harus diambil adalah dari Bank Aman pinjaman atau investor. Pembiayaan tanpa melalui
Bener karena lebih murah. perantara seperti ini disebut pembiayaan langsung (direct
fnancing). Keunggulan utama pembiayaan langsung ini
b. Besar penghematan per semester adalah: adalah kedua pihak diuntungkan dengan bunga obligasi
= Rp167.377.502,7 - Rp166.257.320,6 = Rp1.120.182,1 10% misalnya. Peminjam lebih suka membayar 10%
daripada 14% dan investor lebih suka menerima l0%
MATERI 4 daripada 7%
Berdasarkan pemahaman ini, kita bisa mendefinisikan
OBLIGASI DAN SAHAM obligasi (bond) sebagai surat utang jangka panjang yang
dikcluarkan peminiam (emiten) kepada pemberi pinjaman
Obligasi (investor). Emiten dapat berupa sebuah
ketika sebuah perusahaan memeriukan seiumlah uang perusahaan/korporat, pemerintah setempat, atau
yang cukup besar untuk jangka panjang seperti untuk pemerintah asing. Khusus untuk obligasi dalam rupiah yang
pembanqunan gedung baru, pembelian mesin baru, dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia disebut Surat
perluasan pabrik, dan lainnya, perusahaan dahulu hanya Utang Negara atau disingkat SUN. Dengan terbitnya Surat
mempunyai pilihan meminjamnya dari bank. Uang vang Berharga Slariah Negara (SBSN), SUN bersama dengan
diberikan oleh bank pun sebagian besar bukan miliknya SBSN menjadi Surat Berharga Negara (SBN). Investor
tetapi milik para penabung dan deposan. Jadi obligasi umumnya adalah investor yang mengharapkan
sebenarnya,bank lebih berperan sebagai perantara pendapatan tetap, seperti perusahaan asuransi, dana
keuangan(financial intermediary) yang memungkinkan pensiun, dan perusahaan lain atau investor
pihak yang kekurangan uang (cash deficit) dapat pribadi/individu.
menggunakan dana milik pihak yang kelebihan uang(cash
surplus). Pembiayaan dengan cara ini disebut pembiayaan Obligasi Berbunga
tidak langsung (indirect financing). Obligasi pada umumnya adalah obligasi berbunga (coupon
bond), yaitru obligasi yang memberikan bunga secara
periodik kepada pemegangnya. Obligasi lainnya adalah
obligasi tak berbunga, yaitu yang tidak memberikan bunga
sama sekali tetapi hanya pembayaran atau pelunasan
sebesar nilai nominal pada saat jatuh tempo. Setiap
obligasi berbunga sebagai surat utang jangka panjang
memuat:
1. nilai nominal, yaitu besarnya utang yang akan
dilunasi pada saat jatuh tempo.
2. Tanggal jatuh tempo, yaitu tnggal pelunasan utang
obligasi.
3. tingkat bunga obligasi atau kupon yang biasanya
Untuk jasanya sebagai perantara keuangan, bank dinyatakan per tahun (p.a.).
mendapatkan spread atau. Net interest margin sebesar 7 4. tanggal pembayaran bunga yang menjelaskan
% (14%-7%). Selama pernbiayaan ini tidak bisa dilakukrrn apakah bunga obligasi dibayar setahun sekali atau
langsung oleh mereka yang membutuhkan kas dan mereka setahun dua kali.
yang memiliki kas, pinjaman bank menjadi satu-satunya
pilihan seperti keadaan di Indonesia sekitar 30 tahun lalu. Daya tarik lain dari obligasi sebagai surat utang adalah
sifatnya yang cukup likuid, yaitu dapat diperjualbelikan di
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin efisien Bursa Efek Indonesia setiap harinya. Investor obligasi
dengan semakin banyak pilihan, peminjam berusaha untuk mengharapkan mendapatkan imbal hasil (return) atas
meminimumkan biaya bunga yang dibayarkan. Mereka investasin)atas investasinya dalam obligasi. Imbal hasil ini

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1365
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

sering disebut yield. Harga obligasi yang diperdagangkan "jar P, amortisasi premium dan diskon obligasi, serta
biasanya dinyatakan dengan angka persentase (tanpa%). pencarian i jika diberikan variabel lainnya. Kita akan
Jika harga penutupan sebuah obligasi adalah 105 berarti menggunakan notasi berikut untuk persamaan obligasi:
obligasi itu diperdagangkan pada 105% dari harga nominal.
F = nilai nominal atau nilai pari obligasi
Sebagai ilustrasi, misalkan sebuah obligasi c = tingkat bunga (kupon) obligasi per periode
Rp1.000.000.000 yang jatuh tempo 5 tahun lagi membayar C = pembayaran bunga per periode
bunga 10% p.a. dan bunga dibayar setiap 6 bulan (j., = i = yield per periode
I0yo). Berapa yield ya:ng diperoieh inlestor tergantung n = jumlah periode
pacla harga pembelian yang dibavarkan investor. Jika P = harga wajar obligasi
inrestr.r nrernbalar Rp 1.000.000.000. ia lnenerinra
Rp50.0u0.000 setiap 6 bulan sehingga,r'ield adalah tepat j2 Penetuan Harga Wajar
= 10%. Jika jumlah yang dibayar investor lebih besar dari Jika diberikan variabel F, c, i, dan n, maka harga wajar
Rp1.000.000 000 maka yileld yang didapat kurang dari 10% obligasi adalah:
karena bunga obligasi tetaP Rp50.000.000 setiap 6 bulan.
Sebaliknya, jika jumlah yang dibayar investor kurang dari
Rp 1.000.000.000' maka yield meniadi lebih besar dari l0%
p.a.
Dengan kata lain, harga wajar obligasi adalah jumlah nilai
sekarang (present talue) darianwltas bunga yang
dibayarkan dan nilai sekarang dari nilai nominalnl'a. Identik
dengan perhitungan di bab-bab sebelumnya, penghitungan
nilai sekarang juga dapat menggunakan tabel tabel nilai
sekarang. Untuk contoh dan soal di bab ini, kecuali
dinyatakan lain, kita akan mengasumsikan periode
perhitungan yield adalah sama dengan periode
pembayaran bunga.
Contoh :
1.) Sebuah obligasi bernilai nominal Rp100.000.000 dengan
bunga j2 = 12% jatuh tempo dalam 10 tahun. Tentukan
harga wajar obligasijika investor mengharapkan yield:
a. 14% p.a.
b. 10% p.a.

Bab ini akan membahas tiga masalah utama yang


berhubungan dengan obligasi, yaitu penentuan harga r.
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1366
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Persamaan lainnya yang juga dapat &gunakan untuk


menghitung harga wajar obligasi adalah dengan mencari
selisih antara bunga yang diharapkan, yaitu yang sesuai
dengan Tield dan bunga yang dibayarkan. Kemudian kita
menghitung nilai sekarang dari anuitas sehsih bunga ini
ditambah dengan nilai nominal untuk mendapatkan harga
wajar.

Untuk contoh di atas:

Jika obligasi ditebus setelah 15 tahun, maka harga wajar:


Obligasi dapat ditebus
Umumnya obligasi akan dilunasi pada saatjatuh tempo.
Namun beberapa obligasi dapat ditebus emiten sebelum
.jatuh tempo. Obligasi yang dapat ditebus sebelum jatuh
tempo ini disebnt callable bonds. Dalam hal ini, emiten
seperti mempunyai hak khusus yang memungkinkannya
melunasi utangnya dengan lebih cepat. Hak penebusan
sebelum tanggal jatuh tempo ini akan digunakan emiten Harga pembelian yang menjamin yield ir= 13% adalah yang
jika lebih rendah antara dua harga di atas, yaitu
menguntungkan misalnya dalam keadaan tingkat bunga Rp8.585.447.313. Dengan membayar sebesar ini dan
pasar sudah turun dan lebih rendah daripada tingkat bunga obligasi dilunasi pada saat jatuh tempo, yield investor akan
obligasi. tepat J2 = 13% jka ternyata obligasi ditebus setelah 15
tahun, yield yang diterima investor adalah lebih besar dari
Sebaliknya, hak penebusan tidak akan digunakan jika J2 = 13%. Jika investor membayar Rp8 694.132.409 untuk
tingkat bunga pasar lebih tinggi daripada tingkat bunga obligasi di atas, ia akan memperoleh yield J2=13% hanya
obligasi. Oleh karena itu, callable bonds menguntungkan jika obligasi ditebus setelah 1 5 tahun Jika obligasi dilunasi
emiten dan merugikan investor Callable bonds pada saat jatuh tempo, yield akan leblh rendah dari j2=
menimbulkan masalah dalam perhitungan harga wajar 13%
karena jangka waktu obligasi hingga dilunasi menjadi tidak
pasti. Dengan adanya hak tebus ini, emiten yang
menentukan kapan obligasinya dilunasi. Investor,
karenanya, harus menghitung harga obligasi yang
menjamin yield yang diinginkan dapat tercapai
dengan atau tanpa digunakannya hak penebusan oleh
emiten.
Contoh :
1.) Obligasi PT CBA dengan nilai nominal Rp10 miliar
berjangka waktu 20 tahun dengan kupon J2=11% tetapi
dapat ditebus pada nilai pari setelah 15 tahun. Hitung
harga pembelian yang menjamin investor mendapatkan
yield minimum:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1367
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Jika obligasi dilunasi saat .jatuh tempo setelah 20 tahun,


maka harga wajar:

jika obligasi dilunasi saat jatuh tempo setelah 20 tahun,


maka harga wajar:
Harga pembelian yang menjamin yield minimum 9% adalah
Rp11.628.888 854.
Agar tidak terlalu merugikan investor, harga penebusan
haruslah di atas 100 seperti 105, 110, dan lainnya. Dalam
praktiknya, harga penebusan di atas pari adalah hal yang
sangat lazim.
Contoh : Harga yang menjamin yield minimum investor J2 = 11%
1.) PT XYZ menerbitkan obligasi dengan nilai pari adalah harga terendah di antara ketiga harga di atas, yaitu
Rpl.000.000.000 berjangka waktu 20 tahun dengan Rp1.080.230 623,4.
bnngaj2= 12%. Obligasi itu dapat ditebus pada akhir tahun
ke- 10 pada harga 110 atau pada akhir tahun ke-15 pada Amortisasi premium dan diskon obligasi
harga 105. Berapa harga obligasi yang menjamin investor Untuk setiap obligasi yang diperdagangkan, harga wajarnya
memperoleh yield minimum J2=11% ? ditentukan oleh yield yang diharapkan investor. Jika yield
itu sama dengan bunga obligasi yang dibayarkan maka
harga wajar obligasi adalah sebesar nilai nominal/pari
obligasi itu jika yield lebih rendah dari bunga obligasi maka
obligasi menjadi relatif menarik sehingga investor bersedia
membayar di atas nilai nominal dan dikatakan obligasi
dijual
dengan premium. Sebaliknya, jika yield investor lebih besar
dari bunga obligasi maka obligasi menjadi kurang menarik
sehingga harus dijual dengan diskon
fadi, sebuah obligasi dapat diperdagangkan pada nilai pari,
dengan premium atau dengan diskon. Walaupun demikian'
pada saat iatuh temPo, semua obligasi akan dilunasi pada
nilai parinya Dengan kata lain, premium dan diskon obligasi
yangada harus menjadi nol atau habis pada saat iatuh

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1368
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

tempo. Penyesuaian nilai premium dan diskon obligasi Berikutnya, kita menyusun tabel amortisasi dengan kolom-
secara periodikhingga tidak ada lagi pada saat jiatuh tempo kolom: tanggal (periode pembayaran), bunga dibayarkan,
disebut amoi'tisasi Premium/diskon atau amortisasi bunga efektif, amortisasi premium, dan nilai buku.
Amortisasi Premium Obligasi

Amortisasi Diskon Obligasi

Contoh :
1.) Susun tabel amortisasi sebuah obligasi bernilai nominal
RP1.000.000.000 yang dikeluarkan I fanuari 2009 dan jatuh
temPo 5 tahun lagi dengan kupon j2 = 8% jika investor
mengharapkan yield 10% p.a. Hitung iuga nilai buku
obligasi per 1 luli 201 1.
Pertama kita menghitung harga wajar obligasi,yaitu:

Untuk mendapatkan besar amortisasi per periode dan nilai


buku pada akhir periode, kita biasanya men)'usun skedul
amortisasi obligasi. Susun tabel amortisasi sebuah obligasi
bernilai nominal Rp500.000.000, jatuh tempo 10 tahun lagi
dengan kupon j' = 15% jika investor mengharapkan yiield
10% p.a. Pertama kita menghitung harga wajar obligasi,
yaitu:

Berikutnya, kita menyusun tabel amortisasi dengan kolom-


kolon-r: tanggal (periode pembayaran), bunga dibayarkan,
bunga efektii amortisasi diskon, dan nilai buku.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1369
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

lika menggunakan metode amortisasi garis lurus, besarnya


amortisasi diskon setiap periode adalah Rp7.721.734,9,
yaitu

dan skedul nilai buku obligasi menjadi:

Nilai buku obligasi per 1 Juli 2011 adalah Rp961.391.325,2.


Angka ini tidak dapat dicari dengan menggunakan
Persamaan 50 dan 51. Karena alasan terakhir inilah,
penggunaan metode bunga efektiflebih disarankan dan
Berdasarkan tabeldi atas, nilai buku obllgasi per l iuli 2011 dapat diverifikasi secara matematis. Sementara metode
adalah Rp956.705.233,3, Hasil ini juga dapat diperoleh amortisasi garis lurus mempunyai keunggulan lebih
dengan menggunakan persamaan (50) dan (51) dengan n = mudah.
6, i = 5%, c = 4%, C = Rp40.000.000, dan F =
Rp1.000.000.000. Obligasi tak berbunga
Metode perhitungan amortisasi diskon/premium di atas Dalam literatur investasi, ada satu macam obligasi yang
disebut metode bunga efekif. Metode lain untuk tidak membalar bunga, yaitu zero-coupon bond. Obligai
rnenghitung amortisasi diskon/premium adalah metode ijenis ini tidak membayar bunga secara periodik,tetapi
garis lurus, yaitu metode amortisasi yang membagi sama hanya membayar sebesar nilai nominal pada saatjatuh
besar diskon dan premium untuk setiap periode. Dalam ternpo. Untuk menarik investor, olligssi jenis ini harus
contoh di atas, besar amortisasi premium per periode dijual dengan diskon sangat besar sehingga sering juga
adalah Rp15.361.417,76, yaitu : disebut deep-discount bond.
Harga wajar obligasi tak berbunga adalah nilai sekarang
Dengan menggunakan metode ini, kurva pada Gambar 9.4 dari nilai nominal obligasi.
dan 9.5 akan menjadi garis lurus dan penyusunan tabel
amortisasi dan nilai buku obligasi menjadi lebih mudah,
yaitu:
Kalau kita membandingkan Persamaan (50) dan (52), kita
melihat banyak perbedaan obligasi berbunga dan obligasi
tak berbunga adalah hanya pada nilai sekarang dari anuitas
bunga periodik.
Contoh :
1.) Sebuah obligasi tak berbunga vang bernilai nominal
Rp100.000.000 jatuh tempo dalam t0 tahui.r. Tentukan
harga wajarr obligasi jika investor mengharapkan lield j2=
l4%.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1370
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

dengan harga penawaran pasar ( market quotation)


103,25. Berapa yang harus dibayar pembeli?

P = Rp25.841.900,28
Harga Obligasi di antara dua tanggal pembayaran bunga Tanggal pembayaran: 15 Februari dan 15 Agustus. jumlah
hari antara tanggal 15 Agustus 2009 dan 15 Februari 2010
Sejauh ini kita mengasumsikan obligasi diperjualbelikan adalah 184 hari. jumlah hari dari tanggal 15 Agustus 2009
pada tanggal pembayaran bunga sehingga penentuan hingga I September 2009 adalah 17 hari. jadi, bunga
harga wajar menjadi relatif mudah. Pada kenyataannya, terutang adalah:
seperti sudah dijelaskan pada pendaliuluan bab ini, obligasi
dinerdagangkan setiap hari di BEI. Dengan demikian, kita
perlu mengetahui metode menghitung harga wajar obligasi
pada tanggal lainnya.
Permasalahan untuk menghitung harga wajar obligasi di
antara dua tanggal pembayaran bunga adalah besarnya
bunga yang terkandung (dibawa) dalam obligasi yang
diserahterimakan dan berubahnya nilai buku obligasi dari
tanggal terakhir pembayaran bunga. Kebiasaan dalam
praktik perdagangan obligasi adalah pembeli membayar
kepada penjual bunga yang terkandung dalam obligasi,
yaitu bunga yang belum dibayar dari tanggal pembayaran Harga yang harus dibayar pembdi adalah:
bunga terakhir hingga tanggal transaksi. Dalam akuntansi,
bunga terkandung ini disebut bunga terutang (accraud
interest). Pembeli bersedia membayarkan bunga terutang
ini kepada peniual karena pembeli akan menerima bunga
secara penuh pada tanggal pembayaran bunga berikutnya.
Untuk menghitung harga wajar obligasi yang
diperjuaibelikan di antara dua tanggal pembayaran bunga, 2.) Sebuah Surat Utang Negara (SUN ) bemilai nominal
kita akan menggunakal notasi berikut: Rp2.000.000.000 dengan kupon j2 = 8% jatuh tempo pada
tanggal I Februari 2o23. Jika investor mengharapkan yield
9%,berupa harga penawaran pasar pada tanggal 15
Nwember 2014? Berapa harga yang harus dibayarkan
pembeli SUN pada tanggal itu?

Dengan menggunakan interpolasi linier sebagai


pendekatan yang paling sering digunakan karena Jumlah periode bunga hingga jatuh tempo adalah 8,5
kemudahannya, kita mendapatkan persamaan untuk harga tahun
obligasi berikut:

Bunga terutang (accrued interest) = AI = f. C


Dan P=Pq+AI
Contoh :
1.) Sebuah obligasi b-ernilai nominal Rp1.000.000.000
dengan kupon j, = 9,5% dan jatuh tempo pada 15 Agustus
2009. Obligasi ini dijual pada tanggal I September 2009

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1371
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Jumlah periode bunga hingga jatuh tempo adalah 8 tahun


= 16 semester
P1 = Harga SUN pada I Februari 2015

Jumlah hari antara tanggal I Agustus 2014 dan I Februari Pencarian Yield
2015 adalah 184 hari. |urnlah hari dari tanggal I Agustus Ada kalanya harga pasar sebuah obligasi diberikan tanpa
2014 hingga 15 November 2014 adalah 106 hari. dinyatakan yiield. Dalam keadaan ini, investor pertama kali
akan menghitung besar yield dari obligasi itu. Yield ini
kemudian dibandingkan den gan yield yang dtharapkan,
yaitu yang sudah disesuaikan dengan risiko atau
peringkatnya. Berdasarkan petbandingan yield ini, investor
akan memutuskan apakah obligasi tersebut cukup menarik
untuk dibeli. Investorjuga menghitung yie/d obligasi untuk
menentukan obligasi mana yang ada di pasar yang paling
menarik untuk dibeli, yaitu obligasi yang memberikan
selisih
yield yang terbesar di atas yield yang diharapkan.Ada tiga
konsep.yiield dalam investasi obligasi. Pertama adalah
yield sekarang (current yield),yailu imbal hasil yang
diberikan obligasi pada saat ini. Yield sekarang
menghubungkan kupon tahunan yang diperoleh investor
obligasi dengan harga yang dibayarkan atau harga pasar
obligasi.

Yield kedua adalah yield hingga tanggal penebusan (yield


to call YTC). Yield ini hanya ada dalam obligasi yang dapat
ditebus (callable bond). Adanya hak tebus oleh emiten ini
merugikan investor karena obligasi akan ditebus jika
tingkat bunga untuk obligasi korporasi yang sama di pasar
lebih rendah, katakan karena rendahnya inflasi dan bunga
acuan, yaitu bunga BI (Bank Indonesia). Dalam kondisi ini,
dapat dipastikan emten akan melakukan pembiayaan
kembali obligasinya (bond refinancing), yaitu
mengeluarkan obligasi baru dengan suku bunga lebih

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1372
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

rendah untuk menebus obligasi lama. Oleh karena itu,


harga penebusan sewajarnya harus di atas 100 dan
umumnya hanya dapat dilakukan di tahun-tahun terakhir
sebuah obligasi.Jika ada klausula penebusan lni, investor
yang cerdas akan menghitung yileld lo call untuk
menentukan menarik tidaknya obligasi yang ditawarkan.
Kenyataannya, tidak semua obligasi dapat ditebus
emitennya. Namun, semua obligasi mempunyai tanggal
iatuh tempo. Oleh karena itu,yield yang paling penting
adalah yield yang ketiga, yaitu field to maturity -YTM.
Persamaan untuk mencari YTC dan YTM atau y atau
dinotasikan i dalam buku ini adalah Persamaan (50). Jika
diberikan semua variabel lain,,vaitu Pq, F, dan n, kita dapat
mencari yield atau i dengan metode interpolasi atau
metode trial and error.
Contoh :
1.) Sebuah obligasi bernilai non.rinal Rp500.000.000
dengan bungaj2 = 9,5% dan jatuh tempo pada tanggal I Juli
2022 ditawarkan pada harga 109,5 per 1 Juli 2010. Hitung
yield jr.

Metode interpolasi ini juga dapat digunakan untukobligasi


yang diperdagangkan pada tanggal di antara dua tanggal
pembayaran bunga. Perhitungannya sudah tentu menjadi
lebih sulit.
Contoh :
1.) Untuk soal yang sama seperti di atas, kita juga dapat
menggunakan cara trial and error.

