Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama
haid terakhir. Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai
dari konsepsi pertama sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6
bulan triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan. Kehamilan melibatkan
perubahan fisk emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam lingkungan
keluarga. Pada .umunya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan
kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak
sesuai dengan yang diharapakan. Sulit diketahui bahwa kehamilan akan menjadi
masalah. Sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksi apakah Ibu hamil akan
bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu pelayanan/asuhan antenatal
merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan Ibu hamil
normal dan mendeteksi Ibu dengan kehamilan normal (Prawirohardjo, 2002).
Hasil akhir kehamilan yang diharapkan adalah kelangsungan hidup ibu dan
bayinya. Tujuan perawatan antenatal lebih dari itu; bukan hanya kelangsungan hidup
tetapi juga kualitas hidup yang baik perawatan antenatal yang baik mencakup:
 Pengawasan kehamilan untuk melihat apakah segalanya berlangsung normal,
untuk mendeteksi dan mengatasi setiap kelalaian yang timbul, dan untuk
mengantisipasi semua masalah selama kehamilan, persalinan dan periade
postnatal.
 Penyuluhan atau pendidikan mengenai kehamilan dan bagaimana cara-cara
mengatasi gejalanya, mengenai diet, perawatan gigi serta gaya hidup; hampir
semua pertemuan dengan ibu hamil (dengan suaminya) memberikan
kesempatan untuk memberikan penyuluhan dalam satu atau lain bentuk.
 Persiapan (baik fisik maupun psikologis) bagi persalinan atau pelahiran, dan
pemberian petunjuk mengenai segala aspek dalam perawatan bayi.
 Dukungan jika terdapat masalah-masalah sosial atau psikologis. Dalam
hubungannya dengan hasil akhir suatu kehamilan, ”kualitas hidup yang baik”
berarti Ibu yang sehat dengan bayi yang sehat dan Ibu mengetahui cara
merawat bayi serta dirinya. Sebagian besar rumah sakit kini menyertakan

1
calon ayah ke dalam program penyuluhan dan persiapan persalinan (Farrer,
2001). Pada trimester kedua pemeriksaan dilakukan setiap bulan. Dengan
rancangan pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal
dan keluhan hamil muda, pemeriksaan fisik (umum, khusus, tambahan)
sehingga dari pemeriksaan ini didapatkan kesimpulan tentang kehamilan.
Kesimpulan mungkin normal sehat dan memuaskan, adanya penyakit Ibu, atau
adanya komplikasi kehamilan. Pada periode ini pula dapat dilakukan
pengobatan kehamilan berupa obat simtomatis untuk gejala hamil muda,
pengobatan penyakit yang menyertai kehamilan, dan pemberian obat
penyokong (vitamin, obat khusus), dan vaksinasi tetanus toksoid I. Anjuran
yang diberikan pada masa ini umumnya berkaitan dengan kesehatan dan secara
khusus berkaitan dengan kesimpulan kehamilannya. (Manuaba, 1999).

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian Kehamilan Trimester II
2. Perubahan pada wanita hamil trimester II
3. Reaksi kognitif dan emosional Ibu pada kehamilan Trimester II
4. Perkembangan Janin pada Ibu Hamil Trimester II
5. Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester II
6. WOC Kehamilan trimester II
7. Tanda subjektif dan objektif kehamilan trimester II
8. Pemeriksaan penunjang kehamilan trimester II
9. Komplikasi kehamilan trimester II (14-28 minggu)
10. Asuhan keperawatan teoritis kehamilan trimester II

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kehamilan trimester II
2. Untuk mengetahui perubahan pada wanita hamil trimester II
3. Untuk mengetahui reaksi kognitif dan emosional ibu pada kehamilan trimester II
4. Untuk mengetahui perkembangan janin pada ibu hamil trimester II
5. Untuk mengetahui ketidaknyamanan ibu hamil trimester II
6. Untuk mengetahui WOC kehamilan trimster II
7. Untuk mengetahui tanda subjektif dan objektif kehamilan trimester II
2
8. Untuk mengetahui pemeriksaan penunjang pada kehamilan trimester II
9. untuk mengetahui komplikasi kehamilan trimester II (14-28 minggu)
10. Untuk mengetahui askep teoritis pada kehamilan trimester II

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kehamilan Trimester II

Kehamilan trimester kedua merupakan waktu kehamilan pada minggu ke 13


sampai dengan 28 atau waktu kehamilan menginjak umur 4 bulan hingga 6 bulan.
Memasuki bulan keempat, perkembangan janin akan memasuki trimester kedua. Janin
akan mulai bergerak yaitu pada bulan keempat tepatnya sekitar mingu ketiga belas. Hal
ini terjadi karena hormone pada bayi mulai aktif sehingga mereka sudah mulai
berinteraksi dengan situasi di dalam kandungan.
Berat janin mencapai 45 gram tapi akan meningkat drastic yaitu sampai 160 gram
dan panjang sekitar 12 inci. Begitu pula dengan panca indera yang lainnya seperti mata,
hidung, telinga ataupun mulut. Wajah mulai terbentuk pada janin. Yang paling penting,
pada umur lima bulan bayi akan memiliki lapisan putih yang melapisi tubuh serta
kulitnya yang kemudian kita kenal dengan ari-ari

