Anda di halaman 1dari 3

STRATEGI OPERASI

PT INDOFOOD Tbk.

5. Taktik dan Hasil


Taktik merupakan turunan dari sebuah strategi, merupakan hasil dari implementasian strategi operasi itu
sendiri. Berbeda dari keputusan strategis yang bersifat jangka menengah, keputusan taktis bersifat jangka
pendek dengan target operasi yang lebih visible.
Dalam model strategi operasi PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. dicontohkan mengenai
Circular Abridge Transaction, yaitu sistem saham London Sumatra Indonesia Peerkebunan (LSIP) dalam
ekspansi industri terutama dalam biang perkebunan. Strategi ini bertujuan untuk mengekspansi bisnis
LSIP sebagai salah satu cabang perusahaan terbuka milik Indofood dalam kurun waktu 2 tahun,
meningkatkan arahan strategis dan efisiensi sarana operasional.
Implementasi dari model transaksi circular abridge sendiri tertian dalam poin-poin
sebagai berikut:
1. Obyek Transaksi
Obyek Transaksi Pembelian adalah:
1. Sebanyak 439.200.000 saham LSIP dan 60.895.000 saham LSIP yang masing-masing
dan berturut-turut dimiliki oleh First Durango Singapore Pte. Ltd. berkedudukan di Singapura (—FDS“)
dan Ashmore Funds
yang merupakan dana investasi tertentu yang telah menunjuk secara langsung maupun tidak langsung,
Ashmore Investment Management Limited sebagai manajer investasi (—Funds“), yang
seluruhnya merupakan sekitar 36,6% dari Modal Diperbesar LSIP;
2. MCN milik Funds senilai USD 47.000.000 yang dikeluarkan oleh LSIP yang dapat
ditukarkan dengan
269.343.500 saham LSIP atau sekitar 19,7% dari Modal Diperbesar LSIP;
3. (i) Sebanyak 109.521.000 saham LSIP yang nantinya akan dimiliki Eddy Kusnadi
Sariaatmadja (—ES“) sesaat sebelum penyelesaian Transaksi Pembelian oleh SIMP, atau sekitar
8,0% dari Modal Diperbesar LSIP;
(ii) Sebanyak 98.082.830 saham baru INDOAGRI yang nantinya akan dikeluarkan oleh
INDOAGRI kepada ES atau perusahaan yang dimilikinya sebagai pembayaran atas pembelian
saham LSIP sebagaimana disebut pada butir (i) di atas, atau sekitar 6,8% dari Modal Diperbesar
INDOAGRI.

Obyek Transaksi Penawaran Tender adalah:


Sisa Saham LSIP yang dimiliki oleh pemegang saham publik lainnya yang telah memenuhi ketentuan
dalam Peraturan Bapepam No. IX.H.1 angka 2. Dengan asumsi bahwa Sisa Saham LSIP tersebut
seluruhnya telah memenuhi ketentuan tersebut di atas maka jumlah Sisa Saham LSIP yang wajib
dibeli oleh SIMP adalah sebesar 485.613.293 saham atau sekitar 35,6% dari Modal Diperbesar LSIP.
Setelah penyelesaian Transaksi Pembelian akan terjadi perubahan pemegang saham pengendali
LSIP,
sehingga sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.H.1 dan Peraturan Bapepam No. IX.F.1, SIMP
sebagai pemegang saham pengendali baru LSIP wajib melakukan Transaksi Penawaran Tender.

