Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN HASIL SURVEILANSTRI WULAN

BULAN OKTOBER, NOVEMBER, DESEMBER TAHUN2019

DI RSU FIKRI MEDIKA KARAWANG

A. Pendahuluan
Infeksi nosokomial merupakan masalah terutama dirumah sakit–rumah sakit
besar yang merawat pasien dengan berbagai jenis penyakit, baik yang menular
maupun yang tidak. Masalah ini harus selalu dipantau dan dicegah sedapat mungkin,
antaralain dengan menerapkan tindakan asepsis, mengurangi tindakan invasif dan
yang tidak kurang pentingnya membiasakan para petugas berperilaku higienis.
Rumah sakit dan profesi kesehatan mempunyai tanggung jawab moral untuk
todo the patient no harm. Ini dapat terlaksana dengan memberikan pelayanan kepada
setiap penderita dengan standar profesi tertinggi. Standar profesi ini adalah dalam
program yang disusun dan dilaksanakan oleh Tim PPI seperti surveilans, pendidikan
nosokomial kepada tenaga kesehatan, pelacakan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan
sebagainya. Rumah SakitUmum Fikri Medika Karawang dalam menjalankan misinya
yaitu mengutamakn keselamatan pasiendengan layanan prima. Salah satu misi
dalam peningkatan mutu Rumah Sakit adalah melakukan survey infeksi yang
dilakukan oleh IPCN.

B. Tujuan Survey
1. Memperoleh data dasar.
2. Untuk kewaspadaan dini KLB.
3. Menilai standart mutu RS.
4. Menilai keberhasilan suatu program PPI.
5. Meyakinkan para klinisi.
6. Sebagai tolok ukur akreditasi
C. Hasil Surveilans Ruang Perawatan Inap di RSU Fikri Medika Karawang
1. Kejadian HAIs (Healtcare Associated Infection)
a. Distribusi Kejadian HAIs
Berikut ini distribusi kejadian HAIs di RSU Fikri Medika Karawang
periode Bulan Oktober - Desember Tahun 2019 :
Tabel 1.1 Laporan Kejadian HAIs di RSU Fikri Medika Bulan Oktober
Desember Tahun 2018

HAIs Bulan Jumlah HAIs %


Oktober November Desember
IADP 0 0 0 0 0
ISK 0 0 0 0 0
VAP 0 0 0 0 0
HAP 0 0 0 0 0
IDO 0 0 0 0 0
Decubitus 0 0 0 0 0
Plebitits 19 16 21 66 100%
Jumlah 66 100%

Kejadian HAIs Bulan Oktober-Desember tahun 2019

235
250

200

150
Okt-Desembr
100

50
0 0 0 0 0 0
0
IADP ISK VAP HAP IDO Decubitus Plebitis
Gambar 1.Distribusi Kejadian HAIs di RSU Fikri Medika Karawang Bulan Oktober-Desember Tahun 2019

Berdasarkan data pada Tabel 1. dapat diketahui bahwa kejadian HAIs yang
sering terjadi pada bulan Oktober-Desember Tahun 2019 di RSU Fikri Medika
Karawang adalah Phlebitis sebesar 66 kejadian.

b. Rekapitulasi HAIs
Berikut ini rekapitulasi kejadian HAIs di RS Umum Fikri Medika
Karawang periode Oktober-Desember Tahun 2019
Tabel 1.2 Laporan Rekapitulasi Kejadian HAIs di RS Umum Fikri
Medika Karawang periode Oktober-Desember Tahun 2019

Bulan Jumlah HAIs Jumlah pasien Angka HAIs (%)


rawat
Oktober 29 4072 0,71%
November 16 3995 0,40%
Desember 21 4448 0,47%
Jumlah 66 12515 0,52%
Angka IRS Bulan Oktober-Desember Tahun 2019 0,52 %

6 Gambar
5.5 1.2 Angka Infeksi
5
Rumah Sakit
4.5
4 Bulan Oktober –
3.5 Desember Tahun
3 2019
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Oktober November Desember
Berdasarkan data pada Gambar 1.2 dapat diketahui bahwa angka infeksi
rumah sakit bulan Oktober – Desember2019 bersifat turun dengan jumlah total
untuk jumlah infeksi setiap bulannya. Angka infeksi rumah sakit tertinggi terjadi
pada bulan Oktober yaitu phlebitis sebesar 0,71% dan mulai penurunan angka
infeksi phlebitis pada bulan November dan desember.