2.2 Perubahan pada wanita hamil


A. Perubahan anatomik dan fisiologi
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, Khususnya pada
alat genetalia eksterna dan interna dan pada payudara (mammae). Dalam hal ini
hormone somatomammotropin, estrogen, dan progesterone mempunyai peranan
penting. Perubahan yang terdapat pada wanita hamil ialah antara lain:
1. Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah
pengaruh estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat.
Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertropi otot polos
uterus; disamping itu, serabut-serabut kolagen yang adapun menjadi
higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat
mengikuti pertumbuhan janin. Berat uterus normal lebih kurang 30 gram;
pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram,
dengan panjang lebih kurang 20 cm dan dinding lebih kurang 2,5 cm pada
bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah advokad, agak
gepeng.

4
Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada
akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur.
Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting
diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut
hamil fisiologi, atau hamil ganda, atau menderita penyakit molahidatidosa,
dsb.
Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak kira kira jari diatas
pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xifoideus. Pada
kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak diantara setengah jarak pusat
dan prosessus xifoideus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak
kira-kira 1 jari di bawah prosessus xifoideus.
2. Servik uteri
Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena
hormon estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan
otot, maka servik lebih banyak mengandung jaringan ikat, hanya 10%
jaringan otot. Jaringan ikat pada servik ini banyak mengandung kolagen.
Akibat kadar estrogen meningkat, dan dengan adanya hipervaskularisasi
maka konsistensi servik menjadi lunak.
Kelenjar-kelenjar di servik akan berfungsi lebih dan akan
mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang
hamil mengeluh mengeluarkan cairan per vaginam lebih banyak. Keadaan
ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik.
3. Vagina dan vulva
Vagina dan vulva akibat hormone estrogen mengalami perubahan
pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak
lebih merah, agak kebiru-biruan. Tanda ini disebut tanda Chadwick.
Warna porsiopun tampak livide.
4. Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum
graviditis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16
minggu. Korpus Luteum graviditis berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian,
ia mengecil setelah plasenta terbentuk.

5
5. Mammae
Mammae akan membesar dan tegang akibat hormone
somatomammotropin, estrogen, dan progesterone, akan tetapi belum
mengeluarkan air susu.
Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari puting susu dapat keluar
cairan berwarna putih agak jernih, disebut kolostrum. Kolostrum ini
berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Sesudah
partusm, kolostrum ini agak kental dan warnanya agak kuning. Meskipun
kolostrum telah dapat dikeluarkan, pengeluaran air susu belum berjalan
oleh karena prolaktin ditekan oleh PIH (prolactine inhibiting hormone).
6. Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya
sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh
darah yang membesar pula, mammae dan alat lain-lain yang memang
berfungsi berlebihan dalam kehamilan volume darah akan bertambah
banyak, kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti
dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%, dan
penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (5-10 mmHg).
7. Sistem Respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang
mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan pada
kehamilan 32 minggu keatas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus
yang membesar kearah diagfragma kurang leluasa bergerak.
8. Traktus Digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek
(nausea). Mungkin ini akibat kadar hormone estrogen yang meningkat.
Tonus-tonus otot traktus digestivus menurun karena peningkatan kadar
hormone progesterone, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga
berkurang. Makanan lebih lama berada dalam lambung dan apa yang
dicernakan lebih lama dalam usus-usus. Hal ini mungkin baik untuk
resorpsi, akan tetapi menimbulkan pula obstipasi, yang memang
merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil.

6
9. Tarktus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan
oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing.
Keadaan ini hilang dengan makin tuannya kehamilan bila uterus gravidus
keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai
turun kebawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi
karena kandung kencing mulai tertekan kembali.
10. Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat
tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophore
stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini merupakan salah
satu hormone yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis.
Kadangkadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung, yang
dikenal sebagai kloasma gravidarum. Di daerah leher sering terdapat
hiperpigmentasi yang sama, juga di areola mamae. Linea alba pada
kehamilan menjadi hitam, dikenal sebagai linea nigra. (Prawirohardjo,
2002).

B. Perubahan psikologis kehamilan pada trimester II


Selama hamil kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis dan
emosional. Seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa
bahagianya dia karena akan menjadi seorang Ibu dan bahwa dia sudah memilihkan
sebuah nama untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak jarang ada wanita
yang merasa khawatir kalau terjadi masalah dalam kehamilannya. Atau bahwa ada
kemungkinan bayinya tidak normal.
Pada trimester kedua biasanya adalah saat itu merasa sehat. Tubuh ibu sudah
terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena
hamil sudah berkurang. Perut Ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan
sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan
energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula Ibu dapat
merasakan gerakan bayinya, dan Ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai
seseorang diluar dari dirinya sendiri. Banyak Ibu yang merasa terlepas dari rasa

