Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Strategi Pembelajaran


Strategi pembelajaran berasal dari bahasa Latin yakni “Strategia” yang artinya
seni penggunaan rencana dalam meraih suatu tujuan. Pada mulanya, istilah itu sering
digunakan dalam dunia militer tetapi sekarang istilah ini sudah sering dipakai pada
berbagai bidang termasuk pembelajaran.
Strategi pembelajaran didefinisikan dengan sebuah perencanaan yang
mengandung rangkaian kegiatn yang dibentuk dalam sebuah tindakan (rangkaian
kegiatan) yang dirancan untuk meraih tujuan pendidikan tertentu.
Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, metode dan perangkat aktivitas yang
terencana untuk meraih tujuan pembelajaran. Definisi lain dari strategi pembelajaran
yaitu suatu rencana rangkaian kegiatan yang pada pemakaian metode dan penggunaan
akan semua sumber daya atau kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk
meraih tujuan tertentu.
Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam
perwujudan kegiatan belajar mengajar. Strategi pembelajaran dapat pula diartikan dengan
metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

B. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli


1. Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2. Kozma (dalam Sanjaya 2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih. yaitu yang
dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tereapainya
tujuan pembelajaran tertentu.
3. Gerlach dan Ely menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara
yangdipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan
pembelajaran tertentu. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi

2
pembelajaran dimaksud meliputi; sifat, lingkup, dan urutan kegiatan pembelajaran
yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
4. Dick dan Carey (1990 dalam Sanjaya, 2007) menjelaskan bahwa strategi
pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur
atau tahapan kegiatan belajar yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut mereka
strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiutan
belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program
pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
5. Cropper di dalam Wiryawan dan Noorhadi (1998) mengatakan bahwa strategi
pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. la menegaskan bahwa
setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam
kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.

C. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran Khusus AUD


Kostelnik (1999) mengemukakan tujuh jenis strategi pembelajaran khusus yang
relevan untuk diaplikasikan pada anak-anak yang berusia 3-8 tahun.
1. Kegiatan Eksploratori
Anak-anak banyak melakukan eksplorasi terhadap lingkungannya, baik dengan
benda, binatang, tanaman, manusia, peristiwa ataupun kejadian dalam kesehariannya.
Melalui kegiatan eksploratori anak menemukan sesuatu yang berhubungan dengan
dirinya dan memilih kegitan sesuai dengan minatnya. Dengan demikian anak
membangun pengetahuannya sendiri dengan cara aktif melakukan kegiatan (memegang
peranan utama).
Kegiatan eksploratori merupakan penggabungan dari strategi : meningkatkan
keterlibatan indera anak dengan mempersiapkan isyarat lingkungan yang dapat
merangsang dan memungkinkan anak terlibat secara bebas. Peran guru adalah
memfasilitasi penyediaan bahan-bahan dan peralatan bermain yang diperlukan.
2. Penemuan Terbimbing

3
Sasaran yang ingin dicapai dalam strategi penemuan terbimbing adalah agar anak
dapat membuat hubungan dan membangun konsep melalui interaksi dengan benda dan
manusia. Titik berat dari strategi ini adalah proses belajar anak dan bukan pada hasil
akhirnya.
Kegiatan pada penemuan terbimbing menggabungkan strategi modelling,
penghargaan yang efektif, menceritakan/ menjelaskan/ menginformasikan, do it signal
dan pertanyaan.
3. Pemecahan Masalah
Melalui strategi pemecahan masalah anak-anak merencanakan, meramalkan,
mengamati hasil-hasil tindakannya dan merumuskan simpulan. Dalam penerapanannya
strategi ini dapat digunakan untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu
alam dan juga untuk pemecahan masalah sosial. Contohnya memilih nama untuk
binatang kesayangan dalam sebuah cerita.
4. Diskusi
Strategi pembelajaran yang menunjukkan adanya interaksi timbal nalik atau
berbalas-balasan antara guru dengan anak.
Diskusi merupakan penggabungan dari strategi undangan, refleksi, pertanyan dan
pernyataan. Peran guru tidak dalam hal membimbing percakapan anak-anak, tapi lebih
kepada mendorong mereka menemukan gagasannya sendiri dan mengkomunikasikan
serta mengembangkan gagasan tersebut secara lebih luas pada orang lain, yaitu teman-
teman atau gurunya.
5. Belajar Kooperatif
Cohen (1994) mendefinisikan strategi pembelajaran belajar koperatif sebagai
strategi yang melibatkan anak-anak untuk bekerja sama dalam kelompok yang cukup
kecil dan setiap anak dapat berpartisipasi dalam tugas-tugas bersama.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan melalui strategi belajar kooperatif antara
lain: membuat lukisan kelompok, menari berpasangan, memasang puzzle berkelompok
dan lain-lain.
6. Demostrasi

