Anda di halaman 1dari 15

KEMBALI KE SEKOLAH

Sherina

Senang, riang, hari yang kunantikan


Kusambut, 'Hai' pagi yang cerah
Mataharipun bersinar terang
Menemaniku pergi sekolah
Senang, riang, hari yang kuimpikan
Jumpa lagi kawanku semua
S'lamat pagi, guruku tersayang
Ku siap mengejar cita - cita

Dengarlah lonceng berbunyi


Kawan segeralah berlari
Siapkanlah dirimu
Dalam mencari ilmu

Waktu cepat berganti


Hingga lonceng terdengar lagi
Semua pun bersorak dengan riang

Senang, riang, masa depan 'kan datang


Capai ilmu setinggi awan
Hingga nanti aku t'lah dewasa
Dunia kan tersenyum bahagia
Bendera
Cokelat

Biar saja ku tak sehebat matahari


Tapi s'lalu kucoba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi s'lalu kucoba tuk melindungimu

Biar saja ku tak seharum bunga mawar


Tapi tak s'lalu kucoba tuk mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi s'lalu ku coba tuk mengindahkanmu
Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa
Ku pertahankan kau demi tumpah darah
Semua pahlawan-pahlawanku
Merah putih teruslah kau berkibar …
Sumber: LyricFind
Lirik Lagu Wae Wa E O (Kita Bisa) - Yovie and Nuno

Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, Bersatu bersama dalam satu irama


wae wa e o
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o,
wae wa e o
Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Aku di sini kau di sana, tak
menghalangi jiwa kita Kita bisa jadi yang terdepan
Dalam hangatnya sang mentari
satukan jiwa dan hati
Kita bisa, kita pasti bisa
Berpegang tangan dalam mimpi yang
sama Kita akan raih bintang-bintang

Dan tunjukkan kepada dunia Kita bisa jadi yang terdepan


Bersatu bersama dalam satu irama

Kita bisa, kita pasti bisa Terbang meraih kejayaan, kita bisa!

Kita akan raih bintang-bintang


Kita bisa jadi yang terdepan Kita pasti bisa, kita akan raih bintang-
bintang
Bersatu bersama dalam satu irama
Kita bisa jadi yang terdepan
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o,
wae wa e o
Kita pasti bisa, kita akan raih bintang-
bintang
Menang kalah bukan masalah
Kita bisa jadi yang terdepan
Persahabatanlah yang terhebat
Bersatu bersama dalam satu irama
Senyuman hangat takkan terlupakan
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Dan tunjukkan kepada dunia

Wae wa e o, wae wa e o
Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Balon Udaraku - Sherina Munaf

Langit biru, awan putih


Terbentang indah lukisan Yang Kuasa
'Ku melayang di udara
Terbang dengan balon udaraku
Oh, sungguh senangnya lintasi bumi
O-oh, indahnya dunia
Langit biru, awan putih
Terbentang indah lukisan Yang Kuasa
'Ku melayang di udara
Terbang dengan balon udaraku
Oh, sungguh senangnya lintasi bumi
O-oh, indahnya dunia
Oh, sungguh senangnya lintasi bumi
O-oh, indahnya dunia
Langit biru, awan putih
Terbentang indah lukisan Yang Kuasa
'Ku melayang di udara
Terbang dengan balon udaraku
Oh, sungguh senangnya lintasi bumi
O-oh,…

Sumber: Musixmatch
Andai Aku Besar Nanti
Sherina Munaf

Andai aku telah dewasa


Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah
O-o-oh ...
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu, Bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu
O-oh ...
Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu selalu cinta dalam senyummu
O-oh Tuhan, Kau kupintaa
Bahagiakan mereka sepertiku
Andai aku telah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau selalu kucinta
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu, Bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu
O-oh ...
Kutahu kau…

Sumber: Musixmatch
Monginsidi

Aku adalah dia yang dibesarkan dengan dongeng di dada bunda.


