Anda di halaman 1dari 125

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
1. RASIONAL
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan yaitu antara lain untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan tersebut Undang –Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (3)
memerintahkan agar Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang – undang.
Perwujudan dari amanat Undang – Undang Dasar 1945 yaitu dengan diberlakukannya
Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional. Undang –
Undang ini menjadi dasar hukum untuk membangun pendidikan nasional dengan menerapkan
prinsip demokrasi, desentralisasi dan otonomi pendidikan yang menjunjung tinggi hak asasi
manusia. Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam undang – undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan
proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa
depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan
Negara Indonesia sepanjang jaman.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran
untuk mencapai pendidikan tertentu. Tujuan tersebut meliputi tujuan Pendidikan Nasional serta
kesesuaian dengan kekhasan kondisi, potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, jadi
tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada
kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1)
manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah;
(2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan (3) warga Negara yang demokratis dan
bertanggung jawab.pengembangan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam
Undang-Undang Nomor Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional.
Dalam pengembangan Kurikulum, SMPIT AL KAHFI Rembang mengacu pada Standar
Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan
evaluasi diri madrasah tahun pelajaran 2018/2019 masih ada yang belum mencapai target yang
ingin dicapai terutama Standar Isi, Standar Proses, Standar Pembiayaan, Standar Sarana
Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan, dan Standar
Penilaian.
Kurikulum SMPIT AL KAHFI Rembang ini disusun agar dapat digunakan sebagai acuan
madrasah dalam penyusunan dan pengembangan program pendidikan yang akan dilaksanakan,
agar sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, dalam
2

pengembangan kurikulum ini, SMPIT AL KAHFI Rembang melibatkan seluruh warga


madrasah dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders).

2. DASAR PENYUSUNAN

a. Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

b. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan
Pendidikan Dasar Dan Menengah.

d. Surat edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor DJ II.1/PP.00/ED/681/2008 tentang pelaksanan


standar isi Mata Pelajaran Agama.

e. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi


Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

f. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 24 Tahun 2006 dan No 6 Tahun 2007 Tentang
Pelaksanaan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006.

g. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk
Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

h. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan
Prasarana Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

i. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan


Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

j. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian


Pendidikan.

k. SKB Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional No: 03/Menteri
Lingkungan Hidup/02/2010 & No: 01/11/KB/2010 tgl 01 Pebruari 2010 Tentang Pembinaan
dan Pengembangan Lingkungan Hidup.

l. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.54 Tahun 2013
Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

m. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.65 Tahun 2013
Tentang Standar Proses Pendidikan dan Menengah.

n. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 66 Tahun 2013
Tentang Standar Penilaian.
3

o. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.68 Tahun 2013
Tentang Kerangka dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama / Madrasah
Tsanawiyah.

p. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.71 Tahun 2013
Tentang Buku Teks Pelajaran dan Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.

q. Peraturan Menteri Agama Nomor 912 tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah Tahun 2013
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.

3. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKUM DAN KARATERISTIK KURIKULUM


a. PRINSIP – PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan Kurikulum didasarkan pada prinsip –prinsip sebagai berikut:
1. Kurikulum sebagai rencana yang merupakan rancangan untuk konten pendidikan yang
harus dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikannya di satu satuan
atau jenjang pendidikan pendidikan tertentu. Kurikulum sebagai proses adalah totalitas
pengalaman belajar peserta didik di satu satuan jenjang pendidikan untuk menguasai
konten pendidikan yang dirancang dalam rencana. Hasil belajar adalah perilaku peserta
didik secara keseluruhan dalam menerapkan perolehannya di masyarakat.
2. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan
dirumuskan dalam kurikulum berbentuk kemampuan Dasar dapat dipelajari dan dikuasai
peserta didik sesuai kaedah kurikulum berbasis kompetensi.
3. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat. Atas dasar prinsip perbedaan
kemampuan individual peserta didik, Kurikulum memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk memiliki tingkat penguasaan di atas standar yang telah ditentukan (dalam
sikap, pengetahuan dan keterampilan) oleh karena itu beragam progam dan pengalaman
belajar disediakan sesuai dengan minat dan kemampuan peserta didik.
4. Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik serta lingkungannya kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta
didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar.
5. Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi,
dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
budaya, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu konten
kurikulum harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi,
dan seni membangun rasa ingin tahu dan kemampuan bagi peserta didik untuk mengikuti
dan memanfatkan secara tepat hasil – hasil ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
6. Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan, pendidikan tidak boleh
memisahkan peserta didik dari lingkungannya dan pengembangan kurikulum didasarkan
kepada prinsip relevansi pendidikan dengan kebutuhan dan lingkungan hidup artinya
4

kurikulum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari


permasalahan di lingkungan masyarakatnya sebagai konten kurikulum dan kesempatan
untuk mengaplikasikan yang dipelajarai di kelas dalam kehidupan di masyarakat.
7. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dirumuskan dalam sikap, pengetahuan
dan keterampilan dasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan budaya belajar.
8. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan
daerah untuk membangun kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.
Kepentingan nasional dikembangkan melalui penentuan struktur kurikulum, Standar
kemampuan (SK) dan Kemampuan dasar (KD) serta silabus. Kepentingan daerah
dikembangkan untuk membangun manusia yang bermartabat dan mampu berkonstribusi
secara langsung kepada masyarakat sekitarnya. Kedua kepentingan ini saling mengisi
dan memberdayakan keragaman dan kebersatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika.

b. KARAKTERISTIK KURIKULUM

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian
peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran
dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

2. Kebutuhan kompetensi masa depan

Kemampuan-kemampuan yang perlu dikuasai generasi yang hidup di masa depan tidak
lagi menitik beratkan pada penguasaan materi dan berpikir rutin, karena kedua
kemampuan itu telah dilakukan oleh komputer. Kemampuan kompetensi masa depan
antara lain kemampuan berkomunikasi, kreatif, berpikir jernih dan kritis dengan
mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, menjadi warga negara yang
bertanggungjawab, toleran, hidup dalam masyarakat yang mengglobal, serta memiliki
minat luas dalam kehidupan, kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan
bakat/minatnya, dan rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu
menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini
dalam proses pembelajaran.

3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan
kemampuan peserta didik

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia


secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor)
berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan
5

memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional,


sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

4. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik


lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan
karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu
memuatkeragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan
pengembangan daerah.

5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat
dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan
tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan
keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.

6. Tuntutan dunia kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi


peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh
sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik
memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan
kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS)

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis


pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.
Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan
IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu,
kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan
perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

8. Agama

Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta


akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh
karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman,
taqwa, dan akhlak mulia.

9. Dinamika perkembangan global


6

Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang


sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang
semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai
kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan


peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan
kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu,
kurikulum harus menumbuhkankembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta
persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

11. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya


masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan
apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari
budaya dari daerah dan bangsa lain.

12. Kesetaraan jender

Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan


dengan memperhatikan kesetaraan jender.

13. Karakteristik satuan pendidikan

Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi, dan ciri khas satuan


pendidikan.

4. PENGERTIAN ISTILAH

a. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)adalah kurikulum operasional yang


disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari
tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat
satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
7

c. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata


pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan
kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan proses


pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode
pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

e. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi


pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar
kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

f. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa


pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidikuntuk
mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

g. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta


didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran,
minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

h. Permulaan Tahun Pelajaran baru adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran


pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

i. Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap
tahun pelajaran.

j. Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

k. Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal.
8

BAB II

TUJUAN PENDIDIKAN

A. TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

Pendidikan nasionalberfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk


watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.

B. VISI, MISI DAN TUJUAN

1. TUJUAN PENDIDIKAN DASAR


Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri atau mengikuti
pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

2. VISI SMPIT AL KAHFI REMBANG


Dengan menganalisis potensi yang ada di Sekolah baik dari segi input/ peserta didik
baru, kompetensi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, lingkungan sekolah, peran serta
masyarakat, komunikasi dan koordinasi yang intensif antar sekolah dengan warga sekolah
maupun dengan stakeholder, maka tersusunlah visi sekolah.

Adapaun visi Madrasah adalah : ”Menjadi sekolah islam unggulan di Rembang yang
melahirkan generasi santun dan manfaat serta siap berkontribusi untuk peradaban.”

4. MISI SMPIT AL KAHFI REMBANG

a. Menjadi kontributor peradaban.

b. Pengelolaan sekolah yang bermutu dan profesional.

c. Pengelolaan SDI yang berdaya saing.

d. Pelopor pemberdaya masyarakat.


9

5. TUJUAN SMPIT AL KAHFI REMBANG

Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan
sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah mempersiapkan generasi Islam yang:

1. Terselenggaranya SMP Islam Terpadu dengan konsep boarding school di Rembang sebagai
sekolah yang mampu melaksanakan fungsi ajar , asih, dan asuh kepada anak didiknya.

2. Lahirnya generasi peradaban yaitu generasi yang secara aktif mampu mengembangkan
potensinya hingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian luhur, kecerdasan,
ketrampilan, dan kemanfaatan untuk masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.

3. Lahirnya guru yang arif, professional, kompeten dan mampu menjadi teladan terbaik bagi
anak didik, keluarga, dan lingkungannya.

4. Lahirnya sinergi pendidikan yang produktif antara sekolah, orang tua siswa, dan
masyarakat.

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM


10

A. STRUKTUR KURIKULUM
A.1. STRUKTUR KURIKULUM KELAS VII

Struktur Kurikulum merupakan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran
dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar
yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas kompetensi
Inti (KI) dan kompetensi Dasar (KD)

Struktur kurikulum terdiri atas dua komponen Kelompok A dan Kelompok B Kompetensi
Inti dikelompokkan menjadi:

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Struktur kurikulum meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang
pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII s.d. kelas IX. Struktur kurikulum kelas VII disusun
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Kompetensi Mata pelajaran dengan ketentuan
sebagai berikut:

a. Memuat 14 mata pelajaran, yang terbagi dalam komponen kelompok A : 11 Mata


Pelajaran dan Kelompok B : 3 mata pelajaran.

b. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diajar/ diasuh oleh
guru. Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat peserta
didik sesuai dengan kondisi madrasah. Kegiatan pengembangan diri di SMPIT AL KAHFI
Rembang dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang difasilitasi dan atau dibimbing
oleh konselor, guru mata pelajaran atau tenaga kependidikan yang memiliki kemampuan di
bidang ekstrakurikuler yang telah ditentukan oleh madrasah.
11

Kegiatan pengembangan diri dilakuka

n melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan
sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik.

c. Jam Pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum.

d. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit

e. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran adalah 40 minggu


12

TABEL 1

STRUKTUR KURIKULUM KELAS VII, VIII dan IX

Alokasi Waktu
MATA PELAJARAN Belajar Per Minggu
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3
Bahasa Indonesia 6
Matematika 5
Ilmu Pengetahuan Alam 5
Ilmu Pengetahuan Sosial 4
Bahasa Inggris 4
Seni Budaya 3
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3
Prakarya 2
Bahasa Arab 2
Bahasa Jawa 2
Al-qur'an 4
BK 1
Mentoring PAI 2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 50

Keterangan:

• Matapelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Selain kegiatan intrakurikuler seperti
yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler
Madrasah Tsanawiyah antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang
Merah Remaja dan lain sebagainya.

• Kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka (terutama), Unit Kesehatan Sekolah, Palang Merah
Remaja, Badan Dakwah Islamiyah (BDI) dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung
pembentukansikap kepribadian, kepemimpinan dan sikap sosial peserta didik, terutamanya
adalah sikap peduli. Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan
pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi
keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat
dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler.

• Matapelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan


oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan
Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran
yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan muatan lokal yang
dikembangkan oleh pemerintah daerah.
13

• Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran
Seni Budaya dan Prakarya atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk
memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan
kebutuhan satuan pendidikan tersebut.

• Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap
mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik
dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan.

• Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat
ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

• Muatan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah yang berbasis pada konsep-konsep terpadu


dari berbagai disiplin ilmu untuk tujuan pendidikan adalah matapelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

• Pada hakikatnya IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran dalam bentuk integrated
sciences dan integrated social studies. Muatan IPA berasal dari disiplin biologi, fisika, dan
kimia, sedangkan muatan IPS berasal dari sejarah, ekonomi, geografi, dan sosiologi. Kedua
matapelajaran tersebut merupakan program pendidikan yang berorientasi aplikatif,
pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan
sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.

• Tujuan pendidikan IPS menekankan pada pemahaman tentang bangsa, semangat kebangsaan,
patriotisme, dan aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

• Tujuan pendidikan IPA menekankan pada pemahaman tentang lingkungan dan alam sekitar
beserta kekayaan yang dimilikinya yang perlu dilestarikan dan dijaga dalam perspektif biologi,
fisika, dan kimia. Integrasi berbagai konsep dalam matapelajaran IPA dan IPS menggunakan
pendekatan trans-disciplinarity di mana batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara
tegas dan jelas, karena konsepkonsep disiplin ilmu berbaur dan/atau terkait dengan
permasalahanpermasalahan yang dijumpai di sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan
pembelajaran IPA dan IPS menjadi pembelajaran yang kontekstual.

- Pembelajaran IPA diintegrasikan melalui konten biologi, fisika, dan kimia. Pengintegrasian
dapat dilakukan dengan cara connected, yakni pembelajaran dilakukan pada konten bidang
tertentu (misalnya fisika), kemudian konten bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya
saat mempelajari suhu (konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya makhluk hidup
berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten biologi), serta senyawa yang digunakan
di dalam sistem AC (konten kimia).
14

• Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu.
Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi antar ruang menggambarkan
mobilitas manusia antara satu tempat ke tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di
mana kehidupan manusia itu terjadi.

A.2. STRUKTUR KURIKULUM KELAS VIII DAN IX

Struktur Kurikulum merupakan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata
pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban
belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas
standar kompetensi (SK) dan kompetensi lulusan (SKL)

Struktur kurikulum untuk kelas VIII dan IX terdiri atas tiga komponen mata pelajaran,
muatan lokal dan pengembangan diri. Komponen mata pelajaran dikelompokkan menjadi:

1. Kelompok mata pelajaran Agama dan akhlak mulia

2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian

3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

4. Kelompok mata pelajaran Estetika

5. Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Komponen muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian yang integral dari struktur
kurikulum.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada Tabel 2

TABEL 2
15

CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN

Kelompok
No Cakupan

Mata Pelajaran

1. Agama dan Akhlak Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
Mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup
etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari
pendidikan agama.
Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
2. Kewarganegaraan
dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan
dan Kepribadian
peserta didik akan status, hak dan kewajibannya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa


dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak
asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan
hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial,
ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap
serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3. Ilmu Pengetahuan Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi


dan Teknologi pada pendidikan dasar dan menengah dimaksudkan untuk
memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan
teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis,
kreatif dan mandiri.
Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk
4. Estetika
meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan
kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni yang
mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan
individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup,
maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu
menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Jasmani, Olahraga Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan


pada pendidikan dasar dan menengah dimaksudkan untuk
dan Kesehatan
meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif,
disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.
16

Kelompok
No Cakupan

Mata Pelajaran

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku


hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat
kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku
seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam
berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk
mewabah.

Struktur kurikulum Kelas VIII dan IX disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan,
Standar Kompetensi Mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Memuat 14 mata pelajaran, 2 muatan lokal dan pengembangan


diri seperti tertera pada tabel struktur kurikulum.
b. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan potensi yang ada di SMPIT AL KAHFI
Rembang.

c. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diajar / diasuh oleh guru.
Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat peserta
didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di SMPIT AL KAHFI
Rembang dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang difasilitasi dan atau dibimbing
oleh konselor, guru mata pelajaran atau tenaga kependidikan yang memiliki kemampuan di
bidang ekstrakurikuler yang telah ditentukan oleh madrasah.

Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan


dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik.

d. Jam Pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum.

e. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit

f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran adalah 40 minggu.

TABEL3

STRUKTUR KURIKULUM KLS VIII dan IX

MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR

PER MINGGU
17

VIII IX

Kelompok A

1. Pendidikan Agama Islam

a. AlQur'an Hadis 2 2

b. Akidah Akhlak 2 2

c. Fiqih 2 2

d. Sejarah Kebudayaan Islam 2 2

2. Pedidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 3

3. Bahasa Indonesia 4 4

4. Bahasa Arab 3 3

5. Matematika 5 5

6. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5

7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4

8. Bahasa Inggris 4 4

Kelompok B

1. Seni Budaya 2 2

2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2

3. Prakarya 2 2

Mulok

4. Nahwu 2 2

5. Shorof 2 2

Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 46 46

*) PD Ekstrakurikuler dilaksanakan sore hari jam antar jam 13.30 – 16.30

B. MUATAN KURIKULUM
1. MUATAN KURIKULUM KELAS VII, VIII dan IX
Muatan Kurikulum MTs Ibad Ar Rahman meliputi sejumlah mata pelajaran sebanyak 16
mata pelajaran yang terbagi menjadi kelompok A dan kelompok B seperti dalam tabel
struktur kurikulum.
a. MATA PELAJARAN KELOMPOK A

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SMP/MTs


18

KELAS: VII

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,


yang dianutnya tanggung jawab, peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Mensyukuri proses perumusan dan 2.1 Menghargai proses perumusan dan
penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara penetapan Pancasila sebagai dasar Negara

1.2 Menghargai norma-norma yang berlaku 2.2 Mematuhi norma-norma yang berlaku
dalam kehidupan bermasyarakat dengan dalam kehidupan bermasyarakat untuk
jujur sebagai anugerah Tuhan Yang Maha mewujudkan keadilan
Esa

1.3 Menghayati nilai kesejarahan perumusan 2.3 Mendukung nilai kesejarahan perumusan
dan pengesahan Undang-Undang Dasar dan pengesahan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Negara Republik Indonesia Tahun 1945

1.4 Mensyukuri keberagaman norma-norma, 2.4 Menghargai keberagaman suku, agama,


suku, agama, ras, dan antargolongan dalam ras, dan antargolongan dalam bingkai
bingkai Bhinneka Tunggal Ika secara adil Bhinneka Tunggal Ika
sebagai sesama ciptaan Tuhan

1.5 Menanggapi pendapat secara jujur tentang 2.5 Mendukung pendapat tentang arti
arti pentingnya kerja sama dalam berbagai pentingnya kerja sama dalam berbagai
bidang kehidupan di masyarakat bidang kehidupan di masyarakat

1.6 Mendukung karakteristik daerah tempat 2.6 Menampilkan karakteristik daerah tempat
tinggalnya dalam kerangka Negara tinggalnya dalam kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia sebagai Kesatuan Republik Indonesia
anugerah Tuhan Yang Maha Esa

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)
3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis proses perumusan dan 4.1 Melaksanakan tanggung jawab atas
19

penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara keputusan bersama dengan semangat


konsensus tokoh Pendiri Negara dalam
perumusan Pancasila

3.2 Memahami norma-norma yang berlaku 4.2 Berperilaku sesuai norma-norma yang
dalam kehidupan bermasyarakat untuk berlaku dalam kehidupan bermasyarakat
mewujudkan keadilan untuk mewujudkan keadilan

3.3 Menganalisis kesejarahan perumusan dan 4.3 Mendemonstrasikan proses kesejarahan


pengesahan Undang-Undang Dasar Negara perumusan dan pengesahan Undang-
Republik Indonesia Tahun 1945 Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945

3.4 Mengkarakteristikkan keberagaman suku, 4.4 Melaksanakan tanggung jawab terkait


agama, ras, dan antargolongan dalam keberagaman suku, agama, ras, dan
bingkai Bhinneka Tunggal Ika antargolongan dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika

3.5 Menganalisis pentingnya kerja sama dalam 4.5 Bertanggung jawab dalam bekerja sama di
berbagai bidang kehidupan di masyarakat berbagai bidang kehidupan masyarakat

3.6 Mengasosiasikan karakteristik daerah 4.6 Mewujudkan karakteristik daerah dalam


dalam kerangka Negara Kesatuan kerangka Negara Kesatuan Republik
Republik Indonesia Indonesia

KELAS: VIII

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)


1. Menghargai dan menghayati ajaran agama 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
yang dianutnya tanggung jawab, peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Mensyukuri kedudukan dan fungsi 2.1 Bersikap peduli terhadap kedudukan dan
Pancasila bagi bangsa dan negara fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara
Indonesia Indonesia

