Anda di halaman 1dari 72

SELAMAT DATANG

PERTEMUAN ADVOKASI,
SOSIALISASI, INTENSIFIKASI PENEMUAN
KASUS KUSTA & FRAMBUSIA MELALUI
KAMPANYE ELIMINASI KUSTA &
ERADIKASI FRAMBUSIA
KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
TANGGAL, 24 – 25 SEPTEMBER 2018
APA ITU KUSTA

KUSTA adalah penyakit menular


yang disebabkan oleh kuman
Cara Penularan : Mycobacterium leprae yang
-Manusia merupakan satu satu terutama menyerang saraf tepi,
nya sumber penularan. kulit dan organ tubuh lain kecuali
susunan saraf pusat.
-Penularan terjadi dari
penderita kusta yang tidak
diobati ke orang lain melalui
pernafasan atau kontak kulit
MASA INKUBASI :
yang lama. 2 – 5 TAHUN BISA KURANG
ATAU LEBIH
Kusta
• Kusta : permasalahan kesehatan di masyarakat
• Setiap tahun ditemukan 16000-20000 penderita baru,
2013 sebanyak 16.856
• Tidak menyebabkan kematian tetapi menyebabkan
kecacatan→ bila tidak segera ditemukan dan diobati
• Petugas kesehatan terutama puskesmas → ujung
tombak
• Semua petugas di pelayanan kesehatan →
mampu menangani dan mengobati penderita
sedini mungkin sampai sembuh tanpa cacat.

• Apabila sudah dalam kecacatan tidak


bertambah berat kecacatanya.
Penyakit kusta
• Penyakit menular

• Dampak kecacatan fisik, masalah sosial dan


ekonomi terkait stigma masyarakat
100 ORANG YANG TERPAPAR :
- 95 ORANG KEBAL
- 5 ORANG SAKIT
* 3 ORANG SEMBUH
DNG SENDIRINYA
* 2 ORANG SAKIT..
DIAGNOSIS PENYAKIT KUSTA DITEGAKKAN
JIKA SESEORANG MEMPUNYAI SATU ATAU
LEBIH TANDA UTAMA ( CARDINAL SIGN )
KUSTA YANG DITEMUKAN PADA WAKTU
PEMERIKSAAN KLINIS.
Tanda utama penyakit kusta
• Kelainan kulit /lesi dapat berbentuk bercak putih
(hipopigmentasi) atau kemerahan (eritem) disertai mati
rasa (anestesi).
• Penebalan saraf tepi yg disertai gangguan fungsi saraf (
akibat dari neuritis perifer kronis) berupa:
- Fungsi sensoris : mati rasa
- Fungsi motoris : kelemahan (paresis) atau
kelumpuhan (paralisis otot)
- Fungsi otonom : kulit kering
• Adanya BTA di dalam kerokan jaringan kulit (slit skin
smear)
CARDINAL SIGN

KELAINAN PENEBALAN
SARAF DG BTA POSITIF
KULIT YG
GANGGUAN FS
MATI RASA

KUSTA
TYPE MB :
- BERCAK > 5
TYPE PB : - PENEBALAN SARAF
- BERCAK < 5 - DG GGUAN FS > 1
PENEBALAN SARAF DG - BTA POSITIF
GGUAN FS HANYA 1
- BTA NEGATIF
TANDA TANDA LAIN
DARI KUSTA
• 1. Madarosis
• 2. Hidung pelana
• 3. Gynecomastia
• 4. Kecacatan tangan
• 5. Kecacatan kaki
• 6. Luka pada kaki
• 7. Penebalan cuping telinga
LETAK SYARAF TEPI YANG
BERHUBUNGAN DENGAN KUSTA

N. Facialis N. Auricularis magnus


Didepan tragus dibawah os zigomatikus dan Diatas muskulus sternokleidomastoideus,
dibawah parotis ( diketok-ketok) dibawah kulit ( teraba seperti kabel)

N. Medianus
N. Radialis
Diantara fleksor karpi radialis
dan palmaris longus (ditekan) Pada radialis antara deltoid dan
triseps (diraba bag. Samping
lengan atas)
N. Ulnaris

Diatas siku dan sulkus ulnaris

N. Peroneus Communis

Dibelakang kapitulus fibule dan N. Tibialis Posterior


dilipatan lutut sebelah medial Dibawah dan belakang
harmstring maleolus medialis
MB
DIAGNOSIS
BANDING
DIAGNOSA BANDING M.H.

