Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

KEWIRAUSAHAAN DALAM KEBIDANAN

DISUSUN OLEH:

1. ANI WIRYANITI 5. NURAINI


2. ARMELA AUDIA T 6. RIN SULIANA
3. ISOPRAWATI 7. YUPITA SRI KARTINI
4. NI WAYAN SUPARMI NINGSIH

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI KEBIDANAN JENJANG DIII
MATARAM
2020

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT. Yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua karena atas limpahan
berkah dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan

Dalam pembuatan laporan ini penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak,
maka pada kesempatan ini penulis mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada:

1. Bapak Zulkahfi, S.,Kep, Ners., M.,Kes Selaku Ketua StikesYarsi Mataram


2. Ibu Baiq Ricca Afrida, M., Keb Selaku Ketua Kaprodi D3 Kebidanan.
3. Ibu Dosen Mata Kuliah yang membina mata kuliah ini.
4. Semua teman-teman yang sudah membantu dalam menyelesaikan makalah
ini.
Besar harapan kami dengan tersusunnya makalah ini dapat selesai tepat pada
waktunya. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya
dan penulis pada khususnya. kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak
kekurangan dalam hal pembuatan, penyusunan, ataupun materi yang di sajikan belum
lengkap.

Untuk itu kami harapkan kritik dan saran yang dapat mendorong kami untuk
menyempurnakan laporan selanjutnya.

Mataram, Maret 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................i
KATA PENGANTAR....................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................1
C. Tujuan..................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................3
A. Kreatifitas dan Ide Bisnis.....................................................................3
B. Rencana Bisnis.....................................................................................5
C. Analisa Kelayakan Bisnis....................................................................6
D. Ide-Ide Kewirausahaan........................................................................8
E. Perlunya Bidan Belajar Kewirausahaan..............................................11
F. Cara Memasuki Usaha Baru...............................................................13
G. Profil Usaha dan Model......................................................................15
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.........................................................................................16
B. Saran...................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB II
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang
dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang
yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-
sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang
bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta
sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi
pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan
mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah
wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada
wirausaha.
Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari
kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam
bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang;
swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas
kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan
wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha
berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau
keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan
bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan
yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti
pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha.
Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat
kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko.
Menurut (Rasyid: 2014) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola
dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang
berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental,

1
pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-
tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan.
Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu
memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan
merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk
memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di
dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan
inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang
menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan
seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif
dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan
hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang
yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia
nyata secara kreatif (Widjaya:2010).
Istilah kreativitas menunjukkan kemampuan dalam menciptakan hasil karya
baru yang merupakan produk-produk kreasi. Ada beberapa perbedaan pandangan
mengenai definisi kreativitas (Suryana: 2013).
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengertian Kretifitas dan Ide Bisnis?
2. Bagaimana Rencana Bisnis?
3. Bagaimana Analisa Kelayakan Bisnis?
4. Bagaimana Ide-Ide Kewirausahaan?
5. Bagaiaman Bidan memerlukan Belajar Berwirausaha?
6. Cara Memasuki Usaha Baru?
7. Profil Usaha dan Model?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian Kretifitas dan Ide Bisnis
2. Untuk mengetahui Rencana Bisnis
3. Untuk mengetahui Analisa Kelayakan Bisnis
4. Untuk mengetahui Ide-Ide Kewirausahaan

2
5. Untuk mengetahui Bidan memerlukan Belajar Berwirausaha
6. Untuk mengetahui Cara Memasuki Usaha Baru
7. Untuk mengetahui Profil Usaha dan Model

