Anda di halaman 1dari 7

UJIAN PRAKTIKUM GDDK

1. Mahasiswa secara berkelompok mengerjakan studi kasus yang sudah ditentukan, isi laporan
menggunakan format laporan seperti format laporan yang pernah diinfokan sebelumnya,
yang dimulai dengan tinjauan pustaka dan diakhiri dengan rencana konseling.
2. Laporan dikumpul pada Selasa, 8 Oktober 2019, atau sebelum UP Gel 1 dilaksanakan.
3. Mahasiswa memasak 1 menu makan utama atau 2 selingan mulai pukul 08.00 – 09.00 (60
menit)
4. Tanya jawab individu dengan dosen penguji dilakukan mulai pukul 09.00, setiap kelompok
15-25 menit.
5. Penilaian berupa ujian konsep dan hasil masakan
a. Ujian konsep dinilai dari kemampuan menganalisa dan menjelaskan kasus berdasarkan
hasil kocokan/acak pertanyaan. Nilai tidak menjawab sama sekali atau terlalu lama
berpikir baru menjawab 0-60, dan nilai tertinggi 85.
b. Hasil masakan dinilai dengan mempertimbangkan : citarasa (25%), tampilan saat
presentasi (25%), kesesuaian dengan kasus (50%)
LEMBAR PENILAIAN UJIAN PRAKTEK GDDK

No Soal Abse Jawaban Nilai 1 Nilai 2


n (konsep) (menu)
1 Bagaimana hasil C:
penilaian status T:
gizi antropometri K:
dan dietary?
Akhir:
+pertanyaan lain
disesuaikan kasus

2 Bagaimana hasil C:
penilaian status T:
gizi berdasarkan K:
pemeriksaan
biokimia dan fisik Akhir:
klinik?
+pertanyaan lain
disesuaikan kasus

3 Bagaimana cara C:
Anda menghitung T:
kebutuhan gizi K:
responden tsb dan
apa yang menjadi Akhir:
pertimbangan
dalam
prinsip/syarat
diet?

4 Jelaskan C:
perencanaan T:
menu yang dibuat K:
beserta asumsi
dan alasannya! Akhir:

5 Apakah C:
permasalahan gizi T:
yang dihadapi dan K:
rencana konseling
gizi yang Akhir:
diberikan?
KASUS 1

Ny. A, 25 tahun, berat badan saat ini 53 kg dengan tinggi badan 158 cm, LILA 24 cm, saat ini hamil 10
minggu. Ia merasakan mual dan muntah di setiap pagi. Sebelum hamil berat badannya 54 kg. Hasil
pemeriksaan fisik klinis: tekanan darah 110/80 mmHg, area bawah mata sedikit pucat, mengaku
mudah lelah dan terkadang pusing terutama bila bekerja di kantor (pukul 08.00 – 16.00). Hasil
pemeriksaan biokimia : Hb 9.8 g/dL . Ia biasa makan utama 2-3x sehari, selingan 2-3x sehari. Lauk
pauk biasanya telur ayam, ikan laut, ikan tawar/payau, tempe, tahu, jamur. Ia jarang mengkonsumsi
daging sapi atau kambing karena mahal. Sayur dan buah dikonsumsi sesuka hatinya, bila ingin yang
mengkonsumsi bila tidak maka bisa dalam satu hari tidak mengkonsumsi sayur. Buah juga kadang-
kadang.

Hasil recall 24 jam :

Nasi putih 1 centong

Telur ayam dadar 1 btr

Pisang emas 1 buah

Astor cokelat 2 buah

Nasi putih 2 centong

Ayam goreng bag paha bawah 1 potong

Tumis buncis 3 sdm

Kerupuk undang ukurang sedang 5 keping

Susu ibu hamil rasa vanilla 1 gelas sedang

Nasi putih 2 centong

Bakwan jagung 2 buah

Terong balado 2 sdm

Ikan cue 1 ptg sedang


KASUS 2

Ny. B, 32 tahun, berat badan saat ini 64 kg dengan tinggi badan 165 cm, LILA 25 cm, saat ini hamil 18
minggu. Ia merupakan seorang ibu rumah tangga. Sebelum hamil berat badannya 60 kg. Hasil
pemeriksaan fisik klinis: tekanan darah 120/80 mmHg, area bawah mata pucat, mengaku terkadang
badan terasa lemas terutama bila berpergian. Hasil pemeriksaan biokimia : Hb 9.0 g/dL . Ia biasa
makan utama 3x sehari, selingan 2-4x sehari (gorengan, keripiki). Lauk pauk biasanya daging sapi,
seafood, daging ayam, telur, olahan susu. Ia merupakan keturunan bukan orang Indonesia sehingga
cenderung menerapkan Western Diet. Dalam sekali makan biasanya ia mengkonsumsi sumber
karbohidrat berupa roti, kentang, sereal, dan nasi dikonsumsi bila ingin mengkonsumsi Japanese
Food (beras Jepang). Sayur bisa berupa sayuran segar, diblansir, atau sup. Buah dikonsumsi sebagai
dessert yang utuh atau diolah, atau dikonsumsi sebagai selingan.

