Anda di halaman 1dari 5

Soal-soal no 1,2 untuk kelompok 5, no 3,4 untuk kelompok 6, no 5,6 untuk kelompok 7, no 7,8

untuk kelompok 8, no 9,10 untuk kelompok 9.


1. Suatu tangki vertical dengan diameter dalam 2,44 m berisi 20 ton partikel kokas. Ukuran
partikel adalah 60 mesh (0,0098 inch) dan punya densitas 1280 kg/m3. Kalau partikel
kokas hendak difluidisasi dengan udara dengan densitas 1,225 kg/m3 dan viskositas 3.27
x 10-5 kg/(m.sec), tentukan a. Porositas minimum untuk fluidisasi, b. Ketinggian minimum
unggun, c. Pressure drop dalam unggun, d. Kecepatan udara minimum untuk fluidisasi

2. Impeller berbentuk flat turbine dengan diameter 61 cm dipakai untuk mengaduk cairan
dengan densitas 1041 kg/m3 dan viskositas 55 kg/(m.sec) dalam suatu tangki dengan
diameter 1,83 meter. Impeller berputar dengan kecepatan tangensial ujung impeller (tip-
speed) 183 m/min dan 305 m/min. a. Tentukan kecepatan putar impeller (rev/det) untuk
masing-masing tip-speed impeller, b. Tentukan bilangan Reynolds untuk masing-masing
tip-speed impeller, c. Tentukan daya impeller untuk masing-masing tip-speed impeller
(Watt).
3. Suatu pipa vertical sepanjang 9m dan diameter dalam 0.1m mengalirkan padatan dengan
fluks massa 100 kg/(m2s) ke bawah dari bejana di atasnya yang bertekanan 1.0 bar ke
bejana di bawahnya yang bertekanan 1.5 bar. Karena dalam peralatan ini partikel bergerak
ke bawah dan gas bergerak ke atas. Densitas partikel 2500 kg/m3 dan diameter partikel
rata-rata 250 m. Dengan asumsi porositas unggun konstan sebesar 0.50, dan efek
perubahan tekanan pada porositas diabaikan, a. Cek apakah partikel bergerak sebagai
unggun diam atau unggun terfluidisasi, dan b. Tentukan arah dan laju alir gas yang melalui
kedua bejana tersebut (densitas gas = 1 kg/m3; viskositas gas = 2 x 10-5 Pa.s.

4. Partikel-partikel padat sebanyak 4,2 kg dengan densitas 3590 kg/m3 dan diameter rata-rata
748 m membentuk suatu unggun diam dengan ketinggian 0,575m pada bejana silinder
dengan diameter 0,08 m. Air dengan densitas 1000 kg/m3 dan viskositas 0.001 Pa.s
dilalukan ke atas melalui unggun. Hitunglah (a) porositas unggun berdasarkan penentuan
volume partikel-partikel dan volume unggun, (b) pressure drop unggun pada awal
fluidisasi, (c) kecepatan superfisial pada awal fluidisasi, (d) porositas unggun pada
kecepatan superfisial 1.0 cm/s, (e) ketinggian unggun pada kecepatan ini (f) pressure drop
unggun pada kecepatan ini. Gunakan Ergun equation.
5. Partikel-partikel dengan densitas 1500 kg/m3 hendak difluidisasi dengan udara pada
tekanan 1,36 atm dan temperature 450oC dalam suatu bejana berdiameter 3 m. Partikel-
partikel seberat 15 ton dengan diameter rata-rata 200 mikron ditempatkan dalam bejana
dengan ketinggian 2,1 m. Gravity acceleration = 9.8 m/sec2. Hitunglah (a) porositas
unggun diam berdasarkan penentuan volume unggun dan partikel (b) porositas mnimum,
(c) kecepatan minimum fluidisasi, (d) pressure drop minimum fluidisation, (e) kecepatan
minimum untuk entrainment. Gunakan rumus Abrahamsen and Geldart untuk estimasi
Umf.

6. Partikel-partikel dengan diameter 0,12 mm dan densitas 1000 kg/m3 hendak difluidisasi
dengan menggunakan udara pada 2,0 atm abs and 25oC. Porositas pada fluidisation
minimum adalah 0,42. Kalau luas penampang unggun 0,30 m2 dn unggun berisi 300 kg
padatan, (a) hitunglah tinggi minimum, (b) hitunglah pressure drop pada fluidisasi
minimum, (c) Hitunglah kecepatan udara minimum pada fluidisasi, (d) Kalau kecepatan
udara 3x kecepatan udara minimum hitunglah porositas unggun pada kecepatan ini.

7. Pengadukan dengan impeller tipe flat blade turbin. Jika Re < 300, eksponen m pada Fr =
1, a. Hitunglah daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan flat blade turbine berdiameter
55,9 cm dengan 6 blade yang terpasang secara vertical di tengah-tengah tangki yang
berdiameter 1,65 m. Tangki berisi cairan dengan densitas 1521 kg/m3 dan viskositas 1,5 x
10-2 kg/(m.sec). Kecepatan putar impeller turbin 100 rpm. Tinggi cairan dalam tangki 1,52
m dan turbin diletakkan 0,51 m from dasar tangki (clearance), b. Kalau pada unit yang
sama digunakan untuk mengaduk senyawa karet dengan densitas 1200 kg/m3 dan
viskositas 1000 poise = 100 Pa.sec, tentukan daya yang dibutuhkan untuk mengaduk,
8. Suatu unggun diam berisi partikel-partikel berdiamater 3 mm dan densitas 5000 kg/m3
hendak difluidisasi oleh cairan dengan viskositas 1 x 10-3 Ns/m2 dan densitas 1200 kg/m3.
Dengan menggunakan persamaan Ergun untuk unggun yang tingginya l dan porositas e,
hitunglah rasio keceatan pada fluidisasi minimum terhadap kecepatan terminal partikel dan
porositas pada fluidisasi minimum.

9. Suatu menara katalis dengan tinggi 10m dan diameter 5.5 m diisi dengan partikel-partikel
yang berdiameter 25.4 mm. Gas butana masuk bagian atas unggun pada temperatur 232°C
dan meninggalkan partikel-partikel pada temperature yang sama. Tekanan pada dasar
unggun katalis 2 atm abs dan porositas unggun 0.40. Kalau waktu kontak (yang didasarkan
aliran daam pori-pori) antara gas dan katalis 8 detik, berapa tekanan masuk unggun. Laju
alir volumetric gas dalam unggun = volume unggun/waktu kontak. Gunakan Ergun.

10. Pada suatu unggun diam yang berdiameter 12,7 mm dan tinggi 2,44 m dialirkan udara
yang mengandung 1,5% alkana. Unggun tersebut berisi pellet katalis dengan diameter
ekivalen terhadap partikel berbentuk bola 3,63 mm dan densitas 0,85 gram/cm3. Udara
masuk unggun pada temperatur 350oC dan tekanan absolut 2 atm (densitas = 1,1 kg/m3,
viskositas = 1,6 x 10-5 Pa.s) dengan kecepatan superfisial 0,91 m/detik. Diasumsikan
porositas unggun = 0,4. Hitunglah a. Bilangan Re udara dalam unggun diam dan tentukan
tipe aliran sekitar pellet, b. Kecepatan rata-rata udara dalam unggun dalam m/detik, c.
Jatuh tekan (P) unggun (gunakan persamaan Ergun) dalam Newton/m2 pada unggun
diam, d. Jatuh tekan (P) unggun pada fluidisasi minimum dalam Newton/m2.

Anda mungkin juga menyukai