Anda di halaman 1dari 21

20

2.2 Kajian Pustaka dan Hipotesis

2.2.1 Kajian Pustaka

2.2.1.1 Pengertian Memory

Manusia memiliki memori untuk menyimpan berbagai informasi yang

diperolehnya. Memori menjadi elemen pokok dalam sebagian besar funsi kognitif,

memori membantu seseorang untuk mengambil, menyimpan, mengolah, serta

mengambil kembali informasi yang telah di simpan untuk digunakan kembali.

Memori atau ingatan adalah penyimpanan informasi di setiap waktu. Para

psikolog pendidikan mempelajari bagaimana informasi ditemukan atau dipanggil

kembali untuk tujuan tertentu di waktu yang akan datang [ CITATION San09 \l

1057 ]. Adapun Tulving dan Craik dalam [ CITATION Ste06 \l 1057 ]

mengungkapkan bahwa memori adalah cara bagaimana individu mempertahankan

dan menarik pengalaman-pengalaman masa lalu untuk digunakan saat ini.

Kemudian Walgito (2010) lebih memandang memori sebagai hubungan

antara pengalaman saat ini dengan pengalaman masa lalu, akan tetapi memori

tidak hanya sebatas hubungan antara pengalaman dengan masa lampau namun

lebih jauh daripada hal tersebut. Memori merupakan kekuatan jiwa untuk

menerima, menyimpan dan memproduksikan kesan-kesan yang dialami maupun

yang pernah dialami. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas maka dapat

disimpulkan bahwa memori adalah suatu kemampuan individu dalam menyimpan

informasi baik yang bersifat sementara maupun bertahan lama. Hal ini tergantung

sesuai seberapa sering seseorang melakukan latihan atau pengulangan informasi


21

sehingga informasi tersebut tersimpan dan dapat digunakan atau memanggil

kembali sesuai dengan situasi yang dibutuhkan.[ CITATION Wal102 \l 1057 ].

B. Jenis-jenis Memory

1. Memori Sensoris

Shiffrin (1968) mengatakan bahwa memori sensori adalah ingatan yang

berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh panca

indra. Memori sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat

setelah stimulus diambil. Jadi, dalam diri individu ada beberapa macam

sensori-motorik, yaitu sensori-motorik visual dan sensori-motorik auditory.

Memori sensorik cukup pendek dan biasanya akan menghilang segera setelah

apa yang kita rasakan berakhir. Contoh, ketika individu melihat maka individu

akan melihat beberapa stimulus saat berjalan selama beberapa menit. Meskipun

perhatian individu tertuju oleh sesuatu yang dilihat, maka individu akan tetap

segera melupakan apa yang dilihat sebelumnya. Individu melupakannya karena

ada sesuatu yang lain yang lebih menarik perhatiannya, dari sekian banyaknya

stimulus yang ditangkap oleh indra penglihatan.

Ketika individu mendengar, melihat, dan meraba stimulus tersebut akan

diubah menjadi impuls-impuls neural (bentuk neuron) dan dikirim ke bagian-

bagian tertentu dari otak. Proses tersebut berlangsung dalam sepersekian detik,

sehingga individu cenderung akan cepat lupa ketika sudah menerima stimulus

lainya. Pada dasarnya memori sensoris berkapasitas besar untuk menyimpan

informasi, akan tetapi yang disimpan akan cepat menghilang dan dikatakan

bahwa informasi tersebut akan hilang setelah sepersepuluh detik, lalu akan
22

menghilang sama sekali setelah lewat dari satu detik. Keberadaan memori

sensoris mempunyai peran yang penting dalam hidup manusia. Individu

hendaknya menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi tersebut

ingin diingat. Dengan begitu ada proses seleksi dari kesadaran, mana informasi

yang diperlukan dan mana yang tidak[ CITATION Lin122 \l 1057 ].

