Anda di halaman 1dari 5

PATOLOGI 25.

Beda Atrofi dan hipertrofi:


• Atrofi : jumlah tetap dan ukuran sel berkurang.
1. Penimbunan cairan di ginjal yang menyebar hingga pyelum disebut : • Hipertrofi : jumlah tetap dan ukuran sel bertambah.
• Hydronefrosis. 26. Istilah untuk kekurangan oksigen akibat tersumbatnya aliran darah
• Pyelonefritis. disebut:
NB: penimbunan nanah diginjal → Pyonefrosis • Hypoxia.
2. Pemeriksaan darah sebelum dinekropsi wajib dilakukan untuk 27. Kematian jaringan akibat tidak dapat suplai oksigen disebut:
penyakit : • Infark (∆ putih).
• Anthrax. 28. Akumulasi eksudat purulent disebut
3. Jantung tampak ganda (double apex) disebabkan karena : • Abses.
• Dilatasi (Ventrikel kanan). 29. Pernyataan yang benar:
4. Atelektasis pada paru-paru, pada pemeriksaan PA akan tampak : • Thrombus = bekuan darah yang menempel di
• Gelap, merah & keras (mengecil). dinding pembuluh darah.
5. Emphisema pada paru-paru, pada pemeriksaan PA akan tampak: • Embolus = bekuan darah yang berdar dalam aliran
• Meluas, pucat. darah.
6. Gejala utama pada penyakit anthrax: • Embolus lebuh berbahaya dari pada Thrombus.
• Spleenitis hemoragika. NB: - Embolus : hewan hidup berupa gumpalan asing.
• Textur limpa: … warna hitam - Thrombus : gumpalan darah untuk
7. Cara insisi/ pemeriksaan jantung yang benar: pertahanan.
• Jantung dipegang dengan tangan kiri, anterior jantung 30. Cairan oedema berisi:
menghadap “secant", ventrikel kiri disebelah kanan • Plasma.
“secant”. NB: - Oedema =kompartemen cairan tubuh yang
• Apex jantung mendekati kita, sayatan 1 cm kanan dan kiri berlebihan jumlahnya.
sejajar dengan sulkus longitudinal. ▪ Darah.
8. Makrofag jantung dinamakan: ▪ Interstitium.
• Sel purkinje. ▪ Sel.
NB: - Sel debu : Paru-paru. - Jantung/Pericardum = Hydropericardium.
- Histiosit : Jaringan Ikat. - Paru-Paru = Oedema
- Sel Glia : Otak. Pulmonum/Pulmonalis.
9. Duktus arteriosus adala saluran yang menghubungkan antara: - Otak = Hydrocephalis.
• Arteri pulmonalis dan aorta. - Perut = Hydropacites.
10. Urutan peredaran darah yang benar adalah: - Rongga Dada = Hydrothorax.
• Vena Kava – Atrium Kanan – Katup Tricuspidalis – Bilik - Subcutis = Hydrops Ana Sacra.
(Ventrikel) Kanan. 31. Beda thrombus dan bekuan darah setelah hewan mati.
• Ventrikel Kanan – Arteri Pulmonum – Paru-Paru – • Bekuan darah postmortem = lebih mengkilat,licin, warna
V.Pulmonum – Atrium Kiri – Katup Mitralis – Ventrikel Kiri. merah/kuning, tidak ada perlekatan dengan endotel dan
• Ventrikel Kiri (darah arterial) – Aorta – Seluruh Tubuh. konsistensi kenyal.
• Ventrikel Kanan (darah venous) – melalui Arteri • Thrombus = suram, ada perlekatan (melekat erat) dengan
Pulmonalis – Paru-paru. endotel, warna kelabu dan merah (pola belang) dan
11. Istilah untuk linfoglandula yang meradang: konsistensi rapuh.
• Limfadenitis. 32. Beda transudat dengan eksudat:
12. Peradangan pada buluh limfe disebut: • Transudat = tidak ada infeksi, berisi plasma,
• Limfangitis. Kandungan protein (encer), penyebab (kongesti = biru).