7
kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester
pertama dan mersakan meningkatnya libido. (Pusdiknakes,2003).
2.3 Reaksi kognitif dan emosional Ibu pada kehamilan Trimester II
1. Perasaan baik/tenang
 Tanda fisik dan nyeri berkurang
 Berkurangnya rasa ketakutan dan kecemasan dan lupa akan gerakan bayi (jika
kemajuan kehamilan normal)
2. Perhatian, memikat diri, introspeksi
 Konsentrasi pada ibu dalam keperluan janinnya
 Pesona terdapat kehamilan dan proses kelahiran ;sadar akan kelakuan anaknya
 Menenangkan egosentris, tingkat mimpi setiap hari
 Mulai menunjukkan ”sekumpulan”prilaku: persiapan membeli barang untuk
anak dan dirinya dalam antisipasi proses kelahiran.
3. Irama suasana hati dan emosional labil
 Kegembiraan dan suasana hati bisa menyusahkan untuk sekitarnya;
memerlukan kasih sayang, perhatian, dan pengertian. (Reeder, 1992).

2.4 Perkembangan Janin pada Ibu Hamil Trimester II


- Minggu ke-14
Perkembangan Janin      :
- Sistem otot semakin kuat.
- Sistem saraf mulai berfungsi.
- Pembuluh darah mulai berkembang.
- Minggu ke-15
Perkembangan Janin      :
- Tangan mulai bisa mengepal.
- Berat janin mencapai 200 gr.
- Kaki sudah mulai menendang.
- Minggu ke-16
Perkembangan Janin      :
- Seluruh organ dan struktur tubuh telah terbentuk.
- Panjang janin 16 cm.

8
- Kepala dominant, wajah terlihat seperti manusia.
- Minggu ke-18
Perkembangan Janin      :
- Adanya lapisan lemak yang melindungi janin.
- Rambut-rambut halus menutupi tubuh dan memelihara kelembaban kulit.
- Minggu ke-19
Perkembangan Janin      :
- Tumbuh alis, bulu mata dan rambut.
- Minggu ke-20
Perkembangan Janin      :
- Janin mulai memiliki pola tidur secara teratur.
- Janin mulai menendang, menghisap dan menggeliat.
- Minggu ke-22
Perkembangan Janin      :
- Kerangka berkembang dengan pesat.
- Minggu ke-23
Perkembangan Janin      :
- Kelopak mata mulai membuk dan menutup.
- Minggu ke-24
Perkembangan Janin      :
- Berat janin berkisar 700 sampai 800 gr.
- Kulit kemerahan dan keriput.
- Terbnetuk kelenjar keringat.

2.5  Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester II

Ketidaknyamanan Fisiologis

 Pigmentasi yang mendalam, jerawat,  Melanocyt, stimulating hormon (dari


kulit berminyak. pituitary anterior)
 Spider nevi (Telangi ectasis) kelihatan  Jaring-jaring setempat sampai dengan
selama trimester II/III pada leher, arteriola (arteri terakhir) dari

9
thorax, wajah dan lengan. penambahan konsentrasi estrogen
 Erytema telapak tangan terjdi pada  Bercak kemerahan menyebar pada
50% wanita hamil, yang menyertai telapak tangan dan menutupi kulit yang
spider nevi. berlebihan dan ujung jari yang
disebabkan oleh faktor predisposisi
genetis dan hyper estrogen.
 Palpitasi  Tidak diketahui, tidak disertai oleh
cardiacpersisten yang irreguler
 Supinehypotensi (symdroma aorta  Disebabkan oleh tekanan uterus yang
vena cava) dan bradicard. hamil atas vena cava ascenden saat
terlentang mengurangi aliran darah
uterus-plasenta dan perfusi renal
 Pusing dan sinkrope (orthostatik  Vasomotor lability atau psotural
hypotensi) yang menetap selama hypotensi dari hormon, pada kehamilan
hamil. yang terakhir mungkin disebabkan oleh
vena yang statis pada extremitas
bawah.
 Makanan idaman  Penyebabnya tidak diketahui; idaman
ditentukan oleh budaya / letak
geografis.
 Rasa panas dalam perut (pvrosis/acid  Progesteron memperlambat motilitas
indigestion), sensasi panas pada gastrointestinal tract dan pencernaan
bagian bawah dada atau bagian atas membalikkan peristaltik; merelaxasi
abdomen, kadang-kadang dengan spincter cardiac; dan memperlambat
bersendawa sedikit naik rasa cairan. waktu buang air besar, memindahkan
isi perut ke atas dan ditekan oleh
pembesaran uterus.
 Konstipasi – Terjadi 50% pada semua  Motilitas gastrointestinal tract
wanita hamil diperlambat oleh progesteron, akibat
peningkatan resorbsi air dan
pengeringan feces, tekanan intestinal
karena semakin membesarnya uterus
predisposisi konstipaso karena
suplementasi zat besi oral.
 Kembung dan bersendawa  Berkurangnya motilitas gastrointestinal
akibat hormon, memberikan peluang