2. Short term memory

Suatu sistem penyimpan informasi aktif yang memiliki kemampuan untuk

menampung informasi secara sementara ketika individu sedang melakukan

pekerjaan secara kognitif. Short term memory ini hanya memilki jumlah

kapasitas terbatas yakni informasi hanya bisa bertahan selama setengah menit

atau secara umum kapasitasnya hanya mampu menyimpan informasi dalam

satu waktu sebanyak tujuh informasi [ CITATION Wad082 \l 1057 ] . Keterbatasan

kapasitas short term memory mengakibatkan informasi hanya bertahan

sementara sehingga diperlukan metode tertentu untuk dapat mempertahankan

informasi yang lama. Terdapat beberapa metode tertentu salah satunya adalah

pengulangan (rehearsal) merupakan upaya menyimpan informasi dengan

berpikir secara berulang dari informasi yang akan di ingat. Contoh ketika

seorang hafiz Al-Qur`an ingin menghafal suatu ayat maka ayat tersebut akan di

baca secara berulang sehingga hafiz tersebut mampu mengingatnya.

Selanjutnya adalah metode pengelompokan yang merupakan suatu upaya

untuk menyimpan informasi dengan mengelompokkan atau memaketkan

informasi secara teratur. Contoh ketika individu ingin mengingat nomor

ponselnya yaitu 089768365729 maka dengan cara pengelompokan menjadi


23

089-768-365-729 akan memudahkan untuk diingat kembali [ CITATION Kin14 \l

1057 ]. kunci utama dalam dua metode ini adalah dengan mengandalkan

kesadaran dan atensi. Memori jangka pendek akan lebih mudah digunakan jika

individu dalam keadaan sadar dan memberi atensi pada informasi yang

ditampilkan. Atensi yang terfokus (selective attention) akan meningkatkan

kinerja short term memory karena informasi yang menjadi pusat perhatian

hanya akan mendapatkan sedikit gangguan [ CITATION Lin122 \l 1057 ].

3. Long term memory

Long term memory adalah sebuah penyimpanan yang relatif permanen

atau bersifat panjang [ CITATION Shi68 \l 1057 ]. Penyimpanan memori ini

sangat luas yang berarti dapat berlangsung selama beberapa menit, hingga

seumur hidup. Secara umum long term memory dapat dikatakan sebagai

tempat penyimpanan yang berupa gudang artinya semua informasi yang saat

ini tidak diperlukan maka dapat dipanggil kembali jika ingin digunakan.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa long

term memory adalah tujuan akhir dari informasi yang diperoleh setelah

melewati beberapa proses mulai dari tahap sensori memori di mana informasi

didapatkan dari ke lima panca indra kemudian masuk kedalam short term

memory yang kemudian terjadi lagi proses seleksi sehingga informasi sampai

pada long term memory[ CITATION Hud06 \l 1057 ].


24

Tulving (1972) mengatakan bahwa long term memory dibagi menjadi 3

bagian yaitu:

a. Memori Semantik

Memori semantik menyimpan pengetahuan terorganisir tentang dunia

secara umum. Hal-hal berupa ingatan ataupun fakta-fakta, informasi,

dan sebagainya. Termasuk pengetahuan tentang kata-kata dan informasi

fakta lainnya. Sebagai contoh, individu tahu bahwa kata semantik

berhubungan dengan kata meaning, dan individu tahu bahwa Jakarta

adalah ibu kota dari Indonesia.

b Memori Episodik

Memori episodik, berfokus pada ingatan pada peristiwa yang terjadi

pada individu itu sendiri. Memori ini memungkinkan individu untuk

melakukan perjalanan mundur untuk mengenang episode sebelumnya dalam

kehidupan. Sebagai contoh untuk kejadian yang terjadi sepuluh tahun yang

lalu bisa diingat kembali.

c Memori Prosedural

Memori prosedural yaitu memori yang mengacu pada pengetahuan

prosedural. Terkait pada pengetahuan umum individu tentang bagaimana

melakukan sesuatu. Misalnya, individu tahu cara mengendarai sepeda, tahu

cara mengikat tali sepatu dengan baik dan benar, tahu cara mengirim pesan

elektronik ke teman dan sebagainya.