13. Istilah untuk peradangan paru-paru disebut: • Eksudat = ada infeksi, berisi sel radang,
• Pneumonia. kandungan protein (pekat), penyebeb(inflamasi = merah).
14. Istilah untuk peradangan pada limpa disebut: 33. Radang kronis didominasi oleh sel radang tipe:
• Spleenitis. • Limfosit
15. Antrakosis disebabkan oleh akumulasi … dalam jaringan. NB: - Limfosit = radang kronis, tp dlm keadaan tertentu
dpt mengitari
• Karbon.
radang akut.
• PA = titik hitam pada paru-paru dan glandula.
- Neutrophil = radang akut.
i. Kalau parah → fibrosis.
- Eosinofil = radang kronis, tp bila randang oleh
16. Pada nekropsi abdomen anjing, organ yang pertama kali diambil
parasit(helminth &
adalah:
arthropoda) jadi sel radang
• Limpa.
akut (reaksi Hipersensitifitas)
17. Pada pemeriksaan hati, menunjukkan hati tumpul dan berwarna
→ imun ber(+).
putih, disebut:
- Makrofag = akut dan kronis.
• Sirosis.
- Sel Plasma(Limfosit B) = Kronis → Ig or Ab
18. Limfoglandula yang wajib diperiksa pada saat akan dinekropsi
(antibody).
adalah:
34. Infeksi oleh virus didominasi oleh sel radang:
• Lg. Suprascapularis.
• Limfosit → Limfositik (eksudat).
19. Tanda-tanda pembengkakan pada hati adalah:
NB: - Neutrofil = Bakteri Pyogenic
• Tepi tumpul, capsula tegang, sayatan tidak kembali. (Purrulenta/Suppuratif)
20. Urutan pemeriksaan patologi yaitu: (Nekropsi) - Basofil (mast cell) = randang akut; jaringan ikat
• Inspeksi – palpasi – insisi. (heparin & histamine);
21. Cretfeld-Jacob Disease disebabkan oleh akumulasi: antigen nematode.
• Timbal/Lead = Pb. 35. Infeksi oleh cacing (nematode) didominasi oleh sel radang:
22. Tujuan pengikatan usus dan lambung pada saat nekropsi adalah • Basofil
untuk: NB: - Bakteri : Monosit + Makrofag.
• Mencegah pengeluaran isi usus dan lambung. - Parasit : Eosinofil + Makrofag + Giant cells.
23. Agen ineksius penyebab Johne Disease (para TBC) yaitu: - Kapang, khamir, benda asing : Makrofag + Neutrofil
• Mycobacterium paratuberculosum. + Giant cells.
24. Faktor umum penyebab Myopati (White Muscle Disease) pada kuda 36. Uji negative rongga dada bertujuan untuk:
adalah: • Melihat adanya cairan dalam rongga dada.
• Difesiensi vitamin E dan atau selenium (Se). • Melihat adanya rupture diafragma.
37. Apabila ada kuda kholik dan terlihat adanya sisa rumput dan cairan 14. Pemeriksaan semen yang masih layak untuk proses selanjutnya:
keruh pada rongga perut karena: (factor terpenting)
• Rupture lambung. • Pergerakan masa.
38. Kucing mati terlihat ususnya kecil, hati dan jantung masuk kerongga • Motilitas.
dada. Maka kucing tersebut mengalami: • Konsentrasi sperma.
• Ruptura diafragmatica. 15. Sudah waktunya lahir tapi tidak mampu merejan disebut:
39. Nama lain dari Panleukoenia: (leukosit↓). • Inertia uteri/ atoni uteri.
• Agranulositosis. NB: - Sering pada anjing
• Parvovirus. - Kadang pada sapi
• Distemper. - Kausa: primer (…)
• Wabah Kucing. Sekunder (…,infeksi uteri)
• Muntaber. 16. Pada kejadian diatas maka harus dilakukan:
40. Peradangan pada konjungtiva dan kornea yang disebabkan agen • Traksi = penarikan keluar fetus secara paksa.
infeksius disebut: NB: syarat = Posisi fetus searah jalan kelahiran.
