Anda di halaman 1dari 15

PERCOBAAN III

AIR HIDRAT
I. Tujuan
1. Menentukan persentase air dalam barium klorida dihidrat
2. Menentukan persentase air dalam garam hidrat
3. Menghitung air kristal garam hidrat
4. Melatih keterampilan menganalisis hidrat
II.Landasan teori
Garam hidrat adalah garam yang mempunyai sejumlah tetap molekul air
dalam setiap satuan molekulnya. Jumlah molekul air tersebut dikenal dengan air
kristal. Misalnya barium klorida dihidrat, bacl2 2 H2O, mempunyai 2 air kristal.
Hidrat lain mempunyai arti kristal berkisar dari 1 sampai 12. Dengan pemanasan,
hidrat terurai menjadi garam anhidrat dan uap air.
Bacl2 2 H2O (p)->baCl2 (p) + 2 H2O (g)
Garamhidrat garamanhidrat air kristal
Prosentase air dalam garam hidrat didapatkan dengan membandingkan massa
air kristal terhadap massa garam hidrat. Hal ini dilakukan setelah didapatkan
rumus garam hidrat.
Contoh soal 1
Hitung persentase air dalam barium klorida dihidrat
Penyelesaian rumus molekul hidrat adalah bacl2 2 H2O
B a = 1 x 137, 3 = 137, 3 sma
Cl = 2 x 35,5 = 71,0 sma
Air = 2 x 18,0 = 36,0 sma
Total = 244,3 sma
Presentasi air periodik didapat dengan membagi massa air kristal (36,0 sma)
dengan massa hidrat (244,3 sma).

Persen air = 36,0sma x 100% = 14,7 %


244,3
Presentasi akhir percobaan dalam hidrat ditentukan dengan membagi
massa air yang dibebaskan massa senyawa dinyatakan dalam persen.
Senyawa hidrat disebut juga senyawa kristal, karena mengandung molekul air
yang mempunyai ikatan hidrogen. Misalnya pada hidrat tembaga (II) sulfat
pentahidrat, CuSO4.5H2O. Antara molekul SO4-2 dengan SO4-2 tersebut terjadi gaya
tolak menolak, begitu juga antara molekul Cu+2 dengan Cu+2. Jadi molekul H2O
berfungsi sebagai penstabil gaya tolak menolak antara molekul sejenis itu. Dengan
adanya molekul air pada kisi kristal, maka akan menyebabkan kristal itu stabil
hingga dalam kisi yang terhidrat akan membentuk ikatan hidrogen.
Molekul air terikat secara kimia dalam senyawa sehingga molekul air bagian
dari kisi kristal. Senyawa yang demikian disebut dengan hidrat. Molekul air
merupakan bagian dari senyawa misalnya tembaga (II) sulfat pentahidrat yang
ditulis sebagai CuSO4.5H2O.
Senyawa hidrat bisa mengikat satu sampai dua puluh molekul air, maka akan
membentuk kristal dekahedron yang berbentuk bujur sangkar, dan senyawa ini
disebut klatrat, yaitu senyawa yang besar antara molekul H2O yang berikatan
hidrogen mengurung molekul netral lainnya tanpa ikatan berbentuk bujur sangkar.
Melalui proses pemanasan, senyawa hidrat atau garam hidrat bisa terurai menjadi
senyawa anhidrat atau garam anhidrat dan uap air. Artinya, molekul air (air hidrat)
terlepas dari ikatan dimana kehilangan air dari hidrat ini terjadi dalam beberapa
tahap membentuk suatu rangkaian juga dengan struktur kristal yang teratur dan
mengandung air lebih sedikit.
Air hidrat sering terlepas ikatannya karena pemanasan. Jika CuSO4.5H2O
dipanaskan semua airnya hilang, kristal CuSO4 disebut dengan tembaga (II) sulfat
anhidrat. Jika kristal anhidrat tersebut dibiarkan di udara terbuka, ia akan
menyerap air dari udara secara terus menerus sampai pentahidrat terbentuk.
Kehilangan air dari hidrat terjadi beberapa tahap membentuk suatu rangkaian
hidrat dengan struktur kristal teratur yang mengandung air lebih sedikit.
Untuk mengetahui bahwa semua air sudah hilang adalah sebagai berikut:
- Memberikan pemanasan pada senyawa hidrat hingga terjadi perubahan wujud
yaitu menjadi bubuk.
- Terjadi perubahan warna.
- Gelas tempat pemanasan akan kering dari molekul airnya
Bila suatu zat terlarut yang berupa fasa padat dilarutkan kemudian larutan
tersebut diuapkan maka pada hasil penguapannya yaitu berupa fasa padat kembali.
Zat padat yang terbentuk tersebut mengandung air. Senyawa atau zat padat yang
tidak mengandung air disebut senyawa anhidrat, misalnya CaO yang merupakan
anhidrat dari Ca(OH)2.

