Anda di halaman 1dari 13

Petunjuk Teknis Instalasi dan Penggunaan Update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 Versi

19.0.3

A. Petunjuk Instalasi
1. File update Aplikasi SAIBA tahun 2019 versi 19.0.3 terdiri dari:
a. Update_Aplikasi_SAIBA_19.0.3.exe.
b. Update_Referensi_SAIBA_19.0.3.exe.
2. Sebelum melakukan instalasi update Aplikasi SAIBA tahun 2019, agar dipastikan hal-hal
sebagai berikut:
a. Pada PC/laptop sudah ter-install Aplikasi SAIBA 2019 versi 19.0.2 dan Referensi
SAIBA versi 19.0.2.
b. Tersedia backup Aplikasi SAIBA 2019 sebelum melakukan update Aplikasi SAIBA
versi 19.0.3.
3. Lakukan instalasi update Aplikasi SAIBA 2019 versi 19.0.3 dengan menjalankan file
sebagaimana dimaksud dalam angka 1 di atas, dengan melakukan klik kanan >> run as
administrator.
4. Pastikan instalasi update Aplikasi SAIBA 2019 tahun 19.0.3 berhasil, dengan melakukan
pengecekan versi aplikasi dan referensi setelah login.

B. Penjelasan Update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 Versi 19.0.3


Update Aplikasi dan Referensi SAIBA versi 19.0.3 mencakup:
1. Penambahan akun untuk kategori tertentu pada menu Jurnal Penyesuaian
Sesuai Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-2157/PB/2019 tanggal 31
Desember 2019 hal Jadwal Rekonsiliasi, Penyusunan, dan Penyampaian Laporan
Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) Tahun 2019 Unaudited serta
Perlakuan Akuntansi atas Transaksi Akhir Tahun, satker mencatat dan menyajikan saldo
kas pada rekening Bendahara Pengeluaran atau Bendahara Penerimaan pada tanggal
pelaporan, sesuai dengan kondisi dan/atau peruntukan kas dimaksud.
Pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3, telah ditambahkan pasangan
jurnal pada beberapa kategori menu Jurnal Penyesuaian berikut untuk mempermudah
proses penjurnalan:
-2-

a. Kategori 7 (Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan)


Penambahan akun pada kategori ini meliputi penambahan akun pada sisi Kredit (K)
sebagai pasangan akun 111825 (Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan) yang
berada pada sisi Debit (D). Akun yang ditambahkan pada kategori ini yaitu:
1) 212191 (Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya);
2) 5xxxxx (Seluruh akun beban); dan
3) 425xxx (Seluruh akun Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainya).
b. Kategori 9 (Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran)
Pada kategori ini dilakukan penambahan seluruh akun Beban (5xxxxx) pada sisi
Kredit (K) sebagai pasangan akun 111821 (Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran)
yang berada pada sisi Debit (D). Akun yang ditambahkan pada kategori ini yaitu akun
212192 (Dana Pihak Ketiga).
c. Kategori 16 (Piutang Jangka Pendek)
Penambahan akun pada kategori ini meliputi penambahan akun seluruh Beban
(5xxxxx) pada sisi Kredit (K) sebagai pasangan akun 115212 (piutang Lainnya) pada
sisi Debit (D).

2. Pemutakhiran uraian dan penambahan referensi akun


a. Pemutakhiran uraian akun Dana Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3, telah dilakukan pemuktahiran
akun-akun terkait Dana PFK (penerimaan PFK, pengeluaran PFK, serta akun-akun
akrualnya) sesuai Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas
Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dan Keputusan Direktur
Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-304/PB/2019 tentang Pemutakhiran
Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar. Akun-akun tersebut digunakan
dalam potongan SPM namun tidak berdampak pada laporan satker karena
menggunakan identitas satker Bendahara Umum Negara (BUN)
b. Penambahan referensi akun terkait konsesi jasa
Pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3, telah ditambahkan referensi
akun terkait konsesi jasa sehubungan dengan rekomendasi Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun 2018, khususnya pada Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Komunikasi dan
Informatika sebagai berikut:

