Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PAHAM DAN ALIRAN DALAM AKIDAH ISLAM (SYIAH)

DOSEN PENGAMPU:

HJ. MARHANI Lc. M.Ag

KELOMPOK 5:

1. ANDI NABILA RAMADANI

2. DEWI ANGRAENI

3. AYU MAULINDA

AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE

TAHUN AJARAN 2019/2020


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan

makalah Paham dan Aliran Dalam Akidah (Syiah). Dalam menyusun makalah ini, kami tidak

lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak khususnya para anggota kelompok

5 yang telah membantu dengan sepenuh hati dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehingga

kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yakni untuk mengenalkan dan membahas

paham dan aliran dalam akidah islam (syiah). Dengan makalah ini diharapkan penyusun dan

pembaca dapat mempunyai pengetahuan yang lebih luas mengenai paham dan aliran dalam

akidah (syiah).

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat

kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami sangat harapkan.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca umumnya dari kami sendiri.

Pare-pare, 16 November 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

B. RUMUSAN MASALAH

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SYIAH

B. TOKOH-TOKOH SYIAH

C. AJARAN-AJARAN SYIAH

D. SEKTE-SEKTE SYIAH

BAB II PENUTUP

A. KESIMPULAN

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sejalan dengan berkembangnya dan meluasnya Islam didunia, sudah tentu perkembangan

itu tidak terlepas dari berbagai problematika yang timbul, baik yang timbul dari dalam Islam

itu sendiri maupun dari luar Islam. Diantara problematika yang timbul dari dalam diri Islam

itu sendiri adalah timbulnya golongan atau aliran-aliran yang benihnya sudah mulai dirasakan

tatkala Nabi Muhammad saw sudah meninggal.

Syiah adalah madzhab yang pertama lahir dalam Islam. Madzhab syiah memiliki visi

politiknya sendiri, sebagian dekat dan sebagian lain jauh dari agama. Madzhab ini tampil

akhir pada masa pemerintahan Utsman, kemudian tumbuh dan berkembang pada masa Ali.

Setiap kali Ali berhubungan dengan masyarakat, mereka semkain mengagumi bakat-bakat,

kekuatan agama dan ilmunya. Karena itu para propagandis syiah mengekploitasi Ali untuk

menyebarkan pemikiran-pemikiran mereka tentang dirinya.

Diantara pemikiran itu ada yang menyimpang dan ada pula yang lurus. Ketika keturunan

Ali yang sekaligus keturunan Rasulullah mendapat perlakuan zalim yang semakin hebat dan

banyak mengalami penyiksaan pada masa Bani Umayyah, rasa cinta mereka terhadap

keturunan Ali semakin mendalam. Mereka memandang Ahlulbait ini sebagai syuhada dan

korban kedzaliman. Dengan demikian, semakin meluaslah daerah syiah dan pendukungnya

semakin banyak. Golongan syiah beranggapan bahwa Sayyidina Ali binAbi Thalib dan anak

keturunannya lebih berhak menjadi khalifah daripada orang lain, berdasarkan wasiat Nabi.

Masalah khalifah ini adalah soal politik yang semakin dalam perkembangan selanjutnya

mewarnai pandangan mereka dibidang agama.

1
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian aliran syiah?

2. Siapa saja tokoh-tokoh aliran syiah?

3. Apa saja ajaran-ajaran aliran syiah?

4. Bagaimana sekte-sekte aliran syiah?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SYIAH

Syiah berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata Syīʿatu ʿAlī, yang artinya pengikut Ali

adalah satu sekte pecahan dari Islam. Dalam keyakinan syiah dikatakan bahwa rasul Islam,

Muhammad menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya dan imam (pemimpin)

setelahya terutama pada acara Ghadir Khum, tetapi gagal menjadi khalifah sebagai akibat dari

insiden di Saqifah. Sementara itu, kaum Iskam Sunni meyakini bahwa Muhammad tidak

menunujuk seorang penerus secara langsung dan menganggap Abu Bakar yang ditunjuk

sebagai khalifah melalui syura (konsensus komunitas di Saqifah) untuk menjadi khalifah sah

pertama setelah Nabi. Berbeda dengan tiga khalifah Rasyidin pertama, Ali berasal dari klan

yang sama dengan Muhammad, Bani Hasyim, juga menjadi sepupu nabi dan menjadi laki-laki

pertama yang menjadi muslim.Penganut syiah biasa dipanggil Syiah Ali, Syiya’an (jamak),

Syi’i atau Syi’ite (tunggal). Pada umumnya, syiah menolak kepemimpinan dari tiga kalifah

pertama. Madzhab syiah Zaidiyyah termasuk syiah yang tidak menolak kepemimpinan tiga

khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib.

