Anda di halaman 1dari 11

Tugas Kelompok 3

Week 8, Sesi 12

1. Ketika perusahaan memutuskan negara mana yang dipilih sebagai lokasi untuk
operasinya, perusahaan tsb berfokus pada negara dan komunitasnya. Langkah akhir dari
proses keputusan lokasi adalah memilih tempat khusus dalam komunitasnya. Perusahaan
harus memilih suatu lokasi yang paling tepat sesuai dengan shipping and receiving,
zoning, utilities, size, dan cost. Sebutkan faktor-faktor kunci penentu kesuksesan (key
success factors) yang memengaruhi keputusan lokasi.

2. “Lambda Furniture” memproduksi kursi untuk sektretaris yang dirancang sedemikian


rupa sehingga nyaman untuk digunakan. Harga jualnya $ 130 per unit. Setiap harinya
tersedia 480 menit jam kerja, dengan permintaan rata-rata 50 unit kursi. Terdapat 8
(delapan) langkah kerja (task), sbb:

Task Waktu yang diperlukan (menit) Urutan


Task
A 4 -
B 7 -
C 6 A, B
D 5 C
E 6 D
F 7 E
G 8 E
H 6 F, G

a. Gambarkan diagram pendahulu.


b. Tentukan waktu siklusnya.
c. Berapakah jumlah minimum teoritis dari workstation?
d. Tentukan tugas-tugas yang dibebankan pada workstation.
e. Berapa lama waktu idle per siklus?
f. Berapa waktu idle total dalam satu shift 8 jam?
g. Berapakah efisiensi dari assembly line pada item d?

MGMT6159 - Operational Management-R1


1.

Masalah lokasi sangat memengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Misalnya
biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk atau produk jadi yang ke luar dari perusahaan, dapat
mencapai seperempat dari harga jual produk. Selain itu lokasi juga dapat memengaruhi biaya pajak,
upah, biaya bahan baku, dan sewa.

Keputusan mengenai lokasi harus diambil perusahaan sesekali saja, biasanya karena permintaan yang
telah melebihi kapasitas pabrik yang ada atau karena perubahan produktivitas tenaga kerja, perubahan
nilait tukar, biaya-biaya, dan sikap masyarakat setempat. Pilihan-pilihan dalam lokasi meliputi : Tidak
pindah, tetapi memperluas fasilitas yang ada; Mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan
fasilitas lain di tempat lain atau; Menutup fasilitas yang ada atau pindah ke lokasi lain.

Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industry, strategi yang digunakan
biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, meski inovasi dan kreativitas juga penting. Untuk
bisnis eceran dan jasa profesi, strategi yang digunakan difokuskan pada memaksimalkan pendapatan.
Walaupun demikian, strategi lokasi pemilihan gudang bisa ditentukan oleh biaya serta kecepatan
pengiriman. Tujuan strategi lokasi adalah memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.

Lokasi dan Biaya – Karena lokasi memengaruhi biaya dan menentukan penghasilan, lokasi sepenuhnya
memiliki kekuatan untuk membuat atau menghancurkan strategi bisnis perusahaan. Keputusan lokasi
yang berdasarkan pada strategi biaya rendah (low-cost) membutuhkan pertimbangan yang cermat.
Ketika manajemen telah memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya yang
menjadi tetap dan sulit dikurangi. Oleh karena itu, kerja keras yang dilakukan manajemen untuk
menetapkan lokasi fasilitas yang optimal merupakan investasi yang baik.

