Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

ILMU AQIDAH

Tentang

AKIDAH ISLAM TENTANG ALLAH

DISUSUN OLEH :

1. ANUGRAH JUNIARTI MH (19.62202.054)


2. ARINI (19.62202.056)
3. MUH.RIFAL BASIR (19.62202.055)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE
KOTA PAREPARE
2019
KATA PENGANTAR

Segala Puji hanya milik Allah Swt yang Maha menentukan setiap detail takdir

sekaligus menetapkan segala hikmah dibaliknya. Semata-mata demi kebaikan dan

keadilan pada hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada manusia

terbaik sepanjang sejarah manusia, sang khatamul anbiya’, Muhammad Al-Musthofa,

beserta keluarga, sahabat, dan seluruh ummat yang senantiasa istiqamah menapaki

risalahnya yang paripurna, hingga akhir zaman.

Bersyukurlah, sepahit apapun kondisi kami, masih selalu diberi kesempatan dan

kesehatan untuk menyelesaikan tugas makalah ini.

Akhirnya, besar harapan kami agar makalah ini dapat memberikan informasi,

gambaran, dan bermanfaat bagi semua yang membacanya. Aamiin ya rabbal alamin.

Parepare, 18 September 2019

Kelompok VII

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………… i


KATA PENGANTAR………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… iii

BAB I : PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang ……………………………………………………. 1
I.2. Rumusan Masalah…………………………………………………...2
I.3. Tujuan Pembahasan…………………………………………………2

BAB II : PEMBAHASAN
II.1 Beriman Kepada Allah Swt……………………………………….3
II.2 Metode Pembuktian adanya Allah Swt…………………………..4
II.3 Sifat-sifat Allah Swt……………………………………………….9
II.4 Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang Baik)…………………11

BAB III : PENUTUP


III.1 Kesimpulan………………………………………………………16

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….17
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Aqidah Islam berpangkal pada keyakinan “Tauhid” yaitu keyakinan

tentang wujud Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada yang menyekutuinya, baik

dalam zat, sifat-sifat maupun perbuatannya. Akhlak mulia berawal dari aqidah,

jika aqidahnya sudah baik maka dengan sendirinya akhlak mulia akan terbentuk.

Iman yang teguh pasti tidak ada keraguan dalam hatinya dan tidak tercampuri oleh

kebimbangan. Beriman kepada Allah pasti akan melaksanakan segala perintahnya

dan menjauhi larangannya. Beriman kepada Allah juga harus beriman kepada

Malaikat, Nabi, kitab, hari akhir, qada dan qadar Allah. Aqidah memiliki peranan

penting dalam mendidik siswa, ruang lingkup aqidah yang dapat membentuk

akhlak mulia akan mengantarkan manusia Indonesia sebagai manusia yang

mumpuni dalam segala aspek kehidupan. Ruang lingkup dari aqidah yaitu:

Ilahiyat, nubuwat, ruhaniyat, dan sam’iyyat1 . Dari ruang lingkup aqidah yang

dijadikan rujukankan terbentuknya manusia berakhlakul karimah, berarti manusia

dapat menghindari akhlak tercela sebagai manifestasi dari ajaran-ajaran aqidah

Islam.

Antara aqidah akhlak dan perilaku keagamaan akan berdampak pada

berbagai hal, tergantung pada ke arah mana aqidah akhlak itu mendasari aktifitas

seseorang. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kedudukan aqidah akhlak

sebagai landasan berbagai aktifitas seseorang, menentukan baik dan buruknya.

1
Oleh karena itu, pembentukan perilaku keagamaan yang baik menjadi penting.

I.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis uraikan, maka dapat

dirumuskan permasalahan yaitu: Bagaimana implementasi pendidikan Aqidah

Akhlak dalam membentuk perilaku seseorang?

I.3 Tujuan Pembahasan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk Mendeskripsikan penerapan

pendidikan Aqidah Akhlak dalam membentuk kepribadian seseorang.

