Anda di halaman 1dari 10

Step 3

1. Apa saja klasifikasi dari mood?

2. Apa saja macam2 afek?


Afek adalah respon emosional pasien yg tampak atau disebut simpulan pemeriksa
dilihat dari ekspresi pasien termasuk jumlah
Macam-macam Afek

 Afek sesuai: kondisi dimana ungkapan emosi selaras dengan pikiran, ide maupun
perkataan. Dapat diuraikan lebih lanjut sebagai afek yang akan diekspresikan dengan
wajar.
 Afek tidak sesuai: ketidaksesuaian antara ungkapan emosi yang dirasakan dengan
pikiran, ide maupun perkataan.
 Afek tumpul: gangguan afek yang ditandai olah adanya pengurangan sejumlah besar
intensitas ungkapan emosi/perasaan secara eksternal.
 Afek terbatas: pengurangan dalam intensitas ungkapan emosi/perasaan; lebih sedikit
disbanding afek tumpul namun jelas tetap ada pengurangan.
 Afek datar: Ekspresi afeksi yang bisa ada maupun tidak ada; ditandai dengan suara yang
monoton, wajah tidak bergerak. (tanpa ekspresi)
 Afek labil: perubahan yang kasar dan cepat dalam ungkapan emosional, tidak
berhubungan dengan stimulasi eksternal.

 Afek meninggi : hipertemia


Euphoria: perasaan gembira berlebihan
Elasi : sama seperti euphoria tapi ada perilaku motoric berlebihan
Eksaltasi : peninggian kehidupan afektif yg sangan menonjol, disertai
perbuatan dan pikiran yg serba meninggi dan berlebihan.
Ekstasi :berkaitan dg hal2 religius
 Merendah: hipotemia
depresi : menggambarkan segala bentuk keadaan sedih, ada hambatan
dibidang aktifitas
Duka cita / grief: episode kesedihan yg mendalam, beda dg depresi
Gangguan afektif lain : distimia, poikilotemia
3. Apa klasifikasi gangguan suasana perasaan?
Definisi: Suatu kelompok gangguan jiwa dimana gejala yang dominan adalah gangguan
suasana
Perasaan (mood=afek)
1.Episode Manik.
2.Gangguan Afektif Bipolar.
3.Episode Depresif.
4.Episode Depresif Berulang.

5.Gangguan Suasana Perasaan menetap:


Siklotimia dan Distimia

I. EPISODE MANIK

1. Hipomania
2. Mania tanpa gejala psikotik
3. Mania dengan gejala psikotik

II. GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR

1.      Gangguan afektif bipolar, episode kini hipomanik


2.      Gangguan afektif bipolar, episode kini tanpa gejala psikotik
3.      Gangguan afektif bipolar, episode kini dengan gejola psikotik
4.      Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif ringan atau sedang
5. Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat tanpa psikotik
6. Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat dengan gejala psikotik
7. Gangguan afektif bipolar, episode kini campuran
8. Gangguan afektif bipolar, kini dalam remisi

III. EPISODE DEPRESIF

1.      Episode depresif ringan


2.      Episode depresif sedang
3.      Episode depresif berat tanpa gejala psikotik
4.      Episode depresif berat dengan gejala psikotik

IV. GANGGUAN DEPRESIF BERULANG

1.      Gangguan depresif berulang , episode kini ringan


2. Gangguan depresif berulang , episode kini sedang
3. Gangguan depresif berulang , episode kini berat tanpa gejala psikotik
4. Gangguan depresif berulang , episode kini berat dengan gejala psikotik
5. Gangguan depresif berulang , kini dalam remisi