Lokasi dan Inovasi – Saat kreativitas, inovasi, dan investasi litbang bersifat penting bagi strategi operasi,
fokus criteria lokasi dapat berubah, dari yang awalnya berfokus-pada-biaya, menjadi berfokus-pada-
inovasi Ada empat sifat yang memengaruhi inovasi dan daya saing :

·     * Adanya input berkualitas tinggu dan spesifik, seperti kemampuan ilmiah    dan teknik
*Lingkungan yang kondusif bagi investasi dan persaingan lokal yang ketat
*Tekanan dan wawasan yang didapat dari pasar lokal yg berpengalaman *Adanya industry lokal yang
saling terhubung dan mendukung

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Lokasi

Menentukan lokasi operasional untuk perusahaan yang telah menempatkan usahanya secara
internasional adalah tidak sederhana. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas Negara, pada

MGMT6159 - Operational Management-R1


kenyataannya keputusan lokasi bagi perusahaan uyang beroperasi secara global dimulai dari
mempertimbangkan berbagai faktor untuk memilih Negara, dilanjutkan untuk memilih wilayah sampai
memilih tempat. Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut  :

Keputusan Pemilihan Lokasi Negara  - Adapun faktor yang dipertimbangkan :

1.       Resiko politik yang dihadapi, peraturan yang ada, sikap pemerintah, serta insentif pemerintah.

2.       Permasalahan budaya dan ekonomi , termasuk budaya korupsi

3.       Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar
keberlangsungan perusahaan dapat terjamin.

4.       Ketersediaan tenaga kerja, upah buruh, produktifitas, karena unsure tenaga kerja adalah sangat
penting bagi perusahaan.

5.       Ketersediaan pasokan, komunikasi dan energi, hal ini disebabkan ketergantungan perusahaan
pada hal-hal tersebut karena tanpa bahan baku, komunikasi maupun energi maka perusahaan tidak
dapat beropoperasi.

6.       Resiko nilai tukar mata uang, karena mata uang dari suatu Negara yang sangat fluktuatif akan
berdampak sangat signifikan bagi kegiatan bisnis.

Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region) – Faktor yang dipertimbangkan diantaranya:

1.       Keinginan perusahaan

2.       Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya, pajak, iklim)

3.       Ketersediaan tanaga kerja, upah serta sikap terhadap serikat kerja

4.       Biaya dan ketersediaan pelayanan umum.

5.       Peraturan mengenai lingkungan hidup.

6.       Insentif dari pemerintah.

7.       Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen.

8.       Biaya tanah dan pendirian bangunan.

Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site) – Adapun faktor pertimbangannya :

1.       Ukuran dan biaya lokasi

MGMT6159 - Operational Management-R1


2.       Sistem transportasi udara, kereta, jalan bebas maupunb jalur laut.

3.       Pembatasan daerah.

4.       Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutiuhkan.

5.       Permasalahan dampak lingkungan.

6.       Di samping globalisasi, sejumlah factor lain juga memengaruhi keputusan lokasi. Faktor-fakter
tersebut antara lain sebagai berikut :

Produktivitas Tenaga Kerja

Saat memutuskan sebuah lokasi,manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah yang rendah pada
suatu daerah. Dengan tingkat pendidikan yang rendah atau kebiasaan kerja yang buruk, pekerja yang
tidak terlatih mungkin bukan merupakan hal yang baik bagi perusahaan walaupun upahnya rendah.
Demikian pula pekerja yang tidak dapat atau tidak konsisten dalam bekerja tidak memberikan kebaikan
bagi organisasi walaupun upahnya rendah.

Resiko Nilai Tukar dan Mata Uang

Walaupun tingkat upah buruh dan produktifitas dapat membuat sebuah negara terlihat ekonomis,
tingkat nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan penghematan yang telah dilakukan.
Perusahaan terkadang dapat mengambil keuntungan dari nilai tukar yang menguntungkan dengan
memindahkan lokasi atau mengekspor produk kenegara asing. Walau demikian ,nilai mata uang asing  di
hampir semua negara terus  berfluktuasi.