Analisis data infeksi


1. Infeksi phlebitis bisa ditimbulkan karena efek obat yang terlalu pekat
(phlebitis kimiawi) efek obat injeksi ph>7,45atau<7,35 atau bisa juga lama
pemasangan infuse lebih dari waktu yang telah ditetapkan yaitu 3 hari .Efek
obat injeksi yang sering menimbulkan phlebitis KCl yang diberikan
perdrip,antrain diberikan secara bolus.
2. Phlebitis mekanis ditemukan dengan penyebab pasien gelisah sehingga
merusak posisi infuse dan keadaan lingkungan ruangan. Pemasangan alat-
alat invasive sebaiknya dilakukan diruangan tindakan tersendiri yang bebas
kuman, masih tidak patuhya tim menjalankan spo aseptic,masih kurang
patuhnya tim melakukan cuci tangan dan tidak semua unit tersedia alkohol
swab .
3. Phlebitis bakterimia belum dapat ditentukan karena perlu dilakukan
pemeriksaan angka kuman ruangan yang akan dilakukan oleh bagian
kesling.
4. Angka infeksi lain yang seperti IDO,ISK, Ventilator Associated
Pneumonia(VAP),Infeksi Aliran Darah Primer (IADP),HAP dan Dekubitus
tidak ditemukan.

c. Data Surveilen HAIs di Ruang Perawatan RSU Fikri Medika Karawang


1. Data Infeksi Di Ruang PU 1
Data infeksi diruang PU 1selama triwulan bulan Oktober, November,
Desember tahun 2019 dengan total jumlah pasien 514 orang dan total
lama hari perawatan 1 5 4 0 hari ditemukan angka infeksi phlebitis
sejumlah 2 9 orang = 0,71 % dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Angka
infeksi saluran kemih ( ISK ), HAP, VAP, IADP, IDO, Decubitus selama
triwulan Oktober,November,Desember tahun 2019 tidak ada.

Gambar 1. Data Infeksi Di Ruang PU 1 Selama TriWulan (Oktober,November,Desember)


Tahun 2019
DATA INFEKSI DI RUANG PU 1
TRIWULAN (Oktober,November,Desember Tahun 2019)
0.25
0.21

0.2

0.15

0.1

0.05
0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP

Gambar 1.Menunjukkan data infeksi diruang PU 1selama triwulan bulan


Oktober,November,Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis 0 , 7 1 % =
pasien daritotaljumlahpasienyangdilakukantindakan pemasangan infus sebanyak
514 orang dan lama hari rawat 1540 hari. Angka infeksi lebih rendah dari angka
standart yang ditetapkan diRSU Fikri Medika yaitu < 1,5%.
Grafik1.DataT r e a n d Infeksi Plebitis DiRuang PU 1Selama TriWulan (Oktober,
November, Desember ) Tahun 2019
DATA TREND INFEKSI PLEBITIS DI RUANG PU 1

