Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM FARMASETIKA DASAR

PERTEMUAN SEDIAAN

“ LARUTAN “

Disusun Oleh :

Nama : Fadilla mubakkira s.nao


NIM : 1911102415020

LABORATORIUM TEKNOLOGI FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

KALIMANTAN TIMUR

2019/2020

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 JUDUL

Perhitungan Dan Pembuatan Sediaan Larutan

1.2 TUJUAN

1) Mahasiswa mampu membaca dan memahami resep.


2) Mahasiswa mampu menghitung dosis dalam resep dengan benar.
3) Mahasiswa mampu membuat sediaan obat dengan baik dan benar sesuai
dengan resep yang diberikan.
4) Mahasiswa mampu menulis etiket ( Pemakaian dalam/luar ) dengan benar.
5) Mahasiswa mampu membuat salinan resep dan memberikan informasi obat
dalam resep dengan baik dan benar.

2
BAB II

DASAR TEORI

 Larutan

Larutan merupakan campuran homogen antar dua atau lebih zat berbeda jenis. Ada
dua komponen utama pembentukan larutan, yaitu zat terlarut (solution), dan pelarut
(solvent). ( Syamsuni, 2006 )

Fase larutan dapat berupa fase gas, cair, atau fase padat bergantung pada sifat kedua
komponen pembentuka larutan. Apabila fase larutan dan fase zat-zat pembentukannya
sama, zat yang berada dalam jumlah terbanyak umumnya disebut pelarut sedangkan
zat lainnya sebagai zat terlarutnya. Faktor utama dalam pemilihan obat bentuk sediaan
cair khususnya larutan yaitu lebih mudah ditelan dibandingkan dengan bentuk sediaan
tablet dan kapsul. Penggunaan obat dalam bentuk sediaan cair sangat dibutuhkan oleh
masyarakat terutama bagi bayi, anak-anak, dan orang tua yang sulit mengkonsumsi
obat dalam bentuk padatan. Larutan juga memberikan efek yang lebih cepat karena
sudah berada didalam bentuk larutan. Untuk pemakaian luar, larutan lebih mudah
digunakan. Namun ada beberapa obat yang tidak stabil atau mudah rusak bila dibuat
dalam larutan, sehingga harus selalu dibuat baru bila akan digunakan. (Anonim,
2011).

Sediaan obat berbentuk larutan atau dalam farmasetika disebut sediaan cair
misalnya sirup, spirit, eliksir, air aromatik, tingtur, infusa, dll. Selain itu larutan
sebagai obat luar misalnya losio dan larutan otik. Sediaan berbentuk larutan
merupakan campuran homogen dimana zat aktifnya terdistribusi secara merata
sehingga dosis dapat diberikan dengan tepat. ( Arief,Moh. 1987)

Jenis larutan :

a) Larutan encer : Larutan yang mengandung sejumlah kecil zat A yang terlarut.

3
b) Larutan jenuh : Larutan yang mengandung jumlah maksimum zat A yang dapat
larut dalam air pada tekanan dan temperatur tertentu.
c) Larutan lewat jenuh : Larutan yang mengandung jumlah zat A yang terlarut
melebihi batas kelarutannya didalam air pada temperatur
tertentu. ( Anonim, 2011 )

 Linement
Obat Linimentum adalah Sediaan obat cair atau kental yang mengandung
analgetikum ( Penghilang Nyeri ) dan zat yang memiliki rubifasien ( Zat yang dapat
merangsang kulit ), melemaskan otot, dan menghangatkan. Obat Linimentum
digunakan untuk pemakaian luar digunakan dengan dioleskan pada bagian kulit atau
otot tujuan. Obat Linimentum memiliki keunggulan yaitu bahan obat padanya lebih
cepat di resorbsi dan baik digunakan untuk kulit yang mulus. Sifat obat liniment :

1. Hanya digunakan pada kulit yang utuh tidak pada kulit luka
2. Terdapat obat dengan pelarut minyak dan pelarutnya alkohol atau hidroalkohol
3. Digunakan dengan cara digosokkan atau dioleskan pada permukan kulit.
(Anonim, 2013)