• Kerato-konjungtivitis. Cairan amnion → bisa ditambah(+)
41. Radang pada kelopak mata: air tajin, minyak.
• Blepharitis. Diameter fetus = diameter jalan
NB: - Konjungtivitis = konjungtiva. keluar.
- Keratitis = kornea Seirama dengan kontraksi uterus.
42. Terisapnya cairan dari lambung ke paru-paru disebut: 17. Urutan dari peradangan uterus, oviduct dan vagina:
• Aspirasipulmonum / Slikpneumoni. • Endometritis (uterus).
43. Masuknya bagian usus depan kebagian belakang usus: • Salphingitis (oviduct).
• Invaginasio. • Vaginitis (vagina).
44. Gejala klinis aspergilosis: NB: - Balaelitis = peradangan pada
• Granuloma paru-paru. preputium.
- Balanopostitis = radang gland penis.
REPRODUKSI 18. Pengamatan kebuntingan hanya berdasarkan catatan disebut:
• Non Return Rate (NRR).
1. Satu siklus birahi adalah: 19. Berikut adalah bukan tempat penyeleksian spermatozoa kecuali:
• Kembalinya fase estrus sapi kepada estrus • Uteri tuba-junction.
selanjutnya. 20.
NB: siklus seksual (21-22 hari) =jarak antara 21. Hewan dengan testis tidak bisa turun disebut:
satu siklus estrus dengan estrus • Cryptorchid.
berikutnya. • Monorchid (sebelah/salah satu testis).
2. Urutan fase estrus pada anjing: 22. Pernyataan yang benar tentang tipe penis sapi adalah:
• Estrus – diestrus – proestrus – anestrus. • Sapi = fibroelastis.
3. Urutan saluran reproduksi yang benar dari terluar kedalam: • Kuda = cavernosus.
• Vulva – Vagina – Cervic – Corpus – Cornua – Ampula 23. Posisi normal fetus sebelum melahirkan adalah:
– Isthmus – Infundibulum. • Anterior dorsosakral, kaki depan mengarah ke
4. Satu kali estrus pada sapi mengalami gelombang folikel sebanyak: lubang kelahiran.
• 2-3 kali. NB: - perbandingan sumbu memanjang induk
5. Ciri-ciri sapi betina estrus: // anak.
• 3 A (Abang, Abuh, Anget) or (Benkak, Merah, - Situs = kedudukan tulang punggung
Hangat). fetus (T) pelvis induk.
• Diam dinaiki. Situs longitudinal anterior dan
• Keluar lendir. pasisi dorsoventral.
6. Terdengar suar krepitasi pada palpasi perektal tanda adanya: 24. Tipe plasenta:
• Maserasi fetus : fetus, plasenta tiabsorbsi, sehingga • Ruminansia = Cotiledonaria → karunkula =
tinggal tulang → bersifat septis. induk ; kotiledon = anak.
7. Pemeriksaan menggunakan hemocytometer dilakukan untuk: • Carnivora = Zonaria.
• Konsentrasi sperma. • Kuda = Difusa.
8. Penrnyataan yang benar tentang penggunaan vagina buatan adalah: • Primata = Diskoidal.
• Jeli dioleskan dengan pengukur suhu. • Multiplex = Sapi
• Suhu vagina buatan 40-45oC (42-44oC). • Complex = …….
• Bila ejakulasi memegang pangkal penis. 25. Berat optimal sapi perah FH yang dapat dijadikan bibit pejantan
9. Pemeriksaan yang hanya dapat dirasakan dengan palpasi perektal: adalah:
• Umur kebuntingan. • >40 Kg.
• Gangguan reproduksi. 26. Yang diperhitungkan dalam peternakan sapi perah adalah:
10. Penis tidak dapat keluar karena preputium menutup disebut: • S/C < 1,8
• Phimosis. • Days open 90 hari, 60-80%.