Aku adalah dia yang takut gerak bayang di malam gelam.
Aku adalah dia yang meniru bapak mengisap pipa dekat meja.
Aku adalah dia yang mengangankan jadi seniman melukis keindahan.
Aku adalah dia yang menangis terharu mendengar lagu merdeka.
Aku adalah dia yang turut dengan barisan pemberontak ke garis pertempuran.
Aku adalah dia yang memimpin pasukan gerilya membebaskan kota.
Aku adalah dia yang disanjung kawan sebagai pahlawan bangsa.
Aku adalah dia yang terperangkap siasat musuh karena pengkhianatan.
Aku adalah dia yang digiring sebagai hewan di muka regu eksekusi.
Aku adalah dia yang berteriak ‘merdeka’ sebelum ditembak mati.
Aku adalah dia, ingat, aku adalah dia.
ORANG PICAK DAN ANAKNYA
Lihatlah orang itu..
orang picak, tak bisa melihat.
tapi dia tetap semangat menjalani hidupnya.
anaknya yang lemah lembut begitu erat dengan ibunya.
ohh malangnya.
mereka lemah, kotor.
mereka tetap berjuang bersama.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/12999380#readmore


Tentang Sersan Nurcholis

Seorang Sersan
Kakinya hilang
Sepuluh tahun yang lalu

Setiap siang
Terdengan siulnya
Di bengkel arloji

Sekali datang
Teman-temannya
Sudah orang resmi

Dengan senyum ditolaknya


Kartu anggota
Bekas pejuang

Sersan Nurcholis
Kakinya hilang
Di jaman Revolusi

Setiap siang
Terdengan siulnya
Di bengkel aroloji.
NYANYIAN KEMERDEKAAN
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

hanya kau yang kupilih, kemerdekaan Bangkitlah Ki Hajar Dewantara


di antara pahit-manisnya isi dunia Bangkitlah semua dada yang terluka
akankah kaubiarkan aku duduk
berduka
-Bergenggam tanganlah dengan
memandang saudaraku, bunda saudaramu
tercintaku
Eratkan genggaman tangan itu atas
dipasung orang asing itu? namaku
mulutnya yang kelu Kekuatan yang memancar dari
genggaman itu –
tak mampu lagi menyebut namamu
Suaramu sayup diudara
Membangunkanku dari mimpi siang
Berabad-abad kau terlelap
yang celaka
Bagai laut kau kehilangan ombak
Hanya kau yang kupilih, kemerdekaan
Burung-burung yang semula
Di antara pahit-manisnya isi dunia
Bebas dihutannya
Berikan degup jantungmu
Digiring ke sangkar-sangkar
Otot-otot dan derap langkahmu
Tak bebas mengucapkan kicaunya
Biar kurterjang pintu-pintu terkunci itu
Dan mendobraknya atas namamu
Hanya kau yang ku pilih
Darah dan degup jantungmu
Terlalu pengap
Hanya kau yang ku pilih
Udara yang tak tertiup
Diantara pahit-manisnya isi dunia
Dari rahimmu
Jantungku hamper tumpas
Orang asing itu berabad-abad
Karena racunnya
Memujamu dingerinya
( matahari yang kita tunggu
Namun di negriku
Akhirnya bersinar juga
Mereka berikan belengu-belenggu
Di langit kita )
Maka bangkitlah Sutomo
Mei 1985/2008.
Bangkitlah Wahidin Sudirohusodo
NEGERI KABUT
Oei Sien Tjwan

negeriku jauh terbaring lelap di genggaman mimpi kanak-kanak


ada cemara-cemara tersangkut di hatinya
itulah musik kecil dengan lampu-lampu biru
di mana suara gaib mengalir bagai tetesan embun
seputarnya meleleh kapas-kapas putih
sayap-sayap merpati
api unggun
kejab mata malaikat
yang di musim panas atau dingin
selalu meringkuk di ranjang pengantin
berselimut tebal-tebal

Jakarta 1975

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/10293432#readmore


SELAMAT PAGI INDONESIA
Karya: Sapardi Djoko Damono

selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk


dan menyanyi kecil buatmu.
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam
kerja yang sederhana;
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
selalu kujumpai kau di bawah anak-anak sekolah,
di mata para perempuan yang sabar,
di telapak tangan yang membatu para pekerja jalanan;
kami telah bersahabat dengan kenyataan
untuk diam-diam mencintaimu.
pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu
agar tak sia-sia kau melahirkanku.
seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam
padamu, kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya.
aku pun pergi bekerja, menaklukkan kejemuan,
merubahkan kesangsian,
dan menyusun batu-demi batu ketabahan, benteng
kemerdekaanmu pada setiap matahari terbit, o anak jaman
yang megah,
biarkan aku memandang ke Timur untuk mengenangmu
wajah-wajah yang penuh anak-anak sekolah berkilat,
para perempuan menyalakan api,
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura.
selamat pagi, Indonesia, seekor burung kecil
memberi salam kepada si anak kecil;
terasa benar: aku tak lain milikmu
Kelas : SD
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kategori : puisi
Kata kunci : 10 November, Toto Sudarto Bachtiar