25

C. Faktor-faktor Yang Memengaruhi Memori

Suharnan (2005) menjelaskan ada beberapa faktor-faktor yang

mempengaruhi daya ingat antara lain:

1. Efek posisi serial

Sejumlah informasi berupa objek yang disajikan secara berurutan

mempengaruhi ingatan seseorang. Objek yang berada pada posisi awal dan

akhir akan cenderung diingat lebih baik dari pada item-item atau objek yang

berada diurutan tengah. Informasi atau item-item yang terletak dibagian

awal akan lebih dulu dimasukkan kedalam memori jangka pendek, sehingga

memungkinkan dilakukan pengulangan di dalam pikiran secara memadai

untuk kemudian dipindahkan dalam ingatan jangka panjang. Bagi informasi

yang terletak di bagian tengah, ketika memasuki ingatan jangka pendek

bersamaan waktunya dengan proses pengulangan informasi dibagian awal,

sehingga hanya sedikit kapasitas pengulangan informasi kembali yang

terletak dibagian tengah. Dengan demikian informasi tersebut belum diulang

kembali diingatan jangka panjang

2. Keahlian

Keahlian merupakan kombinasi antara ilmu pengetahuan dan

kemampuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu atau memecahkan

permasalan. Ciri orang yang memilki keahlian adalah orang tersebut akan

lebih mudah mengingat informasi baru dengan baik apabila memiliki latar

belakang pengetahuan yang cukup baik di bidang tersebut. Misalnya orang

yang ahli dalam bidang sistem akuntansi maka orang tersebut akan mudah
26

memahami dan mengoprasikan sistem yang berbasis teknologi komputer

karena sudah menyimpang informasi yang berupa ilmu pengetahuan tentang

sistem akuntansi dalam memorinya sehingga dapat menghasilkan informasi

akuntansi yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan dalam rangka

peningkatan kinerja pemerintah.

3 Pemberian kode khusus

Prinsip pemberian kode khusus adalah seorang akan mudah mengingat

kembali suatu peristiwa yang terjadi hanya jika sesuai dengan bekas yang

ditemukan dalam ingatannya. Seorang yang melakukan pemberian kode

terhadap informasi yang ingin dimasukkan dalam memorinya akan

melakukan suatu keterampilan yang didukung oleh sikapnya yang optimis

dalam mengingat kode khusus yang telah dibuat sebelumnya. Sehingga

informasi lainnya yang tidak diberikan kode khusus tertentu akan diabaikan

dan atensi lebih terpusat pada informasi yang memiliki kode.

4 Emosi dan efek

Pertama “Pollyanna Principles” yaitu suatu informasi yang secara

emosi menyenangkan biasanya diproses lebih efisien dan tepat dari pada

informasi yang mengandung kesedihan. Kedua, kesamaan suasana hati

(mood constuence) yaitu ingatan menjadi lebih baik jika bahan yang

dipelajari sama dengan suasana hati yang berlangsung pada saat itu.

Ingatan seseorang dipengaruhi oleh perhatian, minat, daya konsentrasi,

emosi dan kelelahan. Semakin kuat minat dan atensi maka semakin

melekat informasi yang diterima.


27

2.2.1.2 Mnemonic

Kata mnemonic berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni dari kata

mnemosyne yang artinya dewi memori atau ingatan [ CITATION Hig03 \l 1057

]. Belajar secara mnemonic adalah nama lain dari belajar dengan jembatan

keledai. Belajar cara ini memanfaatkan makna keterhubungan antara apa

yang mudah dipahami dengan sesuatu yang dipelajari. Teknik memori

atau mnemonic merupakan suatu sistem tentang kode memori yang

membuat orang ingat dengan sempurna apapun yang ingin diingatnya.

[ CITATION Buz06 \l 1057 ].