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kreatifitas dan Ide Bisnis


Kreativitas adalah sebagai suatu proses untuk menghasilkan yang baru,
apakah itu berupa gagasan atau benda dalam bentuk atau rangkaian yang
menghasilkan. Penekanan pada tindakan menghasilkan ketimbang pada hasil
akhir dari tindakan tersebut (Rasyid, 2011). 
Pendapat lain juga mengatakan bahwa kreativitas adalah sebagian kreasi
sesuatu yang baru dan orsinil secara kebetulan, dengan terdapatnya bukti yang
nyata dari hasil pekerjaan yang dilakukan. Jadi kreativitas mempunyai tujuan
yang mungkin tidak lebih dari kesenangan langsung yang diperolehnya
(Samsunuwiyati (2010:175).
Sedangkan kreativitas menurut Suryana (2013) adalah apa saja yang
diciptakan selalu baru dan berbeda dari apa yang telah ada serta bentuknya unik,
hal ini hanya benar sebagian karena untuk menciptakan hal yang baru masih perlu
konsep yang lama.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka kreativitas dapat dirumuskan
sebagai suatu proses aktivitas kognitif seseorang untuk melahirkan sesuatu yang
baru, baik berupa karya baru maupun karya kombinasi yang semuanya itu relatif
berbeda dengan apa yang ada sebelumnya.
Sedangkan ide bisnis adalah pemikiran atau gagasan utama. Sedangkan
dalam ilmu ekonomi bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau
jasa kepada konsumen  atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.  Secara
historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti
"sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian,
sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan
(Kashini:2014)

4
B. Rencana Bisnis
Adapun rencana bisnis menurut (Widjaya: 2010) adalah sebagai berikut:
1. Menyusun Strategi
Strategi merupakan langkah, taktik atau tindakan yang harus ada
dalam sebuah wirausaha. Suatu wirausaha yang ingin bersaing dengan kelas
dunia, tentunya wirausaha itu harus memiliki sebuah managemen yang bagus,
baik, operasi yang lebih baik terutama terhadap pelayanan, kemudian
memiliki produk yang berkualitas tinggi dan baik dengan harga yang
terjangkau oleh masyarakat, komunikasi dan informasi yang jelas, cth jika
Anda ingin membangun usaha sewa mobil Jakarta sebaiknya Anda harus
pintar menyusun strategi pemasaran, promosi, penjualan dan strategi bisnis
lainnya (Widjaya: 2010).
2. Identifikasika pabilitas 
Dari analisis mengenai lingkungan eksternal anda, berikan kesimpulan
kapabilitas utama dari wirausaha anda. Kemudian pertimbangkan pengaruh
luar saat mengembangkan strategi untuk bisnis anda Kapabilitas utama itu
mencakup: kapasitas penelitian/inovasi, perencanaan dan control financial,
kapabilitas sumber daya manusia, keahlian pemasaran dan administrasi,
pengetahuan ten tang produk dan keahlian dalam pelayanan (Widjaya: 2010).
3. Identifikasi pengaruh eksternal
Hal penting yang harus dilakukan dalam mengidentifikasi pengaruh
eksternal yaitu mempertimbangkan pengaruh lingkungan luar, yang
menentukan respon yang baik mengenai bisnis anda. Kemudian pengaruh atau
faktor yang berbeda, yang berupa faktor ekonomi, faktor teknologi
lingkungan, kecenderungan supplier dan demografi dan yang lebih penting
adalah menemukan area kelemahan anda (Widjaya: 2010).
4. Analisa posisi terhadap competitor
Untuk menganalisa posisi wirausaha anda terhadap competitor, hal
yang pertama sekali yang harus anda lakukan adalah mencari informasi yang
jelas tentang pasar, kemudian ukurlah posisi wirausaha anda cth nyata jika

