Anda di halaman 1dari 10

2.

3 Pengertian Agradasi

Rupa muka bumi yang telah dibangunn melalui proses tektonisme dan
vulkanisme setiap saat mengalam perubahan meskipun berlangsung lambat.
Perubahan ini dipengaruhi oleh tenaga yang berasal dari luar bumi yang disebut
dengan tenaga eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak atau merubah bentuk-
bentukan yang telah ada dipermukaan bumi. Semua proses yang dilakukan tenaga
eksogen dalam merombak permukaan bumi dinamakan proses geomorfi.
Dilihat dari kerjanya proses geomorfologi dibedakan menjadi dua
degradasi dan agradasi. Agradasi dimana semua proses yang menyebabkan
permukaan bumi bertambah tinggi seperti sedimentasi atau pengendapan.
Agradasi yaitu penumpukan bahan-bahan yang terjadi oleh karena gaya angkut
berhenti, misalkan karena lereng tempat berlangsungnya pengangkutan tidak lagi
berlanjut melainkan berubah menjadi datar. Maka pada tempat tersebut akan
terjadi penumpukan bahan dan permukaan tanah menjadi lebih tinggi dibanding
dengan permukaan asal. Agradasi juga sering terjadi ketika debit solid lebih besar
daripada kemampuan transport sedimen sehingga terjadi deposisi sedimen yang
mengakibatkan dasar sungi menjadi naik. Contoh lain dari agradasi adalah
pasokan sedimen dari hulu bertambah, debit aliran air berkurang dan kenaikan
dasar sungai si suatu titik di hilir.
Agradasi dasar sungai adalah penumpukan bahan-bahan yang terjadi oleh
karena gaya angkut berhenti. Agradasi ini terjadi karena perubahan kecepatan,
debit, waktu serta angkutan sedimen pada sungai. Tolak ukur kerusakan Daerah
Aliran Sungai adalah besarnya angkutan sedimen di sungai yang salah satunya
diakibatkan oleh agradasi.
Pengelolaan terhadap angkutan sedimen diperlukan mengingat dampak
yang ditimbulkan sangat besar terhadap infrastruktur, perubahan penampang
sungai di bagian hulu, yang akhirnya dapat berakibat banjir dan terganggunya
transportasi air.