1.2 Menghargai makna, kedudukan, dan 2.2 Mendukung kedudukan, fungsi dan makna
fungsi Undang-Undang Dasar Negara konstitusi negara, serta peraturan
Republik Indonesia Tahun 1945 secara perundangan lainnya sesuai dengan
adil sebagai bentuk sikap beriman dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
bertakwa Indonesia Tahun 1945

1.3 Menata tata urutan peraturan perundang- 2.3 Memperjelas konsepsi tata urutan
20

undangan dalam sistem hukum nasional di peraturan perundang-undangan sesuai


Indonesia secara adil dengan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945

1.4 Mensyukuri nilai dan semangat 2.4 Bertanggungjawab terhadap makna dan arti
Kebangkitan nasional 1908 dalam penting Kebangkitan nasional 1908 dalam
perjuangan kemerdekaan Republik perjuangan kemerdekaan Republik
Indonesia secara tulus. Indonesia

1.5 Menghayati nilai dan semangat Sumpah 2.5 Menghargai nilai dan semangat Sumpah
Pemuda tahun 1928 dalam bingkai Pemuda tahun 1928 dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika

1.6 Mensyukuri semangat dan komitmen 2.6 Menunjukkan semangat dan komitmen
kebangsaan kolektif untuk memperkuat kebangsaan kolektif untuk memperkuat
Negara Kesatuan Republik Indonesia Negara Kesatuan Republik Indonesia

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis kedudukan dan fungsi 4.1 Mendukung peran teladan tokoh-tokoh
Pancasila bagi bangsa dan negara Pendiri Negara dalam kedudukan dan
Indonesia fungsinya pada perumusan Pancasila

3.2 Merasionalkan makna, kedudukan, dan 4.2 Melaksanakan makna, kedudukan, dan
fungsi Undang-Undang Dasar Negara fungsi Undang- Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, serta Republik Indonesia Tahun 1945
peraturan perundang-undangan lainnya
dalam sistem hukum nasional

3.3 Memahami tata urutan peraturan 4.3 Mendemonstrasikan peran sebagai


perundang-undangan dalam sistem hukum penyusun tata urutan peraturan perundang-
nasional di Indonesia undangan

3.4 Memprediksi makna dan arti penting 4.4 Menyaji hasil penalaran tentang peran
Kebangkitan nasional 1908 dalam kejuangan tokoh
perjuangan kemerdekaan
Kebangkitan Nasional 1908 dalam
perjuangan kemerdekaan

3.5 Memproyeksikan nilai dan semangat 4.5 Melaksanakan nilai-nilai dan semangat
Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda 1928
bingkai Bhinneka Tunggal Ika

3.6 Memahami pentingnya semangat dan 4.6 Mendemonstrasikan peran tokoh


komitmen kebangsaan untuk memperkuat masyarakat akan pentingnya semangat dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia komitmen kebangsaan untuk memperkuat
21

Negara Kesatuan Republik Indonesia

KELAS: IX

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,


yang dianutnya tanggung jawab, peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


1.1 Mensyukuri perwujudan Pancasila sebagai 2.1 Mendukung perwujudan Pancasila sebagai
Dasar Negara yang merupakan anugerah dasar negara
Tuhan Yang Maha Esa

1.2 Menghayati isi alinea dan pokok pikiran 2.2 Mempertahankan isi alinea dan pokok
yang terkandung dalam Pembukaan pikiran yang terkandung dalam
Undang-Undang Dasar Negara Republik Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia Tahun 1945 dengan jujur Republik Indonesia Tahun 1945

1.3 Menghargai ketentuan tentang bentuk dan 2.3 Mendukung ketentuan tentang bentuk dan
kedaulatan negara sesuai Undang-Undang kedaulatan Negara sesuai Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 secara adil 1945

1.4 Peka/peduli terhadap masalah-masalah 2.4 Memecahkan masalah-masalah yang


yang muncul dalam keberagaman suku, muncul dalam keberagaman suku, agama,
agama, ras, dan antargolongan (SARA) di ras, dan antargolongan (SARA) di
masyarakat serta cara pemecahannya masyarakat serta cara pemecahannya
dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

1.5 Peka/peduli terhadap masalah-masalah 2.5 Menghargai pendapat tentang masalah-


yang muncul dalam bidang sosial, budaya, masalah yang muncul dalam bidang sosial,
ekonomi, dan gender di masyarakat dan budaya, ekonomi, dan gender di
cara pemecahannya dalam bingkai masyarakat dan cara pemecahannya dalam
Bhinneka Tunggal Ika bingkai Bhinneka Tunggal Ika

1.6 Menghargai secara jujur konsep bela 2.6 Mendukung konsep bela negara dalam
negara dalam konteks Negara Kesatuan konteks Negara Kesatuan Republik
Republik Indonesia Indonesia

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam


(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
22

mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari


di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis langkah-langkah untuk 4.1 Mendemonstrasikan peran teladan tokoh-
mewujudkan Pancasila sebagai dasar tokoh nasional dalam perwujudan
negara Pancasila sebagai dasar negara

3.2 Mensintesiskan isi alinea dan pokok 4.2 Menerapkan isi alinea dan pokok pikiran
pikiran yang terkandung dalam yang terkandung dalam Pembukaan
Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar Negara Republik
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Indonesia Tahun 1945

3.3 Memahami prinsip-prinsip kedaulatan 4.3 Mewujudkan prinsip-prinsip kedaulatan


sesuai Undang-Undang Dasar Negara sesuai Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 Republik Indonesia Tahun 1945

3.4 Menganalisis prinsip persatuan dalam 4.4 Mendukung peran mediator penyelesaian
keberagaman suku, agama, ras, dan masalah keberagaman suku, agama, ras,
antargolongan (SARA), sosial, budaya, dan antargolongan (SARA) dalam bingkai
ekonomi, dan gender dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika

3.5 Menganalisis prinsip harmoni dalam 4.5 Mendukung peran mediator penyelesaian
keberagaman suku, agama, ras, dan masalah sosial, budaya, ekonomi, dan
antargolongan (SARA) sosial, budaya, gender dalam bingkai Bhinneka Tunggal
ekonomi, dan gender dalam bingkai Ika
Bhinneka Tunggal Ika

3.6 Mengkreasikan konsep cinta tanah air/bela 4.6 Mendemonstrasikan peran para pahlawan
negara dalam konteks Negara Kesatuan untuk cinta tanah air/bela negara dalam
Republik Indonesia konteks Negara Kesatuan Republik
Indonesia

BAHASA INDONESIA

KELAS: VII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
23

keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Mengidentifikasi informasi dalam teks 4.1 Menentukan isi teks deskripsi objek
deskripsi tentang objek (sekolah, tempat (tempat wisata, tempat bersejarah, pentas
wisata, tempat bersejarah, dan atau seni daerah, kain tradisional, dll) yang
suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca
didengar dan dibaca

3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan dari 4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam
teks deskripsi tentang objek (sekolah, bentuk teks deskripsi tentang objek
tempat wisata, tempat bersejarah, (sekolah, tempat wisata, tempat
dan⁄atau suasana pentas seni daerah) bersejarah, dan⁄atau suasana pentas seni
yang didengar dan dibaca daerah) secara tulis dan lisan dengan
memperhatikan struktur, kebahasaan baik
secara lisan maupun tulis

3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi 4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi
(cerita imajinasi) yang dibaca dan (cerita imajinasi) yang didengar dan
didengar dibaca

3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam
narasi (cerita imajinasi) yang dibaca dan bentuk cerita imajinasi secara lisan dan
didengar tulis dengan memperhatikan struktur,
penggunaan bahasa, atau aspek lisan

3.5 Mengidentifikasi teks prosedur tentang 4.5 Menyimpulkan isi teks prosedur tentang
cara melakukan sesuatu dan cara cara memainkan alat musik daerah, tarian
membuat (cara memainkan alat daerah, cara membuat cinderamata,
musik/tarian daerah, cara membuat dan/atau kuliner khas daerah) yang
24

kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai dibaca dan didengar


sumber yang dibaca dan didengar

3.6 Menelaah struktur dan aspek kebahasaan 4.6 Menyajikan data rangkaian kegiatan ke
teks prosedur tentang cara melakukan dalam bentuk teks prosedur (tentang cara
sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik daerah, tarian
memainkan alat musik/tarian daerah, cara daerah, cara membuat cinderamata, dll)
membuat kuliner khas daerah, dll.) dari dengan memperhatikan struktur, unsur
berbagai sumber yang dibaca dan kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis
didengar

3.7 Mengidentifikasi informasi dari teks 4.7 Menyimpulkan isi teks laporan hasil
laporan hasil observasi berupa buku observasi berupa buku pengetahuan yang
pengetahuan yang dibaca atau dibaca dan didengar
diperdengarkan

3.8 Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi 4.8 Menyajikan rangkuman teks laporan
teks laporan hasil observasi yang berupa hasil observasi yang berupa buku
buku pengetahuan yang dibaca atau pengetahuan secara lisan dan tulis
diperdengarkan dengan memperhatikan kaidah
kebahasaan atau aspek lisan

3.9 Menemukan unsur-unsur dari buku fiksi 4.9 Membuat peta pikiran/sinopsis tentang
dan nonfiksi yang dibaca isi buku nonfiksi/buku fiksi yang dibaca

3.10 Menelaah hubungan unsur-unsur 4.10 Menyajikan tanggapan terhadap isi buku
dalam buku fiksi dan nonfiksi fiksi/nonfiksi yang dibaca

3.11 Mengidentifikasi informasi (kabar, 4.11 Menyimpulkan isi (kabar, keperluan,


keperluan, permintaan, dan/atau permintaan, dan/atau permohonan) surat
permohonan) dari surat pribadi dan surat pribadi dan surat dinas yang dibaca atau
dinas yang dibaca dan didengar diperdengarkan

3.12 Menelaah unsur-unsur dan kebahasaan 4.12 Menulis surat (pribadi dan dinas) untuk
dari surat pribadi dan surat dinas yang kepentingan resmi dengan
dibaca dan didengar memperhatikan struktur teks,
kebahasaan, dan isi

3.13 Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, 4.13 Menyimpulkan isi puisi rakyat (pantun,
dan pilihan kata) dari puisi rakyat syair, dan bentuk puisi rakyat setempat)
(pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat yang disajikan dalam bentuk tulis dan
setempat) yang dibaca dan didengar lisan

3.14 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi 4.14 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi
rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi
rakyat setempat) yang dibaca dan rakyat setempat) yang dibaca dan
didengar didengar
25

3.15 Mengidentifikasi informasi tentang 4.15 Menceritakan kembali isi cerita


fabel/legenda daerah setempat yang fabel/legenda daerah setempat yang
dibaca dan didengar dibaca/didengar

3.16 Menelaah struktur dan kebahasaan 4.16 Memerankan isi fabel/legenda daerah
fabel/legenda daerah setempat yang setempat yang dibaca dan didengar
dibaca dan didengar

KELAS: VIII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita 4.1 Menyimpulkan isi berita
(membanggakan dan memotivasi) yang (membanggakan dan memotivasi) yang
26

didengar dan dibaca dibaca dan didengar

3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 4.2 Menyajikan data dan informasi dalam
berita (membanggakan dan memotivasi) bentuk berita secara lisan dan tulis
yang didengar dan dibaca dengan memperhatikan struktur,
kebahasaan, atau aspek lisan (lafal,
intonasi, mimik, dan kinesik)

3.3 Mengidentifikasi informasi teks iklan, 4.3 Menyimpulkan isi iklan, slogan, atau
slogan, atau poster (yang membuat poster (membanggakan dan memotivasi)
bangga dan memotivasi) dari berbagai dari berbagai sumber
sumber yang dibaca dan didengar

3.4 Menelaah pola penyajian dan kebahasaan 4.4 Menyajikan gagasan, pesan, dan ajakan
teks iklan, slogan, atau poster (yang dalam bentuk iklan, slogan, atau poster
membuat bangga dan memotivasi) dari secara lisan dan tulis
berbagai sumber yang dibaca dan
didengar

3.5 Mengidentifikasi informasi teks eksposisi 4.5 Menyimpulkan isi teks eksposisi (artikel
berupa artikel ilmiah populer dari ilmiah populer dari koran dan majalah)
koran/majalah) yang didengar dan dibaca yang didengar dan dibaca

3.6 Mengidentifikasi informasi teks eksposisi 4.6 Menyajikan gagasan dan pendapat ke
(berupa artikel ilmiah populer dari dalam bentuk teks eksposisi artikel
koran/majalah) yang diperdengarkan atau ilmiah populer (lingkungan hidup,
dibaca kondisi sosial, dan/atau keragaman
budaya, dll) secara lisan dan tertulis
dengan memperhatikan struktur, unsur
kebahasaan, dan aspek lisan

3.7 Mengidentifikasi unsur-unsur 4.7 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun


pembangun teks puisi yang dan makna teks puisi yang
diperdengarkan atau dibaca diperdengarkan atau dibaca

3.8 Menelaah unsur-unsur pembangun teks 4.8 Menyajikan gagasan, perasaan, dan
puisi (perjuangan, lingkungan hidup, pendapat dalam bentuk teks puisi secara
kondisi sosial, dan lain-lain) yang tulis/lisan dengan memperhatikan unsur-
diperdengarkan atau dibaca unsur pembangun puisi

3.9 Mengidentifikasi informasi dari teks 4.9 Meringkas isi teks eksplanasi yang
ekplanasi berupa paparan kejadian suatu berupa proses terjadinya suatu fenomena
fenomena alam yang diperdengarkan dari beragam sumber yang didengar
atau dibaca dan dibaca

3.10 Menelaah teks ekplanasi berupa paparan 4.10 Menyajikan informasi dan data dalam
kejadian suatu fenomena alam yang bentuk teks eksplanasi proses terjadinya
diperdengarkan atau dibaca suatu fenomena secara lisan dan tulis
dengan memperhatikan struktur, unsur
kebahasaan, atau aspek lisan

3.11 Mengidentifikasi informasi pada teks 4.11 Menceritakan kembali isi teks ulasan
ulasan tentang kualitas karya (film, tentang kualitas karya (film, cerpen,
27

cerpen, puisi, novel, dan karya seni puisi, novel, karya seni daerah) yang
daerah) yang dibaca atau diperdengarkan dibaca atau didengar

3.12 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 4.12 Menyajikan tanggapan tentang kualitas
ulasan (film, cerpen, puisi, novel, dan karya (film, cerpen, puisi, novel, karya
karya seni daerah) yang diperdengarkan seni daerah, dll.) dalam bentuk teks
dan dibaca ulasan secara lisan dan tulis dengan
memperhatikan struktur, unsur
kebahasaan, atau aspek lisan

3.13 Mengidentifikasi jenis saran, ajakan, 4.13 Menyimpulkan isi saran, ajakan, arahan,
arahan, dan pertimbangan tentang pertimbangan tentang berbagai hal
berbagai hal positif atas permasalahan positif permasalahan aktual dari teks
aktual dari teks persuasi (lingkungan persuasi (lingkungan hidup, kondisi
hidup, kondisi sosial, dan/atau sosial, dan/atau keragaman budaya) yang
keragaman budaya) yang didengar dan didengar dan dibaca
dibaca

3.14 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 4.14 Menyajikan teks persuasi (saran, ajakan,
persuasi yang berupa saran, ajakan, dan arahan, dan pertimbangan) secara tulis
pertimbangan tentang berbagai dan lisan dengan memperhatikan
permasalahan aktual (lingkungan hidup, struktur, kebahasaan, atau aspek lisan
kondisi sosial, dan/atau keragaman
budaya, dll) dari berbagai sumber yang
didengar dan dibaca

3.15 Mengidentifikasi unsur-unsur drama 4.15 Menginterpretasi drama (tradisional dan


(tradisional dan moderen) yang disajikan modern) yang dibaca dan
dalam bentuk pentas atau naskah ditonton/didengar

3.16 Menelaah karakteristik unsur dan kaidah 4.16 Menyajikan drama dalam bentuk pentas
kebahasaan dalam teks drama yang atau naskah
berbentuk naskah atau pentas

3.17 Menggali dan menemukan informasi dari 4.17 Membuat peta konsep/garis alur dari
buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca

3.18 Menelaah unsur buku fiksi dan nonfiksi 4.18 Menyajikan tanggapan terhadap buku
yang dibaca fiksi dan nonfiksi yang dibaca secara
lisan/tertulis

KELAS: IX

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
28

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Mengidentifikasi informasi dari laporan 4.1 Menyimpulkan tujuan, bahan/ alat,
percobaan yang dibaca dan didengar langkah, dan hasil dalam laporan
(percobaan sederhana untuk mendeteksi percobaan yang didengar dan/atau dibaca
zat berbahaya pada makanan, adanya
vitamin pada makanan, dll)

3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan dari 4.2 Menyajikan tujuan, bahan/ alat, langkah,
teks laporan percobaan yang didengar dan hasil dalam laporan percobaan
atau dibaca (percobaan sederhana untuk secara tulis dan lisan dengan
mendeteksi zat berbahaya pada makanan, memperhatikan kelengkapan data,
adanya vitamin pada makanan, dll) struktur, aspek kebahasaan, dan aspek
lisan

3.3 Mengidentifikasi gagasan, pikiran, 4.3 Menyimpulkan gagasan, pandangan, arahan,


pandangan, arahan atau pesan dalam atau pesan dalam pidato (lingkungan
pidato persuasif tentang permasalahan hidup, kondisi sosial, dan/atau
aktual yang didengar dan dibaca keragaman budaya) yang didengar
dan/atau dibaca

3.4 Menelaah struktur dan ciri kebahasaan 4.4 Menuangkan gagasan, pikiran, arahan
pidato persuasif tentang permasalahan atau pesan dalam pidato (lingkungan
aktual yang didengar dan dibaca hidup, kondisi sosial, dan/atau
keragaman budaya) secara lisan dan/atau
tulis dengan memperhatikan struktur dan
29

kebahasaan.