2.00%
1.80% 1.80%
1.60%
1.40%
1.10%
1.20%
1.00% PLEBITIS
0.80%
0.70%
0.60%
0.40%
0.20%
0.00%
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Infeksi phlebitis bisa ditimbulkan karena efek obat yang terlalu pekat
(phlebitis kimiawi)efek obat injeksiph>7,45atau<7,35atau bisa juga lama
pemasangan infuse lebih dari waktu yang telah ditetapkan yaitu 3 hari. Efek obat
injeksi yang sering menimbulkan phlebitis KCl yang diberikan perdrip,injeksi
antrain dan ketorolac diberikan secara bolus.
Phlebitis mekanis ditemukan dengan penyebab pasien gelisah sehingga
merusakkan posisi infuse dan keadaan lingkungan ruangan. Pemasangan alat-alat
invasive sebaiknya dilakukan diruangan tindakan tersendiri yang bebas kuman.
Tetapi hal ini tidak memungkinkan dilakukan di Rumah Sakit Fikri Medika
Karawang mengingat luas ruangan yang sempit.
Phlebitis bakterimia belum dapat ditentukan karena perlu dilakukan
pemeriksaan angka kuman ruangan yang akan dilakukan oleh bagian
kesling.Tehnik aseptik sebelum pemasangan infus sudah dilakukan dengan baik
oleh petugas.Angka infeksi lain yang menggunakan alat invasif yaitu ISK,
Ventilator Associated Pneumonia(VAP),Infeksi Aliran Darah Primer(IADP) tidak
ditemukan.

2. Data Infeksi Di Ruang PU 2.


Data infeksi diruang PU 2 selama triwulan (Oktober, November, Desember
) tahun 2019 dengan total jumlah pasien 947 orang dan total lama hari
perawatan hari 2841 hari ditemukan angka infeksi phlebitis sejumlah 7
orang=0,24% dapat dilihat pada grafik dibawahini. Angka infeksi saluran
kemih (ISK), HAP, VAP, IADP, Decubitus, IDO selama triwulan (
Oktober, November, Desember) tahun 2019 sebanyak 0 orang.

Gambar 2. Data Infeksi Di Ruang PU 2 Selama TriWulan Bulan Oktober,


November, Desember Tahun2019
DATA TREAND INFEKSI DI RUANG PU 2
TRIWULAN (Oktober,November, Desember Tahun 2019 )
0.3 0.28

0.25

0.2

0.15

0.1

0.05
0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP
Grafik 2. Data Trend Infeksi Diruang PU 2 Selama TriWulan
BulanOktober,November, Desember 2019

DATA TREND INFEKSI PLEBITIS DI RUANG PU 2


TRIWULAN (Oktober,November, Desember Tahun 2019 )

0.35%
0.32%
0.30%
0.25% 0.22%
0.20%
0.20%
0.15%
PLEBITIS
0.10%
0.05%
0.00%
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Grafik2.Menunjukkan data infeksi diruang PU 2 selama triwulan bulan


Oktober, November, Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis 0, 24% = 7
pasien dari total jumlah pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infus
sebanyak 9 4 7 orang dan lama hari rawat 2 8 4 1 hari. Angka infeksi lebih rendah
dari angka standart yang ditetapkan diRSU Fikri Medika yaitu< 1,5%.Penyebab
phlebitis diruang Nipas hamper sama dengan penyebab phlebitis di ruang PU 1

3. Data InfeksiDi Ruang PU 3


Data infeksi diruang PU 3 selama triwulan bulan Oktober, November,
Desember tahun 2019 dengan total jumlah pasien 702 orang dan total lama hari
perawatan 2106 hari ditemukan angka infeksi phlebitis sejumlah 12 orang
=0,56% dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Angka infeksi saluran kemih (ISK ),
HAP, VAP, IADP, Decubitus, IDO selama triwulan (Oktober, November,
Desember tahun 2019 tidak ditemukan kejadian infeksi (0).

