Anda di halaman 1dari 16

TUGAS KELOMPOK

Alat berat
Faktor produktivitas dan rumus perhitungan
alat berat

KELOMPOK 5
MUH.FARID BASRI 31217010
SYAHRUN HIKMANSYAH 31217011
ASWARYONO 31217013
NURUL RIDHA 31217016
IMANUEL ROSARDI 31217023

3A D3 KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN


JURUSAN TEKNIK SIPIIL

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG


A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS ALAT
BERAT

Produktivitas adalah kemampuan alat dalam satuan waktu (m3/jam), Dan alat


berat merupakan faktor penting didalam proyek terutama proyek-proyek
konstruksi dengan skala yang besar. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut
untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil
yang diharapkan bisa tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif
singkat. Produktifitas alat tergantung pada kapasitas, waktu siklus alat, dan
efisiensi alat. Menurut Rostianty (1999), siklus kerja dalam pemindahan material
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan berulang. Waktu yang diperlukan
dalam siklus kegiatan diatas disebut waktu siklus. Waktu siklus sendiri terdiri
dari beberapa unsur, waktu yang diperlukan di dalam siklus kegiatan disebut
waktu siklus atau Cycle Time (CT).

Waktu muat merupakan waktu yang dibutuhkan oleh suatu alat untuk
memuat material ke dalam alat angkut sesuai dengan kapasitas alat angkut
tersebut. Kemudian waktu angkut atau Hauling Time (HT), waktu angkut
merupakan waktu yang diperlukan oleh suatu alat untuk bergerak dari tempat
permuatan ke tempat pembongkaran. Waktu angkut tergantung dari jarak
angkut, kondisi jalan, tenaga alat, dan lain-lain. Pada saat kembali ke tempat
permuatan maka waktu yang diperlukan utuk kembali disebut (Return Time).
Waktu kembali lebih singkat daripada waktu berangkat karena kendaraan dalam
keadaan tidak ada muatan.

Ada tiga faktor dasar yang sangat mempengaruhi kelancaran pengoperasian


dari suatu alat berat, yaitu:
1. Waktu
Masalah ini yang biasa dihadapi oleh juru taksir waktu, untuk menyiapkan
tawaran suatu pekerjaan. Dalam hal tersebut yang penting adalah untuk
mendapatkan waktu siklus. Waktu siklus adalah jangka waktu yang diperlukan
alat-alat berat untuk menyelesaikan satu lingkaran operasi.

Waktu ini dibedakan menjadi:

 Waktu tetap : Waktu tetap adalah waktu tetap yang digunakan untuk,
memuat, membuang dan pengaturan posisi alat.

 Waktu variabel : Waktu variabel adalah waktu yang diperlukan untuk


mengangkut dan kembali ke tempat pemuatan dalam siklus tersebut.
jangka Waktu ini dapat berubah sesuai jarak dan kondisi jalan antara
daerah pemuatan dengan daerah pembuangan.

2. Material.

Dalam proses pemindahan bahan atau material, volume material ditentukan


berdasarkan keadaan material itu didalam proses pemindahannya. misalkan saja
pada suatu pekerjaan tanah atau agregat, Ada tiga macam satuan ukuran
volume material dalam pekerjaan tersebut :

 m3 asli : meter kubik asli yang diukur pada keadaan alam sebelum
diganggu oleh peralatan
 m3 lepas : meter kubik lepas yang diukur pada keadaan lepas, keadaan
setelah dibongkar dalam proses pemindahan.
 m3 padat : meter kubik padat yang diukur pada keadaan telah
dipadatkan setelah proses pemadatan.

3. Faktor Efisiensi Kerja


Faktor Efisiensi Kerja dibagi menjadi faktor efisiensi kerja alat dan Faktor Koreksi.

 Faktor Efisiensi Kerja Alat

Faktor effisiensi kerja alat adalah menit kerja rata-rata dalam satu jam dibagi
enam puluh menit. Adapun hal-hal yang mempengaruhi faktor kerja adalah
kondisi pekerjaan dan kondisi pemeliharaan alat.

 Faktor Koreksi

Digunakan untuk mengubah atau mengoreksi tafsiran produksi sesuai dengan


pekerjaan tertentu serta kondisi tempat pekerjaan tersebut dilakukan. Faktor ini
berbeda untuk tiap jenis alat berat dan kondisi kerja.