10
bakteri untuk memproduksi gas;
menelan udara.
 Varices vens : yang diikuti sakit kaki  Predisposisi hereditas : relaxasi otot
dan kelemahan bisa menetap pada halus dinding vena karena hormon
kaki dan vulva; hemorhaid adalah yang menyebabkan vasocongestion
varices perianal. pelvic; kondisi ini diperberat oleh
pembesaran uterus, hamil dan gerakan
bowel usus kebawah.
 Sakit kepala  Ketegangan emosional (biasanya
lebih dari vasculer migrain headache)
nyeri mata (kelainan refraksi)vasculer
engorgement dan sumbatan sinus dari
stimulasi hormon
 Carpal tunnel syndrom (antara lain :  Tekanan syaraf median karena
ibu jari, jari kedua dan jari ketiga, sisi perubahan dalm jaringan
lateral jari kelingking) mengelilinginya, nyeri, mati rasa, rasa
gatal, panas, kehilangan kemampuan
gerak (mengetik) menjatuhkan benda.

 Mati rasa periodik, jari gatal  Syndroma traksi flexus brachial dari
(acrodysesthesia) 5% dari wanita terasa berat pada bahu selama hamil
hamil (khususnya malam dan pagi hari)
 Nyeri sekitar ligamen (kelemahan)  Ligamen yang menciut / tertekan
disebabkan oleh pembesaran uterus.
 Nyeri sendi, pinggang dan tekanan  Relaxasi sendi symfisis da sakroiliaka
pelvic, hypermobilitas sendi. karena hermonal, akibatnya peivic
tidak stbil, lengkung cervicothoracis
dan lumbar yang berlebihan karena
perubahan pada pusat grafitasi dari
pembesaran perut.

2.6 WOC Kehamilan trimester II


 Terlampir

2.7 Tanda subjektif dan objektif kehamilan trimester II

11
1. Tanda subjektif

a. Minggu ke 14-20
 Napas kencang
 Sakit kepala
 Perubahan postur tubuh pada minggu ke 1
b. Minggu ke 20-24
 Pernapasan menjadi lebih cepat
 Meningkatnya hasrat sexualitas
c. Minggu ke 25-28
 Kram pada kaki mungkin terjadi
 Mudah lelah

2. Tanda objektif

a. Amenorrehea, tetapi mungkin berbintik pada periode yang diharapkan.


b. Meningkatnya kadar HCG.
c. Meningkatnya BBT dikarenakan sekresi progesterone.
d. Perluasan bernafas, menghitamnya sekitar areola, membesarnya tubersel
montgomery.
e. Tanda-tanda (minggu ke 5-7):
 Tanda Ladin
 Tanda Goodell
 Tanda Hegar : ismus uteri mengadakan hipertropi seperti
corpus uteri yang membuat ismus menjadi panjang dan lebih lunak.
 Tanda Chadwick : perubahan membran vagina dan vulva karena
peningkatan hormone estrogen yang menyebabkan hipervaskularisasi
sehingga vaagina tampak lebih merah agak kebirubiruan.
f. Kehamilan positif tes pada HCG dengan menggunakan metode
Isoimonologic.
g. Berat badan tambah sampai 0-3 kg lebih tetapi juga mungkin berat badan
turun drastic.
h. Fundus pada sympisis pubis, meningkat hampir1 cm tiap minggu.
i. Deteksi pada nadi janin dengan menggunakan teknik ultrasonik (minggu ke
9-12).

12
j. Kehadiran kolostrum.
k. Formasi sketer mocous dalam bagian kuduk.
l. Leukorrhea; laporan jika pruritus atau kecurangan berkembangan pada
Candida albicans, infeksi tricomonal.
m. Perubahan pada abdominal karena kehamilan.
n. Puncak simpanan antara sympisis dan umbilicus.
o. Simpanan pada umbilicus (22 minggu).
p. Pelvix bergabung dalam relaksasi kerena hormone relaksin.
q. Pigmen yang mungkin berubah pada kulit: melasma, linea nigra, striae
gravidum.
r. Prespirasi naik, minyak pada sekresi.
s. Dilatasi pada ureter kanan sebagai hasil tekanan dari uterus dextrorotated.
t. Konstipasi dan hemorrhoid karena kelambatan gerak peristaltik dan tekanan
pada uterus pada kolon dan rektum yang lebih rendah.

2.8 Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan rutin yang akan dilakukan terhadap Ibu di trimester 2 ini ada beberapa
macam, yaitu:

a. Pemeriksaan tekanan darah, tujuannya menghindari bahaya hipertensi selama


kehamilan. Dilakukan di usia kehamilan 14—28 minggu

b. Pemeriksaan berat badan dan lingkar lengan atas, tujuannya untuk memantau
berat badan Ibu, yang akan mengalami peningkatan secara signifikan ketika
memasuki usia kehamilan 20 minggu. Hal ini penting untuk mencegah Ibu
menjadi overweight. Dilakukan di usia kehamilan 24—28 minggu.

c. Pemeriksaan tinggi fundus (bagian atas rahim) menggunakan meteran,


tujuannya untuk mengetahui apakah tinggi fundus sesuai dengan usia kehamilan
berdasarkan kalender. Tinggi fundus adalah jarak antara bagian atas rahim ibu
hamil hingga tulang kelamin. Dilakukan di usia kehamilan di atas 20 minggu.
Setelah 20 minggu, tinggi fundus akan sama dengan usia kehamilan. Misal, pada
usia kehamilan 26 minggu, maka tinggi fundus adalah 26 sentimeter.