Gambar 3. Data Infeksi Di Ruang PU 3 Selama TriWulan Oktober, November, Desember Tahun
2019

DATA INFEKSI DI RUANG PU 3


TRIWULAN (Oktober,November,Desember Tahun 2019 )
0.3
0.26

0.25

0.2 Triwulan

0.15

0.1

0.05
0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP
Grafik 3. Data Trend Infeksi phlebitis Di Ruang PU 3 Bulan Oktober, November,
Desember Tahun 2019

DATA INFEKSI DI RUANG PU 3


TRIWULAN (Oktober,November, Desember)
2.00%
1.84%
1.80%
1.60%
1.40%
1.20%
1.00% PLEBITIS
0.80%
0.60% 0.50%
0.39%
0.40%
0.20%
0.00%
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Gambar3.Menunjukkan data infeksi diruang PU 3 selama triwulan bulan


Oktober, November, Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis 0,56% = 12
pasien dari total jumlah pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infuse
sebanyak 702 orang dan lama hari rawat 2106 hari. Angka infeksi lebih rendah
dari angka standart yang ditetapkan diRSU Fikri Medika yaitu< 1,5%.

4. Data Infeksi di Ruagan PU 4


Data infeksi diruang PU 4 selama triwulan bulan Oktober, November,
Desember tahun 2019 dengan total jumlah pasien 548 orang dan total lama
hari perawatan 1644 hari ditemukan angka infeksi phlebitis sejumlah 9
orang = 0,04 % dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Angka infeksi saluran
kemih (ISK ), HAP, VAP, IADP, Decubitus, IDO selama triwulan
(Oktober, November, Desember) tahun 2019 tidak ditemukan kejadian
infeksi (0).
Gambar 3. Data Infeksi DiRuang PU 4 Selama TriWulan Oktober,
November, Desember Tahun 2019

Data Infeksi PU 4 Bulan Oktober,November, Desember


Tahun 2019
0.2
0.18
0.18
0.16
0.14
Triwulan
0.12
0.1
0.08
0.06
0.04
0.02
0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IDO IADP DECUBITUS HAP

Grafik 3. Data Trend Infeksi phlebitis Di Ruang PU 4 Bulan Oktober, November,


Desember Tahun 2019

Data trend Infeksi PU 4 Bulan Oktober,November,


Desember Tahun 2019

0.7
0.6 0.6 Phlebitis
0.5 0.5
0.4 0.4
0.3
0.2
0.1
0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Gambar 3. Menunjukkan data infeksi diruang PU 4 selama triwulan bulan


Oktober, November, Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis 0,04 % = 9
pasien dari total jumlah pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infuse
sebanyak 548 orang dan lama hari rawat 1644 hari. Angka infeksi lebih rendah
dari angka standart yang ditetapkan di RSU Fikri Medika yaitu< 1,5%. Penyebab
phlebitis diruang PU 4 hampir sama dengan penyebab phlebitis di ruang PU 1.

5. Data Infeksi Di Ruang Nipas


Data infeksi diruang Nipas selama triwulan bulan Oktober, November,
Desember tahun 2019 dengan total jumlah pasien 457 orang dan total lama hari
perawatan 1371 hari ditemukan angka infeksi phlebitis sejumlah 0 orang = 0 %
dapatdilihatpadagrafikdibawahini. A n g k a i n f e k s i salurankemih (ISK ), IDO,
HAP, VAP, IADP, Decubitus, selama triwulan bulan Oktober, November,
Desember tahun 2019 tidak ditemukan.

DATA INFEKSI DI RUANG NIPAS


TRIWULAN (Oktober, November, Desember Tahun 2019 )

1
0.8
0.6 Triwulan
0.4
0.2 0 0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP

Gambar 4. Data Infeksi Di Ruang Nipas Selama Tri Wulan Oktober, November,
Desember tahun 2019

Grafik 4. Data Trend Infeksi Plebitis di Ruang Nipas Bulan Oktober, November, Desember
tahun2019
DATA INFEKSI DI RUANG NIPAS
TRIWULAN (Oktober, November, Desember Tahun 2019 )
1
0.9
0.8
0.7
0.6 PLEBITIS
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0 0 0
0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Gambar 4. Menunjukkan data infeksi di ruang Nipas selama triwulan bulan


