Anda di halaman 1dari 6

RMK Akuntansi Manajemen Lanjutan

COST DRIVERS, BASIC COST CONCEPT, AND ACTIVITY BASED


COSTING

Oleh:

K E L O M P O K 2

SATRIA (A062192009)
DWI RESKI MARHAM NOVIANTI (A062192019)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2020
A. COST DRIVERS

1. Pengertian Cost Drivers (Pemicu Biaya)


Cost drivers adalah suatu dasar alokasi yang berakibat terhadap perubahan tingkat biaya dari
jumlah keseluruhan biaya.
Pemicu biaya adalah faktor yang menentukan besar atau kecilnya permintaan biaya oleh
aktivitas yang dilakukan dalam perusahaan. Pemicu biaya perlu dididentifikasi dan ditentukan oleh
perusahaan untuk setiap aktivitas. Agar tepat dalam membebankan biaya ke aktivitas, perusahaan
harus menentukan pemicu biaya yang tepat pula.

2. Jenis-jenis Cost Drivers (Pemicu Biaya)


a. Activity based cost drivers, adalah pemicu biaya berdasarkan aktivitas yang dikembangkan pada
berbagai tingkat aktivitas secara rinci dari operasi yang dihubungkan dengan aktivitas manufaktur
yang ada atau aktivitas penyediaan jasa. Pemicu biaya berdasarkan aktivitas meliputi
mendeskripsikan aktivitas secara spesifik, dilihat dari kontribusinya terhadap setiap tahap proses
produksi.
b. Volume based cost drivers, adalah pemicu biaya yang dikembangkan berdasarkan volume atau
kuantitas secara agregat. Pemicu biaya berdasarkan volume meliputi sebandingnya jumlah barang
jadi yang diproduksi dengan total biaya.
c. Structural based cost drivers, termasuk keputusan strategi yang memengaruhi hubungan antara
pemicu biaya ini dengna total biaya. Pemicu biaya berdasarkan struktur meliputi keputusan skala
investasi, pengalaman dalm memproduksi, penggunaan teknologi, dan kompleksitas perusahaan.
d. Operatinal based cost drivers, termasuk keputusan operasional yang memengaruhi hubungan
antara pemicu biaya ini dengan total biaya. Pemicu biaya berdasarkan operasi meliputi keterlibatan
tenaga kerja terhadap perbaikan yang berkelanjutan, desain proses produksi yang dapat
mempercepat arus barang dengan mengurangi biaya dan hubungan dengan pemasok.

3. Tahapan Penentuan Cost Drivers (Pemicu Biaya)


Pemicu biaya ditentukan dengan melakukan tahapan mulai dari analisis aktivitas, analisis
biaya, inventarisasi pemicu biaya, dan pemeliharaan pemicu biaya. Tujuan analisis aktivitas untuk
mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan. Hasil akhir analisis aktivitas adalah inventarisasi aktivitas.
Analisis biaya bertujuan untuk menentukan besar biaya yang digunakan dan aktivitas yang
mengakibatkan konsumsi biaya tersebut. Setelah analisis biya dilakukan, maka biaya setiap aktivitas
dapat diketahui. Kemudian, diidentifikasi aktivitas yang menjadi penyebab besarnya konsumsi biaya.
setelah itu manajeman akan menentukan altrnatif pemicu biaya yang tepat.

4. Penentuan Pemicu Biaya


Dasar yang digunakan manajemen untuk menentukan pemicuu biaya adalah adanya
hubungan sebab akibat antar biaya dan aktivitas. Pemicu biaya yang baik adalah pemicu biaya yang
memiliki karakteristik berikut ini:
a. Dapat diukur
b. Dapat dikendalikan
c. Sederhana
d. Berhubungan dengan objek biaya
e. Dapat diterima.
Dengan adanya kriteria di atas, pemicu biaya yang benar ( true cost drivers) tidak selalu diperoleh.
Namun perlu ada kompromi dalam penentuan pemicu biaya sehingga ditemukan pemicu biaya terbaik
yang tersedia (best available cost drivers).

B. BASIC COST CONCEPT

1. Pengertian Biaya
Cost adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh suatu barang atau jasa yang
diharapkan memberi manfaat untuk masa sekarang atau masa yang akan datang. Expense adalah
biaya barang atau jasa yang telah digunakan untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan adalah nilai
barang yang dijual atau jasa yang diberikan.

2. Klasifikasi Biaya
Akuntansi manajemen dituntut untuk menghasilkan informasi yang berbeda sesuai dengan
tujuan penggunaan informasi. Informasi biaya yang berbeda dapat dihasilkan dengan
mengklasifikasikan biaya secara berbeda pula. Pada dasarnya biaya dapat diklasifikasikan
berdasarkan:

a. Ketertekusuran biaya
Berdasarkan ketertelusuran biaya ke produk, biaya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
- Biaya langsung (direct cost)
- BIaya tidak langsung (indirect cost)
b. Perilaku biaya
Perilaku biaya menggambarkan pola variasi tingkat aktivitas terhadap perubahan biaya.
berdasarkan perilakunya, biaya dapat diklasifikasikan menjadi:
- Biaya variabel (variable cost)
- BIaya tetap (fixed cost)
- Biaya campuran (mixed cost)
c. Fungsi pokok perusahaan
Pada dasarnya ada tiga fungsi pokok perusahaan manufaktur, biaya dapat diklasifikasikan
menjadi:
- Biaya produksi (genproduction cost)
- Biaya pemasaran (genmarketing expense)
- Biaya Administrasi dan umum (general and administrative expense)
d. Elemen biaya produksi
Aktivitas produksi adalah aktivitas mengelola bahan baku menjadi produk jadi. Pengolahan bahan
dilakukan oleh tenaga kerja, mesin, peralatan dan fasilitas pabrik lainnya. Berdasarkan fungsi
produksi, biaya dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
- Biaya bahan baku (raw material cost)
- Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost)
- Biaya overhead pabrik (manufacture overhead cost)