3.5 Mengidentifikasi unsur pembangun 4.5 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun


karya sastra dalam teks cerita pendek karya sastra dengan bukti yang
yang dibaca atau didengar mendukung dari cerita pendek yang
dibaca atau didengar

3.6 Menelaah struktur dan aspek 4.6 Mengungkapkan pengalaman dan


kebahasaan cerita pendek yang dibaca gagasan dalam bentuk cerita pendek
atau didengar dengan memperhatikan struktur dan
kebahasaan

3.7 Mengidentifikasi informasi berupa kritik, 4.7 Menyimpulkan isi teks tanggapan
sanggahan, atau pujian dari teks berupa kritik, sanggahan, atau pujian
tanggapan (lingkungan hidup, kondisi (mengenai lingkungan hidup, kondisi
sosial, dan/atau keragaman budaya, dll) sosial, dan/atau keragaman budaya) yang
yang didengar dan/atau dibaca didengar dan dibaca

3.8 Menelaah struktur dan kebahasaan dari 4.8 Mengungkapkan kritik, sanggahan, atau
teks tanggapan (lingkungan hidup, pujian dalam bentuk teks tanggapan
kondisi sosial, dan/atau keragaman secara lisan dan/atau tulis dengan
budaya, dll) berupa kritik, sanggahan, memperhatikan struktur dan kebahasaan
atau pujian yang didengar dan/atau
dibaca

3.9 Mengidentifikasi informasi teks diskusi 4 .9 Menyimpulkan isi gagasan, pendapat,


berupa pendapat pro dan kontra dari argumen yang mendukung dan yang
permasalahan aktual yang dibaca dan kontra serta solusi atas permasalahan
didengar aktual dalam teks diskusi yang didengar
dan dibaca

3.10 Menelaah pendapat dan argumen yang 4.10 Menyajikan gagasan/pendapat, argumen
mendukung dan yang kontra dalam teks yang mendukung dan yang kontra serta
diskusi berkaitan dengan permasalahan solusi atas permasalahan aktual dalam
aktual yang dibaca dan didengar teks diskusi dengan memperhatikan
struktur dan aspek kebahasaan, dan
aspek lisan (intonasi, gesture, pelafalan)

3.11 Mengidentifikasi isi ungkapan simpati, 4.11 Menyimpulkan isi ungkapan simpati,
kepedulian, empati, atau perasaan pribadi kepedulian, empati atau perasaan pribadi
dari teks cerita inspiratif yang dibaca dan dalam bentuk cerita inspiratif yang
didengar dibaca dan didengar

3.12 Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi 4.12 Mengungkapkan rasa simpati, empati,
teks cerita inspiratif kepedulian, dan perasaan dalam bentuk
cerita inspiratif dengan memperhatikan
struktur cerita dan aspek kebahasaan

3.13 Menggali informasi unsur-unsur buku 4.13 Membuat peta konsep/garis alur dari
fiksi dan nonfiksi buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca

3.14 Menelaah hubungan antara unsur-unsur 4.14 Menyajikan tanggapan terhadap buku
30

buku fiksi/nonfiksi yang dibaca fiksi dan nonfiksi yang dibaca

3.15 Menemukan unsur-unsur dari buku fiksi 4.15 Membuat peta pikiran/ rangkuman alur
dan nonfiksi yang dibaca tentang isi buku nonfiksi/ buku fiksi
yang dibaca

3.16 Menelaah hubungan unsur-unsur dalam 4.16 Menyajikan tanggapan terhadap isi buku
buku fiksi dan nonfiksi fiksi nonfiksi yang dibaca

MATEMATIKA

KELAS: VII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam


konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
31

mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari


di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menjelaskan dan menentukan urutan pada 4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
bilangan bulat (positif dan negatif) dan dengan urutan beberapa bilangan bulat dan
pecahan (biasa, campuran, desimal, pecahan (biasa, campuran, desimal,
persen) persen)

3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi 4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
hitung bilangan bulat dan pecahan dengan dengan operasi hitung bilangan bulat dan
memanfaatkan berbagai sifat operasi pecahan

3.3 Menjelaskan dan menentukan representasi 4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
bilangan bulat besar sebagai bilangan dengan bilangan bulat besar sebagai
berpangkat bulat positif bilangan berpangkat bulat positif

3.4 Menjelaskan dan menyatakan himpunan, 4.4 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
himpunan bagian, himpunan semesta, berkaitan dengan himpunan, himpunan
himpunan kosong, komplemen himpunan, bagian, himpunan semesta, himpunan
menggunakan masalah kontekstual kosong, komplemen himpunan

3.5 Menjelaskan dan melakukan operasi biner 4.5 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
pada himpunan menggunakan masalah berkaitan dengan operasi biner pada
kontekstual himpunan

3.6 Menjelaskan bentuk aljabar dan unsur- 4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
unsurnya menggunakan masalah dengan bentuk aljabar
kontekstual

3.7 Menjelaskan dan melakukan operasi pada 4.7 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
bentuk aljabar (penjumlahan, dengan operasi pada bentuk aljabar
pengurangan, perkalian, dan pembagian)

3.8 Menjelaskan persamaan dan 4.8 Menyelesaikan masalah yang berkaitan


pertidaksamaan linear satu variabel dan dengan persamaan dan pertidaksamaan
penyelesaiannya linear satu variabel

3.9 Menjelaskan rasio dua besaran (satuannya 4.9 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
sama dan berbeda) dengan rasio dua besaran (satuannya sama
dan berbeda)

3.10 Menganalisis perbandingan senilai dan 4.10 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
berbalik nilai dengan menggunakan tabel dengan perbandingan senilai dan berbalik
data, grafik, dan persamaan nilai

3.11 Menganalisis aritmetika sosial (penjualan, 4.11 Menyelesaikan masalah berkaitan dengan
pembelian, potongan, keuntungan, aritmetika sosial (penjualan, pembelian,
kerugian, bunga tunggal, persentase, potongan, keuntungan, kerugian, bunga
bruto, neto, tara) tunggal, persentase, bruto, neto, tara)

3.12 Menjelaskan sudut, jenis sudut, hubungan 4.12 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
antar sudut, cara melukis sudut, membagi dengan sudut dan garis
sudut, dan membagi garis
32

3.13 Menganalisis hubungan antar sudut 4.13 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
sebagai akibat dari dua garis sejajar yang dengan hubungan antar sudut sebagai
dipotong oleh garis transversal akibat dari dua garis sejajar yang dipotong
oleh garis transversal

3.14 Manganalisis berbagai bangun datar 4.14 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
segiempat (persegi, persegipanjang, dengan bangun datar segiempat (persegi,
belahketupat, jajargenjang, trapesium, dan persegipanjang, belahketupat,
layang-layang) dan segitiga berdasarkan jajargenjang, trapesium, dan layang-
sisi, sudut, dan hubungan antar sisi dan layang) dan segitiga
antar sudut

3.15 Menurunkan rumus untuk menentukan 4.15 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
keliling dan luas segiempat (persegi, berkaitan dengan luas dan keliling
persegipanjang, belahketupat, segiempat (persegi, persegipanjang,
jajargenjang, trapesium, dan layang- belahketupat, jajargenjang, trapesium, dan
layang) dan segitiga layang-layang) dan segitiga

3.16 Menganalisis hubungan antara data dengan 4.16 Menyajikan dan menafsirkan data dalam
cara penyajiannya (tabel, diagram garis, bentuk tabel, diagram garis, diagram
diagram batang, dan diagram lingkaran) batang, dan diagram lingkaran

KELAS: VIII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam


33

pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,


prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan membuat)
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan ranah abstrak (menulis, membaca,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena menghitung, menggambar, dan
dan kejadian tampak mata mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menentukan pola pada barisan bilangan 4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dan barisan konfigurasi objek dengan pola pada barisan bilangan dan
barisan konfigurasi objek

3.2 Menjelaskan kedudukan titik dalam 4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
bidang koordinat Kartesius yang dengan kedudukan titik dalam bidang
dihubungkan dengan masalah koordinat Kartesius
kontekstual

3.3 Mendeskripsikan dan manyatakan relasi 4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dan fungsi dengan menggunakan dengan relasi dan fungsi dengan
berbagai representasi (kata-kata, tabel, menggunakan berbagai representasi
grafik, diagram, dan persamaan)

3.4 Menganalisis fungsi linear (sebagai 4.4 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
persamaan garis lurus) dan berkaitan dengan fungsi linear sebagai
menginterpretasikan grafiknya yang persamaan garis lurus
dihubungkan dengan masalah
kontekstual

4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan


dengan sistem persamaan linear dua
3.5 Menjelaskan sistem persamaan linear dua variabel
variabel dan penyelesaiannya yang
dihubungkan dengan masalah
kontekstual

3.6 Memeriksa kebenaran teorema 4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan


Pythagoras dan tripel Pythagoras dengan teorema Pythagoras dan tripel
Pythagoras

3.7 Menurunkan rumus untuk menentukan 4.7 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
keliling dan luas daerah lingkaran yang berkaitan dengan keliling lingkaran dan
dihubungkan dengan masalah luas daerah lingkaran
kontekstual

3.8 Menjelaskan sudut pusat, sudut keliling, 4.8 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
panjang busur, dan luas juring lingkaran, dengan sudut pusat, sudut keliling,
serta hubungannya panjang busur, dan luas juring lingkaran,
serta hubungannya

3.9 Menjelaskan garis singgung persekutuan 4.9 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
luar dan persekutuan dalam dua dengan garis singgung persekutuan luar
34

lingkaran dan cara melukisnya dan persekutuan dalam dua lingkaran

3.10 Menurunkan rumus untuk menentukan 4.10 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
luas permukaan dan volume bangun dengan luas permukaan dan volume
ruang sisi datar (kubus, balok, prisma, bangun ruang sisi datar (kubus, balok,
dan limas) prima dan limas), serta gabungannya

3.11 Menjelaskan hubungan antara diagonal 4.11 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
ruang, diagonal bidang, dan bidang dengan bangun ruang sisi datar
diagonal dalam bangun ruang sisi datar menggunakan hubungan diagonal ruang,
diagonal bidang, dan bidang diagonal

3.12 Menganalisis data berdasarkan distribusi 4.12 Menyajikan dan menyelesaikan masalah
data, nilai rata-rata, median, modus, dan yang berkaitan dengan distribusi data,
sebaran data untuk mengambil nilai rata-rata, median, modus, dan
kesimpulan, membuat keputusan, dan sebaran data untuk mengambil
membuat prediksi kesimpulan, membuat keputusan, dan
membuat prediksi

3.13 Menjelaskan peluang empirik dan 4.13 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
teoretik suatu kejadian dari suatu dengan peluang empirik dan teoretik
percobaan suatu kejadian dari suatu percobaan

KELAS: IX

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


35

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam


pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan membuat)
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan ranah abstrak (menulis, membaca,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena menghitung, menggambar, dan
dan kejadian tampak mata mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menjelaskan dan melakukan operasi 4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
bilangan berpangkat bulat dan bentuk dengan sifat-sifat operasi bilangan
akar, serta sifat-sifatnya berpangkat bulat dan bentuk akar

3.2 Menjelaskan persamaan kuadrat dan 4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
karakteristiknya berdasarkan akar- dengan persamaan kuadrat
akarnya serta cara penyelesaiannya

3.3 Menjelaskan fungsi kuadrat dengan 4.3 Menyajikan fungsi kuadrat


menggunakan tabel, persamaan, dan menggunakan tabel, persamaan, dan
grafik grafik

3.4 Menjelaskan hubungan antara koefisien 4.4 Menyajikan dan menyelesaikan masalah
dan diskriminan fungsi kuadrat dengan kontekstual dengan menggunakan sifat-
grafiknya sifat fungsi kuadrat

3.5 Menjelaskan transformasi geometri 4.5 Menyelesaikan masalah kontekstual yang


(refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) berkaitan dengan transformasi geometri
yang dihubungkan dengan masalah (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi)
kontekstual

3.6 Menjelaskan dan menentukan 4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan


kesebangunan dan kekongruenan antar dengan kesebangunan dan kekongruenan
bangun datar antar bangun datar

3.7 Menurunkan rumus untuk menentukan 4.7 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
luas permukaan dan volume bangun berkaitan dengan luas permukaan dan
ruang sisi lengkung (tabung, kerucut, dan volume bangun ruang sisi lengkung
bola) (tabung, kerucut, dan bola), serta
gabungan beberapa bangun ruang sisi
lengkung

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

KELAS: VII
36

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Menerapkan konsep pengukuran berbagai 4.1 Menyajikan data hasil pengukuran dengan
besaran yang ada pada diri sendiri, alat ukur yang sesuai pada diri sendiri,
makhluk hidup lain, dan benda-benda di makhluk hidup lain, dan benda-benda di
sekitar, serta pentingnya penggunaan sekitar dengan menggunakan satuan tak
satuan standar (baku) dalam pengukuran baku dan satuan baku

3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan 4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian


benda berdasarkan karakteristik yang makhluk hidup dan benda di
diamati lingkungan sekitar berdasarkan
karakteristik yang diamati
3.3 Memahami konsep campuran dan zat 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya
tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika tentang sifat larutan, perubahan fisika dan
dan kimia, perubahan fisika dan kimia perubahan kimia, atau pemisahan
dalam kehidupan sehari-hari campuran

3.4 Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, 4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki
perpindahan kalor, dan penerapannya pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud
37

dalam kehidupan sehari-hari termasuk benda serta perpindahan kalor


mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh
pada manusia dan hewan

3.5 Memahami konsep energi, berbagai 4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang
sumber energi, dan perubahan bentuk perubahan bentuk energi, termasuk
energi dalam kehidupan sehari-hari fotosintesis
termasuk fotosintesis

3.6 Memahami sistem organisasi kehidupan 4.6 Membuat model struktur sel
mulai dari tingkat sel sampai organisme tumbuhan/hewan
dan komposisi utama penyusun sel

3.7 Menganalisis interaksi antara makhluk 4.7 Menyajikan hasil pengamatan terhadap
hidup dan lingkungannya serta dinamika interaksi makhluk hidup dengan
populasi akibat interaksi tersebut lingkungan sekitarnya

3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran 4.8 Membuat tulisan tentang gagasan


lingkungan dan dampaknya bagi penyelesaian masalah pencemaran di
ekosistem lingkungannya berdasarkan hasil
pengamatan

3.9 Memahami perubahan iklim dan 4.9 Membuat tulisan tentang gagasan
dampaknya bagi ekosistem adaptasi/penanggulangan masalah
perubahan iklim

3.10 Memahami lapisan bumi, gunung api, 4.10 Mengomunikasikan upaya pengurangan
gempa bumi, dan tindakan pengurangan resiko dan dampak bencana alam serta
resiko sebelum, pada saat, dan pasca tindakan penyelamatan diri pada saat
bencana sesuai ancaman bencana di terjadi bencana sesuai dengan jenis
daerahnya ancaman bencana di daerahnya

3.11 Memahami sistem tata surya, rotasi dan 4.11 Menyajikan karya tentang dampak rotasi
revolusi bumi dan bulan, serta dampaknya dan revolusi bumi dan bulan bagi
bagi kehidupan di bumi kehidupan di bumi, berdasarkan hasil
pengamatan atau penelusuran berbagai
sumber informasi

KELAS:VIII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi yaitu, (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching),yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
38

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami gerak pada makhluk hidup, 4.1 Membuat tulisan tentang berbagai
sistem gerak pada manusia, dan upaya gangguan pada sistem gerak, serta upaya
menjaga kesehatan sistem gerak menjaga kesehatan sistem gerak manusia

3.2 Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya 4.2 Menyajikan hasil penyelidikan pengaruh
terhadap gerak berdasarkan Hukum gaya terhadap gerak benda
Newton, dan penerapannya pada gerak
benda dan gerak makhluk hidup

3.3 Memahami konsep usaha, pesawat 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau
sederhana, dan penerapannya dalam pemecahan masalah tentang manfaat
kehidupan sehari-hari, serta hubungannya penggunaan pesawat sederhana dalam
dengan kerja otot pada struktur rangka kehidupan sehari-hari
manusia

3.4 Menganalisis keterkaitan struktur jaringan 4.4 Mengomunikasikan teknologi yang


tumbuhan dan fungsinya, serta teknologi terinspirasi oleh hasil pengamatan struktur
yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan tumbuhan dari berbagai sumber

3.5 Menganalisis sistem pencernaan pada 4.5 Menyajikan hasil penyelidikan tentang
manusia dan memahami gangguan yang pencernaan mekanis dan kimiawi
berhubungan dengan sistem pencernaan,
serta upaya menjaga kesehatan sistem
pencernaan

3.6 Memahami berbagai zat aditif dalam 4.6 Membuat karya tulis tentang dampak
makanan dan minuman, zat adiktif, serta penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif
dampaknya terhadap kesehatan bagi kesehatan

3.7 Menganalisis sistem peredaran darah pada 4.7 Menyajikan hasil percobaan pengaruh
manusia dan memahami gangguan pada aktivitas (jenis, intensitas, atau durasi)
sistem peredaran darah, serta upaya dengan frekuensi denyut jantung
menjaga kesehatan sistem peredaran darah
39

3.8 Memahami tekanan zat dan penerapannya 4.8 Menyajikan data hasil percobaan untuk
dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menyelidiki tekanan zat cair pada
tekanan darah, osmosis, dan kapilaritas kedalaman tertentu, gaya apung, dan
jaringan angkut pada tumbuhan kapilaritas, misalnya dalam batang
tumbuhan

3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada 4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga
manusia dan memahami gangguan pada kesehatan sistem pernapasan
sistem pernapasan, serta upaya menjaga
kesehatan sistem pernapasan

3.10 Menganalisis sistem ekskresi pada manusia 4.10 Membuat karya tentang sistem ekskresi
dan memahami gangguan pada sistem pada manusia dan penerapannya dalam
ekskresi serta upaya menjaga kesehatan menjaga kesehatan diri
sistem ekskresi

3.11 Menerapkan konsep getaran, gelombang, 4.11 Menyajikan hasil percobaan tentang
bunyi, dan sistem pendengaran dalam getaran, gelombang, dan bunyi
kehidupan sehari-hari termasuk sistem
sonar pada hewan

3.12 Memahami sifat-sifat cahaya, 4.12 Menyajikan hasil percobaan tentang


pembentukan bayangan pada bidang datar pembentukan bayangan pada cermin dan
dan lengkung, serta penerapannya untuk lensa
menjelaskan proses penglihatan manusia,
mata serangga, dan prinsip kerja alat optik

KELAS: IX

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi yaitu, (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikaps
osial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


40

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami sistem reproduksi pada 4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi
manusia dan gangguan pada sistem dari berbagai sumber terkait kesehatan dan
reproduksi, serta penerapan pola hidup upaya pencegahan gangguan pada organ
yang menunjang kesehatan reproduksi reproduksi

3.2 Memahami sistem perkembangbiakan pada 4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan
tumbuhan dan hewan pada tumbuhan

3.3 Menerapkan konsep pewarisan sifat dalam 4.3 Menyajikan hasil penelusuran informasi
pemuliaan dan kelangsungan makhluk dari berbagai sumber terkait tentang
hidup tanaman dan hewan hasil pemuliaan

3.4 Memahami konsep listrik statis dan 4.4 Menyajikan hasil pengamatan tentang
gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-
termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hari
hewan yang mengandung listrik

3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, 4.5 Menyajikan hasil rancangan dan pengukuran
energi dan daya listrik, sumber energi berbagai rangkaian listrik
listrik termasuk sumber energi listrik
alternatif, serta berbagai upaya menghemat
energi listrik

3.6 Menerapkan konsep kemagnetan, induksi 4.6 Membuat karya sederhana yang
elektromagnetik, dan pemanfaatan medan memanfaatkan prinsip elektromagnet
magnet, termasuk dalam dan/atau induksi elektromagnetik
pergerakan/navigasi hewan untuk mencari
makanan dan migrasi

3.7 Memahami konsep bioteknologi dan 4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi
perannya dalam kehidupan manusia konvensional (misalnya tempe, tape,
kecap, yoghurt, atau produk lain)

3.8 Memahami konsep partikel materi, atom 4.8 Menyajikan hasil penyelidikan tentang
ion, dan molekul, struktur zat sifat dan pemanfaatan bahan dalam
sederhana,danhubungannya dengan sifat kehidupan sehari-hari
bahan yang digunakan dalam kehidupan
sehari- hari, serta dampak penggunaan
bahan terhadap kesehatan manusia

3.9 Memahami sifat fisika dan sifat kimia 4.9 Menyajikan hasil penyelidikan tentang
tanah, organisme yang hidup dalam tanah, sifat-sifat tanah dan pentingnya tanah bagi
41

dan pentingnya tanah untuk keberlanjutan kehidupan


kehidupan

3.10 Memahami proses dan produk teknologi 4.10 Menyajikan karya tentang proses dan
ramah lingkungan untuk keberlanjutan produk teknologi sederhana yang ramah
kehidupan lingkungan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

KELAS: VII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi yaitu, (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait dan ranah abstrak (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


42

3.1 Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, 4.1 Menyajikan hasil telaah konsep ruang (lokasi,
potensi,iklim,bentuk muka bumi, geologis, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi,
flora dan fauna) dan interaksi antarruang di geologis, flora dan fauna) dan interaksi
Indonesia serta pengaruhnya terhadap antarruang Indonesia serta pengaruhnya
kehidupan manusia dalam aspek ekonomi, terhadap kehidupan manusia Indonesia dalam
sosial, budaya, dan pendidikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan
pendidikan

3.2 Menganalisis interaksi sosial dalam ruang dan 4.2 Menyajikan hasil analisis tentang interaksi
pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, sosial dalam ruang dan pengaruhnya terhadap
ekonomi, dan budaya dalam nilai dan norma, kehidupan sosial, ekonomi dan budaya dalam
serta kelembagaan sosial budaya nilai dan norma, serta kelembagaan sosial
budaya

3.3 Menganalisis konsep interaksi antara manusia 4.3 Menyajikan hasil analisis tentang konsep
dengan ruang sehingga menghasilkan interaksi antara manusia dengan ruang
berbagai kegiatan ekonomi (produksi, sehingga menghasilkan berbagai kegiatan
distribusi, konsumsi, permintaan, dan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi,
penawaran) dan interaksi antarruang untuk permintaan, dan penawaran) dan interaksi
keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, antarruang untuk keberlangsungan kehidupan
dan budaya Indonesia ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia

3.4 Memahami berpikir kronologi, perubahan dan 4.4 Menyajikan hasil analisis kronologi,
kesinambungan dalam kehidupan bangsa perubahan, dan kesinambungan dalam
Indonesia pada aspek politik, sosial, budaya, kehidupan bangsa Indonesia pada aspek
geografis, dan pendidikan sejak masa politik, sosial, budaya, geografis, dan
praaksara sampai masa Hindu-Buddha, dan pendidikan sejak masa praaksara sampai masa
Islam Hindu-Buddha, dan Islam