2
BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Beriman Kepada Allah Swt

Beriman kepada Allah swt adalah iman atau yakin bahwa Allah adalah ilah

(sembahan) yang benar. Allah berhak disembah tanpa menyembah kepada yang

lain, karena dialah pencipta hamba-hambanya. Dialah yang memberi rezeki

kepada manusia.

Iman kepada Allah disamping mengakui bahwa Allah itu ada dan Maha

Esa, juga perlu mempercayai sifat-sifat kesempurnaanya. Diantara sifat

kesempurnaan Allah mengetahui segalanya, tiada yang tersembunyi baginya

barang sesuatu pun. Dia Maha Kuasa dan ssanggup melaksanakan segala

kehendaknya dengan tidak dapat dihalangi oleh siapapun dan kekuatan apapun.

Allah Swt berfirman dalam Qs.Al-an’am (6): 59 :

Artinya : Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang

mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan

di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya

(pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu

yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh

Mahfudz)"

3
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tauhid benar-benar merupakan inti dari Akidah

Islam yakni dengan mengiktikadkan bahwa Allah itu Maha Esa tidak ada sekutu

baginya. Iktikad ini harus dihayati, baik dalam niat, amal, maupun dalam maksud

dan tujuan.

II.2 Metode Pembuktian Adanya Allah Swt

Untuk membuktikan adanya Allah, al-Qur'an menunjukkan suatu metode,

yakni dengan menyelidiki hakikat kejadian manusia dan alam sekitar. Adapun 3

contoh ayat-ayat Al-Quran yang membuktikan keberadan Allah Swt yaitu :

a. QS. Ali Imran(3): 190- 191

Surat Ali Imran ayat 190 ini menjelaskan bahwa dalam penciptaan

langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-

tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab. Yakni orang-orang yang berakal.

Orang-orang yang mau berpikir. Orang-orang yang mau memperhatikan

alam. Orang-orang yang kritis.

Ulul Albab yang disebutkan dalam Surat Ali Imran ayat 190

dijelaskan pada Ayat 191. Bahwa ulul albab adalah orang yang banyak

berdzikir dan bertafakkur. Ia berdzikir dalam segala kondisi baik saat

berdiri, duduk ataupun berbaring. Ia juga mentafakkuri (memikirkan)

penciptaan alam ini hingga sampai pada kesimpulan bahwa Allah

menciptakan alam tidak ada yang sia-sia. Maka ia pun berdoa kepada

Allah, memohon perlindungan dari siksa neraka.

4
b. QS. Al-A'raf(7): 185

Qs. Al- A’raf ayat 185 ini menjelaskan bahwa manusia apabila

memperhatikan kerajaan langit dan bumi, tentu akan memperoleh dalil

yang menunjukkan keesaan Allah dan sifat-sifat sempurna yang dimiliki-

Nya. Demikian pula apabila mereka melihat salah satu ciptaan Allah,

maka di sana dia akan mendapatkan dalil terhadap ilmu Allah, kekuasaan-

Nya, hikmah-Nya, luas rahmat dan ihsan-Nya, serta menunjukkan

berlakunya kehendak Allah dan menunjukkan sifat-sifat-Nya yang agung

yang sesungguhnya menunjukkan bahwa Allah sendiri yang mencipta dan

mengatur alam semesta. Hal ini sudah barang tentu mengharuskan agar

Dia (Allah) saja yang disembah. Hendaknya mereka memperhatikan

keadaan mereka, karena boleh jadi maut datang kepada mereka secara

tiba-tiba ketika mereka sedang lengah, sehingga mereka tidak mampu

mengejar hal yang telah luput. Apakah berita dusta dan sesat yang mereka

percayai ataukah berita yang benar ini (Al Qur’an)? Akan tetapi, walau

bagaimana pun juga orang yang disesatkan Allah sudah tidak ada jalan lagi

untuk menunjukinya sebagaimana diterangkan pada ayat selanjutnya.

c. QS. Al-Anbiya'(21): 22

Pada ayat ini Allah memberikan bukti yang rasional berdasarkan kepada

benarnya kepercayaan tauhid dan keimanan kepada Allah Yang Maha Esa,

yaitu seandainya di langit dan di bumi ada dua tuhan, niscaya rusaklah

keduanya, dan binasalah semua makhluk yang ada di antara keduanya.