Karena Rp557.176.111,8 lebih mendekati Rp547.500.000


maka i yang memenuhi persamaan di atas lebih dekat ke
4% daripada ke 4,5%. Oleh karena itu, kita berikutnya
sebaiknya mencoba i = 4,1% dan mendapatkan P4 =
Rp549.049.160. Dengan i = 4,2%, kita rnendapatkan Pq =
Rp541.083.587,4. Ini berarti I berada di antara 4,1%-4,2%.
Oleh karena 4,1% memberikan P4 yang lebih mendekati
Rp547.500.000, berikutnya kita mencoba 4,1% dan
mendapatkan P4 = Rp548.245.401,1; 4,12% memberikan
Rp547.443.252,3. Jadi, i yang kita cari berada di antan
4,11%-4,125. Kalau jawaban yang diminta 2 angka desimal,

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1373
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

kita bisa langsung menuliskan i = 4,125 atau j2= 8,24%


karena. = 4,12% men'tberikan P4 yang lebih mendekati
daripada i = 4,11%.
]ika kita ingin rnendapatkan i hingga 3 angka desimal,
selanjutnya kita dapat mencoba i = 4,119% dan
mendapatkan Pq = Rp547.523.394,8 Jadi i = 4,119% ataU j2
= 8,238% untukjawaban 3 angka desimal. Perhatikan kalau
kita tidak perlu mencoba I = 4,118% karena akan
memberikan Pq yang lebih besar dariRp547.523.394,8 atau Bagian pertama pada ruas kanan dari Persamaan leraldir
lebih jauh dari Rp547.500.000. adalah current yield, yaitu kupon obligasi (C) dibagi harga
rata-rata sejak dibeli (P) hingga tanggal penebusan pada
Pencarian yield dengan cara trial and error tanpa harga R (redemPtion) atau jatuh tempo pada harga F (nilai
interpolasi sepertinya sulit, tetapi dengan bantuan scientifc nominal). Sedangkan bagian kedua merupakan komponen
calculalor dan mengoptimalkan penggunaan fungsi capital gainlloss tahunan yang diberikan sebuah obligasi.
memori, cata ini memberikan hasil yang lebih akurat Variabel C R, F, dan P harus dinyatakan dalam persen.
dibandingkan dengan metode interpoiasi linier.
Contoh :
1.) Dengan menggunakan persamaan terakhir, hitung yield
dalam contoh di atas.

Untuk mereka yang terbiasa menggunakan scientiJic


calculator, waktu yang diperlukan untuk mendapatkan I
dengan trial and error jvga bisa lebih cepat, yaitu rata-rata
10 menit untuk jawaban 2 angka Cesimal dan sekitar l5
menit untuk jawaban 3 angka desimal. Itu sebabnya,
banyak orang yang lebih suka menggunakan cara ini untuk
pencarian yield atau bunga efektif Untuk itu, mahasiswa
sebaiknya menrbarva scientifc calculator setiap kali
mengikuti perkuliahan Matematika Keuangan.
Memahami sulitnya pencarian yield dengan menggunakan
kedua metode di atas, mungkin Anda ingin tahu apakah
ada aturan praktis yang lebih mudah. Ternyata, kita
mempunyai persamaan lebih sederhana yang dapat
memberikan hasil vang kurang akurat tetapi cukup Hasil ini berbeda sekitar 0,07% dari hasil dengan
mendekati. Persamaan ini didasarkan pada pemahaman menggunakan metode interpolasi atau trial and error.lnilah
bahwa yield itu terdiri atas dua bagian, yaitu kupon dan yang dimaksud dengan kurang akurat Cara lain untuk
capital gain.jika sebuah obligasi dibeli pada nilai nominal, mendapatkan lield dengan mudah tanpa interpolasi linier
tidak ada capital gain atau capital loss sehingga yiekl atau trial and error adalah dengan mengeunakan finan ial
akansama besar dengan kupon. calculator seperti TIBA II+ dan HP 12C
Jika obligasi dibeli dengan diskon, yleld akan lebih besar Saham
daripada kupon karcna ada capital gain. Ingat. saat jatuh Saham adalah modal yang disetor oleh investor kepada
tempo, obligasi akan dilunasi pada nilai nominallya atau perusahaan. Ada dua metode mendapatkan imbal hasil
1009{,. Sebaliknya, jika obligasi dibeli dengan premium, dari saham yaitu :
yiekl akan lebih kecil daripada kupon karena investor harus 1. Penerimaan dividen
membayar lebih besar daripada 100, tetapi hanya akan 2. Mengeksekusi capital gain dari perubahan harga saham
menerima 100 saat jatuh tempo atau mengalami capital
loss. Ilustrasi sederhananya adalah obligasi bertenor 10 Contoh :
tahun dengan kupon 12% p.a.. yang dijual dengan diskon 1.) Sebuah saham yang sedang bertumbuh dipercaya tidak
15% akan memberikan yield sekitar 13,5%, yaitu 12% dari akan memberikan dividen selarna beberapa tahun ke
kupon dan 1,5% dari capital gain, yaitu 15% dibagi l0 depan. Jika tingkat diskonto yang wajar untuk saham itu
tahun. adalah 15% dan harga saham itu 2 tahun iagi diprediksi
Rp2.545, hitung harga wajar saham itu hari ini.
Sementara obligasi bertenor dan berbunga sama yirng
dijual dengan premium 5%o hanya meberikan yield 11,5%
karena ada capital loss 0,5% yaitu 5% /10
Persamaan praktis untuk menghitung yield to call adalah:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1374
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

perhitungan harga wajar menjadi mudah, yaitu dengan


menjumlahkan nilai sekarang dari dividen di tahun-tahun
mendatang yang akan diterima plus nilai sekarang dari
harga jual pada periode r. Persamaan untuk menghitung
nilai wajar saham dengan dividen yang tidak mempunyai
pola yang teratur ini adalah:

Asumsi lain yang diperlukan untuk menggunakan


persamaan di atas adalah dividen tahun ini sudah
dibayarkan dan investor akan memegang saham hingga
2.) Sebuah saham disepakati banyak analis tidak akan tanggal pencatatan diwden (cum date) pada tahun n
membagikan dividen. Jika harganya tahun depan adalah sehingga berhak atas dividen tahun r atau Dr.
Rp5.600 sedangkan harga pasarnya sekarang
adalahRp5.000, berapa return yang diharapkan investor? Contoh :
1.) Saham ABCD diproyeksikan akan membagikan dividen
sebesar Rp150 setahun lagi dan Rp200 dua tahun lagi. Jika
harga saham itu 2 tahun lagi diperkirakan Rp4.000 dan
investor mengharapkan return 15%, hitung harga wajar
saham ABCD.

Saham dengan dividen konstan


Setelah memahami persamaan umum untuk valuasi
saham, yaitu Persamaan (61), kitajuga merasa perlu
untukmengenal persamaan-persamaan khusus untuk
saham yang dividen tunain)'a teratur, yaitu yang
dividennya konstan dan vang dividennya bertumbuh
secara konstan pada tirrgkat persentase tertentu. Kita akan
memulairrya dari saham dengan dividen konstan.
Saham dengan dividen tak berpola Dengan asumsi dividen tahun ini sudah dibagikan,
Untuksaham yang memberikan dividen tidak pasti atau penilaian saham dengan dividen konstan relatif mudah
yang tidak teratur jur ahny4 kita tidak mempunyai karena menggunakan persamaan yang sama seperti
persamaan pamungkas. Hal yang dapat kita lakukan dalam persamaan untuk perpetuitas biasa. Kita cukup mengganti
kasus seperti ini adalah kita menghitung nilai sekarang dari A dengan D (dividen) dan i dengan k (tingkat diskonto).
semua dividen yang akan diterima di masa mendatang dan
kemudian menjumlahkannya. Permasalahan dengan
metode ini adalah kita harus memperkirakan semua
dividen dari saham itu, yaitu dividen tahun depan hingga Yang masuk dalarn kelompok saham dengan dividen
dividen tahun tak hingga. konstan ini adalah saham preferen, yaitu saham yang
menjanjikan dividen sebagai persentase tertentu dari
Untuk mengatasi persoalan ini dan memungkinkan harga nominalnva. Saham preferen ini, pada praktiknya,
perhitungan, kita mengasumsikan saham tidak akan kurang populer di bursa saham kita karena jumlahnya
dipegang hingga waktu tak terhingga, tetapi akan dijual hanya sekitar 1% dari semua saham yang tercatat di Bursa
pada tahun ke-r pada harga P,. Dengan asumsi ini, Efek Indonesia BEI

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1375
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

l0% setiap tahunnya. fika investor menginginkan refazr


Contoh : sebesar 18% untuk investasinya, hitung harga wajar saham
Berapa harga wajar saham yang memberikan dividen itu.
konstan sebesar Rp500 per tahun jika investor
menggunakan tingkat diskonto 18%?

2.) Sebuah saham preferen memberikan dividen konstan


sebesar 10% dari nilai nominalnya yang sebesar Rpl.000.
Hitung harga yang bersedia dibayarkan seorang investor
yang menginginkan return 14% atas saham preferen rtu.
2.) Saham DCBA diproyeksikan akan membagikan dividen
sebesar Rp108 tahun depan, yang akan naik sebesar 8%
setiap tahunnya. fika investor bersedia urrtuk membayar
Rp1.200 untuk saham itu, berapa tingkat diskonto yang
digunakan?

Saham dengan pertumbuhan konstan


Selain dividen yang konstan, literatur keuangan dan
investasi juga mencatat ada kelompok saham yang
mempunyai dividen dengan pertumbuhan konstan sebesar
persentase tertentu setiap tahunnya secara terus-
menerus. Contoh saham seperti itu adalah saham yang
dividen tunainya bertumbuh dari Rpl00 ke Rp110,
kemudian Rp121, dan seterusnya atau bertumbuh l0%
setiap tahunnya. Persamaan untuk menilai saham seperti
ini juga mudah karena persis seperti persamaan untuk
perpetuitas bertumbuh yang dibahas di Bab 6.

Jika besaran D, belum diketahui, maka kita harus


menghitungnya terlebih dahulu dengan persamaan Saham dengan pertumbuhan supernormal
berikut: Kelompok terakhir saham y;urg memberikan dividen
teratur adalah saham dengan dividen yang bertumbuh
Dr = Do (l +g) dengan persentase tinggi, kadang melebihi tingkat
diskonto yang digunakan. Namun, pertumbuhan luar biasa
dengan Do = dividen tahun ini ini tidak mungkin berlangsung selamanya. jika ada saham
yang pertumbuhan tingginya dapat terusmenerus,
Sejauh ini, semua persamaan untuk menilai dividen yang harganya akan menjadi tak terbatas atau sangat tinggi
sudah dibahas mengasumsikan dividen tahun ini sudah sekali.
dibayarkan. ]ika ternyata dividen tahun ini belum
dibagikan, kita perlu menambahkan dividen tahun ini atau Logikanya, sebuah perusahaan yang labanya luar biasa
Do dalam persamaan-persamaan di atas. besar akan mengundang perusahaan lain
untukmasukdalam bisnis itu sehingga keuntungan yang
Contoh : diperoleh pun akhirnya tidak menjadi abnormal lagi tetapi
1.) Sebuah saham baru saja membayar dividen sebesar hanya normal. Itulah sebabnya, kita dapat memastikan
Rp500. Dividen ini diproyeksikan akan bertumbuh sebesar pertumbuhan abnormal hanva terjadi untuk periode yang
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1376
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

terbatas seperti 3 atau 5 tahun atau selama n tahun dalam


bab ini. Setelah itu, pertumbuhan akan kembali normal,
yaitu hanya beberapa persen setahun dan selalu lebih
rendah daripada tingkat diskonto. Dengan demikian. akan.
ada dua tingkat pertumbuhan yang berbeda untuk
saham'saham daiam kelompok ini.
Kita menghitung nilai sekarang dari seluruh dMden pada
masa pertumbuhan supernormal yang akan diterima
dengan menggunakan Persamaan (31), anuitas bertumbuh.
Kemudian kita menghitungharga saham pada akhirmasa
pertumbuhan supernormal (Ps) atau harga saham sesaat
sebelum periode pertumbuhan normal. Harga saham
adalah jumlah kedua perhitungan di atas. Persamaannya
adalah:

Tingkat diskonto
Dari persamaan-persamaan untuk valuasi saham di atas,
kita nengetahui bahwa salah satu variabel yang penting
dan menentukan adalah tingkat diskonto atau return
sahamyang diharapkan investor. Penggunaan tingkat
diskonto atau k yang tidaktepat akan mengakibatkan
valuasi juga menjadi jauh dari akurat. Sama seperti yield
yang dipengaruhi beberapa faktor, tingkat diskonto pun
Contoh : bergantung pada beberapa variabel penting lain
1.) Sebuah saham yang baru saja membagikan dividen .
sebesar Rp200 diprediksi akan bertumbuh 25% setiap Namun demikian, tidak seperti penentuan yield
tahunnya selama 4 tahun ke depan. Setelah periode obligasiyang hanya merniliki satu model tunggal, untuk
supemormal ini, dividen hanya akan naik l0%, Iika investor menentukan tingkat diskonto untuk ekuitas (saham), kita
saham menginginkan return 20% untuk saharn ini, hitung mengenal tiga model berbeda. Salah satu pendekatan itu
harga yang bersedia dibayarkan. adaiah model Gordon. Persamaan untuk mencari tingkat
diskonto dengan model ini adalah Persamaan (65), yaitu:

Dari persamaan ini, terlihat kalau return dari investasi


saham dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitr dari yield
dividen atau D1/Po dan yield capital gain dari tingkat
pertumbuhannya, yaitu g. Kedua yield bersumber dari laba
per saham earning per share-EPS. Bedanya, dividen adalah
laba yang dibagikan, sementara capital gain muncul karena
ada laba yang tidak dibagikan.
Dua model penentuan tingkat diskonto lainnya untuk
ekuitas adalah capital asset pricing model CAPM dan yield
obligasi plus premi ekuitas. CAPM adalah model yang
ditemukan pemenang nobel ekonomi 1990, William
Sharpe.
Berdasarkan CAPM, return sebuah saham sebuah
portofolio saham tergantung pada beberapa faktor, yaitu
bunga bebas risiko, return pasar, dan beta (p) saham atau
beta (p) portofolio saham itu. Secara lengkap, model CAPM
untuk menentukan tingkat diskonto atau return saham
mempunyai persamaan:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1377
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Model penentuan tingkat diskonto yang ketiga adalah


berdasarkan yield obligasi yang dikeluarkan perusahaan
Bunga bebas risiko adalah suku bunga surat berharga yang sama. Karena risiko yang dihadapi investor saham
jangka pendek yang dikeluarkan pemerintah . Di Arnerika umumnya lebih besar daripada investor obligasi
Serikat, bunga bebas rislko menggurrakan bunga Treasury perusahaan vang sama, return untuk saham wajarnya
Bill (T/B). Sedangkan untuk lndonesia surat utangjangka harus lebih besar, yaitu yield obligasi ditambahu
pendek yang ekuivalen dengan T/B adalah Surat persentase tertentu untuk premi risiko ekuitas. Premi ini
perbendaharaan Negara (SpN) karena sama-sama adalah yield tarnbahan untuk ekuitas atau saham karena
dikeluarkan oleh Bendahara Negara atau Departemen adanya risiko tambahan.
Keuangan. Namun, di Indonesia, yang lebih sering
digunakan sebagai acuan bunga bebas risiko adalah Permasalahan dengan metode ini adalah hanya sedikit
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang dikeluarkan Bank korporasi di Indonesia yang sudah mengeluarkan obligasi,
Indonesia. Beta sendiri dalam literatur investasi yaitu sekitar seratus lebih, dibandingkan dengan empat
didefinisikan sebagai ukuran atau koefisien risiko ratusan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di
sistematis yang terkandung dalam sebuah saham atau Bursa Efek lndonesia. Selain itu, untuk perusahaan yang
portofolio saham. Beta sebesar satu berarti saham atau sama, investor biasanya menetapkan yield yang berbeda
portofolio akan bergerak persis seperti pasar dengan retun untuk tenor (periode jatuh tempo) yang berbeda. Semakin
sama seperti pasar, yaitu r1 karena: lama tenor, semakin tinggi yield yang diinginkan investor.
Adanya beberapa yield ,yang berbeda ini membuat tingkat
diskonto untuk satu perusahaan yang sama juga dapat
berbeda-beda. Ini tentunya menyulitkan.
Metode kelipatan harga
Jika beta = 2, maka premi risiko (risk premium saham atau Metode alternatif untuk penilaian saham yang juga
portofolio akan dua kali premi risiko pasar, baik saat reruna sederhana adalah metode kelipatan harga (price multiple).
pasar positif maupun saat return pasar negatif. Secara Ada beberapa kelipatan harga yang sering digunakan, yaitu
umum, beta vang lebih besar atau di atas 1 dikatakan lebih price earning ratio (PER), price to book value (PBY), dan
berisiko daripada beta yang lebih rendah atau di bawah 1. price to dividend (yield ela dividen).
Beta semua saham yang tercatat di bursa dapat dihitung Literatur keuangan dau investasi mencatat kalau
dengan menggunakan metode statistik paling sederhana, pendekatan PER sebagai yang paling populer, dibandingkan
yaitu regresi linier dengan premi risiko pasar atau excess dengan metode kelipatan harga lainnya. Semua harian
return pasar sebagai variabel independen dan excess bisnis dan sebagian besar surat kabar nasional di Indonesia
rcturn saham sebagai variabei dependen. Karena topik ini menginformasikan PER untuk semua saham tercatat di
lebih berkaitan dengan statistik daripada matematila. buku Bursa Efek Indonesia (BEI) setiap hari. Pendekatan PER
ini tidak membahas bagaimana mendapatkan beta saham. sudah ada sejak zaman Benjamin Graham dan David Dodd
denganbuku klasik mercka Security Analysis yang
Contoh : diterbitkan tahun 1934. Pada akhir 1970-an, manajer
1.) Sebuah saham mernpunvai beta 1,5. Jika bunga bebas investasi David Dreman menjadi begitu terkenal karena
risiko adalah 9% dan return pasar adalah 16%, hitung mengajarkan penggunaan PER untuk mengukur nilai (ralue)
return rang diharapkan investor untuk sahant ini. sebuah saham.
Mengapa PER paling populer? Pertama, PER mudah
menghitungnya. Harga saham semua perusahaan publik
dapat dengan mudah diperoleh. Demikian juga dengan
laba perusahaan atau earning per share (EPS). Jika kita
hanya memperoleh EPS kuartal 1, EPS tahunan akan
dihitung 4 kali EPS kuartal 1 ini. jika diberikan EPS
semesteran, EPS tahunan tinggal dikalikan dua.
Kedua, PER da,pat digunakan untuk membandingkan dua
2.) Sebuah portofolio yang terdiri atas sejumlah saham sahan atau lebilr dalam industri yang sarna, ceteris
mempunyai beta 1,2. jikabunga bebas risiko adalah 8% dan paribus. Ketiga, PER dapat dianalogikan dengan payback
premi risiko pasar adalah 10%. Hitung return normal yang period, yaitu salah satu kriteria penting sekaligus
dihasilkan portofollo itu. sederhana dalam penganggaran modal (capital budgeting).
PER adalah rasio harga dibagi dengan laba tahunan per
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1378
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

sahan atau EPS. PER 15 berarti harga saham adalah 15 kali


laba tahunannya atau untuk setiap rupiah laba tahunan
yang dihasilkan, investor
harus membayar 15 rupiah. Penjelasan lain untuk PER 15
adalah investor memperoleh imbal hasil (earnings yield)
atau r sebesar 1/15, yaitu 1/PER atau 6,67% per tahun dar.i
investasi sahamnya. dengan EPS = laba tahunan per saham

Imbal hasil sebesar 6,67% ini dapat dibandingkan dengan Contoh :


yield dari investasi lain seperti deposito, properti, dan 1.) PER rata-rata sektor infrastruktur adalah Rp110, berapa
obligasi. jika sebuah deposito memberikan bunga kotor harga w'ajar saham inii?
sebesar 8olo p.a. maka yield bersih adalah 6,4% p.a. jika
pajak atas bunga adalah 20% dan PER deposito adalah
1/6,4% atau 15,63 Jika diasumsikan laba dibagikan semua
sebagai dividen dan tidak ad; pertumbuhan laba, sama
seperti deposito, PERsaham 15 berarti investor
memerlukan waktu 15 tahun untuk memperolh modalnya
kembali (payback period).
Meskipun dernikian, analisis dan valuasi menggunakan PER 2.) Laba per saham (EPS) ASII hingga kuartal III tahun 2008
juga mempunyal kelemahan. PER tidak mempunyai arti adalah Rp1.821. fiks harga saham itu per akhir Desember
untuk perusahaan yang masih mengalami kerugian karena 2008 adalah Rp10.550, hitung PER saham ASII yang akan
PER negatif tidak dapat diinterpretasikan. Selain itu, PER dimuat di harian Bisnis Indonesia awal Januari 2009.
wajar berbeda antar industri. PERjuga berbeda
antarnegara, bergantung pada suku bunga bebas risiko
yang sedang berlaku di negara itu.

PER BEI dan PER SeKtoral di BEI 2000-2007

Setelah PER, metode kelipatan harga berikutnya yang juga


cukup populer adalah rasio price to book value (PBY).
Seperti PER, rasio ini biasanya digunakan
Estimasi PER dan PBV Sektor Bank di lndonesia 2008

PEB Dow Jones, Hang Seng, Nikkei, & Singapore Straits


Times 2000-2007

untuk menilai apakah harga sebuah saham sudah


kemahalan atau belum, terutama untuk sektor perbankan.
Persamaan untuk menghitung PER adalah:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1379
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

PER dan PBV saham yang tinggi, dibandingkan


sahamsaham
lain dalarn industri yang sama mengindikasikan harga
saham itu relatif mahal. Nilai buku (book value)
didefinisikan sebagai nilai ekuitas per saham, yaitu nilai
buku ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang beredar
Secara akuntansi, nilai buku ekuitas adalah total aset
dikurangi total utang. Persamaan untuk rasio PBV adalah:

Contoh :
1.) Jika yield dividen rata rata adalah 5%, berapa harga
wajar saham yang membagikan dividen Rp320?