4
Strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyajikan pengetahuan dan
keterampilan dengan cara memperlihatkan bagaimana proses terjadinya atau cara
bekerjanya sesuatu disebut demonstrasi.
Demonstrasi memadukan strategi umum pembelajaran 'do it signal', modelling
dan menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. Tiga langkah strategi pembelajaran
menurut Kostelnik (1999), yaitu: (1) meminta perhatian anak , (2) menunjukkan sesuatu
kepada anak, (c) meminta tanggapan atau respon.
7. Pengajaran Langsung
Pengajaran langsung adalah strategi pembelajaran yang digunakan untuk
membantu anak-anak mengenal istilah-istilah,strategi, informasi faktual dan kebiasaan-
kebiasaan (Driscoll, et. al 1996).Merupakan gabungan dari modelling, analisis tugas,
penghargaan efektif, menginformasikan, do it signal dan tantangan.
Dalam pengajaran langsung, guru mempunyai peranan yang sangat besar dalam
membuat keputusan-keputusan yang tepat tentang: apa, bagaimana dan kapan anak-anak
melaksanakan tugas-tugas tertentu.

D. Metode-Metode Strategi Pembelajaran


Dalam strategi pembelajaran juga dibutuhkan pengetahuan mengenai metode-
petode pengajaran yang ada di Taman Kanak Kanak agar penerapan strategi
pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan tujuan.
Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan yang sudah dipilih dan
ditetapkan. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk
mencapai tujuan. Metode pembelajaran ialah suatu cara atau sistem yang digunakan
dalam pembelajaran yang bertujuan agar anak didik dapat mengetahui memahami,
mempergunakan dan menguasai bahan pelajaran tertentu.Setiap guru akan menggunakan
metode sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. Metode yang dapat digunakan di
PAUD/TK adalah sebagai berikut:
a) Metode bercerita
Metode bercerita ialah metode yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian
kepada peserta didik. Kejadian atau peristiwa tersebut disampaikan kepada peserta
didik melalui tutur kata, ungkapan dan mimik wajah yang unik.Metode bercerita

5
dilakukan dengan berbagai cara diataranya adalah pertama guru menyampaikan cerita
dihadapan anak secara langsung, kedua mendengarkan anak menceritakan
pengalamannya, dan ketiga mengunakan media sebagai sarana dalam menyampaikan
cerita.
b) Metode tanya jawab
Metode tanya jawab ialah metode yang dimaksudkan untuk menanyakan sejauh
mana siswa telah mengetahui materi yang telah diberikan serta mengetahui tingkat
proses pemikiran siswa. Metode tanya jawab dilakukan dengan cara guru mengajukan
pertanyaan kepada anak didik dan anak didik tersebut menjawabnya atau sebaliknya.
c) Metode bernyanyi
Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair-
syair yang dilagukan. Biasanya syair-syair tersebut disesuaikan dengan materi-materi
yang diajarkan. Metode ini dilakukan pada saat klasikal dan pada saat-saat tertentu.
d) Metode Bermain
Metode bermain adalah metode yang menerapkan suatu permainan atau mainan
tertentu sebagai wahana pembelajaran siswa. Bermain adalah salah satu salah satu
kesukaan mayoritas anak usia dini. Semua anak suka bermain ,meskipun sifatnya
sangat sederhana. Oleh karenanya metode ini rasanya sangat cocok bila diterapkan
dalam pembelajaran anak usia dini.
e) Metode bercakap-cakap
Metode bercakap-cakap adalah metode cakap-cakap dilakukan dengan cara guru
dan anak saling mengkomunikasikan pikiran, gagasan, ide, dan perasaan secara
verbal
f) Metode Karya Wisata
Metode karya wisata adalah suatu metode yang mengajak peserta didik kesuatu
tempat tertentu untuk mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan materi yang
diajarkan. Guru membawa anak-anak ke objek-objek yang sesuai dengan tema untuk
mendapatkan pengalaman belajar yang dilakukan melaui observasi.
g) Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode yang memperagakan atau mempertunjukan
suatu cara atau keterampilan kepada anak dengan tujuan agar anak memahami dan