Kode Akun Uraian Akun


161211 Konsesi Jasa
161221 Konstruksi Dalam Pengerjaan - Konsesi Jasa
169112 Akumulasi Penyusutan Konsesi Jasa
221931 Kewajiban Konsesi Jasa
-3-

221932 Kewajiban Konsesi Jasa Skema Pembayaran Kepada Mitra


Kewajiban Konsesi Jasa Skema Pemberian Hak Usaha kepada
221933
Mitra
491315 Pendapatan Penyesuaian Konsesi Jasa
592212 Beban Penyusutan Konsesi Jasa
Kebijakan perlakuan serta penjurnalan transaksi terkait konsesi jasa akan diatur
dalam surat terpisah.

c. Penambahan referensi akun Belanja Penerimaan Royalti Paten kepada Inventor


Pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3, telah ditambahkan referensi
akun terkait Belanja Penerimaan Royalti Paten kepada Inventor untuk memenuhi
kebutuhan satker pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan akun 522152
( Belanja Imbalan Jasa Invensi). Bagi satker lingkup Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia yang memiliki transaksi dengan akun tersebut dan pada Aplikasi SAIBA
versi 19.0.2 muncul NULL atau uraian akun tidak ada, setelah melakukan update ke
Aplikasi SAIBA versi 19.0.3 agar melakukan proses posting ulang serta memastikan
bahwa jurnal yang terbentuk atas transaksi tersebut telah sesuai. Selanjutnya, satker
agar melakukan pengunggahan ulang data dari Aplikasi SAIBA ke Aplikasi e-
Rekon&LK.

3. Perbaikan pencatatan transaksi pengesahan hibah langsung Tahun Anggaran


Yang Lalu (TAYL)
Sesuai Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-1815/PB/2019 tanggal 28
November 2019 hal Penyelesaian Hibah Langsung Bentuk Uang/Barang/Jasa/Surat
Berharga Tahun Anggaran Yang Lalu, Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.2 telah
dapat mengakomodasi pencatatan pengesahan hibah langsung bentuk uang, barang,
dan jasa TAYL dengan menghasilkan jurnal pengesahan yang melibatkan akun
Pengesahan Hibah Langsung TAYL (391133).
Namun demikian, terdapat permasalahan pada proses pembentukan jurnal di mana
jurnal transaksi pengesahan hibah langsung bentuk uang TAYL tidak terbentuk
apabila sebelumnya telah terdapat transaksi pengesahan hibah langsung bentuk uang
Tahun Anggaran Berjalan (TAB) pada Aplikasi SAIBA. Selain itu, terdapat permasalahan
pada proses pembentukan jurnal atas transaksi pengesahan hibah langsung bentuk uang
TAB apabila sebelumnya terdapat transaksi pengesahan hibah langsung bentuk uang
TAYL sehingga terbentuk jurnal yang tidak sesuai. Hal ini telah diperbaiki pada
update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3.
Bagi satker yang mengalami permasalahan tersebut saat menggunakan Aplikasi SAIBA
versi 19.0.2, setelah melakukan update ke Aplikasi SAIBA versi 19.0.3, satker agar
melakukan proses posting ulang, dan pastikan jurnal terkait transaksi pengesahan hibah
langsung bentuk uang TAYL dan TAB telah terbentuk dengan semestinya. Selanjutnya,
-4-

satker agar melakukan pengunggahan ulang ADK dari Aplikasi SAIBA ke Aplikasi e-
Rekon&LK.