Contoh :
1.) Nilai buku ekuitas sebuah perusahaan terbuka adalah
Rp2.000.000.000.000 dengan jumlah saham beredar
800.000.000. jika harga saham itu adalah Rp6.000, hitung
PBV saham itu.

2.) Rasio PBV rata-rata industri perbankan diketahui sekitar


2. |ika nilai buku per saham BMRI adalah Rp1.600, hitung
harga wajar saham itu.

2.) Sebuah saham yang mempunyai harga pasar Rp4.200


memhayarkan dividen tahunan sebesal Rp126. Hitung yield
dividen dan price to dividerid saham tersebut.
Alternatif lain valuasi saham dengan kelipatan harga
adalah menggunakan yield dividen, yaitu dividen yang
dibayarkan dibagi dengan harga sahamnya Persamaan
yang biasa digunakan adalah:

Besar yield dividen sangat bervariasi antarsaham.


permasalahan dengan rasio ini adalah Tield dividen hanya
tersedia untuk saham yang membagikan dividen.
Perusahaan untung yang tidak membayarkan dividen dan
perusahaan yang rugi tidak mempunyai rasio ini. Khusus
untuk 45 saham terlikuid atau LQ 45 di BEI selama lima
tahun terakhir, besarnya yield aividen ini ad.alah 4% rata_
ratanya. Mengharapkan saham mernberikan yield dividen
4% sama saja dengan mengatakan saham rata-rata
diperdagangkan 25 kali (1/4%) dari dividen yang
dibayarkannya.
Setelah penjelasan cukup lengkap di atas, yang juga perlu
Dengan kata lain, keballkan yield dividen adalah rasio price dipahami adalah arus kas untuk penilaial saham itu tidak
to dividend. Jika dalarn PER, harga dibagi dengan laba per hanya dividen, tetapi bisa juga arus kas lainnya seperti arus
sahamnya; dalam price to dividend, harga dibagi dengan kas bersih untuk perusahaan free cash flow lo the firm),
dividennya. Persamaan untuk menyatakan hubungan di arus kas untuk ekuitas (free cashflow to equity), residual
atas adalah: income, dan nilai tambah ekonomi (economic value added-
EY A).

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1380
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

disebut imbal hasil selama periode investasi atau selama


Penilaian harga saham berdasarkan analisis fundamental periode memegang produk keuangan itu atau disingkat
pun tidak hanya mengenal teknik DCF, PER, PBV dan yield imbal hasil periode, yaitu:
dividen. Masih ada beberapa alternatif lain yang juga
populer seperti price earning growth-PEG, price to sales,
dan lainnya.
Lebih lanjut dalam literatur investasi juga disebutkan kalau
analisis fundamental pun bukan satu satunya. Masih ada
analisis lainnya yang juga banyak digunakan para investor
saham dan manajer investasi, yaitu analisis teknikal dan
analisis momentum. Seperti kata pepatah, banyak jalan
menuju Roma. Untuk saham juga sarna, banyak cara untuk Perhatikan bahwa irnba.l hasil periode tidak disetahunkan
menilai harganya. Penilaian dengan menggunakan dividen atau tidak dinyatakandalam p.a., sehingga sebaiknya
dan kelipatan harga hanvalah dua dari sekian banyak dituliskan periodenya secara eksplisit di belakang imbal
pendekatan yang ada. hasil untuk menghindari salah interpretasi.
Selain alasan tidak adanya kepastian mengenai besarnya 2.) Untuk kasus yang sama seperti contoh ll.l, hitung imbal
dividen dan banyak metode yang dapat digunakan, ada hasil periode yang diterima investor.
dua alasan lain valuasi saham jauh lebih sulit daripada
valuasi obligasi, Pertama, jika obligasi mempunyai umur
yang terbatas. .jangka waktu saham adalah tidak terbatas
(infinite). Kedua, menentukan suku bunga diskonto untuk
menilai sebuah saham juga banyak teorinya. Sedikitnya
ada tiga pendekatan untuk ini, yaitu capital asset pricing
nodel (CAPM), suku bunga obligasi plus premium, dan
model Gordon. Inilah alasan utama penilaian harga wajar
(valuasi) sahanr dalam buku ini dijelaskan setelah semua
persamaan
PV diberikan dan setelah pembahasan obligasi.

MATERI 5
Jika imbal hasil periode disetahunkan dengan
menggunakan konsep bunga majemuk, kita akan
mendapatkan apa yang dinamakan imbal hasil tahunan
IMBAL HASIL DAN PENGEMBALIAN efeltif (effective annual yield).

Imbal hasil merupakan sejumlah nilai yang didapat investor


atas investasinya.
Contoh :
1.) Sebuah SBI berjangka waktu 90 hari memberikan imbal
hasil 8%. Jika nilai nominalnya adalah Rp500.000.000, pada
harga berapa SBI itu akan terjual? 3.) Hitung imbal hasil tahunan efektif dari Contoh 11.3 di
atas.

Ukuran imbal hasil terakhir untuk produk keuangan jangka


pendek adalah imbal hasil pasar uang (money market
yield), juga dikenal dengan CD equivalent yield. Imbal hasil
Imbal hasil diskon bank mempunyai tiga kelemahan. ini berdasarkan asumsi setahun 360 hari dan bunga
pertama, imbal hasil - didasarkan pada nilai nominal SBI, sedeihani, sama seperti imbal hasil diskon bank.
bukan pada harga pembeliannya. Kedua, asumsi 360 hari Perbedaannya adalah imbal hasil diskon bank
dari 365 hari yang semestinya. Ketiga, untuk mendapat menggunakan nilai nominal sebagai pembaginya,
imbal hasil tahunan, digunakan konsep bunga sederhana, sedangkan dalam imbal hasilpasar uang, pembaginya
yarrg mengabaikan kesempatan mendapatkan bunga atas adalah harga pembelian.
bunga.
Karena kelemahan-kelemahan di atas, diperkenalkan
ukuran-ukuran imbal hasil yang lain. Pertama adalah yang

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1381
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

4.) Melanjutkan contoh kita, hitung imbal hasil pasar uang


jika f = 150 hari, rBD = 4,8%, F = RP1.000.000.000, Po =
Rp980.000.000, dan HPy = 2,0408% (150 hari)'

Sekarang kita bisa membandingkan empat ukuran imbal


hasil di atas Jika seseorang membeli SBI bernilai nominal
Rp 1.000.000.000 dengan harga 98% dan akan jatuh tempo
150 hari lagi, maka:

5.) Sebuah SBI dengan nilai pari Rp2.000.000.000


berjangka waktu 90 hari, ditawarkan pada harga 97%.
Hitung:
a. Imbal hasil diskon bank.
b. Imbal hasil Pasar uang.
c. Imbal hasil periode.
d. Imbal hasil tahunan efektif. Pengembalian berdasarkan uang dan berdasarkan waktu
lDerbeda dengan imbal hasil jangka pendek, untuk iangka
panjang biasanya menggunakaliukuran-ukuran lainnya,
yaitu Pengembalian tertimbang berdasarkan u n[l*orry-
rrighted return) dan pengembalian tertimbang
berdasarkan waku (tiie-weigited leturn). Dalam aplikasinya,
mencari tingkat.pengembalian tertimbang berdasarkan
uang adalah seperti mencari internal rate of return (lRR)
dala'm penganggaran modal (capital budgeting) yang
dipelajari dalam kuliah manajemen keuangan. Untuk
pembahasan selaniutnya dalam buku ini' pengembalian
tertlmbang ierdasarkan uang akan disingkat menjadi
pengembalian berdasarkan uang, sedangkan pengembalian
tertimbang berdasarkan waktu disingkat pengembalian
berdasarkan waktu.
Dalam mencari tingkat Pengembalian berdasarkan uang'
besar penerimaan atau pengeluaran uang dalam setiap

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1382
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

periode sangat penting dan diperhitungkan' Ini berbeda Jika tingkat pengembalian peiiode I adalah 15% dan
dengan pencarian tingkat pengembalian berdasarkan periode 2 adalah 6,67%, merlgapa tingkat pengembalian
waktu' Dalam pengembalian berdasarkan waktu, besaran menjadi 9,39% dan bukan rata-rata dari keduanya, yaitu
uang dalam setiaP periode tidak dipertimbangkan karena 10,847%? Jawabnya adalah karena investasi di Periode I
penekanannya adalah pada pengembalian tiap Periode' lebih besar daripada periode 1 dan kita sedang menghitung
hanya tingkat pengembalian pada periode I sebesar r, tingkat pengembalian berdasarkan uang sehingga bobot
adalah dari Rp1.000 000 dan tingkat pengembalian pada periode 2 lebih besar daripada periode 1. Karena bobot
periode 2 sebesar r, adalah dari Rp1.000 000 000' ini teak atau berat untuk periode 2 lebih besar inilah yang
diperhitungkan dalam menghitung pengembalian menyebabkan tingkat pengembalian berdasarkan uang
berdasarkan waktu, r, dan r, dianggap berbobot sama dan lebih dekat ke 6,67% (tingkat pengembalian periode 2)
kita ingin mencari rata-ratanya atau di bawah rata-rata tingkat pengembalian kedua
periode yang besarnya adalah 10,84%.
Contoh :
1.) Untuk ilustrasi penghitungan tingkat pengembalian Kita sebenarnya mengenal dua macam ukuran return
berdasarkan uang' kita misalkan seorang investor pada berdasarkan uang, yaitu secara kasar dan secara akurat,
tahun 2008 membeli sebuah obligasi senilai Rp200.000 000 Berbeda dengan relasi berdasarkan uang secara akurat
Setahun kemudian, 2009, dia membeli kembali obligasi yang cukup sulit mencarinya, return berdasarkan uang
yang sama sehargaRP225.000.000. Pada tahun 2009 itu secara kirsar dapat peroleh dengan mudah dan praktis
atas kepemilikan obligasi yang pertama' dia menerima karena menggunakan konsep rata rata tertimbang.
bunga sebesar RP5 000'000. Pada tahun 2010, karena Sayangnya, ukuran ini tidak akurat.
memiliki dua
obligasi, dia menerima bunga Rp10.000.000. jika pada Untuk ilustrasinya, misalkan seorang investor mulai
tahun 2010 investor tadi menjual obligasinya pada harga berinvestasi dalam saham pada awal 2009 dengan dana
masing-masing Rp235 000 000 berapa tingkat Rp100.000.000. Pada akhir tahun 2009, nilaiportofolio
pengembalian berdasarkan uang yang dia peroleh? sahamnya meningkat menjadi Rp200.000.000. Dikarenakan
puas dengan return tahunan sebesar l00%, dia pun
Arus Kas menambah uang Rp800.000.000 sehingga nilai
investasinya di awal 2010 menjadi Rp 1.000.000.000.
Tergiur dengan tingginya return di tahun 2009, sangat
mungkin investor di atas mengalihkan dana dari investasi
lainnya ke dalam investasi saham. Berapa return rata-rata
tahunan berdasarkal uang jika nilai investasinya menjadi
Rp1.060.000.000 pada akhir 2010?
Return tahun 2010 ternyata hanya sebesar 6%, karenanya,
return berdasarkan uang secara kasar adalah:

Pengembaiian berdasarkan uang adalah IRR untuk periode


2 tahun, yaitu tingkat bunga yang menyamakan nilai
sekarang kas keluar dan nilai sekarang kas masuk.
PV (pengeluaran) = PV (penerimaan)
Untuk menghitung return berdasarkan uang secara akurat,
kita menuliskan persamaan seperti di atas, yaitu:

Dengan scientifc calculator dan melode trial and. error


atau langsung dengan frnancial calculator, kita akan
mendapatkan r yang memenuhi persamaan di atas, yaitu
Dengan scientific calculator dan metode trial and error 15,75%.
atau langsung dengan fnancial calculator, kita akan Bagaimana dengan tingkat pengemt'alian berdasarkan
mendapatkan r yang memenuhi persamaan di atas, yaitt waktu dari contoh di atas? Berbeda dengan pengembalian
9,39%. berdasarkan uang, pengembalian berdasarkan waktu tidak
Sekarang, mari kita lihat hasil investasi masing-masing memperhitungkan besaran uang yang tidak sama dalam
periode. Tingkat pengernbalian periode pertama adalah dua periode itu dan memberikan bobot yang sama untuk
(Rp5.000.000 + Rp225.000.000 - Rp200.000.000) i setiap periode, dalam contoh kita adalah periode 1 dan 2.
Rp200.000.000 = 15%; karena obligasi I bernilai Pengembalian berdasarkan waktu tidak sensitif terhadap
Rp225.000.000 pada tahun 2009 (r = 1). Tingkat tambahan dan pengurangan uang selama periode berjalan.
pengembalian periode kedua adalah (Rp10.000.000 + Dalam contoh terakhir return tahunan aritmetik adalah
Rp470.000.000 - Rp450.000.000)/Rp450.000.000 = 6,67%;
karena kedua obligasi bernilai Rp450.000.000 di tahun
2009 C\dan Rp470.000.000 di tahun 2010.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1383
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

dan return tahunan geometrik adalah tingkat pertumbuhan seperti pertumbuhan gaji,
pertumbuhan kekayaan, dan lain-lain.
.Dengan
demikian, untuk contoh sederhana ini, kita mempunyai
empat ukuran retun yang berbeda, yaitu 14,560/o, 15,7
5o/0,53%, dan 45,567o. Ukuran mana yang sebaiknya
digunakan?
Pengembalian Aritmetik dan Geometrik
Ada dua konsep pengembalian berdasarkan waktu, yaitu
pengembalian aritmetik dan pengembalian geometrik.
Pengembalian aritmetik biasanya digunakan untuk periode
tunggal seperti I tahun, l5 bulan, atau 18 bulan. Sedangkan
pengembalian geometrik biasanya digunakan untuk
beberapa periode seperti 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau
lebih. Perbedaan antara pengembalian aritmetik dan Persamaan (85) akan memberikan hasil yang sama dengan
pengembalian geonietrik adalah sama dengan perbedaan persamaan (84) namun jauh lebih mudah dan praktis.
antara rata-rata aritmetik dan rata-rata geometrik dalam
statistik.Untuk menghitung tingkat pengembalian aritmetik Contoh :
atau geometrik suatu investasi atau sualu portofolio, kita 1.) Suatu portofolio saham &bentuk dengan modal awal
terlebih dahulu menghitung tingkal pengembalian untuk Rp500.000.000 pada awal 2009. Portofolio itu kemudian
tiap-tiap periode (r1,r2,.......rn). Untuk mendapatkan berkembang menjadi Rp600.000.000 pada akhir 2009 dan
tingkat pengembalian aritmatik, kita menjumlahkan tingkat Rp750.000.000 pada akhir20t0. Berapa tingkat
pengembalian semua periode dan membaginya dengan n; pengembalian aritmetik dan geometrik?
sedangkan untuk mendapatkan tingkat pengembalian
geometrik kita mengalikan semua (setelah ditambah 1
untuk tiap r) dan mengakarkannva atau memangkatkan
dengan 1/n.

Contoh :
1.) Hitung tingkat pengembalian aritmetik dan geometrik
dari Contoh 11.7.

Dalam semua keadaan, pengembalian geometrik akan


sama atau lebih rendah daripada pengembalian aritmetik.
Pengembalian geometrik akan sama dengan pengembalian
aritmetik jika dan hanva iika besar pengembalian untuk
setiap periode adalah sama misalkan x%, artinya tidak ada
standar deviasi dari tingkat pengembalian antarpericde
karena semuanya sama, yaitu x%. Kenyataannya, sangat
kecil kemungkinan ini bisa terjadi, sehingga pengembalian
geometrik hampir dapat dipastikan lebih rendah daripada
Khusus untuk pengembalian geometrik, kita dapat pengembalian geometrik. Semakin besar standar deviasi
rnemperolehnya tanpa harus mencari tingkat dari distribusi pengembalian tiap periode, semakin besar
pengembalian setiap periode selama n periode, yaitu perbedaan pengembalian geometrik dan pengembalian
hanya dengan menggunakan nilai investasi atau portofolio aritmetik. Hubungan keduanya dinyatakan dengan
awal dan akhir serta n. Persamaan untuk mencari persamaan:
pengemhalin geometrik dapat digunakan untuk mencari

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1384
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

investasi yang ditanamkan adalah bukan dalam kendalinya


tetapi di tangan para nasabahnya melalui aksi subscription
Contoh : dan redemption atau tergantung anggaran perusahaan
1.) Sebuah portofolio saham dan obligasi bernilai awal untuk kasus manajer keuangan. Bukan manajer investasi
Rp800.000.000. Setelah 1 tahun, portofolio itu atau manajer keuangan yang menentukan besaran
berkembang menjadi Rp1.600.000.000 tetapi selama tahun Rp100.000.000 di tahun 2005 dan Rp1.000.000.000 di
.kedua, portofolio itu tidak mengalami pertumbuhan tahun 2006 sehingga tidak/air membobotkan jumlah uang
sehingga Pada akhir tahun kedua, nilainya tetap ini untuk mengukur kinerja refarn-nya.
Rp1.600.000.000. Hitung tingkat pengembalian aritmetik
dan geometrik portofolio tersebut. Ternyata ada beberap aistllah return dan tidaksemuanya
mudah menghitungnya tefutama return rata-tata untuk
beberapa periode dengan junrlah uang yang clitanamkan
berubah-ubah dari satu periode ke periode lain. 'lerakhir
yang juga tidak boleh dilupakan adalah sernua ukuran
rslulrr di atas mempunyai satu kelemahan yang samai yaitu
belum nremperhitungkan risiko, padahal risiko d,an return
adalah dua sisi dari sebuah koin yang sama. Jika risiko
dipertimbangkan, kita akan menrperoleh risk-adjusted
refrrrr seperti rasio Sharpe, Treymor Roy, Alpha, appraisal,
dan beta2.
Indeks Pasar saham
Setelah kita mengerti ptsar uirng sebagai sarana investasi
jangka pendek, tidaklah lengkap kalau kita tidak membahas
sarana investasi jangka panjang. yaitu pasar modal dengan
dua produk utamanya, yaitu saham dan obligasi. Obligasi
sudah dibahas di Bab 9, saham di Bab 10, dan indeks pasar
saham akan dibahas di bagian ini.
Perbedaan pengembalian geometrik dan.aritmetik dalam
contoh ini cukup besar, yaitu 8,58%, karena tingkat Sangat sering kita mendengar atau membaca berita-berita
pengembalian periode I dan II sangat berfluktuasi (100% berikut: 'pasar sedang lesu 'pasar menanti reshufle
dan 0%), sehlngga standar deviasi pun menjadi besar. kabinet', 'pasar masih wait and see', 'pasar mengalami
tekananpasar terkoreksi', 'sentimen positif melanda pasar',
Aplikasi Pemilihan ukuran pengembalian <ian sebagainya. Berita-berita tersebut muncul hampir
Dalam contoh investasi saham dengan dana setiap hari di harian bisnis seperti Bisnis Indonesia. Kontan,
Rp100.000.000 yang meniadi Rp200.000.000 setahun atau Investor Daily. Banyak orang kemudian bertanya
kemudian dan ditambah Rp800.000.000 untuk bertumbuh 'apakah yang dimaksud dengan pasar dan apa
menjadi Rp1.060.000.000 pada akhir tahun kedua, kita indikatornyal Istilah pasar yang dimaksud mengacu pada
mempunyai empat ukuran returnyangberbeda. Ukuran pasar modal, tepatnya pasar saham, dan bukan pasar uang,
return mana yang sebaiknya digunakan? Jawabannya pasar komoditi, pasar obligasi, atau pasar derivatif. Untuk
tergantung pada tujuannya. pasar-pasar yang lain, biasanya disebutkan lengkap seperti
pasar obligasi, pasar mobil, dan lainnya.Indikator yang
Return aritmetik karena kurang akurat untuk mengrrlqul sering digunakan untuk mencerminkan kejadian di pasar
kinerja beberapa periode, sebaiknya digunakan untuk (saham) adalah indeks pasar saham. Investor saham sangat
proyeksi ke depan. Demikian juga dengan hitungan k-asar berkePentingan dengan naik turunnya indeks pasar saham
refurn berdasarkan uang yang tidak akurat, sebaiknya karena nilai portofolionya atau investasi sahamnya secara
digunakan hanyajika kita ingin praktis dan cepat. Untuk umum bergantung pada naik turunnya indeks.
tujuan mengukur kinerja portofolio investasi, pilihannya
tinggai return geometrik dan return berdasarkan uang
secara akurat. Literatur keuangan dan investasi
mengatakan kalau kedua ukuran ini dapat digunakan untuk
kondisi yang berbeda.
Jika investasi di atas dilakukan oleh seorang investor
pribadi;,ang mempunyai wewenang menentukan kapan
menambah atau mengurangl besar investasinya, return
yang digunakan seharusnya adal ah return berdasarkan
uang, yaitu 15,75%. Kenapa di tahun 2005 dia hanya
menanamkan Rp100.000.000 tetapi Rp1.000.000.000 di
tahun 2006 adalah keputusannya. Secara intuitif, sebagian besar saham bergerak searah
Berbeda dengan investor individu, untuk in1'estasi ,vang dengan pergerakan indeks. Jika indeks indikator itu naik,
dilakukan manajer investasi sebuah reksa dana atau suatu portofolio kemungkinan besar juga akan nengalami
manajer keuangln sebuah perusahaan, menurut jones kenaikan; demikian.juga jika indeks turun. Semakin besar
dalam bukunya Investments (2007), return yang harus jumlah saham perusahaan dalam suatu portofolio,
digunakan untuk mengukur kinerjanya adalah return perubahan nilai portofolionya semakin mendekati
geometrik. Ini dikarenakan keputusan mengenai jumlah perubahan pasar yang diindikasikan oleh indeks pasar