Syiah adalah bentuk pendek dari kalimat Syiah Ali yang berarti pengikut Ali, yang

berkenaan dengan turunnya Q.S Al-Bayyinah ayat Khair al-Bariyyah, saat turunnya ayat itu

Nabi Muhammad bersabda, “Wahai Ali, kamu dan pengikjutmu adalah orang-orang yang

beruntung – ya Ali anta wa syi’atuka hum al-saizun”. Kata syiah menurut etimologi bahasa

arab bermakna “pembela dan pengikut seseorang”. Selain itu juga bermakna “kaum yang

berkumpul atas suatu perkara”. Adapun menurut terminologi Islam, kata syiah bermakna

“mereka yang menyatakan bawa Ali bin Abi Thalib adalah yang paling utama diantara para

3
sahabat dan berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan atas kaum Muslim, demikian

pula anak cucunya”.

B. TOKOH-TOKOH SYIAH

Dalam pertimbangan syiah, selain terdapat tokoh-tokoh populer seperti Ali bin Abi

Thalib, Hasan bin Ali, Husain bin Ali, terdapat pula dua tokoh Ahlulbait yang mempunyai

pengaruh dan andil yang besar dalam perkembangan paham syiah, yaitu Zaid bin Ali bin

Husain Zainal Abidin dan Ja’far al-Shadiq. Kedua tokoh ini dikenal sebagai orang-orang

besar pada zamannya. Pemikiran Ja’far al-Shadiq bahkan dianggap sebagai cikal bakal ilmu

fiqih dan ushul fiqh, karena keempat tokoh utama fiqh Islam yaitu Imam Abu hanifah, Imam

Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal secara langsung dan tidak langsung pernah

menimba ilmu darinya. Oleh karena itu, tidak heran bila kemudian Syaikh Mahmud Syaltut,

Mantan Rektor Universitas al-Azhar Mesir mengeluarkan fatwa yang kontroversial dikalang

pengikut Sunnah (Ahlussunnah). Mahmud Syaltut memfatwakan bolehnya setiap orang

menganut fiqh Zaidi atau fiqh Itsna “Asyariyah.

Adapun Zaid bin Ali bin Husain Zainal Abidin terkenal ahli di bidang tafsir dan fiqh.

Pada usia yang relatif muda, Zaid bin Ali telah terkenal sebagai salah satu tokoh Ahlulbait

yang menonjol. Salah satu karya yang ia hasilkan adalah kitab al-Majmu dalam bidang fiqh.

Juga karya lainnya mengenai tafsir, fiqh, imamah dan haji.

Selain dua tokoh diatas, terdapat pula beberapa tokoh syiah, diantaranya:

a. Nashr bin Muhazim

b. Ahmad bin Muhammad bin Isa al-Ay’ari

c. Ahmad bin Abi Abidillah al-Baqri

d. Ibrahim bin Hilal al-Tsaqafi

4
e. Muhammad bin Hasan bin Furukh al-Shaffar

f. Muhammad bin Mas’ud al-Ayasyi al-Samarqandi

g. Ali bin Babawaeh al-Qomi

h. Syaikhul Masyayikh

i. Muhammad al-Kulaini

j. Ibn aqil al-Ummani

k. Muhammad bin Hamam al-Iskafi

l. Muhammad bin Umar al-Kasyi

m. Ibn Qawlawaeh al-Qomi

n. Ayatullah Ruhullah Khomaeini

o. Al-Allamah Sayyid Muhammad Husain al-Thabathaba’i

p. Sayyid Husseyn Fadhlullah

q. Murtadha Muthahhari

r. Ali Syari’ati

s. Jalaluddin Rakhmat

t. Hasan Abu Ammar

C. AJARAN-AJARAN SYIAH

Ajaran syiah dan pemikirannya memiliki karakteristik tersendiri dengan beberapa poin

penting. Berikut adalah penjelasan mengenai pemikiran syiah antara lain:

1. Ahlulbait

Secara harfiah alhulbait berarti keluarga atau kerabat dekat. Dalam sejarah islam, istilah

itu secara khusus dimaksudkan kepada keluarga atau kerabat Nabi Muhammad saw. Ada

tiga bentuk pengertian ahlulbait. Pertama, mencakup istri-istri Nabi Muhammad saw dan

5
seluruh Bani Hasyim. Kedus, hanya Bani Hasyim. Ketiga, terbatas hanya pada Nabi

sendiri, Ali, Fathimah, Hasan, Husain dan imam-imam dari keturunan ali bin Abi Thalib.

2. Al-Bada

Doktrin al-Bada adalah keyakinan bahwa Allah swt mampu mengubah suatu peraturan

atau keputusan yang telah berkabung umum untuk memperingati wafatnya Husain bin Ali

dan keluarganya ditangan pasukan Yazid bin Mu’awiyah bin Abu Sofyan pada tahun 61 H

di Karbala, Irak.