Biaya-biaya

Biaya lokasi dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu biaya nyata dan biaya  tidak nyata. Biaya nyata
adalah biaya-biaya  yang dapat di identifikasi langsung dan dihitung cepat. Biaya nyata meliputi biaya
layanan umum,tenaga kerja, bahan baku, pajak, penyusutan, serta biaya lain yang dapat biaya lain yang

MGMT6159 - Operational Management-R1


dapat di identifikasi oleh departemen akuntansi dan pihak manajemen. Sedangkan Biaya tidak nyata
adalah biaya yang meliputi pendidikan, fasilitas transportasi umum, sikap masyarakat terhadap industri
dan perusahaan , serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak nyata  juga meliputi variabel kualitas
hidup seperti iklim  dan kelompok olahraga yang dapat mempengaruhi proses rekrutmen pekerja.

Resiko Politik Nilai dan Budaya

Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap pemerintah nasional, negara
bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan intelektual, penetapan zona, polusi, serta stabilitas
ketenagakerjaan. Posisi pemerintah saat keputusan lokasi dibuat mungkin tidak berlangsung lama.
Walaupun demikian pihak manajemen mungkin mendapati sikap ini dapat dipengaruhi oleh pola
kepemimpinan mereka sendiri. Sikap pekerja mungkin berbeda dari satu negara dengan negara lain,
daerah dengan daerah lain. Dilain pihak sikap ini dapat mempengaruhi keputusan perusahaan apakah
akan  memberikan penawaran pada pekerja yang ada sekarang jika perusahaan pindah kelokasi baru.

Satu dari tantangan terbesar keputusan operasi global adalah berkompromi dengan budaya negara lain.
Perbedaan budaya bekerja dan pemasok dalam hal ketetapan waktu membuat perbedaan besar dalam
jadwal produksi dan pengiriman.

Kedekatan pada Pasar

Bagi sejumlah perusahaan, berada pada lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah sangat penting.
Organisasi jasa seperti toko obat, restoran, kantor pos, atau pencukur rambut mendapati bahwa
kedekatan pada pasar merupakan aktor lokasi utama. Perusahaan manufaktur mendapati berdekatan
dengan pelanggan ketika biaya pengiriman barang jadi mahal atau sulit (mungkin disebabkan produk
yang dikirim banyak, berat, atau mudah pecah) merupakan hal yang sangat berguna. Selain itu dengan
produksi yang just in time pemasok menginginkan lokasi yang dekat dengan pelanggan.

Kedekatan Pada Pemasok

Perusahaan menempatkan diri dekat dengan barang mentah dan pemasok karena (1) barang –barang
yang mudah busuk, (2)  biaya transportasi, (3) jumlah produk yang sangat banyak. Para penghasil roti,
susu, sayur-sayuran dan makanan laut beku berhubungan dengan barang mentah yang mudah busuk

MGMT6159 - Operational Management-R1


sehingga mereka kerap berlokasi dekat pemasok. Perusahaan yang bergantung pada input yang berupa
bahan mentah yang berat atau yang berjumlah sama (seperti produsen baja yang menggunakan batu
bara dan biji besi) harus membayar biaya transportasi yang sangat mahal sehingga biaya transportasi
menjadi faktor utama.

Kedekatan pada Pesaing

Mungkin terasa jika perusahaan-perusahaan juga senang berdekatan dengan para pesaingnya.
Kecenderungan yang disebut pengelompokan atau clustering yang sering terjadi apabila sumber daya
utama ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini meliputi sumber daya alam, informasi, modal
proyek, dan bakat.

Metode Evaluasi Alternatif Lokasi

Terdapat empat metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah lokasi: Metode Pemeringkatan
Faktor, Analisis Titik-Impas Lokasi, Metode Pusat-Gravitasi, dan Model Transportasi. bagian ini
menjelaskan pendekatan-pendekatan ini.

Metode Pemeringkatan Faktor

Terdapat banyak faktor, kualitatif maupun kuantitatif, yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu
lokasi. Beberapa dari faktor-faktor ini lebih penting dari yang lain, sehingga manajer dapat
menggunakan bobot untuk membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif. Metode
pemeringkatan faktor sering digunakan karena mencakup variasi faktor yang sangat luas, mulai dari
pendidikan, rekreasi sampai keahlian tenaga kerja. Metode pemeringkatan-faktor mempunyai enam
tahap:

a) Mengembangkan daftar faktor-faktor terkait

b) Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk mencerminkan seberapa jauh faktor itu penting bagi
pencapaian tujuan perusahaan.