11. Milk Fever disebabkan oleh: 27. Pada saat partus ada tanda hipokalsemia, maka yang tidak boleh
• Hipocalsemia. dilakukan adalah:
• Sebelum – saat – dan sesudah partus. • Memerah susu.
12. Grass Tentany disebabkan oleh: 28. Preparat yang biasa digunakan untuk sikronisasi birahi:
• Hipomagnesemia. • PGF2α (Prostaglandin F2α).
• Setelah partus. 29. Hewan estrus berulang kali lebih cepat sehingga tidak bisa dibuahi
13. Terapi penyakit Impotensia Coendi adalah dengan: disebut:
• Elektroejakulator tanpa betina. • Anovulatoric → cistik folikel.
NB: - Coendi = Libido↓, sperma bagus, 30. Kejadian estrus terus menerus disebut:
tidak mampu menaiki betina. • Nympomania.
- Eregendi = Libido↑, tidak bisa ereksi. 31. Kejadian diatas (Nympomania) akibat pengaruh hormone:
- Generandi = sperma steril. • Estrogen terlalu tinggi.
32. Keluar lendir keruh dari vagina, kalau dipalpasi akan ditemukan:
• CLP (Corpus Luteum Persisten).
33. Pada umur kebuntingan 5-6 bulan akan terasa … apabila di palpasi 3. Yang tidak boleh diberikan secara intra muscular (IM) adalah:
pererktal. • Vit. C & B1
• Fremitus (arteri uterine) – lunak. 4. Obat yang tidak bisa diberikan secara sub cutaneous adalah:
34. Pada umur kebuntingan 2-3 bulan yang terasa pada palpasi perektal • vitC(oral/iv) dan B complex
adalah: 5.
• Asimetris cornua uteri, terasa A. uterine. 6. Obat yang tidak boleh diberikan pad kucing:
35. Umur Kebuntingan: • Parasetamol.
• Anjing : 56-63 hari. • Aspirin.
• Kucing : 60-75 hari. Kecuali : rontgen.
• Domba : 5 bulan. 7. Proses pengolahan film meliputi:
• Sapi : 9 bulan 10 hari. • Developing (pengembang = mengubah ion perak
36. Penyebab penyakit White Muscle Disease adalah: bromide dalam kristal menjadi logam perak hitam =
• Difesiensi vitamin E dan selenium (Se). 5 menit).
37. Dibawah ini pernyataan yang benar : • Rinsing.
• “ volume semen IB pada sapi <babi”. • Fixing.
38. Dosis IB semen cair pada sapi: • Washing.
• 10-15 juta sperma/0,5 cc • Drying.
NB: - pada domba = 25-30 juta sperma/0,5 cc 8. Alat bantu untuk menjatuhkan sapi disebut:
(semen cair). • Coxer.
- pada sapi = 25-30 juta sperma/1 cc 9. Balutan luka bakar pada dada menggunakan balutan:
(semen beku). • Dry-wet.
39. Cystic ovary yang bersifat patologis adalah: 10. Dalam keadaan tertentu jika jantung berhenti tiba-tiba maka diberi:
• Cystic folikel. • Epineprin
40. Predisposisi paresis purpureus: NB: - adrenalin
• Badan besar, susu tinggi, pakan bagus. - pump
41. Pada kasus sterility ovary yang dapat diraba pada ovarium: - corticosteroid.
• Ovarium kecil, konsistensi keras. 11. Pernafasan pada ruminansia:
42. Gejala yang nyata pada ovarium karena pakan yang kurang baik • Abdominal.
adalah: NB: - Kuda : Costoabdominal.
• Hypofungsi ovary. - carnivore : Costal.
43. Irigasi penanganan pyometra sebaiknya mengunakan: 12. Keadaan yang tidak mempengaruhi system imun:
• Rivanol atau KMNO4 • Posisi & Rontgen.
