Anda di halaman 1dari 12

Step 1

Step 7

1. What is the teory of aging ?


1. Teori "radikal bebas"
yang menyebutkan bahwa produk hasil metabolisme oksidatif yang sangat reaktif
(radikal bebas) dapat bereaksi dengan berbagai komponen penting selular, termasuk
protein, DNA, dan lipid, dan menjadi molekul-molekul yang tidak berfungsi namun
bertahan lama dan mengganggu fungsi sel lainnya. Teori radikal bebas (Free Radical
Theory of Ageing) diperkenalkan pertama kali oleh Denham Harman pada tahun 1956,
yang menyatakan bahwa proses menua normal merupakan akibat kerusakan jaringan
akibat radikal bebas. Harman menyatakan bahwa mitokondria sebagai generator radikal
bebas, juga merupakan target kerusakan dari radikal bebas tersebut. Radikal bebas
adalah senyawa kimia yang berisi elektoon tidak berpasangan yang terbentuk sebagai
hasil sampingan berbagai proses selular atau metabolisme normal yang melibatkan
oksigen. Sebagai contoh adalah reactive oxygen species (ROS) dan reactive nitrogen
species (RNS) yang dihasilkan selama metabolisme normal. Karena elektronnya tidak
berpasangan, secara kimiawi radikal bebas akan mencari pasangan elektron lain dengan
bereaksi dengan substansi lain terutama dengan protein dan lemak tidak jenuh. Melalui
proses oksidasi, radikal bebas yang dihasilkan selama fosforilasi oksidatif dapat
menghasilkan berbagai modifikasi makromolekul. Sebagai contoh, karena membran sel
mengandung sejumlah lemak, ia dapat bereaksi dengan radikal bebas sehingga
membran sel mengalami perubahan. Akibat perubahan pada struktur membran tersebut
membran sel menjadi lebih permeabel terhadap beberapa substansi dan memungkinkan
substansi tersebut melewati membran secara bebas. Struktur di dalam sel seperti
mitokondria dan lisosom juga diselimuti oleh membran yang mengandung lemak
sehingga mudah diganggu oleh radikal bebas. Radikalbebasjuga dapat bereaksi dengan
DNA, menyebabkan mutasi kromosom dan karenanya merusak mesin genetik normal
dari sel. Radikal bebas dapat merusak fungsi sel dengan merusak membran sel atau
kromosom sel. Lebih jauh, teori radikal bebas menyatakan bahwa terdapat akumulasi
radikal bebas secara bertahap di dalam sel sejalan dengan waktu, dan bila kadarnya
melebih konsentrasi ambang maka mereka mungkin berkontribusi pada perubahan-
perubahan yang seringkali dikaitkan dengan penuaan. Sebenarnya tubuh diberi
kekuatan untuk melawan radikal bebas berupa antioksidan yang diproduksi oleh tubuh
sendiri, namun pada tingkat tertentu antioksidan tersebut tidak dapat melindungi tubuh
dari kerusakan akibat radikal bebas yang berlebihan.
2. Teori "glikosilasi"
yang menyatakan bahwa proses glikosilasi nonenzimatik yang menghasilkan pertautan
glukosa-protein yang disebut sebagai advanced glycation end products (AGEs) dapat
menyebabkan penumpukan protein dan makromolekul lain yang termodifikasi
sehingga menyebabkan disfungsi pada hewan atau manusia yang menua. Protein
glikasi menunjukkan perubahan fungsional, meliputi menurunnya akitivitas enzim dan
menurunnya degradasi protein abnormal. Manakala manusia menua, AGEs
berakumulasi di berbagai jaringan, termasuk kolagen, hemoglobin, dan lensa mata.
Karena muatan kolagennya tinggi, jaringan ikat menjadi kurang elastis dan lebih kaku.
Kondisi tersebut dapat mempengaruhi elastisitas dinding pembuluh darah. AGEs
didugajuga berinteraksi dengan DNA dan karenanya mungkin mengganggu kemampuan
sel untuk memperbaiki perubahan pada DNA. Bukti-bukti terbaru yang memrnjukkan
tikus-tikus yang dibatasi kalorinya mempunyai gula darah yang rendah dan
menyebabkan perlambatan penumpukan produk glikosilasi (AGEs), merupakan hal
yang mendukung hipotesis glikosilasi ini.
3. Teori "DNA repair"
yang dikemukakan oleh Hart dan Setlow. Mereka menunjukkan bahwa adanya
perbedaan pola laju' repair' kerusakan DNA yang diinduksi sinar ultraviolet (fV)
padaberbagai fibroblas yang dikultur. Fibroblas pada spesies yang mempunyai umur
maksimum terpanjang menunjukkan laju 'DNA repair' terbesar, dan korelasi ini dapat
ditunjukkan pada berbagai mamalia dan primata. Teori 'DNA repai' , alau
tepatnya'mitochondrial DNA repair' ini terkait erat dengan teori radikal bebas yang
sudah diuraikan di atas, karena sebagian besar radikal bebas (terutama ROS) dihasilkan
melalui fosforilasi oksidatif yang terjadi di mitokondria. Mutasi DNA mitokondria
(mtDNA) dan pembentukan ROS di mitokondria saling mempengaruhi satu sama lain,
membenfuk "vicious cycle" yang secara eksponensial memperbanyak kerusakan
oksidatif dan disfungsi selular, yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel. Mutasi
mtDNA di manusiaterutama terjadi setelah umur pertengahan tigapuluhan,
terakumulasi seiring pertambahan umur, dan jarang melebihi 1%. R.endahnya jumlah
mutasi mtDNA yang terakumulasi ini diakibatkan proses repair yang terjadi di tingkat
mitokondria. Bukti-bukti menunjukkan gangguan repair pada kerusakan oksidatif ini
menyebabkan percepatan proses penuaan (accelerated aging). Selain itu, mutasi
mtDNA akibat gangguan repair ini juga terkait dengan munculnya keganasan, diabetes
melitus dan penyakitpenyakit neurodegeneratif.
Sumber ; GERIATRI PAPDI
2. Why skin look more saggy especially around the eyes ?