Cara pembuatan sediaan liniment, antara lain :


1. Mencampurkan seperti pada pembuatan salep
Contoh : Linimen Gondopuro
2. Dengan penyabunan ( terjadi penyabunan )
Contoh : Linimen Amonia
3. Terbentuk dari emulsi
Contoh : Peruvianum Emulsi I
Peruvianum Emulsi II

Adapun keuntungan liniment adalah :


a) Zat yang ditambahkan padanya diresorbsi lebih cepat
b) Mudah di cuci
c) Sangat baik untuk pemakaian pada kulit yang lembut (Anonim,2013)

4
 Effervesent

Potio effervescent adalah saturation dengan gas CO2 yang melewati jenuh.
Pembuatan Potio Effervescent:
1. Bagian komponen basa dilarutkan dalam dua per tiga bagian air yang tersedia,
misalnya NaHCO3 digerus tuang kemudian dimasukkan ke dalam botol.
2. Komponen asam dilarutkan dalam sepertiga bagian air yang tersedia.
Seluruh bagian asam dimasukkan ke dalam botol yang sudah terisi bagian basanya
dangan hati-hati, segera tutup sampagne knop.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk sediaan satiratio dan potio effervescent:
1. Diberikan dalam botol yang tahan tekanan, berisi kira-ira 9/10 bagian dan
tutup kedap dengan tutup gabus atau karet yang rapat. Kemudian di ikat
dengan sampagne knop.
2. Tidk boleh mengandung bahan obat yang tidak larut, karena tidak boleh
dikocok. Pengocokan menyebabkan botol pecah, karena berisi gas dalam
jumlah bear yang menyebabkan tekanan. (Syamsuni,2006).

5
BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

 RESEP 1

3.1 RESEP

Dr. Ishak Keterangan


SIP : 23/V/DS/1995
JL. Kahoi 01 samarinda Resep :

Samarinda, feb 2018


CITO !!! CITO = Segera
R/ = Recipe = Ambillah
R/ OBH 120
Adde M.f = Miscefac = Campur dan buatlah
CTM 0,05 Potio = Minuman

M. f. Potio S = Signa = Tandai


S.3.d.d.cth I 3.d.d = 3indie = 3x sehari

Pro : Lisa ( 8 thn ) Cth I = Cochlear thea = 1 sendok teh


Alamat : Jl. Kenanga 3 Pro = Untuk
samarinda
Adde = Tambahkan

3.2 RESEP STANDAR

Potio Nigra Contra Tussim (OBH) (Sec. FMS 1968 hal. 45)
R/ Succ.liquir 10
Ammon chlorid 6
S.A.S.A 6
Aq.dest 300
S.4-5 d.d.c

6
S.A.S.A (Sec. PH V hal. 327)
R/ Minyak adas manis 4
Spiritus 75
Amonia 20

3.3 KELENGKAPAN RESEP

Subcriptio : Tidak Ada

3.4 PENGGOLONGAN OBAT

CTM Keras

Succ.liquir Bebas

Ammon chlorid Bebas

S.A.S.A Bebas

3.5 URAIAN BAHAN


1. Succ.liquir (Sec. FI edisi III hal.276)
Sinonim : - Nama Resmi : SUCCUS LIQUIRITIAE
- Nama Lain-lain : - Sari Akar Manis
- Glycyrrhizae Succus
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Batang berbentuk silinder atau bongkohan besar, licin, agak mengkilap,
hitam coklat tua, atau serbuk berwarna coklat, bau lemah khas, rasa
manis khas

2. Ammon Chlorid (Sec. FI edisi III hal.87)


Sinonim : - Nama Resmi : AMMONII CHLORIDUM
- Nama Lain-lai : - Amonium Klorida
- Salmiak
Khasiat : Ekspektoran

7
Pemerian : Serbuk butir atau hablur, putih, tidak berbau, rasa asin dan dingin,
higroskopik
Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam gliserol P. lebih mudah larut dalam air
mendidih, agar sukar larut dalam etanol ( 95% ) P