V. GANGGUAN SUASANA PERASAAN MENETAP

1.      Siklotimia
2.      Distimia

EPISODE MANIK
•          Saat ini dalam keadaan manik, tetapi belum pernah mengalami afektif sebelum atau
sesudahnya.
•          Terdapat 3 gradasi :
         Hipomania (Suasana perasaan berada antara siklotimia dan mania)
–        Pedoman Diagnosis
(1)   Suasana perasaan yang meningkat ringan dan menetap sekurang-kurangnya beberapa hari
berturut-turut , disertai perasaan sejahtera yang mencolok.
(2)   Peningkatan aktivitas, berupa :
–        Bercakap-cakap, bergaul dan akrab berlebih
–        Peningkatan energi seksual
–        Pengurangan kebutuhan tidur
(3)   Tidak terdapat kekacauan berat dalam pekerjaan atau penolakan oleh masyarakat
         Mania Tanpa Gejala Psikotik
•          Suasana meninggi tidak sepadan dengan individu, sampai mengganggu fungsi pekerjaan dan
hubungan sosial
•          Serangan pertama paling sering antara 15 – 30 tahun
•          Pedoman diagnosis
•          Pedoman Diagnosis
(1)   Suasana perasaan yang meningkat tidak sepadan dengan keadaan individu sampai hampir tak
kendali
(2)   Aktivitas meningkat, berupa :
•          Pembicaraan cepat dan banyak
•          Berkurangnya kebutuhan tidur
•          Tidak dapat memusatkan perhatian
•          Harga diri melambung
•          Pemikiran serba hebat
•          Terlalu optimistik
(3). Berlangsung satu minggu atau lebih
(4) Hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosialnya terganggu
         Mania dengan Gejala Psikotik
•          Gambaran klinis lebih berat dari Mania tanpa gejala psikotik, dan disertai waham atau
halusinasi
•          Aktivitas fisik yang berlebihan tadi dapat menjurus kepada agresi dan kekerasan; pengabaian
makan, minum, dan kesehatan pribadi yang dapat mengancam dirinya
GANGGUAN AKTIF BIPOLAR
PENGERTIAN GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR
•          Harus pernah mengalami gangguan afektif sebelumnya ( hipomanik, manik, depresif,
atau campuran )
•          Biasanya terdapat penyembuhan sempurna antar dua episode
•          Rata-rata episode manik berlangsung 4 bulan dan depresif 6 bulan
PENGGOLONGAN DIAGNOSIS
1. Pedoman Umum
•          Semua jenis gangguan afektif bipolar harus pernah ada sekurang-kurangnya satu
episode afektif.
•          Penggolongan tipe tergantung pada jenis afektif pada episode saat ini.
2. Berbagai tipe Gangguan Afektif Bipolar
a. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Hipomania
•          Episode saat ini sesuai dengan Hipomania
b. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik
•          Episode saat ini memenuhi kriteria mania tanpa gejala psikotik.
c. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik dengan Gejala Psikotik
•          Episode saat ini memenuhi kriteria mania dengan gejala psikotik.
d. Gangguan Bipolar, Episode Kini Depresi Ringan atau Sedang
•          Episode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi ringan atau sedang.
e. Gangguan Bipolar, Episode Kini Depresi Berat tanpa Gejala Psikotik
•          Episode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat tanpa gejala
psikotik.
f. Gangguan Bipolar, Episode Kini Depresi Berat dengan Psikotik
•          Episode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat dengan gejala
psikotik.
g. Gangguan Bipolar, Episode Kini Campuran
•          Episode saat ini menunjukkan gejala manik, hipomanik, dan depresif yang tercampur
atau bergantian dengan cepat serta telah berlangsung sekurang-kurangnya dua
minggu.
h. Gangguan Bipolar, Episode Kini dalam Remisi
•          Sekurang-kurangnya pernah dua episode afektif dan saat ini tidak terdapat gejala
afektif yang nyata.