KELAS: VIII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.
43

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait ranah abstrak (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami perubahan keruangan dan 4.1 Menyajikan hasil telaah tentang perubahan
interaksi antarruang di Indonesia dan negara- keruangan dan interaksi antarruang di
negara ASEAN yang diakibatkan oleh faktor Indonesia dan negara-negara ASEAN yang
alam dan manusia (teknologi, ekonomi, diakibatkan oleh faktor alam dan manusia
pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya (teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan,
terhadap keberlangsungan kehidupan politik) dan pengaruhnya terhadap
ekonomi, sosial, budaya, dan politik keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial,
budaya, dan politik

3.2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam 4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh
ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial interaksi sosial dalam ruang yang berbeda
dan budaya serta pengembangan kehidupan terhadap kehidupan sosial dan budaya serta
kebangsaan pengembangan kehidupan kebangsaan

3.3 Menganalisis keunggulan dan keterbatasan 4.3 Menyajikan hasil analisis tentang keunggulan
ruang dalam permintaan dan penawaran, dan keterbatasan ruang dalam permintaan dan
teknologi, serta pengaruhnya terhadap penawaran, teknologi, serta pengaruhnya
interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan
sosial, dan budaya di Indonesia dan negara- ekonomi, sosial, budaya, di Indonesia dan
negara ASEAN negara-negara ASEAN

3.4 Menganalisis kronologi, perubahan dan 4.4 Menyajikan hasil kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang (geografis, politik, kesinambungan ruang (geografis, politik,
ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari
masa penjajahan sampai tumbuhnya semangat masa penjajahan sampai tumbuhnya semangat
kebangsaan kebangsaan

KELAS: IX
44

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait dan ranah abstrak (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami perubahan keruangan dan 4.1 Menyajikan hasil telaah tentang perubahan
interaksi antarruang negara-negara Asia dan keruangan dan interaksi antarruang negara-
benua lainnya yang diakibatkan faktor alam, negara Asia dan benua lainnya yang
manusia dan pengaruhnya terhadap diakibatkan faktor alam, manusia dan
keberlangsungan kehidupan manusia dalam pengaruhnya terhadap keberlangsungan
ekonomi, sosial, pendidikan dan politik kehidupan manusia dalam ekonomi, sosial,
pendidikan dan politik

3.2 Menganalisis perubahan kehidupan sosial 4.2 Menyajikan hasil analisis tentang perubahan
budaya Bangsa Indonesia dalam menghadapi kehidupan sosial budaya Bangsa Indonesia
arus globalisasi untuk memperkokoh dalam menghadapi arus globalisasi untuk
kehidupan kebangsaan memperkokoh kehidupan kebangsaan

3.3 Menganalisis ketergantungan antarruang 4.3 Menyajikan hasil analisis tentang


dilihat dari konsep ekonomi (produksi, ketergantungan antarruang dilihat dari konsep
distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi,
45

pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap


transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, migrasi penduduk, transportasi, lembaga
pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan,
masyarakat dan kesejahteraan masyarakat

3.4 Menganalisis kronologi, perubahan dan 4.4 Menyajikan hasil analisis kronologi,
kesinambungan ruang (geografis, politik, perubahan dan kesinambungan ruang
ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari (geografis, politik, ekonomi, pendidikan,
awal kemerdekaan sampai awal reformasi sosial, budaya) dari awal kemerdekaan sampai
awal reformasi

BAHASA INGGRIS SMP/MTs

KELAS: VII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
46

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam


konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur 4.1 Menyusun teks interaksi interpersonal
teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
interpersonal lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan menyapa, menyapa, berpamitan, mengucapkan
berpamitan, mengucapkan terimakasih, terimakasih, dan meminta maaf, dan
dan meminta maaf, serta menanggapinya, menanggapinya dengan memperhatikan
sesuai dengan konteks penggunaannya fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks

3.2 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur 4.2 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait jati diri, jati diri, pendek dan sederhana, dengan
pendek dan sederhana, sesuai dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur
konteks penggunaannya. {Perhatikan teks, dan unsur kebahasaan yang benar
unsur kebahasaan dan kosa kata terkait dan sesuai konteks
hubungan keluarga; pronoun (subjective,
objective, possessive)

3.3 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur 4.3 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait nama hari, nama hari, bulan, nama waktu dalam hari,
bulan, nama waktu dalam hari, waktu waktu dalam bentuk angka, tanggal, dan
dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, tahun, dengan fungsi sosial, struktur teks,
sesuai dengan konteks penggunaannya. dan unsur kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan kosa kata terkait angka sesuai konteks
kardinal dan ordinal)

3.4 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur 4.4 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
47

transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan


melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait nama dan nama dan jumlah binatang, benda, dan
jumlah binatang, benda, dan bangunan bangunan publik yang dekat dengan
publik yang dekat dengan kehidupan kehidupan siswa sehari-hari, dengan
siswa sehari-hari, sesuai dengan konteks memperhatikan fungsi sosial, struktur
penggunaannya. (Perhatikan unsur teks, dan unsur kebahasaan yang benar
kebahasaan dan kosa kata terkait article a dan sesuai konteks
dan the, plural dan singular)

3.5 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur 4.5 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait dengan sifat sifat orang, binatang, dan benda, dengan
orang, binatang, benda sesuai dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur
konteks penggunaannya. (Perhatikan teks dan unsur kebahasaan yang benar
unsur kebahasaan be, adjective) dan sesuai konteks

3.6 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur 4.6 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait dengan tingkah tingkah laku/tindakan/fungsi orang,
laku/tindakan/fungsi orang, binatang, binatang, dan benda, dengan fungsi
benda, sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
kebahasaan kalimat declarative, konteks
interogative, simple present tense)

3.7 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.7 Teks Deskriptif


teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks
deskriptif lisan dan tulis dengan memberi 4.7.1 Menangkap makna secara kontekstual
dan meminta informasi terkait dengan terkait fungsi sosial, struktur teks, dan
deskripsi orang, binatang, dan benda, unsur kebahasaan teks deskriptif lisan
sangat pendek dan sederhana, sesuai dan tulis, sangat pendek dan sederhana,
dengan konteks penggunaannya terkait orang, binatang, dan benda

4.7.2 Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis,


sangat pendek dan sederhana, terkait
orang, binatang, dan benda, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan, secara benar
dan sesuai konteks

3.8 Menafsirkan fungsi sosial dan unsur 4.8 Menangkap makna secara kontekstual
kebahasaan dalam lirik lagu terkait terkait dengan fungsi sosial dan unsur
kehidupan remaja SMP/MTs kebahasaan lirik lagu terkait kehidupan
remaja SMP/MTs

KELAS: VIII
48

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam


pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan rasa ingin mengurai, merangkai, memodifikasi,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca, menghitung,
fenomena dan kejadian tampak mata menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.1 Menyusun teks interaksi interpersonal
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi interpersonal lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan meminta meminta perhatian, mengecek
perhatian, mengecek pemahaman, pemahaman, menghargai kinerja, serta
menghargai kinerja, meminta dan meminta dan mengungkapkan
mengungkapkan pendapat, serta pendapat, dan menanggapinya dengan
menanggapinya, sesuai dengan konteks memperhatikan fungsi sosial, struktur
penggunaannya teks, dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks

3.2 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.2 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait kemampuan kemampuan dan kemauan, melakukan
49

dan kemauan, melakukan suatu suatu tindakan, dengan memperhatikan


tindakan, sesuai dengan konteks fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
kebahasaan can, will) konteks

3.3 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.3 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keharusan, keharusan, larangan, dan himbauan,
larangan, dan himbauan, sesuai dengan dengan memperhatikan fungsi sosial,
konteks penggunaannya. (Perhatikan struktur teks, dan unsur kebahasaan
unsur kebahasaan must, should) yang benar dan sesuai konteks

3.4 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.4 Menyusun teks interaksi interpersonal
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi interpersonal lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan menyuruh, menyuruh, mengajak, meminta ijin, dan
mengajak, meminta ijin, serta menanggapinya dengan memperhatikan
menanggapinya, sesuai dengan konteks fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks

3.5 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.5 Menyusun teks khusus dalam bentuk
teks, dan unsur kebahasaan beberapa greeting card, sangat pendek dan
teks khusus dalam bentuk greeting sederhana, terkait hari-hari spesial
card, dengan memberi dan meminta dengan memperhatikan fungsi sosial,
informasi terkait dengan hari-hari struktur teks, dan unsur kebahasaan,
spesial, sesuai dengan konteks secara benar dan sesuai konteks
penggunaannya

3.6 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.6 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keberadaan keberadaan orang, benda, binatang,
orang, benda, binatang, sesuai dengan dengan memperhatikan fungsi sosial,
konteks penggunaannya. (Perhatikan struktur teks, dan unsur kebahasaan
unsur kebahasaan there is/are) yang benar dan sesuai konteks

3.7 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.7 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keadaan/tindakan/ kegiatan/kejadian
keadaan/tindakan/kegiatan/ kejadian yang dilakukan/terjadi secara rutin atau
yang dilakukan/terjadi secara rutin atau merupakan kebenaran umum, dengan
merupakan kebenaran umum, sesuai memperhatikan fungsi sosial, struktur
dengan konteks penggunaannya. teks dan unsur kebahasaan yang benar
(Perhatikan unsur kebahasaan simple dan sesuai konteks
present tense)

3.8 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.8 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keadaan/tindakan/kegiatan/kejadian
50

keadaan/tindakan/kegiatan/ kejadian yang sedang dilakukan/ berlangsung


yang sedang dilakukan/berlangsung saat diucapkan, dengan memperhatikan
saat diucapkan, sesuai dengan konteks fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
kebahasaan present continuous tense) konteks

3.9 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.9 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait perbandingan jumlah dan sifat orang,
perbandingan jumlah dan sifat orang, binatang, benda, dengan
binatang, benda, sesuai dengan konteks memperhatikan fungsi sosial, struktur
penggunaannya. (Perhatikan unsur teks, dan unsur kebahasaan yang benar
kebahasaan degree of comparison) dan sesuai konteks

3.10 Menerapkan fungsi sosial, struktur 4.10 Menyusun teks interaksi transaksional
teks, dan unsur kebahasaan teks lisan dan tulis sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keadaan /tindakan/ kegiatan/kejadian
keadaan/tindakan/kegiatan/ kejadian yang dilakukan/terjadi, rutin maupun
yang dilakukan/terjadi, rutin maupun tidak rutin, atau menjadi kebenaran
tidak rutin, atau menjadi kebenaran umum di waktu lampau, dengan
umum di waktu lampau, sesuai dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur
konteks penggunaannya. (Perhatikan teks, dan unsur kebahasaan yang benar
unsur kebahasaan simple past tense) dan sesuai konteks

3.11 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.11 Teks recount


teks, dan unsur kebahasaan beberapa
teks personalrecount lisan dan tulis 4.11.1 Menangkap makna secara kontekstual
dengan memberi dan meminta terkait fungsi sosial, struktur teks, dan
informasi terkait pengalaman pribadi di unsur kebahasaan teks recount lisan dan
waktu lampau, pendek dan sederhana, tulis, sangat pendek dan sederhana,
sesuai dengan konteks penggunaannya terkait pengalaman pribadi di waktu
lampau (personal recount)

4.11.2 Menyusun teks recount lisan dan tulis,


sangat pendek dan sederhana, terkait
pengalaman pribadi di waktu lampau
(personal recount), dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan, secara
benar dan sesuai konteks

3.12 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.12 Teks pesan singkat dan
teks, dan unsur kebahasaan beberapa pengumuman/pemberitahuan (notice)
teks khusus dalam bentuk pesan
singkat dan pengumuman/ 4.12.1 Menangkap makna secara kontekstual
pemberitahuan (notice), dengan terkait dengan fungsi sosial, struktur
memberi dan meminta informasi terkait teks, dan unsur kebahasaan pesan
kegiatan sekolah, sesuai dengan singkat dan
konteks penggunaannya pengumuman/pemberitahuan (notice)
lisan dan tulis, sangat pendek dan
sederhana, terkait kegiatan sekolah

4.12.2 Menyusun teks khusus dalam bentuk


pesan singkat dan
51

pengumuman/pemberitahuan (notice),
sangat pendek dan sederhana, terkait
kegiatan sekolah, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan, secara
benar dan sesuai konteks

3.13 Menafsirkan fungsi sosial dan unsur 4.13 Menangkap makna secara kontekstual
kebahasaan lirik lagu terkait kehidupan terkait fungsi sosial dan unsur
remaja SMP/MTs kebahasaan lirik lagu terkait kehidupan
remaja SMP/MTs

KELAS: IX

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
teknologi, seni, budaya terkait membaca, menghitung, menggambar,
fenomena dan kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai dengan yang
52

dipelajari di sekolah dan sumber lain


yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, 4.1 Menyusun teks interaksi interpersonal
dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
interpersonal lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan menyatakan menyatakan harapan, doa, dan ucapan
harapan, doa, dan ucapan selamat atas selamat atas suatu kebahagiaan dan
suatu kebahagiaan dan prestasi, serta prestasi, dan menanggapinya, dengan
menanggapinya, sesuai dengan konteks memperhatikan fungsi sosial, struktur
penggunaannya teks, dan unsur kebahasaan yang benar
dan sesuai konteks

3.2 Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, 4.2 Menyusun teks interaksi transaksional
dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait maksud, maksud, tujuan, persetujuan melakukan
tujuan, persetujuan melakukan suatu suatu tindakan/kegiatan, dengan
tindakan/kegiatan, sesuai dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur
konteks penggunaannya. (Perhatikan teks, dan unsur kebahasaan yang benar
unsur kebahasaan to, in order to, so that dan sesuai konteks
(dis)agreement)

3.3 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.3 Menangkap makna secara kontekstual
teks, dan unsur kebahasaan beberapa terkait dengan fungsi sosial, struktur
teks khusus dalam bentuk label, dengan teks, dan unsur kebahasaan teks khusus
meminta dan memberi informasi terkait dalam bentuk label pendek dan
obat/makanan/minuman, sesuai dengan sederhana, terkait
konteks penggunaannya obat/makanan/minuman

3.4 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.4 Menangkap makna secara kontekstual
teks, dan unsur kebahasaan beberapa terkait fungsi sosial, struktur teks, dan
teks prosedur lisan dan tulis dengan unsur kebahasaan teks prosedur lisan
memberi dan meminta informasi terkait dan tulis, sangat pendek dan sederhana,
resep makanan/minuman dan manual, dalam bentuk resep dan manual
pendek dan sederhana, sesuai dengan
konteks penggunaannya

3.5 Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, 4.5 Menyusun teks interaksi transaksional
dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keadaan/tindakan/ kegiatan/kejadian
keadaan/tindakan/kegiatan/ kejadian yang sedang dilakukan/terjadi pada saat
yang sedang dilakukan/terjadi pada saat ini, waktu lampau, dan waktu yang akan
ini, waktu lampau, dan waktu yang akan datang, dengan memperhatikan fungsi
datang, sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya (perhatikan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
kebahasaan present continuous, past konteks
continuous, will+continuous)

3.6 Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, 4.6 Menyusun teks interaksi transaksional
dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
53

melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait


meminta informasi terkait dengan keadaan/ tindakan/kegiatan/
keadaan/tindakan/kegiatan/ kejadian kejadian yang sudah/telah
yang sudah/telah dilakukan/terjadi di dilakukan/terjadi di waktu lampau
waktu lampau dikaitkan dengan keadaan dikaitkan dengan keadaan sekarang,
sekarang, tanpa menyebutkan waktu tanpa menyebutkan waktu terjadinya
terjadinya secara spesifik, sesuai dengan secara spesifik, dengan memperhatikan
konteks penggunaannya (perhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
unsur kebahasaan present perfect tense) kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks

3.7 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.7 Menangkap makna secara kontekstual
teks, dan unsur kebahasaan beberapa terkait fungsi sosial, struktur teks, dan
teks naratif lisan dan tulis dengan unsur kebahasaan teks naratif, lisan dan
memberi dan meminta informasi terkait tulis, sangat pendek dan
fairy tales, pendek dan sederhana, sederhana,terkait fairy tales
sesuai dengan konteks penggunaannya

3.8 Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, 4.8 Menyusun teks interaksi transaksional
dan unsur kebahasaan teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis yang sederhana yang melibatkan tindakan
melibatkan tindakan memberi dan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keadaan /tindakan/ kegiatan/ kejadian
keadaan/tindakan/kegiatan/ kejadian tanpa perlu menyebutkan pelakunya
tanpa perlu menyebutkan pelakunya dengan memperhatikan fungsi sosial,
sesuai dengan konteks penggunaannya. struktur teks dan unsur kebahasaan yang
(perhatikan unsur kebahasaan passive benar dan sesuai konteks. (perhatikan
voice) unsur kebahasaan passive voice)

3.9 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.9 Teks information report


teks, dan unsur kebahasaan beberapa
teks information report lisan dan tulis 4.9.1 Menangkap makna secara kontekstual
dengan memberi dan meminta informasi terkait fungsi sosial, struktur teks, dan
terkait mata pelajaran lain di Kelas IX, unsur kebahasaan teks information
pendek dan sederhana, sesuai dengan report lisan dan tulis, sangat pendek dan
konteks penggunaannya sederhana, terkait topik yang tercakup
dalam mata pelajaran lain di Kelas IX

4.9.2 Menyusun teks information report lisan


dan tulis, sangat pendek dan sederhana,
terkait topik yang tercakup dalam mata
pelajaran lain di Kelas IX, dengan
memperhatikan fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur kebahasaan, secara
benar dan sesuai konteks

3.10 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.10 Menangkap makna secara kontekstual
teks, dan unsur kebahasaan beberapa terkait fungsi sosial, struktur teks, dan
teks khusus dalam bentuk iklan dengan unsur kebahasaan teks khusus dalam
memberi dan meminta informasi terkait bentuk iklan, pendek dan sederhana,
produk dan jasa, sesuai dengan konteks terkait produk dan jasa
penggunaannya

3.11 Menafsirkan fungsi sosial dan unsur 4.11 Menangkap makna secara kontekstual
kebahasaan lirik lagu terkait kehidupan terkait fungsi sosial dan unsur
remaja SMP/MTs kebahasaan lirik lagu terkait kehidupan
remaja SMP/MTs
54

SENI BUDAYA

KELAS: VII

SENI RUPA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami unsur, prinsip, teknik dan 4.1 Menggambar flora, fauna, dan alam benda
prosedur menggambar flora, fauna dan
alam benda dengan berbagai bahan

3.2 Memahami prinsip dan prosedur 4.2 Menggambar gubahan flora, fauna, dan
55

menggambar gubahan flora, fauna, dan bentuk geometrik menjadi ragam hias
bentuk geometrik menjadi ragam hias

3.3 Memahami prosedur penerapan ragam hias 4.3 Membuat karya dengan berbagai motif
pada bahan buatan ragam hias pada bahan buatan

3.4 Memahami prosedur penerapan ragam hias 4.4 Membuat karya dengan berbagai motif
pada bahan alam ragam hias pada bahan alam

SENI MUSIK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


56

3.1 Memahami konsep dasar bernyanyi satu 4.1 Menyanyikan lagu dengan satu suara
suara secara berkelompok dalam bentuk secara berkelompok dalam bentuk
unisono unisono

3.2 Memahami dasar bernyanyi dengan dua 4.2 Menyanyikan lagu dengan dua suara atau
suara atau lebih secara berkelompok lebih dalam bentuk kelompok vokal

3.3 Memahami konsep dasar permainan alat 4.3 Memainkan alat musik sederhana secara
musik sederhana secara perorangan perorangan

3.4 Memahami konsep dasar ansamble musik. 4.4 Memainkan ansamble musik sejenis dan
campuran.

SENI TARI

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
57

di sekolah dan sumber lain yang sama


dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami gerak tari berdasarkan unsur 4.1 Memeragakan gerak tari berdasarkan
ruang waktu dan tenaga unsur ruang waktu dan tenaga

3.2 Memahami gerak tari berdasarkan ruang 4.2 Memeragakan gerak tari berdasarkan
waktu dan tenaga sesuai iringan ruang waktu dan tenaga sesuai iringan

3.3 Memahami gerak tari sesuai dengan level 4.3 Memeragakan gerak tari sesuai dengan
dan pola lantai level dan pola lantai

3.4 Memahami gerak tari sesuai level, dan 4.4 Memeragakan gerak tari berdasarkan level
pola lantai sesuai iringan dan pola lantai sesuai iringan

SENI TEATER

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
58

terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan


mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur 4.1 Memeragakan adegan fragmen sesuai
dasar seni peran untuk pementasan konsep, teknik dan prosedur seni peran
fragmen