Mnemonic dapat didefinisikan sebagai suatu teknik untuk

mengingat. Menurut Muhibbin Syah mnemonic adalah kiat khusus yang

dijadikan “alat pengait” mental untuk memasukkan item-item informasi ke

dalam akal siswa. Mnemonic adalah suatu strategi meningkatkan daya

ingat seseorang agar ingatan tersebut dapat tersimpan dan terserap dengan

baik dalam memori seseorang. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik

kesimpulan bahwa pengertian mnemonic adalah salah satu strategi

pembelajaran dalam meningkatkan daya ingat seseorang dengan

menggunakan suatu bantuan jembatan keledai dalam proses pengodean,

penyimpanan, dan pemanggilan kembali suatu informasi.[ CITATION

Muh111 \l 1057 ].

2.2.1.3 Chunking

Chunking berhubungan dengan tindakan menyusun ulang atau

mencacah suatu pengalaman atau informasi ke dalam potongan yang lebih


28

besar atau dalam potongan-potongan yang lebih kecil. Dengan kata lain

chunking berarti mengatur atau mengelompokkan bagian yang terpisah

dari informasi bersama. Chunking dapat membuat proses penghafalan

menjadi lebih mudah dan ada kemungkinan bahwa individu akan

mengingat hal itu dikemudian hari [ CITATION Rob07 \l 1057 ]

Jenis-jenis kelompok juga dapat bertindak sebagai petunjuk untuk

membantu individu dalam mengingat apa yang ada pada masing-masing

kelompok. Chunking menggabungkan item yang terpisah dari informasi ke

unit besar, potongan, dan kemudian mengingat potongan informasi dari

item individu. Jadi, chunking adalah suatu metode yang digunakan untuk

mengingat dengan kuat yang sangat membantu meningkatkan jumlah

informasi yang dapat diandalkan dalam memori jangka pendek.

Contohnya adalah ketika individu menghafal nomor telepon maka sering

digunakan dalam penggunaan chunking, biasanya akan membagi nomor

tersebut kedalam 3 atau 4 bagian, sehingga dengan demikian akan lebih

mudah mengingat dan menghafal nomor tersebut [ CITATION Rob07 \l

1057 ].

2.2.1.4 Forgetting.

1. Decay theory

Informasi yang masuk atau yang disimpan akan semakin melemah

sehingga informasi tersebut akan sulit untuk diingat kembali dari

penyimpanan atau bahkan akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

Contohnya adalah seorang pelajar telah melupakan materi


29

pembelajarannya saat akan mengikuti ujian karena 2 hari sebelum ujian,

pelajar tersebut tidak pernah belajar dan mengulang kembali materi yang

telah didapat pada pembelajaran sebelumnya. Maka dari itu perlunya

untuk selalu melakukan pengulangan karena dengan pengulangan akan

membantu informasi untuk tetap bertahan pada long term memory

[ CITATION Shi68 \l 1057 ].

2. Interference theory

Informasi yang telah didapatkan akan diganggu oleh informasi yang

baru ketika individu tersebut belajar sesuatu yang baru. Begitupun dengan

sebaliknya informasi yang baru pun akan terganggu dengan informasi

yang sudah lama tersimpan dalam memori. Contohnya adalah memori

individu mengenai bahan‐bahan yang dipelajari pada mata pelajaran

biologi mungkin akan terganggu oleh bahan‐bahan yang dipelajari pada

mata pelajaran fisika yang diberikan sesudah mata pelajaran biologi

(Sternberg, 2006).

3. Cuedependent theory

Kegagalan untuk mendapatkan akses pada informasi di memori

jangka‐panjang bisa saja terjadi, sehingga individu menjadi lupa.