44. Agen penyakit yang merupakan venereal disease adalah 13. Pada saat auskultasi suara pernafasan yang terdengar adalah:
• Tritricomonas foetus. • Inspirasi lebih keras dari pada ekspirasi.
NB: Venereal = Ditularkan melalui alat kelamin. 14. Batuk yang disertai dengan keluarnya darah disebut:
45. Terapi untuk cystic folikel adalah: • Hemoptysis.
• Chorulon (LH) 15. Alat bantu pembiusan yang digunakan pada pasien gagal ginjal
NB: - Cystic folikel = cause defisiensi LH adalah:
46. Terapi untuk cystic luteal adalah: • Endotracheal tube.
• Prosolvin (PGF2α) 16. Kesultian bernafas kecuali pada posisi tertentu, ketika siku
NB: LH kurang efektif karena tebalnya dinding cystic. abduksi(dijauhkan) dan kepala dijulurkan:
47. Ovary dengan kelainan hipofungsi dapat diberikan preparat • Respirasi disstres.
hormone: NB: pada kasus Bronchopneumonia atau Oedema
• Foligon, Ovalumon, & Potahormon Pulmonum.
NB: - Foligon (FSH). 17. Pernafasan cepat tapi amplitudonya tidak panjang disebut:
- Ovalumon (Estrogen). • Hiperpnoe (kepanasan).
- Potahormon (Progesteron). NB: - Dispnoe = gagal nafas/ sesak nafas.
- Hipofungsi ovary tidak boleh diberi - oligopnoe = banyak nafas tp
PGF2α karena tidak ada CL berkembang. nggak beraturan.
- Estrogen tidak bisa digunakan karena 18. Pengambilan darah pada kucing di lakukan dari:
tidak ada folikel berkembang. • V. Cephalica antibrachii dorsalis.
- Hipofungsi : defisiensi pakan dan • V. Saphena magna.
penanganan menajemen. NB: - Sapi & Kuda = V. Jugularis.
48. Embrio mati dan hancur tetapi plasenta tetap disebut: - Babi & Kelinci = V. Auricularis.
• Mola. 19. “Animal Restrain” selain untuk pengurungan juga untuk immobilisasi,
NB: Mumufikasi = fetus mati, plasenta yaitu:
tetap.tumbuh, fetus di reabsorbsi. • Menghilangkan aktivitas muscular.
1/3 akhir kebuntingan. – Sapi = Halotan.
49. Obat untuk hipokalsemia adalah: – Kambing = Xylazin.
• Kalsium Borogluconat 20%, Intravena (IV). – Anjing & kucing = Ketamin-
50. Suatu keadaan ovarium yang pipih, keras dan kecil sekali disebut: diazepham / Ketamin-Asepromazin.
• Hypoplasia ovary. 20. Urutan pemeriksaan yang benar adalah:
51. Otot yang menyelubungi testis: • Anamnase – Signalement – Status Present.
• M. Cremaster 21. Urutan pemeriksaan klinis yang benar adalah:
• Tunika dartos. • Anamnase – Signalement – Inspeksi – Palapasi –
52. Pernyataan yang benar tentang saluran reproduksi ayam: Auskultasi – Uji Klinis.
• Ovary 1 (kiri) → kanan rudimenter. 22. Urutan operasi yang benar adalah:
• Masker – Topi – Cuci Tangan – Handuk – Baju
KLINIK Operasi – Sarung Tangan.
23. Persiapan operasi:
1. Fungsi atropine dalam operasi adalah: • Pemeriksaan umum – pembiusan – cukur bulu –
• Anastesi premedikasi (supaya tidak muntah). alcohol – iodium tincture.
NB: - Ketamin = muntah dan hipersalivasi. 24. Deteksi rontgen pada film (radiographic density)
- kloroform = hipersalivasi. • Mineral – tulang – cairan – udara/gas.
2. Ivermectin tidak boleh diberikan pada anjing: • Radiophage (Putih) →→→→→ Radiolucens (Hitam).
• Bangsa Colly.
NB: - Radiolucens = mudah ditembus - Vikril 2/0 = kulit.