4. Menu transaksi penerimaan dari potongan SPM/SP2D satker lain


Sesuai dengan Surat Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Nomor S-
9910/PB.6/2018 tanggal 31 Desember 2018 hal pencatatan Transaksi Penerimaan
Negara yang Berasal dari Potongan SPM Satker Lain pada Aplikasi SAIBA, perlakuan
terhadap SPM yang mengandung data potongan berupa penerimaan negara dengan
identitas satker lain adalah sebagai berikut:
a. Satker penerbit SPM menyampaikan salinan dokumen SPM/SP2D yang di dalamnya
terdapat potongan SPM berupa transaksi penerimaan negara dengan identitas satker
lain kepada satker penerima pendapatan.
b. Berdasarkan salinan dokumen SPM/SP2D sari satker penerbit SPM, satker penerima
pendapatan merekam pada Aplikasi SAIBA melalui menu Transaksi >> Pendapatan,
dengan menyesuaikan kolom pengisian nomor NTB menjadi nomor SPM dan kolom
pengisian nomor NTPN menjadi nomor SP2D.
Pada Aplikasi SAIBA versi 19.0.3, telah disediakan menu khusus untuk mencatat
transaksi penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM satker lain, yaitu menu
Transaksi >> Penerimaan dari Potongan SPM/SP2D Satker Lain. Dengan demikian,
perekaman penerimaan dari potongan SPM satker lain tidak lagi dilakukan melalui menu
Transaksi >> Pendapatan.
-5-

Melalui menu ini, satker penerima pendapatan agar merekam data penerimaan
berdasarkan salinan SPM/SP2D yang diterima dari satker penerbit SPM sebagai berikut:
Tanggal dokumen Diisi dengan tanggal SPM
Nomor SPM Diisi dengan nomor SPM yang diterima dari satker penerbit
SPM
Kode KPPN Diisi dengan kode KPPN mitra kerja satker penerima
pendapatan
Nomor SP2D Diisi dengan nomor SP2D yang diterima dari satker penerbit
SPM
Tanggal Buku SP2D Diisi dengan tanggal SP2D
Kementerian/Lembaga Kolom ini terisi secara otomatis sesuai dengan user satker
Unit Organisasi Kolom ini terisi secara otomatis sesuai dengan user satker
Satuan Kerja Kolom ini terisi secara otomatis sesuai dengan user satker
Wilayah Kolom ini terisi secara otomatis sesuai dengan user satker
Akun Diisi dengan kode akun penerimaan
Program Diisi dengan kode program
Kegiatan Diisi dengan kode kegiatan
Output Diisi dengan kode output
Jenis Satker Kolom ini terisi secara otomatis sesuai kewenangan satker
Jumlah setoran Diisi dengan nilai penerimaan dalam Rupiah
Setelah mengisi seluruh data secara lengkap dan menyimpan data dimaksud, satker
melakukan proses posting dan memastikan bahwa terbentuk jurnal sebagai berikut:
-6-

D Utang kepada KUN xxx


K Pendapatan xxx/ Pengembalian Belanja xxx xxx LRA
Jurnal Kas

D Diterima dari Entitas Lain xxx LPE


K Pendapatan xxx/ Pengembalian Belanja xxx xxx LO
Jurnal Akrual

5. Penambahan jenis transaksi BMN


Sesuai Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-58/PB/2020 tanggal 24 Januari
2020 hal Rilis Update Aplikasi SIMAK BMN Versi 19.2 serta Petunjuk Teknis Pencatatan
dan Penyajian Koreksi Hasil Inventarisasi dan Penilaian Kembali Barang Milik Negara
Dalam Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2019 Menggunakan
Aplikasi SIMAK BMN dan SAIBA, satker diminta untuk melakukan pencatatan
perbaikan/koreksi hasil Inventarisasi dan Penilaian Kembali BMN (IP BMN) tahun 2017-
2018 beserta perbaikannya ke dalam Aplikasi SIMAK BMN, dalam rangka penyajian
dalam laporan keuangan tahun 2019. Pencatatan koreksi hasil IP BMN tersebut
memunculkan beberapa jenis transaksi BMN baru, antara lain:
a. Transaksi 238: Koreksi Hasil Revaluasi atas BMN Reklasifikasi Keluar Hasil
Inventarisasi.
b. Transaksi 240: Koreksi Reklasifikasi Masuk Akibat Koreksi Penilaian Kembali 225.
c. Transaksi 241: Koreksi Input Normalisasi Akibat Koreksi Penilaian Kembali 225.
d. Transaksi 242: Koreksi Transfer Masuk Akibat Koreksi Penilaian Kembali 224.
e. Transaksi 243: Koreksi Reklasifikasi Masuk Akibat Koreksi Penilaian Kembali 224.
f. Transaksi 244: Koreksi Input Normalisasi Akibat Koreksi Penilaian Kembali 224.
g. Transaksi 245: Koreksi Barang Berlebih Akibat Koreksi Penilaian Kembali.
h. Transaksi 335: Koreksi Reklasifikasi Keluar Akibat Koreksi Penilaian Kembali.
i. Transaksi 336: Koreksi Normalisasi Akibat Koreksi Penilaian Kembali.
Jenis transaksi BMN tidak berdampak pada laporan keuangan yang dihasilkan oleh
Aplikasi SAIBA. Jenis transaksi ini hanya muncul pada saat dilakukan rekonsiliasi internal
melalui menu Rekonsiliasi BMN >> Rekonsiliasi Periode Berjalan. Apabila terdapat jenis
transaksi BMN yang belum terdapat pada referensi SAIBA, maka rekonsiliasi ini akan
memuculkan jenis transaksi berupa NULL dan uraian tidak ada.
-7-