Oktober, November, Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis 0% = 0
pasien dari total jumlah pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infus
sebanyak 457 orang dan lama hari rawat 1371 hari. Angka infeksi lebih rendah
dari angka standart yang ditetapkan di RSU Fikri Medika yaitu< 1,5%. Untuk
angka standar phlebitis sesuai standar akreditasi <1,5 %. Penyebab phlebitis di
ruang Nipas hampir sama dengan penyebab phlebitis di ruang PU 1
.
6. Data Infeksi Di Ruang Perinatologi
Data infeksi di ruang Perinatologi selama triwulan bulan O k t o b e r ,
N o v e m b e r , D e s e m b e r tahun 2019 dengan total jumlah pasien 149 bayi dan
total lama hari perawatan 446 hari ditemukan angka infeksi phlebitis sejumlah 8
bayi = 1,79 % dapat dilihat pada grafik dibawah ini. A n g k a saluran kemih
(ISK ), HAP, VAP, IADP, Decubitus, IDO selama triwulan (Oktober, Novemner,
Desember ) tahun 2019 tidak ditemukan.

Gambar 5. Data Infeksi Di Ruang Perinatologi Selama TriWulan Oktober,


November, Desember Tahun 2019

DATA INFEKSI DI RUANG PERINATOLOGI


TRIWULAN ( Oktober, November, Desember Tahun 2019 )
1.79
1.8
1.6
1.4
1.2 TRIWULAN
1
0.8
0.6
0.4
0.2 0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP
Grafik 5. Data Trend Infeksi Plebitis di Ruang Perinatologi Bulan Oktober, November,
Desember Tahun 2019

DATA TREND INFEKSI DI RUANG PERINATOLOGI


TRIWULAN (Oktober, November, Desember Tahun 2019 )
2.5
2.33

1.5 PLEBITIS
1.42
1.18
1

0.5

0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Gambar 5. Menunjukkan data infeksi diruang perinatologi selama triwulan


bulan Oktober, November, Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis 1,79
% = 8 pasien dari total jumlah pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infus
sebanyak 149 orang dan lama hari rawat 446 hari. Angka infeksi melebihi dari
angka standart yang ditetapkan di RSU Fikri Medika yaitu< 1,5%. Untuk angka
standar phlebitis sesuai standar akreditasi <1,5 %. Penyebab phlebitis diruang
Perinatologi yaitu yaitu bayi yg aktif , pemberian obat yg pekat dan vena yg
kecil dan mudah pecah.
7. Data Infeksi Di Ruang Anak
Data infeksi di ruang anak selama triwulan bulan O k t o b e r , D e s e m b e r
T a h u n 2 0 1 9 dengan total jumlah pasien 5 87 anak dan total lama hari
perawatan 2572 hari ditemukan angka infeksi phlebitis sejumlah 6 anak = 0,23 %
dapat dilihat pada grafik dibawah ini. A n g k a i n f e k s i saluran kemih (ISK),
HAP, VAP, IADP, Decubitus, IDO selama triwulan bulan Oktober,
D e s e m b e r T a h u n 2 0 1 9 tidak ditemukan.

Gambar 6. Data Infeksi Di Ruang Anak Selama TriWulan Oktober, November,


Desember Tahun 2019

DATA INFEKSI DI RUANG ANAK


TRIWULAN (Oktober, November, Desember tahun 2019 )
0.25 0.23

0.2

TRIWULAN
0.15

0.1

0.05
0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP

Grafik 6. Data Trend Infeksi Plebitis di Ruang Anak Bulan O k t o b e r , D e s e m b e r


Tahun 2019
DATA TREND INFEKSI PLEBITIS DI RUANG ANAK
TRIWULAN (Oktober, November, Desember )
0.4
0.36
0.35