 Penurunan jumlah fibroblast yg mnyebabkan penurunan jumlah serat elastin lebih


sklerotik dan menebal sehingga jarinagn kolagen menjadi kendor dan serabut elastin
kehilangan daya keyalnya, kulit menjadi tidak dapat tegang dan kurang lentur
 Tulang dan otot menjadi atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, lapisan kulit tipis serta
kehilangan daya kenyalnya sehingga terbentuk kerutan2 dan garis2 kulit

 Kontraksi otot2 mimik yg tidak dikuti oleh kontraksi kulit yg sesaui sehingga mengakibatkan
alur2 keriput didaerah wajah.

Gangguan pigmentasi pada kulit

 Hal ini disebabkan perubahan2 pola distribusi pigmen melanin dan proliferasi melanosit,
serta fungsi melanosit menurun sehingga penumpukan melanin tidak teratur dalam sel2
basal epidermis.

 Disamping itu, epidermal turn over menurun sehingga lapisan sel2 kulit mpy banyak
waktu untuk menyerap melanin yg akan mengakibatkan terjadinya bercak2 pigmentasi pada
kulit.

Sumber:Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut),Edisi 4,FKUI.

3. Why she loss her weight and body shaped seemed smaller ?

Regulation of food intake changes with increasing age, leading to what has been called a
“physiological anorexia of aging.”

The amount of circulating cholecystokinin, a satiating hormone, increases in the circulation.

Other substances are also thought to cause satiety.

The interplay between the brain and the gut is gaining increasing attention as a mechanism of
anorexia and subsequent weight loss. A highly complex process involving taste sensation, neural and
humoral signals from the gastrointestinal tract, and neurotransmitters and peptides in the
hypothalamus or other brain regions regulates food intake and, consequently, energy homeostasis.