3.2 Memahami teknik menyusun naskah 4.2 Menyusun naskah sesuai kaidah
fragmen pementasan fragmen

3.3 Memahami perancangan pementasan 4.3 Merancang pementasan fragmen sesuai


fragmen sesuai konsep, teknik dan konsep, teknik dan prosedur
prosedur

3.4 Memahami pementasan fragmen sesuai 4.4 Mementaskan fragmen sesuai konsep,
konsep, teknik, dan prosedur teknik, dan prosedur

KELAS: VIII

SENI RUPA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


59

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan rasa ingin mengurai, merangkai, memodifikasi,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca, menghitung,
fenomena dan kejadian tampak mata menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami unsur, prinsip, teknik, dan 4.1 Menggambar menggunakan model dengan
prosedur menggambar menggunakan berbagai bahan dan teknik berdasarkan
model dengan berbagai bahan pengamatan

3.2 Memahami prosedur menggambar 4.2 Menggambar illustrasi dengan teknik


illustrasi dengan teknik manual atau manual atau digital
digital

3.3 Memahami prosedur menggambar poster 4.3 Membuat poster dengan berbagai bahan
dengan berbagai teknik dan teknik

3.4 Memahami prosedur menggambar komik 4.4 Menggambar komik dengan berbagai
dengan berbagai teknik teknik

SENI MUSIK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
60

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan rasa ingin mengurai, merangkai, memodifikasi,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca, menghitung,
fenomena dan kejadian tampak mata menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami teknik dan gaya menyanyi 4.1 Menyanyikan lagu-lagu daerah yang
lagu-lagu daerah sesuai dengan teknik dan gayanya sesuai
dialektika atau intonasi kedaerahan

3.2 Memahami teknik dan gaya lagu daerah 4.2 Menyanyikan lagu-lagu daerah dengan
dengan dua suara atau lebih secara dua suara atau lebih secara berkelompok
berkelompok

3.3 Memahami teknik permainan salah satu 4.3 Memainkan salah satu alat musik
alat musik tradisional secara perorangan tradisional secara perorangan

3.4 Memahami teknik permainan alat-alat 4.4 Memainkan alat-alat musik tradisional
musik tradisional secara berkelompok secara berkelompok

SENI TARI

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
61

keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar
pengetahuan (faktual, konseptual, dan dalam ranah konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan rasa ingin mengurai, merangkai, memodifikasi,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca, menghitung,
fenomena dan kejadian tampak mata menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami keunikan gerak tari 4.1 Memeragakan keunikan gerak tari
tradisional dengan menggunakan unsur tradisional dengan menggunakan unsur
pendukung tari pendukung tari

3.2 Memahami tari tradisional dengan 4.2 Memeragakan tari tradisional dengan
menggunakan unsur pendukung tari sesuai menggunakan unsur pendukung tari sesuai
iringan iringan

3.3 Memahami penerapan pola lantai dan 4.3 Memeragakan cara menerapkan gerak tari
unsur pendukung gerak tari tradisional tradisional berdasarkan pola lantai dengan
menggunakan unsur pendukung tari

3.4 Memahami penerapan pola lantai tari 4.4 Memeragakan tari tradisional berdasarkan
tradisional berdasarkan unsur pendukung pola lantai dengan menggunakan unsur
tari sesuai iringan pendukung tari sesuai iringan

SENI TEATER

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
62

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar
pengetahuan (faktual, konseptual, dan dalam ranah konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan rasa ingin mengurai, merangkai, memodifikasi,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, dan membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca, menghitung,
fenomena dan kejadian tampak mata menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur 4.1 Meragakan gerak pantomim sesuai
dasar seni peran sesuai kaidah konsep, teknik, dan prosedur seni peran
pementasan Pantomim

3.2 Memahami teknik menyusun naskah 4.2 Menyusun naskah sesuai kaidah
sesuai kaidah pementasan pantomim pementasan pantomim

3.3 Memahami perancangan pementasan 4.3 Merancang pementasan pantomim sesuai


pantomim sesuai konsep, teknik dan konsep, teknik dan prosedur
prosedur

3.4 Memahami pementasan pantomim sesuai 4.4 Mementaskan pantomim sesuai konsep,
konsep, teknik, dan prosedur teknik, dan prosedur
63

KELAS: IX

SENI RUPA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
teknologi, seni, budaya terkait membaca, menghitung, menggambar,
fenomena dan kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami unsur, prinsip, teknik, dan 4.1 Membuat karya seni lukis dengan berbagai
prosedur berkarya seni lukis dengan bahan dan teknik
berbagai bahan

3.2 Memahami prosedur berkarya seni patung 4.2 Membuat karya seni patung dengan
dengan berbagai bahan dan teknik berbagai bahan dan teknik
64

3.3 Memahami prosedur berkarya seni grafis 4.3 Membuat karya seni grafis dengan
dengan berbagai bahan dan teknik berbagai bahan dan teknik

3.4 Memahami prosedur penyelenggaraan 4.4 Menyelenggarakan pameran seni rupa


pameran karya seni rupa

SENI MUSIK

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
teknologi, seni, budaya terkait membaca, menghitung, menggambar,
fenomena dan kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami teknik pengembangan 4.1 Mengembangkan ornamentasi ritmis
ornamentasi melodis dan ritmis lagu maupun melodis lagu dalam bentuk vokal
dalam bentuk vokal solo/tunggal solo/tunggal
65

3.2 Memahami teknik pengembangan 4.2 Mengembangkan ornamentasi ritmis


ornamentasi ritmis maupun melodis lagu maupun melodis lagu dalam bentuk
dalam bentuk kelompok vokal kelompok vokal

3.3 Memahami konsep, bentuk, dan ciri-ciri 4.3 Memainkan karya-karya musik populer
musik populer dengan vokal dan atau alat musik secara
individual

3.4 Memahami pertunjukan musik populer 4.4 Menampilkan hasil pengembangan


ornamentasi ritmis maupun melodis musik
populer dalam bentuk ansambel

SENI TARI

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
teknologi, seni, budaya terkait membaca, menghitung, menggambar,
fenomena dan kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami keunikan gerak tari kreasi 4.1 Memeragakan keunikan gerak tari kreasi
66

berdasarkan unsur pendukung tari berdasarkan unsur pendukung tari

3.2 Memahami tari kreasi dengan 4.2 Memeragakan tari kreasi dengan
menggunakan unsur pendukung tari sesuai menggunakan unsur pendukung tari sesuai
iringan iringan

3.3 Memahami penerapan pola lantai dan 4.3 Memeragakan cara menerapkan gerak tari
unsur pendukung gerak tari kreasi kreasi berdasarkan pola lantai dengan
menggunakan unsur pendukung tari

3.4 Memahami penerapan pola lantai tari 4.4 Memeragakan tari kreasi berdasarkan pola
kreasi berdasarkan unsur pendukung tari lantai dengan menggunakan unsur
sesuai iringan pendukung tari sesuai iringan

SENI TEATER

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
pengetahuan (faktual, konseptual, dan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
teknologi, seni, budaya terkait membaca, menghitung, menggambar,
fenomena dan kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain
67

yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami konsep, teknik dan prosedur 4.1 Memeragakan adegan drama musikal
dasar seni peran sesuai kaidah pementasan dan/atau operet sesuai konsep, teknik dan
drama musikal dan atau operet prosedur seni peran

3.2 Memahami teknik menyusun naskah 4.2 Menyusun naskah sesuai kaidah
sesuai kaidah pementasan drama musikal pementasan drama musikal dan/atau
dan atau operet operet

3.3 Memahami perancangan pementasan 4.3 Merancang pementasan drama musikal


drama musikal dan atau operet sesuai dan atau operet sesuai konsep, teknik, dan
konsep, teknik, dan prosedur prosedur

3.4 Memahami pementasan drama musikal 4.4 Mementaskan drama musikal dan/atau
dan atau Operet sesuai konsep, teknik dan operet sesuai konsep, teknik, dan prosedur
prosedur

PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN

KELAS: VII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.
68

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam


konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami konsep gerak spesifik dalam4.1 Mempraktikkan gerak spesifik dalam
berbagai permainan bola besar sederhana berbagai permainan bola besar sederhana
dan atau tradisional *) dan atau tradisional

3.2 Memahami konsep gerak spesifik dalam4.2 Mempraktikkan gerak spesifik dalam
berbagai permainan bola kecil sederhana berbagai permainan bola kecil sederhana
dan atau tradisional. *) dan atau tradisional. *)

3.3 Memahami konsep gerak spesifik jalan, lari,4.3 Mempraktikkan gerak spesifik jalan, lari,
lompat, dan lempar dalam berbagai lompat, dan lempar dalam berbagai
permainan sederhana dan atau tradisional. permainan sederhana dan atau tradisional. *)
*)

3.4 Memahami konsep gerak spesifik seni4.4 Mempraktikkan gerak spesifik seni beladiri.
beladiri. **) **)

3.5 Memahami konsep latihan peningkatan4.5 Mempraktikkan latihan peningkatan derajat


derajat kebugaran jasmani yang terkait kebugaran jasmani yang terkait dengan
dengan kesehatan dan pengukuran hasilnya. kesehatan dan pengukuran hasilnya.

3.6 Memahami konsep berbagai keterampilan 4.6 Mempraktikkan berbagai keterampilan


dasar dalam aktivitas spesifik senam lantai. dasar spesifik senam lantai

3.7 Memahami prosedur variasi dan kombinasi4.7 Mempraktikkan prosedur variasi dan
gerak berbentuk rangkaian langkah dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian
ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) langkah dan ayunan lengan mengikuti irama
tanpa/dengan musik sebagai pembentuk (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai
gerak pemanasan dalam aktivitas gerak pembentuk gerak pemanasan dalam
berirama. aktivitas gerak berirama

3.8 Memahami konsep gerak spesifik salah satu4.8 Mempraktikkan konsep gerak spesifik salah
gaya renang dengan koordinasi yang baik. satu gaya renang dengan koordinasi yang
***) baik. ***)

3.9 Memahami perkembangan tubuh remaja4.9 Memaparkan perkembangan tubuh remaja


yang meliputi perubahan fisik sekunder dan yang meliputi perubahan fisik sekunder dan
mental. mental.

3.10 Memahami pola makan sehat, bergizi dan 4.10 Memaparkan pola makan sehat, bergizi dan
seimbang serta pengaruhnya terhadap seimbang serta pengaruhnya terhadap
kesehatan. kesehatan.
69

KELAS: VIII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam


(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami konsep variasi gerak spesifik4.1 Mempraktikkan variasi gerak spesifik dalam
dalam berbagai permainan bola besar berbagai permainan bola besar sederhana
sederhana dan atau tradisional dan atau tradisional

3.2 Memahami konsep variasi gerak spesifik4.2 Mempraktikkan variasi gerak spesifik dalam
dalam berbagai permainan bola kecil berbagai permainan bola kecil sederhana
sederhana dan atau tradisional dan atau tradisional

3.3 Memahami konsep variasi gerak spesifik4.3 Mempraktikkan variasi gerak spesifik jalan,
jalan, lari, lompat, dan lempar dalam lari, lompat, dan lempar dalam berbagai
berbagai permainan sederhana dan atau permainan sederhana dan atau tradisional
tradisional
70

3.4 Memahami konsep variasi gerak spesifik4.4 Mempraktikkan variasi gerak spesifik seni
seni beladiri beladiri

3.5 Memahami konsep latihan peningkatan 4.5 Mempraktikkan latihan peningkatan derajat
derajat kebugaran jasmani yang terkait kebugaran jasmani yang terkait dengan
dengan keterampilan (kecepatan, keterampilan (kecepatan, kelincahan,
kelincahan, keseimbanga, dan koordinasi) keseimbanga, dan koordinasi) serta
serta pengukuran hasilnya pengukuran hasilnya

3.6 Memahami konsep kombinasi keterampilan4.6 Mempraktikkan kombinasi keterampilan


berbentuk rangkaian gerak sederhana dalam berbentuk rangkaian gerak sederhana dalam
aktivitas spesifik senam lantai aktivitas spesifik senam lantai

3.7 Memahami prosedur variasi dan kombinasi4.7 Mempraktikkan prosedur variasi dan
gerak berbentuk rangkaian langkah dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian
ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) langkah dan ayunan lengan mengikuti irama
tanpa/dengan musik sebagai pembentuk (ketukan) tanpa/dengan musik sebagai
gerak pemanasan dan inti latihan dalam pembentuk gerak pemanasan dan inti latihan
aktivitas gerak berirama. dalam aktivitas gerak berirama

3.8 Memahami konsep gerak spesifik salah satu4.8 Mempraktikkan gerak spesifik salah satu
gaya renang dalam permainan air dengan gaya renang dalam permainan air dengan
atau tanpa alat ***) atau tanpa alat ***)

3.9 Memahami perlunya pencegahan terhadap4.9 Memaparkan perlunya pencegahan


“bahaya pergaulan bebas” terhadap “bahaya pergaulan bebas”

3.10 Memahami cara menjaga keselamatan diri 4.10 Memaparkan cara menjaga keselamatan
dan orang lain di jalan raya diri dan orang lain di jalan raya

KELAS: IX

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


71

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam


(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami konsep variasi dan kombinasi 4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasigerak
gerak spesifik dalam berbagai permainan spesifik dalam berbagai permainan bola
bola besar sederhana dan atau tradisional besar sederhana dan atau tradisional

3.2 Memahami konsep variasi dan kombinasi 4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi
gerak spesifik dalam berbagai permainan gerak spesifik dalam berbagai permainan
bola kecil sederhana dan atau tradisional. *) bola kecil sederhana dan atau tradisional. *)

3.3 Memahami konsep kombinasi gerak 4.3 Mempraktikkan kombinasi gerak spesifik
spesifik jalan, lari, lompat, dan lempar jalan, lari, lompat, dan lempar dalam
dalam berbagai permainan sederhana dan berbagai permainan sederhana dan atau
atau tradisional. *) tradisional. *)

3.4 Memahami konsep variasidan kombinasi 4.4 Mempraktikkan variasidan kombinasi


gerak spesifik seni beladiri. **) gerak spesifik seni beladiri. **)

3.5 Memahami penyusunan program 4.5 Mempraktikkan penyusunan program


pengembangan komponen kebugaran pengembangan komponen kebugaran
jasmani terkait dengan kesehatan dan jasmani terkait dengan kesehatan dan
keterampilan secara sederhana keterampilan secara sederhana.

3.6 Memahami konsep kombinasi keterampilan4.6 Mempraktikkan kombinasi keterampilan


berbentuk rangkaian gerak sederhana berbentuk rangkaian gerak sederhana secara
secara konsisten, tepat, dan terkontrol konsisten, tepat, dan terkontrol dalam
dalam aktivitas spesifik senam lantai aktivitas spesifik senam lantai

3.7 Memahami prosedur variasi dan kombinasi 4.7 Mempraktikkan prosedur variasi dan
gerak berbentuk rangkaian langkah dan kombinasi gerak berbentuk rangkaian
ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) langkah dan ayunan lengan mengikuti
tanpa/dengan musik sebagai pembentuk irama (ketukan) tanpa/dengan musik
gerak pemanasan, inti latihan, dan sebagai pembentuk gerak pemanasan, inti
pendinginan dalam aktivitas gerak berirama latihan, dan pendinginan dalam aktivitas
gerak berirama

3.8 Memahami konsep gerak spesifik salah 4.8 Mempraktikkan gerak spesifik salah satu
satu gaya renang dalam bentuk perlombaan gaya renang dalam bentuk perlombaan ***)
***)

3.9 Memahami tindakan P3K pada kejadian 4.9 Memaparkan tindakan P3K pada kejadian
darurat, baik pada diri sendiri maupun darurat, baik pada diri sendiri maupun
72

orang lain orang lain

3.10 Memahami peran aktivitas fisik terhadap 4.10 Memaparkan peran aktivitas fisik terhadap
pencegahan penyakit pencegahan penyakit

Keterangan:

*) Untuk kompetensi dasar permainan bola besar dan permainan bola kecil dapat dipilih sesuai
dengan sarana prasarana yang tersedia.

**) Pembelajaran aktifitas beladiri selain pencaksilat dapat juga aktifitas beladiri lainnya (karate,
yudo, taekondo, dll) disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Olahraga beladiri
pencaksilat mulai diajarkan pada kelas IV dikarenakan karakterisrtik psikis anak kelas I. II dan
III belum cukup untuk menerima aktifitas pembelajaran beladiri.

***) Pembelajaran aktifitas air boleh dilaksanakan sesuai dengan kondisi, jikalau tidak bisa
dilaksanakan digantikan dengan aktifitas fisik lainnya yang terdapat di lingkup materi.

PRAKARYA

KELAS: VII

KERAJINAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


73

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami pengetahuan tentang jenis, 4.1 Memilih jenis bahan dan teknik
sifat, karakter, dan teknik pengolahan serat pengolahan serat/tekstil yang sesuai
dan tekstil dengan potensi daerah setempat (misal:
rumput/ilalang, kapas, bulu domba, kulit
kayu, kain, tali plastik dan lain-lain)

3.2 Memahami pengetahuan tentang prinsip 4.2 Merancang, membuat, dan menyajikan
perancangan, pembuatan, dan penyajian produk kerajinan dari bahan serat/tekstil
produk kerajinan dari bahan serat dan yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan
tekstil yang kreatif dan inovatif potensi daerah setempat (misal:
rumput/ilalang, kapas, bulu domba, kulit
kayu, kain, tali plastik dan lain-lain)

3.3 Memahami pengetahuan tentang jenis, 4.3 Memilih jenis bahan dan teknik
sifat, karakter, dan teknik pengolahan pengolahan kertas/plastik lembaran yang
kertas dan plastik lembaran sesuai dengan potensi daerah setempat

3.4 Memahamipengetahuan tentang prinsip 4.4 Merancang, membuat, dan menyajikan


perancangan, pembuatan dan penyajian produk kerajinan dari bahan kertas/plastik
produk kerajinan dari bahan kertas dan lembaran yang kreatif dan inovatif, sesuai
plastik lembaran yang kreatif dan inovatif dengan potensi daerah setempat

REKAYASA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
74

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami wawasan teknologi, 4.1 Membuat sketsa dan gambar teknik dari
perkembangan teknologi, keselamatan suatu rancangan produk
kerja, sketsa, dan gambar teknik

3.2 Memahami jenis, karakteristik, kekuatan 4.2 Membuat produk sederhana menggunakan
bahan, serta peralatan kerja pengolahnya peralatan kerja sesuai dengan jenis,
karakteristik, dan kekuatan bahan

3.3 Memahami jenis-jenis dan fungsi 4.3 Memanipulasi jenis-jenis dan fungsi
teknologi konstruksi teknologi konstruksi

3.4 Memahami sistem, jenis, serta 4.4 Membuat produk teknologi konstruksi
karakteristik persambungan dan penguatan dengan memanfaatkan potensi yang ada di
pada konstruksi lingkungan sekitar

BUDIDAYA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
75

secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami komoditas tanaman sayuran 4.1 Menentukan komoditas tanaman sayuran
yang dapat dikembangkan sesuai yang akan dibudidayakan sesuai
kebutuhan wilayah setempat kebutuhan wilayah

3.2 Memahami tahapan budidaya tanaman 4.2 Mempraktikkan tahapan budidaya tanaman
sayuran sayuran

3.3 Memahami komoditas tanaman obat yang 4.3 Menentukan komoditas tanaman obat yang
dapat dikembangkan sesuai kebutuhan akan dibudidayakan sesuai kebutuhan
wilayah setempat wilayah

3.4 Memahami tahapan budidaya tanaman 4.4 Mempraktikkan tahapan budidaya tanaman
obat obat

PENGOLAHAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
76

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami pengetahuan (faktual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam
konseptual, dan prosedural) berdasarkan ranah konkret (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan membuat)
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami rancangan pembuatan, 4.1 Mengolah bahan pangan buah segar
penyajian dan pengemasan bahan pangan menjadi makanan dan minuman sesuai
buah menjadi makanan dan minuman pengetahuan rancangan dan bahan yang
segar yang ada di wilayah setempat ada di wilayah setempat

3.2 Memahami rancangan pembuatan, 4.2 Mengolah, menyaji, dan mengemas bahan
penyajian dan pengemasan bahan hasil hasil samping dari pengolahan makanan
samping dari pengolahan makanan dan dan minuman buah segar menjadi produk
minuman buah segar menjadi produk pangan yang ada wilayah setempat
pangan yang ada di wilayah setempat