0.3

0.25 0.22 PLEBITIS


0.2

0.15
0.11
0.1

0.05

0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Gambar 6. Menunjukkan data infeksi di ruang Anak selama triwulan


bulan Oktober, November, Desember tahun 2019 ditemukan angka phlebitis
0,23 % = 6 pasien dari total jumlah pasien yang dilakukan tindakan
pemasangan infus sebanyak 857 orang dan lama hari rawat 2572 hari. Angka
infeksi lebih rendah dari angka standart yang ditetapkan di RSU Fikri Medika
yaitu < 1,5 %. Untuk angka standar phlebitis sesuai standar akreditasi < 1,5 %.
Penyebab phlebitis di ruang Anak yaitu anak yang aktif dan kadang rewel ,
pemberian obat yg pekat dan vena yg kecil dan mudah pecah.

8. Data Infeksi Di Ruang ICU


Data infeksi diruang ICU selama triwulan bulanO k t o b e r , N o v e m b e r ,
D e s e m b e r tahun 2019 dengan total jumlah pasien 23 dan total lama hari
perawatan 70 hari. Tidak ditemukan angka infeksi, Dapat dilihat pada grafik
dibawah ini. A n g k a P l e b i t i s , (ISK ), HAP, VAP, IADP, Decubitus,
IDOselama triwulan (oktober,November,desember ) tahun 2019 tidak
ditemukan.

Gambar 7. Data Infeksi Di Ruang ICU Selama TriWulan Oktober, November,


Desember Tahun 2019

DATA INFEKSI DI RUANG ICU


TRIWULAN (Oktober, November,Desember )
1
0.9
0.8
0.7
TRIWULAN
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1 0 0 0 0 0 0 0
0
PLEBITIS ISK VAP IADP IDO DECUBITUS HAP

Grafik 7. Data Trend Infeksi Plebitis di Ruang ICU Bulan Oktober, November,
Desember Tahun 2019
DATA TREND INFEKSI PLEBITIS DI RUANG ICU
TRIWULAN (Oktober, November, Desember )
1
0.9
0.8
0.7
0.6 PLEBITIS
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0 0 0
0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

Gambar 7. Menunjukkan data infeksi diruang ICU selama triwulan bulan


Oktober, November Desember tahun 2019 Tidak ditemukan angka Infeksi dari
total jumlah pasien yang dilakukan tindakan pemasangan infus sebanyak 23 orang
dan lama hari rawat 70 hari.

D. Hasil Audit kepatuhan cuci tangan / hand hygiene di Rumah Sakit Umum Fikri
Medika Karawang
1. Data Kepatuhan Hand Hygiene di Rumah Sakit Umum Fikri Medika
Karawang
Data kepatuhan Hand Hygiene di RSU Fikri Medika Karawang pada bulan
Oktober, November, Desember tahun 2019 dengan total jumlah sampel tiap
profesi dilakukan pengamatan minimal 10 kali (bisa lebih).Angka kepatuhan cuci
tangan untuk profesi dokter spesialis sebanyak 90%. Untuk profesi dokter umum
sebanyak 80%. Untuk profesi perawat sebanyak 82%. Untuk profesi cleaning
service sebanyak 65 %. Untuk profesi penunjang medis sebanyak 55 %.
90%
90% 82%
80% 80%
80%

70% 65%

60% 55%

50% 45%

40% 35% PATUH


TIDAK PATH
30%
20% 18%
20%
10% 10%
10%

0%

Gambar 8. Angka Kepatuhan Hand Higiene Karyawan RSU Fikri Medika Karawang
Bulan Oktober, November, Desember Tahun 2019

Skoring kategori kepatuhanhand hygiene:


< 75 % = Kepatuhan Minimal
75 – 84 % = Kepatuhan Intermediate
≥85 % = Kepatuhan Baik.