Kegagalan untuk mendapatkan akses informasi yang telah tersimpan

disebabkan tanda‐tanda yang dipakai untuk mendapatkan akses informasi

adalah tidak efektif atau tidak tepat. Maka dapat dikatakan, forgetting

adalah masalah kegagalan mengambil kembali informasi yang telah

disimpan dalam memori akibat tanda‐tanda yang kurang tepat. Misalnya,


30

seorang guru individu di SD pada masa lalu (30 tahun lalu) ada yang

bernama Pak Suharto dengan ciri‐ciri tinggi besar, berkulit hitam,

berkumis tebal, ramah dan suka bermain gitar. Hari ini akan bertemu

dengan bekas teman di SD dan ia lupa nama pak Suharto. Kemudian diberi

tahu kepadanya bahwa Pak Suharto itu laki‐laki yang sudah menikah dan

tetap saja bekas teman tersebut tidak mampu mengingat nama Pak

Suharto. Baru ketika bilang bahwa Pak Suharto itu berbadan tinggi

berkulit hitam, maka bekas teman tersebut langsung bisa menyebutkan

nama Pak Suharto [ CITATION Ell93 \l 1057 ].

2.2.2 Hipotesis

2.2.2.1 Individu

Ada perbedaan ketepatan individu dalam mengingat huruf jika dalam bentuk

kata (chunking).

2.2.2.2 Kelompok

Ada perbedaan ketepatan kelompok dalam mengingat huruf jika dalam bentuk

kata (chunking).

2.3 Metode Penelitian

2.3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan The

One Shot Case Study.

2.3.2 Sarana Penelitian


31

Sarana yang digunakan dalam penelitian ini adalah seperangkat komputer

jinjing.

2.3.3 Prosedur Penelitian

Prosedur yang dijalankan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Peneliti mempersiapkan segala sesuatunya termasuk sarana yang akan

digunakan.

2. Cara mengaktifkan program:

a. Aktifkan INTPSYCH dengan menekannya dua kali (double click).

b. Masukkan nama depan anda, tekan ENTER masukkan nama belakang

tekan ENTER, tekan No, jika nama anda sudah benar, dan Yes jika anda

ingin menulis ulang nama anda, setelah itu tampilan layar berubah tekan

click to continue dua kali.

c. Setelah itu, anda akan masuk dalam menu pilihan. Tekan Span of

Immediate Memory: Chunking akan tampil tulisan “Are you ready to

begin this program” (“apakah anda siap memulai program ini?”) tekan

YES.

d. Tekan tanda panah kanan ( )

3. Observer menempati tempat duduk yang telah disediakan.

4. Peneliti mempersilahkan subjek penelitian (OP) memasuki tempat penelitian.

5. Peneliti memberikan instruksi awal berupa pengantar pada OP.

6. Dudukkan OP di kursi yang telah disiapkan.

7. Beri instruksi, bahwa pada layar akan tampil beberapa huruf berturut-turut

dalam jangka waktu tertentu. Tugas anda adalah menghapalkan huruf tersebut
32

dan menuliskannya kembali ke komputer tanpa spasi setelah huruf terakhir

tampil. Jika anda sudah siap untuk memulai tekan OK.

8. Bagian pertama adalah kelompok huruf yang tidak bermakna yang terdiri atas

3, 5, 7, dan 9 huruf.

9. Pada bagian pertama ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah

latihan. Anda harus melewati bagian ini dulu. Kemudian bagian kedua adalah

soal sebenarnya. Bagian kedua (soal sebenarnya) akan terdiri atas masing-

masing 5 soal. Tugas anda adalah mengetikkan kembali huruf-huruf tersebut

dan setelah selesai menekan tanda panah kanan.

10. Bagian kedua adalah kelompok huruf yang bermakna yang terdiri atas 3, 5, 7,

dan 9 kata yang terdiri atas masing-masing tiga huruf.

11. Pada bagian kedua ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah latihan.

Anda harus melewati bagian ini dulu. Kemudian bagian kedua adalah soal

sebenarnya yang terdiri atas masing-masing 5 soal. Tugas anda adalah

mengetikkan kembali huruf-huruf tersebut dan setelah selesai menekan tanda

panah kanan.

