Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 1 :

A. Sifat Siklus Investasi dan Pembiayaan


Aktivitas investasi (investing activities) adalah pembelian dan penjualan tanah, bangunan,
peralatan serta aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. Langkah dalam
mengaudit aktivitas investasi meliputi
1. Langkah pertama, pemahaman atas aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi
entitas bersangkutan (misalnya mesin, peralatan, fasilitas, tanah atau sumber daya alam)
dan tingkat pengembalian yang diharapkan perusahaan akan dicapai dari aktiva yang
mendasarinya.
2. Langkah kedua, penentuan aktiva apa yang diakuisisi selama periode berjalan. Biasanya
pertumbuhan aktiva tetap harus memperlihatkan hubungan yang konsisten dengan
pertumbuhan pendapatan. Aktiva jangka panjang biasanya cukup stabil bagi kebanyakan
entitas. Dengan kata lain, sebagian besar aktiva tetap yang ada pada akhir tahun juga ada
pada awal tahun. Karenanya, auditor sering memusatkan strategi audit pada audit
perubahan aktiva jangka panjang, bukan pada keseluruhan populasi aktiva jangka panjang.
B. Siklus Investasi
a) Tujuan Audit
Tujuan audit siklus investasi adalah untuk memperoleh bukti tentang masing-masing
asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo siklus investasi.
1.      Asersi keberadaan dan keterjadian Tujuan audit siklus investasi, tujuan audit
asersi keberadaan atau keterjadian menekankan pada apakah seluruh saldo investasi
surat berharga dan modal saham benar-benar ada pada tanggal neraca.
2.      Asersi kelengkapan Asersi ini menekankan apakah seluruh transaksi dan saldo
yang semestinya tercantum dalam laporan keuangan, sudah benar-benar dicatat dan
disajikan.
3.      Asersi hak dan kewajiban Auditor, berkaitan dengan asersi ini, berusaha
memastikan apakah perusahaan mempunyai hak kepemilikan yang sah atas saldo
modal saham dan investasi surat berharga
4.      Asersi penilaian dan pengalokasian Berkaitan dengan asersi dengan penilaian,
auditor akan berusaha memperoleh bukti mengenai apakah saldo investasi surat
berharga telah disajikan dalam laporan keuangn pada jumlah yang tepat.
5.      Asersi pelaporan dan pengungkapan  Selain memperoleh bukti mengenai
keempat asersi tersebut diatas, auditor harus menghimpun bukti mengenai apakah
transaksi dan saldo yang tercatat telah tepat diklasifikasikan, dijelaskan, dan
diungkapkan dalam neraca.
b)  Pertimbangan Perencanaan Audit
a. Materialitas
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas ini adalah
penentuan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang
pemakai laporan keuangan yang layak. Pertimbangan kedua adalah
hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan.
b. Risiko Inheren
Risiko inheren yang berkaitan dengan asersi eksistensi/keberadaan seringkali
rendah karena aktiva tetap tidak mudah dicuri. Akan keberadaan, risiko
inheren dapat meningkat sampai ke tingkat sedang atau tinggi karena potensi
bahwa aktiva yang dibesituakan atau tidak digunakan lagi mungkin tidak
dihapuskan.
c. Risiko Prosedur Analitis
Risiko prosedur analitis unsur elemen dari risiko deteksi bahwa prosedur
analitis akan gagal mendeteksi kesalahan yang material. Prosedur analitis
bersifat efektif dari segi biaya dan hal itu dapat membantu auditor dalam
mengevaluasi kelayakan laporan keuangan.
d. Risiko Pengendalian
Aspek yang sama dari pengendalian internal yang menetapkan kesadaran akan
tingkat pengendalian yang tinggi seperti lingkungan pengendalian yang kuat,
penilaian risiko yang efektif, akuntabilitas yang efektif atas penggunaan
sumber daya, dan pemantauan sistem pengendalian adalah penting dalam
konteks akuntansi untuk aktiva tetap. Salah satu transaksi penting yang
berkaitan dengan aktiva tetap adalah akuntansi awal untuk akuisisi aktiva tetap.
C. Siklus Pembiayaan
Siklus pembiayaan mencakup dua kelompok transaksi utama sebagai berikut :
1) Transaksi hutang jangka panjang mencakup peminjaman dari obligasi, hipotek, wesel,
dan hutang, serta pembayaran pokok dan bunga yang berkaitan.
2) Transaksi ekuitas pemegang saham mencakup penerbitan dan penarikan saham preferen
serta saham biasa, transaksi saham treasuri dan pembayaran dividen.
Tujuan Audit
Meliputi beberapa hal, yaitu :
1) Keberadaan atau keterjadian
2) Kelengkapan
3) Hak dan kewajiban
4) Penilaian atau alokasi
5) Penyajian dan Pengungkapan