13
d. Pemeriksaan USG, tujuannya untuk melihat kondisi janin di dalam rahim,
seperti mengetahui kondisi denyut jantung dan profil biofisiknya, lokasi
plasenta, serta kecukupan air ketuban. Dilakukan di usia kehamilan 18—22
minggu.

e. Pemeriksaan laboratorium darah dan urine, tujuannya untuk mengetahui kadar


darah dan gula darah. Pada ibu hamil yang kekurangan darah (anemia),
pertumbuhan janinnya dapat terhambat. Sementara kadar gula darah yang tidak
normal dapat memicu masalah Diabetes Melitus Gestasional (DMG).
Pemeriksaan dilakukan pada usia kehamilan 24—28 minggu.

2.9 Komplikasi kehamilan trimester dua (14-28 minggu)

A. Hipermesis Gravidarum
”Morning sickness” dengan muntah terus-menerus, makan kurang dapat
menyebabkan gangguan suasana kehidupan sehari-hari dalam situasi demikian
disebut hiperemesis Gravidarum. Pada tingkat ringan, sebaiknya memeriksakan
diri dengan gejala muntah berlebihan, keadaan lemas dan lemah, sakit pada ulu hati
(perut bagian atas), tidak mau makan, berat badan turun, turgor (kekenyalan) kulit
berkurang, lidah kering, mata cekung, kecepatan nadi meningkat, dan tekanan
darah menurun.
B. Keguguran kandungan
Keguguran adalah terhentinya kehamilan sebelum janin mampu hidup diluar
kandungan pada umur dari 28 minggu. Sebab keguguran sebagian besar tidak
diketahui dan terjadi secara sepontan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan
gugur kandung dikemukakan sebagai:
faktor telur (ovum) yang kurang baik
 faktor spermatozoa yang kurang sempurna
 ketidaksuburan lapisan dalam rahim (endometrium) yang disebabkan oleh
kekurangan gizi, kehamilan dengan jarak pendek, terdapat penyakit dalam
rahim.
 Faktor penyakit sistemik pada Ibu seperti penyakit jantung paru, ginjal,
tekanan darah tinggi, hati, dan penyakit kelenjar dengan gangguan hormone
pada Ibu.

14
Beberapa bentuk klinis keguguran:

 Abortus insiplens (keguguran mengancam) Pada pemeriksaan dalam belum


terdapat pembukaan mulut rahim, kehamilan masih dapat diselamatkan
dengan pengobatan dan tirah baring (istirahat di tempat tidur).
 Abortus inkompletus (keguguran tidak lengkap) Terjadi keguguran dengan
dikeluarkannya sebagai hasil konsepsi. Perdarahan masih ada seperti darah
menstruasi. Mulut rahim telah tertutup. Untuk memastikannya sebaiknya
konsultasi kedokter ahli.
 Abortus kompletus (keguguran lengkap) Pengeluaran seluruh isi Rahim.
 Abortus abortion (terhentinya kehamilan) Keguguran telah terjadi tetapi
hasil konsepsi masih tertinggal dalam rahim lebih dari 6 minggu.
Bahayanya keguguran ini dapat terjadi gangguan pembekuan darah atau
dapat menjadi sumber infeksi. Pada missed abortion hasil konsepsi segera
dikeluarkan di Rumah Sakit dengan persiapan khusus, sehingga bahayanya
dapat diatasi.
C. Kehamilan dengan degenerasi penyakit trofoblas
Kehamilan penyakit trofoblas adalah penyimpangan kehamilan dengan
terjadi degenerasi hidrofik dari jonjot koreon. Sehingga berupa buah anggur,
dengan mengandung banyak cairan dan hormon. Pada kehamilan penyakit
trofoblas terjadi pembesaran perut yang lebih cepat, tanpa terdapat janin dalam
rahim, serta dapat terjadi perdarahan.
Dalam melaksanakan pengobatan dan perawatan kehamilan dengan
penyakit trofoblas memerlukan pengobatan khusus dan pengawasan
terusmenerus selama satu tahun untuk melakukan observasi kemungkinan
keganasan dalam bentuk ”korio karsinoma” syukur bahwa kehamilan dengan
penyakit trofoblas makin berkurang jumlahnya seiring dengan makin
membaiknya keadaan gizi masyarakat.
Kemungkinan telah terjadi degenerasi ganas koreo karsinoma dapat
diperhatikan bila dijumpai atau mengalami perdarahan terus menerus setelah
keguguran atau persalinan, perut bertambah besar dengan dapat diraba tumor,
terdapat benjolan berwarna ”biru” di daerah liang senggama, dan bentuk yang
disertai dahak-berdahak.
D. Kehamilan diluar kandungan (kehamilan ektopik)