3.3 Memahami rancangan pengolahan , 4.3 Mengolah, menyaji, dan mengemasbahan


penyajian dan pengemasan bahan pangan pangan sayuran menjadi makanan dan
sayuran menjadi makanan dan atau minuman kesehatan yang ada di wilayah
minuman kesehatan yang ada di wilayah setempat
setempat

3.4 Memahami rancangan pengolahan, 4.4 Pengolahan, penyajian, dan pengemasan


penyajian, dan pengemasan bahan hasil bahan hasil samping dari pengolahan
samping dari pengolahan makanan dan makanan dan minuman sayuran menjadi
minuman sayuran menjadi produk pangan produk pangan yang ada wilayah setempat
yang ada di wilayah setempatwilayah
setempat menjadi produk pangan
77

PRAKARYA

KELAS: VIII

KERAJINAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami pengetahuan tentang jenis, 4.1 Memilih jenis bahan dan teknik
sifat, karakter dan teknik pengolahan pengolahan bahan lunak yang sesuai
bahan lunak (tanah liat, getah, lilin, clay dengan potensi daerah setempat (misal:
polimer, clay tepung, plastisin, parafin, tanah liat, getah, lilin, clay polimer, clay
78

gips dan lain-lain) tepung, plastisin, parafin, gips dan lain-


lain)

3.2 Memahami pengetahuan tentang prinsip 4.2 Perancangan, pembuatan dan penyajian
perancangan, pembuatan, dan penyajian produk kerajinan dari bahan lunak yang
produk kerajinan dari bahan lunak yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan potensi
kreatif dan inovatif daerah setempat setempat (misal: tanah
liat, getah, lilin, clay polimer, clay tepung,
plastisin, parafin, gips dan lain-lain)

3.3 Memahami pengetahuan tentang jenis, 4.3 Memilih jenis bahan dan teknik
sifat, karakter dan teknik pengolahan pengolahan kerang, kaca, keramik dan
kerang, kaca, keramik dan botol plastik botol plastik yang sesuai dengan potensi
daerah setempat

3.4 Memahami pengetahuan tentang 4.4 Perancangan, pembuatan, dan penyajian


prinsip perancangan, pembuatan dan produk kerajinan dari kerang, kaca,
penyajian produk kerajinan dari keramik dan botol plastik, yang kreatif dan
kerang, kaca, keramik dan botol plastik inovatif, sesuai dengan potensi daerah
setempat
yang kreatif dan inovatif

REKAYASA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.
79

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami perkembangan, peralatan, dan 4.1 Memanipulasi sistem teknologi informasi
media pengantar teknologi informasi dan dan komunikasi
komunikasi

3.2 Memahami penerapan jenis, karakteristik, 4.2 Membuat produk teknologi informasi dan
dan istilah-istilah teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan bahan-
komunikasi bahan yang tersedia disekitarnya

3.3 Memahami sumber dan permasalahan air 4.3 Memanipulasi sistem penjernih air
serta perkembangan peralatan penjernih air

3.4 Memahami penerapan sistem penyaringan 4.4 Membuat alat penjernih air dengan
air alami dan buatan memanfaatkan potensi yang ada di
lingkungan sekitar

BUDIDAYA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
80

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami komoditas ternak kesayangan 4.1 Menentukan komoditas ternak kesayangan
(kelinci, hamster, burung, ayam hias, (kelinci, hamster, burung, ayam hias,
reptil, kucing, dan lain-lain) yang dapat reptil, kucing, dan lain-lain) yang dapat
dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah
setempat setempat

3.2 Memahami kebutuhan dan karakteristik 4.2 Mempersiapkan sarana dan peralatan
sarana dan peralatan budidaya ternak budidaya ternak kesayangan (kelinci,
kesayangan (kelinci, hamster, burung, hamster, burung, ayam hias, reptil, kucing,
ayam hias, reptil, kucing, dan lain-lain) dan lain-lain)

3.3 Memahami tahapan budidaya ternak 4.3 Mempraktikkan tahapan budidaya ternak
kesayangan (kelinci, hamster, burung, kesayangan (kelinci, hamster, burung,
ayam hias, reptil, kucing, dan lain-lain) ayam hias, reptil, kucing, dan lain-lain)

3.4 Menganalisis komoditas satwa harapan 4.4 Menerapkan komoditas satwa harapan
(jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, bekicot, (jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, bekicot,
dan lain-lain) yang dapat dikembangkan dan lain-lain) yang dapat dikembangkan
sesuai kebutuhan wilayah setempat sesuai kebutuhan wilayah setempat

3.5 Memahami kebutuhan dan karakteristik 4.5 Menentukan sarana dan peralatan ternak
sarana dan peralatan budidaya satwa satwa harapan (jangkrik, kroto, ulat sutra,
harapan (jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, cacing, bekicot, dan lain-lain)
bekicot, dan lain-lain)

3.6 Memahami tahapan budidaya satwa 4.6 Mempraktikkan budidaya satwa harapan
harapan (jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, (jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, bekicot,
bekicot, dan lain-lain) dan lain-lain)
81

PENGOLAHAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
\

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis rancangan pembuatan, 4.1 Mengolah bahan pangan serealia, kacang-
penyajian dan pengemasan bahan pangan kacangan dan umbi yang ada di wilayah
serealia, kacang-kacangan dan umbi setempat menjadi makanan dan minuman
menjadi makanan dan minuman yang ada sesuai rancangan
wilayah setempat

3.2 Menganalisis rancangan pembuatan, 4.2 Mengolah bahan pangan setengah jadi dari
penyajian, dan pengemasan bahan pangan bahan pangan serealia, kacang-kacangan
serealia, kacang-kacangan, dan umbi yang dan umbi yang ada di wilayah setempat
ada di wilayah setempat menjadi produk
pangan setengah jadi yang ada di wilayah
setempat
82

3.3 Menganalisis rancangan pembuatan, 4.3 Mengolah bahan pangan serealia, kacang-
penyajian, dan pengemasan bahan pangan kacangan, dan umbi setengah jadi yang
setengah jadi dari bahan serealia, kacang- ada di wilayah setempat menjadi produk
kacangan, dan umbi yang ada di wilayah pangan jadi (siap konsumsi)
setempat menjadi produk pangan jadi (siap
konsumsi) yang ada di wilayah setempat

3.4 Memahami rancangan pembuatan, 4.4 Pembuatan, penyajian dan pengemasan


penyajian dan pengemasan bahan hasil bahan hasil samping pengolahan serealia,
samping pengolahan serealia, kacang- kacang-kacangan dan atau umbi menjadi
kacangan dan atau umbi menjadi produk produk pangan yang ada wilayah setempat
pangan yang ada wilayah setempat rancangan dan bahan yang ada di wilayah
setempat

KELAS IX

KERAJINAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
83

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami pengetahuan tentang jenis, 4.1 Memilih jenis bahan dan teknik
sifat, karakter, dan teknik pengolahan pengolahan bahan kayu (misalnya ranting,
bahan kayu, bambu, dan rotan papan, dan balok), bambu, atau rotan yang
sesuai dengan potensi daerah setempat

3.2 Menganalisis prinsip perancangan, 4.2 Merancang, membuat, dan menyajikan


pembuatan, dan penyajian produk produk kerajinan dari bahan kayu, bambu,
kerajinan dari bahan kayu, bambu, dan dan rotan yang kreatif dan inovatif sesuai
rotan yang kreatif dan inovatif dengan potensi daerah setempat

3.3 Memahami pengetahuan tentang jenis, 4.3 Memilih jenis bahan dan teknik
sifat, karakter, dan teknik pengolahan pengolahan bahan logam, batu, atau plastik
bahan logam, batu, dan plastik yang sesuai dengan potensi daerah
setempat

3.4 Menganalisis prinsip perancangan, 4.4 Merancang, membuat, dan menyajikan


pembuatan, dan penyajian produk produk kerajinan dari bahan logam, batu,
kerajinan dari bahan logam, batu, dan dan plastik yang kreatif dan inovatif sesuai
plastik yang kreatif dan inovatif dengan potensi daerah setempat

REKAYASA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


84

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis prinsip kelistrikan dan 4.1 Membuat desain konstruksi instalasi listrik
sistem instalasi listrik rumah tangga rumah tangga

3.2 Menganalisisinstalasi listrik rumah tangga 4.2 Membuat instalasi listrik rumah tangga

3.3 Menganalisis dasar-dasar sistem 4.3 Memanipulasi sistem pengendali


elektronika analog, elektronika digital, dan
sistem pengendali

3.4 Menganalisispenerapan sistem pengendali 4.4 Membuat alat pengendali elektronik


elektronik

BUDIDAYA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.


85

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami komoditas ikan konsumsi yang 4.1 Menentukan komoditas ikan konsumsi
dapat dikembangkan sesuai kebutuhan yang dapat dikembangkan sesuai
wilayah setempat kebutuhan wilayah setempat

3.2 Memahami sarana dan peralatan untuk 4.2 Menyiapkan sarana dan peralatan untuk
budidaya ikan konsumsi budidaya ikan konsumsi

3.3 Memahami tahapan budidaya 4.3 Mempraktikkan budidaya (pembesaran)


(pembesaran) ikan konsumsi ikan konsumsi

3.4 Memahami komoditas ikan hias yang 4.4 Menentukan komoditas ikan hias yang
dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan
wilayah setempat wilayah setempat

3.5 Memahami sarana dan peralatan untuk 4.5 Mengembangkan sarana dan peralatan
budidaya ikan hias untuk budidaya ikan hias

3.6 Memahami tahapan budidaya 4.6 Mempraktikkan budidaya (pembesaran)


(pembesaran) ikan hias ikan hias

PENGOLAHAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap
sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran,
serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
86

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran


berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


3. Memahami dan menerapkan pengetahuan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam
(faktual, konseptual, dan prosedural) ranah konkret (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan membuat)
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan ranah abstrak (menulis, membaca,
terkait fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan mengarang)
mata sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami pengetahuan tentang prinsip 4.1 Mengolah bahan pangan hasil peternakan
perancangan, pembuatan, penyajian, dan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan,
pengemasan hasil peternakan (daging, telur, udang, cumi, rumput laut) yang ada di
susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, wilayah setempat menjadi makanan serta
rumput laut) menjadi makanan yang ada di menyajikan dan/atau melakukan
wilayah setempat pengemasan

3.2 Menganalisis prinsip perancangan, 4.2 Membuat bahan pangan setengah jadi dari
pembuatan, penyajian, dan pengemasan bahan pangan hasil peternakan (daging,
bahan pangan hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang,
telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) yang ada di wilayah
cumi, rumput laut) menjadi produk pangan setempat serta menyajikan dan/atau
setengah jadi yang ada di wilayah setempat melakukan pengemasan

3.3 Menganalisis prinsip perancangan, 4.3 Membuat bahan pangan hasil peternakan
pembuatan, penyajian, dan pengemasan (daging,telur, susu) dan perikanan (ikan,
bahan pangan setengah jadi dari bahan udang,cumi, rumput laut) setengah jadi
hasil peternakan (daging, telur, susu) dan menjadi produk pangan jadi (siap konsumsi)
perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) serta menyajikan dan/atau melakukan
menjadi produk pangan jadi (siap pengemasan
konsumsi) yang ada di wilayah setempat

3.4 Menganalisis prinsip prinsip perancangan, 4.4 Mengolah, menyajikan, dan mengemas hasil
pembuatan, penyajian, dan pengemasan samping pengolahan hasil peternakan
hasil samping pengolahan hasil peternakan (daging, telur, susu) dan perikanan (ikan,
(daging, telur, susu) dan perikanan (ikan, udang, cumi, rumput laut) yang ada di
udang, cumi, rumput laut) menjadi produk wilayah setempat menjadi produk pangan
pangan yang ada di wilayah setempat serta menyajikan dan/atau melakukan
pengemasan
87

3. PENGEMBANGAN DIRI

>Pengertian

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian
integral dari kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya
pembetukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan
pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan
belajar, dan pengembangan karir serta kegiatan ekstra kurikuler.

>.Tujuan

Adapun tujuannya adalah membina dan menumbuhkan bakat, minat, kreativitas,


kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemandirian, kemampuan sosial, kemampuan
belajar, wawasan dan perencanaan karir dan kemampuan pemecahan masalah.

 Bentuk Pelaksanaan

Bentuk pelaksanan dan waktunya ada 2 macam yaitu :

1) Terprogram

Kegiatan ekstrakurikuler

Waktu dan jadwal kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan,

substansi dan kompetensi yang akan dicapai, serta situasi

dan kondisi sekolah.

2) Tidak Terprogram

a) Rutin, yakni yang sifatnya pembentukan perilaku dan

b) terjadwal yaitu : bersalaman,Upacara bendera, sholat berjamaah, imtaq, tadarus


(ibadah), kebersihan dan lain – lain.

c) Spontan, yakni perilaku terpuji dalam kejadian khusus,

yaitu : memberi salam, ungkapan terpuji dan mengatasi masalah yang dihadapi

d) Keteladanan, yakni perilaku yang dapat dijadikan contoh oleh orang lain sebagai
model

b. Ekstra Kurikuler
88

Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk
membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat
mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga
kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.

Fungsi Kegiatan Ekstra kurikuler:

a. Pengembangan yaitu fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta


didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat siswa
b. Sosial yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta
didik.
c. Rekreatif yaitu fungsi untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan dan
menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
d. Persiapan karir yaitu fungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Adapun Jenis Kegiatan Ekstra kurikuler yang dikembangkan di MTs Ibad Ar Rahman,
Cimanuk, Pandeglang adalah sebagai berikut:

Pramuka

Tujuan :

1. Sebagai wahana untuk berlatih berorganisasi

2. Melatih siswa agar terampil dan mandiri

3. Melatih siswa untuk mempertahankan hidup

4. Mengembangkan jiwa social dan peduli kepada orang lain

5. Melatih siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat

Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah kelas VII dan VIII

a. Tingkat Penggalang Ramu

SILABUS
1. Memiliki kecakapan 1. Memahami Bendera Kebangsaan Indonesia.
kebangsaan.
2. Memahami Lagu Indonesia Raya.

3. Mengetahui arti dan hafal pada, Pancasila.

4. Membiasakan Bahasa Indonesia di pertemuan


penggalang.

5. Mengetahui dan hafal Dasa Darma dan Tri Satya

2. Memiliki kecakapan 6. Mengetahui dan membiasakan salam pramuka.

pramuka. 7. Mengetahui lambang gerakan pramuka.


89

8. Mengetahui sruktur organisasi dalam gugus depan

9. Mengikuti latihan pasukan penggalang minimal 6


kali berturLit-tarot.

10. Melakukan baris- berbaris

11. Menyampaikan berita secara lisan.


3. Memiliki kecakapan
sosial 12. Mengumpulkan data untuk melakukan pertolongan
pertama pada kecelakaan

13. Membuat dan menggunakan simpul-simpul

14. Menjamu tamu dengan baik (untuk putri);

15. Membuat dua hasty karya (untuk putra)


4. Melengkapi administrasi
16. Memiliki buku tabungan
5. Memiliki kecakapan
spiritual 17. Membayar uang iuran pada gugus depan

18. Mengetahui dan bisa mengucapkan syahadat.

19. Mengerti rukun iman dan Islam.

b. Tingkat Penggalang Rakit

SILABUS

1. Memiliki kecakapan 1. Mengetahui lambang negara Indonesia.

kebangsaan. 2. Hafal menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

3. Mengetahui hari nasional dan pahlawan nasional.

2. Memiliki kecakapan 4. Mengikuti kerja bakti gotong royong.

sosial 5. Mengetahui sopan santun dalam pergaulan

3. Memiliki kecakapan 6. Mengamalkan dasa darma dan tri satya.

pramuka. 7. Mengetahui tanda pengenal pramuka.

8. Dapat memimpin barisan.

9. Menggunakan isyarat morse dan semaphore.

10. Mengikuti latihan pasukan penggalang ramu minimal 10


kali.

11. Memperbaiki kerusakan keeil alai rumah tangga


3. Memiliki
12. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
ketrampilan
13. Memasak makanan di perkemahan.

14.Membuat peta lapangan dan sketsa pemandangan.

15. Mengetahui makanan yang bergizi.


90

16. Mengetahui jenis penyakit menular.

4. Memelihara 17. Memelihara lanaman berguna dan binatang ternak.

kesehatan . 18. Membaca do'a harian .

5. Memiliki kecakapan

spiritual

c. Tingkat Penggalang Terap

SILABUS

1. Memiliki kecakapan 1. Mengetahui arti dan sejarah Sumpah Pemuda

kebangsaan. 2. Bersungguh-sungguh mengamalkan pancasila

3. Mengetahui tentang PBB.

2. Memiliki kecakapan 4. Mengetahui tempat-tempat di kecamatan

social. 5. Mengikuti kerja bakti di kampung, tempat ibadah serta


pernah membantu lembaga seperti PMI, PKK dan karang
taruna

6. Mengikuti latihan pasukan sebagai pengalang rakit


3. Memiliki kecakapan minimal 10 kali.

pramuka. 7. Menaksir jarak, tinggi, luas, isi, berat dan suhu.

3. Memiliki kecakapan 8. Membuat peta pity.


personal
9. Merencanakan dan mempersiapkan rapat kecil

10. Membuat balai rumah yang sederhana

11. Menerapkan kebersihan dan kesehatan di perkemahan,


4. Memelihara. rumah, dan lingkungannya.

kesehatan 12. Melakukan olah raga atletik atau renang dan olah raga
perniainan.

17. Memiliki buku tabungan.

18. Membayar uang itiran.


5. Memiliki
19.Membantu jalannya administrasi keuangan gugus
kelengkapan depannya.
administrasi 20. Memiliki minimal Bata Panda Kecakapan Khusus.
91

21. Mengetahui hari hari raya Islam.

22. Bertindak sebagai imam dalam sholat berjamaah di


perkemahan.

6. Kecakapan spiritual

PMR / UKS

Tujuan :

1. Melatih praktek PPPK

2. Mengembangkan jiwa social dan penuhi kepada orang lain

3. Mengembangkan sikap kerjasama

4. Membiasakan hidup bersih dan sehat

Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas VII dan VIII

SILABUS
PMR

1. Pelaku pertolongan 1. - Memasang Pembalut mitella


pertama
- Memasang Pembalut platengah
2. Pembalutan
- Memasang pembalut kassa

3. Pasang bongkat tandu


2. Memasang tenda darurat
4. Triage

5. Evakuasi pasien

6. Prinsip-prinsip palang
merah

7. Anatomi dan faal tubuh


dasar

8. Pembidaian

9. Kesehatan lapangan

10. Cedera alat gerak

UKS

1. Pendidikan Kesehatan 1. Pendidikan kesehatan

2. Pelayananan Kesehatan 2. Gizi


92

3. Pembinaan Lingkungan 3. P3K, P3P


Sekolah Sehat
4. Pencegahan penyakit

5. Penjaringan kesehatan

1. Kanton sehat

2. BK

3. Ceramah agama

1. Kesehatan lingkungan

2. Kebon sekolah

3. Apotek hidup

Tahfizh Al-Qur’an

Tujuan :

Membekali siswa dengan hafalan Al-Qur’an sesuai kaidah.

Meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi kandungan Al-Qur’an

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII - IX

SILABUS

Membaca Alqur-an (tadarus) - Membaca huruf hijaiyyah sesuai


dengan fasih menurut kaidah ilmu dengan makhraj (tepat)
tajwid.
- Mengenal tanda baca serta membacanya
dengan fasikh

- Menghafal Surat pendek dan bacaan sholat

- Mengenal tanda-tanda nun sukun, tanwin dan


mim sukun, qolqolah serta membacanya
dengan fasikh

- Menghafal bacaan sholat

- Membaca dan mengetahui tandatanda waqof,


bacaan panjang/mad, bacaan dengung, al
Syamsiyah dan Al qomariyah

Menghafal Al Qur’an dengan - Menghafal Al Quran minimal 5 juz selama 3


benar dan fasih menurut kaidah tahun pembelajaran.
ilmu tajwid

Menghafal Al Qur’an dengan - Target Juz 30, 29, 28, 1 dan juz 2
93

benar dan fasih menurut kaidah


ilmu tajwid

Sepak Bola

Tujuan: Mengembangkan bakat, minat dan prestasi siswa dalam bidang olah raga sepak bola
dan meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental siswa.