Sebab, jika seandainya ada dua tuhan, maka ada dua kemungkinan yang

5
terjadi.

Pertama, Bahwa kedua tuhan itu mungkin tidak sama pendapat dan

keinginan mereka dalam mengelola dan mengendalikan alam ini, lalu

keinginan mereka yang berbeda itu semuanya terlaksana, di mana yang

satu ingin menciptakan, sedang yang lain tidak ingin menciptakan,

sehingga alam ini terkatung-katung antara ada dan tidak. Atau hanya

keinginan pihak yang satu saja yang terlaksana, maka tuhan yang satu lagi

tentunya menganggur dan berpangku tangan. Keadaan semacam ini tidak

pantas bagi tuhan.

Kedua, Bahwa tuhan-tuhan tersebut selalu sepakat dalam

menciptakan sesuatu, sehingga setiap makhluk diciptakan oleh dua

pencipta. Ini menunjukkan ketidak mampuan masing-masing tuhan itu

untuk menciptakan sendiri makhluk-makhluknya. Ini juga tidak patut bagi

tuhan. Oleh sebab itu, kepercayaan yang benar adalah mengimani tauhid

yang murni kepada Allah, tidak ada sesuatu yang berserikat dengan-Nya

dalam mencipta dan memelihara alam ini.

Kepercayaan inilah yang paling sesuai dengan akal yang sehat.

Dengan demikian, keyakinan dalam Islam bertentangan baik dengan ajaran

atheisme maupun ajaran polytheisme. Setelah mengemukakan dalil yang

rasional, maka Allah menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari semua sifat-

sifat yang tidak layak yang dihubungkan kepada-Nya oleh kaum

musyrikin, misalnya bahwa Dia mempunyai anak, atau sekutu dalam

menciptakan, mengatur, mengelola dan memelihara makhluk-Nya.

6
Ibn Rusyd, seorang filosof muslim, memberikan 2 cara dalam

membuktikan wujud Allah: Pertama, dalil al-Inayah intinya bahwa

sesungguhnya kesempurnaan struktur susunan alam semesta ini

menunjukkan adanya suatu tujuan tertentu pada alam. Alam adalah natijah

dari hikmah ketuhanan yang sangat mendalam. Kedua, dalil ikthira' intinya

bahwa yang ada (maujud) yang kita lihat adalah makhluk (dijadikan)

terutama pada makhluk hidup, manusia sangat lemah untuk menciptakan

walaupun hanya seekor binatang kecil.

Dari penjelasan ini dapat ditarik kesimpulan tentang bukti-bukti adanya

Allah SWT.

1. Karena hakikat manusia itu adalah makhluk bertuhan

Pada hakikatnya, manusia membutuhkan dzat yang maha kuasa

sebagai tempat berlindung.

2. Adanya bukti dari ayat-ayat al-Qur'an

Di dalam al-Qur'an banyak dijumpai ayat-ayat yang menyebutkan

keberadaan Allah.

3. Terjadinya alam semesta

Keberadaan alam semesta ini membuktikan bagi orang-orang yang

mempunyai akal sehat tentang adanya Tuhan yang telah menciptakan

semuanya.

4. Adanya kejadian manusia

Manusia dengan segala kelebihan dan keunikannya, tidak mungkin

7
ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya. Manusia

diciptakan Allah dari bahan yang sederhana dan rendah nilainya, yakni

unsur tanah.