MGMT6159 - Operational Management-R1


c) Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor (misalnya, 1 sampai 10 atau 1 sampai 100 point).

d)  Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor, dengan menggunakan skala
yang telah dikembangkan pada tahap 3.

e) Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor, dan menentukan jumlah total untuk setiap
lokasi.

f) Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimal, dengan juga mempertimbangkan
hasil dari pendekatan kuantitatif.

Jika sebuah keputusan bersifat sensitive terhadap perubahan-perubahan kecil, maka analisi lebih lanjut
mengenai pembobotan atau penilaiannya mungkin perlu dilakuka. sebagai alternative lain, manajemen
dapat menyimpulkan factor tidak nyata bukan merupakan criteria yang tepat sebagai dasar pengambilan
keputusan lokasi. oleh karena itu, manajer menempatkan bobot utama pada aspek keputusan yang
lebih kuantitatif.

Analisis Titik Impas Lokasi

Merupakan penggunaan analisis biaya-volume produksi untuk analisis titikuntuk membuat suatu
perbandingan ekonomis terhadap alternatif-alternatif lokasi. Dengan mengidentifikasi biaya variabel dan
biaya tetap serta membuat grafik kedua biaya ini untuk setiap lokasi, kita dapat menentukan alternatif
mana yang biayanya paling rendah. Analisis titik-impas lokasi dapat dilakukan secara matematik atau
secara grafik. Pendekatan grafiknya mempunyai keuntungan dengan memberikan kisaran jumlah setiap
lokasi dapat dipilih.

Tiga tahap dalam analisis titik-impas adalah:

a)  Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.

b)  Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertikal dan volume produksi tahunan pada
garis horisontal di grafik itu.

c) Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume produksi yang diinginkan.

Metode Pusat Gravitasi

MGMT6159 - Operational Management-R1


Merupakan teknik matematis dalam menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimisasi biaya
distribusi. Dalam menemukan lokasi yang terbaik untuk menjadi pusat distribusi, metode ini
memperhitungkan lokasi pasar, volume barang yang dikirim ke pasar itu, dan biaya pengangkutan.

Karena volume kendaraan kontainer yang dipindahkan setiap bulannya mempengaruhi biaya, jarak
bukan menjadi satu-satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara
langsung bersifat proporsional dengan jarak dan banyaknya barang yang diangkut. Lokasi yang ideal
adalah lokasi yang membuat jarak tertimbang antara gudang dan outlet pengecernya menjadi minimal,
jarak ini diberi bobot sesuai dengan banyaknya kontainer yang diangkut.

Langkash pertama dalam metode pusat gravitasi adalah menempatkan lokasi pada suatu system
koordinat. Titik asal system koordinat dan skala yang digunakan bersifat beruba-ubah selama jarak
relative (antarlokasi) dinyatakan secara tepat. hal ini mudah dilakukan dengan menempatkan titik-titik
pada peta biasa. Pusat gravitasi dapat ditentukan menggunakan persamaan sebagai berikut:

                        dimana: dix= koordinat –x lokasi i,

diy= koordinat –y lokasi i,

Qi = kuantitas barang yang dipindahkan ke atau dari lokasi i

Perhatikan bahwa Persamaan 1 dan 2 mengandung istilah Qi yang merupakan kuantitas barang pasokan
yang dipindahkan ke atau dari lokasi i.

Karena jumlah kontainer yang dikirim setiap bulan memengaruhi biaya, jarak tidak dapat dijadikan satu-
satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengansumsikan biaya secara langsung berimbang pada
jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara
gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah kontainer yang
dikirim.