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1385
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

saham. Ini sering disebut sebagai manfaat diversifikasi pembagi menjadi lebih kecil dan efek kumulatif dari semua
dalam teori portofolio. Untuk memenuhi kepentingan para pemecahan saham yang terjadi pada 30 sahan DIIA clapat
investor saham, tak mengherankan hampir semua surat dilihat clari fakta bahwa pembagi DIIA yang awalnva 30
kabar harian melaporkan indeks pasar saham setiap hari. pada tanggal I Oktober 1928 (pertama kali diperkenalkan
Indeks pasar saham dibentuk dengan tujuan untuk hanya mencakup 12 perusahaan pada tanggal 26 Mei
menggambarkan pergerakan seluruh saham (total 1896), per Januari 2006 angka pembagi ini adalah 0,1249.
populasi) di satu bursa tertentu atau di satu sektor atau Selarna 74 tahun, komposisi DJIA sudah mengalami 52 kali
industri tertentu dalam suatu bursa. Untuk mencapai perubahan.
tujuan itu, samPel yang dianibil harus representatif,
meskipun tidak harus besar (banyak). Di beberapa bursa Sebagai indeks berdasarkan harga, DIIA banyak dikritik
saham yang jumlah emiten (perusahaan yang karena hanya menggunakan 30 saham untuk
mengeluarkan saham di bursa) tercatatnya belum banyak, menggambarkan pasar. Karena memberi bobot yang lebih
indeks mencakup seluruh saham seperti di Taiwan Stock besar kepada saham-saham berharga tinggi, saham-saham
Exchange Index, Korean Composite Stock Price Index dalam sampel yang melakukan stock split akan mempunyai
(KOSPI), Copenhogen Stock Exchange Share Price Index, bobot lebih rendah dikarenakan harganya turun, walaupun
dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari Bursa Efek saham-saham itu begitu penting dan dikenal. Sudah
Indonesia (BEI). menjadi pengetahuan umum bahwa umumnya saham
bertumbuh (growth stock) melakirkan stock split. Oleh
IHSG adalah indeks gabungan dari seluruh 339 saham karena itu, pembobotan berdasarkan harga cenderung
tercatat Per I Januari 2006 (335 saham biasa dan 4 saham dikatakan mengalami tekanan ke bawah (downward bias).
preferen) dikurangi 2 saham yang dinyatakan BEI tidak
memenuhi syarat untuk diikutsertakan karena sedikitnya Contoh :
persentase saham yang beredar di publik, yaitu PT HM 1.) Pada periode awal (t = 0) harga saham A adalah Rp100,
Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Excelcomindo Prakarsa Tbk saham B adalah Rp50, dan saham C Rp30. Berapa indeks
(EXCL). Di sebagian besar bursa saham lainnya, indeks pasar saham pada f = 0 dan t = 1 (esok harinya) jika
agregat sah amnya (stock market index) tidak nengambil diketahui harganya menjadi:
seluruh populasi tetapi menggunakan sampel yang
representatif. Per tengah tahun 2009, indeks saham ini
mewakili sekitar 400 saham tercatat karena adanya emiten
baru setiap tahunnYa. Karena ada tiga saham dalam sampel dan belum ada
pemecahan saham, maka pembagi adalah 3 dan
Bagaimana memiliih sampel yang dapat digunakan untuk penghltungan indeks di oeriode 0 dan I adalah sebagai
mewakili populasi adalah di luar cakupan buku ini. Kita berikut:
tentunya percaya kalau sampel representatif itu dapat
dibentuk dengan menggunakan teknik sdmpling yang Contoh Penghitungan lndeks Berdasarkan Harga
ilmiah, acak (random), dan tidak bias. Jika sampel
representatif itu telah terpilih, pertanyaan berikutnya
adalah berapa bobot untuk masing-masing saham di dalam
sampel itu untuk digunakan menghitung lndeks suatu
bursa atau industri tertentu. Ada empat cara pembobotan
yang bisa digunakan, yaitu:
1. Berdasarkan harga (tertimbang berdasarkan harga
atau price-weighted).
2. Berdasarkan nilai kapitalisasi pasar (tertimbang
berdasarkan nilai atau value-weighted).
3. Tak tertimbang atau berbobot sama (unu,eighted.
atau equal-weights).
4. Berdasarkan saham beredar (free float).
Indeks pasar saham berdasarkan harga yang paling populer
adalah Dow Jones Industrial Average (DJIA). DJIA sebagai
indeks pertama yang berdasarkan harga merupakan harga
rata-rata dari 30 saham industri besar dan terkenal, Penghitungan indeks berdasarkan harga menyebabkan
umumnl'a adalah pemimpin dalam industrinya. Istilah saham yang berharga tinggi mempunyai bobot yang lebih
lainnya untuk 30 saham itu adalah blue chips.DJIA dihitung besar dibandingkan saham berharga rendah. Dalan contoh
dari total harga 30 saham dan membaginya dengan scbuah di atas, saham A berbobot lebih dari 50% indeks dan
pembagi (dilisor) yang angkanya disesuaikan setiap kali ada saham C kurang dari 20%. Indeks pasar saham berdasarkan
pemecahan saham (stock split) dari saham-saham itu. harga tepat digunakan investor jika jumlah saham yang
Tujuan penyesuaian ini adalah agar nili indeks akan tetap diinvestasikan dalam masing-masing saham sampel adalah
sama sebelum dan sesudah pemecahan saham. Contoh sama (lihat Latihan dan Penyelesaian Nomor 9). Selain
penyesuaian pembagi diberikan dalam Tabel berikut DJIA, indeks pasar sahan lain yang berdasarkan harga
Dalam Tabel , sampel saham digunakan untuk adalah Nikkei Stock Average Index atau Indek Nikkei yang
menunjukkan prosedur yang dilakukan untuk merupakan harga rata-rata 225 saham di bursa saham
mendapatkan pembagi baru dalam penghitungan indeks Tokyo (Tokyo Stock Exchange).
pasar saham berdasarkan harga ketika terjadi pemecahan
saham. Sebelum pemecahan saham, pembagi adalah 3; Berbeda dengan indeks berdasarkan harga, indeks
sesudah pemecahan, pembagi adalah 2. Akibatnya, berdasarkan nilai memberikan bobot yang lebih besar pada

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1386
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

saham yang berkapitalisasi pasar besar dan bukan pada


saham berharga tinggi. Yang dimakud dengan kapitalisasi
pasar suatu saham adalah jumlah saham yarg beredar
dikalikan dengan harga pasar saham. Indeks awal
ditetapkan secara bebas, tetapi yang paling populer adalah
100. Selanjutnya, setelah kita mendapatkan kapitalisasi
pasar untuk semrra saham yang dimasukkan dalam indeks,
kita menjumlahkannya untuk mendapatkan total
kapitalisasi pasar pada periode dasar r = 0, yang indeksnya
ditetapkan 100.Kemudian, pada periode t, total kapitalisasi
pasar kembali dihitung dan hasilnya dibagi dengan total
kapitalisasi pasar periode dasar dan dikalikan dengan
indeks
awal (100) untuk mendapatkan indeks pada periode l.

Perhatikan bahwa dalam contoh di atas, bobot terbesar


adalah untuk saham C, yaitu 50%, berikutnya saham B t
45%, dan terendah saham A, yaitu 5%. Bobot saham A
hanya 10% bobot saham C walaupun kalau berdasarkan
harga, bobotnya adalah 50% bobot saham C. Botrot saham
B dibandingkan bobot saham C adalah 90:100 atau 9:10
walaupun perbandingan harganya 15:20 atau 3:4 pada
periode 0.
Berita lndeks di Harian Kompas

Contoh :
1.) Hitung indeks pasar saham jika pada t = 0 diketahui:

Dan pada t=1 ,harga-harga sama menjadi :

Pertama, kitaharus menghitung kapitalisasi pasar masing-


masing saham dan total pasar pada f = 0 untuk meniadi
pembagi pada f = 1. Berapapun nilai kapitalisasi pasar pada Indeks pasar saham berdasarkan nilai adalah yang paling
I = 0, kita tetapkan indeksnya adalah 100 paling umum). banyak digunakan, jauh melebihi penggunaan indeks
Penghitungan indeks di periode t = 1 adalah sebagai berdasarkan harga. Indeks ini digunakan di Bursa Efek
berikut: Indonesia (BEI) untuk menghitung Indeks Harga Saham
Contoh Penghitungan lndeks Berdasarkan Nilai Gabungan (IHSG), indeks 45 saham paling likuid (LQ-a5),
lakarta Islamic Index, dan sekitar 10 indeks sektoral di BEI.
Indeks berdasarkan kapitalisasi pasar ini juga digunakan
untuk indeks S&P 500, indeks New York Stock Exchange,
Nasdaq Series, AMEX Marliet Value Index, dan indeks
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1387
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

pasar-pasar saham lainnya (Swiss, Vienna, Stockholm,


Copenhogen, Oslo, Johannesburg, Belgia, Madrid, Hang
Seng, Jerman, Australia, Dublin, Taiwan, dan Korea).

Berita lndeks di Harian Kompas

Jika indeks dihitung dengan menggunakan konsep rata-rata


geometrik seperti Value Line Averages - Industrial dan
Financial Times Ordinary Share Index, kita akan
mendapatkan indeks yang berbeda dengan menggunakan
kasus yang sama seperti Contoh 11.13. Penghitungan
indeks menjadi:

Metode ketiga yang tidak boleh dilupakan walaupunjarang


digunakan adalah indeks tak tertimbang (unweighted) atau
indeks yang memberikan bobot sama (equal-teight)
kepada semua saham dalam sampelnya tanpa melihat Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI
harga atau kapitalisasi pasar saham itu. Saham berharga Setelah kita memahami metode-metode penghitungan
Rp200 per unit si.una pentingnya dengan saham berharga indeks pasar saham, marilal kita mencoba menerapkannya
Rp5.000 karena berbobot sama. Saharrr berka;ritalisasi untuk penghitungan indeks pasar modal kita, yaitu Bursa
pasar besar juga diberikan bobot yang sama dengan saham Efek Indonesia dengan Indeks Harga Saham Gabungan
berkapitalisasi kecil. (IHSG). IHSG adalah indikator gabungan berdasarkan nilai
dari seluruh saham yang tercatat di BEI baik saham biasa
Indeks tak tertimbang ini dapat digunakan oleh investor maupun saharn preferen. Harga dasar penghitungan IHSG
yang nrernilih saham secara acak (random) dan adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. Total
menginvestasikan jumlah rupiah yang sama besar untuk kapitalisasi pasar BEI.per 2 Desember 2005 adalah
masing-masing sahan dalam portofolionya. Indeks ini Rp773.042.917.524.265 (339 saham tercatat, yaitu 335
mengukur perubahan rata-rata (biasanya aritmetik) harga saham biasa dan 4 saham preferen) atav Rp717 .269 .617
saham dalam sampel. Contoh penggunaan indeks tak .524.2651 (337 saham tercatat di luar HMSP dan EXCL).
tertimbang adalah Singapore Straits Times Industrial Index, Sepuluh saham berkapitalisasi tertinggi (di luar HMSP dan
Milan Stock Exchange Index, dan Value Line Average. EXCL) adalah sebagai berikut:
Contoh : Saham-saham Berkapitalisasi Tertinggi
1.) Misalkan pada tanggal I Desember 2009, indeks pasar
adalah 100 dan sampel yang digunakan untuk indek adalah
3 saham, yaitu saham A yang berharga Rp100, saham B
yang berharga Rp220, dan saham C yang berharga Rp440.
fika pada 2 Desember 2009, harga ketiga saham itu
berubah menjadi A = RpI20, B = Rp200, dan C = Rp470,
hitung indeks (pasar saham) tak tertimbang pada 2
Desember 2009.
Pertama kita menghitung perubahan harga masing-masing
saham. Kemudian kita jumlahkan dan bagi dengan n = 3
untuk mendapatkan perubahan rata-rata aritmetik-
Alternatif lain untuk mendapatkan indeks tak tertimbang
(aritmetik) adalah dengan menggunakan harga
relatiftanggal2 Desember 2009 (t = 1) dibandingkan harga
tanggal 1 Desember 2009 (f = 0).

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1388
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Sedangkan 10 saham berkapiialisasi terendah per 2


Desember 2005 adalah:
Pada praktiknya, setiap hari tidak hanya satu saham yang
Saham-saham Berkapitalisasi Terendah naik atau turun tetapi beberapa saham mengalami
kenaikan dan beberapa penurunan sementara sebagian
besar tetap. Iika demikian, perubahan IHSG adalah jumlah
persentase perubahan harga saham dikalikan dengan
bobotnya. Sebagai contoh, jika misalkan pada 5 Desember
2005 hanya ada dua saham yang naik dan dua saham yang
turun, yaitu:

maka pada hari itu IHSG akan ditutup naik sebesar


0,1871%, yaitu dari 1.119,417 (indeks tanggal 2 Desember
2005) menjadi 1.121,51. Kenyataannya, berdasarkan data
aktual seluruh perdagangan saham tanggal 5 Desember
2005 ternyata IHSG naik 0,104% dari 1.119,417 menjadi
Berdasarkan data aktual di atas, kita dapat menghitung 1.120,117; harga 50 saham naik,59 saham turun (termasuk
perubahan IHSG akibat perubahan harga dari salah satu EXCL), dan 228 tetap jika saja, secara hipotetis, IHSG per 5
saham di atas. Persentase dari total nilai kapitalisasi pasar Desember 2005 dihitung berdasarkan harga maka saham-
yang disajikan pada kolom paling kanan adalah merupakan saham berharga tertinggi yang akan mempunyai bobot
bobot masing-masing saham dalan IHSG untuk terbesar, yaitu:
perdagangan esok harinla atau tanggal 5 Desember 2005
(tanggal 3 dan 4 Desember 2005 tidak ada perdagangan Saham-saham Berharga Tertinggi
karena Sabtu dan Mir.rggu). Dengan dem ikiar.r, kita bisa
mengatakan bahw'a sahanr dengan bobot terbesar dalam
IHSG BEI adalah PT Telekomunikasi' Tbk. yaitu 15,60%
sehingga setiap perubahan 1% harga TLKM akan
mengakihatkan lHSG berubah sebesar 0,1560/0 alau
15,60% x 1%. Jika pada tanggal 5 Desember 2005' kita
misalkan harga saham TLKM naik 8,11% meniadi Rp6.000
sementara harga saham lainnya tetap, maka IHSG naik
1,265vo (15,60% x 8,11%).
Saham berbobot terendah dalam IHSG adalah
MAMIP,yaitu 0,0005% sehingga setiap perubahan 1%
harga MAMIP hanya memberikan perubahan IHSG sebesar
0,0000059/0. ]ika pada tanggal 5 Desember 2005 kita
asumsikan harga saham MAMIP naik 100% menjadi Rp
1.200, IHSG hanya akan naik 0,0005% Pengaruh kenaikan
harga 1007o dari saharn berkapitalisasi terendah terhadap
IHSG adalah: jauh lebih kecil daripada pengaruh kenaikan
harga 1%o saharn berkapitalisa: tertinggi (TLKM), yaitu
0,0005% berbanding 0,156%o.
Total Nilai Kapitalisasi Pasar BEI 2003-2010 Jika IHSG dihitung berdasarkan harga, pengaruh 170
perubahan harga AQUA dan 1% perubahan harga TLKM
adalah 9,6 ; 1 (Rp52.500 : Rp5.550). jika dibandingkan
dengan GDWU, rasio itu meniadi 52.500 : 25 atau 2.100 : 1.
Jika IHSG dihitung berdasarkan harga, ternyata 10 saham
berbobot terbesar berdasarkan nilai akan mempunyai
bobot sebagai berikut:
Bobot Saham Berkapitalisasi Terbesar Berdasarkan Harga

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1389
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

saham menjadi sangat bervariasi dari hanya sekitar 2,97%


jika menggunakan metode tak tertimbang hingga 54,35%
dengan metode berdasarkan nilai.
Indeks berdasarkan saham beredar
Sebagai alternatif terhadap indeks berdasarkan nilai, kita
mengenal indeks berdasarkan saham beredar (free Jloat).
Metode penghitungan indeks ini berusaha untuk
mengoreksi indeks berdasarkan nilai. Kita ketahui bersama
tidak semua saham yang tercatat itu dimiliki oleh publik
atau diperdagangkan dalam bursa. Jika indeks berdasarkan
nilai rnenggurakan nilai kapitalisasi seluruh saham tercatat
sebagai dasar pembobotan, indeks terakhir ini hanya
mernpertimbangkan jumlah saharn yang beredar saja
untuk nenghitung nilai kapitalisasinya. Menurut beberapa
pakar, metode ini lebih falr.
Sebagai perbandingan, misalnya sebuah bursa saham yang
hanya terdiri atas 4 saham, yaitu A, B, C, dan, D dengan
harga, jumlah saham tercatat, dan saham beredar sebagai
berikut.

Kemudian, jika saja IHSG dihitung secara tak tertimbang,


secara hipotetis, maka semua 337 saham tercatat yang
dimasukkan dalam indeks akan mempunyai bobot sama,
yaitu 1/ 337 atau 0,297%. Perubahan 1%o harga TLKM
akan mempunyai pengaruh yang sama terhadap IHSG
dengan perubahan l% harga saham AQUA atau GDWU.
Perbandingan pembobotan berdasarkan harga, nilai, dan Dalam contoh ini, bobot masing-masing saham untuk
tak tertimbang untuk l0 saham berkapitalisasi tertinggi di setiap metode penghitungan indeks adalah sebagai
BEI adalah sebagai berikut: berikut:
Perbandingan Pembobotan dengan 3 Metode

Metode penghitungan indeks yang keempat di atas banyak


diusulkan para praktisi dan sebagian pejabat di
Departemen Keuangan juga nrendukungnya. Sayangnya,
hingga saat ini, otoritas BEI tidak bersedia
menggunakannva karena akan berakibat semakin
rendahnya nilai kapitalisasi bursa kita.
Fraksi Harga saham dan IHSG
Pertanyaan yang sering muncul mengenai indeks pasar
saham dan IHSG dalam perternuan investor (investor
gathering) dan kelas manajemen investasi adalah: "apakah
fraksi harga saham yang pada arval tahun 2005 diubah
Perhatikan bahwa bobot masing-masing saham di atas oleh BEI memengaruhi penghitungan IHSG?" Seperti kita
berbeda untuk masing' masing metode penghitungan. ketahui bersama bahwa jika sebelumnya saham berharga
Bobot TLKM (PT Telekomunikasi Tbk) adalah 15,60% Rp500 - Rp2.000 menggunakan fraksi harga Rp25 untuk
(dengan metode pembobotan berdasarkan nilai) menjadi perubahan harganya, mulai tahun 2005 fraksinya menjadi
hanya 0,98% jika didasarkan pada harga, dan bahkan Rp10. Artinya, .jika sebelumnya transaksi jual beli saharn di
tinggal 0,297% jika didasarkan pada metode tak kisaran harga di atas hatus pada harga berkelipatan Rp25,
tertimbang. Demikian pula jumlah bobot untuk sepuluh kini cukup berkelipatan Rp10.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1390
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Hal ini berarti perubahan harga sebesar Rp50 yang


sebelumnya sama dengan 2 poin sekarang menjadi 5 poin.
Apakah perubahan IHSG juga menjadi 5/2 kali lebih besar?
Apakah perubahan IHSG berrdasarkan poin
kenaikan/penurunan atau berdasarkan persentase
perubahan?
Banyak orang menduga perubahan harga 5 poin
mempunyai pengaruh yaqg lebih besar, walaupun mereka
menyadari jumlah rupiahnya sama, yaitu Rp50. Oleh
karena itu, banyak yang mengira perubahan IHSG akan
lebih besar. Dugaan ini ternyata salah. Untuk perubahan
IHSG, kita tidak mempertimbangkan besar
kenaikan/penurunan poin tetapi persentasenya. Fraksi
harga boleh saja dan bisa diubah oleh otorias bursa (PT
BEI) untuk tujuan likuiditas perdagangan namun hal itu
tidak berpengaruh pada IHSG. Untuk saham yang berharga
Rp500, jika dulu l0% perubahan harga sama den gan 2
poin, kini l0% sama dengan 5 poin. Dengan kata lain, jika
dulu I poin perubahan harga adalah 5%, sekarang 1 poin
sama dengan 2%. Untuk saham berharga Rp1.000,
perubahan harga 10% yang dulu cukup 4 poin, kini menjadi
10 poin.

MATERI 6 Complete Linear Programming Model

LINNEAR PROGRAMMING

Linear Programming : An Overview


Objectives of business firms frequently include maximizing
profit or minimizing costs. Linear programming is an Feasible Solutions
analysis technique in which linear algebraic relationships A feasible solution does not violate any of the constraints:
represent a firm‘s decisions given a business objective and Example : x1 = 5 bowls
resource constraints. x2 = 10 mugs
Z = $40x1+ $50x2 = $700
Steps in application:
1. Identify problem as solvable by linear Labor constraint check:
programming 1(5) + 2(10) = 25 < 40 hours, within constraint
2. Formulate a mathematical model of the
unstructured problem. Clay constraint check:
3. Solve the model 4(5) + 3(10) = 50 <120 pounds, within constraint
Model Components and Formulation Infeasible Solutions
•Decision variables -mathematical symbols representing An infeasible solution violates at least one of the
levels of activity of a firm. constraints:
Example : x1= 10 bowls
•Objective function -a linear mathematical relationship x2= 20 mugsZ = $1400
describing an objective of the firm, in terms of decision
variables, that is maximized or minimized Labor constraint check:
1(10) + 2(20) = 50 > 40 hours, violates constraint
•Constraints -restrictions placed on the firm by the
operating environment stated in linear relationships of the Graphical Solution of Linear Programming Models
decision variables. •Graphical solution is limited to linear programming
models containing only two decision variables (can be used
•Parameters -numerical coefficients and constants used in with three variables but only with great difficulty).
the objective function and constraint equations. •Graphical methods provide visualization of how a solution
for a linear programming problem is obtained.
Maximization Model Example
• Product mix problem - Beaver Creek Pottery Company Coordinate Axes Graphical Solution of Maximization Model
• How many bowls and mugs should be produced to
maximize profits given labor and materials constraints?
• Product resource requirements and unit profit:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1391
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Find the boundary first,where x1 + 2x2= 40

Plot the profit function, Z, forA sample value, Z= $800

Horizontal = X1 , Vertical =
X2
Determine which side is allowed, by checking if the easiest
choice, x1 = 0 = x2 satisfies the inequality.
Labor constraint area
Objection Function Line for Z = $800
Plot the profit function for afew more sample values.