3. S.A.S.A (Sec. PH V hal.327)


- Minyak adasmanis (FI edisi III hal.451)
Sinonim : - Nama Resmi : OLEUM ANISI
- Nama Lin-lain : Minyak Adasmanis
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan, tidak berwarna atau warna kuning pucat, bau menyerupai
buahnya, rasa manis dan aromatik, menghablur jika di dinginkan
Kelarutan : Larut dalam 3 bagian volume etanol (95%) P, larut menunjukkan
opalensensi tidak lebih kuat dari opalesensi yang terjadi jika 0,5 ml
perak nitrat 0,1 N ditambahkan pada campuran 0,5 ml natriun klorida
0,02 N dan 50 ml air.
- Spiritus (Sec. Ditjen POM III hal.706)
Sinonim : - Nama Resmi : METANOL
- Nama Lain-lain : Metanol
Khasiat : Pereaksi
Pemerian : Cairan tidak berwarna, gliserin, bau khas
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, membentuk cairan jernih tidak berwarna
- Amonia (Sec. FI edisi III hal.86)
Sinonim : - Nama Resni : AMMONIA
- Nama Lain-lain : Amonia
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, bau khas, menusuk kuat
Kelarutan : Mudah larut dalam air

4. Aq.dest (Sec. FI edisi III hal.96)


Sinonim : - Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
- Nama Lain-lain : Air Suling
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa

8
5. CTM (Sec. FI edisi III hal.153)
Sinonim : - Nama Resmi : CHLORPHENIRAMINI MALEAS
- Nama Lain-lain : Klorfeniramina Maleat
Khasiat : Anihistaminikum
Pemerian : Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa pahit
Kelarutan : Larut dalam 4 bagian air, dalam 10 bagian etanol (95%) P, dan dalam
bagian kloroform P sukar larut dalam eter P

3.6 PERHITUNGAN DOSIS

1. Ammon Chlorid = DM ( Sehari 8gram )


Dosis penyesuaian umur = 1×P : -
1×H : 8 × 40mg = 16mg
20

Dosis pemakaian = BJ : 1 g/ml


Kadar 1xP ammon : 6gr × 1gr/ml × 5ml = 0,1gr
300gr
1×P : 1 × 0,1gr = 0,1gr
1×H : 3 × 0,1gr = 0,3gr
DM % = 1×P : -
1×H : × 100% = 9,375 % 0,3 gr
3,2 gr
2. CTM = DM ( Sehari 40mg )
Dosis penyesuaian umur = 1×P : -
1×H : 8 × 40mg = 16 mg = 0,016 gr
20

Dosis pemakaian : BJ : 1 g/ml


Kadar 1×P CTM : 0,05gr × 1g/ml × 5ml = 0,002 gr
120gr
DM% = 1×P : -
0,006 gr 1×H : × 100% = 37,5%
0,016 gr

3.7 PENIMBANGAN BAHAN

9
1) Succ liquir = × 120gr = 4 gram 10 gr
300 gr
2) Air succ liquir = 4 ml
3) Ammon chlorid = × 120gr = 6 gr 2,4gr
300 gr
4) Air ammon = 2,4ml = 3ml
5) S.A.S.A = × 120gr = 2,4gr 6 gr
300 gr
6) Aq.dest = 120gr - ( 4gr + 4ml + 2,4gr + 3ml + 2,4gr )
= 120gr - 15,8gr
= 104,2gr = 105ml
7) CTM = 0,05gr

3.8 CARA KERJA


1. Siapkan alat dan bahan
2. Disetarakan timbangan
3. Botol sirup dikalibrasi
4. Timbang : Ukur :
- Succ.liquir = 4gr - Air Succ.liquir = 4ml
- Ammon chlorid = 2,4gr - Air Ammon = 3ml
- S.A.S.A = 2,4gr - Aq.dest = 105ml
- CTM = 0,05gr
5. Masukkan succ.liquir dan air succ.liquir ke dalam mortir, kemudian gerus hingga
larut, lalu gerus tuang dengan sebagian Aq.dest kedalam botol
6. Masukkan ammon dan air ammon ke dalam beaker glass, kemudian larutkan,
setelah itu tambahkan S.A.S.A, kemudian larutkan
KOCOK
DAHULU 7. Masukkan campuran ammon yang telah larut kedalam botol
8. Masukkan CTM ke dalam mortir, kemudian gerus sampai halus. Tambhkan
sebagian Aq.dest, kemudian gerus tuang ke botol
9. Masukkan sisa Aq.dest ke dalam botol sampai botol kalibrasi
10. Beri etiket putih dan label koocok dahulu
11. Masukkan kedalam plastik klip
12. Serahkan kepada pasien beserta K