Istilah-istilah penting dalam mempelajari air hidrat ini adalah sebagai berikut:
 Garam Anhidrat adalah garam yang telah mengalami kehilangan molekul air,
garam ini terbentuk dari penguraian garam hidrat yang dipanaskan.
 Garam Hidrat adalah garam yang mempunyai sejumlah tetap molekul air
dalam setiap molekulnya.
 Persen komposisi adalah perbandingan massa air kristal terhadap massa garam
hidrat atau perbandingan massa air yang dibebaskan senyawa dalam persen.
 Air kristal adalah jumlah molekul air yang terdapat dalam garam hidrat.
Klatrat merupakan molekul-molekul asing yang terperangkap dalam suatu
struktur induk yang besar tanpa ada reaksi kimia. Struktur induk ini bisa berupa
atau berasal dari molekul H2O atau molekul lainnya seperti agregat aquinon
(fenol). Hidrat dari gas mulia dalam molekul air dapat menjadi klatrat.
Molekul air kristal dapat dilepaskan dari senyawa hidrat jika dilakukan
pemanasan terhadap molekul tersebut, kemudian pemanasan dilakukan sampai air
menguap sempurna.
Molekul air yang terperangkap tersebut dapat bereaksi dengan senyawa
induk, seperti dalam molekul heksametilen tetra amin dan terjadi ikatan hidrogen
dengan H2O.
Beberapa senyawa yang dikristalkan dari larutan airnya, kristal ionnya akan
membentuk hidrat. Hidrat merupakan senyawa yang rumus molekulnya
mengandung air. Pada beberapa kasus molekul air merupakan ligan yang terikat
langsung pada ion logam.
Air penghidratan dapat dihilangkan dengan cara pemanasan, penghilangan air
tersebut biasanya disertai dengan perubahan struktur bablur. Sebagian bahan
seperti protein dan silika yang biasanya disebut zeolit akan kehilangan air apabila
dipanaskan tanpa perubahan yang besar dari strukturnya.
III.PROSEDUR KERJA
A. Prosentase air dalam barium klorida dihidrat
1. Timbang gelas piala 250 mL Beserta kaca arloji penutupnya. Masukan
1,2 sampai 1,8 gram barium klorida dihidrat dan timbang kembali.
2. tutup gelas piala dengan kaca arloji dan letakkan di atas kawat kasa
panaskan perlahan-lahan supaya garam tidak memercik. Dinding gelas
piala dan dan bagian bawah kaca arloji akan kelihatan lembab.
Lanjutkan pemanasan sampai kelembaban hilang. Kristal akan berubah
menjadi bubuk
3. Matikan pemanas; biarkan piala dingin selama 10 menit.dengan hati-
hati pindahkan piala keseimbangan titik setimbang gelas piala bersama
kaca arloji dan garam anhidrat.
4. Ulangi percobaan dengan barium klorida dihidrat baru. Hitung
prosentase air hidrat setiap percobaan dan hitung rata-rata nya.
B. Persen air hidrat dalam sampel garam hidrat
1. Ambil garam hidrat tugas dan catat nomor kodenya
2. Lakukan percobaan seperti di A
C. Air kristal garam hidrat
Dapatkan massa relatif garam anhidrat tugas dari asisten titik itu air