6. Penambahan penyajian buku besar untuk akun terkait kas pada BLU
Pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3, telah ditambahkan penyajian akun
pada Buku Besar Kas BLU di menu Laporan BLU atas perekaman jurnal manual yang
melibatkan akun Kas pada BLU (1119xx), Kas Lainnya di BLU (111826), Investasi
Jangka Pendek BLU (1133xx), Dana Kelolaan BLU yang Belum
Digulirkan/Diinvestasikan (165111), Kas BLU yang dibatasi Penggunaannya (166213),
beserta akun pasangannya untuk mempermudah penelusuran dan proses telaah laporan
keuangan BLU.

7. Perbaikan penyajian Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) BLU


a. Pada Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.2, penyajian LPSAL di menu Laporan
BLU terdapat nilai pos Pengembalian Pendapatan BLU TAYL yang belum
diperhitungkan dalam penjumlahan nilai pos SiLPA/SiKPA Setelah Penyesuaian,
sehingga mengakibatkan nilai SAL akhir yang tersaji pada LPSAL tidak tepat. Hal ini
telah diperbaiki pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3. Bagi satker
BLU yang mengalami permasalahan ini saat menggunakan Aplikasi SAIBA versi
19.0.2, setelah melakukan update ke Aplikasi SAIBA versi 19.0.3 agar melakukan
proses posting ulang serta melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa LPSAL
yang dihasilkan telah menyajikan saldo SAL akhir yang semestinya.
b. Selain itu, terdapat permasalahan penyajian LPSAL periode bulanan dimana nilai
SiLPA/SiKPA berbeda dengan nilai SiLPA/SiKPA di LRA sehingga mengakibatkan
nilai SAL akhir yang tersaji pada LPSAL periode bulanan tidak tepat. Hal ini telah
diperbaiki pada update Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.3. Bagi satker BLU
yang mengalami permasalahan ini saat menggunakan Aplikasi SAIBA versi 19.0.2,
setelah melakukan update ke Aplikasi SAIBA versi 19.0.3 agar melakukan proses
-8-

posting ulang serta melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa LPSAL periode
bulanan yang dihasilkan telah menyajikan saldo SAL akhir yang tepat.

8. Perbaikan terkait menu Pemulihan Pagu dari SSPB pada Satker BLU
Pada Aplikasi SAIBA Tahun 2019 versi 19.0.2 terdapat permasalahan dimana
perekaman pemulihan pagu karena ada pengembalian belanja terposting lagi sebagai
transaksi pengembalian belanja, sehingga transaksi pengembalian belanja tercatat dua
kali. Atas permasalahan tersebut telah diperbaiki dalam pada update Aplikasi SAIBA
Tahun 2019 versi 19.0.3. Bagi satker BLU yang mengalami permasalahan ini saat
menggunakan Aplikasi SAIBA versi 19.0.2, setelah melakukan update ke Aplikasi SAIBA
versi 19.0.3 agar melakukan proses posting ulang serta melakukan pengecekan untuk
memastikan bahwa tidak ada dobel catat atas transaksi pengembalian belanja yang
dilakukan pemulihan pagu.

