Anda di halaman 1dari 4

Memahami Pengertian Penelitian (ARTI EMPIRIS0

Sebelum membahas tentang pengertian penelitian, terlebih dahulu kita mengenal bagaimana
tokoh-tokoh ilmu pengetahuan berfikir dan berpendapat. Berikut beberapa pendapat tokoh-
tokoh tersebut mengenai ruang lingkup penelitian :

Theodore Roosevelt : Orang yang tidak pernah membuat kekeliruan adalah orang
yang tidak pernah melakukan apapun.

Albert Eistein: Seandainya kita tahu apa yang sedang kita kerjakan, itu takkan di
sebut riset bukan?

Albert Eistein : Bukannya saya cerdas, hanya saja saya lebih tekun

Winston Churcill : Pelajaran terbesar dalam hidup adalah mengetahui bahkan


orang bodohpun kadang benar

Louis Pasteur : Suatu penemuan ilmiah tidak pernah merupakan hasil karya satu
orang.

Benjamin Franklin : Kejeniusan adalah kemampuan memfokuskan visi hingga


menjadi kenyataan

Abraham Maslow : Kalau satu-satunya alat yang anda miliki adalah palu, setiap
masalah akan mirip paku

James Joyce : Seseorang yang jenius tidak membuat kekeliruan, kesalahannya itu
di sengaja dan merupakan pintu menuju penemuan

Beberapa pemikiran tersebut perlu di mengerti…. apa maksudnya? Kenapa mereka berfikir
demikian. Nah … setelah mau memahami pendapat para tokoh tersebut, baru mulailah kita
memulai memahami konsep penelitian:

Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu[1] [2].  Penelitian atau riset yang baik adalah penelitian yang benar. Secanggih dan
sedalam apapun penelitiannya, tetapi jika hasil penelitian tidak dapat dipercaya, maka
penelitian tidak akan berguna. Penelitian yang tidak benar tidak akan digunakan dalam
praktek tertentu atau paa dunia pendidikan karena hasilnya dapat membingungkan bahkan
menyesatkan[4].

Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang
dilakukan secara teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan
menggunakan cara yang sistematis atau langkah demi langkah untuk menemukan,
mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

Cara ilmiah : Penelitian didasarkan  pada ciri keilmuan. Ciri-ciri keilmuan; (1) rasional, (2)
empiris, (3)sistematis.
Rasional : kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga
terjangkau oleh penalaran manusia.

Contoh :

Seorang pencuri diadili karena mencuri

Seseorang harus menabung agar menjadi kaya

Manusia harus makan akar tetap hidup

Empiris : cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lain
dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakannya[2]. Empiris berarti suatu
keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera[3]. Data
empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan. Dalam statistika,
kuantitas “empiris” berarti nilai-nilai yang berasal dari pengamatan atau percobaan.[3]

Bukti empiris
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Empiris)
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Bukti empiris (juga data empiris, indra pengalaman, pengetahuan empiris, atau a
posteriori) adalah suatu sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi atau percobaan.
[1]
Bukti empiris adalah informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran
atau kebohongan suatu klaim empiris. Dalam pandangan empirisis, seseorang hanya dapat
mengklaim memiliki pengetahuan saat seseorang memiliki sebuah kepercayaan yang benar
berdasarkan bukti empiris. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan rasionalism yang
mana akal atau refleksi saja yang dianggap sebagai bukti bagi kebenaran atau kebohongan
dari beberapa proposisi. [2] Indra adalah sumber utama dari bukti empiris. Walaupun sumber
lain dari bukti, seperti ingatan, dan kesaksian dari yang lain pasti ditelusuri kembali lagi ke
beberapa pengalaman indrawi, semuanya dianggap sebagai tambahan, atau tidak langsung. [2]

Dalam arti lain, bukti empiris sama artinya dengan hasil dari suatu percobaan. Dalam arti ini,
hasil empiris adalah suatu konfirmasi gabungan. Dalam konteks ini, istilah semi-empiris
digunakan untuk mengkualifikasi metode-metode teoritis yang digunakan sebagai bagian dari
dasar aksioma atau hukum postulasi ilmiah dan hasil percobaan. Metode-metode tersebut
berlawanan dengan metode teoritis ab initio yang secara murni deduktif dan berdasarkan
prinsip pertama.[rujukan?]

Pernyataan-pernyataan dan argumen yang bergantung pada bukti empiris sering kali disebut
sebagai a posteriori ("dari yang setelahnya") yang dibedakan dari a priori ("dari yang
sebelumnya"). (Lihat A priori dan a posteriori). Pengetahuan atau pembenaran A priori tidak
bergantung pada pengalaman (sebagai contoh "Semua bujangan belum menikah"); sementara
pengetahuan atau pembenaran a posteriori bergantung pada pengalaman atau bukti empiris
(sebagai contohnya "Beberapa bujangan sangat bahagia").
Pandangan standar positivis tentang informasi yang diperoleh secara empiris yaitu observasi,
pengalaman, dan percobaan berguna sebagai pemisah netral antara teori-teori yang saling
berkompetisi. Namun, sejak tahun 1960an, kritik tegas yang sering dihubungkan dengan
Thomas Kuhn, [3] telah berargumen bahwa metode tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan dan
pengalaman sebelumnya. Akibatnya tidak bisa diharapkan bahwa dua ilmuwan saat
mengobservasi, mengalami, atau mencoba pada kejadian yang sama akan membuat observasi
teori-netral yang sama. Peran observasi sebagai pemisah teori-netral mungkin tidak akan bisa.
Teori yang bergantung observasi berarti bahwa, bahkan bila ada metode kesimpulan dan
interpretasi yang disetujui, ilmuwan bisa saja tidak bersetuju mengenai sifat dari data empiris.
[4]

Sistematis : proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah


tertentu yang bersifat logis.[1]

Data is the description of things and events that we face. Data adalah fakta berupa angka,
karakter, symbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi yang merepresentasikan
keadaan sebenarnya yang selanjutnya digunakan sebagai masukan suatu Sistem Informasi.
Dalam dunia komputer data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam memori
menurut format tertentu.

Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris yang mempunyai kreteria tertentu
yaitu valid. Valid menunjukkan derajad ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada
obyek penelitian dengan data-data yang dikumpulkan oleh peneliti selama penelitian terkait.
Data yang valid pasti reliable dan obyektif. Reliable berkenaan dengan derajad konsistensi
data dalam interval waktu tertentu.

Contoh data reliable : dalam lomba sepeda santai minggu kemarin 10 orang mendapatkan
hadiah satu unit mobil sedan.

Obyektifitas berkenaan dengan kesepakatan dengan banyak orang atau istilahnya adalah
interpersonal agrement. Namun demikian data yang reliabel belum tentu valid dan data yang
obyektif juga belum tentu valid. Misalnya 99% menyatakan bahwa anak pak A pintar
sedangkan 1% orang menyatakan anak pak A adalah anak bodoh dan nakal. Pernyataan
kelompok tersebut terlihat obyektif (disepakati 99%) tapi tidak valid.

Rujukan :

[1] Sugiyono, Prof. DR, 2010, Statistika untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung

[1] Sugiyono, Prof. DR, 2010, Metode Penelitian Pendidikan – Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.

[3] wikipedia, 2010, Empiris. URL: http://id.wikipedia.org/wiki/Empiris.

[4] jogiyanto, 2008, Metodologi Penelitian – Sistem Informasi, Andi, Yokyakarta.