15
Kehamilan ektopik merupakan salah satu ”keadaan darurat” yang
segera harus mendapatkan tindakan pembedahan, untuk mengambil sumber
pendarahan sehingga bahaya lebih lanjut dapat diatasi. Gambaran gejala
kehamilan ektopik:
 Terdapat ”trias gejala hamil ektopik terganggu” (amenorea{terlambat
datang bulan atau terdapat perubahan pola menstruasi}, sakit perut
mendadak, dan perdarahan melalui liang senggama).
 Sakit perut disebabkan oleh pecahnya kehamilan ektopik, timbunan
darah menimbulkan iritasi denga menifestasi rasa nyeri, darah dalam
ruangan perut tidak berfungsi dan menyebabkan pasien tampak pucat
(anemia), tekanan darah turun sampai syok, bagian ujung-ujung
anggota badan terasa dingin, perut kambung karena darah.

2.10 Asuhan keperawatan teoritis

A. Pengkajian Maternal

Pada setiap kunjungan ibu ditanyakan secara ringkas kejadian sejak kunjungan
sebelumnya. Dia ditanyakan mengenai emosional secara umum dan kesehatan
psikologis, keluhan atau permasalahan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
terhadap masalah yang dihadapi.

 CEKLIST TRIMESTER KEDUA


1. Jadwal dan keadaan waktu kunjungan
 Pengkajian maternal
 Pertumbuhan dan perkmbangan janin
 Tes diagnostic spesifik
 Konseling untuk perawatan mandiri
 Rencana kelahiran
 Kecemasan/adaptasi
 Perubahan kulit
 Jantung berdebar-debar
 Kelemahan/pingsan
 Gastrointestinal distress
 Neuromuscular dan skeletal distress

16
 Keselamatan ibu dan janin
 Latihan dan istirahat
 Relaksasi
 Nutrisi
 Alcohol dan substansi lainnya
 Seksualitas
 Personal hygiene
 Tanda-tanda berbahaya
B. Pemeriksaan Fisik
Pada setiap kunjungan:
 pola dan pernafasan dihitung / diperiksa / diukur.
 tekanan darah (lengan kanan, sambil duduk.
 berat badan juga diukur apakah bertambah atau tetap atau berkurang
(apakah cocok dengan rencana).
C. Tes Laboratorium
Test laboratorium, rutin, selama, trimester kedu dibtasi. Suatu pegangan
yang baik. Spesimen urine digunakan untuk mendeteksi kadar glukosa, aceton,
lbumin/protein, RBCs, dan leukosytes. Wanita hamil mungkin menglami
glykosuria (untuk ulangan, lihat nutrient excreation). Urine untuk culture dan
sensivitas, sama dengan darah sample, didapatkan hanya jika ada tanda-tanda
dan gejala yang didapatkan. Hematocrit (HCT) atau packed Cell Volume
(PCU) ditentukan pada setiap kunjungan dalam beberapa tempat/kali.
D. Pengkajian fetal
Tinggi fundus selama trimester kedu, urgan uterus menjadi lebih besar.
Pengukuran tinggi uterus di atas symphysis pubis dijadikan sebagai indikator
kemajuan pertumbuhan janin. Juga memberikan petunjuk yang jelas terhadap
lamanya kehmilan. Pita lunak atau pelvimeter bisa digunakan untuk mengukur
tinggi fundus uteri. Tinggi fundus diukur dari puncak/titik symshisis pubis
sampai ujung/puncak fundus uteri tanpa ujung belakang uterus. Pengukuran
tinggi fundus membantu mengidentifiksi faktor-faktor resiko tinggi.
Tetpnya/turunnya tinggi fundus uteri menunjukkan Intrauterin Growth
Retadation (IURG)/ pertumbuhan dalam rahim yang terlambat, dan
pertambahan yang berlebihan biasanya kehamilan multifetal atau hydramnion.

17
Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi pengukuran adalah
obesitas. (kurangi 1 cm dari ukuran jika berat ibu 90 kg [200 pounds atau
lebih]), jumlah cairan amnion, kehamilan multifetal, ukuran bayi dan letak
bayi dan letak uterus.

E. Tanda-tanda peringatan trimester II

TANDA-TANDA / GEJALA KEMUNGKINAN PENYEBAB

- Menetap, kadang-kadang - Hypertensi gravidarun.


muntah. - Membran pecah sebelum waktunya,
- Keluar cairan dari vgina, keguguran.
bleeding, cairan, amnion. - Infeksi.
- Demam, panas, kencing panas, - Janin beresiko atau intrauteris fetal
diare. death (IUFD)
- Perubahan gerakan janin. Tak
ada gerakan janin setelah gerakan
lebih cepat, ada perubahan yang
tidak biasa dalam jumlah atau
polanya.

F. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan citra tubuh, berhubungan dengan persepsi perubahan biofisik, dan


respons orang lain.

2. Perubahan pola nafas, ketidak efektifan berhubungan dengan pergeseran diafragma


karena pembesaran uterus.