C. Pengiriman Ulang ADK dari Aplikasi SAIBA ke Aplikasi e-Rekon&LK


1. Seluruh satker wajib melakukan pemutakhiran Aplikasi dan Referensi SAIBA versi 19.0.3.
2. Masing-masing satker agar mengidentifikasi seluruh pemutakhiran pada Aplikasi SAIBA
versi 19.0.3, untuk memastikan apakah pemutakhiran aplikasi tersebut berdampak pada
data laporan keuangan masing-masing.
3. Bagi satker yang terdampak oleh pemutakhiran Aplikasi SAIBA versi 19.0.3 dan telah
melakukan pengiriman data SAIBA bulan Desember 2019 ke Aplikasi e-Rekon&LK
menggunakan Aplikasi SAIBA versi 19.0.2, wajib melakukan proses kirim ulang data bulan
Desember 2019 ke Aplikasi e-Rekon&LK, dalam rangka rekonsiliasi dan penyusunan
Laporan Keuangan Tahun 2019 Unaudited.
4. Sebelum melakukan pengiriman ulang data SAIBA ke Aplikasi e-Rekon&LK, pastikan
bahwa proses kirim ulang dari Aplikasi Persediaan ke Aplikasi SIMAK BMN dan dari
Aplikasi SIMAK BMN ke Aplikasi SAIBA telah dilakukan.
5. Pada saat melakukan pengunggahan data SAIBA ke Aplikasi e-Rekon&LK, pastikan
muncul notifikasi bahwa proses upload data SIMAK berhasil dilakukan.
6. Pastikan bahwa saldo laporan keuangan antara Aplikasi SAIBA dengan Aplikasi e-
rekon&LK telah sesuai.
Petunjuk Teknis Penyelesaian Permasalahan pada Aplikasi Persediaan Versi 19.0.1a

Selain update Aplikasi dan Referensi SAIBA versi 19.0.3 sebagaimana dijelaskan dalam
Lampiran II, laporan keuangan tingkat satker disusun menggunakan Aplikasi dan Referensi
SIMAK BMN minimal versi 19.2 sebagaimana telah diatur dalam Surat Direktur Jenderal
Perbendaharaan Nomor S-58/PB/2020 tanggal 24 Januari 2020 tentang Rilis Update Aplikasi
SIMAK BMN Versi 19.2 serta Petunjuk Teknis Pencatatan dan Penyajian Koreksi Hasil
Inventarisasi dan Penilaian Kembali Barang Milik Negara/Lembaga Tahun 2019
menggunakan Aplikasi SIMAK BMN dan SAIBA serta Aplikasi Persediaan versi 19.0.1a
(dengan referensi versi 19.0.1) sebagaimana telah dirilis dengan Surat Direktur Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Nomor S-440/PB.6/2019 tanggal 15 Juli 2019 hal Rilis Update Aplikasi
Saiba Versi 19.0.2 dan Persediaan Versi 19.0.1a Dalam Rangka Penyusunan LKKL Semester
I Tahun 2019.
Dalam penggunaannya di lapangan, terdapat beberapa temuan terkait Aplikasi Persediaan
versi 19.0.1a dengan referensi versi 19.0.1 tersebut, sehingga dipandang perlu untuk
memberikan petunjuk teknis dalam menyelesaikan permasalahan sebagai berikut:
1. Perubahan Tampilan Laporan Rincian Persediaan UAKPB/UAPKPB
Pada Aplikasi Persediaan mulai versi 19.0.1 hingga versi 19.0.1a terdapat perubahan
tampilan pada Laporan Rincian Persediaan UAKPB/UAPKPB. Perubahan ini berupa
eliminasi barang persediaan yang telah bersaldo “nol”, sehingga hanya menampilkan
barang persediaan yang masih memiliki saldo akhir saja. Ilustrasi tampilan pada Aplikasi
Persediaan versi 19.0.1a adalah sebagai berikut:

Pada praktiknya di lapangan, beberapa satker memerlukan informasi atas barang yang
tidak memiliki saldo akhir namun terdapat saldo awal dan/atau terdapat mutasi pada tahun
anggaran berjalan, di mana atas barang tersebut tidak ditampilkan pada Laporan Rincian
Persediaan UAKPB/UAPKPB di Aplikasi Persediaan versi 19.0.1a.
-2-