1
KELOMPOK 2:

Pengujian Substantif Atas Saldo Aktiva Tetap


a) Menentukan Risiko Deteksi
Ketika menentukan risiko deteksi, auditor harus mempertimbangkan sejauh mana
klien mempunyai aktiva konstruksi, lease modal yang signifikan, dan penambahan serta
penarikan yang signifikan dari aktiva-aktiva itu. Auditor juga perlu mengevaluasi
asumsi-asumsi kunci yang bertalian dengan estimasi akuntansi atas beban penyusutan.
Akhirnya risiko deteksi dalam penugasan yang berulang seringkali tergantung pada
pengendalian internal siklus pengeluaran.
1. Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin untuk asersi aktiva tetap yaitu :
a. Prosedur Awal
1) Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien
2) Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan aktiva tetap yang akan
mendapat pengujian lebih lanjut.
b. Prosedur Analitis
1) Mengembangkan ekspektasi atas aktiva tetap dengan menggunakan
pengetahuan tentang aktivitas industri dan bisnis entitas tersebut
2) Menghitung rasio :
a) Perputaran aktiva tetap
b) Beban penyusutan sebagai persentase dari penjualan
c) Beban reparasi dan pemeliharaan sebagai persentase dari penjualan
d) Tingkat pengembalian atas aktiva
3) Menganalisis hasil-hasil rasio dibandingkan dengan pengharapan berdasarkan
data tahun-tahun sebelumnya, yang diangarkan, industri, dan data lainnya.
c. Pengujian Rincian Transaksi
1) Memvouching penambahan aktiva tetap ke dokumentasi pendukung
2) Memvouching pelepasan aktiva tetap ke dokumentasi pendukung
3) Mereview ayat jurnal ke beban reparasi dan pemeliharaan
d. Pengujian Rincian Saldo
1) Menginspeksi aktiva tetap
2) Memeriksa dokumen kepemilikan dan kontrak
e. Pengujian Rincian Saldo Estimasi Akuntansi
1) Mengevaluasi kewajaran penyajian beban penyusutan dengan mengevaluasi
kelayakan umur manfaat dan estimasi nilai sisa.
2) Menentukan apakah suatu kejadian yang signifikan akan mengakibatkan
penurunan nilai aktiva tetap.
f. Penyajian dan Pengungkapan
1) Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP

2
PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG JANGKA PANJANG
- Penentuan Risiko Deteksi
Risiko inheren untuk asersi ini mungkin berada pada tingkat sedang atau tinggi karena kerumitan
yang terlibat dalam menghitung amortisasi diskonto atau premi obligasi. Berdasarkan
pertimbangan faktor-faktor ini dan setiap penilaian risiko pengendalian yang relevan, tingkat
risiko deteksi yang tepat dapat ditentukan untuk setiap asersi signifikan yang berkaitan dengan
saldo hutang jangka pendek.
- Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin untuk asersi hutang jangka panjang yaitu :
a. Prosedur Awal
1) Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien
2) Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan hutang jangka penjang yang akan
mendapat pengujian lebih lanjut.
b. Prosedur Analitis
1) Melaksanakan prosedur analitis
2) Menghitung rasio
c. Pengujian Rincian Transaksi
1) Memvouching ayat jurnal ke dalam hutang jangka panjang dan akun-akun laporan laba
rugi yang berkaitan.
d. Pengujian Rincian Saldo
1) Mereview otorisasi dan kontrak hutang jangka panjang
2) Mengkonfirmasi hutang dengan pemberi pinjaman dan perwalian obligasi
3) Menghitung kembali beban bunga
e. Penyajian dan Pengungkapan
1) Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP

3
PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO EKUITAS PEMEGANG SAHAM
- Penentuan Risiko Deteksi
Penilaian risiko inheren untuk asersi-asersi yang berkenaan dengan saldo ekuitas pemegang
saham tergantung pada sifat dan frekuensi transaksi yang mempengaruhi akun-akun
bersangkutan. Penilaian risiko inheren dan pengendalian mungkin lebih tinggi jika ada transaksi
nonrutin yang melibatkan penerbitan saham dalam akuisisi, sekuritas konvertibel, atau opsi
saham. Faktor-faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam menggunakan model risiko audit
untuk menentukan tingkat risiko detekdi yang dapat diterima atas setiap asersi signifikan yang
bersangkutan dengan saldo ekuitas pemegang saham.
- Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin untuk asersi ekuitas pemegang saham yaitu :
a. Prosedur Awal
1) Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien
2) Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan ekuitas pemegang saham yang akan
mendapat pengujian lebih lanjut.
b. Prosedur Analitis
Menghitung rasio :
1) Pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa
2) ]Ekuitas terhadap total kewajiban ekuitas
3) Pembayaran dividen
4) Laba per saham
5) Tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan
c. Pengujian Rincian Transaksi
1) Memvouching ayat jurnal ke dalam akun modal disetor
2) Memvouching ayat jurnal ke dalam laba ditahan
d. Pengujian Rincian Saldo
1) Mereview anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
2) Menelaah otorisasi dan syarat penerbitan saham
3) Mengkonfirmasi saham yang beredar dengan registrar dan agen transfer
4) Memeriksa buku sertifikat saham
5) Memeriksa sertifikat saham yang ditahan sebagai treasury stock
e. Penyajian dan Pengungkapan
1) Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP

4
G. JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN
Auditor juga dapat memberikan dua jasa bernilai tambah yang penting. Pertama, auditor dapat
mengevaluasi seberapa efektif entitas telah memanfaatkan aktivanya untuk menghasilkan
penjualan, laba, dan arus kas, serta mencapai tujuan entitas itu. Kedua, auditor kemudian dapat
memberikan jasa independen dengan mengevaluasi aktiva investasi yang direncanakan entitas itu
dan menentukan apakah langkah-langkah yang direncanakan dapat menjadi pendukung yang
penting untuk mencapai sasarannya. Akuntan publik dapat memberikan nasihat kepada klien
tentang bagaimana membiayai investasi yang penting. Banyak kantor akuntan bertindak sebagai
pakar dalam membimbing sebuah perusahaan melakukan merger dan akuisisi.

KELOMPOK 3:
Pengujian Substantif atas Investasi dalam Sekuritas
Prosedur Awal
1. Lakukan prosedur awal atas saldo awal lebih lanjut
a. Menelusur saldo awal rekening investasi dan ekuitas ke kertas kerja tahun lalu.
b. Mereview aktivitas dalam semua rekening yang berkaitan dengan investasi dan
selidikilah ayat-ayat jurnal yang nampak tidak biasa
c. Dapatkan daftar semua investasi yang dibuat klien untuk memastikan kebenaran
perhitungan dan kecocokannya dengan pembukuan. Periksa kebenaran penjumlahan
baik menurun maupun mendatar. Periksa kecocokan semua unsur dengan ayat-ayat
jurnal ke buku pembantu investasi dan buku besar
d. Pengujian ini berhubungan dengan asersi kelengkapan
2. Prosedur Analitis
1. Lakukan prosedur analitis
a. Hitunglah rasio-rasio:
1) Investasi jangka pendek terhadap total aktiva lancar
2) Investasi jangka panjang terhadap total aktiva
b. Analisis hasil perhitungan rasio dan bandingkan dengan perkiraan data tahun lalu
c. Pengujian ini berhubungan denga asersi keberadaan, kelengkapan, penilaian, dan
penyajian
3. Pengujian Detil Transaksi
a. Lakukan vouching ayat-ayat jurnal ke rekening investasi dan rekening laba-rugi
serta ekuitas yang bersangkutan dengan dokumen pendukungnya
b. Ayat-ayat jurnal untuk pembelian dan penjualan investasi dalam sekuritas
berjumlah besar, biasanya dicocokkan ke otorisasi dalam notulen rapat dewan
komisaris/direksi
c. Dokumen yang digunakan adalah pemberitahuan dari broker dan jurnal
pengeluaran kas