SILABUS
1. Mempraktekan teknik 1. Mengumpan, menggiring dan menahan bola
dasar sepakbola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta
menahan dengan telapak kaki secara berpasangan
atau kelompok

2. Melaksanakan variasi teknik

3. Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi

4. Shooting

5. Heading

6. Controlling

Seni Baca Al Qur’an (Qiroah)

Tujuan :

Mengembangkan bakat, minat dan prestasi siswa dalam bidang seni baca Al Qur’an (Qiroah)

Meningkatkan kemampuan & keterampilan siswa dalam seni baca Al Qur’an

Mempersiapkan siswa dalam lomba (MTQ)

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII - IX

SILABUS
1. Tajwid 1. Makharijul huruf

2. Sifat Al huruf

3. Ahkan Al huruf

4. Ahkam Almad wal qasor

2. Fashohah 1. Ahkan Al waqof wal ibtida’

2. Mura’at Al huruf Wal harokat

2. Muro’at Al kalimat Wal ayat


94

3. Suara 1. Kejernihan / kebeningan

2. Kehalusan

3. Kenyaringan

4. Keutuhan

5. Pengaturan nafas

4. Lagu dan bacaan 1. Lagu pertama

2. Jumah lagu

3. Perhatian, keutuhan, dan tempo lagu

4. Irama dan gaya

5. Variasi

Seni Marawis

Tujuan :

Mengembangkan bakat, minat dan prestasi siswa dalam bidang seni musik

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam seni musik

Mempersiapkan siswa dalam lomba seni music.

Sasaran dari kegiatan ini dalah siswa kelas VII – VIII

SILABUS
1. Teknik memukul alat marawis a. Nikahan

- Nikahan pukulan 1

- Nikahan pukulan 2

- Nikahan pukulan 3

b. Anakan

- Anakan pukulan 1
95

- Anakan pukulan 2

- Anakan pukulan 3

- Anakan pukulan 4

a. Variasi pukulan

- Variasi pukulan lagu cepat

2. Teknik vokal - Variasi pukulan lagu lambat

a. Teknik pernafasan

b. Vokal lagu rendah

6. Teknik backing vokal c. Vokal lagu tinggi

a. Terknik pernafasan

b. Backing vokal lagu rendah

7. Teknik pementasan c. Backing vokal lahu tinggi

a. Pembuka

b. Lagu pembuka

8. Praktekpementasan marawis c. Salam penutup

Olimpiade Training Center.

Tujuan :Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing –
masing, melatih peserta didik memecahkan masalah yang berat dan mempersiapkan peserta
didik mengikuti olimpiade yang diadakan pemerintah/perguruan tinggi.

Sasaran dari kegiatan ini adalah 30 siswa terpandai di kelas VII dan VIII pada bidang
Matematika, IPA dan kebahasaan.

Setiap peserta didik diberi kesempatan untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler yang
ada di MTs Ibad Ar Rahman, minimal 1 dan maksimal 2 jenis kegiatan. Semua aktivitas
peserta didik berkenaan dengan kegiatan ekstrakurikuler di bawah pembinaan dan
pengawasan pembina yang ditugasi oleh Kepala Madrasah. Setiap pembina kegiatan ekstra
kurikuler membuat program kegiatan pengembangan diri.
96

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran untuk itu dalam penilaian
kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif (amat baik, baik, Cukup atau
Kurang) yang dilengkapi dengan diskripsi kemampuan yang mampu di capai siswa. Satuan
waktu penilaian adalah setiap akhir semester.

Adapun jadwal kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan di MTs Ibad Ar Rahman
adalah sebagai berikut:

a) Jadwal Kegiatan Pengembangan Diri


No Nama Kegiatan Kelas Hari Waktu
1 Terprogram
Ahad s/d
a. Halaqoh Tahfizh Qur’an VII s/d IX Sesuai jadwal
Jumat
VII s/d IX Senin s/d
b. Bimbingan Konseling Sesuai jadwal
Sabtu
VII s/d IX Sesuai
c. Peringatan HBN dan PHBI Sesuai jadwal
jadwal
VII s/d IX Sesuai
d. Kegiatan Pentas Seni Sesuai jadwal
jadwal

e. Ekstrakurikuler (Tiap siswa memilih


satu)
e.1 Muhadoroh VII -VIII Kamis 19.30– 21.00
e.2 Pramuka VII -VIII Ahad 16.00– 17.30
e.3 Robotic VII -VIII Jumat 14.00– 15.30

e.Beladiri Tae Kwon Do VII -VIII Sabtu 07.30– 09.00

e.5 Bulu Tangkis VII -VIII Sabtu 14.30 – 16.30

e.6 Seni Marawis VII -VIII Jum’at 14.0 – 16.00


e.7 Olah vokal VII -VIII Sabtu 14.30 – 16.30

e.8 Komputer VII -VIII kamis 14.30 – 16.30

e.9 Qiro’ah VII -VIII Jumat 14.30 – 16.30

e.10 Bola basket VII -VIII Sabtu 9.30 – 11.00

e.11 Futsal VII -VIII Sabtu 14.30 – 16.30

2 Tidak Terprogram
a. Rutin
VII s/d IX Ahad s/d
a.1 Apel Pagi 07.15– 07.30
Jumat
a.2 Sholat Berjamaah 5 Waktu VII s/d IX Senin s/d Sesuai jadwal
97

Sabtu
a.3 Menjaga Kebersihan Kelas dan VII s/d IX Senin s/d
07.00 – 12.45
Lingkungan Sabtu
a.4 Berdo’a bersama setiap awal dan VII s/d IX Senin s/d
Sesuai jadwal
akhir pelajaran Sabtu
a.5 Berjabat tangan dengan guru VII s/d IX Senin s/d
Sesuai jadwal
setiap awal dan akhir pelajaran Sabtu
a.6 Menjaga Kerapian Berpakaian VII s/d IX Senin s/d
07.00 – 12.45
Sabtu
a.7 Berbicara sopan setiap saat VII s/d IX Senin s/d
07.00 – 12.45
kepada setiap warga sekolah Sabtu

b. Spontan
b.1 Membiasakan mengucap salam VII s/d IX
Senin s/d
kepada setiap warga sekolah yang Situasional
Sabtu
baru ditemui
b.2 Membiasakan membuang sampah VII s/d IX Senin s/d
Situasional
pada tempatnya Sabtu
b.3 Membiasakan mengatasi silang VII s/d IX Senin s/d
Situasional
pendapat dengan benar Sabtu
b.4 Kunjungan Kepada Teman yang VII s/d IX
Senin s/d
sakit Situasional
Sabtu

VII s/d IX Senin s/d


b.5 Mengadakan Ta’ziah Situasional
Sabtu
c. Keteladanan
1. Memberi VII s/d IX
Senin s/d
contoh berpakaian rapi Situasional
Sabtu

2. Memberi VII s/d IX


Senin s/d
contoh datang dan pulang tepat Situasional
Sabtu
waktu
3. Memberi VII s/d IX Senin s/d
Situasional
contoh hidup sederhana Sabtu
4. Memberi VII s/d IX
Senin s/d
contoh memuji hasil karya yang Situasional
Sabtu
baik

b) Alokasi Waktu
Pengembangan diri untuk kelas VII s/d kelas VIII dialokasikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 X
40 menit) . Pengembangan diri untuk kelas IX diarahkan pada program pembelajaran intensif
dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional.

c) Penilaian
Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala (setiap akhir semester)
kepada sekolah dan orang tua dalam bentuk nilai kualitatif : A, B, C, atau D
98

4. PENGATURAN BEBAN BELAJAR

Beban belajar satuan pendidikan MTs Ibad Ar Rahman, CImanuk, Pandeglang di


laksanakan Beban belajar setiap mata pelajaran dinyatakan dalam satuan jam pelajaran.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik
untuk mengikuti program pembelajaran melalui tatap muka, penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar
Kompetensi Lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara
peserta didik dengan pendidik. Beban belajar tatap muka perjam pembelajaran berlangsung
selama 40 menit. Beban belajar tatap muka per minggu di MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk,
Pandeglang adalah 46 jam untuk kelas VII, VIII dan IX.
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi untuk mencapai Standar Kompetensi. Waktu untuk penugasan terstruktur
dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik maksimum 50% dari jumlah waktu
kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.
Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket adalah tiga tahun.

Tabel Pengaturan Beban Belajar

Jml jam Jml minggu Alokasi waktu


Satu jam pemb. tatap pemb.
Kelas Effektif / Pemb. Per
muka (menit)
Per minggu Tapel tahun

VII 40 46 40 1840 JP

VIII 40 46 40 1840 JP

IX 40 46 40 1840 JP

PENGATURAN WAKTU KBM :

a. Waktu Belajar

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi tahun pelajaran menjadi
dua semester.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari, yaitu:

HARI JML JAM PELAJARAN WAKTU BELAJAR

Sabtu 8 07.15 – 12.30

Minggu 8 07.15 – 12.30

Senin 8 07.15 – 12.30


99

Selasa 8 07.15 – 12.30

Rabu 6 07.15 – 12.30

Kamis 8 07.15 – 12.30

JUMLAH 46 jam pel 37,5 jam

b. Alokasi Waktu Kegiatan Belajar Mengajar :

No Jam Ke Sabtu – Kamis J

UP 07.15 - 07.30 BQ

1 1 07.30 - 08.10 1

2 2 08.10 - 08.50 2

3 3 08.50 - 09.30 3

4 4 09.30 - 10.10 4

10.10 - 10.30
Ist Ist
(20 mnt)

5 5 10.30 - 11.10 5

6 6 11.10 - 11.40 6

7 7 11.40 – 12.10
100

5. KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL (KBM)

Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan
acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta
didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan
dinamakan Ketuntasan Belajar Minimal (KBM).

KBM ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah
peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan
pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak
diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Acuan kriteria mengharuskan
pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan
layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah
melampaui kriteria ketuntasan minimal.

Kriteria ketuntasan menunjukkan persentasetingkat pencapaian kompetensi sehingga


dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan
kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan nasional diharapkan mencapai minimal 70.
MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk Pandeglang menetapkan ketuntasan minimal antara 70
s.d. 80 untuk seluruh mata pelajaran.

Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) ditetapkan oleh Madrasah dengan


mempertimbangkan berdasarkan usulan dari MGMP Madrasah. Setiap dua minggu sekali
MGMP Madrasah mengadakan pertemuan di Madrasah untuk mengevaluasi keberhasilan
dan kendala pembelajaran yang telah dilaksanakan, mencari solusi pemecahan masalah
terhadap kendala pembelajaran, membahas rencana pembelajaran dua minggu mendatang,
membahas materi-materi pembelajaran yang akan diajarkan beserta metode
pembelajarannya dan mendiskusikan perkembangan pendidikan terutama yang berkaitan
dengan mata pelajaran yang diampu.
Menjelang tahun pelajaran baru semua MGMP Madrasah MTs Ibad Ar Rahman,
Cimanuk Pandeglang menentukan Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) setiap mata
pelajaran setiap tingkat kelas. Penentuan KBM dilakukan melalui analisis setiap indikator
dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata (intake) peserta didik,
kompleksitas setiap indikator, dan kemampuan sumber daya pendukung (SDM dan sarana
prasarana). Dari KBM indikator diperoleh KBM setiap Kompetensi Dasar, KBM setiap
Standar Kompetensi, dan akhirnya KBM setiap mata pelajaran. KBM setiap mata pelajaran
diserahkan kepada urusan kurikulum dan disosialisasikan kepada semua warga madrasah
serta orangtua peserta didik. KBM setiap mata pelajaran setiap tingkat kelas disajikan pada
tabel yang terdapat pada buku 2 dokumen kurikulum ini.
Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya dan kualitas pendidikan
di madrasah khususnya, MTs Ibad Ar Rahman memprogramkan peningkatan kriteria
101

minimal 1 untuk setiap tahunnya. Peningkatan ini dapat dicapai dengan peningkatan
kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, serta daya dukung lain yang
menentukan tingkat pencapaian KBM di MTs Ibad Ar Rahman.
Tabel
KBM MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang
Tahun Pelajaran 2017– 2018

N KKM KELAS KET.


MATA PELAJARAN
O VII VII IX

KELOMPOK A

1. Pend Agama Islam


1. Al Qur’an Hadits 3,0 3,0 3,0
2. Aqidah Akhlak 3,0 3,0 3,0
3. Fiqih 3,0 3,0 3,0
4. SKI 3,0 3,0 3,0

2. Pkn 3,0 3,0 3,0

3. Bahasa Indonesia 3,0 3,0 3,0

4. Bahasa Arab 3,0 3,0 3,0

5. Matematika 3,0 3,0 3,0

6. IPA 3,0 3,0 3,0

7. IPS 3,0 3,0 3,0

8. Bahasa Inggris 3,0 3,0 3,0

KELOMPOK B

9. Seni Budaya 3,0 3,0 3,0

10. Penjasorkes 3,0 3,0 3,0

11. Prakarya 3,0 3,0 3,0

12. Nahwu Shorof 3,0 3,0 3,0

13. Tahfizh Al Quran 3,0 3,0 3,0

6. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN SERTA MUTASI

6.1 PENILAIAN

Penilaian yang dilaksanakan di MTs Ibad Ar Rahman mencakup: Penilaian


otentik, Penilaian diri, Penilaian berbasis Portofolio, ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, ulangan tingkat kompetensi, ujian sekolah dan ujian
nasional.
102

Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi


untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.

Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi


peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau
kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar
peserta didik.

Penilaian Otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif


untuk menilai mulai dari masukan (input),proses dan keluaran (output) pembelajaran.

Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik
secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kreteria yang telah
ditetapkan.

Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan merupakan


penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik
termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas
khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.

Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD)
atau lebih.

Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu
kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan
meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.

Ulangan Tingkat Kompetensi (UTK) merupakan kegiatan pengukuran yang


dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi
cakupan UTK meliputi sejumlah kompetensi Dasar yang mempresentasikan Kompetensi
Inti pada tingkat kompetensi tersebut .

Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik


yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar
dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. sesuai dengan
aturan yang diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah.
103

Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran


pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam rangka
menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan yang dilaksanakan secara nasional.

 Prinsip dan Pendekatan Penilaian.

Penilain hasil belajar peserta didik di MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang
didasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut :

a. Obyektif artinya penilaian berbasis pada standard dan tidak dipengaruhi factor
subyektifitas penilai.

b. Terpadu artinya penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan
kegiatan pembelajaran dan berkesinambungan.

c. Ekonomis artinya penilaian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan
dan pelapornya.

d. Transparan artinya prosedur penilaian, criteria penilain, dan dasar pengambilan


keputusan dapat diakses oleh semua pihak.

e. Akuntabel artinya penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal


sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.

f. Edukatif artinya mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

 Ruang Lingkup,Teknik,dan Instrumen Penilaian.

 Ruang Lingkup Penilaian

Penilaian hasil belajar MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang mencakup


kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang
sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik
terhadap standar yang telah ditetapkan cakupan penilaian merujuk pada ruang
lingkup materi, kompetensi mata pelajaran.

 Teknik dan Instrumen Penilaian.

Teknik dan Instrumen Penilaian yang digunakan MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk,
Pandeglang sebagai berikut :

a. Penilaian Kompetensi Sikap.

Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi,penilaian diri,


penilaian teman sejawat oleh peserta didik dan jurnal Instrumen yang digunakan
untuk observasi, penilaian diri dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek
104

atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubric, sedangkan pada jurnal
berupa catatan pendidik.

b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan.

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan dan
penugasan.

c. Penilaian Kompetensi Keterampilan.

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui kinerja yaitu penilaian yang


menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan
menugaskan tes praktik,projek dan penilaian portofolio, instrument yang
digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian ( rating scale ) yang dilengkapi
rubric.

Instrumen Penilaian harus memenuhi Persyaratan:

1) Substansi yang mempresentasikan kompetensi yang dinilai

2) Konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrument


yang digunakan.

3) Penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik.

Pada setiap penilaian, MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglangmenetapkan aspek


yang harus dinilai untuk setiap mata pelajarannya. Adapun penjabaran dari aspek-aspek
tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

KELAS VII

No Mata Pelajaran Aspek Yang Dinilai

KELOMPOK A
1 Pendidikan Agama Islam Sikap, pengetahuan dan keterampilan

a. Al Qur’an Hadits
b. Akidah Akhlak
c. Fikih
d. SKI

2 Pend. Pancasila Sikap, pengetahuan dan keterampilan


&Kewarganegaraan

3 Bahasa Indonesia Sikap, pengetahuan dan keterampilan.

4 Bahasa Arab Sikap, pengetahuan dan keterampilan.

5 Matematika Sikap, pengetahuan dan keterampilan


105

No Mata Pelajaran Aspek Yang Dinilai

KELOMPOK A

6 Ilmu Pengetahuan Alam Sikap, pengetahuan dan keterampilan

7 Ilmu Pengetahuan Sosial Sikap, pengetahuan dan keterampilan

8 Bahasa Inggris Sikap, pengetahuan dan keterampilan

KELOMPOK B
9 Seni Budaya Sikap, keterampilan dan pengetahuan

10 Pendidikan Jasmani ,olah raga & Sikap, keterampilan dan pengetahuan


Kesehatan Seni,

11 Prakarya Sikap, keterampilan dan pengetahuan

12 Nahwu Shorof Sikap, keterampilan dan pengetahuan


106

KELAS VIII DAN IX

No Mata Pelajaran Aspek Yang Dinilai

1 Pendidikan Agama Islam Kognitif, Penerapan

a. Al Qur’an Hadits
b. Akidah Akhlak
c. Fikih
d. SKI

2 Pendidikan Kewarganegaraan Kognitif, Penerapan

3 Bahasa dan Sastra Indonesia Mendengarkan, Berbicara,


Membaca, Menulis

4 Bahasa Arab Mendengarkan, Berbicara,


Membaca, Menulis

5 Bahasa Inggris Mendengarkan, Berbicara,


Membaca, Menulis

6 Matematika Pemahaman Konsep, Penalaran


dan Komunikasi, Pemecahan
Masalah

7 Ilmu Pengetahuan Alam Kognitif, Eksperimen

8 Ilmu Pengetahuan Sosial Kognitif, Penerapan

9 Pendidikan Jasmani Kognitif, Praktik

10 Seni, Budaya dan Ketrampilan Kognitif, Praktik

a. Kognitif, Praktik

11 Muatan Lokal
a. Nahwu Shorof Mendengarkan, Berbicara,
Membaca, Menulis

Kognitif , praktik

6.2. Kriteria Pengolahan Nilai


Nilai yang tercantum pada buku raport merupakan rerata nilai dari penilaian harian =
NH (yang diperoleh dari rata-rata nilai tugas dan nilai ulangan harian), nilai Ulangan
Tengah Semester = UTS dan nilai Ulangan Akhir Semester = UAS. Bobot tiap-tiap
jenis penilaian harian ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran, sedangkan
107

bobot antara nilai harian, UTS dan nilai UAS ditentukan oleh sekolah dengan
ketentuan sebagai berikut:

Nilai Akhir =30% Rata-rata NH + 25% NT + 20% UTS + 25% UAS


108

6.3. KENAIKAN KELAS

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan
kelas MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglangdiatur sebagai berikut :

1. Aspek Akademis

 Kenaikan kelas dipertimbangkan berdasarkan nilai rapor semester genap

 Memiliki nilai lengkap semester ganjil dan genap

 Tidak terdapat nilai mata pelajaran yang kurang dari KBM

2. Aspek Non Akademis .

 Jumlah prosentase kehadiran selama satu semester minimal 90% (jumlah alpa
tidak boleh lebih dari 10 % ).

 Akhlak minimal baik (B)

 Kepribadian minimal baik( B )

 Tidak terlibat narkoba / miras

MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang berusaha menggunakan mastery learning


( ketuntasan belajar ) artinya setiap peserta didik harus mengikuti kegiatan
kenaikan kelas bersama – sama, sedangkan untuk yang belum tuntas KBM harus
mengikuti pelajaran remidi, dan peserta didik yang sudah mencapai KBM
mengikuti kegiatan pengayaan.