12. Di akhir akan diberikan tabel jumlah kata yang dapat diingat dengan benar

untuk masing-masing kelompok huruf.

13. Peneliti memberikan instruksi akhir berupa penutup pada OP.

14. Peneliti mempersilahkan dan menemani OP keluar ruangan.

15. Peneliti mencatat hasil percobaan yang telah dilakukan OP.

16. Peneliti masuk kembali ke dalam ruangan dan membenahi segala sesuatunya

2.4 Hasil
33

2.4.1 Pencatatan Hasil

2.4.1.1 Individu

List Length A B
3 15 -
5 25 -
7 17 -
9 19 -

Keterangan: A = Huruf tak dikelompokkan (total letters corrects)


B = Huruf yang dikelompokkan (total letters corrects)

2.4.1.2 Kelompok

Subjek A B
L 18 -
N 17,25 -
S 18 -
M 19 -

Keterangan: A = Huruf tak dikelompokkan (total letters corrects)


B = Huruf yang dikelompokkan (total letters corrects)

2.4.2 Pengolahan Hasil

2.4.2.1 Individu

Data untuk hipotesis satu dan dua dalam penelitian ini dianalisis dengan uji t.

Namun karena hasil data pada sesi ke dua tidak muncul maka hipotesis tidak dapat

diuji dengan uji t.

2.4.2 Kelompok

Data untuk hipotesis satu dan dua dalam penelitian ini dianalisis dengan uji t.

Data yang digunakan adalah nilai rata-rata dari tiap individu. Karena hasil tidak

keluar pada sesi ke dua maka hipotesis tidak dapat diuji dengan uji t.

2.4.2.1 Observasi
34

2.4.2.2 Kondisi Fisik

1. Sebanyak 39 jumlah kursi dalam kelas, 6 kursi dipakai untuk eksperimen, dan

kursi dipakai oleh asisten.

2. Terdapat 2 laptop yang digunakan pada eksperimen ini

3. Terdapat 3 AC (air conditioning) namun hanya 2 saja yang berfungsi dengan

pengaturan suhu pada remote control sebesar 18°C

4. Gorden ruangan dalam keadaan tertutup.

5. Terdapat 4 lampu dalam ruangan dan semua menyala

2.4.2.3 Kondisi Psikologis

1. Testee terlihat fokus memperhatikan layar laptop dengan sedikit

mencondongkan wajahnya kedepan. Berdasarkan hasil wawancara testee

mengaku mencoba memperhatikan setiap huruf yang muncul agar mampu

menuliskan huruf tersebut pada kolom yang telah disediakan

2. Testee sesekali memegang kepala sambil menghembuskan nafasnya.

Berdasarkan hasil wawancara testee mengaku bahwa ingin mencari posisi yang

nyaman untuk berpikir dan testee merasa cemas dengan hasil yang muncul

selalu salah.

3. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan testee sesekali terlihat tersenyum

saat hasil percobaan muncul dan berhasil menebak huruf yang muncul dengan

benar. Berdasarkan hasil wawancara testee mengaku tersenyum karena merasa

sangat senang karena berhasil mengingat huruf-huruf yang muncul dengan

benar.
35

4. Testee terlihat menopang dagunya. Berdasarkan hasil wawancara testee merasa

bosan dan sangat lama dalam melakukan eksperimen ini.

5. Testee terlihat seperti mengucapkan kembali huruf-hurf yang muncul pada

layar laptop. Berdasarkan hasil wawancara testee berusaha mengingat kembali

huruf-huruf yang muncul dengan cara mengulang-ulang kembali huruf tersebut

kedalam lisannya.

2.5 Pembahasan

2.5.1 Individu

Ekperimen yang dilakukan kali ini, pada sesi pertama testee berhasil

mengerjakan apa yang seharusnya diharapkam yaitu mengingat huruf-huruf tak

bermakna, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan testee mengaku hanya

mampu mengingat 3 - 5 huruf saja dan tidak mampu menjawab dengan benar

ketika huruf yang bermunculan menjadi 7 - 9 huruf . Namun testee berhasil

mengeluarkan hasil data yang dilakukan pada sesi pertama. Hal ini dapat

dibuktikan dengan teori tentang forgetting dan short term memory.