2.4. Pengertian Sedimentasi


Sedimentasi dimana proses penumpukan atau penempatan material hasil
pelapukan, erosi pada tempat-tempat tertentu. Batuan yang telah diendapkan
dinamakan batuan endapan atau batuan sedimentasi. Pengendapan terutama terjad
pada daerah-daerah yang relative rendah. Batuan sedimen berlapis-lapis dan
sering ditemukan fosil do antara lapisan-lapisan bebatuan tersebut.
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport
oleh media air, angin, es atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di
mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang
diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di
gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut
oleh angin. Batuan sedimen (batuan endapan) adalah batuan yang terjadi akibat
pengendapan materi hasil erosi. Sekitar 80% permukaan benua tertutup oleh
batuan sedimen. Materi hasil erosi terdiri atas berbagai jenis partikel yaitu ada
yang halus, kasar, berat dan ada juga yang ringan. Cara pengangkutannya pun
bermacam-macam seperti terdorong (traction), terbawa secara melompat-lompat
(saltion), terbawa dalam bentuk suspensi, dan ada pula yang larut (salution).
Klasifikasi lebih lanjut seperti berikut:
a. Berdasarkan proses Pengendapan
• batuan sedimen klastik , sedimen yang terjadi dari pecahan pecahan
batuan sebelumnya)
• batuan sedimen kimiawi , sedimen yang terjadi dari proses kimia)
• batuan sedimen organik , sedimen yang terjadi dari bahan organik)
b. Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut
• batuan sedimen aerik , sedimen yang terjadi di udara
• batuan sedimen aquatik , sedimen yang terjadi di air sungai
• batuan sedimen marin , sedimen yang terjadi di laut
• batuan sedimen glastik, sedimen yang terjadi di gletser/ es
c. Berdasarkan tempat endapannya
• batuan sedimen limnik , sedimen yang terjadi di rawa
• batuan sedimen fluvial , sedimen yang terjadi di sungai
• batuan sedimen marine , sedimen yang terjadi di laut
• batuan sedimen teistrik, sedimen yang terjadi di darat atau di dataran
banjir
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan
tersebut. Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batu pasir, batu lanau,
batu lempung.
• Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm
dengan bentuk butitan yang bersudut
• Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari
2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
• Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm
sampai 1/16 mm
• Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm
sampai 1/256 mm
• Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari
1/256 mm. Sedimentasi dapat dibedakan:
a. Sedimentasi air, misalnya terjadi di sungai.
b. Sedimentasi angin, biasanya disebut sedimentasi aeolis
c. Sedimentasi gletser, mengahasilkan drumlin, moraine, ketles dan
esker.
2.4.1 Faktor-faktor Penyebab Sedimentasi
Sedimentasi atau pengendapan merupakan proses alam. Proses alam ini
terjadi dalam waktu yang berulang- ulang. Dalam waktu lama sedimentasi ini
akan menghasilkan berbagai macam bentukan. Beberapa faktor yang
menyebabkan atau mendorong terjadinya sedimentasi antara lain sebagai berikut:
1) Adanya material, seperti pasir, tanah atau debu yang akan menjadi bahan
yang mengendap
2) Terdapat lingkungan pengendapan yang cocok baik di darat, laut dan
transisi
3) Terjadinya pengangkutan sumber material atau transportasi yang
dilakukan oleh air, angin dan juga es
4) Berlangsungnya pengendapan yang terjadi karena perbedaan arus dan juga
gaya
5) Terjadinya replacement atau penggantian dan juga rekristalisasi atau
perubahan material
6) Diagenesis yakni perubahan yang terjadi saat pengendapan berlangsung
baik secara kimia maupun secara fisika
7) Kompaksi, merupakan akibat dari adanya gaya yang berat dari material
sedimen yang memaksa volume lapisan sedimennya menjadi berkurang
8) Lithifikasi, merupakan akibat dari adanya kompaksi yang terus menerus
sehingga lama kelamaan sedimen akan mengeras.
2.4.2 Proses Terjadinya Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan yang melibatkan berbagai faktor
dari luar. Proses sedimentasi ini meliputi proses erosi, transportasi atau angkutan,
pengendapan atau deposition, dan pemadatan atau compaction. Secara umum,
proses sedimentasi ini dibedakan menjadi dua macam yakni proses sedimentasi
secara geologis dan proses sedimentasi yang dipercepat. Penjelasan mengenai
kedua proses tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Proses sedimentasi secara geologis
Pada dasarnya proses sedimentasi secara geologis merupakan proses erosi
tanah yang berjalan secara normal atau secara biasanya. Hal ini berarti bahwa
proses pengendapan yang berlangsung masih dalam batasan yang dibolehkan atau
masih dalam keseimbangan alam dari proses agradasi dan degradasi pada perataan
kulit muka bumi akibat dari adanya pelapukan.
2. Proses sedimentasi yang dipercepat
Proses sedimentasi yang dipercepat merupakan proses sedimentasi yang
berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Proses sedimentasi ini
menyimpang dan sangat berbeda dengan proses sedimentasi secara biologis.
Proses sedimentasi yang dipercepat ini memberikan dampak buruk, bersifat
merugikan atau merusak, mengganggu keseimbangan alam atau kelestarian
lingkungan hidup. Proses sedimentasi yang dipercepat ini biasanya terjadi atau
disebabkan karena kegiatan manusia dalam mengolah tanah.
Kesalahan dalam mengolah tanah ini akan menyebabkan terjadinya erosi
tanah dan juga tingkat sedimentasi yang tinggi. Hasil dari sedimentasi ini dapat
berupa batuan breksi dan juga batuan konglomerat yang terendap tidak jauh dari
sumber atau asalnya, sementara batu pasir terendapkan lebih jauh dari batu breksi
dan juga batu konglomerat, sedangkan lempung diendapkan jauh dari sumbernya.
Proses sedimentasi hingga menjadi sebuah bentukan yang baru
membutuhkan waktu yang lama dan panjang. Misalnya untuk membentuk batuan
sedimen membutuhkan waktu berpuluh puluh tahun lamanya. Karena sedimentasi
ini melibatkan berbagai kekuatan untuk mengangkut material, maka dibedakan
menjadi beberapa jenis sedimentasi.

2.4 Macam-Macam Pengendapan/Sedimentasi Berdasarkan Tenaga


Pengangkutnya

Hasil dari sedimentasi dapat berupa batuan breksi dan batuan konglomerat
yang terendapkan tidak jauh dari sumbernya, batu pasir yang terendapkan lebih
jauh dari batu breksi dan batuan konglomerat, serta lempung yang terendapkan
jauh dari sumbernya. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain
akan berbeda. Berikut adalah ciri bentang lahan akibat proses pengendapan
berdasarkan tenaga pengangkutnya.

2.4.1 Sedimentasi Oleh Air Sungai

Air merupakan agen yang sangat penting dalam semua proes perombakan
permukaan bumi, oeh sebab itu air dapat merusak batuan secara mekanik maupun
secara kimiawi. Air juga mampu mengikis dan mengangkut benda-benda di muka
bumi. Sedimentasi yang dilakukan oleh air mengalir dinamakan sedimentasi
akuatis. Misalnya:

1) Floodplain

Yaitu endapan yang terjadi di kanan-kiri palung sungai terutama


pada saat terjadinya banjir. Selama proses pelebaran kelokan pada badan
sungai aliran sungai berubah kea rah kelokan. Selama proses itu sungai
meninggalkan jalur endapan yang rata di pinggir badan sungai sehingga
terbentuklah dataran sempit menunjang sejajar dengan sungai tersebut.
2) Kipas Alluvial

Adalah suatu bentukan yang disebabkan apabila bebatuan lapuk


lebih banyak sedangkan volume air yang mengangkutnya ke tempat yang
jauh relative kecil. Biasanya material itu berasal dari lembah-lembah
pegunungan. Material berupa lumpur dialirkan dan diendapkan menyebar
pada lereng yang andai menyerupai bentuk kipas raksasa.