3. Penurunan curah jantung, resiko tinggi terhadap dekompensasi berhubungan


dengan peningkatan kebutuhan sirkulasi, perubahan preload (penurunan aliran
balik vena, dan afterload) peningkatan tahanan vaskuler perifer, hipertrofi
ventrikel.

4. Gangguan rasa nyaman berubungan dengan perubahan pada mekanisme tubuh, dan
efek-efek hormone .

18
5. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi/maturase, kerentanan pribadi dan
persepsi tidak realistis.

6. Konstipasi berhubungan dengan penurunan motilitas gastrointestinal.

G. Intervensi keperawatan

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


. keperawatan
1. Gangguan citra Setelah dilakukan Mandiri: 1. Meminimalisir
tubuh,berhubunga tindakan keperawatan 1. Kaji sikap terhadap kehamilan respon negatif
n dengan persepsi selama … x 24 jam, perubahan bentuk tubuh. terhadap konsep diri
perubahan biofisik, diharapkan gangguan dan penampilan fisik.
dan respons orang citra tubuh tidak ada 2. Diskusikan perubahan aspek 2. Individu dapat
lain. dengan kriteria hasil: fisiologis, dan respons klien bereaksi positif
1. Pasien penerimaan / terhadap perubahan. mengenai perubahan
adaptasi bertahap yang terjadi.
untuk mengubah 3. Kebutuhan akan
konsep diri/citra 3. Anjurkan pasien menggunakan pakaian yang nyaman
tubuh. pakaian yang nyaman saat akan meningkatkan
2. Mendemonstrasikan hamil. penampilan klien
citra tubuh positif untuk kerja dan
dengan melakukan aktifitas
mempertahankan yang menyenangkan.
kepuasan 4. Informasi dapat
penampilan 4. Berikan informasi tentang membantu klien
keseluruhan; kenormalan perubahan. memahami/menerima
berpakaian dengan apa yang terjadi.
pakaian yang tepat. Kolaborasi: 5. Mempersiapkan
5. Kolaborasi dengan tim sejak dini agar ibu
kesehatan agar ibu mengikuti siap dalam proses
konseling atau kelas-kelas kelahiran dan siap
pendidikan kelahiran anak dan menjadi orang tua.
menjadi orang tua.
2. Perubahan pola Setelah dilakukan Mandiri: 1. Fungsi pernafasan

19
nafas,berhubungan tindakan keperawatan 1. Kaji status pernapasan (ex: dapat digunakan
dengan pergeseran selama … x 24 jam, sesak napas dan kelelahan) secara optimal.
diafragma karena diharapkan perubahan 2. Kaji kadar hemoglobin 2. Peningkatan kadar
pembesaran uterus. pola nafas tidak ada (Hb) dan hematokrit (Ht) plasma pada gestasi
dengan kriteria hasil: tekankan pentingnya masukan minggu ke 24-32
1. Frekuensi vitamin / fero sulfat pranatal mengencerkan kadar
pernafasan normal setiap hari Hb, mengakibatkan
(16-20x/menit) kemungkinan
2. Mampu anemia dan
mendemonstrasikan menurunkan
perilaku yang kapasitas pembawa
mengoptimalkan oksigen.
fungsi pernapasan. 3. Tinjau ulang tindakan 3. a. Postur yang baik
yang dapat dilakukan klien dan makan sedikit
untuk mengurangi masalah, membantu
Ex: memaksimalkan
a. postur yang baik dan makan penurunan
sedikit tetapi lebih sering. diafragmatik,
b. menghindari merokok meningkatkan
ketersediaan ruang
untuk ekspansi paru.
b. Merokok
menurunkan
persediaan oksigen
untuk pertukaran
ibu-janin.
3. Penurunan curah Setelah dilakukan Mandiri: 1. Selama trimester
jantung, resiko tindakan keperawatan 1. Tinjau ulang proses fisiologis kedua, hipertrofi
tinggi terhadap selama … x 24 jam, dan perubahan normal dan ventrikel jantung
dekompensasi diharapkan penurunan banormal, tanda-tanda, dan menjamin
berhubungan curah jantung tidak gejala-gejala. peningkatan curah
dengan ada dengan kriteria jantung, yang
peningkatan hasil: memuncak pada
kebutuhan 1. Tetap normotensitif gestasi minggu 25-27