Model Transportasi

Tujuan dari model transportasi adalah untuk menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik
penawaran (pasokan/sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) agar dapat meminimalkan produksi
total dan biaya transportasi. Setiap perusahaan dengan jaringan titik penawaran-permintaan
menghadapi masalah yang sama. Sebagai contoh, jaringan pasokan/penawaran Volkswagen yang
kompleks. VW Meksiko mengirimkan hasil rakitan ke Brasil, sementara VW Meksiko sendiri menerima
suku cadang dan hasil rakitan dari kantor pusatnya di Jerman.

MGMT6159 - Operational Management-R1


Walapun teknik pemrograman linier dapat digunakan untuk menyelesaikan jenis masalah ini, telah
dikembangkan algoritma bertujuan khusus yang lebih efisien untuk aplikasi transportasi. Model
Transportasi memberikan solusi awal yang pantas, kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi
optimal dicapai.

Strategi Lokasi pada Industri Jasa

Analisis lokasi disektor industri terfokus pada minimalisasi biaya, sementara fokus pada sektor jasa
ditujukan untuk memaksimalkan pendapatan. Hal ini disebabkan perusahaan manufaktur mendapati
biaya cenderung sangat berbeda diantar lokasi-lokasi yang berbeda, sementara perusahaan jasa
mendapati lokasi sering lebih berdampak terhadap pendapatan daripada biaya. Oleh karena itu, bagi
perusahaan jasa, lokasi yang spesifik kerap lebih mempengaruhi pendapatan daripada mempengaruhi
pendapatan dari pada mempengaruhi biaya. Hal ini berarti fokus lokasi bagi perusahaan jasa seharusnya
adalah pada penetapan volume bisnis dan pendapatannya. Terdapat delapan komponen utama volume
dan pendapatan perusahaan jasa.

1.       Daya beli di wilayah yang dapat menarik pelanggan

2.       Kesesuaian antara jasa dan citra perusahaan dengan demografi wilayah yang dapat menarik
pelanggan

3.       Persaingan diwilayah tersebut

4.       Kualitas persaingan

5.       Keunikan lokasi perusahaan dan pesaing

6.       Kualitas fisik fasilitas dan bisnis di sekitarnya

7.       Kebijakan operasional perusahaan

8.       Kualitas manajemen

Analisis yang realistis dari faktor-faktor diatas dapat memberikan gambaran yang layak mengenai
pendapatan yang diharapkan. Teknik-teknik yang digunakan dalam sektor jasa meliputi : analisis
korelasi, perhitungan lalu lintas, analisis demografis, analisis daya beli, metode pemeringkatan faktor,
metode pusat gravitasi, dan sistem informasi geografi.

Salah satu keputusan yang paling penting dalam rantai usaha penginapan adalah menentukan lokasi.
Rantai usaha hotel yang memilih lokasi yang tepat secara lebih akurat dan lebih cepat disbanding
pesaingnya memiliki keuntungan strategis yang menonjol. La Quinta Motor Inns, bermarkas di San

MGMT6159 - Operational Management-R1


Antonio, Texas, adalah rantai nusaha dengan harga sedang yang terdiri dari 150 penginapan. La Quinta
berorientasi pada orang-orang yang menginap karena perjalanan dinas.

Hotel itu memulai dengan pengujian 35 variabel independen, untuk mencari yang mana dari variable itu
memiliki korelasi terbesar dengan profitabilitas yang diprediksi, dan mana yang menjadi variable
dependennya. Variable independen yang “kompetitif” mencakup kamar hotel pada tingkat harga sewa
rata-rata dan daerah sekitarnya. Yang menjadi variable “penggerak permintaannya” adalah daya tarik
local seperti gedung perkantoran dan rumah sakit yang menarik konsumen potensial dalam wilayah
perdagangan sampai radium 4 mil. Variable “demografi” seperti populasi daerah itu dan tingkat
pengangguran, dapat juga mempengaruhi keberhasilan sebuah hotel.