Pembahasan:
Karya Toto Sudarto Bachtiar tidak ada yang berjudul 10 November. Tetapi kalimat
10 November ada pada puisi yang berjudul 'Pahlawan Tak Dikenal'.
Puisi 'Pahlawan Tak Dikenal' terdapat pada buku kumpulan sajak berjudul ETSA
karya Toto Sudarto Bachtiar yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1958. Puisi
'Pahlawan Tak Dikenal' ditulis pada tahun 1953. Sehingga ejaan yang digunakan
masih ejaan lama atau ejaan yang belum disempurnakan.

PAHLAWAN TAK DIKENAL

Sepuluh tahun jang lalu dia terbaring Dunia tambah beku ditengah derap
dan suara merdu
Tetapi bukan tidur, sajang
Dia masih sangat muda
Sebuah lubang peluru bundar
didadanja
Senjum bekunja mau berkata, kita Hari itu 10 November, hudjanpun
sedang perang mulai turun
Orang-orang ingin kembali
memandangnja
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Sambil merangkai karangan bunga
Kedua lengannja memeluk senapang
Tapi jang nampak, wadjah-wadjahnja
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
sendiri jang tak dikenalnja
Kemudian dia terbaring, tapi bukan
tidur sajang
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sajang
Wadjah sunji setengah tengadah
Sebuah peluru bundar didadanja
Menangkap sepi padang sendja
Senjum bekunja mau berkata: aku
sangat muda
Setelah disempurnakan pada tahun 1976:

PAHLAWAN TAK DIKENAL

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Dunia tambah beku di tengah derap dan
suara menderu
Tetapi bukan tidur, sayang
Dia masih sangat muda
Sebuah lubang peluru bundar di
dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita Hari itu 10 November, hujan mulai turun
sedang perang
Orang-orang ingin kembali
memandangnya
Dia tidak ingat bilamana dia datang Sambil merangkai karangan bunga
Kedua lengannya memeluk senapang Tapi yang nampak, wajah-wajahnya
sendiri yang tak dikenalnya
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
 
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur,
sayang Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Wajah sunyi setengah tengadah Sebuah lubang peluru bundar di
dadanya
Menangkap sepi padang senja
Senyum bekunya mau berkata: aku
sangat muda

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/10294224#readmore


Sajak Bagi Negaraku (karya Kriapur)

di tubuh semesta tercinta


buku-buku negeriku tersimpan
setiap gunung-gunung dan batunya
padang-padang dan hutan
semua punya suara
semua terhampar biru di bawah langitnya
tapi hujan selalu tertahan dalam topan
hingga binatang-binatang liar
mengembara dan terjaga di setiap tikungan
kota-kota
di antara gebalau dan keramaian tak bertuan
pada hari-hari sebelum catatan akhir
musim telah merontokkan daun-daun
semua akan menangis
semua akan menangis
laut akan berteriak dengan gemuruhnya
rumput akan mencambuk dengan desaunya
siang akan meledak dengan mataharinya
dan musim-musim dari kuburan
akan bangkit
semua akan bersujud
berhenti untuk keheningan
pada yang bernama keheningan
semua akan berlabuh
bangsaku, bangsa dari segala bangsa
rakyatku siap dengan tombaknya
siap dengan kapaknya
bayi-bayi memiliki pisau di mulut
tapi aku hanya siap dengan puisi
dengan puisi bulan terguncang
menetes darah hitam dari luka lama
Solo, 1983
Kemerdekaan 17 Agustus (Yudhistira Ardi Nugraha Massardi)

Hari dimana pahlawan membacakan proklamasi


Hari dimana Indonesia ku merdeka
Dan hari dimana Indonesia terlahir sebagai Indonesia
Bukan sebagai budak
Bukan sebagai pekerja
Bukan sebagai pengunjung
Tapi sebagai Indonesia yang sebenarnya

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/9961422#readmore