2. Nilai dan Pembiayaan Transaksi


Nilai Transaksi terdiri dari:
 Transaksi Pembelian oleh SIMP atas 500.095.000 saham LSIP dan MCN dari masing-
masing FDS dan Funds yang seluruhnya sebesar sekitar Rp 5,0 triliun atau Rp 6.500 per
lembar saham LSIP, yang merupakan harga kesepakatan antara para pihak dalam Perjanjian
Jual Beli Bersyarat, dan akan dibayar sekaligus secara tunai oleh SIMP pada tanggal penyelesaian
Transaksi Pembelian oleh SIMP dalam mata uang USD yang nilai tukarnya akan ditetapkan
sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat.
 Transaksi Pembelian oleh INDOAGRI atas 109.521.000 saham LSIP dari ES seluruhnya
sebesar sekitar Rp 711,9 miliar atau Rp 6.500 per lembar saham LSIP, yang akan dibayar
pada tanggal penyelesaian transaksi tersebut dengan cara pengeluaran 98.082.830 saham
baru INDOAGRI kepada ES atau perusahaan yang dimilikinya, dengan harga pengeluaran
sebesar SGD 1,2758 per lembar saham.
 Transaksi Penawaran Tender atas Sisa Saham LSIP akan dilakukan dengan harga sebesar Rp
6.900 per lembar saham, yang merupakan harga tertinggi saham LSIP dalam jangka waktu
90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman rencana Transaksi Pembelian,
sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam No. IX.H.1. Nilai maksimum Transaksi
Penawaran Tender adalah sekitar Rp 3,4 triliun, dengan asumsi seluruh Sisa Saham LSIP
tersebut seluruhnya telah memenuhi ketentuan Peraturan Bapepam No. IX.H.1 angka 2 dan
seluruh pemilik Sisa Saham LSIP tersebut ikut serta dalam pelaksanaan Transaksi
Penawaran Tender.

Pembiayaan Transaksi
Transaksi (selain Transaksi Pembelian oleh INDOAGRI, yang akan dibayar dengan pengeluaran saham
baru INDOAGRI) memerlukan dana sebesar sekitar Rp 8,4 triliun (“Dana Transaksi“) yang akan
dibiayai dari sumber internal dan pinjaman. Sehubungan dengan Dana Transaksi tersebut, SIMP
telah mendapatkan
(i) pinjaman USD sebesar USD 330 juta dan
(ii) pinjaman Rp sebesar Rp 2,66 triliun dari beberapa bank pemberi pinjaman, yang seluruhnya
setara dengan sekitar Rp 5,71 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu satu tahun dan
dapat ditarik setelah pemenuhan beberapa kondisi.

Hasil dari penerapan strategi ini adalah sebagai berikut:


 Grup EOF dapat memperluas bisnis utamanya dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan
memperoleh sinergi usaha perkebunan, mengingat kegiatan usaha utama LSIP sejenis
dengan kegiatan usaha perkebunan Grup EOF.
 Grup EOF akan mampu mempercepat strategi dalam rangka meningkatkan areal tertanam
perkebunan kelapa sawit menjadi sekitar 250.000 hektar dan pencapaian dalam pemenuhan
kebutuhan sendiri CPO Grup EOF.
 LSIP menjadi perusahaan perkebunan yang produktif di Indonesia dengan tingkat
produktivitas TBS, ekstraksi CPO dan inti sawit yang tinggi.
 LSIP juga mampu mendirikan fasilitas khusus untuk penelitian dan pemuliaan benih
kelapa sawit yang memproduksi lebih dari 15 juta benih kelapa sawit per tahun dengan
kualitas unggul dan potensi produktivitas yang tinggi sehingga memperkuat produksi benih
Grup EOF sampai saat ini.

Contoh keputusan taktis lainnya adalah taktik akuisisi internal yang dilakukan Sudono
Halim pada PT Indofood sendiri dengan menjual 50,1% saham PT Indofood kepada QAF limited di
Singapura yang juga miliknya.
Yang dijual Salim adalah 50,1 persen saham PT Indofood ke QAF Singapura. Dari
jumlah itu sebanyak 700 juta lembar saham atau 39, 56 persen saham dibayar dalam bentuk spin off yaitu
saham yang dijual tanpa membayar tunai melainkan dibayar dengan deviden. Dari situ Salim akan meraih
23, 6 persen dan pemerintah 10, 2 persen. Sedangkan sisanya sebanyak 193 juta lembar atau 10, 54 persen
dijual kepada pengusaha Putra Sampoerna seharga Rp 1 trilyun.
Hasil dari strategi spin-off tadi, kini jumlah saham Salim di Indofood bertambah jadi 44,
47 persen saham. Jumlah saham yang terakhir inilah yang akan dijual Grup Salim kepada QAF
Singapura. Maka total saham PT Indofood yang diambil oleh QAF sebesar 50, 10 persen -- termasuk 5,63
persen milik Putera Sampoerna.

http://www.tempo.co.id/ang/min/02/22/utama.htm
Indofood - Abridged Circular (lsip) ind.pdf