3.9 PENANDAAN

10
APOTEK UMKT
Apoteker : fadilla S.Farm.APT
SIA : 1681/II/DINKES/2019
Jl. Juanda No. 15 APOTEK UMKT
SAMARINDA Jl. Juanda No. 15
Tlp : 082195252162
No : 01 Tgl: 7 januari 2020 Apoteker : fadilla mubakkira S.Farm.APT
SIPA : 1681/II/DINKES/2019
Nama: Lisa ( 8thn )
SALINAN RESEP
Batuk berdahak dan Alergi Dari dokter : Dr.Ishak Tgl penulisan : 7
3 x sehari 1 Sendok bubur /teh /makan jan 2020
Sebelum/Sesudah makan Tgl pembuatan: 7jan 2020 No. Resep : 01
Nama pasien : Lisa Umur Pasien : 8
thn
Iter : 2x
R

OBH 120

Adde

CTM 0,05

3.10 KIE
M.f Potio
Nama Pasien : Lisa ( 8 thn )
S.3.d.d cth I
Alamat Pasien : Jl. Kenanga 3
det 60ml
Indikasi : Batuk berdahak
dan Alergi
Efek Samping : Menyebabkan
rasa kantuk
Aturan Pemakaian : Diminum 3
x sehari 1 sendok teh sesudah
P.C.C
makan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Dr. Cecep
SIP : 123/DU/01/VII/2005 dan terlindung dari cahaya
Jl. Biawan 12 samarinda
 RESEP 2
Samarinda, feb 2018
3.1 RESEP
R/ Metil Salisilat 8 ml
Menthol 1,4
Ol. Cajupati 3 ml
Keterangan Resep :
Ol. Cocos ad 30 ml

M.f. Liniment
R/ = Recipe = Ambillah
S.U.E

Pro : July 11
Alamat : Jl. Seluang 12
samarinda
M.f = Miscefac = Campur dan buatlah
Liniment = Minyak gosok
S = Signa = Tandai
U.E = Usus Eksternus = Pemakaian luar

3.2 RESEP STANDAR

3.3 KELENGKAPAN RESEP

Umur Pasien : Tidak Ada


Subcriptio : Tidak Ada

3.4 PENGGOLONGAN OBAT

Metilsalisilat Bebas

Menthol Bebas

Ol. Cajupati Bebas

Ol. Cocos Bebas

3.5 URAIAN BAHAN

1. Metil salisilat (Sec. FI edisi III hal.379)


Sinonim : - Nama Resmi : METHYUS SALICYLAS
- Nama Lai-lain : Metil Salisilat
Khasiat : Anti iritan
Pemerian : Cairan tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas aromatik, rasa

12
manis, pedas dan aromatik
Kelarutan : Sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) P, dan dalam asam
asetat glasial P

1. Menthol (Sec. FI edisi III hal. 362)


Sinonim : - Nama Resmi : MENTHOLUM
- Nama Lain-lain : Mentol
Khasiat : Korigen, Antiiritan
Pemerian : Hablur berbentuk jarum atau prisma, tidak berwarna, bau tajam seperti
minyak permen, rasa pedas dan aromatik diikuti rasa dingin
Kelarutan : Sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol (95%) P, dalam
kloroform P dan dalam eter P, mudah larut dalam parafin cair P dan
dalam minyak nabati

2. Ol. Cajuputi (Sec. FI edisi III hal. 453)


Sinonim : - Nama Resmi : OLEUM CAJUPATI
- Nama Lai-lain : Minyak kayu putih
Khasiat : Antiiritan, Karminativum
Pemerian : Cairan, tidak berwarna, kuning atau hijau, bau khas aromatik, rasa
pahit
Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%) P, mudah larut dalam kloroform P,
dalam eter P dan dalam eter minyak tanah