3) Teras Alluvial

Adalah suatu floodplain yang bertingkat-tingkat menyerupai teras


tangga di kanan-kiri sungai.

4) Delta Sedimentasi

Delta sedimentasi oleh air sungai sebgaian besar dilakukan di


muara sehingga membentuk dataran segitiga berbatasan laut. Dataran di
muara dungai inilah ang dinamakan delta. Untuk terbentuknya delta
diperlukan kondisi yang baik, yaitu deposit material cukup banyak, pantai
relative dangkal serta obak yang tidak terlalu besar. Dilihat dar
terbentuknya ada empat macam delta, yaitu: delta kipas, lobbern, runcing
dan estuarine.

Apabila endapan oleh sungai berjalan sela ribuan bahkan jutaan tahun
akan membentuk dataran rendah saling bersambung yang panjangnya mencapai
ratusan kilometer. Dataran rendah inilah yang dinamakan dataramm alluvial.
Biasanya dataran alluvial merupakan pusat pemukiman dan kegiatan ekonomi
penduduk sebab tanahnya subur dan cadangan air tanahnya merata.

2.4.2 Sedimentasi Oleh Angin

Sedimentasi oleh angi biasanya berlangsung di dataran-dataran yang


kering oleh sebab itu dinamakan sedimentasi terrestrial. Bentukan-bentuknya
penting yang dihasilkan diantaranya adalah:

1) Sand dune

Yaitu bukit-bukit kecil atau tumbukan pasir yang diendapkan


disuatu tempat. Ukuran dune dapat berubah-ubah apabila angina terus
menerus bertiup. Apabila dune terbentuk terpisah-pisah dinamakan
Barchanes.

2) Loes

Yaitu tanah kering dan halus yang diterbangkan dan diendapkan di


sekitar gunung. Loes sangat banyak menutupi gunung Gobbi. Kadang-
kadang loes ditiup angina menuju sungai dan dihanyutkan sungai hingga
mencapai laut. Loes pada umumnya berwarna kekuning-kuningan
sehingga dasar laut atau sungai yang ditebari tanah loes juga berwarna
kuning
2.4.3 Sedimentasi Oleh Air Laut

Sedimentasi yang dilakukan di laut dinamakan sedimentasi Marine.


Bentukan-bentukan ini umumnya terdapat pada zona laut dangkal hingga pesisir.

1) Sand Spit

Sedimentasi yang menyebabkan garis pantai bertambah lurus. Hal


ini disebabkan sebagian material yang dihanyutkan sungai tidak
diendapkan di muara tetapi di endapkan di sepanjang pantai yang agak
terlindungi. Bentukan inilah yang dinamakan sand spit.

2) Bar

Apabila sand spititu semakin panjag akan membentuk pematang


pada daerah pantai. Bentukan pematang yang hamper sejajar pantai inilah
yang dinamakan bar. Sedangkan bar yang teru-menurs berkembang dan
menyatu sehingga memotong mulut suatu teluk dinamakan Baymouth bar.

3) Tombolo

Apabila bar terbentuk disekitar pantai sehingga menghubungkan


sebuah pulau dengan daratan di dekatnya menghasilkan tombolo. Biasanya
bar yang panjang ini terbentuk dari dua sisi pulau tersebut. Akibatnya
tampak seolah-olah pulau itu menyatu dengan daratan di dekatnya.

4) Karang Atol

Atoll adalah karang penghubung (barrier reef) yang menyerupai


lingkaran terputus-putus dengan perairan laut di dalamnya. Laut yang
dikelilingi atoll ini dinamakan laguna.
2.4.4 Sedimentasi Oleh Gletsyer

Pada daerah-daerah beriklim dingin es merupakan agen geomorfi yang


sangat penting. Pengendapan material oleh es dinamakan sedimen glasial.
Sedangkan semua endapan yang berasal dari material lapuk dengan berbagai
ukuran kemudia ditinggalkan oleh gerakan gletsyer dinamakan Morine.
Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang
semula berbentuk V menjadi U. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan
oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan
juga menuruni lereng dan mengendap di lembah. Akibatnya, lembah yang semula
berbentuk V menjadi berbentuk U.
Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok
utama batuan (bersama dengan batuan bekudan batuan metamorfosis) yang
terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan
(deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari
larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir, dan lempung, termasuk
dalam batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Sitanala. 1989. Erosi dan Konservasi Tanah. Bogor: IPB.

Arsyad Sitanala, (2010). Konservasi Tanah dan Air Edisi Kedua. IPB Press:
Bogor

Arsyad, S. 2012. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press.

Foster, G.R. and Meyer, L.D. (1972). A Closed-Form Soil Erosion Equation for
Upland Areas In: Shen, H.W., Ed., Proceeding of Sedimentation
Symposium to Honor Prof. H. A. Einstein, Vol. 12, Colorado
State University, Fort Collins, 1-19.

Mu’iin K, Idianto. 2004. Pengetahuan Sosial Geografi . Bekasi: Penerbit PT.


Grasindo

Suripin. (2002). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Andi
Yogyakarta.