Hasil recall 24 jam :

Susu UHT 1 gelas besar rasa coklat

Sandwhich isi gandum 2 porsi, setiap porsi berisi:

½ lembar roti tawar gandum x 2

Keju parut

Tomat 2 iris

Ham sapi 1 lembar

Selada 2 lembar

Melon 1 potong (irisan memanjang)

Krackers 2 keping

Nasi putih (beras jepang) 1 mangkong kecil

Ayam yakiniku 3 sdm

Lemon tea 1 gelas

Mashed potato 1 porsi sedang

Wagyu beef panggang – well done 1 potong besar

Salad sayur : tomat chery 2 btr, kool ungu/merah 1 sdm, jagung 1 sdm, selada 2 lembar, mayonnaise
3 sdm

Jus strawberry 1 gelas sedang


KASUS 3

Ny. C, 28 tahun, berat badan saat ini 43 kg dengan tinggi badan 150 cm, LILA 22 cm, saat ini memiliki
anak berusia 10 bulan yang masih disusui. Hasil pemeriksaan fisik klinis: tekanan darah 100/60
mmHg, terkadang merasa pusing. Hasil pemeriksaan biokimia : Hb 12.8 g/dL , gula darah sesaat 100
mg/dL . Ia biasa makan utama 2-3x sehari, selingan 2-3x sehari. Lauk pauk biasanya telur ayam, ikan
tawar, tempe, tahu. Ia tidak mengkonsumsi seafood karena alergi udang (sebenarnya alergi udang
saja tetapi Ia sudah terlanjur underestimate dengan seafood. Terkadang Ia lupa mengkonsumsi
sayur. Ia jarang mengkonsumi buah kecuali dibuat jus, jus hampir selalu ada di kantin kantornya.

Hasil recall 24 jam :

Nasi putih 2 centong

Nugget ayam 4 buah

Tempe tepung 1 buah besar

Nasi putih 2 centong

Ayam goreng kentucky bag dada 1 potong

Jus jeruk 1 gelas besar

Roti sobek cokelat 1 buah

Nasi putih 2 centong

Gulai kambing 2 sendok sayur

Sayur nangka muda masak gulai 2 sdm

Tahu goreng 2 potong sedang


KASUS 4

Ny. D, 38 tahun, berat badan saat ini 58 kg dengan tinggi badan 162 cm, LILA 24.5 cm, saat ini
memiliki anak berusia 5 bulan yang masih disusui. Hasil pemeriksaan fisik klinis: tekanan darah
120/80 mmHg. Hasil pemeriksaan biokimia : Hb 12.6 g/dL , gula darah sesaat 90 mg/dL . Ia biasa
makan utama 3x sehari, selingan 2-3x sehari. Lauk pauk biasanya olahan instant seperti sarden, sosis,
nugget, kornet, mie, atau membeli. Ia mengaku tidak suka memasak. Sayuran dibeli jika di tempat
membeli makannya terdapat sayur. Buah-buahan dikonsumsi terkadang dikonsumsi 1-2x per
minggu.

Hasil recall 24 jam :

Nasi putih 2 centong

Sosis ayam 4 buah kecil

Mie instant goreng ½ porsi

Nasi putih 2 centong

Ayam goreng kentucky bag sayap 1 potong

Soft drink starberry 1 gelas besar

Buah pepaya 3 potong sedang

Nasi putih 2 centong

Ikan sarden 1 buah masak pedas

Peyek kacang tanah 2 buah besar


KASUS 5

Ny. E, 38 tahun, berat badan saat ini 65 kg dengan tinggi badan 154 cm, berat badan sebelum hamil
55 kg, saat ini memiliki anak berusia 7 bulan yang masih disusui. Hasil pemeriksaan fisik klinis:
tekanan darah 120/80 mmHg. Ia mengaku ingin menurunkan berat badan tetapi tetap menyusui
anaknya dengan optimal. Hasil pemeriksaan biokimia : Hb 12.5 g/dL. Ia biasa makan utama 3-4x
sehari, selingan 3-5x sehari. Lauk pauk biasanya aya, ikan laut, ikan tawar. Biasanya kalau tidak
digoreng, disantan. Ia mengaku sangat suka makan dan mengemil semenjak hamil. Ia menyukai
sayuran dan buah walau terkadang Ia lupa memasak atau membelinya karena mengurusi anaknya di
rumah sendiri.

Hasil recall 24 jam :

Nasi goreng 1 piring besar

Telur dadar 1 btr

Kerupuk udang besar 1 buah

Teh manis 1 gelas besar

Puding coklat 1 ptg

Roti tawar 2 lembar + selai coklat

Nasi putih 2 centong

Gurameh goreng tepung + saos asam manis bag ekor 1 potong

Tempe goreng 2 ptg sedang

Lemper 2 buah kecil

Nasi putih 2 centong

Telur bumbu kuning 1 buah

Tahu bumbu kuning 1 ptg besar

Es susu sirup 1 gelas besar