Gambar 8. menunjukkan angka kepatuhan tertinggi dilakukan oleh dokter


spesialis dan perawat sebanyak82 - 90% dan yang terendah staf non medis
sebanyak 55%. Angka kepatuhan hand hygiene di RSUFikri Medika Karawang
termasuk dalam kategori scoring kepatuhan cukup baik(75-85%). Observasi
kepatuhan hand hygiene dilakukan selama 1 bulan dan dilakukan analisa tiap 3
bulan sekali.
Angka ketidakpatuhan hand hygiene tertinggi dari profesi staf nonmedis.
Ketidakpatuhan hand hygiene dalam melakukan cuci tangan sebelum tindakan
disebabkan oleh beban kerja berlebihan.

Dari tabel di bawah ini :


a. Dokter Spesialis

Data Trend Kepatuhan Hand Hygienes dokter Spesialis

100% 90%
90%80% 84%
80%
Patuh
70%
Tidak Patuh
60% Patuh
50% Linear (Patuh)
40%
30%20%
20% 16%
10%
10%
0%
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

b. Dokter Umum
Data Trend Kepatuhan Hand Hygienes dokter Umum
90
80 80
80 75
70
60
Patuh
50 Tidak patuh
40 Patuh

30 25
20
20 15
10
0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
C. Perawat

Data Trend Kepatuhan Hand Hygienes Perawat

90% 82%
80% 80%
80%
70%
Patuh
60%
Tidak patuh
50% Patuh
40%
30%
20% 20% 18%
20%
10%
0%
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

D. Penunjang medis

Data Trend Kepatuhan Hand Hygienes Penunjang Medis

90%
79% 80% 80%
80%
70%
Patuh
60%
Tidak patuh
50% Patuh
40%
30%25%
20% 20%
20%
10%
0%
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER
E. Cleaning Servis

Data Trend Kepatuhan Hand Hygiene Cleanig Servis

70 63 65
60
60

50 47
Patuh
40 Tidak patuh
40 35
Patuh
30

20

10

0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

F. Stap Non Medis

Data Trend Kepatuhan Hand Hygienes Penunjang Medis

60 55 55
48
52
50 45 45 Patuh
40 Tidak patuh
Patuh
30

20

10

0
OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

2. Data kepatuhan penggunaan APD di Rumah Sakit Umum Fikri Medika


Karawanng bulan Oktober, November, Desember 2019
Data kepatuhan penggunaan APD di Rumah Sakit Umum Fikri Medika
Karawang selama bulanOktober, November, Desember tahun 2019 dengan total
jumlah sampel tiap profesi 10 orang. Untuk kepatuhan penggunaan APD hanya
dilakukan pengamatan terhadap perawat, penunjang medis dan petugas cleaning
service. Untuk dokter tidak dilakukan pengamatan karena dokter hanya visite
terhadap pasien tanpa melakukan tindakan invasive/medis.
85% 85%
90%
80%
65%
70%
60%
45%
50% PATUH
40% TIDAK PATH
30%
15% 15%
20%
10%
0%
PERAWAT P.MEDIS C.SERVICE

Tabel35.DataKepatuhanPenggunaanAPDdiRumah Sakit Umum Fikri


Medika Karawang selama bulanOktober, November, Desember 2018
Dari table diatas terlihat angka kepatuhan penggunaan APD yang rasional tertinggi
pada perawat = 85% dan terendah pada petugas kebersihan = 65 %.
Skoring kategori kepatuhanpenggunaan APD yang rasional :
< 75 % = Kepatuhan Minimal
75 – 84 % = Kepatuhan Intermediate
≥85 % = Kepatuhan Baik.
Dari scoring diatas, angka kepatuhan perawat 85% termasuk kategori kepatuhan
baik, hal ini disebabkan karena beban kerja yang berlebihan sehingga petugas
tidak sempat mengganti sarung tangan yang dipakainya ketika kontak antar satu
pasien dengan pasien lain. Petugas juga sering tidak segera melepas masker ketika
selesai merawat pasien dan hanya menggantungkan maskernya dileher. Penyebab
kedua karena ketidaktahuan dari petugas akan penggunaan APD yang rasional atau
ketidak pedulian dari petugas akan pentingnya penggunaan APD secara rasional.
Sedangkan trend kepatuhan petugas dari bulanOktober, November, Desember
dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Data Trend Kepatuhan Menggunakan APD di RSU Fikri Medika
Karawang Oktober, November, Desember 2018

