Anda di halaman 1dari 2

Madura dikenal karena ke khasannya baik dari gaya bicaranya yang blak-

blakan, religiusitas masyarakatnya, rumah adat tanean lanjhang, kerapan sapi sampai
pada budaya caroknya. Madura mempunyai keunikan tersendiri dan berbeda
dengan daerah jawa pada umumnya. Inilah yang menjadikan Madura mempunyai
daya tarik yang begitu eksotis bagi orang-orang luar untuk mengunjunginya. Bahkan
akhir-akhir ini muncul istilah Hiden Paradise untuk menggambarkan pulau Madura
saat ini, karena beragam potensi wisata yang dimilikinya mulai dari wisata sejarah,
wisata alam, wisata kuliner wisata budaya serta wisata religinya yang tersebar di 4
(empat) daerah yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Hal ini harus
dikembangkan dengan pengelolaan yang benar dan didukung oleh semua
perangkat yang ada dengan tidak menghilangkan hal baik yang sudah menjadi ciri
khasnya yaitu aspek religiusitasitas masyarakat Madura yang memegang kuat ajaran
Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan berbagai potensi yang ada ini maka
pembangunan pariwisata syariah di Madura sangat cocok untuk dikembangkan lebih
lanjut. Dimana dalam pariwisata syariah di Madura ini nantinya memadukan aspek
duniawi dan ukhrowinya.

Industri Pariwisata saat ini menjadi primadona bagi masyarakat Madura pada
umumnya, begitu banyaknya spot wisata menarik bermunculan. Memang terbukti
bahwa industri pariwisata menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi
khususnya di Jawa Timur pada tahun 2016 sebesar 5,37 %. Sedangkan pariwisata

1. Peningkatan pengembangan destinasi pariwisata melalui perluasan


pengembangan objek wisata alam dan buatan;

2. Peningkatan cakupan substansi pameran produk pariwisata di pasar domestik


dan internasional;

3. Peningkatan fasilitasi sarana dan prasarana penunjang destinasi pariwisata;

4. Penguatan kemitraan pemangku kepentingan kepariwisataan, perhotelan,


restoran dan transportasi (maskapai, pelaku penyedia jasa pelayaran, penyedia
jasa transportasi darat) untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan lama hari
berkunjung wisatawan nusantara serta wisatawan asing;

5. Pengembangan pembangunan pariwisata yang terintegrasi dengan


penanggulangan kemiskinan yang memberikan sumber penghasilan kolektif
bagi komunitas masyarakat;

6. Peningkatan fasilitasi kemitraan UMKM dan koperasi lokal dengan usaha


pariwisata berskala besar;
7. Peningkatan penyelenggaraan fasilitasi seni budaya lokal pada event Nasional
dan Internasional