5
Anda ingin bangun bisnissewa mobil Jakarta sebaiknya Anda dari awal harus
memperhatikan dan menghitung jumlah kompetitor usaha Anda di daerah
tempat Anda mendirikan usaha sewa mobil tersebut. Untuk mengukur dan
menganalisa posisi competitor, anda harus mengenal tentang: Keunggulan
produk anda, Harganya, Ketersediaan, Pelayanan kepada pelanggan,
kebijakan untuk perkembangan berkesinambungan dan kondisi pasar
(Widjaya: 2010).
5. Lokasi / Tempat Usaha
Pemilihan tempat lokasi atau tempat usaha adalah salah satu elemen
penting juga untuk pembangunan usaha Anda, lokasi yang strategis dan aman
jauh dari bahaya perampokan adalah tempat usaha yang harus Anda miliki
sehingga usaha Anda akan berjalan dengan lancar dan baik (Widjaya: 2010).
C. Analisis Kelayakan Bisnis
1. Menganalisis Peluang Usaha dengan Analisis SWOT
Untuk dapat menganalisis peluang usaha bisa dengan menggunakan
Analisis SWOT yaitu:
a. Strength adalah kekuatan apa yang akan mendukung usaha kita untuk
mencapai sasaran.
b. Weakness adalah kelemahan apa yang membatasi atau menghambat usaha
kita.
c. Opportunity adalah peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan
sesuai dengan kemampuan
d. Threat adalah Ancaman apa saja yang terjadi saat kita berusaha.
2. Analisis Peluang Usaha berdasar jenis Produk/Jasa
a. Minat seseorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau
bidang lainya.
b. Modal,apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk
uang maupun barang/mesin.
Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu
menekuni usaha yang sama.

6
c. Pengaruh lingkungan sekitar.
d. Banyak sedikitnya poermintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang
akan kita pilih.
e. Kecocokan antara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu.
f. Banyak sedikitnya pesaing.
g. Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan.
3. Menganalisis Kemungkinan Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
        Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan usaha diantaranya sebagai
berikut :
a. Adanya perencanaan yang tepat dan matang serta dapat dilaksanakan
dengan baik.
b. Adanya Visi, Misi, dan dedikasi yang tinggi dalam usaha.
c. Adanya komitmen tinggi dalam berusaha.
d. Adanya SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal  dan didukung
teknologi yang tinggi.
e. Adanya manajemen usaha yang baik.
f. Adanya peningkatan permintaan barang dan jasa.
g. Adanya dana yang cukup.
h. Adanya keterampilan dan pengalaman dalam bidang usaha.
i. Adanya minat terhadap bidang usaha.
j. Adanya kebutuhan konsumen yang terpuaskan.
k. Adanya sarana dan prasarana penunjang usaha.
Seorang pelaku bisnis bisa gagal desebabkan oleh beberapa hal, antara lain
sebagai berikut :
a. Manajer yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman
b. Kurangnya perhatian dan kurang memberikan komitmen yang penuh
kepada usahanya
c. Lemahnya system control
d. Kurangnya modal
e. Kalah bersaing

7
8
4. Persiapan dan langkah – langkah menganalisis peluang usaha
Persiapan dan langkah langkah, antara lain sebagai berikut :
a. Membuat sketsa bidang usaha yang hendak ditekuninya
b. Penyedian modal
c. Mengurus izin usaha
d. Menyiapkan tenaga kerja
e. Menyiapkan sarana dan prasarana
f. Menyiapkan bahan baku
g. Menetapkan lokasi usaha
h. Menetapkan metodologi usaha
i. Menetapkan teknologi usaha
j. Menetapkan manajemen usaha
k. Mencari mitra usaha
(Widjaya: 2010)
D. Ide-Ide Kewirausahaan
1. Peluang Usaha dan Ide Bisnis Bidang Produksi/Industri
Pada jenis ide dan peluang bisnis ini, ada kegiatan untuk mengubah
bahan atau barang menjadi barang lain yang berbeda serta mempunyai nilai
tambah (Sulaiman: 2017).
Contohnya adalah sbb.:

 Industri Makanan dan Minuman


 Industri dan Bisnis Rumahan
 Industri Pakaian
 Industri Kosmetik
 Bisnis Percetakan
 Industri Cor atau Cetak Logam
 Industri Handicraft
 Industri Pembuatan Kain Tenun