6
melakukan dengan benar. Dengan kegiatan demonstrasi guru dapat meningkatkan
pehaman anak melalui penglihatan dan pendengaran.
h) Metode eksprimen
Metode ini memberikan pengalaman dan sekaligus mengamati akibat dari apa ang
dilakukan anak. Contohnya air dipanaskan, air dicampur dengan minyak, warna
dicampur, balon ditiup dan lalin sebagainya
i) Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas ini dilakukan oleh guru dengan meminta anak
mengerjakan tugas yang telah dipersiapkan oleh guru. Metode ini juga memberikan
kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan tugasnya sendiri secara tuntas dan
melaksanakan kegiatan dengan nyata.
j) Metode proyek
Metode proyek ialah salah satu metode yang digunakan untuk melatih
kemampuan anak memecahkan masalah yang dialami anak dalam kehidupan sehari-
hari.
k) Metode sosio drama
Metode sosiodrama merupakan pemberian pengalaman kepada anak dengan
bermain peran. Dimana anak diminta untuk melakukan atau memainkan peranan
tertentu dalam suatu permainan peran.
l) Metode Pembiasaan
Metode pembiasaan merupakan metode pembelajaran yang membiasakan suatu
aktivitas kepada seorang anak atau peserta didik. Adanya metode ini dilatar belakangi
dan dipengaruhi oleh teori behaviorisme. Dalam konteks ini anak dibiasakan
melakukan perbuatan yang positif (baik) sehingga akan tercermin dalam kehidupan
sehari-hari

Berdasarkan uraian diatas dapat dimpulkan bahwa metode diatas dapat diterapkan
pada anak usia dini, hanya saja dalam penerapannya harus disesuaikan dengan materi
pembelajaran yang akan diberikan oleh guru. Untuk memaksimalkan metode yang ada
dibutuhkan kreativitas seorang pendidik dalam mengaplikasikan pada kegiatan
pembelajaran.

7
E. Kelemahan dan Kelebihan Strategi Pembelajaran Khusus AUD

1. Kelebihan Strategi Pembelajaran Khusus sebagai berikut :


a. Anak-anak memilki peran yang utama dalam kegiatan belajarnya
,sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan bahan-
bahan dan peralatan bermain serta informasi yang diperlukan oleh anak.
Strategi yang dimaksud adalah kegiatan eksploratori, penemuan
terbimbing, diskusi, pemecahan masalah dan belajar koorperatif.
b. Anak belajar bertanggungjawab dari dirinya dan dari orang lain melalui
belajar kooperatif.
c. Meningkatkan daya pikir anak dalam kemampuan mengenal, mengingat,
berfikir konvergen atau berfikir induktif dan berfikir
evaluatif( Moeslicahtun).
d. Keuntungan menggunakan pembelajaran langsung adalah efisien dalam
waktu dan guru dapat mengetahui hasil belajar anak dengan segera.
2. Kelemahan Strategi Pembelajaran Khusus :
a. Dalam kegiatan eksploratori, guru harus dapat membatasi penggunaan
strategi 'do it signal' atau pertanyaan yang membimbing anak berfikir sesuai
dengan arahan-arahan khusus dari guru agar dapat menemukan
pengetahuannya sendiri melalui eksploratorinya.
b. Strategi pembelajaran yang sifatnya searah dari guru ke murid menjadi
penyebab anak pasif dan menjadi objek pembelajaran pada strategi
demonstrasi dan pengajaran langsung.

F. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran


Penentuan strategi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran tidak boleh
sembarangan mengingat karakteristik masing-masing strategi pasti berbeda. Untuk dapat
menentukan strategi yang tepat, seorang pendidik hendaknya terlebih dahulu memahami
kriteria-kriteria dalam memilih strategi pembelajaran. Seperti halnya disampaikan oleh
Mager, kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

8
1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran terkait tipe perilaku yang diharapkan dapat
dicapai oleh peserta didik. Misalnya, dalam menyusun bagan analisis
pembelajaran, metode yang paling dekat dan sesuai kehendak tujuan
pembelajaran lkhusus (TPK) adalah latihan atau praktik langsung.
2. Memilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan
dimiliki peserta didik di dunia kerja kelak.
3. Menggunakan media sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indra
peserta didik. Artinya, dalam Satuan-satuan waktu yang bersamaan, peserta didik
melakukan aktivitas fisik dan psikis.
Menurut Gerlach dan Ely, pola umum pemilihan strategi pembelajaran dapat
digambarkan sesuai bagai berikut.