> Program Remedial ( Perbaikan )

a. Remidial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KBM dalam
setiap kompetensi dasar dan/ atau indikator.

b. Kegiatan remedial dilaksanakan di luar jam pembelajaran.

c. Kegiatan remidial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian.

d. Penilaian dalam progam remedial dapat berupa tes maupun nontes

e. Nilai remedial maksimum sama dengan KBM

>. Progam Pengayaan

a. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KBM dalam
setiap Kompetensi Dasar.
109

b. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di luar jam pembelajaran.

c. Penilaian dalam progam pengayaan dapat berupa tes maupun nontes

d. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan

6. 4. KELULUSAN

Kriteria kelulusan MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang Peserta Didik tahun
pelajaran 2017/2018, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada
pendidikan dasar dan menengah setelah:

1. Aspek Akademis

a. Telah menyelesaikan seluruh progam pembelajaran.


b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran ,kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata
pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika dan
kelompok mata pelajaran jasmani,olah raga dan kesehatan.
c. Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi. dengan ketentuan :
Ujian Sekolah memiliki nilai rata – rata 7.00 dan minimal 5,00 untuk semua mata
pelajaran.

d. Untuk Ujian Nasional dengan ketentuan :


Memiliki nilai rata – rata dari semua NA paling rendah 5,5 ( lima koma lima ) dan
nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 ( empat koma nol )

Nilai akhir diperoleh dari gabungan nilai sekolah dari mata pelajaran yang
diujinasionalkan dengan nilai ujian nasional , dengan pembobotan 40 % untuk nilai
sekolah dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60 % untuk nilai UN.

2. Non Akademis
a. Kelakuan minimal dengan nilai B (Baik) ;
b. Kedisilpnan minimal dengan nilai B (Baik)
c. Kerapian minimal dengan nilai B ( Baik )
6.5 MUTASI
1) Surat permohonan orang tua peserta didik untuk mutasi
2) Ada surat keterangan kesediaan menerima siswa sesuai pagu yang ada di sekolah

3) Adanya surat keterangan melepas dari sekolah

4) Surat keterangan sehat dari dokter

5) Tidak terlibat miras, narkoba, dan trafficking


110

6) Adanya persetujuan dari Dinas Pendidikan Kab. Pandeglang apabila berasal dari luar
Kabupaten.

7. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP

MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglangmenerapkan pendidikan kecakapan


hidup (yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan
kecakapan vokasional) secara terpadu dan merupakan bagian integral dari pendidikan semua
mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri. Metode yang dilaksanakan banyak
menggunakan metode diskusi, pengamatan, penyelesaian masalah, simulasi, dan metode-
metode lain yang memungkinkan siswa dapat mengaktualisasikan dirinya secara maksimal
dan dapat melatih mereka terutama pada berfikir kritis, bekerja sama dengan orang lain,
mengolah informasi dan mengambil keputusan, memecahkan masalah secara kreatif dan
inovatif. Kegiatan muatan lokal dan pengembangan diri juga dimaksudkan untuk
mengintegrasikan pendidikan kecakapan hidup, terutama pada kecakapan vocasional, dalam
pendidikan yang dilaksanakan di MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang.

Salah satu bentuk kegiatan pembiasaan yang berfungsi sebagai kecakapan ubudiyah
dan akhlaqul karimah dilaksanakan pada awal jam pelajaran setiap hari yaitu standart
kecakapan ubudiyah dan aklaqul karimah. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat
Edaran Nomor : Kw.13.4/1/HK.00.8/1925 /2012 tentang Standar Kecakapan Ubudiyah dan
Ahlakul Karimah(SKUA) .

Kegiatan ini meliputi kecakapan Al Qur’an, Hadis, AqidahAkhlak,Fiqih Dzikir dan


Do’a. Dimana menurut edaran bahwa pembimbingan KecakapanUbudiyah Dan Akhlak
Karimah, dilakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali, dijadikan sebagai muatan lokal
atau diberikan waktu khusus. Untuk MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk,
Pandeglangpelaksanaannya dialokasikan pada jam awal jam pertama dan dibagi dalam enam
hari. Dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Pelaksanaan pembimbingan lebih bersifat personal dan ditekankan pada peningkatan


kompetensi individual dan atau dapat dilakukan secara klasikal.
2. Pengujian kecakapan oleh pembimbing, dilakukan selambat-lambatnya dua minggu
sebelum pelaksanaan ujian semester.
3. Ketuntasan SKUA menjadipersyaratanmengikutiUjian Semester pada setiap tingkatan
4. Hasil pengujian diterbitkan raport khusus Kecakapan Ubudiyah Dan Akhlak Karimah/
Rapot Kesantrian.
5. Siswa membawa Buku/Laporan SKUA setiap mengikuti pembinaan dan pengujian untuk
mendapatkan nilai dan tanda tangan guru pembimbing.
111

6. Pembimbing Kecakapan Ubudiyah Dan Akhlak Karimah adalah guru mata pelajaran Al
Qur’an H, Fiqih, Aqidah, SKI, B. Arab sekaligus sebagai penguji pada setiap kelas
sebagaimana Surat Keputusan yang ditetapkan Kepala Madrasah
7. Koordinator utama dari SKUA adalah seksi agama
8. Untuk menjamin proses pelaksanaan dan mengefektifkan pencapaian tujuan, pelaksanaan
SKUA, menjadi bagian tidak terpisahkan dari kurikulum madrasah.

Berikut ini adalah Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlak Karimah (SKUA)

KELAS : VII TSANAWIYAH SEMESTER GANJIL

 BIDANG KECAKAPAN

1. AL QUR’AN

Mampu Menghafal dengan benar:

a. QS. Al Fatihah

b. QS. An Nas

c. QS. Al Falaq

d. QS. Al Ikhlas

e. QS. Al Fil

f. QS. Al ’Adiyat

g. QS. Al Qadr

2. AQIDAH DAN AKHLAK

a. Mampu menjelaskan:

b. Tata caraTaubat

c. Adab qadaul-hajah

3. FIKIH

Mampu Mempraktikan:

a. Tata cara thaharah dari najis

b. Tata cara wudlu dan lafal niatnya

c. Tata cara mandi besar dan lafal niatnya

d. Tata cara tayamum

e. Tata cara shalat fardlu

f. Tata cara sujud sahwi


112

g. Tata cara adzan dan iqamah

h. Tata cara shalat berjamaah

4. DZIKIR DAN DOA

Menghafal dengan benar:

a. Do’a masuk dan keluar kamar mandi

b. Do’a setelah wudlu

c. Do’a setelah adzan

d. Do’a iftitah

e. Do’a ruku’

f. Do’aqunut nazilah

g. Do’asujudsahwi

h. Dzikirdando’aba’dasholat

i. Asmaul husna 1-60

KELAS : VII TSANAWIYAH SEMESTER GENAP

1. AL QUR’AN

Mampu menghafal dengan benar:

a. QS. Al Bayyinah

b. QS. Al Kafirun

c. QS. Al Lahab

d. QS. An Nashr

e. QS. At Tin

f. QS. Ad Dluha

g. QS. Al Lail

2. AQIDAH DAN AKHLAK

Mampu menyebutkan:

a. Nama-nama malaikat dan tugasnya

b. Adab berada di masjid

c. Adab menjenguk orang sakit


113

3. FIKIH

Mampu mempraktikkan dengan benar:

a. Tata cara shalat jum’at dan lafal niatnya

b. Tata cara shalat jenazah dan lafal niatnya

c. Tata carakhutbah

d. Tata cara shalat jamak dan lafal niatnya

e. Tata cara shalat qashar dan lafal niatnya

f. Tata cara shalat jamak-qashar dan lafal niatnya

g. Tata cara shalat dalam keadaan sakit

h. Tata cara shalat di atas kendaraan

4. DZIKIR DAN DOA

Menghafal dengan benar:

a. Do’a sujud

b. Do’a duduk di antara 2 sujud

c. Do’a tahiyyat ula

d. Do’a tahiyyat akhirah

e. Do’a sholat jenazah takbir ketiga

f. Do’a sholat jenazah takbir keempat

g. Do’a masuk dan keluar masjid

h. Do’a menjenguk orang sakit

i. Asmaul husna 1-65

KELAS : VIII TSANAWIYAH SEMESTER GANJIL

1. AL QUR’AN

Mampu menghafal dengan benar:

a. QS. Al Quraisy
b. QS. Al Insyirah
b. QS. Al Kautsar
c. QS. Al Ma’un
d. QS. AsySyams
e. QS. Al Balad
f. QS. Al Fajr

2. AQIDAH DAN AKHLAK


114

Mampu menyebutkan :

a. Nama-namakitabsucibesertarasulpenerimanya

b. Adab makan dan minum

3. FIKIH

Mampumempraktikkandenganbenar:

a. Tata carasujudsyukur

b. Tata carasujudtilawah

c. Tata carapuasadanlafalniatnya

d. Tata cara zakat dan lafal niatnya

4. DZIKIR DAN DOA

Menghafal dengan benar dan fasih:

a. Do’a sujud syukur


b. Do’a sujud tilawah
c. Do’a berbuka puasa
d. Do’a sebelum dan sesudah makan
e. Do’a khotmil qur’an
b. Do’a berbuka puasa
c. Do’a ba’da shalat dluha
d. Asma’ul Husna 1-70

KELAS : VIII TSANAWIYAH SEMESTER GENAP

1. AL QUR’AN

Mampu menghafal dengan benar:


a. QS. Al Humazah
b. QS At Takasur
c. QS. Al Ghasyiah
b. QS. Al A’la

2. AQIDAH DAN AKHLAK

Mampu menyebutkan dengan benar:

a. Nama-nama 25 Rasul

b. Adab berpakaian

c. Adab dalam berhias

d. Adab berpergian (musafir)

3. FIKIH

Mampu menjelaskan dengan benar:

a. Tata cara haji dan umrah dan lafal niatnya


115

4. DZIKIR DAN DOA

Menghafal dengan benar dan fasih:

a. Lafal Talbiyah

b. Doa bercermin

c. Do’a keluar rumah

d. Do’a naik kendaraan

e. Do’a naik kapal laut

f. Do’a sampai tujuan safar

g. Do’a ba’da shalat tarawih

h. Do’a ba’da shalat witir

i. Asmaul Husna 1-75

KELAS : IX TSANAWIYAH SEMESTER GANJIL

1. AL QUR’AN

Mampu menghafal dengan benar:


a. QS. Al Qariah
b. QS. AzZalzalah
c. QS. Al Ashr
d. QS. Al Alaq
e. QS. At Thariq
f. QS. Al Buruj

2. AQIDAH DAN AKHLAK

Mampu menyebutkan:

a. Tanda-tanda kiamat

b. Adab pergaulan pria dan wanita

c. Adabbertamu dan menerima tamu

3. FIKIH

Mampu menjelaskan dengan benar:

a. Tata cara memandikan jenazah

b. Tata cara mengkafani jenazah

c. Tata cara menguburkan jenazah

d. Tata cara ziarah kubur

4. DZIKIR DAN DOA


116

Menghafal dengan benar dan fasih:

a. Do’a menguburkan jenazah

b. Do’a melewati atau masuk lokasi makam

c. Do’a kafaratul majelis

d. Do’a untuk kaum muslimin

e. Asmaul Husna 1-99


117

8. PENDIDIKAN KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang


memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi,
budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya
bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
Melalui analisis potensi dan kebutuhan daerah, serta analisis potensi sekolah yang meliputi
Sumber Daya Manusia dan sarana prasarana, MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang
menetapkan pendidikan teknologi informatika dan seni budaya sebagai keunggulan lokal
sekaligus keunggulan global. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global ini diberikan
dalam bentuk mata pelajaran seni budaya (Marawis) dan juga terintegrasi dalam semua mata
pelajaran (untuk teknologi informatika).
118

9. PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

a. Pengertian

Lingkungan hidup merupakan tempat suatu makhluk hidup (organisma) melakukan


aktivitas, termasuk manusia. Lingkungan hidup akan memberikan dampak positif terhadap
manusia jika lingkungan itu sangat kondusif bagi kehidupan manusia. Untuk menciptakan
lingkungan yang kondusif diperlukan peran manusia sebagai makhluk sosial untuk bersikap
ramah dan peduli terhadap lingkungan misalnya membiasakan diri menjaga kebersihan,
keindahan, kerindangan, penghematan dan sikap positif lainnya, dengan demikian timbul
hubungan timbal balik yang menguntungkan (mutualisme) antara manusia dan
lingkungannya.

Banyak peristiwa – peristiwa alam yang terjadi sebagai upaya alam untuk
mengadakan seleksi bagi kehidupan (natural selection), namun kecerobohan manusia juga
memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kerusakan lingkungan misalnya, terjadinya
banjir dan tanah longsor akibat penebangan hutan yang berlebihan tanpa disertai dengan
penanaman kembali (reboisasi) dan pembuangan sampah yang tidak terkendali tanpa upaya
pemanfaatannya, menipisnya ozon (O3) akibat pembuangan senyawa CFC berlebihan,
demikian juga pencemaran udara oleh asap kendaraan dan pabrik – pabrik menambah
dampak pada pemanasan global (global warming).

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di MTs Ibad Ar Rahman,


Cimanuk, Pandeglang diintegrasikan ke semua mata pelajaran sangat diperlukan untuk
menghasilkan generasi mendatang yang cerdas, trampil, ramah, peduli dan berbudaya
lingkungan demi keberlangsungan pembangunan di MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk,
Pandeglang dengan mengacu pada Program Adiwiyata yang sudah dicanangkan oleh
Pemerintah sejak tahun 2006 dan sudah menjadi program Nasional pada tahun 2007

b. Tujuan

Pendidikan Lingkungan Hidup di MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglangbertujuan


pesertadidik :

1. Memahami lingkungan hidup sebagai satu kesatuan yang terkait antara komponen –
komponen dalam ekosistemnya.

2. Memiliki kesadaran tentang hakekat pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan


manusia dengan melakukan tindakan yang ramah dan peduli lingkungan dalam
kehidupan sehari – hari dengan mengembangkan Program Adiwiyata
119

3. Memiliki kecakapan hidup (life skill) dengan mengolah dan memanfaatkan lingkungan
sebagai sumber kehidupan dengan memperhatikan etika lingkungan tanpa membuat
kerusakan lingkungan.

4. Memiliki wawasan global tentang lingkungan dengan bertindak lokal dalam upaya
pelestarian lingkungan demi keberlangsungan kehidupan.

5. Menciptakan lingkungan madrasah yang sejuk, asri dan nyaman yang terbebas dari
polusi

c. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pendidikan Lingkungan Hidup di MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk,


Pandeglangyang diintegrasikan terhadap semua mata pelajaran meliputi :

1. Kemampuan memahami lingkungan hidup dan peran manusia dalam usaha pelestarian
alam (natural concervation) dan sumber daya alam, melalui Program Adiwiyata

2. Kemampuan memahami hubungan saling ketergantungan dalam ekosistem air, darat, dan
udara serta memahami fungsi laut, hutan dan siklus hidrologinya dalam keseimbangan
lingkungan ( enviromental balance )

3. Kemampuan mengaktualisasi diri bersikap ramah dan peduli terhadap lingkungan dengan
membiasakan diri hidup bersih dan sehat dengan mengenali beberapa bahan beracun dan
berbahaya serta pencemaran lingkungan

4. Kemampuan mengolah sampah dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber


pendapatan melalui kegiatan budidaya flora dan fauna dengan memperhatikan etika
lingkungan tanpa membuat kerusakan lingkungan.

5. Kemampuan menciptakan tata ruang yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai tempat
untuk melakukan aktifitas sehari – hari.
120

10. PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

10.1. Latar Belakang

UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang


menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.

Menyadari pentingnya karakter, dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan


intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.
Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya
kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus
dekadensi moral lainnya. Bahkan di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai
pada taraf yang sangat meresahkan.

Yang menjadi masalah adalah bahwa selama ini pengembangan dan implementasi
KTSP masih cenderung terpusat pada pengembangan kemampuan intelektual, belum secara
optimal pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan
generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian
peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Agar peserta
didik memiliki karakter mulia sesuai norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan
adat istiadat, maka perlu dilakukan pendidikan karakter secara memadai.

Pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada


setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai
pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks
kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada
tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan
peserta didik sehari-hari di masyarakat.

10.2. Tujuan

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil


pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau akhlak
mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.

10.3. Distribusi Nilai Karakter


121

Berkarakteradalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”.


Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-
hal yang terbaik terhadap Allah SWT, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta
dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya
dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya(perasaannya).

Berikut merupakan nilai-nilai karakter yang ditargetkan untuk diinternalisasi oleh


siswa:

1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan

a. Religius

2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri

a) Jujur

b) Bertanggung jawab

c) Bergaya hidup sehat

d) Disiplin

e) Kerja keras

f) Percaya diri

g) Berjiwa wirausaha

h) Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif

i) Mandiri

j) Ingin tahu

k) Cinta ilmu

3. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama

a) Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain

b) Patuh pada aturan-aturan sosial

c) Menghargai karya dan prestasi orang lain

d) Santun

e) Demokratis

4. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan

a. Peduli sosial dan lingkungan

5. Nilai kebangsaan

a) Nasionalis

b) Menghargai keberagaman
122

Tabel Distribusi Nilai-Nilai karakter yang Utama ke Dalam Mata Pelajaran

Mata Pelajaran

Nilai Utama

1. Pendidikan Religius, jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, cinta ilmu,


Agama ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada
aturan sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban,
kerja keras, peduli

2. PKn Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur,


menghargai keberagaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan
orang lain

3. Bahasa Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri,


Indonesia bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis

4. Matematika Berpikir logis, kritis, jujur, kerja keras, ingin tahu, mandiri,
percaya diri

5. IPS Nasionalis, menghargai keberagaman, Berpikir logis, kritis,


kreatif, dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, berjiwa
wirausaha, jujur, kerja keras

6. IPA ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, jujur,
bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman,
disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta
ilmu

7. Bahasa Inggris Menghargai keberagaman, santun, percaya diri, mandiri,


bekerjasama, patuh pada aturan sosial

8. Seni Budaya Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya


orang lain, ingin tahu, jujur, disiplin, demokratis

9. Penjasorkes Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri,
mandiri, menghargai karya dan prestasi orang lain

10.TIK/ Prakarya Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung
jawab, dan menghargai karya orang lain

11. Muatan Menghargai keberagaman, menghargai karya orang lain,


Lokal nasionalis, peduli

10.4. Integrasi Pendidikan Karakter di Dalam Pembelajaran

10.4.1 Perencanaan Pembelajaran

Pada tahap ini silabus, RPP, dan bahan ajar disusun. Baik silabus, RPP, dan bahan ajar
dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajarannya memfasilitasi/berwawasan
pendidikan karakter.

Perubahan pada tiga komponen silabus berikut:


123

1) Penambahan dan/atau modifikasi kegiatan pembelajaran sehingga ada kegiatan


pembelajaran yang mengembangkan karakter

2) Penambahan dan/atau modifikasi indikator pencapaian sehingga ada indikator yang


terkait dengan pencapaian peserta didik dalam hal karakter

3) Penambahan dan/atau modifikasi teknik penilaian sehingga ada teknik penilaian yang
dapat mengembangkan dan/atau mengukur perkembangan karakter

Adaptasi RPP antara lain meliputi:

1) Penambahan dan/atau modifikasi kegiatan pembelajaran sehingga ada kegiatan


pembelajaran yang mengembangkan karakter

2) Penambahan dan/atau modifikasi indikator pencapaian sehingga ada indikator yang


terkait dengan pencapaian peserta didik dalam hal karakter

3) Penambahan dan/atau modifikasi teknik penilaian sehingga ada teknik penilaian yang
dapat mengembangkan dan/atau mengukur perkembangan karakter

Kegiatan Pendahuluan

a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)

b. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas
(contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)

c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)

d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)

e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (contoh
nilai yang ditanamkan: religius, peduli)

f. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan:
disiplin)

g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin,
santun, peduli)

h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter

i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang
hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD

Kegiatan Inti

a. Eksplorasi

1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema
materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan
belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir logis,
kreatif, kerjasama)

2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber


belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
124

3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik


dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang
ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)

4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh
nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)

5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau


lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)

b. Elaborasi

1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-
tugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif,
logis)

2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang
ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)

3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan


bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri,
kritis)

4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh


nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)

5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi


belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras, menghargai)

6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang
ditanamkan: jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri,
kerjasama)

7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun


kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai,
mandiri, kerjasama)

8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk


yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai,
mandiri, kerjasama)

9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan


dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri,
saling menghargai, mandiri, kerjasama)

c. Konfirmasi

1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat,
maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan:
saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)

2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik


melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
125

3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman


belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan
dan kekurangan diri sendiri)

4) Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan,


keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:

a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta


didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan
benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);

b) membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);

c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
(contoh nilai yang ditanamkan: kritis);

d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang ditanamkan:
cinta ilmu);

e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi
aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

Kegiatan penutup

a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan


pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);

b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui kelebihan
dan kekurangan);

c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);