EPISODE DEPRESIF
•          PENGERTIAN UMUM
•          Mengalami suasana perasaaan yang depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, mudah
lelah dan berkurangnya aktivitas.
•          Terdapat tiga variasi episode : ringan, sedang, dan berat.
•          Penegakan diagnosis dibutuhkan waktu paling sedikit 2 minggu.
•          Kelompok diagnosis ini hanya untuk episode afektif yang pertama saja.
•          PENGGOLONGAN DIAGNOSIS
1. Episode Depresif Ringan
( 1 ) Sekurang-kurangnya dua gejala depresif yang khas (gejala A) :
•          Perasaan depresif
•          Kehilangan minat dan kesenangan
•          Mudah menjadi lelah
( 2 ) Sekurang-kurangnya dua dari gejala B :
•          Konsentrasi dan perhatian berkurang
•          Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
•          Rasa bersalah dan tak berguna
•          Masa depan suram dan pesimis
•          Gagasan atau perbuatan membahayakan diri
•          Tidur terganggu
•          Nafsu makan berkurang
(3) Telah berlangsung paling sedikit dua minggu
(4) Tidak boleh ada gejala yang berat
(5) Masih dapat meneruskan pekerjaan dan kegiatan sosial.
2. Episode Depresif Sedang
(1) Paling sedikit dua dari gejala A
(2) Paling sedikit tiga dari gejala B
(3) Paling sedikit dua minggu
(4) Mengalami kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial
3. Episode Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik
(1) Tiga dari gejala A
(2) Paling sedikit empat dari gejala B dan intensitas berat.
(3) Paling sedikit telah berlangsung dua minggu atau gejala amat berat dan onset sangat
cepat.
(4) Tidak mungkin melakukan pekerjaan dan kegiatan sosial.
4. Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik
•          Sama seperti ad. 3 disertai dengan waham, halusinasi, atau stupor depresif.

GANGGUAN DEPRESIF BERULANG


•          PENGERTIAN UMUM
•          Merupakan episode berulang dari depresi, dan episode sebelum belum pernah mengalami
episode manik (tapi hipomanik yang singkat boleh)
•          Rata-rata lamanya penyakit 6 bulan, wanita dua kali lebih sering dari pria.
•          PENGGOLONGAN GANGGUAN DEPRESIF BERULANG
1.Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini Ringan
(1) Memenuhi kriteria episode depresif berulang dan saat ini memenuhi kriteria episode depresif
ringan.
(2) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing minimal 2 minggu, dengan selang waktu
beberapa bulan.
2.      Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini Sedang
(1) Memenuhi kriteria episode depresif berulang dan saat ini memenuhi kriteria episode depresif
sedang.
(2) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing minimal 2 minggu, dengan selang waktu
beberapa bulan.
3. Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini Berat tanpa Gejala Psikotik
(1) Kriteria depresif berulang terpenuhi dan saat ini memenuhi kriteria episode depresif berat
tanpa gejala psiktik.
(2) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing minimal 2 minggu, dengan selang waktu
beberapa bulan.
4. Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini Berat dengan Gejala Psikotik.
(1) Kriteria depresif berulang terpenuhi dan saat ini memenuhi kriteria depresif berat dengan
gejala psikotik.
(2) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing minimal 2 minggu, dengan selang waktu
beberapa bulan.
5. Gangguan Depresif Berulang, Kini dalam Remisi
(1) Kriteria depresif berulang terpenuhi dan saat ini tidak memenuhi kriteria depresif apapun.
(2) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing minimal 2 minggu, dengan selang waktu
beberapa bulan.

GANGGUAN SUASANA PERASAAN MENETAP


•          PENGERTIAN UMUM
•          Merupakan gangguan suasana perasaaan berfluktuasi dan menetap.
•          Lebih ringan dari hipomania atau depresi ringan
•          Berlangsung bertahun-tahun lamanya
•          Beronset dini atau lambat
•          PENGGOLONGAN DIAGNOSIS
1. Siklotimia
(1) Ciri esensial : ketidakstabilan suasana perasaan menetap, meliputi banyak periode depresi
ringan dan elasi ringan, tidak ada yang cukup parah/lama untuk memenuhi kriteria gangguan
afektif bipolar atau depresi berulang.
(2) Setiap gangguan suasana perasaan tersebut tidak memenuhi kriteria untuk kategori manapun
dari episode manik atau episode depresif.
2.Distimik
(1) Ciri esensial : depresi yang berlangsung sangat lama atau jarang sekali atau cukup parah
untuk memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang.
(2) Biasanya mulai pada usia diri dari masa dewasa dan berlangsung sekurang-kurangnya
beberapa tahun, kadang-kadang untuk jangka waktu yang tak terbatas. (Jika onsetnya pada
usia lanjut, gangguan ini sering kali merupakan kelanjutan suatu depresi tersendiri dan
berhubungan dengan masa berkabung atau stres lainnya).