Salah-satu forgetting yang dimaksud adalah decay theory yang merupakan

suatu keadaan ketika informasi yang masuk tanpa pengulangan yang sama maka

akan membuat informasi tersebut menjadi lemah bahkan akan hilang seiring

dengan berjalannya waktu [ CITATION Shi68 \l 1057 ]. Kemudian tentang short term

memory yang merupakan suatu sistem penyimpanan informasi aktif yang


36

memiliki kemampuan untuk menampung informasi secara sementara ketika

individu sedang melakukan pekerjaan secara kognitif [ CITATION Wad082 \l 1057 ].

Dari teori tentang short term memory ini dapat dikatakan sebagai suatu

kemampuan individu untuk menyimpan informasi secara sementara sehingga

testee dapat berhasil mengeluarkan hasil pada sesi pertama karena testee

menggunakan informasi yang didapatkannya secara cepat untuk merespons

aplikasi pada eksperimen ini. Kemudian pada saat sesi ke dua testee terlihat tidak

banyak menebak huruf-huruf bermakna. Berdasarkan hasil wawancara testee

mengaku hanya mampu mengingat bagian pertama dari huruf yang muncul namun

karena huruf yang lain terus bermunculan maka hal tersebut membuat testee lupa

dengan huruf yang pertama muncul pada sebelumnya.

Berdasarkan teori yang dijelaskan dalam Sternberg (2006) menyatakan bahwa

informasi baru yang telah didapatkan akan terus mengalami gangguan seiring

dengan proses penerimaan informasi baru lainnya, sehingga membuat informasi

sebelumnya tidak diingat kembali. Kemudian testee hanya mampu berhasil

menebak huruf-huruf yang bermunculan sebanyak 3 - 5 saja, hal ini dibuktikan

berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan. Testee mengaku hanya mampu

mengingat huruf-huruf yang muncul sebanyak 3-5 huruf saja dan setelah lebih

dari itu testee sudah tidak mampu lagi untuk mengingat atauh bahkan menebak

huruf apa selanjutnya yang akan ditulis. Hal ini bisa dikaitkan dengan teori yang

mengakatan bahwa informasi atau item-item yang terletak pada posisi awal akan

lebih duluan dimasukkan dalam short term memory, sehingga memungkinkan


37

terjadinya pengulangan pada pikiran secara memadai untuk dapat dimasukkan

kedalam long term memory (Suherman, 2005).

2.5.2 Kelompok

Hasil ekperimen ini secara keseluruhan testee tidak berhasil mengeluarkan

hasil data yang dilakukan pada percobaan ke dua. Berdasarkan hasil wawancara

testee mengaku tidak dapat mengingat huruf-huruf yang bermakna tersebut secara

cepat karena mereka memaksa untuk mengingat haruf-huruf lainnya yang terus

bermunculan dengan cepat. Dari pembahasan ini serupa dengan teori tentang

short term memory, Wade & Tavris (2008) mengatakan bahwa short term

memory hanya memiliki jumlah kapasitas yang terbatas yakni informasi yang

masuk hanya mampu bertahan selama setengah menit saja, jadi setelah itu

informasi yang masuk akan langsung dilupakan.

Kemudian dari hasil wawancara terkait alasan testee tidak dapat mengingat

huruf bermakna yang muncul sebanyak 5 kali testee mengaku tidak bisa

mengingat tanda-tanda yang telah dia buat sendiri dalam visualnya sehingga

membuat testee tidak ingat dengan apa yang muncul pada layar laptop. Hal ini

dapat dibuktikan dari teori yang mangatakan bahwa forgetting adalah masalah

kegagalan dalam mengambil kembali informasi yang sudah didapatkan dalam

memori akibat tanda-tanda yang diambil kurang tepat sehingga tidak mampu

mengingatnya kembali (Ellis & Hunt, 1993).