Clay Constraint Area

Identification of Optimal Solution

Graph of Both Model Constraints

The point B is determined as the common solution to


4x1 + 3x2 = 120
x1 + 2x2 = 40
Solve this system of equations…

T: violates both constraints;


S: violates the 1st constraint;
R: feasible

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1392
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Profit at Each Corner Point

Optimal Solution with Z‘ = 70x1+ 20x2

A Minimization Model Example


Two brands of fertilizer available - Super-Gro, Crop-Quick.
Field requires at least 16 pounds of nitrogen and 24
pounds
of phosphate. Super-Gro costs $6 per bag, Crop-Quick $3
per bag.
Problem: How much of each brand to purchase to
minimize
total cost of fertilizer given following data ?

Slack Variables
Standard form requires that all constraints be in the form
of equations.A slack variable is added to an inequality (≤ or
≥) constraint to convert it to an equation (=). A slack Decision Variables: x1= bags of Super-Gro
variable represents unused resources. A slack variable x2= bags of Crop-Quick
contributes nothing to the objective function (total profit,
cost, etc.) value. The Objective Function: Minimize Z = $6x1+ 3x2

Linear Programming Model Standard Form Where: $6x1= cost of bags of Super-Gro
$3x2= cost of bags of Crop-Quick
Model Constraints

Solution Points A, B, and C with Slacks

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1393
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Feasible Solution Area

Irregular Types of Linear Programming Problems


For some linear programming models, the general rules do
not apply .Special types of problems include those with:
–Multiple optimal solutions
–Infeasible solutions
–Unbounded solutions
Multiple Optimal Solutions : Beaver Creek Pottery
Example
Optimum Solution Point Objective function is parallel to a constraint line.

Where: x1= number of bowls


x2= number of mugs

Surplus Variables
A surplus variable is subtracted from an inequality (≥ or ≤)
constraint to convert it to an equation (=).A surplus
variable represents an excess above a constraint
requirement level. Surplus variables contribute nothing to
the calculated value of the objective function.Subtracting
slack variables in the farmer problem constraints:
2x1+ 4x2-s1= 16 (nitrogen)
4x1+ 3x2-s2= 24 (phosphate)
Every possible solution violates at least one constraint:

Graph of Fertilizer Example

Graph of an Infeasible Problem

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1394
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Example Problem No. 1


Hot dog mixture in 1000-pound batches
Two ingredients, chicken ($3/lb) and beef ($5/lb).
Recipe requirements : at least 500 pounds of chicken
at least 200 pounds of beef
Ratio of chicken to beef must be at least 2 to 1.
Determine optimal mixture of ingredients that will
minimize costs !
Step 1: Identify decision variables. x1= lb of chicken
x2= lb of beef
Step 2:Formulate the objective function.
Minimize Z = $3x1+ $5x2
where Z = cost per 1,000-lb batch
Unbounded Problem $3x1= cost of chicken
$5x2= cost of beef
Step 3:Establish Model Constraints

Graph of an unbounded problem

The Model:

Step 4 Determine the corners:


Characteristics of Linear Programming Problems
A linear programming problem requires a decision—a
choice amongst alternative courses of action. The decision
is represented in the model by decision variables, of which
any mixrepresents a choice. The problem encompasses a
goal, expressed as an objective function, that the decision
maker wants to achieve (optimize = minimize or maximize,
as appropriate). Constraintsexist that limit the extent of
achievement of the objective. The objective and
constraints must be definable by linear mathematical
functional relationships.
Properties of Linear Programming Models
•Proportionality-The rate of change (slope) of the
objective function and constraint equations is constant.
•Additivity-Terms in the objective function and constraint
equations must be additive.
B is the optimal choice!
•Divisibility-Decision variables can take on any fractional
value and are therefore continuous as opposed to integer
in nature.
•Certainty-Values of all the model parametersare assumed
to be knownwith certainty (non-probabilistic).
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1395
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

MATERI 6

LINNEAR PROGRAMMING : COMPUTER SOLUTION


AND SENSITIVITY ANALYSIS

Computer Solution
1. Microsoft Excel‘s ―Solver‖ module
2. QM for Excel
3. QM for Windows
Sensitivity Analysis
1. Done ―by hand‖
Example Problem No. 2 2. Using Microsoft Excel‘s ―Solver‖ module
Solve the following model graphically: 3. QM for Excel
4. QM for Windows
Computer Solution
Early linear programming used lengthy manual
mathematical solution procedure called the Simplex
Method .Steps of the Simplex Method have been
programmed in software packages designed for linear
programming problems Many such packages available
currently. Used extensively in business and government.
Step 1: Plot the constraints as equations Text focuses on Excel Spreadsheets and QM for Windows.
Beaver Creek Pottery Excel Spreadsheet –Data Screen

Step 2: Determine the feasible solution space

Step 3: Determine the corners;


Step 4: Evaluate the objective function and identify the
optimal solution.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1396
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Beaver Creek Pottery Example“Solver” Parameter Screen Beaver Creek Pottery Answer Report

Click on―Options‖ and then on―Assume Linear Models‖ !


Beaver Creek Pottery Adding Model Constraints

This report is generated only whe none clicks on Options‖


and then on assume Linear Models‖ when setting up the
Solver‖ calculation !
Linear Programming Problem Standard Form
Standard form requires all variables in the constraint
equations to appear on the left of the inequality (or
Running ―Solver‖ will iteratively vary B10 and B11 to equality) and all numeric values to be on the right-hand
reduce the slack in G10 & G11. side.
Examples:

QM for Windows – Data Screen

Model Solution Screen

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1397
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Graphical Solution Screen Change x2 Objective function coefficient ( $50 to $100)

Objective Function Coefficient Sensitivity Range


The sensitivity rangefor an objective function coefficient is
Beaver Creek Pottery Sensitivity Analysis the range of values over which the current optimal
Sensitivity analysis determines the effect on optimal solution point will remain optimal.The sensitivity range for
solutions of changes in parameter values of the objective the xi coefficient, i.e., of ci, the coefficient of xi in the
function and constraint equations. Changes may be objective function, Z: Z = c1x1+ c2x2+ c3x3+ …
reactions to anticipated uncertainties in the parameters or
to new or changed information concerning the model. The sensitivity range is the interval within which a single
coefficient, one at a time, can be varied without changing
the optimal value of the objective function. (Although
there do appear multiple alternate optimal values.)
Objective Function Coefficient Sensitivity Range for c1 & c2
Optimal Solution Point

Change x1 Objective function coefficient ( $40 to $100)

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1398
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Objective Function Coefficient Fertilizer Cost Minimization This report is generated onlywhen one clicks on Options‖
Example and then on assume Linear Models‖ when setting up the
Solver‖ calculation !
Objective Function Coefficient Ranges QM for Windows
Sensitivity Range Screen

Objective Function Coefficient Ranges Excel “Solver”


Results Screen
Changes in Constraint Quantity Values Sensitivity Range
The sensitivity range for a right-hand-side value is the
range of values over which the quantity values can change
without changing the solution variable mix, including slack
variables.
Changes in Constraint Quantity Values Increasing the Labor
Constraint

Objective Function Coefficient Ranges Beaver Creek Increasing the Labor Constraint Quantity
Example Sensitivity Report

Consider the Labor Constraintchanging from q1=40 to


q1=60

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1399
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Quantity Value Ranges by Computer Excel Sensitivity Range


for Constraints

Other Forms of Sensitivity Analysis : Adding a New Variable


Adding a new variableto the Beaver Creek model, x3, a
third product, cups

Other Forms of Sensitivity AnalysisTopics


•Changing individual constraint parameters
One at a time! Solving model shows that change has no effect on the
•Adding new constraints original solution (i.e., the model is not sensitive to this
change).
modifying the existing ones by changing the relatione.g.,
by changing ‘≤’ into ‘=’ to enforce saturation (no slack) Shadow Prices (Dual Values)
•Adding new variables Defined as the marginal value of one additional unit of
Makes the problem more complicated, but also more resource.
versatile –Also defined (earlier) as: “the amount of change in the
objective function for a unit change in a constraint
quantity.”
Other Forms of Sensitivity Analysis : Changing a Constraint –That is, by allotting one extra unit of a
Parameter resource/constraint quantity (denoted qi), the objective
function changes by the shadow price or that resource.
The sensitivity range for a constraint quantity value is also
the range over which the shadow price is valid.
Excel Sensitivity Report for Beaver Creek Pottery Shadow
Prices Example

Changing the x1 Coefficient in the Labor Constraint


Other Forms of Sensitivity Analysis : Adding a New
Constraint
Adding a new constraintto Beaver Creek Model:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1400
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

For every additional hour of labor,the profit will increase


by $16.Labor can be increased from 40 to40 + 40 = 80, MATERI 6
before the solution(x1,x2) changes.
LINNEAR PROGRAMMING : MODELLING EXAMPLES
Excel Sensitivity Report for Beaver Creek Pottery Solution
Screen
Chapter Topics
1. Product Mix Example
2. Diet Example
3. Investment Example
4. Marketing Example
5. Transportation Example
6. Blend Example
7. Multi-Period Scheduling Example
8. Data Envelopment Analysis Example
Product Mix Example
Four-product T-shirt/sweatshirt manufacturing company.
Must complete production within 72 hours
Truck capacity = 1,200 standard sized boxes.
Standard size box holds 12 T-shirts.
One-dozen sweatshirts box is three times size of standard
Example Problem box.
•Two airplane parts: no.1 and no. 2. $25,000 available for a production run.
•Three manufacturing stages: stamping, drilling, milling. 500 dozen blank T-shirts and sweatshirts in stock.
•Decision variables:
x1(number of part no.1 to produce) How many dozens (boxes) of each type of shirt to
x2(number of part no.2 to produce) produce?
•Model:

Model Construction
x1= sweatshirts, front printing
x2= sweatshirts, back and front printing
x3= T-shirts, front printing
x4= T-shirts, back and front printing
Objective Function:
Maximize Z = $90x1+ $125x2+ $45x3+ $65x4
Model Constraints:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1401
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

A Diet Example
Breakfast to include at least 420 calories, 5 milligrams of
iron, 400 milligrams of calcium, 20 grams of protein, 12
grams of fiber, and must have no more than 20 grams of
fat
and 30 milligrams of cholesterol.

Solution with QM for Windows

Model construction :
x1= cups of bran cereal
x2= cups of dry cereal

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1402
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

x3= cups of oatmeal


x4= cups of oat bran
x5= eggs
x6= slices of bacon
x7= oranges
x8= cups of milk
x9= cups of orange juice
x10= slices of wheat toast

Investment Example

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1403
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Marketing Example
Budget limit $100,000
Television time for four commercials
Radio time for 10 commercials
Newspaper space for 7 ads
Resources for no more than 15 commercials and/or ads

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1404
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

MATERI 7

INTEGER PROGRAMMING

Integer Programming Models : Types of Models


Total Integer Model: All decision variables required to
have integer solution values.
0–1 Integer Model: All decision variables required to have
integer values of zero or one.Also referred to as Boolean
and True/False
Mixed Integer Model: Some of the decision variables (but
not all) required to have integer values.
Total Integer Model
Machine shop obtaining new presses and lathes.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1405
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Marginal profitability: each press $100/day; each lathe Land cost $12,000/ acre, $1,500 profit if sold after one
$150/day. year.
Resource constraints: $40,000, 200 sq. ft. floor space. Municipal bond cost $8,000/bond, $1,000 profit if sold
Machine purchase prices and space requirements: after one year.
Only 4 condominiums, 15 acres of land, and 20 municipal
bonds available.

Integer Programming Model:

Integer Programming Graphical Solution


Rounding non-integer solution values up (down) to the
nearest integer value can result in an infeasible solution. A
feasible solution may be found by rounding down (up)non-
0–1 Integer Model integer solution values, but may result in a less than
Recreation facilities selection to maximize daily usage by optimal (sub-optimal) solution. Whether a variable is to be
residents. rounded up or down depends on where the corresponding
Resource constraints: $120,000 budget; 12 acres of land. point is with respect to the constraint boundaries.
Selection constraint: either swimming pool or tennis center
(not both). Integer Programming Example : Graphical Solution of
Data: Maximization Model

Integer Programming Model:

Feasible Solution Space with Integer Solution Points

Mixed Integer Model


$250,000 available for investments providing greatest
return after one year.
Data:
Condominium cost $50,000/unit, $9,000 profit if sold after
one year.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1406
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Both of these may be found by judiciousrounding, but the


value of the objective function needs to be checked for
each.
Branch and Bound Method
Traditional approach to solving integer programming
problems. Based on principle that total set of feasible
solutions can be partitioned into smaller subsets of
solutions. Smaller subsets evaluated until best solution is
found. Method is a tedious and complex mathematical
process.Excel and QM for Windows used in this method
Computer Solution of IP Problems 0–1 Model with Excel
Recreational Facilities Example :

To constrain a range of variables to be integers, enter:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1407
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Instead, one could just specify $C$12:$C$15 as binary‖ (= 0


or 1 ). Note that it doesn‘t matter what you put in the
right-hand side field, but it must not be empty.Instead, one
could just specify the ―bin‖ option (= 0 or 1),thus avoiding
the additional, ―≥ 0‖ and ―≤ 1‖ constraints.
Using QM for Windows

Computer Solution of IP Problems Mixed Integer Model


with Excel
Integer Programming Model:

Computer Solution of IP Problems - Total Integer Model


with Excel
Integer Programming Model:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1408
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

0–1 Integer Programming Modeling : Capital Budgeting


Example
University bookstore expansion project.
Not enough space available for both a computer
department 0–1 Integer Programming Modeling : Fixed Charge and
and a clothing department. Facility Example
Data: Which of the six farms should be purchased that will meet
current production capacity at minimum total cost,
including annual fixed costs and shipping costs?
Data:

x1= selection of web site project


x2= selection of warehouse project
x3= selection clothing department project
x4= selection of computer department project
x5= selection of ATM project
xi = 1 if project ―i‖ is selected, 0 if project ―i‖ is not
selected

yi= 0 if farm i is not selected, and 1 if farm i is selected,


i = 1,2,3,4,5,6
xij= potatoes (tons, 1000s) shipped from farm i,
i = 1,2,3,4,5,6 to plant j, j = A,B,C.
Minimize Z = 18x1A+ 15x1B+ 12x1C+ 13x2A+ 10x2B+
17x2C+ 16x3A+14x3B+ 18x3C+ 19x4A+ 15x4B+ 16x4C+
17x5A+ 19x5B+ 12x5C+ 14x6A+ 16x6B+ 12x6C+ 405y1+
390y2 + 450y3+ 368y4+ 520y5+ 465y6

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1409
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

subject to: 5. Detroit : Cincinnati, Detroit, Indianapolis, Milwaukee,


Six Farms capacities : Pittsburgh
x1A+ x1B+ x1C-11.2y1≤ 0 6. Indianapolis : Cincinnati, Detroit, Indianapolis,
x2A+ x2B+ x2C-10.5y2≤ 0 Milwaukee, Nashville, St. Louis
x3A+ x3B+ x3C-12.8y3≤ 0 7. Milwaukee : Detroit, Indianapolis, Milwaukee
x4A+ x4B+ x4C-9.3y4≤ 0 8. Nashville : Atlanta, Cincinnati, Indianapolis, Nashville, St.
x5A+ x5B+ x5B-10.8y5≤ 0 Louis
x6A+ x6B+ X6C-9.6y6≤ 0 9. New York : Boston, New York, Richmond
10. Pittsburgh : Cincinnati, Detroit, Pittsburgh, Richmond
Three plants capacitites : 11. Richmond : Charlotte, New York, Pittsburgh, Richmond
x1A+ x2A+ x3A+ x4A+ x5A+ x6A=12 12. St. Louis : Indianapolis, Nashville, St. Louis
x1B+ x2B+ x3A+ x4B+ x5B+ x6B= 10 xi= city i, i = 1 to 12, xi= 0 if city is not selected as a hub and
x1C+ x2C+ x3C+ x4C+ x5C+ x6C= 14 xi= 1 if it is.
xij≥ 0 yi= 0 or 1 Minimize Z = x1+ x2 + x3+ x4+ x5+ x6+ x7+ x8+ x9+ x10+
x11+ x12
subject to:

0–1 Integer Programming Modeling : Fixed Charge and


Facility Example
APS wants to construct the minimum set of new hubs in
the following twelve cities such that there is a hub within
300 miles of every city:
1. Atlanta : Atlanta, Charlotte, Nashville
2. Boston : Boston, New York
3. Charlotte : Atlanta, Charlotte, Richmond
4. Cincinnati : Cincinnati, Detroit, Nashville, Pittsburgh

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1410
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

number of real-life systems can be modeled as networks


which are relatively easy to conceive and construct.
Network Components
Network diagrams consist of nodes and branches.Nodes
(circles), represent junction points, or
locations.Branches(lines), connect nodes and represent
flow.
Example : Network of Railroad routes
Four nodes, four branches in figure.
Atlanta‖, node 1, termed origin, any of others destination.
Branches identified by beginning and ending node
numbers.
Value assigned to each branch (distance, time, cost, etc.).
Total Integer Programming Modeling Example : Problem
Statement
Textbook company developing two new regions.Planning
to transfer some of its 10 salespeople into new regions.
Average annual expenses for sales person:
Region 1 -$10,000/salesperson
Region 2 -$7,500/salesperson
Total annual expense budget is $72,000.
Sales generated each year :
Region 1 -$85,000/salesperson
Region 2 -$60,000/salesperson
How many salespeople should be transferred into each
region in order to maximize increased sales?
Network of Railroad Routes
Step 1 : Formulate the Integer Programming Model
Maximize Z = $85,000x1+ 60,000x2 The Shortest Route Problem : Definition and Example
subject to: Problem Data
Problem: Determine the shortest routes from the origin to
all destinations.

Step 2 : Solve the Model using QM for Windows

Shipping Routes from Los Angeles


The Shortest Route Problem Solution Approach
Determine the initial shortest route from the origin (node
1) to the closest node (3).
MATERI 8

NETWORK FLOW MODELS

Overview
A network is an arrangement of paths connected at various
points through which one or more items move from one
point to another.The network is drawn as a diagram
providing a picture of the system thus enabling visual
interpretation and enhanced understanding.A large

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1411
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Network with Node 1 in the Permanent Set Network with Nodes 1, 2, 3, 4, and 6 in the Permanent Set
Determine all nodes directly connected to the permanent
set.

Network with Nodes 1 and 3 in the Permanent Set


Network with Nodes 1, 2, 3, 4, 5, and 6 in the Permanent
Set
Optimal Solution

Network with Nodes 1, 2, and 3 in the Permanent Set

Network with Optimal Routes from Los Angeles to All


Destinations
Solution Summary

Network with Nodes 1, 2, 3, and 4 in the Permanent Set

Shortest Travel Time from Origin to Each Destination


The Shortest Route Problem Solution Method Summary
1. Select the node with the shortest direct route from
the origin.
2. Establish a permanent set with the origin node and
the node that was selected in step 1.
3. Determine all nodes directly connected to the
permanent set nodes.
4. Select the node with the shortest route (branch)
from the group of nodes directly connected to the
permanent set nodes.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1412
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

5. Repeat steps 3 and 4 until all nodes have joined 2. Select the closest node not presently in the
the permanent set. spanning area ->
3. Spanning Tree with Nodes 1, 3, 4
The Shortest Route ProblemComputer Solution with Excel 4. Next, Select the closest node shortest after that ->
Spanning Tree with Nodes 1, 3,4,2
5. Continue with the other shortest closest node ->
Spanning Tree with Nodes 1, 3,4, 2 or 5
6. Connect with the other shortest route ->
Spanning Tree with Nodes 1, 3,4, 2 or 5,7
7. Finnish with the last shortest route -> Spanning
Tree with Nodes 1, 3,4, 2 or 5,7, 6

Optimal Solution
The Maximal Flow Problem Definition and Example
Problem Data
Problem: Maximize the amount of flow of items from an
origin to a destination.

The Minimal Spanning Tree Problem : Definition and Network of Railway System
Example Problem Data Arbitrarily choose any path through the network from
Problem: Connect all nodes in a network so that the total origin to destination and ship as much as possible.
branch lengths are minimized.