4. Mengapa pasien merasa sedih ,kehilangan minat dan kegembiraan, kurang


5. Apa diagnosis dan diagnosis banding dari scenario?
Dx: Gangguan afektif bipolar episode kini manik tanpa gejala psikotik
- Episode berlangsung 1 minggu
- Mengacaukan aktifitas
- Aktifitas berlebihan
- Percepatan berbicara
- Episode 1 afektif lain : diskenario hipomanik/ depresi, sedih, malas mengerjakan
pekerjaan kantor
Dd: Gangguan afektif bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik, gangguan afektif
bipolar lainnya
Kriteria diagnosis
Kriteria Diagnosis Gangguan Afektif Bipolar
Bersifat :

• Episode berulang (min. 2 episode)

• Afek dan tingkat aktivitas terganggu

• Di suatu waktu ada peningkatan afek & energi serta aktivitas (mania/hipomania),
sedangkan di waktu lain sebaliknya (depresi)

• Penyembuhan sempurna antar episode

• Episode manik berlangsung selama 2 minggu – 4 atau 5 bulan dan depresi selama ± 6
bulan

Sering terjadi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain (ada
stres tidak esensial)
6. Apa etiologi dari scenario?
1.FaktorPsikologik.
2.FaktorOrganobiologik,khususnya neurotransmitter(Serotonin,Dopamin,dan
Norepinephrine).
3.FaktorSosiologik:disini berupa hilangnya “statusperanan”si-individu
7. Bagaimana px status mental pada pasien?