9
10
2. Peluang Usaha dan Ide Bisnis Bidang Jasa
Usaha jasa adalah sebuah peluang usaha yang fokus utama usahanya
adalah memberikan pelayanan dan atau menjual jasa (Sulaiman: 2017).
Berikut ini beberapa contoh dari ide bisnis jasa tersebut:

 Bisnis Jasa Pendidikan


 Bisnis Jasa Pengiriman
 Kebugaran dan Olahraga
 Bisnis Jasa Kebersihan
 Bisnis Jasa Perbaikan
 Bisnis Jasa Penyewaan

3. Peluang Usaha dan Ide Bisnis Bidang Intelektual


Dalam usaha ini sebenarnya ada unsur jasa maupun pengubahan
bentuk barang yang dijual, namun dalam usaha intelektual kebutuhan bahan
baku atau material tidak terlalu menonjol sebagaimana halnya usaha lain.
Yang terutama dikerjakan dan dibutuhkan adalah pemikiran dan pekerjaan
kreatif (Sulaiman: 2017).
Berikut ini adalah beberapa contoh dari ide dan peluang bisnis bidang
intelektual ini:

 Kursus mengemudi
 Kursus menjahit
 Bimbingan belejar
 TK dan Play Group
 Event Organizer : seminar, training, workshop
 Kursus wirausaha
 Kursus bahasa : inggris, Jepang, Mandarin, Arab, dll
 Kursus seni
 Baby school

11
 Klub kreativitas
 Klub Petualangan
 Privat
 Kursus matematika
 Pengembangan otak
 Mengaji
 Bimbingan belajar anak bermasalah
 Out Bond

4. Peluang Usaha Dan Ide Bisnis Bidang Perdagangan Dan Distribusi


Inti kegiatan usaha ini adalah sebagai perantara produsen dan
konsumen, antara pemilik dengan pembeli, untuk menyebarluaskan,
memeratakan atau memperluas jangkauan pasar suatu barang atau penawaran
barang (Sulaiman: 2017).
Berikut ini adalah contoh bisnis dibidang perdagangan dan distribusi
tersebut:
Ide Bisnis dan Usaha Perkulakan:

 Minimarket / supermarket
 Toko grosir
 Distributor/agen
 Toko / kios / warung
 Counter (HP, dll)
 Pemasaran jaringan (MLM, MultiLevel Marketing)

Ide Bisnis Broker Properti:

 Jual beli rumah , tanah


 Sewa rumah
 Sewa tempat usaha

12
 Sewa kantor bersama
 Tempat kost pelajar/ mahasiswa

Dan setiap hari bermunculan berbagai ide dan peluang bisnis yang
diciptakan oleh seseorang, termasuk beberapa peluang usaha baru ditahun ini
terutama untuk jenis usaha rumahan dan usaha sampingan. Hal ini karena
jenis usaha rumahan dan usaha sampingan ini biasanya dapat dimulai dan
dikerjakan dengan modal yang minim sekalipun. Seperti misalnya bisnis kasur
busa sofa bed dan ide bisnis kasur lipat yang digagas oleh salahseorang
member disebuah forum diskusi. Ia menjabarkan kalau ide bisnis ini bisa
dijadikan sebagai bisnis utama maupun sebagai bisnis sampingan yang dapat
dioperasikan atau dijalankan cukup dari rumah saja, dengan modal yang
relatif lebih kecil sehingga mudah dijangkau oleh para mitra mereka
(Sulaiman: 2017).
E. Perlunya Bidan Belajar Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah sebuah mindset (pola pikir) dan method (metode).
Keduanya dapat berdiri sendiri maupun bersama-sama. Sebagai mindset,
kewirausahaan mewakili pola pikir, asumsi dasar, nilai atau yang mendasari
pemikiran kita. Ia adalah ‘sesuatu’ yang berbeda diantara stimulus dan respon. Ia
adalah pembeda antara seorang individu dengan individu lainnya. Mindset adalah
hal yang berpotensi mewarnai pemikiran-pemikiran dan tindakan-tindakan kita.
Mindset wirausaha dalam hal ini adalah pola pikir positif, pantang menyerah,
selalu berusaha melihat peluang. Selanjutnya, sebagai metode (method), tentu saja
aktivitas wira usaha memiliki langkah/cara/strategi tertentu untuk dapat sukses
(tidak terlalu mudah gagal).
Dari sekian banyak kasus, tentunya ditemukan formula/rumus ideal
bagaimana cara memulai aktivitas wirausaha dengan baik, dalam arti berpeluang
mendapatkan profit sekaligus memiliki sedikit peluang untuk bangkrut. Metoda
dalam hal ini bagaimana aktivitas kewirausahaan ini dijalankan secara nyata