X-ray. 45. Jarum suntik untuk mengambil darah anjing:
- Radiophage = susah ditembus • 22-23
X-ray. NB: - Sapi : 18-20
25. X-ray rongga dada pada anjing Doberman dengan posisi yang benar 46. Jarum untuk SC infuse:
adalah: • 22-23
• Dorsoventral. 47. Membius dengan handle heid syringe lebih mudah dilakukan apabila
NB: Ventrodorsal = abdomen, coxae, hernia ukuran jarum:
diafragmatika. • Besar & Pendek.
26. X-ray rongga dada dialakukan pada saat respirasi: 48. Mastitis pada mammae anjing pasangan ke-3 maka operasi
• Inspirasi. pengambilan mamae sebaiknya dilakukan pada mamae:
NB: kalau ekspirasi → mengurangi densitas paru- • Pasangan 1, 2, 3.
paru, masa udara↓. NB: - Pasangan 1, 2, 3 →ln.axillaris
27. X-ray rongga perut sebaiknya menggunakan posisi: - Pasangan 4, 5 →ln.
• Vebtrodorsal & Recombency. 49. Pincang gerak pada kuda terjadi apabila sumber penyakit terjadi
28. Teknik X-ray pada duktus salivary: pada kaki kuda bagian:
• Cyalografi. • 1/3 atas = pincang gerak.
• Bahan kontras = propel iodine. NB: - 1/3 bawah = pincang tumpu.
29. Bahan kontras untuk lambung, bahan kontras tambahannya: - Pertangahan kaki = pincang campuran.
• (+)Barium sulfat, iodine. 50. Untuk mendiagnosa adanya microfilaria pada anjing sebaiknya
• (-)NO2, CO2, udara. pengambilan darah dilakukan pada:
30. Anjing yang kepanasan sebaiknya diberikan • Malam hari.
• Air dingin. 51. Penyebab miasis pada kuda:
31. Akibat pemberian bahan kontras IVP (Intravenous Pyelografi) pada • Larva Chrysomya benzziana.
kasus penyakit diginjal: 52. Penyakit dibawah ini yang termasuk penyakit infeksius adalah:
• Vomitus. • Mastitis sub-klinis.
• Anapilaksis. 53. Suara krepitasi pada palpasi dapat ditemukan pada kasus:
• Hipotensi. • Fisura.
32. Efek samping pada Myelografi (medulla spinalis) adalah: NB: Fisura → beban = elastis
• Vomitus. 54. Kerusakan tulang yang disebabkan karena melebihi beban elastisnya
• Nausea. disebut:
• Seizure. • Fraktura.
33. Posisi rontgen untuk melihat ginjal pada abdomen adalah: 55. Saluran abnormal yang terbentuk karena kondisi patologis:
• Ventrodorsal. • Fistula.
34. Motilitas organ dapat dilihat dengan teknik: 56. Pengertian ulkus:
• Flouroscopy. • Batas luka jelas dan bersifat purulenta.
NB: _Enemas = membersihkan saluran 57. Ada suatu peradangan atau suatu yang tidak beres pada Vesicca
pencernaan dengan Urinaria maka yang dikeluarkan adalah:
memsukkan/meminum air sebanyak • Hb. (Haemoglobulinuria).
mungkin supaya mandapatkan hasil • Sel darah merah (Hematuria).
maksimal. • Sel radang.
_double contras = melihat mukosa. 58. Vaksinasi rabies pada kucing dimulai pada umur:
• 3 bulan
35. Sebaiknya pemeriksaan Rontgen pada traktus gastrointestinal NB: pada anjing = 2 bulan.
dengan bahan kontras dilakukan terlebih dahulu: 59. Fungsi KOH pada pemeriksaan ektoparasit adalah:
• Enemas. • Melisiskan jaringan yang ikut terbawa.
36. Efek biologis pada rontgen diukur pada: 60. Infus untuk kasus:
• REM = hasil satuan biologis • Diare = Ringer laktat.