Network of Possible Cable TV Paths


1. Start with any node in the network and select the Re-compute branch flow in both directions and then select
closest node to join the spanning tree -> Spanning other feasible paths arbitrarily and determine maximum
Tree with Nodes 1 and 3 flow along the paths until flow is no longer possible.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1413
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Optimal Solution

The Maximal Flow Problem - Example Problem Statement


and Data
1. Determine the shortest route from Atlanta (node
1) to each of the other five nodes (branches show
travel time between nodes).
2. Assume branches show distance (instead of travel
time) between nodes, develop a minimal spanning
tree.
The Maximal Flow Problem Solution Method Summary
1. Arbitrarily select any path in the network from
origin to destination.
2. Adjust the capacities at each node by subtracting
the maximal flow for the path selected in step 1.
3. Add the maximal flow along the path to the flow in
the opposite direction at each node.
4. Repeat steps 1, 2, and 3 until there are no more
paths with available flow capacity.
The Maximal Flow Problem Computer Solution with Excel
ij = flow along branch i-j and integer
Maximize Z = x61
subject to:
x61-x12-x13-x14= 0
x12-x24-x25= 0 Step 1 (part A): Determine the Shortest Route Solution
x12-x34-x36= 0
x14+ x24+ x25-x46= 0
x25-x56= 0
x36+ x46+ x56-x61= 0

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1414
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Goal Programming Model Formulation


Beaver Creek Pottery Company Example:
Maximize Z = $40x1+ 50x2
subject to:

Where: x1= number of bowls produced


x2= number of mugs produced
The Maximal Flow ProblemExample Problem, Shortest
Route Solution Adding objectives (goals) in order of importance, the
company:
1. Does not want to use fewer than 40 hours of labor
per day.
2. Would like to achieve a satisfactory profit level of
$1,600 per day.
3. Prefers not to keep more than 120 pounds of clay
on hand each day.
4. Would like to minimize the amount of overtime.
Goal Programming : Goal Constraint Requirements
1. All goal constraints are equalities that include
deviational variables d-and d+.
2. A positive deviational variable (d+) is the amount
by which a goal level is exceeded.
3. A negative deviation variable (d-) is the amount by
The Maximal Flow Problem - Example Problem, Minimal which a goal level is underachieved.
Spanning Tree 4. At least one or both deviational variables in a goal
The closest unconnected node to node 1 is node 2. constraint must equal zero.
The closest to 1 and 2 is node 3. 5. The objective function in a goal programming
The closest to 1, 2, and 3 is node 4. model seeks to minimize the deviation from goals
The closest to 1, 2, 3, and 4 is node 6. in the order of the goal priorities.
The closest to 1, 2, 3, 4 and 6 is 5.The shortest total
distance is 17 miles. Labor goals constraint (1, less than 40 hours labor; 4,
minimum overtime):
Minimize P1d1-, P4d1+
Add profit goal constraint (2, achieve profit of $1,600):
Minimize P1d1-, P2d2-, P4d1+
Add material goal constraint (3, avoid keeping more than
120 pounds of clay on hand):
Minimize P1d1-, P2d2-, P3d3+, P4d1+
Complete Goal Programming Model:
Minimize P1d1-, P2d2-, P3d3+, P4d1+
subject to:

MATERI 8

MULTI-CRITERIA DECISION MAKING

Goal Programming Alternative Forms of Goal Constraints


Changing fourth-priority goal limits overtime to 10 hours
Overview instead of minimizing overtime:
Study of problems with several criteria, multiple criteria, d1-+ d4 --d4+= 10
instead of asingle objective when making a decision.Two minimize P1d1 -, P2d2 -, P3d3 +, P4d4 +
techniques discussed: goal programming, and theanalytical
hierarchy process.Goal programming is a variation of linear Addition of a fifth-priority goal-“important to achieve the
programming considering more than one objective(goals)in goal for mugs”:
the objective function.The analytical hierarchy process x1+ d5 -= 30 bowls
develops a score for each decision alternative based on x2+ d6 -= 20 mugs
comparisons of each under different criteria reflecting the minimize P1d1 -, P2d2 -, P3d3 -, P4d4 -, 4P5d5 -, 5P5d6 –
decision makers preferences.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1415
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Complete Model with New Goals:


Minimize P1d1-, P2d2-, P3d3-, P4d4-, 4P5d5-, 5P5d6-
subject to:

Graphical Interpretation

Graphical Interpretation
Goal programming solutions do not always achieve all
goals and they are not optimal, they achieve the best or
most satisfactory solution possible.
Minimize P1d1-, P2d2-, P3d3+, P4d1+
subject to:

Goal Programming Computer Solution Using Excel

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1416
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

alternative based on how well the alternative meets the


decision maker’s criteria.
Analytical Hierarchy Process Example Problem Statement
Southcorp Development Company shopping mall site
selection.
Three potential sites:
1. Atlanta
2. Birmingham
3. Charlotte.
Criteria for site comparisons:
1. Customer market base
2. Income level
3. Infrastructure
Goal Programming Solution for Altered Problem Using
Excel Hierarchy Structure
Minimize P1d1-, P2d2-, P3d3-, P4d4-, 4P5d5-, 5P5d6- 1. Top of the hierarchy: the objective (select the best
subject to: site).
2. Second level: how the four criteria contribute to
the objective.
3. Third level: how each of the three alternatives
contributes to each of the four criteria.
General Mathematical Process
1. Mathematically determine preferences for each
site for each criteria.
2. Mathematically determine preferences for criteria
(rank order of importance).
3. Combine these two sets of preferences to
mathematically derive a score for each site.
4. Select the site with the highest score.
Pair-wise Comparisons
In a pair-wise comparison, two alternatives are compared
according to a criterion and one is preferred.A preference
scale assigns numerical values to different levels of
performance.

Preference Scale for Pair-wise Comparisons


Pair-wise Comparison Matrix
Analytical Hierarchy Process Overview A pair-wise comparison matrix summarizes the pair-wise
AHP is a method for ranking several decision alternatives comparisons for a criteria.
and selecting the best one when the decision maker has
multiple objectives, or criteria, on which to base the
decision.The decision maker makes a decision based on
how the alternatives compare according to several
criteria.The decision maker will select the alternative that
best meets his or her decision criteria.AHP is a process for
developing a numerical score to rank each decision

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1417
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Developing an Overall Ranking


Developing Preferences Within Criteria Overall Score:
Site A score = .1993(.5012) + .6535(.2819) + .0860(.1790) +
In synthetization, decision alternatives are prioritized with .0612(.1561) = .3091
each criterion and then normalized:
Site B score = .1993(.1185) + .6535(.0598) + .0860(.6850) +
.0612(.6196) = .1595
Site C score = .1993(.3803) + .6535(.6583) + .0860(.1360) +
.0612(.2243) = .5314

Summary of Mathematical Steps


1. Develop a pair-wise comparison matrix for each
decision alternative for each criteria.
2. Synthetization
- Sum the values of each column of the pair-wise
comparison matrices.
- Divide each value in each column by the
corresponding column sum.
- Average the values in each row of the normalized
matrices.
- Combine the vectors of preferences for each
criterion.
3. Develop a pair-wise comparison matrix for the
criteria.
4. Compute the normalized matrix.
5. Develop the preference vector.
6. Compute an overall score for each decision
alternative
7. Rank the decision alternatives.
Excel Spreadsheets

Analytical Hierarchy Process - Ranking the Criteria

Normalized Matrix for Criteria with Row Averages


M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1418
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Scoring Model - Overview


Each decision alternative graded in terms of how well it
satisfies the criterion according to following formula:

Where : wj= a weight between 0 and 1.00 assigned to


criteria j; 1.00 important, 0 unimportant; sum of total
weights equals one.
gij= a grade between 0 and 100 indicating how well
alternative i satisfies criteria j; 100 indicates high
satisfaction, 0 low satisfaction.
Mall selection with four alternatives and five criteria:

Mall 4 preferred because of highest score, followed by


malls 3, 2, 1.
Excel Solution

Goal Programming Example Problem Statement


1. Public relations firm survey interviewer staffing
requirements determination.
2. One person can conduct 80 telephone interviews
or 40 personal interviews per day.
3. $50/ day for telephone interviewer; $70 for
personal interviewer.
Goals (in priority order):
- At least 3,000 total interviews.
- Interviewer conducts only one type of interview
each day.
- Maintain daily budget of $2,500.
- At least 1,000 interviews should be by telephone.
4. Formulate a goal programming model to
determine number of interviewers to hire in order
to satisfy the goals, and then solve the problem.
Step 1: Model Formulation:
Minimize P1d1-, P2d2-, P3d3-
subject to: 80x1+ 40x2+ d1--d1+= 3,000 interviews
50x1+ 70x2+ d2--d2 += $2,500 budget

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1419
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

80x1+ d3--d3 += 1,000 telephone


interviews
where: x1= number of telephone interviews
x2= number of personal interviews
Solution using QM for Windows

Step 1 continued: Develop normalized matrices and


preference vectors for all the pair-wise comparison
matrices for criteria.

Analytical Hierarchy Process Example Problem Step 2: Rank the criteria.


Purchasing decision, three model alternatives, three
decision criteria.
Pair-wise comparison matrices:

Prioritized decision criteria: Step 3: Develop an overall ranking.

Step 1: Develop normalized matrices and preference


vectors for all the pair-wise comparison matrices for
criteria.

Overall ranking of bikes: X first followed by Z and Y (sum of


scores equal 1.0000).

MATERI 9

DECISION ANALYSIS : PROBABILITY AND STATISTICS

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1420
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Objective of Probability
Classical, or a priori(prior to the occurrence) probability is
an objective probability that can be stated prior to the
occurrence of the event. It is based on the logic of the
process producing the outcomes. Objective probabilities
that are stated after the outcomes of an event have been
observed are relative frequencies, based on observation of
past occurrences. Relative frequency is the more widely
used definition of objective probability. Probability that non-mutually exclusive events A and B or
both will occur expressed as:
Subjective probability P(A or B) = P(A) + P(B) -P(AB)
Subjective probability is an estimate based on personal
belief, experience, or knowledge of a situation. It is often A joint probability, P(AB), is the probability that two or
the only means available for making probabilistic more events that are not mutually exclusive can occur
estimates. Frequently used in making business simultaneously.
decisions.Different people often arrive at different
subjective probabilities. Objective probabilities used in this
text unless otherwise indicated.
Fundamentals of Probability - Outcomes and Events
An experiment is an activity that results in one of several
possible outcomes which are termed events.The
probability of an event is always greater than or equal to
zero and less than or equal to one.The probabilities of all Fundamentals of Probability - Cumulative Probability
the events included in an experiment must sum to one.The Distribution
events in an experiment are mutually exclusiveif only one Can be developed by adding the probability of an event to
can occur at a time.The probabilities of mutually exclusive the sum of all previously listed probabilities in a probability
events sum to one. distribution.
Fundamentals of Probability - Distributions
A frequency distributionis an organization of numerical
data about the events in an experiment.A list of
corresponding probabilities for each event is referred to as
a probability distribution.If two or more events cannot
occur at the same time they are termed mutually
exclusive.A set of events is collectively exhaustivewhen it
includes all the events that can occur in an experiment.
Probability that a student will get a grade of C or higher:
Fundamentals of Probability - A Frequency Distribution P(A or B or C) = P(A) + P(B) + P(C) = .10 + .20 + .50 = .80
Example
State University, 3000 students, management science Statistical Independence and Dependence - Independent
grades for past four years. Events
A succession of events that do not affect each other
areindependent.The probability of independent events
occurring in a succession is computed by multiplying the
probabilities of each event.A conditional probability is the
probability that an event will occur given that another
event has already occurred, denoted as P(A I B). If events A
and B are independent, then:
P(AB) = P(A) . P(B) and P(A I B) = P(A)
For coin tossed three consecutive times:
Fundamentals of Probability- Mutually Exclusive Events &
Marginal Probability
A marginal probability is the probability of a single event
occurring, denoted P(A).For mutually exclusive events, the
probability that one or the other of several events will
occur is found by summing the individual probabilities of
the events:
P(A or B) = P(A) + P(B)
A Venn diagramis used to show mutually exclusive events.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1421
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Excel’s function BINOMDIST(r,n,p,FALSE) returns the value


of P(r); COMBIN(n,r) is the combinatorial prefactor. In turn,
BINOMDIST(r,n,p,TRUE) returns

Statistical Independence and Dependence Binomial


Distribution Example – Quality Control
Microchip production; sample of four items/batch, 20% of
all microchips are defective. What is probability that each
batch will contain exactly two defectives?
Four microchips tested/batch; if two or more found
defective, batch is rejected. What is probability of rejecting
entire batch if batch in fact has 20% defective?

Probability of less than two defectives:


P(r<2) = P(r=0) + P(r=1) = 1.0 - [P(r=2) + P(r=3) + P(r=4)]
Probability of getting head on first toss, tail on second, tail = 1.0 - .1808 = .8192
on third is 0.125:
P(HTT) = P(H) . P(T) . P(T) = (.5)(.5)(.5) = .125 Also calculated by BINOMDIST(1,4,0.2,TRUE).

Statistical Independence and DependenceIndependent Statistical Independence and Dependence - Dependent


Events –Bernoulli Process Definition Events
If the occurrence of one event affects the probability of the
Properties of a Bernoulli (binomial) Process: occurrence of another event, the events are
5. There are two possible outcomes for each trial. dependent.Coin toss to select bucket, draw for blue ball.If
6. The probability of the outcome remains constant tail occurs, 1/6 chance of drawing blue ball from bucket 2;
over time. if head results, no possibility of drawing blue ball from
7. The outcomes of the trials are independent.The bucket 1.Probability of event “drawing a blue ball”
number of trials is discrete and integer. dependent on event “flipping a coin.”
Use the above as a check-list to determine if a given
process is binomial.
Statistical Independence and Dependence : Independent
Events –Bernoulli Process Definition
A binomial probability distribution function is used to
determine the probability of a number of successes in n
trials. It is a discrete probability distribution since the
number of successes and trials is discrete.

where: p = probability of a success


q = 1– p = probability of a failure
n = number of trials
r = number of successes in n trials Dependent Events
Statistical Independence and Dependence Binomial Statistical Independence and Dependence : Dependent
Distribution Example – Tossed Coins Events Unconditional probabilities
Determine probability of getting exactly two tails in three Unconditional : P(H) = .5; P(T) = .5, must sum to one.
tosses of a coin.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1422
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Joint Probability Table


Statistical Independence and DependenceDependent
Events –Conditional Probabilities Bayesian Analysis
Conditional: P(R I H) =.33, P(W I H) = .67, P(R I T) = .83,P(W In Bayesian analysis, additional information is used to alter
I T) = .17 the marginal probability of the occurrence of an event.
A posterior probability is the altered marginal probability
of an event based on additional information. Bayes’ Rule
for two events, A and B, and third event, C,
conditionally dependent on A and B:

It simplifies to P(A|C) = P(AC)/[P(CA)+P(CB)] = P(AC)/P(C),


which is simpler to calculate, if the joint probability P(AC)
and the marginal probability P(C) are both already known.
Bayesian Analysis –Example
Machine setup; if correct 10% chance of defective part; if
Given two dependent events A and B:P(A I B) = P(A B)/P(B) incorrect, 40%.50% chance setup will be correct or
With data from previous example: incorrect.What is probability that machine setup is
incorrect if sample part is defective?
Solution: P(C) = .50, P(IC) = .50 --marginal;
P(D|C) = .10, P(D|IC) = .40 --conditional;
where C = correct, IC = incorrect, D = defective
Posterior probabilities:

Expected Value - Random Variables


When the values of variables occur in no particular order
or sequence, the variables are referred to asrandom
variables.Random variables are represented symbolically
by a letter x, y, z, etc. Although exact values of random
variables are not known prior to events, it is possible to
assign a probability to the occurrence of possible values.
Machines break down 0, 1, 2, 3, or 4 times per month.
Relative frequency of breakdowns , or a probability
distribution:
Probability Tree with Marginal, Conditional, and Joint
Probabilities
Statistical Independence and Dependence - Summary of
Example Problem Probabilities

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1423
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Expected Value
The expected valueof a random variable is computed by
multiplying each possible value of the variable by its
probability and summing these products.The expected
value is the weighted average, or mean,of the probability
distribution of the random variable.Expected value of
number of breakdowns per month :
E(x) = (0)(.10) + (1)(.20) + (2)(.30) + (3)(.25) + (4)(.15)= 0 +
.20 + .60 + .75 + .60= 2.15 breakdowns
Variance is a measure of the dispersion of random variable
values about the mean.Variance computed as follows:
1.Square the difference between each value and the
expected value.
2.Multiply resulting amounts by the probability of each
value. Mean weekly carpet sales of 4,200 yards, with standard
3.Sum the values compiled in step 2. deviation of 1,400 yards.What is probability of sales
exceeding 6,000 yards?
General formula:

Standard deviation computed by taking the square root of


the variance.For example data:

The Normal Distribution for Carpet Demand


The Normal Distribution - Standard Normal Curve
The Normal Distribution - Continuous Random Variables The area or probability under a normal curve is measured
A continuous random variablecan take on an infinite by determining the number of standard deviations the
number of values within some interval. Continuous value of a random variable x is from the mean. Number of
random variables have values that are not specifically standard deviations a value is from the mean designated as
countable and are often fractional.Cannot assign a unique
probability to each value of a continuous random
variable.In a continuous probability distributionthe
probability refers to a value of the random variable being
within some range.
The Normal Distribution - Definition
The normal distributionis a continuous probability
distribution that is symmetrical on both sides of the
mean.The center of a normal distribution is its mean .The
area under the normal curve represents probability, and
total area under the curve sums to one.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1424
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

The Normal Distribution : Example Problem Re-Done


Determine probability that demand will be 5,000 yards or Sample mean = 42,000/10 = 4,200 yd
less. Sample variance = [(190,060,000) - (1,764,000,000/10)]/9
= 1,517,777
Sample std. dev. = sqrt(1,517,777) = 1,232 yd

The Normal Distribution Chi-Square Test for Normality


It can never be simply assumed that data are normally
distributed.A statistical test must be performed to
determine the exact distribution.The Chi-square test is
used to determine if a set of data fit a particular
distribution.It compares an observed frequency
distribution with a theoretical frequency distribution that
Determine probability that demand will be between 3,000 would be expected to occur if the data followed a
yards and 5,000 yards. particular distribution (testing the goodness-of-fit).
In the test, the actual number of frequencies in each range
of frequency distribution is compared to the theoretical
frequencies that should occur in each range if the data
follow a particular distribution.A Chi-square statistic is then
calculated and compared to a number, called a critical
value, from a chi-square table.If the test statistic is greater
than the critical value, the distribution does not follow the
distribution being tested; if it is less, the distribution does
exist.Chi-square test is a form of hypothesis testing.
The Normal Distribution : Example of Chi-Square Test )
Assume sample mean = 4,200 yards, and sample standard
deviation =1,232 yards.

The Normal Distribution - Sample Mean and Variance


The population mean and variance are for the entire set of
data being analyzed.The sample mean and variance are
derived from a subset of the population data and are used
to make inferences about the population.
Computing the Sample Mean and Variance

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1425
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Statistical Analysis with Excel

The Theoretical Normal Distribution

Comparing theoretical frequencies with actual frequencies:

where: fo= observed frequency


ft= theoretical frequency
k = the number of classes,
p = the number of estimated parameters
k-p-1 = degrees of freedom.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1426
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Example Problem Solution apply to game theory as well. Thus, game theory is, in
Radcliff Chemical Company and Arsenal.Annual number of effect, an extension of decision analysis rather than an
accidents normally distributed with mean of 8.3 and entirely new topic area.
standard deviation of 1.8 accidents.
1. What is the probability that the company will have Anyone who has played card games or board games is
fewer than five accidents next year? More than familiar with situations in which ompeting participants
ten? develop plans of action to win. Game theory encompasses
2. The government will fine the company $200,000 if similar situations in which competing decision makers
the number of accidents exceeds 12 in a one-year develop plans of action to win. In addition, game theory
period. What average annual fine can the company consists of several mathematical techniques to aid the
expect? decision maker in selec
Step 1. Set up the Normal Distribution. Types of Game Situations
Competitive game situations can be subdivided into
several categories. One classification is based on the
number of competitive decision makers, called players,
involved in the game. A game situation consisting of two
players is referred to as a two-person game.When there
are more than two players, the game situation is known as
an n-person game. Games are also classified according to
their outcomes in terms of each player’s gains and losses.
If the sum of the players’ gains and losses equals zero, the
game is referred to as a zero-sum game. In a two-person
game, one player’s gains represent another’s losses. For
example, if one player wins $100, then the other player
loses $100; the two values sum to zero (i.e., and ).
Step 2. Solve Part A: Alternatively, if the sum of the players’ gains and losses
does not equal zero, the game is known as a non-zero-sum
game.
The two-person zero-sum game is the one most frequently
used to demonstrate the principles of game theory
because it is the simplest mathematically. Thus, we will
confine our discussion of game theory to this form of game
situation. The complexity of the n-person game situation
not only prohibits us from demonstrating it but also
restricts its application in real-world situations.
The Two-Person Zero-Sum Game
Examples of competitive situations that can be organized
Step 3. Solve Part B: into two-person zero-sum games include (1) a union
negotiating a new contract with management; (2) two
armies participating in a war game; (3) two politicians in
conflict over a proposed legislative bill, one attempting to
secure its passage and the other attempting to defeat it;
(4) a retail firm trying to increase its market share with a
new product and a competitor attempting to minimize the
firm’s gains; and (5) a contractor negotiating with a
government agent for a contract on a project.
MATERI 10
The following example will demonstrate a two-person
GAME THEORY zero-sum game. A professional athlete, Biff Rhino, and his
agent, Jim Fence, are renegotiating Biff ’s contract with the
general
manager of the Texas Buffaloes, Harry Sligo. The various
Game Theory outcomes of this game situation can be organized into a
All the decision situations involved one decision maker. payoff table similar to the payoff tables used for decision
There were no competitors whose decisions might alter analysis. The payoff table for this example is shown in
the decision maker’s analysis of a decision situation. Table
However, many situations do, in fact, involve several
decision makers who compete with one another to arrive
at the best outcome. These types of competitive decision-
making situations are the subject of game theory. Although
the topic of game theory encompasses a different type of
decision situation than does decision analysis, many of the
fundamental principles and techniques of decision making