3. Imamah (kepemimpinan)

Imamah adalah keyakinan bahwa setelah Nabi wafat harus ada pemimpin-pemimpin Islam

yang melanjutkan misi atau risalah Nabi.

4. Ishmah

Ishmah ialah keyakinan bahwa para imam itu, termasuk Nabi Muhammad, telah dijamin

oleh allah dari segala bentuk perbuatan salah atau lupa.

5. Mahdawiyah

Mahdawiyah berasal dari kata mahdi yang berarti keyakinan akan datangnya seorang juru

selamat pada akhir zaman yang menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Juru selamat itu disebut Imam Mahdi.

6. Marja’iyyah atau Wilayah al-Faqih

Kata marja’iyyah berasal dari kata marja’ yang artinya tempat kembalinya sesuatu.

Sedangkan kata wilayah al-faqih terdiri dari dua kata yaitu wilayah berarti kekuasaan atau

kepemimpinan dan faqih berarti ahli fiqh atau ahli hukum Islam. Wilayah al-faqih

mempunyai arti kekuasaan atau kepemimpinan para fuqaha.

7. Raj’ah

6
Kata raj’ah berasal dari kata raja’a yang artinya pulang atau kembali. Raj’ah adalah

keyakinan akan dihidupkannya kembali sejumlah hamba Allah swt yang paling saleh dan

sejumlah hamba Allah yang paling durhaka untuk membuktikan kebesaran dan kekuasaan

Allah swt di muka bumi, bersamaan dengan munculnya Imam Mahdi.

8. Taqiyah

Taqiyah adalah sikap berhati-hati demi menjaga keselamatan jiwa karena khawatir akan

bahaya yang dapat menimpa dirinya.

9. Tawassul

Tawassul adalah memohon sesuatu kepada Allah dengan mneyebut pribadi atau

kedudukan seorang Nabi, imam atu bahkan seorang wali suaya doanya tersebut cepat

dikabulkan Allah swt.

10. Tawalli dan Tabarri

Kata tawalli berasal dari kata tawalla fulanan yang artinya mengangkat seseorang sebagai

pemimpinnya. Adapun tabarri berasal dari kata tabarra’a an fulan yang artinya melepaskan

diri atau menjauhkan diri dari seseorang.

D. SEKTE-SEKTE SYIAH

Aliran syiah dalam sejarahnya terpecah-pecah dalam masalah Imamiyyah. Sekte terbesar

adalah Dua Belas Imam, diikuti oleh Zaidiyyah dan Imailiyyah. Ketiga kelompok terbesar itu

mengikuti garis berbeda Imamiyyah, antara lain:

1. Syiah Dua Belas Imam atau Sekte Itsna Asyariah

Disebut Dua Belas Imam karena mereka meyakini bahwa yang berhak memimpin

kaum muslimin hanyalah para Imam dari ahlulbait, dan mereka yang meyakini adanya 12

Imam. Dari sekian banyak sekte dalam syiah, sekte inilah yang paling luas pengaruhnya

7
dan paling banyak pengikutnya. Mayoritas mereka tinggal di Iran dan Irak. Sekte ini baru

muncul pada abad ke-3 H, akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa sekte ini baru

muncul sesudah wafatnya imam ke-11 yaitu Hasan al-Askari dan ghaibnya umam yang

ke-12 yaitu Muhammad Al-Mahdi Al-Muntazar tahun 260 H. Imam menurut sekte ini

adalah:

a. Ali bin Abi Thalib (600-661) dikenal dengan Amirul Mukminin

b. Hasan bin Ali (625-669) dikenal al-Mujtaba

c. Husain bin Ali (626-680) dikenal Husain Asy-Syahid

d. Ali bin Husain (658-713) dikenal Ali Zainal Abidin

e. Muhammad bin Ali 9676-743) dikenal Muhammad al-Baqir

f. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq

g. Musa bin Ja’far (745-799) dikenal Musa al-Kadzim

h. Ali bin Musa (765-818) dikenal Ali ar-Ridha

i. Muhammad bin Ali (810--835) dikenal Muhammad al-Jawad atau Muhammad at-Taqi

j. Ali bin Muhammad (827-868) dikenal dengan Ali al-Hadi

k. Hasan bin Ali (846-874) dikenal Hasan al-Askari

l. Muhammad bin Hasan (868) dikenal Muhammad al-Mahdi

Menurut keyakinan sekte ini bahwa Imam yang ke-12 yang mereka sebut Al-Qoim

atau Al-Muntazar akan muncul dan sedang ditunggu-tunggu. Dan pada saat

kemunculannya, menurut sekte ini yang akan dilakukan oleh imam ke-12 adalah:

a. Menghunus pedang dan membunuhi orang Arab

8
Al-Majlisi meriyawatkan bahwa Al-Muntazar akan berjalan ditengah orang Arab seperti

disebutkan dalam Al-jufri Al-Ahmar, yaitu membunuhi mereka, tidak ada yang tersisa

dengan orang Arab kecuali pembantaian.

b. Menghancurkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Al-Majlis meriwayatkan “sesungguhnya Al-Qoim akan merobohkan Masjidil Haram

dan Masjid Nabawi sehingga rata dengan pondasinya”. Al-Faidh al-Kasyani

meriwayatkan “wahai para penduduk Kufah, Allah azza wa jalla telah menghadiahkan

kamu sekalian keutamaan yang tidak dihadiahkan kepada seorangpun”. Tempat shalat

kamu adalah rumah Adam, rumah Nuh dan rumah Idris serta tempat sholatnya Nabi

Ibrahm. Tidak akan pergi hari-hari hajar Aswad ditanam didalamnya.

c. Menegakkan Hukum Keluarga Daud

Dari Abu Abdillah “jika Al-Qoim dari keluarga Muhammad muncul, dia akan

berhukum dengan hukum Daud dan Sulaiman”. Al-Majlisi meriwayatkan bahwa Al-

Qoim akan membawa ajaran baru, kitab yang baru dan hukum yang baru.

2. Sekte Zaidiyyah

Sekte ini merupakan pengikut Zaid bin Ali bin Husain bin Abi Thalib, atau ada yang

menyebutkan dengan Syiah Lima Imam. Sekte ini dianggap moderat karena golongan ini

tidak menganggap bahwa ketiga khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib tidak sah. Urutan

Imam sekte ini adalah:

a. Ali bin abi Thalib (600-661)

b. Hasan bin Ali (625-669)

c. Husain bin Ali (626-680)

d. Ali bin Husain (658-713)

9
e. Zaid bin Ali (658-740)

3. Sekte Ismailiyyah

Disebut juga Syiah Tujuh Imam, karena mereka meyakini tujuh imam dan mereka

percaya bahwa Imam ke-7 ialah Ismail. Adapun urutan Imamnya adalah:

a. Ali bin Abi Thalib (600-661)

b. Hasan bin Ali (625-669)

c. Husain bin Ali (626-680)

d. Ali bin Husain (658-713)

e. Muhammad bin Ali (676-743)

f. Ja’far bin Muhammad (703-765)

g. Ismail bin Ja’far (721-755)

10
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Aliran syiah adalah mereka yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad telah menunjuk

Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya atau pemimpin selanjutnya. Mereka juga

menganggap Ali bin Abi Thalib sebagai yang utama diantara para sahabat. Dalam

pertimbangan syiah, terdapat tokoh-tokoh populer seperti Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali,

Husain bin Ali, terdapat pula dua tokoh Ahlulbait yang mempunyai pengaruh dan andil yang

besar dalam perkembangan paham syiah, yaitu Zaid bin Ali bin Husain Zainal Abidin dan

Ja’far al-Shadiq.

Para pengikut Ali bin Abi Thalib mempunyai pemikiran sendiri dalam alirannya seperti,

ahlulbait, al-Bada, imamah (kepemimpinan), ishmah, mahdawiyah, marja’iyah atau wilayah

al-faqih, raj’ah, taqiyah, tawassul, tawalli dan tabarri. Dari pemikiran itulah mereka meyakini

bahwa setelah Nabi wafat akan ada pemimpin-pemimpin Islam yang melanjutkan misi dan

risalah Nabi serta keyakinan akan datangnya seorang juru selamat di akhir zaman yang

menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Aliran syiah dalam sejarahnya terpecah-pecah dalam masalah Imamiyyah. terbesar adalah

Dua Belas Imam atau Sekte Itsna Asyariah yang paling luas pengaruhnya dan paling banyak

pengikutnya, diikuti oleh Zaidiyyah atau Lima Imam yang tidak menganggap bahwa ketiga

khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib tidak sah dan Ismailiyyah atau Sekte Tujuh Imam dan

percaya bahwa imam ke-7 adalah Ismail bin Ja’far.

B. SARAN

11
Sangatlah diperlukan bagi kita untuk mempelajari aliran syiah ini, karena dengan

mempelajari aliran syiah kita dapat mengetahui seluk beluk dari ajaran syiah. Misalnya

tentang tokoh-tokoh syiah, aliran-aliran syiah, dan sekte-sekte syiah. Dan agar kita juga dapat

bisa mengambil kekurangan dan kelebihan dari aliran syiah.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Syiah

http://taufiqaliromdloni.blogspot.com/2016/04/aliran-aliran-dalam-islam-syiah.html

https://salamkuminfo.blogspot.com/2016/12/makalh-aliran-syiah.html?m=1

13