Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN

LASERASI PALPEBRA

1 Definisi Laserasi palpebra dapat terjadi karena trauma tumpul atau


disebabkan oleh benda tajam, gigitan binatang, perkelahian dan
luka bakar. Laserasi tidak hanya melibatkan kulit, tapi dapat juga
mengenai otot palpebra, margo palpebra dan sistim lakrimal.
Laserasi pada bagian medial palpebra dapat menyebabkan robekan
pada kanalis lakrimalis inferior, kanalis lakrimalis superior dan
sakus lakrimalis (Hendriati, 2010).

2 Manifestasi Adanya rasa nyeri pada tangan yang cedera, nyeri terutama
saat melakukan gerakan supinasi dan pronasi.

Kadang disertai bengkak pada siku.

Adanya deformitas.

Adanya suara derik tulang atau krepitasi.

Kadang disertai dengan lesi nervus radialis dan posterior
interosseus nerve (PIN)
Pengkajian Look : Deformitas dari tulang ulna dan radius, bengkak, dan
3 Keperawatan warna kulit mengkilat.
Feel : Nyeri meningkat saat mobilisasi, nyeri terutama pada
sisi lateral dari siku, krepitasi, adanya gangguan
sensasi pada ujung jari.
Move : Pergerakan terbatas, tidak mampu melakukan hiper
ekstensi ibu jari, tidak mampu melakukan gerakan
fleksi dan ekstensi siku , luas gerak sendi terbatas,
kekuatan otot menurun.
4 Diagnosa 1. Ketidakefektifan perfusi persepsi sensori
2. nyeri akut
3. resiko jatuh
Keperawatan 4. ansietas
5. Risiko infeksi luka operasi
5 Kriteria Hasil 1 Nyeri dengan skala 1-3
2 Tidak ada tanda-tanda disuse sindrom
 Kekuatan otot maksimal

Luas gerak sendi jari – jari, sendi pergelangan tangan ,
sendi siku dan shoulder maksimal

Tonus dan kekuatan otot ( interesio palmaris, interesio
dorsalis, carpi radialis, bisep, dan trisep ) terpelihara
dengan maksimal.
 Mampu melakukan hiper ekstensi ibu jari,finger fleksi
dan finger abductor.
3 Tidak ada tanda-tanda infeksi luka operasi:
 -

Nilai sel darah putih dalam rentang normal (3.500-
7.500)

Tidak ada eksudat pada luka,tidak ada kemerahan pada
luka
Tindakan Observasi : Observasi skala nyeri
6 Keperawatan Observasi tanda-tanda vital
Obsernasi tanda disuse sindrom
Tindakan : Manajemen nyeri
Mandiri Bantu ADL
Keperawatan Latihan rentang luas gerak sendi
Latihan isometrik dan isokinetik bertahap
Perawatan luka
Edukasi : Pra-bedah, cara mengontrol nyeri, cara
mencegah infeksi, mobilisasi bertahap,
Personal hygiene,diet dengan gizi seimbang
(TKTP)
Kolaborasi : Persiapan operasi (administrasi,fisik, informed
consent/pertindik ).
Pemberian obat sesuai advis dokter
7 Evaluasi Mengervaluasi respon pasien (Data Subyektif dan Data Obyektif )
kemudian dianalisis.
8 Penelaah Kritis Sub-Komite Mutu Keperawatan
9 Daftar Pustaka Lewis, SL.,Dirksen,SR,Heitkemper,MM,and Bucher, L ( 2014)
Medical Siurgical Nursing.MosbyElsivier.

PPNI ( 2019), Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI),


Jakarta.

PPNI ( 2019 ), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI),


Jakarta.