kristalnya. A system perlu cek hasil percobaan sebelum memeriksa massa
molekul
Catatan biasa didapatkan nilai air kristal berbeda beberapa persepuluhan
dari bilangan bulat seperti 2,1 dan 6,7. tetapi nilai air kristal harus
dijadikan bilangan bulat yaitu 2 dan 7.
IV. Tugas sebelum praktikum
1. berikan definisi istilah berikut dengan kata-kata anda sendiri: garam
anhidrat, massa relatif molekul garam hidrat ,persen komposisi, air kristal,
dan penimbangan selisih.
Jawab:
- GaramAnhidrat merupakan senyawa kimia yang tidak mengandung air.
- Massa molekulrelatif  (Mr) adalahjumlah total darimassa atom relative
unsur-unsur penyusunnya dalam suatu senyawa atau molekul. Massa
molekul relatif (Mr) digunakan untuk senyawa atau molekul sedangkan
massa atom relatif digunakan untuk unsure atau atom.
- Komposisi persen massa dari suatu molekul adalah
kontribusi persen dari masing-masing unsur dibanding massa
molekulnya. Persen massa dari suatu unsur dalam senyawa dinyatakan
sebagai perbandingan kontribusi massa unsur dengan total massa
molekul senyawa dikali dengan 100%.
- Air kristal adalah molekul air yang diikat suatu senyawa.
Contoh soal :
1) suatu garam natrium sulfat hidrat sebanyak 27gram dipanaskan
menghasilkan 18 gram natrium sulfat anhidrat.
- Penimbangan selisi adalah suatu timbangan antar nomor massa dan
nomor atom yg memiliki selisih yg hampir sama
2. Massa gelas piala dan kaca arloji adalah 95,486 g suatu sampel garam
hidrat ditambahkan ke dalam gelas piala dan ditimbang kembali mana dari
massa berikut yang benar:
a. 96,5 g
b. 96,50 g
c. 97,0 g
d. 96,818 g
e. 97,644g
Jawab : (97,0 g)
3. Bagaimana anda menentukan bahwa semua air hidrat telah hilang?
Jawab:
Air hidratseringterlepasdariikatannyakarenapemanasan.
4. Bagaimana pengaruh terhadap penimbangan bila piala panas ditimbang?
Jawab :
KarenaRadiasi panas dapat mengganggu kesetaraan suhu pada timbangan
dan dapat menyebabkan kesalahan pembacaan. 
5. Analisis sampel barium klorida dihidrat didapatkan data berikut,
Massa piala tambah kaca arloji tambah hidrat = 102,238 gram
Massa piala tambah kaca arloji = 101,046 gram
Masa piala tambah kaca arloji tambahan hidrat = 102,069 gram
Hitung persentase air percobaan. Apakah hasil percobaan ini cocok dengan
hasil teoritis.
Jawab :
Hidrat = 102,238 g - 101,046 g = 1,92 g
Anhidrat = 102,069 g - 101,046 g = 1,023 g
Air = 1,192 g - 1,023 g = 0,169 g
Persentase air percobaanadalah:
% air massa air x 100%
Masahidrat
0,169 g x 100%
1,192 g
= 14,18%
6. Aturan keselamatan mana yang harus diperhatikan dalam percobaan ini?
Jawab:
Selalumemakaisepatudanjaslaboraturium.
V. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil

A. Presentase Air dalam barium klorida dihidrat

Masa gelas piala, kaca arloji +


Hidrat(sebelum dikeringkan) 163,7709 g
Masa gelas piala+kaca aroji 161,2571 g

Masa hidrat 163,6069 g

Masa gelas piala,kaca arloji +


Garam anhidrat(sesudah) 0,164 g
Tuliskan semua perhitungan untuk percobaan pertama

Persen air = massa air x 100%


Masa hidrat
0,164 g x 100% = 13,609%
1,205 g
Persentase air dalam Ba(OH)2 2H2O 13,,609 g

B. Presentase air dalam sampel hidrat

Masa gelas piala, kaca arloji +


Hidrat(sebelum dikeringkan) 166,9660 g
Masa gelas piala+kaca aroji 165,7638 g

Masa hidrat 1,2027 g

Masa gelas piala,kaca arloji +


Garam anhidrat(sesudah) 166,8861 g
Masa air 0,07955 %
Perhitungan untuk percobaan pertama

%air = massa air x 100%


Massa hidrat
= 0,0795 g x 100%
1,2027 g
Persentase air dalam sampel hidrat 6,611 g
C.Air Kristal sampel hidrat
Massa molekul relatif garam an-
Hidrat(dari asisten) 63,225 g
Persentase air (percobaan B) 6,611 g
Persentase garam anhidrat 100.0,0795:99,65 %
Perhitungan air Kristal
661 H2O x 1molH2O = 0,367 g
18,420 g
99,2164 x 1molH2O = 0,157 g
63,255 g
Air Kristal 0,367 0,157 = 2,2337 = 2
Rumus molekul garam hidrat 64.240 g
5.2 Pembahasan
Air hidrat merupakan zat kimia yang penting bagi semua bentuk
kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi.air hidrat adalah
substansi kimia dengan rumus molekul molekul H2O. Satu molekul air
tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu
atom oksigen. Air disebut pelarut universal karena air melarutkan zat
kimia. Senyawa hidrat adalah senyawa yang mengikat molekul.
molekul tersebut dinamakan molekul hidrat. Anhidrat merupakan
sebutan dari air garam tanpa air kristal kehilangan molekul air
kristalnya atau H2O.
Cara kerja pada percobaan karakteristik senyawa hidrat yaitu
mula-mula di siapkan alat dan bahan yang akan digunakan, kemudian
diambil gelas piala dan kaca arloji timbang beratnya catat masukkan
bacl2 H2O. Masukkan dalam gelas piala beserta arloji catat kembali
lalu panaskan sampai sampel tersebut di atas api pembakaran tersebut
sampai uap di gelas air dan disediakan berupa bentuk serbuk
Zat yang digunakan pada praktikum ini adalah barium klorida
dihidrat. Senyawa tersebut disebut dengan senyawa hidrat karena
molekul air terikat secara kimia dalam senyawa dimana molekul air
tersebut akan terlepas ikatannya apabila dipanaskan. Yang diamati
dalam praktikum ini adalah perubahan fisika dari senyawa-senyawa
tersebut dengan membandingkan keadaan awal sebelum dipanaskan
dan keadaan akhir setelah dipanaskan.
Pada praktikum kali ini, dilakukan pemanasan terhadap senyawa-
senyawa di atas. Molekul air dapat lepas semuanya dari senyawa-
senyawa di atas jika dilanjutkan sampai air menguap sempurna
membentuk anhidrat. Senyawa anhidrat, apabila dibiarkan terbuka di
udara, akan menyerap air dari udara secara terus-menerus sampai
molekul air terikat kembali sempurna dan membentuk senyawa hidrat.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
1. Sampel yang awalnya kristal bila dipanaskan akan berubah menjadi
bubuk dan jika dipanaskan sampel akan mengeluarkan bunyi bunyi
percikkan. Sampai sampel tersebut diletakkan di udara terbuka dan
mencair.

2. Molekul air terikat secara kimia dalam suatu senyawa membentuk


senyawa hidrat.
3. Ikatan pada molekul air dapat terlepas dengan pemanasan sehingga
membentuk senyawa anhidrat.
6.2 Saran
Demi kelancaran dan keselamatan kerja selama praktikum,
makadisarankan kepada praktikan selanjutnya agar :
1. Memahami cara kerjadenganbaik.
2. Memakai masker selama praktikum.
3. Berhati-hati dalam melakukan proses pemanasan.
4. Teliti dalam mengamati perubahan yang terjadi.
5. Teliti dalam melakukan penimbangan zat.
VIII. TUGAS SESUDAH PRAKTIKUM
1. Hitunglah persentase air teerioritis dari hidrat berikut. gunakan masa
atom sampai satu desimal (0,1 sma) dan bulatkan perhitungan sampai 3
angka penting.
a. Nikel klorida heksa hidrat
Ar N = 58,7
Mr Cl2 = 35,45.2 = 70 g
Mr air = 18.6 = 108
Jumlah = 237.61
NaCl2 = 2H2O
%air = 108 sma x 100%
= 45.50%
b. Kalium nitrat tetrahidrat
Ar Ca = 40,08
Ar N = 14,2 = 28
Ar O = 16.6 = 96
Mr air = 18.4 = 72
Jumlah = 236,08
Ca(NO3)2 . 4H2O
% Air = 72sma x 100%
276.08
= 30.50%
c. Seng sulfat heptahidrat
Ar Zn = 65,37
Ar s = 32
Ar O = 16.4.64
Mr air = 18..7 = 126
Jumlah = 287,32
Zn SO4 =7H2O
% air = 126 sma x 100%
287 sma
= 43.84%
2. Suatu senyawa hidrat dengan masa 1,632 g sebelum dipanaskan dan
1,008 g setelah pemanasan. Hitung persentase percobaan air hidrat.
Massa air = hidrat – anhidrat
= 1,632 g – 1,008 g
= 0,124 g
% air hidrat = 0,624 g x 100%
1632 g