NB: RAD = satuannya. • Muntaber =
37. Gambaran USG pada udara memberikan warna: • Hyperthermis = Glukosa 5%.
• Putih. 61. Dehidrasi ditandai dengan:
NB: - Hiperschoic = semakin kuat echoic = • PCV ↑
putih • Protein ↑
Tulang & Udara → menghambat laju 62. Urine kuda normal keruh dan kental karena:
gelombang suara. • Mengandung mucus dan Kristal bicarbonate.
- Hipoechoic = abu-abu. 63. Proteinuria ditemukan pada kasus:
38. Penyuntikan Obat intravena pada sapi dilakukan melalui: • Hyperadrenocortisme.
• V. Jugularis. 64. Mekanisme EDTA: (mengikat Cu darah)
39. Penyuntikan Intravena (IV) pada anjing dan kucing: • Mengikat kalsium.
• Lateral Saphena or Medial Saphena. NB: - Potasium EDTA.
40. Penyakit pada anak Kucing umur 3 bulan yang bukan turunan dari - Sodium EDTA.
uterus induknya disebabkan oleh: - Heparin (tidak mengikat kalsium tapi
• … bekerja dengan mengikat-
41. BB sapi 30 Kg, 10% obat dengan dosis 10 mg/Kg BB. Berapa dosis antitrombin III & tromboplastin).
yang diberikan:
• KESMAVET

• 1. Pemalsuan susu dangan campuran air dapat diketahui dengan:


• Uji BJ.
42. Laparotomi medianus: 2. Uji kesegaran susu:
• Linea alba (sayatan dilakukan). • Uji didih.
43. Ukuran cat gut pada anjing dan kucing: • Uji alcohol.
• 3/0 • pH.
44. Ukuran cat gut untuk operasi Caesar pada kucing 3. pH daging tidak pernah lebih kecil dari 5,1 karena:
• Vikril 4/0. • Enzim-enzim glikolisis menjadi tidak aktif pada pH
NB: - Vikril 3/0 = anjing. dibawah 5,1).
4. Alat pengukur BJ susu disebut: • Rhypichepalus sanguineus.
• Laktodensimeter. NB: - psoroptes = pada kambing.
5. Alat pengukur lemak susu: 9. Penggunaan Formalin dapat mengakibatkan:
• Butirometer. • Mengawetkan telur.
6. Komponen susu yang menyerap bau adalah: • Efek negative →…
• Lemak susu. 10. Formalin sebagai pengawet cacing tidak dapat diguakan pada cacing:
7. Contoh uji mastitis Langsung adalah: • Strongyloid.
• Metode Breed. 11. Pada kucing, caplak C.Felis dapat menjadi fektor:
• Coulter Counter. • D. Caninum.
• Fossomatik. 12. CFT adalah:
• Texture Analisis System (TAS). • Complement Fixation Test.
8. Contoh uji mastitis tidak langsung adalah: 13. Metode untuk pengujian Rabies:
• California Mastitis Test (CMT). • SNT.
• Aulendorfer Mastitis Probe (AMP). 14. Uji aglutinasi cepat berfungsi untuk:
• Whiteside Test (WST). • Mengetahui pertumbuhan virus.
• IPM Mastitis Test. 15. Uji RBT (Rose Bengal Test) adalah:
9. Uji pembusukan daging: • Uji Brucellosis → terdapat butiran pasir (+).
• Eber. 16. Pewarnaan untuk Kapsel Cryptococcus neoformans adalah:
• Postma. • Gram negative.
• H2S. • Tinta india.
10. Uji kesempurnaan pengeluaran darah: • Tinta china.
• Malachit Green. 17. Pewarnaan yang dilakukan pada Cepticemia epizootica.
11. Prinsip AGPT adalah: • Pewarnaan gram.
• Ag-Ab homolog. NB: Sepsis → bakteri di dalamnya.