Psychosocial and spiritual distress can also influence the sensation of hunger, appetite, or satiety.

Loss of lean body mass is common in older people.

Advancing age is also associated with a decrease in the basal metabolic rate as well as with
changes in the senses of taste and smell.

Overly restricted diets, such as those that are low in fat and salt, may cause decreased intake;
therefore, a special or restricted diet (low in cholesterol, salt, or concentrated sweets) often reduces
food intake without significantly improving the clinical status.

The role of inflammatory cytokines, including tumor necrosis factor (TNF, formerly cachectin),
interleukin-1 (IL-1), and interleukin-6, has also been postulated.

Physiological changes in the regulation of food intake take place, even in the presence of the
increased body fat and the increased rates of obesity that occur with age, some of which can be
explained by alteredpatterns of physical activity.

Generally speaking, individuals aged 65 years and older experience a mild loss of weight, a
near doubling of adiposity, and a significant non-fat mass loss of 5% to 15%.
Sarcopenia, the loss of skeletal muscle mass—and thus leading to a loss of protein—may
play an important role in IWL. Muscle loss can be the result of negative nitrogen balance that occurs
with normal aging and with inadequate protein intake, which is commonly observed among the
elderly.

Agerelated changes in anabolic hormones may contribute to nonfat mass loss. Low
testosterone levels in men correlate with the loss of lean body mass, and loss of estrogen during
menopause is associated with non-fat mass loss in women.

Growth hormone appears to play an important role in body composition; growth hormone
levels may decrease by 14% per decade.

It has been found that replacement of growth hormone in older people results in increased lean
body massand reduced fat mass

4. Why she has blurred vision and hearing loss ?


BLURRED VISION

Dengan bertambahnya usia , bentuk otot siliaris akan berubah . semakin tua serat otot dan
dengan demikian meningkatkan jaringan otot mengikat menjadi lebih tebal , terutama interior .
setelah itu terjadi degenerasi otot yang mengalami atrofi menyebabkan penyusutan dan
diperkirakan untuk mempertahankan bentuk, dengan usia lebih maju daripada siliaris atrofi otot
juga terjadi menjalani hialinisasi .

Dengan bertambahnya usia penurunan amplitudo akomodasi  presbiopi . penurunan


amplitudo akomodasi dikaitkan dengan perubahan dalam serat lensa menjadi kurang padat dan
kapsul elastis , sehingga lensa kurang mampu menyesuaikan bentuknya .

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan astigmat : kontrak kornea karena perubahan


hidrasi kornea , proses penuaan kornea

( Buku teks Geriatric R.Boedhi Darmoyo , obat H.Hadi Martono )

HEARING LOSS
With aging, ear structures deteriorate. The eardrum often thickens and the inner ear bones and
other structures are affected. ( gendang telinga menebal dan mempengaruhi struktur lainnya)

 Your ears have two jobs. One is hearing and the other is maintaining balance. Hearing occurs
after vibrations cross the eardrum to the inner ear. They are changed into nerve impulses
and carried to the brain by the auditory nerve.

 Balance (equilibrium) is controlled in a portion of the inner ear. Fluid and small hairs in the
semicircular canal (labyrinth) stimulate the nerve that helps the brain maintain balance.

 As you age, your ear structures deteriorate. The eardrum often thickens and the bones of
the middle ear and other structures are affected. It often becomes increasingly difficult to
maintain balance.

 Hearing may decline slightly, especially that of high-frequency sounds, particularly in people
who have been exposed to a lot of noise when younger. This age-related hearing loss is
called presbycusis. Some hearing loss is almost inevitable. It is estimated that 30% of all
people over 65 have significant hearing impairment. ( penurunan pendengaran terjadi pada
frekuensi suara yg tinggi , apalagi orng orng yang masa mudanya sering terpapar
kebisingan )

 The sharpness (acuity) of hearing may decline slightly beginning about age 50, possibly
caused by changes in the auditory nerve. In addition, the brain may have a slightly decreased
ability to process or translate sounds into meaningful information. Impacted ear wax is
another cause of trouble hearing and is more common with increasing age. Impacted ear
wax may be removed in your doctor's office. ( ketajaman pendengaran sering berkurang di
usia 50 an , karena perubahan saraf pendengaran biasanya hanya diobati dengan alat
bantu dengar )

 Sensorineural hearing loss involves damage to the inner ear, auditory nerve, or the brain.
This type of hearing loss may or may not respond to treatment, but function can be helped
by hearing aids.