3. Ol. Cocos (Sec. FI edisi III hal. 453)


Sinonim : - Nama Resmi : OLEUM COCOS
- Nama Lain-lain : Minyak kelapa
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Cairan, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas tidak tengik
Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%) P, pada suhu 60o sangat mudah
larut dalam kloroform P dan dalam eter P

3.6 PERHITUNGAN DOSIS


-

3.7 PENIMBANGAN BAHAN

13
1) Metil Salisilat = 8ml
2) Menthol = 1,4gr ≈ 1400mg
3) Ol. Cajupati = 3ml
KOCOK 4) Ol. Cocos = 30ml - ( 8ml + 3ml )
DAHULU
= 30ml - 11ml = 19ml
3.8 CARA KERJA

1. Disiapkan alat dan bahan


2. Disetarakan timbangan
3. Ditimbang menthol (1,4gr), diukur Metilsalisilat (8ml), dimasukkan kedua bahan
tersebut kedalam botol, tutup botol dan kocok ad larut homogen
4. Diukur Ol.Cajupati (3ml) dan Ol.Cocos (19ml), dimasukkan kedalam botol berisi
campuran pertama, kemudian ditutup dan dikocok botol ad larut homogen
5. Dimasukkan kedalam plastik klip dan diberikan etiket biru
6. Diserahkan kepada pasien dengan disertai PIO

3.9 PENANDAAN

APOTEK UMKT
Apoteker: fadilla S.Farm.APT
SIA : 1681/II/DINKES/2019
Jl. Juanda No. 15
SAMARINDA
No :02 Tgl : 7 Jan 2020
Nama : July

Penghilang Nyeri

Dioleskan/Ditaburkan/Dikumur/
Dimasukkan melalui dubur
Pemakaian Luar

3.10 KIE

Nama Pasien : July


Alamat Pasien : Jl. Seluang 12 Samarinda
Indikasi : Obat gosok penghilang nyeri
Efek Samping : Kulit kemerahan atau hipersensitifitas dan terasa panas pada kulit
Aturan Pemakaian : Dioleskan pada bagian yang diperlukan

14
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya

 RESEP 3

3.1 RESEP
Dr. Ishak
SIP: 23 / v / ds / 1995
Jl. Kahoi 01 Samarinda

15
Samarinda, Feb 2015

R/
Potio Alba Contra Tusin 150

Pro : Nana
Alamat : Jl. Kenangan 3 Samarinda

3.2 RESEP STANDAR

Potio Alba Contra ( FMS th.1968 halaman 109)


R/ S.A.S.A 1
Syr. Simpl 10
Aq.ad 100
S.4.6.d.d.cth
S.A.S.A (PH V halaman 327)
R/ Minyak Adusmanis 4
Spiritus 75
Amonia 20

3.3 KELENGKAPAN RESEP

Umur Pasien : Tidak Ada


Subcriptio : Tidak Ada

KETERANGAN RESEP

1) R/ : Recipe: Ambilah
2) S: Signa: Tandai
3) T.d.d : Tri in die : 3 x sehari
4) Cth 1 : Cochlear tea : 1 sendok teh
5) Pro: Untuk

16
3.4 PENGGOLONGAN OBAT

1. S.A.S.A Obat Bebas

2. Syr. simplex Obat bebas

Aq.dest
3. Obat bebas

3.5 URAIAN BAHAN

1) S.A.S.A (PH V halaman 327)


- Minyak Asusmanis ( Sec. FI edisi III th.1979 halaman 451)
Sinonim
Nama resmi : METANOL
Nama lazim : Metanol
Khasiat : Pereaksi
Pemerian : Cairan tidak berwarna, gliserin, bau khas.
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, membentuk cairan jernih, tidak
berwarna.

- Amonia (Sec. FI edisi III th.1979 halaman 86)


Sinonim
Nama resmi : AMMONIA
Nama lazim : Amonia
Khasiat : Zat tambahan

17
Pemerian : Cairan jernih, tida berwarna, bau khas, menusuk kuat.
Kelarutan : Mudah larut dalam air

- Sirup Simplex (Sec. FI edisi III th.1979 halaman 567)


Sinonim
Nama resmi : SIRUPUS SIMPLEX
Nama lazim : Sirop gula
Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna.