90%80% 84% 85%


80%
80%
70% 65% Perawat
60%
60%55% P.Medis
C.Service
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Maret April Mei

TabelTrendangkakepatuhanpenggunaanAPDdi RSU Fikri Medika


Karawang selama Bulan Otober, November, Desemebr 2019.
Dari tabeldiatasterlihatbahwa trendkepatuhandarimasing-masingpetugas
mengalami kenaikandaribulan Oktober, November, Desemeber tahun 2019. Hal
ini disebabkan semakin banyak petugas yang memahami dan semakin peduliakan
penggunanAPD secara rasional ketika bekerja melayani pasien di ruangan.

G. Kesimpulan & Saran


Mengacu pada hasil pembahasan analisa angka infeksi yang ditemukan
diRSU fikri Medika Karawang selama triwulan(Oktober, November,
DesemberT a h u n 2019 ) dengan total jumlah pasien 4410 orang dan angka
infeksi phlebitis 235 orang =0,2%. serta dari hasil audit kepatuhan hand hygiene
dan kepatuhan penggunaan APD yang rasional dapat disimpulkan sebagai berikut
NO URA MASALAH RENCANATINDAK LANJUT PIC
1. DitemukanIAN
angka infeksi Penyebab plebitis : 1.Mengadakan pelatihan tentang pengoplosan Diklat
HAiS : 1.Pasien gelisah dan untuk pasien anak obat dan terapi cairan.
- Phlebitis : 0,2‰ biasanya rewel 2.Monitoring kepatuhan hand hygiene sebelum Tim PPI
2.Obatyangdiberikankepada pasien melakukan tindakan aseptik.
pHnya<7,3atau pH>7,45atau selainitu 3. pengadaan alkohol swab setiap unit
osmolaritascairaninfus
bersifathipotonik(mis:KAEN3B
, Otsu D5)ataupun hipertonik(mis:
Aminovel, Triparen)
3.Kemungkinan ketika melakukan
tindakan pemasangan infuspetugas
lupatidakmelakukan cuci tangan,
sehingga bisa terjadi plebitis
bakterimia.
4. tidak semua unit terdapat alkohol swab
5. kurang patuhnya tim dalam menjalankan
SPO aseptik

2 Skoring kepatuhanhand 1. Kepatuhanhandhygienesudah cukup baik, 1. Kampanye/edukasi kebersihancuci tangan ke Diklat Tim
hygiene rata- rata sudah perlu ditingkatkan pasien, keluarga pasien dan pengunjung RS. PPI Bagian
masuk kategori baik( 85 2.Perlu dukungan oleh banyak pihak baik Keperawatan
%) supervisordanseluruhpetugas diruang Manajerial
keperawatan.
3.Budayakan mencuci tangan sebelum dan
sesudah melakukan tindakan.
3. Skoring kepatuhan penggunaan 1. Karena bebankerja terlalubanyak 1. Edukasi kembali kepada petugas untuk Diklat
APD secara rasional sehingga kadang-kadangpetugas menggantisarungtangan tiapkaliselesai Tim PPI
termasukskoring kepatuhan lupa untuk mengganti sarung menanganisatu pasienkepasien yanglain
minimal. tangan. supaya tidakterjadiinfeksinosokomialdari satu
2. Petugas sering menggantungkan pasien ke pasien yang lain.
masker dileher ketika selesai 2. Edukasikembalikepadapetugassetiapkali
bekerja. selesaimenggunakanmasker,maskersegera di
buang ketempat sampah infeksius dan
tidakmenggantungkanmasker dileherbila telah
selesai menangaisatupasien kepasien lain agar
tidak terjadi infeksi nosokomial.