13
dalam kehidupan sehari-hari sehingga menghasilkan keuntungan bagi
pengelolanya.
Secara umum metode ini juga dapat dibagi dua yaitu business content (jenis
bisnisnya/produk/barang), dan business context (yaitu perrangkat bisnisnya, mulai
dari manajemen keuangannya, pemasaran, sdm, dan lain-lain).
Penyusun menyimpulkan bahwa: kewirausahaan dalam praktek kebidanan
adalah Sebuah mindset (pola piker )  dan method (metode)  yang harus dikuasai
seorang Bidan sebagai wirausahawan dalam memulai dan/atau mengelola sebuah
usaha praktek profesional (Bidan Praktek Swasta maupun Klinik Bersalin) dengan
mengembangkan kegiatan-kegiatan berbasis kreativitas dan inovasi yang dapat
memenuhi kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat untuk
kemajuan/keberhasilan praktek profesional kebidanannya.
Salah satu contohny: Jika seorang bidan yang membuka praktek mandiri dapat
disebut juga sebagai wirausahawan. Dimana wirausahawan adalah seorag yang
memiliki keahlin menjual, mulai menwarkan ide hingga komoditas yakni layanan
jasa. Sebagai pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut
untuk mengetahui dengan baik manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha
mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan
pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan
visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai kemampuan
personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya
mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola
manajemen pelayanan secara professional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.
(Sulaiman: 2017).
F. Cara Memasuki Usaha Baru
1.     Tentukan ide bisnisnya
Langkah pertama yang perlu Anda persiapkan adalah menentukan ide
bisnis yang akan dijalankan. Pencarian ide bisnis tersebut bisa dimulai dari hobi
maupun skill yang Anda miliki, selanjutnya bisa Anda tekuni sebagai peluang
bisnis baru yang menjanjikan untung besar setiap bulannya. Selain itu, dalam

14
menentukan ide bisnis yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan modal
yang Anda miliki, mengetahui selera pasar, dan sesuai dengan bidang yang Anda
sukai (Sulaiman: 2017).

15
2.     Siapkan modal untuk memulai usaha
Sebelum menjalankan sebuah usaha, penting bagi Anda untuk
mengetahui seberapa besar modal usaha yang Anda butuhkan. Buatlah
anggaran biaya serta analisa ekonomi dari bisnis tersebut, dan siapkan
segala modal yang dimaksudkan. Mulai dari peralatan dan perlengkapan
yang dibutuhkan, besarnya dana yang diperlukan, serta modal kemampuan
yang perlu dikembangkan untuk mendukung kemajuan usaha Anda
(Sulaiman: 2017).

3.     Hilangkan rasa gengsi Anda


Kebanyakan orang masih merasa gengsi bila mereka harus terjun
langsung untuk menjalankan usaha dari nol. Padahal, memulai sebuah
usaha membutuhkan niat, tekad, dan mental baja untuk bisa mewujudkan
kesuksesan bisnis yang mereka impikan. Bahkan tak jarang seorang pemula
harus berjuang seorang diri untuk merintis sebuah usaha, mulai dari
mempersiapkan produk, lokasi usaha, mencari pasar, sampai melayani para
konsumen. Karenanya, hilangkan rasa gengsi Anda untuk menjemput
kesuksesan yang ada di depan mata (Sulaiman: 2017).