Faktor-faktor daya tarik pasar (market awareness), seperti jumlah hotel dalam wilayah tersebut
merupakan kategori keempat. Terakhir “karakteristik fisik” dari lokasi itu, seperti kemudahan akses atau
kejelasan tanda-tanda lalu lintas terlihat, merupakan variable independen terakhir dari 35 variabel
independen yang ada.

Pada akhirnya, model regresi yang dipilih, dengan koefisien determinasi (r2) : 51 % mencakup hanya 4
dari variable yang diprediksi. Keempat variable itu adalah : harga hotel, median tingkat pendapatan,
populasi Negara bagian tempat hotel berada, dan lokasi perguruan tinggi yang dekat (yang merupakan
wakil dari faktor penggerak permintaan lainnya).

Industri Pemasaran Lewat telepon

Aktivitas-aktivitas industry dan kantor yang tidak membutuhkan baik kontak langsung dengan konsumen
maupun perpindahan bahan baku, secara substansial memperluas pilihan lokasi. Kasus dalam hal ini
adalah industry telemarketing (pemasaran lewat telepon), dimana variable-variabel yang telah dibahas
sebelumnya tidak lagi relevan. Bila perpindahan informasi secara elektronik baik, maka keputusan lokasi
diarahkan oleh biaya dan ketersediaan tenaga kerja. Misalnya, fidelity Investments baru-baru ini
merelokasi banyak karyawannya dari Boston ke Covington, Kentucky. Kini karyawan yang sedikit
memakan biaya di wilayan Covington tersambungkan dengan sambungan telepon yang tidak mahal,
kepada para kolega mereka di kantor Boston dengan biaya kurang dari $ 0,05 permenit. Berarti lebih
rendah dari pengeluaran Fidelity untuk sambungan telepon lokalnya.

Perubahan kriteria lokasi mungkin juga mempengaruhi sejumlah bisnis lainnya, misalnya, Negara bagian
yang beban pajak lebih kecil dan pemilik property di pinggiran kota dan wilayah perkotaan yang indah
pasti akan unggul. Demikian pula penyedia layanan e-mail (seperti MCI), pembuat perangkat lunak
telecommuting (perjalanan bolak-balik lewat telepon), seperti IBM/Lotus; perusahaan-perusahaan

MGMT6159 - Operational Management-R1


penyedia fasilitas konferensi dengan video (seperti Picture-Tel), pembuat peralatan kantor elektronik
(seperti Dell dan Hawlet-Packard); dan perusahaan pengiriman (seperti UPS dan FedEx).

Sistem Informasi Geografis

Adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi
keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan
untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya
data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. SIG membantu perusahaan
membuat keputusan analitis yang berkaitan dengan lokasi. Beberapa data geografis yang tersedia dalam
SIG :

Data sensus menurut blok, bidang, kota, wilayah, kecamata, daerah metropolitan, Negara bagian, dan
kodepos

·        * Peta dari setiap gang, jalan raya, jembatan dan terowongan

·         *Fasilitas umum seperti saluran air, listrik dan gas

·         *Sunga, gunung, danau, dan lautan

·        * Bandara, universtias, rumah sakit, dll

Penerapan SIG pada perusahaan penerbangan adalah untuk mengidentifikasi bandara yang paling
efektif untuk melakukan pelayanan darat seperti pengisian bahan bakar pesawat-makanan-jasa, juga
untuk membantu penjadwalan.

Penerapan SIG bagi developer gedung perkantoran komersial adalah untuk memilih kota-kota tempat
mereka akan membangun di masa depan. SIG digunakan untuk menganalisis factor-faktor yang
memengaruhi keputusan lokasi yang mencakup lima elemen untuk setiap kota : daerah pemukiman,
toko eceran, pusat kebudayaan dan hiburan, tindak kriminal, serta pilihan trasportasi.

MGMT6159 - Operational Management-R1