Anda di halaman 1dari 4

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

MATEMATIKA BISNIS
PROGRAMASI LINIER
Dra. MC Maryati, MM

10
KONSEP DASAR

• Problema dalam dunia usaha dan ekonomi biasanya terpusat pada masalah alokasi sumber-sumber daya
yang terbatas seperti : uang, sumberdaya manusia, bahan baku, kapasitas mesin, waktu dan lain-lainnya.

• Permasalahan pokoknya adalah bagaimana mengalokasikan keterbatasan sumberdaya untuk


mengoptimalkan tujuan.

PROGRAMASI LINIER

• Programasi Linier, adalah sebuah metode atau teknik matematika yang sangat membantu
mempermudah penyelesaian masalah tersebut.

• Dalam Programasi Linier, suatu permasalah harus dapat dirumuskan dalam fungsi tujuan (obyective
function) dan fungsi kendala (constraint).

MAXIMASI & MINIMASI

Optimalisasi tujuan ada 2 macam yaitu maximasi & minimasi

• Maximasi.

• Tujuan dimaximumkan. Misalnya jumlah produksi, penerimaan, atau laba.

• Kendalanya adalah keterbatasan bahan baku.

• Minimasi

• Tujuan diminimumkan. Misalnya biaya.

• Kendalanya adalah standar kualitas/kuantitas

MODEL

TUJUAN

OPTIMAL

KENDALA
LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN

1. Buat tabel permasalahan

2. Tentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala

3. Penyelesaian dengan beberapa cara :

• Untuk menyelesaikan kasus di atas ada 3 metode, yaitu :

– Metode Grafik

Dengan cara menggambarkan fungsi-fungsi kendala maupun tujuan pada sistem salib sumbu,
kemudian menentukan titik penyelesaian optimal.

– Metode Aljabar

Dilakukan melalui penyelidikan optimalitas secara bertahap sampai diperoleh penyelesaian yang
optimal.

– Metode Simpleks

Dikerjakan secara sistematik dg konsep dasar matriks.

Contoh kasus “maximasi”

• CV “SENJAKALA” memproduksi 2 jenis cideramata yaitu patung boneka (PB) dan patung gajah (PG)

• Bahan baku yang digunakan adalah kayu dan cat.

• Untuk memproduksi 1 unit PB diperlukan 4 potong kayu dan 3 kaleng cat.

• Sedang untuk memproduksi 1 unit PG diperlukan 2 potong kayu dan 4 kaleng cat.

• Jumlah bahan baku yang dimiliki perusahaan terbatas yaitu tinggal 100 potong kayu dan 120 kaleng
cat.

• Apabila PB berharga Rp 5.000,- dan PG berharga Rp 6.000,- berapa PB dan berapa PG harus
diproduksi agar perusahaan memperoleh penerimaan maksimum ?

1. Membuat Tabel Masalah

PB PG

Kayu 4 2 100

Cat 3 4 120

5.000 6.000
2. Merumuskan Masalah
Fungsi Tujuan :
TRmax = 5.000 B + 6.000 G
Fungsi Kendala :
– Kayu  4 B + 2 G >= 100
– Cat  2 B + 4 G >= 120

3. Metode Grafis

Kayu : 4 PB + 2 PG = 100  (0,50) & (25,0)

Cat : 3 PB + 4 PG = 120  (0,30) & (40,0)

4. Menguji Titik Kritis


Mencari titik potong :
4 PB + 2 PG = 100  8 PB + 4 PG = 200
3 PB + 4 PG = 120  3 PB + 4 PG = 120
5 PB = 80
PB = 16  PG = 18

Menyelidiki feasible area :


Titik (0,30)  TR = 5.000 (0) + 6.000 (30) = 180.000
Titik (16,18)  TR = 5.000 (16) + 6.000 (18) = 188.000
Titik (25,0)  TR = 5.000 (25) + 6.000 (0) = 125.000

5. Kesimpulan
 Dari hasil penyelidikan pada 3 titik feseabel area tersebut yang memberikan hasil terbesar
adalah titik (16,18).
 Jadi perusahaan akan memperoleh penerimaan maksimum yaitu sebesar Rp 188.000,- jika
memproduksi patung boneka (B) sebanyak 16 dan patung gajah (G) sebanyak 18.