Pitiriasis Versicolor
PITYRIASIS ALBA

Pitiriasis alba
Birth Marks
PSORIASIS VULGARIS

Psoriasis Vulgaris
Tinea corporis
PENTINGNYA PENEMUAN PENDERITA
KUSTA SECARA DINI
• Pengobatan secara dini akan mencegah
terjadinya cacat kusta
• Pengobatan secara dini menghilangkan
sumber penularan di masyarakat
• Pemberantasan penyakit kusta akan
menyelamatkan masa depan generasi
penerus
TYPE PB TYPE MB
-MDT - PB : -MDT – MB :
•DEWASA : DEWASA
Dosis bulanan : RIFAMPISIN 600 Dosis bulanan : RIFAMPISIN 600
DDS 100 mg. DDS 100 mg
Dosis harian : DDS 100 mg LAMPRENE 300 mg
Dosis harian :LAMPRENE 50
ANAK : sesuai tabel. DDS 100 MG
ANAK : sesuai tabel
-JUMLAH : 6 BLISTER -JUMLAH : 12 BLISTER.
-WAKTU : 6 – 9 BULAN -WAKTU : 12 – 18 BULAN
REAKSI
KUSTA
REAKSI

Reaksi kusta adalah episode akut pada perjalanan


penyakit Kusta, sebagai akibat dari perubahan
sistem kekebalan tubuh.
Dapat timbul sebelum, selama dan sesudah
pengobatan.
Ditandai dengan peradangan akut pada kulit, saraf ,
organ lain dan bisa disertai gangguan keadaan
umum.

TIPE II :
TIPE I :
ME RESPON
ME RESPON HUMORAL
SELULER
REAKSI KUSTA
TIPE 1 TIPE 2
( REAKSI REVERSAL) (E.N.L)

ONSET Awal terapi Pertengahan / Akhir


(1-3 bulan pertama) ( > 6 bulan / RFT )

TIPE M.H. PB/MB MB

KLINIS Lesi lama menjadi Timbul nodule baru


aktif, menebal yang meradang

SISTEMIK Jarang, febris ringan, Sering, febris, artralgi,


oedem sefalgi dll.
REAKSI RINGAN :
1. BEROBAT JALAN , ISTIRAHAT
DIRUMAH
2. BERI ANALGETIK ANTIPIRETIK
3. CARI FAKTOR PENCETUS
4. MDT DITERUSKAN

REAKSI BERAT :
1. ISTIRAHAT / IMMOBILISASI.
2. PEMBERIAN ANALGETIK ANTIPIRETIK
3. CARI FAKTOR PENCETUS
4. MDT DITERUSKAN DENGAN DOSIS SAMA
5. PEMBERIAN OBAT ANTI REAKSI
TINGKAT CACAT KUSTA ( WHO )

• CACAT TK. 0 :
Mata, tangan , kaki normal tidak ada kelainan.
• CACAT TK. I :
Ada cacat pada tangan dan kaki akibat kerusakan syaraf ,
yang tidak kelihatan dan ditemukan pada saat
pemeriksaan.
• CACAT TK. II :
Ada cacat pada mata, tangan dan kaki akibat kerusakan
syaraf yang langsung dapat dilihat.( mis: Lagopthalmus,
jari kiting, ulcus pada telapak tangan/kaki dll. )
TERIMA KASIH