5. Adanya kitab al-Qur'an Al-Qur'an

Sejak diturunkan kepada Nabi muhammad SAW tidak ada yang

mampu menandinginya, baik dari segi sastra, bahasa, apalagi isi

kadungannya. Ini membuktikan bahwa ada dzat yang maha besar dan

maha sempurna yang telah mewahyukan al-Qur'an. Lima landasan

pokok tersebut mampu membuktikan bahwa Allah itu benar-benar

wujud (ada).

Selain dalil-dalil yang membuktikan adanya Allah ada juga dalil-dalil

yang lain yaitu:

1. Dalil kosmologis

Dalil kosmologis (cosmogical argument) atau dalil penciptaan

merupakan pembuktian paling tua dan sederhana tentang eksistensi

Allah. Intinya adalah bahwa segala sesuatu yang ada (wujud) itu pasti

ada yang menciptakan sebab seluruh kejadian dan perwujudan yang

ada di alam semesta ini, selamanya, bergantung pada adanya

peruwujudan yang lain.

2. Dalil teologis

Dalil ini merupakan dalil yang amat populer, dan ini merupakan

penerapan dalil kosmologis dalam bentuknya yang lain. Intinya dalil

8
ini adalah bahwa segala perwujudan tersusun dalam sistem yang amat

teratur, dan setiap benda yang ada di alam semesta ini memiliki tujuan-

tujuan tertentu.

3. Dalil ontologis

Dalil ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Anselm (1033-

1109) yang kemudian dipertajam oleh Descartes pada permulaan abad

modern ini. Intinya adalah bahwa manusia memiliki konsep tentang

sesuatu yang sempurna. Ketiga macam dalil tersebut, disebut sebagai

dalil klasik yang kini jarang dipergunakan orang, terutama di kalangan

kaum terpelajar.

4. Dalil moral Inti

Dalil ini adalah bahwa dikalangan umat manusia di dunia ini

berlaku nilai-nilai moral, seperti kebenaran, kebahagiaan dan keadilan.

II.3 Sifat-sifat Allah

Allah mempunyai sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz, semuanya

menunjukkan kesepurnaan Tuhan dan kesucian-Nya. Diantara sifat-sufat Allah

yang penting kita ketahui ialah :

a. Qidam

Qida artinya yang pertama-tama adanya. Tidak ada yang mendahului

adanya. Dan ia adalah “The First Course” terhadap segala yang wujud

di alam semesta ini.

9
b. Baqa

Baqa artinya kekal, tidak fana dan ttidak ada akhirnya.

c. Berbeda dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini

d. Berdiri sendiri

Allah tidak membutuhkan sesuatu dan siapapun.

e. Esa

Keesaan Tuhan ini meliputi Zat-Nya (Unity of god in his person)

artinya, Zat Tuhan itu hanya satu, tidak tediri dari beberapa oknum

(Dwi Tunggal) seperti “Tuhan” dalam agama Zoroaster, atau tiga

oknum (Trinitas/Tritunggal) seperti “Tuhan” dalam Agama Kristen

atau Hindu.

f. Berkuasa

Kekuasaan Allah ini diatas kekuasaan makhluknya.

g. Berkehendak

Kehendak Allah adalah menentukan, karena segala yang dikehendaki-

Nya pasti terjadi atau wujud sebagaimana yang di firmankan oleh

Allah dal Qs.Yaasin: 82 yang artinya: “Sesungguhnya keadaanya

apabila dia mengkhendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya,

“Jadilah!” maka Jadilah ia.

h. Ia hidup Abadi, tak pernah mati.

i. Ia mempunyai pengetahuan yang sangat sempurna, meliputi hal-hal

dan peristiwa-peristiwa yang telah lampau, yang sedang terjadi dan

yang akan terjadi. Sedang pengetahuan yang dimiliki atau dikuasai

10
manusia hanyalah sedikit saja, sebagaimana yang difirmankan oleh

Allah dam Qs. Al-Isra: 85, Artinya : “Dan mereka bertanya kepadamu

tentang Roh, Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan

tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit”.

j. Ia mendengar apa saja yang terjadi.

k. Ia melhat apa saja yang terjadi, sekalipun disembunyikan atau

dirrahasiakan oleh manusia. Bahkan apa yang terlintas dalam pikiran

atau hati seseorang dapat diketahuinya.