3. Pembebanan Biaya
Ada tiga konsep yang perlu diketahui dalam membebankan biaya. Ketiga konsep tersebut
adalah biaya:
a. Objek biaya (cost object)
b. Metode pembebanan biaya (cost assigment)
Pembebanan biaya adalah penentuan biaya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Ada tiga metode
pembebanan biaya, yaitu:
- Penelusuran langsung (direct tracing)
- Penelusuran pemicu (driver tracing)
c. Alokasi (allocation)

C. ACTIVITY BASED COSTING (ABC)

1. Pengertian Activity Based Costing


Activity based costing adalah suatu pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya
sumber daya ke dalam objek biaya, seperti produk, jasa, atau konsumen berdasarkan aktivitas yang
dilakukan untuk objek biaya. Premis pendekatan ini adalah produk atau jasa perusahaan merupakan
hasil dari aktivitas. Aktivitas merupakan penggunaan sumber daya yang menghasilkan biaya.
Berdasarkan premis tersebut terdapat dua keyakinan dasar dalam activity based costing. Activity
based costing adalah metodologi akuntansi yang menghubungkan elemen-elemen biaya, aktivitas,
sumber daya dan objek biaya.

2. Tahapan-tahapan Dalam Activity Based Costing


Tiga tahap pengaplikasikan sistem activity based costing yaitu:
a. Identifikasi biaya sumber daya untuk berbagai macam aktivitas dapat dilakukan dengan cara
membedakan aktivitas berdasarkan cara aktivitas mengonsumsi sumber daya. Dengan cara ini,
aktivitas dikelompokan menjadi empat level aktivitas:
- Aktivitas level unit (unit-level activities)
- Aktivitas level batch (batch-level activities)
- Aktivitas level produk (product-level activities)
- Aktivitas level fasilitas (facility-level activities)
b. Mengalokasikan biaya ke dalam objek biaya activity based costing menggunakan dasar pemicu
konsumsi biaya sumber daya dalam mengalokasikan biaya sumber daya ke dalam produk. Biaya
sumber daya dapat dialokasikan ke dalam aktivitas berdasarkan estimasi
atau penelusuran langsung. Penelusuran langsung membutuhkan pengukuran penggunaan
sumber daya yang sesungguhnya.
c. Mengalokasikan biaya aktivitas ke dalam objek biaya. Pemicu biaya aktivitas harus dapat
menjelaskan naik turunnya biaya. Pengalokasikan biaya aktivitas ke dalam objek biaya dilakukan
dengan menggunakan tarif pembebanan.

3. Manfaat, Keunggulan dan Keterbatasan Sistem Activity Based Costing


Manfaat dari sistem activity based costing adalah sebagai berikut:
a. Pengukuran profitabilitas yang lebih baik.
b. Pembuatan keputusan yang lebih baik.
c. Perbaikan proses (process improvement).
d. Estimasi biaya.
e. Penentuan biaya kapasitas tak terpakai.
Keunggulan activity based costing membantu mengurangi distorsi yang disebabkan alokasi
biaya tradisional. Sistem ini memberikan gambaran yang jernih tentang bagaimana bauran dari
beraneka ragam produk, jasa dan aktivitas memberikan kontribusi kepada laba usaha dalam jangka
Panjang.
Selain manfaat activity based costing juga memiliki beberapa keterbatasan. Berikut ini
keterbatasan-keterbatasan yang terdapat dalam activity based costing:
a. Alokasi, tidak semua biaya memiliki penggerak biaya konsumsi sumber daya atau aktivitas yang
tepat.
b. Penghilangan biaya, biaya produk atau jasa yang diidentifikasi sistem activity based costing
cenderung tidak mencakup seluruh biaya yang berhubungan dengan produk atau jasa tersebut.
c. Beban dan waktu yang dikonsumsi, sistem activity based costing membutuhkan biaya yang tidak
murah serta banyak waktu untuk dikembangkan dan dilaksanakan.

4. Perhitungan Biaya Berdasarkan Sistem Activity Based Costing


Ada lima tahapan perhitungan biaya berdasarkan sistem activity based costing, yaitu:
a. Mengidentifikasi dan menentukan aktivitas-aktivitas dan pool biaya aktivitas ( activity-cost pool).
b. Jika memungkinkan, biaya ditelusuri secara langsung ke aktivitas dan objek biaya ( cost object).
c. Membebankan biaya ke pool biaya aktivitas ( activity-cost pool).
d. Menghitung tarif aktivitas (activity rate)
e. Membebankan biaya ke objek biaya dengan menggunakan tarif aktivitas ( activity rate) dan
ukuran-ukuran aktivitas (activity measures).