- Aqua dest (Sec. FI edisi III th.1979 halaman 96)


Sinonim
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Nama lazim : Air Suling
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.

3.6 PERHITUNGAN DOSIS

Tidak ada perhitungan dosis.

3.7 PENIMBANGAN BAHAN

1. S.A.S.A = x 150g = 1,5 g


2. Syrup simplex = x 150g = 15 g
3. Aqua dest = 100 – (1,5 + 15)
= 100 – 16,5
= 83,5 g/ml
Berat Jenis = x 100 %
= 10 % 16, 63
= 1g / ml
3.8 CARA KERJA

1. Disiapkan alat dan bahan.


2. Tara timbangan, kalibrasi botol.
3. Tara cawan perselin.
4. Masukkan S.A.S.A kedalam mortar, gerus.
5. Tambahkan Syrup simplex gerus ad homogen.

18
6. Tambahkan Aquadest gerus ad homogen.
7. Masukkan ke dalam botol.
8. Tutup botol dan tambahkan label kocok dahulu, dimasukkan kedalam plastic klip
dan diberi etiket serahkan kepada pasien.

3.9 PENANDAAN

APOTEK UMKT
Apoteker: fadilla mubakkiraa S. Farm., Apt
SIA : 1681/II/DINKES/2019
Jl. Juanda No. 15
SAMARINDA
No: 3 Tgl: 7 jan 2020
Nama: Nana
KOCOK DAHULU
Batuk Berdahak

3x sehari 1 sendok
bubur/teh/makan
Sebelum/Sesudah makan

3.10 KIE

1. Nama pasien : Nana


2. Efek samping : Pusing mual / muntah
3. Indikasi : Obat batuk berdahak.
4. Aturan pakai : 3 x sehari 1 sendok teh, sedudah makan.
5. Cara Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

19
 RESEP 4

3.1 RESEP
Dr. Ishak
SIP: 23 / v / ds / 1995

Samarinda, Feb 2015

R/Asam sitrat 8g
Na.bikarbonat qs
Syrup simplex 5g
Aqua ad 80

M.F Potio effervescent


s.haustus

pro: Tony (15 thn)

3.2 RESEP STANDAR


Tidak ada resep standar.

3.3 KELENGKAPAN RESEP

Signatura : Tidak ada Alamat pasien : Tidak ada


Alamat dokter : Tidak ada Subcriptio : Tidak ada

KETERANGAN RESEP

R/ : Recipe: Ambilah
M,F: Miscefac: Campur dan buatlah
Potio effervescent: Minum
S: Signa: Tandai
Houstos: Diminum sekali habis
Pro: Untuk
Ad: tambahkan
3.4 PENGGOLONGAN OBAT

20
1. Asam sitrat Obat Bebas

2. Na.bikarbonat Obat bebas

Syr. simplex
3. Obat bebas

4. Aq.dest Obat bebas

3.5 URAIAN BAHAN

1) Asam sitrat ( Sec.FI.ed III th.1979 halaman 57)


Sinonim
Nama resmi : ACIDUM STEARICIUM
Nama lazim : Asam stearat
Khasiat : Zat tambahan
Pemerian : Zat padat keras menkilat menunjukkan susunan hablur, putih atau
kuing pucat, mirip lemak lilin.
Kelarutan : Praktis. Tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95%)
P, dalam 2 bagian kloroform P dan dalam bagian eter P.

2) Natrium bikarbonat (Sec.FI. ed. III th.1979 halaman 424)


Sinonim
Nama resmi : NATRI SUBCARBONAS
Nama lazim : Natrium Subkarbonat
Nama lain : Natrium bikarbonat.
Khasiat : Antasidium

21
Pemerian : Serbuk putih atau hablur monoklin kecil, buram tidak berbau
rasa asin.
Kelarutan : Larut dalam II bagian air, praktis tidak larut dalam (95%) P.

