Anda di halaman 1dari 2

http://azellyaxs.blogspot.com/2008/08/sterilisasi-alat-dan-bahan.

html

PRATIKUM MIKROBIOLOGI UMUM METODE ASEPTIS DAN STERILISASI


By kutankrobek

Teknik aseptis sangat penting dalam pengerjaan mikrobiologi yang memerlukan ketelitian
dan keakuratan disamping kesterilan yang harus selalu dijaga agar terbebas dari kontaminan
yang dapat mencemari. Populasi mikroba di alam sekitar kita sangat besar dan komplek.
Beratus-ratus spesies berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam bagian tubuh
kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Sekali bersin terdapat beribu-ribu
mikroorganisme sehingga diperlukan teknik yang dapat meminimalisirnya seperti
pengisolasian (Pelczar & Chan, 1986).
Salah satu teknik dasar dalam analisa mikrobiologi adalah teknik transfer aseptis (suatu
metode atau teknik di dalam memindahkan atau mentransfer kultur bakteria dari satu
tempat ke tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba lain ke
dalam kultur). Teknik ini sangat esensial dan kunci keberhasilan prosedur mikrobial yang
harus diketahui oleh seorang yang hendak melakukan analisis mikrobiologi. Pengambilan
sampel harus dilakukan secara statistik agar tidak bias, jadi secara acak (random sampling).
Selain itu, digunakan teknik aseptis selama pengambilan sampel agar tidak terjadi
pencemaran. Alat-alat yang digunakan harus steril. Bahan makanan cair diambil dengan
pipet steril, makanan padat menggunakan pisau, garpu, sendok atau penjepit yang steril
(Afrianti, 2004).
Tujuan dari percobaan ini adalah agar praktikan dapat memindah biakan dari satu media ke
media yang lain dan mampu melakukan kerja aseptis.
Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang teradapat pada
suatu benda. Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas
(pemijaran dan udara panas); penyaringan; penggunaan bahan kimia (etilena oksida, asam
perasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin) (Hadioetomo, 1993).
Sterilisasi merupakan hal yang penting dalm melakukan aktivitas laboratorium terutama yang
melibatkan mikrobia. Karena pada umumnya percobaan yang dilakukan menggunakan kultur
murni. Seandainya sterilisasi tidak dikerjakan maka mikroba kantaminan akan tumbuh dan
hasil yang seharusnya diperoleh dari percobaan menggunakan kultur murni akan
menimpang.

Sterilisasi yang umum dilakukan dapat berupa:

a. Sterilisasi secara fisik (pemanasan, penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat
dilakukan selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat
temperatur atau tekanan tinggi). Dengan udara panas, dipergunakan alat “bejana/ruang
panas” (oven dengan temperatur 170o – 180oC dan waktu yang digunakan adalah 2 jam
yang umumnya untuk peralatan gelas).

b. Sterilisasi secara kimia (misalnya dengan penggunaan disinfektan, larutan alkohol, larutan
formalin).

c. Sterilisasi secara mekanik, digunakan untuk beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi
atau tekanan tinggi akan mengalami perubahan, misalnya adalah dengan saringan/filter.
Sistem kerja filter, seperti pada saringan lain adalah melakukan seleksi terhadap partikel-
partikel yang lewat (dalam hal ini adalah mikroba) (Suriawiria, 2005)

DAFTAR PUSTAKA
Afrianti, L. H. 2004. Menghitung Mikroba pada Bahan Makanan. http://www.pikiran-
rakyat.com/
diakses tanggal 7 April 2007.

Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.

Lim,D. 1998. Microbiology, 2nd Edition. McGrow-hill book, New york.

Pelczar, M. J. dan E. C. S. Chan1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. UI Press, Jakarta.

Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta

Zubaidah, Elok. 2006. mikrobiologi umum. Universitas Brawijaya. Malang

http://kutankrobek.wordpress.com/2009/10/20/pratikum-mikrobiologi-umum-
metode-aseptis-dan-sterilisasi/