Untuk memenuhi kebutuhan di atas, satker terlebih dahulu mengubah nama file exe
persediaan (rename) pada folder C:\persedia10\ dari “psedia19.exe” menjadi
“psedia19.0.1a.” sebagai berikut:

Setelah itu, lakukan instalasi ulang update Aplikasi Persediaan versi 19.0 dengan nama
file “update_psedia19.0.exe” yang dapat diunduh dari website Ditjen Perbendaharaan
dengan alamat https://djpb.kemenkeu.go.id. Setelah proses instalasi berhasil, satker
melakukan login Aplikasi Persediaan dengan cara dobel klik pada file “psedia19.exe”
sebagai berikut:

Laporan Rincian Persediaan UAKPB/UAPKPB dicetak seperti biasa sehingga diperoleh


laporan sebagai berikut:
-3-

Laporan Rincian Persediaan UAKPB/UAPKPB di atas menampilkan semua barang


persediaan baik yang memiliki saldo akhir maupun tidak, seperti Aplikasi Persediaan
versi sebelumnya dan dapat digunakan oleh satker sesuai keperluan.
Dalam hal laporan yang diperlukan telah diperoleh dan untuk menghidari login Aplikasi
Persediaan pada versi yang salah, satker agar mengubah nama file “psedia19.exe”
menjadi “psedia19.0.exe”, kemudian mengembalikan nama file “psedia19.0.1a.exe”
menjadi “psedia19.exe”. Untuk mengoperasikan Aplikasi Persediaan seperti biasa,
satker dapat menggunakan shortcut aplikasi yang terdapat pada desktop atau dengan
menjalankan “psedia19.exe” sehingga akan login pada Aplikasi Persediaan versi 19.0.1a.
Apabila diperlukan kembali pencetakan laporan sebagaimana dimaksud di atas, satker
dapat melakukan login kembali melalui dobel klik pada file “psedia19.0.exe”.

2. Opname Fisik Persediaan untuk Diserahkan/Dijual kepada Masyarakat/Pemda


Pada Aplikasi Persediaan tahun 2019 terdapat penggabungan menu di mana untuk
transaksi penyerahan/penjualan kepada masyarakat/pemda yang semula direkam pada
dua menu berbeda sesuai akun belanjanya yaitu menu Penyerahan/Dijual kepada
Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09) dan Penyerahan kepada Masyarakat/Pemda
DK/TP (kode transaksi K11), saat ini hanya direkam melalui satu menu, yaitu menu
Penyerahan/Dijual kepada Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09). Perubahan tersebut
berdampak pada perubahan akun beban, di mana beban yang terbentuk dari transaksi
penjualan/penyerahan persediaan ke masyarakat/pemda tidak lagi dipengaruhi oleh akun
belanjanya. Semula akun yang terbentuk saat transaksi penyerahan barang adalah akun
5261xx (Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda) dan akun 5262xx
(Beban Barang Fisik dan Penunjang Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan untuk
Diserahkan kepada Pemerintah Daerah) sesuai akun belanja, saat ini berubah menjadi
akun 59312x (Beban Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat) yang di-
mapping sesuai kode akun neraca persediaan.
Akun 59312x (Beban Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat) tersebut
dimungkinkan untuk dihasilkan dari dua menu, yaitu menu Penyerahan/Dijual kepada
Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09) dan menu Hasil Opname Fisik (P01 dan P02).
Perubahan sebagaimana dimaksud di atas telah diakomodasi pada Aplikasi Persediaan
versi 19.0 dan referensi 19.0, khususnya menu Penyerahan/Dijual kepada
Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09). Namun demikian, untuk perekaman pada menu
Hasil Opname Fisik masih menghasilkan akun beban yang lama, yaitu 5261xx dan
5262xx. Sebagai ilustrasi, pada bulan Januari 2019 pada satker Dinas Koperasi, UMKM,
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten X melakukan pengadaan Mesin Tenun yang
akan diserahkan kepada Industri Kecil Menengah (IKM) sebanyak 100 unit dan telah
diserahkan 85 unit sehingga terdapat saldo sebanyak 15 unit. Jurnal yang terbentuk pada
aplikasi persediaan adalah sebagai berikut.
-4-