= 38,2359 %
= 38,24 %
3. Suatu sampel garam hidrat dianalisis dan didapatkan 10,6 % air. Bila
masa relative molekul anhidrat 151 sma berapa air Kristal hidrat.
% air = 10.6 %
Anhidrat = 100.10,6 = 89
n air = 10,6 9H2O x 1mol H20 = 0,589 Mol
18 g H20
n6A = 89,4 96a x 1mol 6A = 0,59 mol
151 sma
Air Kristal = n air = 0,589 mol = 0,998 = 1
n 6A 0,59 mol
Jadi rumus molekul 6A = H20
4. Tembaga (ll) sulfat hidrat mengandung 36,0 persen air. Bagaimana
rumus hidratnya.
Jawab:
Diketahui = Mr = CuS04 = 159,5 g/mol
H20 = 18 g/mol
100 -36 = 64 g
Mol CuS04 = 64 g = 0,4 g
159,59
Mol H20 = 369 g = 2 g
18 g
2 g = 5 g atau 0,4:2 = 1: 15
0,4 g
Jadi rumus kristalnya adalah CuSo4 SH2O
5. Kalsium klorida dihidrat di dapatkan mengandung 24,5 persen air.
Bagaiman rumus hidrat nya..
Jawab :
Diketahui : Mr CuSO4 = 111g/mol
H2o = 18 g/mol
100 – 24,,5 = 75,5 g
Mol CaCl2 = 75,5 g = 0,68 g
111 g
Mol H20 = 24,5 g = 1,36 g
18 g
1,36 g = 2 g atau 0,68 : 1,36 = 1 : 2
0,68 g
Jadi rumus kristalnya adalah CaCl2 . H2O
6. Krom (lll) mengandung 59,5 persen garam anhidrat bagaimana rumus
molekul nya.
Jawab:
Cr(NO3)3 x H2O =….?
Mr Cr (N03)3 = 52 + 3 (16 x 3) 283
n. H20 = gr/mol = 40,5 g / 18gr/mol = 2,25 mol
n Cr (N02)3 = gr//mol = 50,5 gr / 38 gr / mol = 0,25 mol
air hidrat = mol air
mol hidrat

= 2,25 =9
0,25
Jadi rumus hidrat nya adalah Cr(NO3)3 = 9H2O
DAFTAR PUSTAKA

Kusuma, theresia, sita. 1998. Kimia dasar. Padang : unand. Hal 125-127

R, a, day dan a, l, underwood. 1989. Kimia analisis kuantitatif. Jakarta :


erlangga.Hal 221-223

Takhir, agus.1993.konsepkonsepkimia. Bandung :pustakaladja

Wilkinson, cotton. 1989. Dasar kimia anorganik. Jakarta: ui. Press. Hal 205-208

Wollson , J.D. 1994 inorganic experiments new york : VCH Publisher inc.
BUNDELAN

KIMIA FARMASI DASAR

DISUSUN OLEH :

NAMA ANGGOTA :

1. NANDA MULYANA (1904058)


2. CHAIRANI ALWALIDAIN (1904059)
3. WAHYU ANDRIAN (1904088)
4. MAIDA SONIAMARTA (1904110)
5. MELLISYA L. (1904090)
6. JUNI KARTIKA R. (1904069)
7. PUTRI YUHANDRA (1904085)
8. GHOZY ARRAHMAN (1904093)

KELAS :B

DOSEN : NESSA M.Farm.Biomed.Apt


EPI SUPRI WARDI,M.Si

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA


YAYASAN PERINTIS
PADANG
2019

Anda mungkin juga menyukai