5
d. cocokkan ayat-ayat jurnal dalam rekening investasi dan rekening rugi laba serta
ekuitas yang bersangkutan dengan dokumen pendukungnya
1) Detail traksi debit dan kredit penjualan investasi ke broker
2) Atau lewat bukti penerimaan kas dan pengeluaran kas
3) perubahan harga,penjualan,pembelian rugi laba ekuitas direalisasi/blm
dicocokkan dengan dokumen transaksi dan perbahan harga
4) pembelian/penjualan dlm jumlah besar lewat otorisasi notulen rapat dewan
komisaris
4. Pengujian Detil Saldo
a. Menginspeksi dan menghitung sekuritas yang ada ditangan
1) Dalam menginspeksi sekuritas, auditor harus mengamati beberapa hal
penting seperti nomor sertifikat yang tercantum pada dokumen, nama
pemilik, deskripsi tentang sekuritas, jumlah lembar saham, dan nama
perusahaan penerbit saham
2) Sekuritas harus disimpan pada beberapa lokasi penyimpanan yang terpisah
ditempatkan pada tempat yang terkunci
3) Apabila perhitungan tidak dilakukan pada tanggal neraca maka auditor
harus melakukan rekonsiliasi dari tanggal perhitungan ke tanggal laporan
dengan cara mereview transaksi yang terjadi diantara kedua tanggal tersebut
4) Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, hak &
kewajiban, dan penyajian
b. Mengkonfirmasi sekuritas yang disimpan pihak lain
1) Konfirmasi harus diminta per tanggal pelaksanaan perhitungan atas
sekuritas yang berada ditangan klien
2) Auditor harus mengawasi proses pengiriman konfirmasi melalui pos dan
jawaban konfirmasi dari penyimpan sekuritas harus dikirimkan langsung
kepada auditor
3) Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, dan hak
& kewajiban
c. Menghitung ulang pendapatan investasi
1) Auditor dapat memeriksa secara independen pendapatan dividen dengan
mengacu pada tanggal pengumuman, jumlah, dan tanggal pembayaran yang
nampak dalam buku catatan
2) Mereview daftar amortisasi yang dilakukan klien untuk premi dan diskonto
obligasi lalu melakukan perhitungan ulang jumlah amortisasinya
3) Pengujian ini berhubungan dengan asersi penilaian
5. Pengujian Detil Saldo: Estimasi Akuntansi
a. Penggolongan Investasi secara tepat
1) Menentukan apakah aktivitas investasi yang dilakukan manajemen sesuai
dengan tujuan manajemen yang telah ditetapkan