 Conductive hearing loss occurs when sound has problems getting through the outer and
middle ear to the inner ear. Surgery or a hearing aid may be helpful for this type of hearing
loss, depending on the specific cause.

 Persistent, abnormal ear noise (tinnitus) is another fairly common hearing problem,
especially for older adults. It is usually a result of mild hearing loss. ( terjadinya kebisingan
telinga abnormal dinamakan tinnitus )

5. Why she feels dizzy and easy to fall especially from sitting to standing ?

DIZZY:
Easy to fall :

 penurunan range of motion(ROM) sendi.


 penurunan kekuatan otot, terutama menyebabkan kelemahan ekstremitas
bawah.
 perpanjangan waktu reaksi.
 kerusakan persepsi dalam.
 peningkatan postural sway (goyangan badan).

SUMBER : geriatric PAPDI

6. What the corellation she hasnt got period 5 years ago and aging ?
7. What is the risk factor can fasten the aging process ?
8. What are the sign of aging process ? (fisik dan psikologis)
Sumber : GERIATRI PAPDI

9. What are the disease related to aging ? mention them !


SINDROME GERIATRI
10. How to do the proper and healthy diet and also healthy lifestyle for geriatri ?
11. How to delayed the aging process ?

• Selalu aktif. Dalam hal ini usahakan untuk tidak sering duduk terlalu lama baik itu di depan
komputer atau menonton acara televisi yang anda sukai. Anda dapat memulainya dengan
mengurangi waktu untuk berlama-lama di depan komputer atau televisi dengan melakukan
aktivitas lainnya yang membuat anda tetap bergerak dan aktif. 

• Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh anda. Ini dikarenakan, dengan
terpapar sinar matahari pagi, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi vitamin D.
Vitamin D pada tubuh memiliki fungsi untuk menangkal penyakit jantung, aneka jenis kanker
dan juga mencegah pengeroposan tulang dini.

• Menambah atau memperbanyak untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran


sangat baik untuk menutrisi tubuh anda. Berbagai buah-buahan seperti jeruk, semangka,
pepaya, apel dan lain-lain serta aneka sayuran seperti bayam, sawi dan lain-lain merupakan
buah-buahan dan sayur-sayuran yang dimaksud. 

• Rutin berolahraga merupakan salah satu faktor yang dapat membuat badan anda lebih
sehat dan fit sepanjang hari. Anda dapat memulainya, dengan menyisihkan waktu pagi
untuk berolahraga pagi seperti berjalan, berlari maupun bersepeda santai.

• Stop merokok. Ini merupakan salah gaya hidup sehat yang sulit di lakukan bagi mereka yang
menjadikan kebiasaan merokok sebagai kebutuhan. Tapi tahukah anda, kandungan rokok
sangat tidak bersahabat untuk kesehatan tubuh anda.

• Mulai hari anda dengan tertawa atau tersenyum. Karena aktivitas tersenyum maupun
tertawa berdampak sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kesehatan
tubuh itu sendiri. Anda dapat memulainya dengan sering bercanda dengan teman atau
menonton berbagai acara komedi di televisi.

• Usahakan untuk membatasi, mengurangi atau bahkan menghilangkan untuk


mengkonsumsi aneka makanan siap saji. Dengan mulai memasak makanan sendiri, anda
akan lebih mengetahui, apakah makanan yang anda masak baik untuk kesehatan tubuh anda
atau malah berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anda.