B. RUMUS PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI ALAT BERAT


1.Dozer

Produksi per jam suatu bulldozer pada suatu penggusuran adalah sebagai
berikut :

q x 60 x E 3
Q= m / jam , Cu. yd / jam
Cm

Dimana : q     = Produksi per siklus (m³, cu, yd)

              Cm  = Waktu Siklus (Dalam Menit)

              E     = Efisiensi kerja

a. Produksi per siklus (q)

    Untuk pekerjaan penggusuran, produksi persiklus adalah sebagai berikut 

    q = L x H³ x a

     Dimana  : L = Lebar sudu (blade) (m,yd)

                    H = Tinggi sudu (blade) (m, yd)

                    a  = Faktor sudu

   Dalam menghitung produktivitas standar dari suatu buldozer, volume tanah


yang dipindahkan  dalam satu siklus dianggap sama dengan lebar sudu x (tinggi
sudu)².
     Sesungguhnya produksi siklus akan berbeda-beda tergantung dari tipe tanah,
sehingga faktor sudu diperlukan untuk penyesuaian karena pengaruh tersebut.

b. Waktu siklus (Cm)

waktu yang dibutuhkan untuk suatu buldozer menyelesaikan satu siklus


(menggusur, ganti persneling dan mundur) dapat dihitung dengan rumus berikut
:

D D
Cm = + + z ( menit )
F Z

Dimana : D = Jarak angkut (m, yd)

F = Kecepatan maju (m/min, yd/min)

R = Kecepatan mundur (m/min, yd/min)

Z = Waktu untuk ganti persneling

Kecepatan maju, kecepatan mundur => biasanya kecepatan maju berkisar


antara 3 ÷ 5 km/jam dan kecepatan mundur antara 5 ÷ 7 km/jam. Jika mesin
menggunakan TORQFLOW maka kecepatan maju diambil 0,75 dari maksimum
sedangkan kecepatan mundur 0,85 maksimum.

Waktu yang digunakan untuk ganti persneling


c.. Effisiensi Kerja

Lihat table

Tabel Effisiensi Kerja

d. Kondisi standar serta besaran angka-angka untuk perhitungan produksi


standar

- Volume tanah = lepas

- Faktor sudu = 1,00

- Effisiensi kerja = 0,83

2. Wheel Loader
Kapasitas produksi Wheel loader menurut Peraturan menteri pekerjaan umum dan
perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang pedoman
analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai berikut

Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh.

 Kapasitas bucket, V = 1,50 m³,


 Tenaga mesin penggerak Pw = 96 HP.
Untuk memuat agregat ke atas dump truck

Wheel loader

KETERANGAN:

o V adalah kapasitas bucket; (1,50 m³. munjung); m³


o Fb adalah faktor bucket (Lihat Tabel 10)
Tabel 10 Faktor konversi galian (Fv) untuk alat Excavator
Kondisi galian Kondisi
(kedalaman galian / membuan
kedalam galian g,
maksimum menumpah
kan
(dumping)

Mudah Normal Agak sulit Sulit

< 40% 0,7 0,9 1,1 1,4

(40 – 75) % 0,8 1 1,3 1,6

>75 % 0,9 1,1 1,5 1,8


o Fa adalah faktor efisiensi alat (Lihat Tabel 4)
Tabel 4 – Faktor efisiensi alat
Kondisi Operasi Masa
pemeliha
raan

Baik Baik Sedang Buruk Buruk


sekali sekali

Baik Sekali 0,83 0,81 0,76 0,70 0,63

Baik 0,78 0,75 0,71 0,65 0,60

Sedang 0,72 0,69 0,65 0,60 0,54

Buruk 0,63 0,61 0,57 0,52 0,45

Buruk sekali 0,53 0,50 0,47 0,42 0,32

 Ts adalah waktu siklus (memuat dan lain-lain); (0,45 menit);


menit
Untuk mengambil agregat dari stock pile ke dalam cold bin AMP
Kapasitas produksi / jam Q = (V x Fb xa F x 60)/Ts m³ , gembur

KETERANGAN:

o V adalah kapasitas bucket; (1,50 m³. munjung); m³


o Fb adalah faktor bucket (Lihat Tabel 13)
Tabel 13 Faktor bucket (bucket fill factor, Fb) untuk Wheel loader dan Track loader
Kondisi operasi Whel loader Track Loader

Mudah 1,0 – 1,1 1,0 — 1,1

Sedang 0,85 – 0,95 0,95 – 1,1

Agak sulit 0,80 – 0,85 1,0 – 0,9

sulit 0,75 – 0,80 0,9 – 0,8

 Fa adalah faktor efisiensi alat (Lihat Tabel 4)


