Anda di halaman 1dari 3

TUGAS RUTIN

NAMA : Ilham Handriansyah Pulungan


NIM : 5181122002
DOSEN PENGAMPU : lr.Firdaus. M.Kes.
MATA KULIAH : KESEHATAN DAN KESELAMATAN
KERJA (K3)

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK-UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FEBRUARY 2019
undang-undang yang diresmikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia.
Undang-Undang/Perundang-undangan(UU) adalah Peraturan Perundang-
undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan persetujuan
bersama Presiden[1]. Undang-undang memiliki kedudukan sebagai aturan main bagi
rakyat untuk konsolidasi posisi politik dan hukum, untuk mengatur kehidupan bersama
dalam rangka mewujudkan tujuan dalam bentuk negara. Undang-undang dapat pula
dikatakan sebagai kumpulan-kumpulan prinsip yang mengatur kekuasaan pemerintah,
hak rakyat, dan hubungan di antara keduanya.
Sejarah
Undang-undang (bahasa Inggris:Legislation - dari bahasa Latin lex, legisyang
berarti hukum) berarti sumber hukum, semua dokumen yang dikeluarkan oleh otoritas
yang lebih tinggi, yang dibuat dengan mengikuti prosedur tertulis.
Konsep hukum yang didefinisikan oleh sebuah laporan dari kontrak dan Perjanjian
(yang hasil dari negosiasi antara sama (dalam hal hukum), kedua dalam hubungan
dengan sumber-sumber hukum lainnya: tradisi (dan kebiasaan), kasus hukum, undang-
undang dasar (konstitusi, "Piagam Besar", dsb.), dan peraturan-peraturan dan tindakan
tertulis lainnya dari eksekutif, sementara undang-undang adalah karya legislatif, sering
diwujudkan dalam parlemen yang mewakili rakyat.
Kekuasaan legislatif biasanya dilaksanakan:
dengan Kepala Negara hanya dalam rezim otoriter tertentu, kediktatoran atau
kekuasaan mutlak;
oleh parlemen;
dengan rakyat sendiri melalui referendum.
Pandangan umum

Hukum termasuk dalam serangkaian peraturan dan standar dalam suatu


masyarakat tertentu. Hukum sering istilah generik untuk semua kegiatan, di mana pun
mereka berada dalam hirarki standar (konstitusi, hukum atau pengertian formal
peraturan ketat ...)
Dari segi bentuknya, hukum adalah perbuatan hukum oleh otoritas tertentu,
biasanya DPR, yang sah dan memiliki kapasitas untuk memimpin. Di negara-negara
yang mengenal suatu bentuk pemisahan kekuasaan, hukum adalah sebuah standar
hukum yang diadopsi oleh badan legislatif dalam bentuk dan prosedur yang ditentukan
oleh hukum konstitusional setempat. Penerapannya kemudian dapat ditentukan oleh
teks yang dikeluarkan oleh eksekutif, sebagai pelaksanaan Keputusan, dan juga akan
dijelaskan lebih lanjut oleh penafsiran di pengadilan.
Aturan hukum adalah alat yang tersedia bagi para pengacara yang memungkinkan
untuk bekerja sesuai dengan cita-cita keadilan. Setiap kebebasan atau hak pasti
menyatakan, harus dilaksanakan sepenuhnya, kewajiban toleransi dan hormat, atau
tanggung jawab.

Materi undang-undang
Mengatur lebih lanjut ketentuanUUD 1945 yang meliputi: hak-hak asasi manusia,
hak dan kewajiban warga negara, pelaksanaan dan penegakan kedaulatan negara serta
pembagian kekuasaan negara, wilayah dan pembagian daerah, kewarganegaraan dan
kependudukan, serta keuangan negara.
Diperintahkan oleh suatu Undang-Undang untuk diatur dengan Undang-Undang.
Tahapan pembentukan undang-undang
Persiapan
Rancangan Undang-Undang (RUU) dapat diajukan oleh DPR atau Presiden.
RUU yang diajukan oleh Presiden disiapkan oleh menteri atau pimpinanLPND sesuai
dengan lingkup tugas dan tanggung jawabnya. RUU ini kemudian diajukan dengan surat
Presiden kepada DPR, dengan ditegaskan menteri yang ditugaskan mewakili Presiden
dalam melakukan pembahasan RUU di DPR. DPR kemudian mulai membahas RUU
dalam jangka waktu paling lambat 60 hari sejak surat Presiden diterima.
RUU yang telah disiapkan oleh DPR disampaikan dengan surat pimpinan DPR kepada
Presiden. Presiden kemudian menugasi menteri yang mewakili untuk membahas RUU
bersama DPR dalam jangka waktu 60 hari sejak surat Pimpinan DPR diterima.
DPD dapat mengajukan RUU kepada DPR mengenai hal yang berkaitan dengan otonomi
daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang
berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Pembahasan
Pembahasan RUU di DPR dilakukan oleh DPR bersama Presiden atau menteri
yang ditugasi, melalui tingkat-tingkat pembicaraan, dalam rapat komisi/panitia/alat
kelengkapan DPR yang khusus menangani legislasi, dan dalam rapat paripurna.
DPD diikutsertakan dalam Pembahasan RUU yang sesuai dengan kewenangannya pada
rapat komisi/panitia/alat kelengkapan DPR yang khusus menangani bidang legislasi.
DPD juga memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU tentang APBNdan RUU yang
berkaitan dengan pajak,pendidikan, dan agama.
Pengesahan
Apabila RUU tidak mendapat persetujuan bersama, RUU tersebut tidak boleh
diajukanlagi dalam persidangan masa itu.
RUU yang telah disetujui bersama oleh DPR dan Presiden disampaikan oleh pimpinan
DPR kepada Presiden untuk disahkan menjadi UU, dalam jangka waktu paling lambat 7
hari sejak tanggal persetujuan bersama.
RUU tersebut disahkan oleh presidendengan menandatangani dalam jangka
waktu 30 hari sejak RUU tersebut disetujui oleh DPR dan Presiden. Jika dalam waktu 30
hari sejak RUU tersebut disetujui bersama tidak ditandatangani oleh Presiden, maka
RUU tersebut sah menjadi UU dan wajib diundangkan.