G. Profil Usaha dan Model


Profil wirausaha yang mempunyai kepribadian yang produktif, begitu
menemukan peluang dan mendapatkan ide untuk menciptakan suatu bentuk usaha
(produk) baik yang berbentuk processing (manufaktur) maupun jasa maka
langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan idenya tersebut dalam
tindakan- tindakan nyata.
Di Indonesia sendiri, belum terdapat batasan dan kriteria yang baku mengenai
usaha kecil. Berbagai instansi menggunakan batasan dan kriteria menurut fokus
permasalahan yang ditinjau. Dalam undang-undang No. 9/1995 Pasal 5 tentang
usaha kecil, disebutkan beberapa kriteria usaha kecil adalah sebagai berikut :

16
a. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.00 (dua ratus juta
rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau
b. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu
miliar rupiah).
Terlepas dari ukuran kuantitatis, pada umumnya perusahaan kecil memiliki
ciri-ciri khusus, yaitu manajemen, persyaratan modal, dan pengoperasian yang
bersifat lokal. Pada usaha kecil, manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah
pemilik, majikan, dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara
mandiri. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya bersifat relatif kecil dan
hanya dari beberapa sumber.
Komisi untuk Perkembangan Ekonomi mengemukakan kriteria usaha kecil
sebagai berikut :
a. Manajemen berdiri sendiri, manajer adalah pemilik.
b. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil.
c. Daerah operasi bersifat lokal.
d. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil.

17
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Aktivitas bisnis sangat memerlukan orang-orang yang inovatif, kreatif dan
cepat tanggap terhadap setiap perubahan. Para peneliti telah mengatakan bahwa
kreativitas menyangkut keputusan-keputusan Anda tentang apa yang Anda
inginkan dan bagaimana Anda melakukannya dengan lebih baik. Jadi, urutan
tersebut melibatkan sebuah proses, bukan hanya melihat hasil akhir yang
diharapkan, sehingga kita tidak perlu merasa sangat terbebani untuk menjadi
kreatif.
Para peneliti telah membedakan tipe kreativitas dalam kehidupan sehari-
hari,yaitu:
a. Membuat  atau menciptakan, yaitu proses membuat sesuatu dari tidak ada
menjadi ada.
b. Mengombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berkaitan
menjadi lebih bermanfaat.
c. Memodifikasi sesuatu yang memang sudah ada. Proses ini menggunakan
berbagai cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu
menjadi lebih berguna bagi orang lain
B. Saran
Demikian makalah ini yang dapat kami uraikan. Inovatif dan kreatif adalah 2
hal penting yang menjadi penyeimbang dalam rangka mengelola wirausaha secara
berkesinambungan dan akan selalu diterima dimasyarakat karena pembaharuan
kreasi dan inovasi slalu dilakukan demi kepuasan konsumen.

C.

18
DAFTAR PUSTAKA

Sudrajat Rasyid. 2011. Kewirausahaan Santri: Bimbingan Santri Mandiri, Jakarta:


Citrayudha.
Suryana. 2013. Kewirausahaan: Pedoman Praktis Kiat dan Proses Menuju Sukses,
Jakarta: Salemba Empat.
Kasmir. 2014. Kewirausahaan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Justin G. Longenecker. 2015. Kewirausahaan: Manajemen Usaha Kecil, Jakarta:
Salemba Empat.
Gunawan Widjaya. 2010. Lisensi atau Waralaba: Suatu Panduan Praktis, Jakarta:
RajaGrafindo Persada.

Sahlan Sulaiman. 2017. Dimensi Sumber Kreatifitas Manusia. Bandung ,Sinar Baru .

19

Anda mungkin juga menyukai