 L adalah jarak dari stock pile ke cold bin, m,
 v1 adalah kecepatan rata-rata bermuatan, (15 – 25); km/jam
 v2 adalah kecepatan rata-rata kosong, (25 – 35); km/jam
 T1 adalah waktu tempuh isi: = (L / v1) x 60; menit
 T2 adalah waktu tempuh kosong:= (L / v2) x 60; menit
 Z adalah waktu pasti (mengisi, berputar, menumpuk); asumsi (0,60 – 0,75)
menit; menit
60 adalah konversi jam ke menit,
 TS adalah waktu siklus, Ts = n∑n-1 Tn + Z menit
Untuk mengisi batu ke dalam stone crusher
sama dengan dari stock pile ke dalam Cold Bin AMP, kecuali Fb diambil 0,75 (kondisi
sulit).

3.Excavator

Excavator/backhoe termasuk alat penggali hidraulis memiliki backet yang


dipasang di depannya, yang dimaksud dengan alat penggali hidraulis adalah alat
yang bekerja karena adanya tekanan hidraulis pada mesin di dalam
pengoprasiannya. Alat penggeraknya adalah traktor dengan roda ban atau
crawler. Backhoe bekerja dengan cara mengerakan bucket ke arah bawah dan
kemudian menariknya menuju badan alat. Dengan demikian dikatakan bahwa
backhoe menggali material yang berada di bawah permukaan tempat alat
tersebut berada. Pada perhitungan dalam mencari Produktivitas backhoe dipakai
(Sjachdirin, 1998)

q x 3 60 0 x E
𝑄=𝑞
Cm

Dimana :

Q = Produktivitas per jam (m3/jam)


q = Produktivitas per siklus (m3)

q1 = kapasitas penuh backet backhoe (m3)

k = faktor bucket

Cm = waktu (detik)

E = efisiensi kerja

4.Tandem Roller

Kapasitas produksi Tandem roller berdasarkan Peraturan menteri


pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor
28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang
pekerjaan umum adalah sebagai berikut

Tandem roller

Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:

 Berat 8,10 ton


 Lebar roda pemadat (b), 1,680 m.
Kapasitas produksi / jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/n m³

KETERANGAN:

 be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m


 b adalah lebar efektif pemadatan; (1,2 m); m
 bo adalah lebar overlap; (0,30 m); m
 t adalah tebal pemadatan; m,
 v adalah kecepatan rata-rata alat; (1,5 km/jam); km /jam
 n adalah jumlah lintasan; (6 lintasan; 2 awal, 4 akhir); lintasan
 Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik)
 1000 adalah perkalian dari km ke m.

5.Pneumatic Tire Roller

Kapasitas produksi Pneumatic tire roller berdasarkan Peraturan menteri


pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016
tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah
sebagai berikut

Pneumatic tire roller

Data sesuai dengan spesifikasi teknis, misal contoh:

 Berat 9,0 ton


 Lebar total roda pemadat (b): 2,290 m.
Kapasitas produksi / jam : Q = (be x v x 1000 x t x Fa) / n m³

KETERANGAN:

 be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m


 b adalah lebar efektif pemadatan; (2,290 m); m
 bo adalah lebar overlap; (0,30 m); m
 t adalah tebal pemadatan; m
 v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 2,5 km/jam); km/jam
 n adalah jumlah lintasan; (diambil 4 lintasan); lintasan
 Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik)
 1000 adalah perkalian dari km ke m

6.Vibro Roller

Kapasitas produksi Vibrator roller berdasarkan Peraturan menteri pekerjaan


umum dan perumahan rakyat republik indonesia nomor 28/PRT/M/2016 tentang
pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum adalah sebagai
berikut

Vi
brator roller
Data sesuai dengan spesifikasi teknis, contoh:

 Berat 7,05 ton


 Lebar total roda pemadat (b): 1,680 m.
Kapasitas produksi / Jam : Q = ((be x v x 1000) x t x Fa)/ n m³

KETERANGAN:

 be adalah lebar efektif pemadatan =b-b0 (overlap); m


 b adalah lebar efektif pemadatan; (1,680 m); m
 bo adalah lebar overlap; (0,20 m); m
 t adalah tebal pemadatan; m,
 v adalah kecepatan rata-rata alat; (diambil 4,0 km/jam); km /jam
 n adalah jumlah lintasan; (diambil 8 lintasan); lintasan
 Fa adalah faktor efisiensi alat; diambil 0,83 (kondisi baik),
 1000 adalah perkalian dari km ke m.
6. Scrapper