8. Apa tatalaksana?
Obat obatan berikut ini pada umumnya digunakan sebagai penstabil alam perasaan bagi
gangguan bipolar:
• Lithium (kadang-kadang dikenal sebagai Eskalith atau Lithobid) adalah obat penstabil
alam perasaan yang pertama kali disetujui oleh Badan POM Amerika (FDA) pada tahun
1970-an untuk pengobatan mania. Obat ini seringkali sangat efektif dalam pengendalian
gejala-gejala mania dan pencegahan kekambuhan episode manik dan depresif.
20
• Asamvalproatataunatriumdivalproat(Depakote),disetujui oleh FDA pada tahun 1995
untuk pengobatan mania, adalah alternatif yang populer untuk litium. Pada umumnya
sama efektif dengan litium untuk pengobatan gangguan bipolar.23,24 Lihatlah juga
bagian dalam buku kecil ini, “Apakah wanita muda seharusnya meminum asam
valproat?” • Yang lebih baru, obat anti kejang lamotrigin (Lamictal) menerima
persetujuan FDA untuk menjaga stabilitas pengobatan bagi gangguan bipolar.
• Obat anti-kejang lainnya, termasuk gabapentin (Neurontin), topiramate (Topamax),
dan oxcarbazepine (Trileptal) kadang-kadang juga diresepkan. Tak ada penelitian besar-
besaran yang telah menunjukkan bahwa obat-obatan ini lebih efektif dibandingkan obat
penstabil alam perasaan di atas. Asam valproat, lamotrigin, dan obat anti-kejang lainnya
memiliki peringatan dari FDA. Peringatan itu adalah bahwa obat-obat tersebut dapat
meningkatkan resiko niatan danperilakubunuhdiri.Seseorangyangmengonsumsi anti-
kejang sudah semestinya dimonitor secara seksama akan gejala-gejala depresi, niat dan
perilaku bunuh diri, yangsemakin memburukpadadiri mereka atau perubahan yang tidak
biasa pada alam perasaan dan perilaku mereka. Seseorang yang meminum obat ini
janganlah melakukan perubahan apapun terhadap
21
obat mereka tanpa berbicara dengan tenaga professional yang menangani mereka.
PENGOBATAN YANG LAIN
1. Terapi kejut listrik (Electroconvulsive Therapy, ECT)
Dalam kasus obat dan/atau psikoterapi tidak bekerja,
terapikejutlistrik(ECT)mungkindapatmembantu.ECT, yang semula terkenal dengan
sebutan “terapi sentak (shock therapy)”, pada waktu yang lalu memiliki reputasi yang
buruk. Akan tetapi pada tahun-tahun belakangan ini, terapi tersebut telah diperbaiki dan
dapat memberikan kepulihan bagi orang dengan bipolar yang tidak merasa lebih baik
dengan pengobatan yang lain.
Sebelum ECT dilaksanakan, pasien diberikan pelemas otot (muscle relaxant) dan ditaruh
dalam keadaan terbius singkat (brief anesthesia). Sang pasien tidak dapat merasakan
arus listrik yang mengalir dalam ECT tersebut.Rata-rata,ECTberlangsungselama30-
90detik. Orang yang mendapatkan ECT biasanya pulih setelah 515 menitdan
mampuuntukpulangpadahari yangsama.43
Kadang-kadang ECT digunakan untuk gangguan bipolar saat kondisi medis lainnya,
termasuk kehamilan,
membuat penggunaan obat-obatan terlalu beresiko. ECT adalah cara pengobatan yang
efektif untuk episode depresif, manik, atau episode campuran, walaupun bukan
merupakan pilihan pengobatan yang pertama.
ECT dapat menyebabkan beberapa efek samping yang singkat, termasuk kebingungan,
disorientasi, dan kehilangan ingatan. Tetapi efek samping ini biasanya hilang segera
setelah pengobatan tersebut berakhir. Orang dengan bipolar seharusnya mendiskusikan
kemungkinan keuntungan dan resiko dari ECT dengan dokter yang berpengalaman.44
2. Obat tidur
Orang dengan bipolar yang memiliki gangguan tidur biasanya tidur secara lebih baik
setelah mendapatkan pengobatan bagi gangguan bipolarnya. Jika tidur tidak menjadi
lebih baik, dokter mungkin dapat menyarankan penggantian obat. Jika masalah ini terus
terjadi, dokter dapat meresepkan obat yang memiliki efek menidurkan (sedatif) atau
obat-obatan lainnya yang menimbulkan kantuk. Orang dengan bipolar semestinya
menginformasikan kepada dokter mereka mengenai semua obat yang diresepkan, obat
yang bertentangan, atau suplemen yang mereka minum. Obat-obatan dan suplemen
tertentu yang diminum secara bersama-sama dapat mengakibatkan efek yang tidak
diinginkan dan bahkan berbahaya.

Penatalaksanaan
Dalam penatalaksanaan gangguan afektif bipolar ini memerlukan waktu yang lama bahkan
seumur hidup.
Tujuan terapi :

1. Menstabilkan Mood / suasana perasaan


2. Mengatasi gejala selama dan diantara episode
3. Mengurangi stress dan memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stress
4. Membangun kembali produktivitas

PSIKOTERAPI :

 Termasuk kelompok pendukung


 Konseling dengan Psikiater, Psikolog, Perawat Psikiatrik, Petugas sosial dll.

TERAPI FISIK : E.C.T (Electro Convulsive Therapy)

OBAT-OBAT

 Mood stabilizers : Lithium carbonat, Carbamazepin / oxcarbazepin, Asam


Valproat /garamnya, Gabapentin, Topiramat.
 Antipsikotik :
o Konvensional : Haloperidol, Trifluoperazin, Flufenazin, Chlorpromazin
o Atipikal : Risperidon, Clozapin, Quetiapin, Zotepin, Aripiprazol, Olanzapin
 Antidepresan :

• Trisiklik : Amitryptilin, Imipramin.

• S.S.R.I (Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor) : Sertralin, Fluvoxamin,


Paroxetin, Escitalopram, Fluoxetin

• S.N.R.I (Serotonin Norepinephrine Re-uptake Inhibitor) : Venlafaxin, duloxetin