2.6 Simpulan

2.6.1 Individu
38

Hasil pada percobaan ke dua tidak dapat dimunculkan sehingga hipotesis yang

diajukan di tolak dan pengujian uji t tidak dapat dilakukan.

2.6.2 Kelompok

Hasil pada percobaan ke dua tidak dapat dimunculkan sehingga hipotesis yang

diajukan di tolak dan pengujian uji t tidak dapat dilakukan.

2.7 Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Metode chunking dapat membuat individu lebih cepat dalam mengingat objek

tertentu dengan tidak membutuhkan waktu yang lama. Karena individu hanya

menyusun kalimat dengan pola yang bermakna sehingga mudah untuk diingat

kembali. Contohnya adalah ketika individu diberikan beberapa huruf E – L –

B – I –I – R – T – O dan mencoba untuk menyusunnya menjadi pola yang

mudah untuk diingat misalnya menjadi BELI ROTI. Hal ini menandakan

bahwa individu lebih menyukai sesuatu yang sifatnya jelas dan bermakna

daripada stimulus yang tidak beraturan [ CITATION Mag15 \l 1057 ]

2. Indah (2003) menyatakan bahwa dengan metode chunking dapat

menumbuhkan atau merangsang memori siswa dalam pembelajaran karena

metode ini mengikut sertakan bahan yang menyenangkan bagi siswa dan

sejalan dengan pemikiran mereka. Contohnya adalah dalam materi pelajaran

bahasa Arab, dengan keterampilan dari guru, maka guru akan

mengelompokkan setiap kosakata dalam bahasa Arab menjadi satu bagian

kemudian dinyanyikan bersama anak-anak, dari nyanyian tersebut anak-anak


39

akan merasa senang dan akan lebih cepat mengingat kosakata-kosakata yang

dinyanyikan [ CITATION Ind13 \l 1057 ].

3. Metode chunking sangat berguna ketika akan menghafal ayat-ayat dalam al-

Qur`an . Misalnya adalah surah Al-Fill yang berjumlah 5 ayat, kemudian

dipotong-potong menjadi per-ayat. Dengan mengubahnya menjadi per-ayat

maka dengan mudah mengingat setiap ayatnya dengan lebih gampang.

[ CITATION Jul11 \l 1057 ].

4. Metode chunking dalam mengingat nomor-nomor sangat efektif dalam

mengingat nomor sehingga dapat mengatasi kesulitan bagi kebanyakan orang

untuk mempelajari suatu deretan angka yang panjang. Dengan menggunakan

metode chunking nomor tersebut dapat ditempatkan dalam potongan-

potongan, sehingga memudahkan untuk diingat. Misalnya pada nomor

telepon 031987908766 tentu saja cukup rumit untuk diingat, namun ketika di

kelompokkan menjadi 031-987-908-766 maka akan lebih mudah untuk

dihafalkan [ CITATION Sin18 \l 1057 ].

5. Lagu yang liriknya telah diganti dengan kosakata yang hendak dimasukkan ke

dalam memori, memiliki fungsi chunking effect kepada memori para siswa.

Hal ini disebabkan oleh adanya recall terhadap lagu yang dipelajari ketika

terjadi proses masuknya informasi dari short term memory ke long term

memory. Chunking effect berkaitan dengan adanya pengelompokan akan

melodi dengan kosakata yang ada pada lirik lagu yang dinyanyikan. Hal ini

menyebabkan seorang siswa lebih mudah melakukan recall dengan adanya

fasilitas berupa lagu atau musik. [ CITATION Sac07 \l 1057 ].


40

Makassar, 10 Oktober 2019


Peneliti

Yahya Muhaimin
NIM. C021181015

Asisten Praktikum 1 Asisten Praktikum 2

St. Aisyah Nurdin Fahrisa Almira


NIM. Q11116006 NIM. C021171316