Jurnal tersebut menunjukkan bahwa akun beban telah menggunakan akun 59312x
(Beban Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat). Apabila pada tanggal
pelaporan dilakukan opname fisik dan ditemukan bahwa ternyata masih terdapat 17 unit
Mesin Tenun maka satker melakukan perekaman pada menu Hasil Opname Fisik
sehingga menghasilkan jurnal sebagai berikut:

Berdasarkan jurnal tersebut, akun beban yang terbentuk adalah 5261xx (Beban Barang
untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda) yang seharusnya adalah akun 59312x
(Beban Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat) sesuai dengan akun
beban pada saat penyerahan.
Atas kondisi dimaksud di atas, dalam hal satker melakukan perekaman Hasil Opname
Fisik atas Persediaan untuk Diserahkan/Dijual kepada Masyarakat/Pemda, satker
melakukan jurnal manual pada SAIBA melalui menu Jurnal Penyesuaian kategori 11
(Koreksi Antar Beban) sebagai berikut:

D 526xxx Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat/ xxx


Pemda
K 59312x Beban Persediaan untuk dijual/diserahkan kepada xxx
Masyaraka
Jurnal apabila kuantitas hasil opname fisik > kuantitas pencatatan
-5-

D 59312x Beban Persediaan untuk dijual/diserahkan kepada xxx


Masyaraka
K 526xxx Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat/ xxx
Pemda
Jurnal apabila kuantitas hasil opname fisik < kuantitas pencatatan
Setiap jurnal manual yang dilakukan melalui Aplikasi SAIBA wajib dilengkapi dengan
Memo Penyesuaian yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, dengan dilampiri
dokumen pendukung terkait.

3. Jurnal Kirim atas Transaksi Hibah Keluar


Selain menu Penyerahan/Dijual kepada Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09)
sebagaimana dijelaskan dalam angka 2, Aplikasi Persediaan juga menyediakan menu
Hibah Keluar (kode transaksi K03). Yang membedakan dari kedua menu di atas adalah:
a. Menu Penyerahan/Dijual kepada Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09) hanya
dapat digunakan terhadap persediaan yang sejak awal diniatkan untuk
diserahkan/dijual kepada masyarakat/pemda, sehingga persediaan tersebut dicatat
menggunakan kode persediaan untuk diserahkan (1.01.05.xx.xxx.xxxxxx).
b. Menu Hibah Keluar (K03) digunakan untuk mengeluarkan persediaan yang diniatkan
awal untuk digunakan dalam operasional satker, namun kemudian diputuskan untuk
diserahkan kepada pihak lain di luar entitas pemerintah pusat (dihibahkan). Dengan
demikian, menu ini dapat digunakan untuk persediaan dengan kode
1.01.03.xx.xxx.xxxxxx.
Jurnal yang dihasilkan oleh kedua menu di atas seharusnya sama, yaitu 59312x (Beban
Persediaan untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat) sesuai kode akun aset di
neraca. Saat ini, jurnal yang dihasilkan oleh menu Hibah Keluar (kode transaksi K03)
masih menggunakan akun-akun 526xxx (Beban Barang untuk Diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda), sebagaimana jurnal yang dihasilkan oleh menu Penyerahan/Dijual
kepada Masyarakat/Pemda (kode transaksi K09) sebelum dilakukan penyesuaian.
Sehubungan dengan hal tersebut, bagi satker yang menggunakan menu Hibah Keluar
(kode transaksi K03) agar melakukan jurnal pada Aplikasi SAIBA melalui menu Jurnal
Penyesuaian kategori 11 (Koreksi Antar Beban) sebagai berikut:
D 59312x Beban Persediaan untuk dijual/diserahkan kepada xxx
Masyarakat
K 526xxx Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat/ xxx
Pemda
Jurnal untuk mereklasifikasi akun Beban 526xxx menjadi akun Beban 59312x
Setiap jurnal manual yang dilakukan melalui Aplikasi SAIBA wajib dilengkapi dengan
Memo Penyesuaian yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, dengan dilampiri
dokumen pendukung terkait.