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1427
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

mixed strategy game, the players adopt a mixture of


strategies if the game is played many times.
A pure strategy game can be solved according to the
minimax decision criterion. According to this principle,
each player plays the game to minimize the maximum
possible losses. The offensive player selects the strategy
with the largest of the minimum payoffs (called the
maximin strategy), and the defensive player selects the
strategy with the smallest of the maximum payoffs (called
the minimax strategy). In our example involving the
ting the plan of action that will result in the best outcome. athlete’s contract negotiation process, the athlete will
select the maximin strategy from strategies 1 and 2, and
Game theory addresses decision situations with two or the general manager will select the minimax strategy from
more decision makers in competition. A two-person game strategies A, B, and C.We will first discuss the athlete’s
encompasses two players. In a zero-sum game, one decision, although in game theory the decisions are
player’s actually made simultaneously.
gains represent another’s exact losses.
To determine the maximin strategy, the athlete first selects
The payoff table for a two-person game is organized so the minimum payoff for strategies 1 and 2, as shown in
that the player who is trying to maximize the outcome of Table E-2. The maximum of these minimum values
the game is on the left and the player who is trying to indicates
minimize the optimal strategy and the value of the game for the
the outcome is on the top. In Table the athlete and agent athlete.
want to maximize the athlete’s contract, and the general
manager hopes to minimize the athlete’s contract. In a
sense, the athlete is an offensive player in the game, and
the general manager is a defensive player. In game theory,
it is assumed that the payoff table is known to both the
offensive player and the defensive player—an assumption
that is often unrealistic in real-world situations and thus
restricts the actual application of this technique.
A strategy is a plan of action that a player follows. Each
player in a game has two or more strategies, only one of
which is selected for each playing of a game. In Table the
athlete and his agent have two strategies available, 1 and With the minimax decision criterion, each player seeks to
2, and the general manager has three strategies, A, B, and minimize maximum possible losses; the offensive player
C. The values in the table are the payoffs or outcomes selects the strategy with the largest of the minimum
associated with each player’s strategies. payoffs, and the defensive player selects the strategy with
the smallest of the maximum payoffs.
For our example, the athlete’s strategies involve different
types of contracts and the threat of a holdout and/or of The value $30,000 is the maximum of the minimum values
becoming a free agent. The general manager’s strategies for each of the athlete’s strategies. Thus, the optimal
are alternative contract proposals that vary with regard to strategy for the athlete is strategy 1. The logic behind this
such items as length of contract, residual payments, no- decision is as follows. If the athlete selected strategy 1, the
cut/no-trade clauses, and off-season promotional work. general manager could be expected to select strategy C,
The outcomes are in terms of dollar value. If the athlete which would minimize the possible loss (i.e., a $30,000
selects strategy 2 and the general manager selects strategy contract is better for the manager than a $50,000 or
C, the outcome is a $20,000 gain for the athlete and a $35,000 contract). Alternatively, if the athlete selected
$20,000 loss for the general manager. This outcome results strategy 2, the general manager could be expected to
in a zero sum for the game (i.e., + $20,000 - 20,000 = 0 select strategy C for the same reason (i.e., a $20,000
). The am unt $20,000 is known as the value of the game. contract is better for the manager than a $60,000 or
$40,000 contract).Now, because the athlete has
The purpose of the game for each player is to select the anticipated how the general manager will respond to each
strategy that will result in the best possible payoff or strategy, he realizes that he can negotiate either a $30,000
outcome, regardless of what the opponent does. The best or a $20,000 contract. The athlete selects strategy 1 in
strategy for each player is known as the optimal strategy. order to get the larger possible contract of $30,000, given
Next, we will discuss methods for determining strategies. the actions of the
general manager.
A Pure Strategy
When each player in a game adopts a single strategy as an Simultaneously, the general manager applies the minimax
optimal strategy, the game is a pure strategy game. The decision criterion to strategies A, B, and C. First, the
value of a pure strategy game is the same for both the general manager selects the maximum payoff for each
offensive player and the defensive player. In contrast, in a strategy, as shown in Table E-3. The minimum of these

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1428
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

maximum values determines the optimal strategy and the $50,000 and $60,000 for strategy A and the corresponding
value of the game for the general manager payoffs of $35,000 and $40,000 for strategy B. Because
strategy C dominates A and B, these two latter strategies
can be eliminated from consideration altogether, as shown
in Table E-4. If this had been done earlier, strategy C could
have been selected automatically, without applying the
minimax criterion. Thus, the most efficient approach is to
first examine the payoff table for dominance in order to
possibly
reduce its size.

The value $30,000 is the minimum of the maximum values


for each of the strategies of the general manager. Thus, th
optimal strategy for the general manager is C. The logic of
this decision is similar to that of the athlete’s decision. If
the general manager selected strategy A, the athlete could The fact that the optimal strategy for each player in this
be expected to select strategy 2 with a payoff of $60,000 game resulted in the same payoff game value of $30,000 is
(i.e., the athlete will choose the better of the $50,000 and what classifies it as a pure strategy game. In other words,
$60,000 contracts). If the general manager selected because strategy 1 is optimal for the athlete and strategy C
strategy B, then the athlete could be expected to select is optimal for the general manager, a contract for $30,000
strategy 2 for a payoff of $40,000. Finally, if the general will be awarded to the athlete. Because the outcome of
manager selected strategy C, the athlete could be $30,000 results from a pure strategy, it is referred to as an
expected to select strategy 1 for a payoff of $30,000. equilibrium point (or sometimes as a saddle point). A point
Because the general manager has anticipated the athlete of equilibrium is a value that is simultaneously the
will respond to each strategy, he realizes that either a minimum of a row and the maximum of a column, as is the
$60,000, $40,000, or $30,000 contract could possibly be payoff of $30,000 in Table E-3. It is important to realize
awarded. Thus, the general manager selects strategy C, that the minimax criterion results in the optimal strategy
which will result in the minimum contract of $30,000. In for each player as long as each player uses this criterion. If
general, the manager considers the worst outcome that one of the players does not use this criterion, the solution
could result if a particular strategy was followed. Under the of the game will not be optimal. If we assume that both
minimax criterion, the general manager will select the players are logical and rational, however, we can assume
strategy that ensures that he loses only the minimum of that this criterion will be employed.
the maximum amounts that can be lost.
If an equilibrium point exists, it makes the determination
Solution of Game Theory Problems with QM for Windows of optimal strategies relatively easy because no complex
QM for Windows, which we use in the text to solve mathematical calculations are necessary. However, as
decision analysis problems, also has a module for solving mentioned earlier, if a game does not involve a pure
game theory problems. The QM for Windows solution for strategy, it is a mixed strategy game.We will discuss
our athlete/agent example is shown in Exhibit E-1. Notice mixed strategy games next.
that QM for Windows indicates the row minimums and
column maximums, and it provides the maximin solution in A Mixed Strategy
the upper-right-hand corner of the solution table. A mixed strategy game occurs when each player selects an
optimal strategy and the two strategies do not result in an
equilibrium point (i.e., the same outcome) when the
maximin and minimax decision criteria are applied.
The following example will demonstrate a mixed strategy
game. The Coloroid Camera Company (which we will refer
to as company I) is going to introduce a new camera into
its
product line and hopes to capture as large an increase in
its market share as possible. In contrast, the Camco
Camera Company (which we will refer to as company II)
hopes to minimize Coloroid’s market share increase.
Coloroid and Camco dominate the camera market, and any
gain in market share for Coloroid will result in a
subsequent identical loss in market share for Camco. The
Dominant Strategies strategies for each company are based on their
We could have reduced the choices of the general promotional campaigns, packaging, and cosmetic
manager if we had noticed that strategy C dominates differences between the products. The payoff table, which
strategies A and B. Dominance occurs when all the payoffs includes the strategies and outcomes for each company (I
for one strategy are better than the corresponding payoffs Coloroid and II Camco), is shown in Table E-5. The values in
for another strategy. In Table E-3 the values $30,000 and Table E-5 are the percentage increases or decreases in
$20,000 are both lower than the corresponding payoffs of market share for company I.
M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1429
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

The first step is to check the payoff table for any dominant
strategies. Doing so, we find that strategy 2 dominates From Table E-9 we can see that the strategies selected by
strategy 1, and strategy B dominates strategy A. Thus, the companies do not result in an equilibrium point.
strategies 1 and A can be eliminated from the payoff table, Therefore, this is not a pure strategy game. In fact, this
as shown in Table E-6. condition will not result in any strategy for either firm.
Company I maximizes its market share percentage increase
by selecting strategy 2. Company II selects strategy C to
minimize company I’s market share.However, as soon as
company I noticed that company II was using strategy C,
it would switch to strategy 3 to increase its market share to
7%. This move would not go unnoticed by company II,
which would immediately switch to strategy B to reduce
company I’s market share to 1%. This action by company II
would cause company I to immediately switch to strategy 2
to maximize its market share increase to 8%. Given the
action of company I, company II would switch to strategy C
to minimize company I’s market share increase to 4%. Now
Next, we apply the maximin decision criterion to the you will notice that the two companies are right back
strategies for company I, as shown in Table E-7. The where they started. They have completed a closed loop, as
minimum value for strategy 2 is 4%, and the minimum shown in Table E-10, which could continue indefinitely if
value for strategy 3 is 1%. The maximum of these two the two companies persisted.
minimum values is 4%; thus, strategy 2 is optimal for
company I.

Next, we apply the minimax decision criterion to the In a mixed strategy game, a player switches decisions in
strategies for company II in Table E-8. The maximum value response to the decision of the other player and they
for strategy B is 8%, and the maximum value for strategy C eventually return to the initial decisions, resulting in a
is 7%. Of these two maximum values, 7% is the minimum; closed loop. Several methods are available for solving
thus, the optimal strategy for company II is C. mixed strategy games.We will look at one of them, which is
analytical the expected gain and loss method.

Expected Gain and Loss Method


The expected gain and loss method is based on the
principle that in a mixed strategy game, a plan of strategies
can be developed by each player so that the expected gain
of the maximizing player or the expected loss of the
minimizing player will be the same, regardless of what the
opponent does. In other words, a player develops a plan of
Table E-9 combines the results of the application of the mixed strategies that will be employed, regardless of what
maximin and minimax criteria by the companies. the opposing player does (i.e., the player is indifferent to
the opponent’s actions). As might be expected from its
name, this method is based on the concept of expected
values.
The mixed strategy game for the two camera companies,
described in the previous section, will be used to
demonstrate this method. First, we will compute the
expected gain for company I. Company I arbitrarily

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1430
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

assumes that company II will select strategy B. Given this


condition, there is a probability of p that company I will 1p + 7(1 - p) = 7 - 6p
select strategy 2 and a probability of that company I will
select strategy 3. Thus, if company II selects B, the Because p is the probability of employing strategy B,
expected gain for company I is company II will employ strategy B 30% of the time and,
8p + 1(1 - p) = 1 + 7p thus, strategy C will be used 70% of the time. The actual
expected loss, given strategy 2 (which is the same as that
Next, company I assumes that company II will select for strategy 3), is computed as
strategy C. Given strategy C, there is a probability of p that
company I will select strategy 2 and a probability of that EL (company II) = .30(8) + .70(4 = 5.2% market share loss
company I will select strategy 3. Thus, the expected gain
for company I, given strategy C, is The mixed strategies for the two companies are
summarized next:
4p + 7(1 - p) = 7 - 3p
Previously, we noted that this method was based on the
idea that company I would develop a plan that would
result in the same expected gain, regardless of the strategy
that company II selected. Thus, if company I is indifferent
to whether company II selects strategy B or C, we equate
the expected gain from each of these strategies:
In the expected gain and loss method, the probability that
1 + 7p = 7 - 3p each strategy will be used by each player is computed.The
10p = 6 expected gain for company I is a 5.2% increase in market
p = 6/10 = .60 share, and the expected loss for company II is also a 5.2%
market share. Thus, the mixed strategies for each company
In the expected gain and loss method, a plan of strategies have resulted in an equilibrium point such that a 5.2%
is expected gain for company I results in a simultaneous 5.2%
determined by each player so that the expected gain of expected loss for company II.
one equals the expected loss of the other.Recall that p is
the probability of using strategy 2, or the percentage of It is also interesting to note that each company has
time strategy 2 will be employed. Thus, company I’s plan is improved its position over the one arrived at using the
to use strategy 2 for 60% of the time and to use strategy 3 maximin and minimax strategies. Recall from Table E-4 that
the remaining 40% of the time. The expected gain (i.e., the payoff for company I was only a 4% increase in market
market share increase for company I) can be computed share, whereas the mixed strategy yields an expected gain
using the payoff of either strategy B or C because the gain of 5.2%. The outcome for company II from the minimax
will be the same, regardless. Using the payoffs from strategy was a 7% loss; however, the mixed strategies
strategy B: show a loss of only 5.2%. Thus, each company puts itself in
a better situation by using the mixed strategy approach.
EG (company I) = .60(8) + .40(1) = 5.2% market share
increase This approach assumes that the game is repetitive and will
be played over a period of time so that a strategy can be
To check this result, we compute the expected gain if employed a certain percentage of that time. For our
strategy C is used by company II: example, it can be logically assumed that the marketing of
the new camera by company I will require a lengthy time
EG (company I) = .60(4) + .40(7) = 5.2% market share frame. Thus, each company can employ its mixed strategy.
increase
Now we must repeat this process for company II to
develop its mixed strategy—except that what was
company I’s expected gain is now company II’s expected
loss. First, we assume that company I will select strategy 2.
Thus, company II will employ strategy B for p percent of
the time and C the remaining percent of the time. The
expected loss for company II, given strategy 2, is
Next, we compute the expected loss for company II, given
that company I selects
strategy 3:
Equating these two expected losses for strategies 2 and 3
will result in values for p and 1 – p:
8p + 4(1 - p) = 4 + 4p The QM for Windows solution of this mixed strategy game
for the two camera companies is shown in Exhibit E-2.
Next, we compute the expected loss for company II, given
that company I selects strategy 3:

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1431
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

mengambil Rp6 juta setiap bulan dari dana ini, dalam


UTS SEMESTER GENAP 2011-2012 berapa lama uangnya akan habis?
a. 11 tahun b. 11 tahun 3 bulan
METODE KUANTITATIF DALAM BISNIS c. 11 tahun 6 bulan d. Tidak akan habis

CLOSED BOOK 10. Seorang eksekutif berumur 50 tahun berencana


pensiun pada usia 60 tahun, tepat 10 tahun lagi. Untuk itu,
dia akan menyisihkan sebagian dari pernghasilannya setiap
SOAL WAJIB (NOMOR 1-3) bulan selama itu dan dimasukkan dalam deposito untuk
membiayai pengeluaran bulanannya saat dia pensiun.
SOAL I : Pilihan ganda ( 45 poin – setiap soal 3 poin ) Menurut perkiraannya, dia akan memerlukan Rp 10 juta
1. Dengan tingkat bunga 12% p.a. atau 1% per bulan, setiap bulan untuk biaya hidupnya saat pensiun nanti. Suku
menerima uang pensiun sebesar Rp.5.000.000 setiap bulan bunga depostio akan diestimasi akan stabil di 6% p.a.
selamanya dan mulai bulan depan adalah ekuivalen bersih setelah pajak. Berapa jjumlah dana yang harus dia
dengan menerima uang pensiun sekali saja hari ini sebesar: sisihkan untuk disimpan dalam deposito jika dia ingin
a. Rp41,67 juta b. Rp200 juta c. Rp500 juta d. Rp1 deposito itu tidak habis sampai umur berapa pun?
miliar a. Rp12,204 juta b. Rp13,204 juta
c. Rp13,402 juta d. Rp14,402 juta
2. Seorang eksekutif menabung Rp1 juta setiap awal bulan
mulai 1 Januari 2010. Berapa total tabungannya pada 31 11. Seorang karyawan mengambil KPR sebuah bank
Desember 2014 jika tingkat bunga adalah 0,5% per bulan? sebesar Rp 400 juta dengan bunga 12% p.a. dan masa
a. Rp 69,8 juta b. Rp70,1 juta c. Rp70,5 juta d. Rp71,0 angsuran 120 bulan. Setelah mengangsur selama 60 bulan,
juta dia mendapatkan warisan dari orang tuanya sehinga
3. Dengan j12 6% dan 120 bulan, untuk mempunyai uang berniat melunasi sisa KPR-nya. Jika tidak ada denda untuk
Rp1 miliar, jumlah setoran bulanan yang harus dilakukan pelunasan lebih cepat, sekitar berapa jumlah dana yang
adalah sekitar: harus disiapkan?
a. Rp5,9 juta b. Rp6,0 juta c. Rp6,1 juta d. Rp6,2 juta a. Rp200 juta b. Rp218 juta c. Rp238 juta d. Rp258
juta
4. Jika saat ini dana yang ada Rp100 juta, tujuan memiliki
Rp1 miliar di atas untuk periode dan bunga yang sama 12. Berapa uang muka yang harus disetor seseorang yang
memerlukan setoran bulanan sebesar: ingin membeli apartemen berharga tunai Rp500 juta agar
a. Rp4,7 juta b. Rp5,0 juta c. Rp 5,3 juta d. Rp5,6 dia cukup mengangsur sebesar Rp6 juta setiap bulan
juta selama 120 bulan mulai satu bulan lagi jika tingkat bunga
15% p.a. ?
5. Sebuah portofolio bertumbuh dari Rp100 juta menjadi a. Rp128.102.916 b. Rp123.454.203
Rp200 juta dalam satu tahun dan kemudian turun menjadi c. Rp118.102.916 d. Rp113.454.203
Rp150 juta pada tahun berikutnya. Return tahunan
geometrik portofolio itu adalah: 13. Untuk biaya pendidikan anak anda selama setahun di
a. 22,5% b. 27,5% c. 32,5% d. 37,5% sebuah sekolah swasta unggulan, Anda ditawari untuk
membayar 11 bulan saja jika melunasinya di bulan pertama
6. Seorang kepala keluarga mendapatkan KPR sebesar sekolah (Juli). Berapakah yield yang diberikan tawaran ini
Rp200 juta dengan bunga 12% p.a. efektif pada awal bulan per annum?
Januari 2010. Berapa besar angsuran yang harus dia bayar a. 8,33% b. 9,09% c. 16,38% d. 19,48%
setiap bulan mulai Februari 2010 jika dia berniat untuk
melunasinya dalam 60 bulan? 14. Sebuah saham baru saja membagikan dividen Rp 100
a. Rp5,49 juta b. Rp5,33 juta c. Rp4,93 juta d. Rp4,49 yang akan naik 5% setiap tahunnya. Jika investor
juta mengharapkan return 10% atas saham ini, nilai saham itu
adalah:
7. Uang Rp10 juta diinvestasikan pada hari ini (awal tahun) a. Rp2.000 b. Rp2.100 c. Rp2.155 d. Rp2.205
dengan tingkat bunga 9,5% p.a. Berapa besar pengambilan
Tahunan Sama besar pada setiap akhir tahun selama 5 15. Tahun depan perusahaan A akan membayarkan dividen
tahun yang membuat uang itu habis tepat setelah sebesar Rp200 dan dividen diperkirakan tumbuh sebesar
pengambilan terakhir? 5% setiap tahunnya. Jika harga saham A saat ini adalah
a. Rp2.378.415 b. Rp2.475.364 Rp2.800, tingkat diskonto untuk saham a adalah:
c. Rp2.590.415 d. Rp2.604.364 a. 12% b. 12,14% c. 12,5% d. 15%
8. Kredit investasi sebesar Rp 500 juta dengan bunga 14% SOAL II : Konsep dasar ( 20 poin – masing masing 4 poin )
p.a. harus dibayar dalam 5 angsuran tahunan dalam jumlah a. Tingkat bunga kontinu (r) dari uang sebesar Rp100 juta
sama besar mulai tahun depan. Untuk angsuran kedua, yang berkembang menjadi 110 juta dalam setahun adalah
berapa besar pembayaran bunga? ...... %
a. Rp75,64 juta b. Rp69,41 juta
c. Rp65,64 juta d. Rp59,41 juta b. J1 = 10% adalah ekuivalen dengan J12 =.......%
9.Seorang pensiunan menginvestasikan uang c. Berapakah tingkat bunga efektif dari tawaran diskon
purnabhaktinya sebesar Rp500 juta dalam produk reksa tunai dalan credit terms 2/10, n/40?
dana yang dapat memberikan return bersih 9% p.a. jika dia

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1432
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

d. Untuk periode 3 bulan, tingkat diskonto (d) 10% p.a. =


tingkat bunga (r) ....% p.a. (Ini sama dengan menghitung
tingkat bunga dari produk pasar uang yang dijual pada
harga 97,%% untuk periode 3 bulan)
e. Hitunglah bank discount yield dan money market yield
dari sebuh discount securities yang memberikan diskon
sebesar 3% untuk periode 6 bulan.
SOAL III : Valuasi obligasi (10 poin)
Sebuah Surat Utang Negara (SUN) berkupon 8,5% yang
akan jatuh tempo dalam 10 tahun lagi ditawarkan pada
harga 106. Hitunglah Yield (YTM) obligasi tersebut. Boleh
gunakan cara praktis.
SOAL PILIHAN (NOMOR 4-5) Pilihlah SATU dan HANYA
SATU dari dua soal berikut.
SOAL IV : Skedul sinking fund (25 poin)
Seorang profesional muda berencana untuk membeli
sebuah apartemen berharga Rp900 juta sekitar 2 tahun
lagi. Untuk itu dia akan mengalokasikan sebagian dari
penghasilanya untuk pembayaran uang muka yang sebesar
25% atau Rp225 juta. Hitunglah besar penyisihan yang
harus dilakukannya setiap bulan mulai bulan depan jika dia
memulainya dari nol dan dia mampu memperoleh sebuah
produk investasi yang memberikan return sebesar J12 9%.
Susunlah skedul akumulasi dananya untuk 6 bulan
pertama.
SOAL V : Refinancing KPR (25 poin )
Tepat tiga tahun lalu (36 bulan lalu) seorang eksekutif
muda mengambil KPR Rp500 juta untuk periode 10 tahun
dengan bunga mengambang. Bunga KPR dalam perjanjian
awal ditetapkan 15% p.a. dan denda pelunasan lebih cepat
adalah 2% dari saldo akhir. Seiring dengan inflasi yang
terus turun dari 11% di tahun 2008 menjadi sekitar 5% di
tahun ini, bunga tabungan, deposito, dan KPR baru juga
mengalami pemangkasan. Dia pun mengajukan
permohonan penurunan bunga KPR-nya di awal tahun ini
dan sekali lagi di awal bulan ini. Namun, bank tidak pernah
mengabulkannya. Jika ada bank lain yang menawarkan
bunga KPR 10,5% dan biaya administrasi untuk “Oper KPR”
sebesar 1%, bantulah eksekutif di atas melakukan
refinancing KPR untuk periode yang sama. Hitunglah besar
penghematan bulanan yang diperolehnya.
JAWABAN SOAL I
LAMPIRAN PERSAMAAN 1. (C) Menggunakan rumus perpetuitas A = 5.000.000 i =
1% = 0,01 𝑃𝑉=𝐴𝑖=5.000.0000,01 = 500.000.000
2. (B) Diketahui : A = 1.000.000; i = 0,5%
n = 60 periode ( januari 2011 – Desember 2014 )