3) Syrup simplex (Sec. FI ed.III th.1979 halaman 576)


Sinonim
Nama resmi : SIRUPUS SIMPLEX
Nama lazim : Sirup gula
Pemerian : Cairan jernih, tidak berbau.

4) Aqua dest (Sec.FI ed. III th. 1979 halaman 153)


Sinonim
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Nama lazim : Air suling
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai
rasa.

3.6 PERHITUNGAN DOSIS

Tidak ada perhitungan dosis.

3.7 PENIMBANGAN BAHAN

1) Asam sitrat = 8 gram


2) Na.Bikaebonat = x 12g = x 12g = 9,6g
3) Syrp. Simplex = 5 gram
4) Aq. Dest = 80g – (1g + 9,6g + 5g)
= 80 – (26,6g)
= 54,4g = 54,4 ml
Air basa = x 53,4 ml = 35,6 ml
Air asam = x 53,4 ml = 17,8 ml

3.8 CARA KERJA

1. Disiapkan alat dan bahan.


2. Disetarakan timbangan.
3. Di timbang Na.bikarbonat 9,6g dan ukur air basa.
4. Di timbang Asam sitrat 12g dan ukur air asam.

22
5. Timbang syrup simplex 5g.
6. Dimasukan Na.bikarbonat ke dalam mortar lalu gerus ad halus tambahkan air basa
dengan cara gerus tuang ke dalam botol.
7. Dimasukan Asam sitrat di beaker glassdan air asam aduk ad larut dan tambahkan
Syrup simplex aduk as larut.
8. Dimasukkan latutan asam ke dalam botol secara perlahan melalui dinding botol.
9. Tutup botol lalu etiket dan diserahksn ke pasiaen disertai PIO.

3.9 PENANDAAN

APOTEK UMKT
APOTEK UMKT Jl. Juanda No. 15
Apoteker: fadilla mubakkiraS. Farm., Apt Tlp : 0895700735403
SIA : 1681/II/DINKES/2019 Apoteker :fadilla mubakkira S.Farm.APT
Jl. Juanda No. 15
SIPA : 1681/II/DINKES/2019
SAMARINDA
No : 04 Tgl : 7 jan SALINAN RESEP
Dari dokter : Dr.Ishak Tgl penulisan : 7/1/20
2020 Tgl pembuatan: 7/1/20 No. Resep : 04
Nama : Tony (15 thn) Nama pasien : Tony Umur Pasien : 15 thn
Iter : 2x
Pelancar BAB R
Diminum sekaligus
Asam sitrat 8g
Na.bikarbonat qs
SEMOGA LEKAS SEMBUH Syrup simplex 5g
Aqua ad 80

M.F Potio effervescent


s.haustus

Det 40ml

P.C.C

23
3.10 KIE

1. Nama pasien : Tony (15thn)


2. Efek samping : Kembung
3. Indikasi : Pelancar BAB
4. Aturan pakai : Di minum sekaligus
5. Cara Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

24
BAB IV

PEMBAHASAN

 RESEP 1

Pada resep pratikum ini dilakukan pembuatan sediaan cair adapun bahan yang
digunakan antara lain succus liquid, Ammon chlorid, aq.dest, dan s.a.s.a. Langkah
pertama dimasukkan succus terlebih dahulu kedalam mortir lalu dimasukkan air
succus terlebih dahulu kedalam beaker glass dimasukkan kedalam s.a.s.a kedalam
botol dan terakhir masukkan air kedalam botol hingga batas kalibrasi lalu
dimasukkan kedalam plastik klip yang sudah berisi etiket atau keterangan
pemakaian.

Resep ini diindikasikan untuk pasien yang menderita penyakit batuk. Resep ini
berisi s.a.s.a sebagai zat tambahan, CTM sebagai antihitaminikum, Aq.dest sebagai
zat tambahan, Succus sebagai zat tambahan, dan Ammon sebagai ekspektoran.
Pasien yang meminum ini sebaikny tidak berkendara karena akan menimbulkn efek
mengantuk pada pasien dan obat tersebut sebaiknya disimpan dalam wadah
tertutup baik.

Pada obat diatas baru diberikan setengahnya kepada pasien maka pasien dapat
mengambil 60ml obat lagi dan wajib membawa salinan resep jika ingin mengambil
obat tersebut.