• Ag-Ab soluble. 18. Pewarnaan Gram:
12. Apa yang dimaksud daging adalah: • Ungu (+).
• Semua bagian hewan yangdi sembelih yang aman • Merah (-).
dan layak untuk dikomsumsi manusia. 19. Suatu bakteri di mikroskop, terlihat berbentuk: batang, soliter,
13. Larutan dalam pemeriksaan daging: berwarna ungu, spora sebesar selnya, berasal darijenis bakteri:
• Buffer Tepton Water 0,1% (BPW 0,1%). • Baccillus.
14. Milk Ring Test (MRT) adalah: 20. Fiksasi pewarnaan giemsa menggunakan:
• Uji keberadaan antibody dalam susu. • Methanol.
15. Yoghurt adalah susu fermentasi dari … 21. Kita mengambil parasit dari kulit dengan cara:
• Lactobaccillus cassei. • Isolative.
16. Bakteri yang menjadi pencemar makanan adalah: • Dikerok.
• Salmonella. • Biopsy.
• Clostridium. 22. Sampel terbaik untuk diagnose anthrax:
17. Penyakit yang tidak termasuk penyakit zoonosis adalah: • Darah dari verna perifer.
• Parvoviral disease. 23. Perbedaan uji HA dan HI
• Sporhotrichosis. • HA = terjadi penggumpalan RBC, Identifikasi jenis
18. Penangan yang benar tentang mastitis subklinis adalah: virus, mentitrasi virus.
• Diperah sampai habis/hari. • HI = tidak terjadi penggumpalan, Identifikasi jenis
antigen, mengetahui jenis antibody dan titernya.
DIAGNOSTIC, PARASIT dan MIKROBIOLOGI 24. Uji serologis:
• SNT
1. Metode apung tidak cocok digunakan untuk cacing: • ELISA
• Trematoda (cause = BJ_nya > BJ air = tenggelam) • FAT
→So→ trematoda cocoknya dengan uji sedimen. • HI
NB : - Seistosoma → NaCl Fisiologis (cause : NB: kecuali HA = buakn uji serologis.
pakai air → menetas) 25. Perbedaan kapang dan khamir:
- Nematoda & Cestoda → Uji apung. • Kapang = bersel ganda, berfilamen panjang.
2. Pemeriksaan ulas darah digunakan untuk: • Khamir = bersel tunggal, tidak berfilamen.
• Babesia. 26. Kapang bersifat:
• Anaplasma. • Aerobic fakultatif/obligat.
• Hemobartonella. 27. Khamir bersifat:
• Plasmodium Leucocytozoon. • Anaerobic fakultatif/obligat.
3. Terapi parasit darah: 28. Enteritis hemoragika pada sekum ayam diakibatkan oleh infestasi
• Cleandamycin. parasit genus:
• Dosisiklin. • Eimeria = koksidiosis.
• Imidocain. 29. Pemeriksaan Mikal:
4. Parasit yang menjadi kendala pada peternakan sapi perah: • Uji Swap.
• Cacing pada intestine. 30. Gejala ekstramedulari hemopoiesis terdapat pada penyakit:
• Stomoxys calcitrans. • Ascariasis.
5. Pada burung merpati yang mengalami demam akibat: • Cascado.
• Haemoproteus columbiae. 31. Virus yang mengaglutinasi darah:
NB: - Tenella : pada ayam. • ND (Newcastell Disease)
- leucocytozoon : unggas. • AI (Avian Influnza).
6. Kutu dewasa pada anjing dan kucing lebih menyukai bertempat • IBD (Infeksius Bronchitis).
tinggal: 32. Hemolisin terbagi :
• Pada tubuh induk semang. • Hemolisin alfa (α) = H. Sebagian.
7. Infeksi parasit yang menyebabkan kerugian ekonomi pada unggas: • Hemolisin Beta (β) = H. Sempurna.
• Coccydiosis (ayam). • Hemolisin gamma (γ) = Tidak terjadi Hemolisa.
NB: Babesiosis (sapi). 33. Pengawetan jaringan pada pemeriksaan mikrobiologi adalah
8. Parasit pada anjing: menggunakan:
• Demodex canis. • Media transport.