3. (C)
Diketahui :

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1433
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

4. (B)

Bunga untuk angsuran kedua yaitu 59,41 juta


9. (A) Diketahui :
PV = Rp 500.000.000
i = 9%/12 = 0,75%
A = Rp 6.000.000

5. (A) Diketahui : n = 5

6. (D)
Diketahui : PV = 200.000.000 10. (A) Diketahui :
n = 60; i = 12%/12 = 1% = 0,01 A= Rp 10.000.000
i = 6%/12 = 0,5%
n = 120 bulan

7. (D) Diketahui :
PV = 10.000.000
i = 9,5% = 0,095
n=5
11. (D) Diketahui :
PV = 400.000.000
i = 12%/12 = 1% = 0,01
n = 120

8. (D) Diketahui :
PV = 500.000.000
i = 14% = 0,14
n=5

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1434
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

12. (A)
Diketahui :
n = 120 A = 6.000.000
i = 15% / 12 = 1,25% = 0,0125

MOJAKOE
13. (B)

14. (B) Diketahui :


D0 = 100
g = 0,05
k = 0,1
Hitung dengan perpetuitas bertumbuh

15. (B) Diketahui :


D1 = 200
g = 0,05
P0 = 2.800

JAWABAN SOAL II
a. Diketahui :
FV = 110.000.000.000
PV = 100.000.000
t=1

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1435
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

JAWABAN SOAL V
Diketahui : Tugas:
n = 120; a. Formulasikan model program untuk masalah di atas.
PV = 500.000.000 b. Berikan solusi atas model dan berikan ilustrasi melalui
i1= 15%/ 12 = 0,0125 analisis grafik.
SOAL 2 (25 poin)
PT Gogo memproduksi 2 jenis produk, x1=biskuit rasa keju,
dan x2=biskuit rasa kelapa. Kedua jenis biskuit tersebut
diproduksi di Pabrik Jakarta (A) dan Pabrik Bandung (B).
Pabrik Jakarta memiliki kapasitas produksi 5.000 bungkus
biskuit per hari, sedangkan Pabrik Bandung 6.000 bungkus
Saldo KPR setelah 3 tahun per hari. Biaya produksi per bungkus di masing-masing
pabrik adalah sebagai berikut:

Asumsikan bahwa dana pelunasan dihitung dan biaya


admistrasi dibayar satu kali di awal oper KPR.
Denda pelunasan lebih cepat :
= 2% x 418.036.502 = 8.360.730,04 Anggaran produksi adalah Rp45 juta per hari untuk seluruh
pabrik. Berdasarkan data penjualan di masa lalu, Gogo
Jumlah uang yang harus disediakan : memperkirakan permintaan maksimum per hari adalah
= 418.036.502 + 8.360.730,04 = 426.397.232,04 6.000 bungkus biskuit keju dan 7.000 bungkus biskuit
kelapa. Harga jual biskuit keju Rp9.000 per bungkus, biskuit
kelapa Rp7.000 per bungkus. PT Gogo ingin tahu jumlah
produksi masing-masing jenis biskuit di setiap pabrik untuk
memaksimalkan laba. Penggunaan solver di Excel untuk
memecahkan masalah ini menghasilkan jawaban dan
sensitivity report berikut:

Jadi penghematan per bulannya yaitu


8.066.747,85 - 7.189.344,361 = 877.403,489
dengan membayar biaya administrasi 1x di awal sebesar
4.263.972,32 (1%x426.397.232,04).

UAS SEMESTER GENAP 2012-2013

METODE KUANTITATIF DALAM BISNIS

CLOSED BOOK

SOAL 1 (20 poin)


PT Obat Manjur memproduksi sejenis obat dari dua bahan.
Tiap bahan mengandung tiga jenis antibiotik dengan
proporsi yang berbeda. Satu gram bahan 1 mengandung 3
unit antibiotik 1, dan bahan 2 mengandung 1 unit
antibiotik 1, sementara obat tersebut membutuhkan
setidaknya 6 unit
antibiotik 1. Obat tersebut paling tidak harus mengandung
4 unit antibiotik 2, dan tiap bahan mengandung 1 unit
antibiotik 2 per gram. Obat itu juga paling tidak harus
mengandung 12 unit antibiotik 3, dimana bahan 1
mengandung 2 unit antibiotik 3 dan bahan 2 mengandung
6 unit.
Harga bahan 1 per gram adalah Rp8.000. Harga bahan 2
adalah Rp5.000. Perusahaan ingin merumuskan model
program linear untuk menentukan berapa gram bahan 1
dan 2 harus dimasukkan ke dalam obat tersebut guna
memenuhi persyaratan jumlah antibiotik sekaligus
meminimalkan biaya.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1436
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

5. Jika harga biskuit keju naik menjadi Rp9.500, apakah


terjadi perubahan pada solusi optimal dalam hal:
- Jumlah produksi masing-masing biskuit di setiap pabrik?
- Besarnya laba (naik atau turun berapa?)
6. Jika biaya produksi untuk masing-masing jenis biskuit di
Pabrik Jakarta (A) naik menjadi Rp3.000 per bungkus,
apakah terjadi perubahan pada solusi optimal dalam hal:
- Jumlah produksi masing-masing biskuit di setiap pabrik?
- Besarnya laba (naik atau turun berapa?)
7. Jika anggaran produksi per hari ditambah menjadi Rp50
juta per hari, apakah terjadi perubahan pada solusi optimal
dalam hal:
- Jumlah produksi masing-masing biskuit di setiap pabrik?
- Besarnya laba (naik atau turun berapa?)
8. Jika terjadi demo buruh di Pabrik Jakarta (A) yang
menyebabkan produksi turun menjadi separuhnya, apakah
terjadi perubahan pada solusi optimal dalam hal:
- Jumlah produksi masing-masing biskuit di setiap pabrik?
- Besarnya laba (naik atau turun berapa?)
SOAL BONUS (3 poin)
Berdasarkan print out Solver tersebut, formulasikan model
LP untuk masalah ini.
SOAL 3 (20 poin)
1. PT Blue Sky transportasi sedang menyusun rute
perjalanan untuk armada transportasinya dari kota Kupang
menuju Kota-kota di Daratan Timor. (1) Kupang, (2) SoE, (3)
Kefa, (4) Atambua, (5) Bobonaro,(6) Liquica, (7)Dili. Angka
yang tercantum dalam diagram di bawah menunjukkan
jarak. Sebagai karyawan baru di perusahaan tersebut, anda
diminta untuk membantu menentukan jarak terpendek
dari Kupang menuju ke 6 kota lainnya. (10 poin)

Pertanyaan (setiap pertanyaan memiliki bobot yang sama):


1. Sebutkan solusi optimal yang dihasilkan Solver:
- Berapa jumlah produksi masing-masing biskuit di setiap 2. PT Arwana Parcel adalah perusahaan jasa pengiriman
pabrik? parcel di Aceh. Menjelang lebaran, PT Arwana sudah mulai
- Berapa laba maksimum yang dihasilkan PT Gogo? bersiap2 untuk mengirimkan parcel ke berbagai daerah di
Indonesia dengan Pesawat. Sehubungan dengan
2. Pada Tabel 2, perhatikan kolom “Status”, tercantum: keterbatasan aramada dan melonjaknya penumpang maka
- Daily budget “Not Binding” ada keterbatasan beban yang dapat dikirim ke tiap daerah
- Max demand x1 “Binding” pada minggu terakhir Juli 2013. Berikut ini adalah rute yang
Apa maksudnya? mungkin dilewati untuk pengiriman Parcel dari Banda Aceh
(1) ke Makassar (7) angka dalam rute mencerminkan kuota
3. Pada Tabel 3, perhatikan kolom “Objective Coefficient”. yang dimiliki PT Arwana dalam ton pada minggu terakhir
Contoh: Production x1A = 7.000. Apa maksudnya? Dari Juli 2013. Tentukan berapa ton parcel yang bisa dikirim
mana asal angka ini? pada periode tersebut dan melalui rute mana saja. (10
poin)
4. Pada Tabel 3, tercantum final value produksi x2A = 0
dengan reduced cost (1000). Apa maksud angka-angka ini?

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1437
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

bernegosiasi dengan Sekarwati. Karena Anda baru saja


mempelajari mata kuliah MKDB, Anda mengusulkan untuk
menggunakan konsep Game Theory. Usulan Anda disetujui
dan CC melakukan survei untuk mengumpulkan data yang
diperlukan untuk implementasi Game Theory.
Hasil survei tesebut memberikan hasil sebagai berikut:
 Manajemen memiliki empat pilihan strategi: Alpha,
Bravo, Charlie, Gamma.
 Sekarwati memiliki empat pilihan strategi: Eka, Dwi,
Catur, Panca.
 Adapun jumlah nilai penyesuaian imbalan kerja(dalam
persentase) sesuai dengan pair of strategies adalah sebagai
berikut:

SOAL 4 (20 poin)


Bila kondisi cuaca baik, manajemen sebuah perkebunan
memperkirakan hasil panennya akan memiliki nilai pasar
sebesar Rp120.000.000. Bila kondisi cuaca buruk, panen
yang tidak dilindungi hanya akan memiliki nilai pasar
sebesar Rp80.000.000. Jika manajemen melindungi
panennya, nilai pasar dari panennya diperkirakan akan
tetap sebesar Rp120.000.000 bila cuaca ternyata baik, Karena Anda diketahui adalah mahasiswa FEUI yang telah
namun akan menjadi sebesar Rp180.000.000 jika cuaca mengambil mata kuliah Metode Kuantitatif dalam Bisnis
buruk benar-benar terjadi. Manajemen perkebunan harus dan telah mempelajari topik Game Theory, Anda diminta
mengeluarkan biaya sebesar Rp20.000.000 bila hendak untuk:
melindungi panennya dari cuaca buruk. a. Menentukan pay-off table yang tepat dalam
menggambarkan strategi jitu bagi SekarWati dan
PERTANYAAN: Manajemen. (5 poin)
A. Bagaimana gambar diagram decision tree untuk b. Menentukan strategi optimal bagi SekarWati dan
permasalahan di atas? (5 poin) Manajemen. (5 poin)
B. Berapa probabilita cuaca baik dan buruk akan terjadi c. Menentukan expected gains and losses bagi SekarWati
dimana manajemen perkebunan menjadi indifferent guna dan Manajemen dengan menunjukkan perhitungan yang
melindungi atau tidak melindungi panennya dari cuaca ada. (5 poin)
buruk? (5 poin)
C. Berdasarkan probabilita yang dihitung dari poin b di JAWABAN
atas, berapa nilai EVPI? (5 poin)
D. Jika manajemen berencana untuk membeli sebuah alat Soal 1
peramal cuaca yang diiklankan memiliki tingkat akurasi Misalkan:
hingga 90% untuk memprediksi cuaca baik maupun buruk, Bahan 1= gram
berapa harga maksimal yang bersedia dibayarkan oleh Bahan 2= gram
manajemen perkebunan untuk alat tersebut? Gunakan
juga probabilita yang dihitung dari poin b di atas. (5 poin)
SOAL 5 (15 poin)
Setiap bulan Desember, Serikat Karyawan PT Warung Tiga
(SekarWati) bernegosiasi kenaikan imbalan kerja untuk
tahun berikutnya dengan pihak manajemen. PT Warung
Tiga (PT Wati) adalah sebuah perusahaan yang
mengoperasikan outlet rumah makan aneka nasi goreng.
Dengan jumlah outlet sebanyak 350 buah di seluruh
Indonesia – dan jumlah ini terus bertambah setiap
bulannya – PT Wati adalah sebuah perusahaan padat
karya.
Jika dalam satu shift diperlukan 5 karyawan dan 1 koki, dan
rata-rata setiap outlet buka dalam 2 shift dari pukul 10.00  Minimize Z=Rp8.000 +Rp5.000
– 10.00 setiap harinya, maka imbalan kerja karyawan  Subject to:
merupakan salah satu komponen beban terbesar. Tidaklah
mengherankan jika manajemen PT Wati berusaha untuk
mengelola kenaikan imbalan kerja sedemikian rupa agar
tidak memberatkan laju perusahaan.
Crunchers Consultant (CC) tempat Anda bekerja diminta
untuk mendampingi manajemen PT Wati dalam

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1438
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Titik A (0,6) jual biskuit rasa keju (Rp9.000) dengan biaya produksi di
Titik B pabrik A (Rp2.000).
4. A = 0 dan reduced cost (1000) berarti solver
menyarankan untuk tidak memproduksi biskuit rasa kelapa
di pabrik A karena justru akan menimbulkan kerugian
sebesar Rp1.000 per bungkus. A baru dapat diproduksi jika
harga jual barang tersebut minimal Rp6.000 per bungkus
(Laba Rp5.000 + reduced cost Rp1.000)
Titik C 5. a. Tidak akan terjadi perubahan pada jumlah produksi
masing-masing pabrik karena jumlah produksi tidak
dipengaruhi oleh harga jual. Perubahan pada harga jual
hanya akan memengaruhi besarnya laba.
b. Laba akan meningkat karena harga jual bertambah
sedangkan jumlah produksi tetap.
Laba= (produksi x harga jual ) + (produksi x harga jual ) –
budget
Titik D (6,0) = (6000 x Rp9.500) + (5000 x Rp7.000) – Rp29.000.000
= Rp 63.000.000
Titik A: 8000(0) + 5000(6) = Rp30.000
Titik B: 8000(1) + 5000(3) = Rp23.000 Maka, laba akan bertambah sebesar
Titik C: 8000(3) + 5000(1) = Rp29.000 Rp63.000.000 – Rp60.000.000 = Rp3.000.000
Titik D: 8000(6) + 5000(0) = Rp48.000
6. a. Tidak akan terjadi perubahan pada jumlah produksi
PT Obat Manjur dapat meminimalkan biaya produksi masing-masing pabrik karena jumlah produksi tidak
dengan memproduksi sebesar nilai di titik B yaitu dengan 1 dipengaruhi oleh biaya produksi. Perubahan pada biaya
gram bahan I dan 3 gram bahan II. produksi hanya akan memengaruhi besarnya laba.
Soal 2 b. Laba akan berkurang karena biaya produksi semakin
1. a. Jumlah Produksi mahal sedangkan jumlah produksi tetap.
Laba= (produksi x harga jual ) + (produksi x harga jual ) –
budget
Laba= (6000 x Rp9.000) + (5000 x Rp7.000) – {(5000 x
Rp3.000) + (0 xRp3.000) + (1000 x Rp4.000) + (5000 x
Rp3.000)}
= Rp55.000.000
Maka, laba akan berkurang sebesar Rp60.000.000 –
Rp55.000.000 = Rp5.000.000
7. a. Berapapun besarnya pertambahan besarnya anggaran
b. Laba maksimum tidak akan memengaruhi jumlah produksi masing-masing
= (produksi x harga jual ) + (produksi x harga jual ) – budget pabrik karena daily budget telah optimal dan memenuhi
= (6000 x Rp9.000) + (5000 x Rp7.000) – Rp29.000.000 constraint, serta masih memiliki slack sebesar
= Rp 60.000.000 Rp16.000.000.
*Laba maksimum juga dapat dilihat dari tabel 1*
b. Karena tidak ada perubahan pada jumlah produksi,
2. a. Daily budget “Not Binding” berarti daily budget yang harga jual, dan biaya produksi maka tidak akan ada
telah memenuhi constraint namun digunakan lebih rendah perubahan pada laba. Shadow price dari penambahan
dari yang dianggarkan , sehingga ada kelebihan (left over) anggaran adalah 0.
sebesar Rp16.000.000. Hal ini menguntungkan karena
tidak menggunakan terlalu banyak budget. 8. a. Jumlah produksi masing-masing produk di pabrik A
akan berkurang menjadi separuhnya, sedangkan jumlah
b. Max demand “Binding” berarti produksi biskuit rasa keju produksi masing-masing produk di pabrik B tetap.
( X1) telah optimum karena besarnya sama dan memenuhi
constraint maksimum demand yang telah diprediksi b. Laba akan berkurang karena jumlah produksi di pabrik A
sebelumnya yaitu sebesar 6000 bungkus per hari. mengalami penurunan.
3. Objective coefficient merupakan laba yang diperoleh Laba= (produksi x harga jual ) + (produksi x harga jual ) –
dari penjualan setiap masing-masing produk dan . Contoh: budget
Production A = 7.000, berarti laba yang diterima dari = (3500 x Rp9.000) + (5000 x Rp7.000) – {(2500 x Rp2.000)
penjualan biskuit rasa keju ( X1) adalah sebesar Rp7.000 + (0 xRp2.000) + (1000 x Rp4.000) + (5000 x Rp3.000)}
per bungkus. Angka ini didapat dari pengurangan harga = Rp42.500.000

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1439
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Maka, laba akan berkurang sebesar


Rp60.000.000 – Rp42.500.000 = Rp17.500.000
SOAL BONUS
Maximize
Z = Rp9.000 A + Rp9.000 B + Rp7.000 A + Rp7.000 B
Subject to : A + 2000 B + 4000 A + 3000 B < 45.000.000

Soal 3
1.)

Soal 4

Total: 26+38+41+50+51+55 =261


b.

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1440
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

 Dengan kondisi indifferent,peluang terjadinya cuaca baik


sebesar 0.8 dan peluang terjadinya cuaca buruk sebesar (1-
0.8) = 0.2
B.)Indifferent adalah kondisi dimana seorang decision-
maker menjadi risk-neutral dalam menghadapi pilihan
karena ia mengharapkan Expected Monetary Value (EMV)
yang sama dari beberapa pilihan yang ada.
Misal:
p = peluang cuaca baik
(1-p) = peluang cuaca buruk
EMV (Melindungi) = EMV (Tidak melindungi)
(120-20)p + (180-20)(1-p) = 120p + 80(1-p)
p = 0.8
C.) EV (Melindungi) = (0.8 x Rp100 juta) + (0.2 x Rp160
juta) = Rp112 juta
EV (Tidak melindungi) = (0.8 x Rp120 juta) + (0.2 x Rp80
juta) = Rp112 juta
EV decision with given perfect information = (0.8 x Rp120
juta) + (0.2 x Rp160 juta) = Rp128 juta EV (Membeli alat)
EVPI = Rp128 juta – Rp112 juta = Rp16 juta = {0.9 x (Rp120 juta + Rp160 juta)} + {0.1 x (Rp100 juta +
Rp80 juta)} = Rp270 juta
D. EV (Tidak membeli alat) = Rp112 juta
Harga tertinggi yang bersedia manajemen perkebunan
bayarkan untuk membeli alat peramal cuaca tersebut tidak
lebih dari
Rp270juta - Rp112juta = Rp158 juta
Soal 5
Dari soal, Sekarwati menerapkan strategi offensive, dan
Wati menerapkan strategi defensive. Untuk itu, Sekarwati
menerapkan strategi maximin dan Wati menerapkan
strategi minimax.
a. Tabel Payoff.
Untuk dapat membuat table payoff, maka strategi 4x4
dieliminasi menjadi 2x2. Pilih strategi yang paling dominan.
TABLE STRATEGI SEKARWATI

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1441
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Untuk strategi Sekarwati (offensive) , terlihat bahwa


strategi Catur semuanya lebih kecil daripada strategi Eka,
oleh karena itu strategi Catur akan dieliminasi. Selain itu,
strategi Panca juga semuanya lebih kecil daripada strategi
Eka, oleh karena itu strategi panca akan di eliminasi.
TABLE STRATEGI WATI

Untuk strategi Wati (defensive), terlihat bahwa strategi


Alpha semuanya lebih besar dari strategi Bravo, oleh
karena itu strategi Alpha dieliminasi. Selain itu, strategi
Gama semuanya lebih besar dari strategi strategi Bravo
(dan juga Charlie) sehingga strategi Gama dieliminasi.
Sehingga table payoff nya menjadi:

Maximin (strategi Sekarwati) : 8


Minimax (strategi Wati) : 9
b. Mix strategy
Misal: p= probability Eka ; 1-p= probability dwi
10p-5(1-p) = 10p-5+5p = 15p-5…….............(1)
8p + 9 (1-p) = 8 p + 9-9p = -p+9……......……..(2)
15p-5 = -p+9
16p = 14
P = 0,875 -> p=eka
1-p = 0,125 -> 1-p=dwi
Misal x= probability Bravo ; 1-x= probability Charlie
10x + 8(1-x) = 10x+8-8x = 2x+8……....……….(1)
-5x+9(1-x) =-5x+9-9x =-14x+9……….......……(2)
2x+8 =-14x+9
16x = 1
X = 0,0625 -> Bravo
1-x = 0,9375 -> Charlie
Jadi, mix strategy:
1. Sekarwati : Strategi Eka=87,5% ; Strategi Dwi = 12,5%
2. Wati : Strategi Bravo= 6,25% ; Strategi Charlie = 93,75%
c. Expected gain : 15p-5
15*0,875 - 5 = 8,125%
Expected loss : 2x + 8
2*0,0625 + 8 = 8,125%

M a t a k u l i a h l a i n y a n g b e l u m a d a d i P D F i n i a k a n s a y a u p d a t e d i www. a k u n t a n s i d a n b i s n i s . wo rd p re s s . c o m
Contac t me : muhammad.f irman177@gmail.com /@f irmanmhmd (Line) 1442
PE1