 RESEP 2

Sediaan yang dibuat merupakan sediaan liniment atau sediaan obat gosok, yang
berkhasiat sebagai obat nyeri dan pegal otot serta masuk angin, dalam sediaan
tersebut Menthol dan Metil Salisilat serta Oleum Cajupati berguna sebagai pengeluar
angin dan sebagai pengaroma, sedangkan Oleum Cocos berkhasiat sebagai zat
tambahan atau pelarut sediaan.

Dalam pembuatan sediaan ini semua bahan kecuali Menthol dapat diukur, untuk

25
Menthol sendiri ditimbang, dan untuk membuatnya cukup langsung masukkan bahan
kedalam botol, Menthol dan Metil Salisilat terlebih dahulu dan kocok hingga larut
lalu dimasukkan sisa bahan dan dikocok lagi hingga larut dan homogen.

 RESEP 3

Pada resep pratikum ini dilakukan pembuatan sediaan cair adapun bahan yang
digunakan antara lain adalah S.A.S.A, Syrup simplex dan Aquadest. Langkah
pertama dimasukan S.A.S.A kedalam mortar lalu gerus. Tambahkan Syrup simplex
gerus ad homogen. Tambahkan Aquadest gerus ad homogen. Lalu masukkan ke
dalam botol, hingga batas kalibrasi. lalu dimasukkan kedalam plastik klip yang
sudah berisi etiket atau keterangan pemakaian.

Resep ini diindikasikan untuk pasien yang menderita penyakit batuk


berdahak. Resep ini berisi metanol sebagai pereaksi, Amonia sebagai zat tambahan,
Syrup simplex sebagai zat tambahan, dan Aquadest sebagai zat tambahan. Pasien
yang meminum ini sebaikny tidak berkendara karena akan menimbulkn efek
mengantuk pada pasien dan obat tersebut sebaiknya disimpan dalam wadah
tertutup baik.

 RESEP 4
Dalam praktikum ini dilakukan pembuatan saturasi bahan-bahan yang digunakan
yaitu asam sitrat, Na.bikarbonat, syr.simplex, dan Aqua dest dalam tahap awal yaitu
masukkan na.bikarbonat ke dalam mortar lalu ditambahkan air basa gerus ad larut lalu
dimasukkan ke dalam botol mengunakan metode grus tuang, kemudian dimasukkan
asam sitrat ke dalam beaker glass dimasukkan air asam aduk ad larut dan tambahkan
syrup simplex aduk ad larut dimasukkan ke dalam botol melalui dinding botol lalu
dimasukkan ke dalam plastic klip beserta etiket. Resep ini di indikasikan untuk pasien
yang BAB nya kurang lancer dan resep ini berisi adam sitrat sebagai zat tambahkan,
na.bikarbonat sebagai antasidium, syrup simolex sebagai zat tambahan dan aqua dest
sebagai zat tambahan. Dan diharapkan tidak menggunakan obat ini secara terus
menerus karena akan mengakibatkan kembung, obat ini disimpan dalam wadah
tertutup baik.

26
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Telah mampu membuat obat sesuai dengan resep dokter


2. Telah mampu menggolongkan obat sesuai dengan resep dokter
3. Telah mampu memahami bentuk, efek samping dan khasiat dari bahan obat
4. Telah mampu memberi edukasi pada pasien

B. Saran
Dalam pratikum harus memperhatikan bahan dan alat terlebih dahulu sebelum
prakttik.

27
BAB VI

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Goeswin. 2008. Pengembangan Sediaan Farmasi. Institut Teknologi Bandung


: Bandung
Ansel, Howard. 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Penerjemah Farida
Ibrahim. UI Press
Anonim, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia : Jakarta.
Anonim, 2011. Sediaan Larutan. DEPKES : Jakarta
Anief, Moh. 1987. Ilmu Meracik Obat. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta
Ikatan Apoteker Indonesia. 2009. Informasi Spesialite Obat. ISFI : Jakarta
Syamsuni.H.A, 2006. Ilmu Resep. EGC : Jakarta

28
29

Anda mungkin juga menyukai