6
2) Mempertimbangkan kemampuan manajemen untuk terus menyimpan
sekuritas utang sampai saat jatuh temponya dengan mengingat posisi
keuangan klien, kebutuhan akan modal kerja, dan kemampuan
menghasilkan aliran kas untuk operasi
3) Meminta surat pernyataan dari manajemen tentang ketepatan
penggolongan sekuritas
4) Pengujian ini berhubungan dengan asersi hak & kewajiban
b. Pengauditan harga pasar investasi
1) Dapatkan bukti pendukung harga pasar yang digunakan seperti taksiran
harga broker
2) Menilai kewajaran atau ketepatan model yang digunakan
3) Mencari bukti tentang kondisi-kondisi tersebut dan menentukan apakah
temuan cenderung atau bertentangan dengan kesimpulan manajemen
4) Pengujian ini berhubungan dengan asersi penilaian
Penyajian dan Pengungkapan
5) Tentukan bahwa saldo investasi telah diidentifikasi dan digolongkan
dengan tepat dalam laporan keuangan
6) Tentukan ketepatan pengungkapan yang berkaitan dengan dasar penilaian
untuk investasi, komponen laba/rugi direalisasi dan belum direalisasi
7) Pengujian ini berhubungan dengan asersi penyajian
6. Pengujian Substantif atas Saldo Kas
a. Prosedur Awal
Lakukan prosedur analitis atas saldo kas dan catatan-catatan yang akan diuji
1) Menelusur saldo awal kas di tangan dan di bank ke kertas kerja tahun lalu
Auditor harus percaya dengan hasil audit tahun lalu
2) Mereview semua aktivitas dalam rekening buku besar kas dan selidikilah
ayat-ayat jurnal yang nampak tidak biasa
3) Dapatkan ikhtisar kas di tangan dan kas di bank yang dibuat klien
4) Pengujian ini berhubungan dengan asersi
b. Prosedur Analitis
1. Lakukan prosedur analitis
a) Bandingkan saldo kas dengan jumlah menurut anggaran, saldo tahu lalu,
atau jumlah taksiran
b) Bandingkan persentase kas terhadap aktiva lancar dan bandingkan dengan
taksiran
c) Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, dan
hak & kewajiban
c. Pengujian Detil Transaksi
1. Lakukan pengujian pisah batas Kas
a) Penggunaan cut off laporan bank berguna untuk menentukan
apakah pisah batas kas yang tepat telah dilakukan
7
b) Observasi kas yang diterima pada akhir tahun lalu
c) Review dokumen-dokumen seperti ikhtisar kas harian, bukti
setoran kas ke bank, dan laporan bank untuk menentukan ketepatan
pisah batas
d) Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, dan
kelengkapan
2. Penelusuran Transfer antar bank
a) Pastikan bahwa setiap transfer telah dicatat dengan tepat sebagai
penerimaan dan pengeluaran dalam periode akuntansi yang sama
dan telah tercantum dalam rekonsiliasi bank
b) Mengumpulkan bukti mengenai validitas transfer bank untuk
membuktikan adanya salah saji dengan menggunakan Daftar
Transfer Bank
c) Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan dan
kelengkapan
7. Pengujian Detil Saldo
1. Perhitungan kas di tangan
 Meminta pemegang kas (kasir) hadir selama proses perhitungan kas
 Pastikan bahwa semua cek yang belum disetor ke bank adalah atas nama klien
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, hak & kewajiban,
dan penilaian
2. Konfirmasi Saldo Simpanan di Bank dan Pinjaman
 Permintaan konfirmasi biasanya dibuat rangkap dua dan ditandatangani oleh
penandatangan cek pada perusahaan klien
à Dokumen yang digunakan adalah formulir standar konfirmasi (lihat hal 304)
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, hak & kewajiban, dan penilaian
3. Konfirmasi ketentuan lain dengan bank
 Ketentuan lain dengan bank meliputi batasan kredit, saldo yang harus dipertahankan,
dan utang bersyarat
 Surat konfirmasi harus dikirimkan ke pejabat bank yang menangani urusan bank
tersebut dengan klien
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penyajian dan bisa juga asersi kelengkapan
4. Memeriksa sepintas, mereview, atau menyusun rekonsiliasi bank (contoh lihat hal 307)
 Bandingkan saldo bank akhir dengan saldo bank yang tercantum dalam jawaban
konfirmasi
 Periksa validitas setoran dalam perjalanan dan cek dalam perjalanan
 Periksa ketelitian perhitungan dalam rekonsiliasi
 Selidiki unsur-unsur yang sudah lama seperti cek dalam perjalanan yang belum
diuangkan di bank
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, dan hak &
kewajiban
8
5. Dapatkan dan gunakan cut off laporan bank
 Telusur cek-cek bertanggal tahun lalu ke daftar cek dalam perjalanan yang tercantum
dalam rekonsiliasi bank
 Telusur setoran dalam perjalanan yang tercantum dalam rekonsiliasi bank ke cutoff
laporan bank
 Periksa sepintas cut off bank serta data lampirannya untuk melihat kemungkinan
adanya hal-hal yang tidak biasa
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan, kelengkapan, hak & kewajiban,
dan penilaian
Penyajian dan pengungkapan
 Mereview konsep laporan keuangan klien dan bukti yang diperoleh dari pengujian
substantif
 Mereview notulen rapat dewan komisaris/direksi dan mengajukan pertanyaan kepada
manajemen untuk mencari bukti tentang pembatasan penggunaan kas
 Pengujian ini berhubungan dengan asersi penyajian