II.4. Asmaul Husna

Asmaul khusna adalah nama-nama Allah yang baik atau indah. Nama-

nama ini dijadikan jalan untuk bermakrifat kepada Allah. Dengan cara memahami

baik-baik nama-nama itu. Adapun jumlah nama-nama tersebut berjumlah 99 nama

yaitu sebagai berikut:

1. Ar-Rahman Artinya Yang Maha Pemurah

2. Ar-Rahim Artinya Yang Maha Mengasihi

3. Al-Malik Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung

4. Al-Quddus Artinya Yang Maha Suci

5. Al-Salam Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera

6. Al-Mu'min Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan

7. Al-Muhaimin Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas

8. Al-Aziz Artinya Yang Maha Berkuasa

9. Al-Jabbar Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya

10. Al-Mutakabbir Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya

11
11. Al-Khaliq Artinya Yang Maha Pencipta

12. Al-Bari Artinya Yang Maha Menjadikan

13. Al-Musawwir Artinya Yang Maha Pembentuk

14. Al-Ghaffar Artinya Yang Maha Pengampun

15. Al-Qahhar Artinya Yang Maha Perkasa

16. Al-Wahhab Artinya Yang Maha Penganugerah

17. Al-Razzaq Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki

18. Al-Fattah Artinya Yang Maha Pembuka

19. Al-'Alim Artinya Yang Maha Mengetahui

20. Al-Qabidh Artinya Yang Maha Pengekang

21. Al-Basit Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat

22. Al-Khafidh Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang

23. Ar-Rafi' Artinya Yang Maha Peninggi

24. Al-Mu'izz Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan

25. Al-Muzill Artinya Yang Maha Menghina

26. As-Sami' Artinya Yang Maha Mendengar

27. Al-Basir Artinya Yang Maha Melihat

28. Al-Hakam Artinya Yang Maha Mengadili

29. Al-'Adl Artinya Yang Maha Adil

30. Al-Latif Artinya Yang Maha Lembut serta Halus

31. Al-Khabir Artinya Yang Maha Mengetahui

32. Al-Halim Artinya Yang Maha Penyabar

12
33. Al-'Azim Artinya Yang Maha Agung

34. Al-Ghafur Artinya Yang Maha Pengampun

35. Asy-Syakur Artinya Yang Maha Bersyukur

36. Al-'Aliy Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia

37. Al-Kabir Artinya Yang Maha Besar

38. Al-Hafiz Artinya Yang Maha Memelihara

39. Al-Muqit Artinya Yang Maha Menjaga

40. Al-Hasib Artinya Yang Maha Penghitung

41. Al-Jalil Artinya Yang Maha Besar serta Mulia

42. Al-Karim Artinya Yang Maha Pemurah

43. Ar-Raqib Artinya Yang Maha Waspada

44. Al-Mujib Artinya Yang Maha Pengkabul

45. Al-Wasi' Artinya Yang Maha Luas

46. Al-Hakim Artinya Yang Maha Bijaksana

47. Al-Wadud Artinya Yang Maha Penyayang

48. Al-Majid Artinya Yang Maha Mulia

49. Al-Ba'ith Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula

50. Asy-Syahid Artinya Yang Maha Menyaksikan

51. Al-Haqq Artinya Yang Maha Benar

52. Al-Wakil Artinya Yang Maha Pentadbir

53. Al-Qawiy Artinya Yang Maha Kuat

54. Al-Matin Artinya Yang Maha Teguh

55. Al-Waliy Artinya Yang Maha Melindungi

13
56. Al-Hamid Artinya Yang Maha Terpuji

57. Al-Muhsi Artinya Yang Maha Penghitung

58. Al-Mubdi Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal

59. Al-Mu'id Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan

60. Al-Muhyi Artinya Yang Maha Menghidupkan

61. Al-Mumit Artinya Yang Mematikan

62. Al-Hayy Artinya Yang Senantiasa Hidup

63. Al-Qayyum Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri

64. Al-Wajid Artinya Yang Maha Penemu

65. Al-Majid Artinya Yang Maha Mulia

66. Al-Wahid Artinya Yang Maha Esa

67. Al-Ahad Artinya Yang Tunggal

68. As-Samad Artinya Yang Menjadi Tumpuan

69. Al-Qadir Artinya Yang Maha Berupaya

70. Al-Muqtadir Artinya Yang Maha Berkuasa

71. Al-Muqaddim Artinya Yang M

aha Menyegera

72. Al-Mu'akhkhir Artinya Yang Maha Penangguh

73. Al-Awwal Artinya Yang Pertama

74. Al-Akhir Artinya Yang Akhir

75. Az-Zahir Artinya Yang Zahir

76. Al-Batin Artinya Yang Bati

77. Al-Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah

78. Al-Muta'ali Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia


14

79. Al-Barr Artinya Yang banyak membuat kebajikan

80. At-Tawwab Artinya Yang Menerima Taubat

81. Al-Muntaqim Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah

82. Al-'Afuw Artinya Yang Maha Pengampun

83. Ar-Ra'uf Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang

84. Malik-ul-Mulk Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal

85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan

86. Al-Muqsit Artinya Yang Maha Saksama

87. Al-Jami' Artinya Yang Maha Pengumpul

88. Al-Ghaniy Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap

89. Al-Mughni Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan

90. Al-Mani' Artinya Yang Maha Pencegah

91. Al-Darr Artinya Yang Mendatangkan Mudharat

92. Al-Nafi' Artinya Yang Memberi Manfaat

93. Al-Nur Artinya Cahaya

94. Al-Hadi Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk

95. Al-Badi' Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya

96. Al-Baqi Artinya Yang Maha Kekal

97. Al-Warith Artinya Yang Maha Mewarisi

98. Ar-Rasyid Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran

99. As-Sabur Artinya Yang Maha Penyabar/Sabar


15

BAB III

PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Dari penjabatan ini dapat disimpulkan:


1. Beriman Kepada Allah adalah percaya akan adanya Allah SWT
2. Pokok dari segala aqidah Islam adalah beriman kepada Allah
3. Untuk membuktikan adanya Allah, yaitu dengan menyelidiki hakikat
kejadina manusia dan alam sekitar
4. Pembuktian adanya Allah yaitu;
- Hakikat manusia itu adalah makhluk bertuhan - Adanya bukti dari
ayat-ayat al-Qur'an - Terjadinya alam semesta - Adanya kejadian
manusia - Adanya kitab al-Qur'an
5. Ada juga dalil-dalil lain yang membuktikan adanya Allah yaitu: - Dalil
Kosmologi - Dalil Teologis - Dalil Ontologis - Dalil Moral
6. Sifat-Sifat Allah dibagi atas - Sifat wajib Allah - Sifat jaiz Allah - Sifat
mustahil Allah
7. Asmaul khusna adalah nama-nama Allah yang baik atau indah.
16
DAFTAR PUSTAKA

Marzuki,M.Ag, Dr. 2012 . Pembinaan karakteristik melalui pendidikan agama

Islam . Yogyakarta, Penerbit Ombak

Ali, Prof Zainuddin , M.A, 2007. Pendidikan agama Islam . Jakarta . PT. Bumi

Aksara

Zuhdi Prof .Drs Masjfuk. 1988. Studi Islam. Jakarta. PT. raja Grafido Persada
17