20
sirkulasi, selama perjalanan untuk memenuhi
perubahan preload pranatal. oksigen dan
(penurunan aliran 2. Bebas dari edema kebutuhan nutrien
balik vena, dan patologis dan ibu/janin.
afterload) tanda-tanda HAK. 2. Perhatikan riwayat yang ada 2. Klien ini menghadapi
peningkatan 3. Mengidentifikasi sebelumnya atau potensial risiko paling tinggi
tahanan vaskuler cara-cara untuk masalah jantung / ginjal / terhadap masalah
perifer, hipertrofi mengontrol dan diabetik. jantung selama
ventrikel. menurunkan trimester kedua, bila
masalah curah jantung
kardiovaskular. memuncak.
3. Ukur tekanan darah (TD) dan 3. Peningkatan TD
nadi. Laporkan jika dapat menunjukkan
peningkatan sistosik lebih dari HAK, khususnya
30 mm Hg dan diastolik lebih pada klien dengan
dari 15 mm Hh. penyakit jantung atau
ginjal, diabetes.
4. Kaji adanya edema 4. Edema dependen dari
pergelangan kaki dan varises eksremitas bawah
kaki, vulva dan rektum. (edema fisiologis)
Bedakan antara edema sering terjadi karena
fisiologis dan yang potensial stasis vena akibat
berbahaya. vasodilatasi dari
aktivitas progesteron,
herediter, retensi
kelebihan cairan, dan
tekanan uterus pada
pembuluh darah
pelvis.
4. Gangguan rasa Setelah dilakukan Mandiri: 1. Penurunan motilitas
nyaman tindakan keperawatan 1. Kaji ulang adanya perubahan gastrointestinal, efek
berhubungan selama … x 24 jam, BAB dan hemoroid. suplemen zat besi,
dengan perubahan diharapkan tidak ada dan peningkatan
pada mekanisme gangguan rasa nyaman tekanan/perubahan

21
tubuh, efek-efek dengan kriteria hasil: posisi dari
hormone dan 1. Mengidentifikasi pembesaran uterus
ketidakseimbangan dan mempengaruhi
elektrolit. mendemostrasikan fungsi normal.
tindakan perawatan 2. Diskusikan masukan diet, 2. Membantu dalam
diri yang tepat. latihan, dan penggunaan pencegahan /
2. Meminimalisir pelunak feses. penatalaksanaan
ketidaknyamanan konstipasi.
3. Perhatikan adanya nyeri ulu 3. Makanan berlemak
hati, tinjau ulang riwayat diet. meningkatkan
Anjurkan klien menghindari keasaman gastrik;
makanan berlemak, makan makan sering dalam
enam kali sehari dalam porsi porsi kecil
kecil, menetralkan
Kolaborasi: keasaman.
4. Berikan antasida rendah 4. Menetralisir
natrium. keasaman gastrik;
5. Berikan suplemen kalsium dan penurunan kadar
alumunium dengan tepat. fosfor.
5. Tambahan suplemen
kalsium dan
alumunium baik
untuk proses
kehamilan ibu..
5. Ansietas Setelah dilakukan Mandiri: 1. Rasa takut dan
berhubungan tindakan keperawatan 1. Identifikasi rasa takut/angan- angan-angan yang
dengan krisis selama … x 24 jam, angan pasangan yang mungkin umum dari
situasi/maturase, diharapkan koping dimiliki. wanita/pria dapat
kerentanan pribadi individu efektif timbul pada saat ini.
dan persepsi tidak dengan kriteria hasil: Wanita mungkin
realistis. 1. Mengekspresikan takut kematian dari
perasaan dengan suami, dan pria
bebas. berfantasi tentang
2. Mengidentifikasi jika dirinya hamil.

22
kekuatan 2. Kuatkan pasangan bahwa rasa 2. Menyulitkan bagi
individual. takut dan fantasi tersebut individu yang tidak
3. Menunjukkan adalah normal. melihat kenormalan
keterampilan dari pengalaman.
koping dan 3. Anjurkan klien/pasangan 3. Mengakui dan
pemecahan untuk mengekspresikan mengekspresikan
masalah yang perasaan tentang kehamilan perasaan dapat
efektif. dan menjadi orang tua. membantu individu
mulai
mengidentifikasi
masalah dan
memulai proses
Kolaborasi: pemecahan masalah.
4. Rujuk untuk konseling dan 4. Yang
penyuluhan sesuai kebutuhan. memuungkinkan
perlunya tambahan
bantuan untuk
mengatsi masalah
pokok.

6. Konstipasi Setelah dilakukan Mandiri: 1. Untuk mengetahui


berhubungan tindakan keperawatan 1. Kaji keadaan umum pasien keadaan umum
dengan penurunan selama … x 24 jam, 2. Tentukan pola defekasi pasien
motilitas diharapkan motilitas bagi kalian 2. Untuk
gastrointestinal GI kembali normal 3. Atur waktu defekasi pasien mengembalikan
dengan kriteria hasil: (setelah makan) keteraturan pola
1. Motilitas GI 4. Berikan cairan (2 defekasi
kembali normal liter/hari) jika tidak ada 3. Untuk
2. Pasien mampu kontraindikasi. memfasilitasi reflek
melakukan Kolaborasi: defekasi
defekasi dengan 5. Kolaborasi dengan tim gizi 4. Untuk melunakkan
baik dalam pemberian nutrisi eliminasi feses
yang berserat sesuai 5. Pemberian nutrisi
indikasi dengan tinggi serat

23
6. Pemberian laksatif atau mampu
enema sesuai indikasi melancarkan
eliminasi fekal.
6. Mampu
melunakkan feses.

BAB III

24
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehamilan trimester kedua merupakan waktu kehamilan pada minggu
ke 13 sampai dengan 28 atau waktu kehamilan menginjak umur 4 bulan
hingga 6 bulan. Memasuki bulan keempat, perkembangan janin akan
memasuki trimester kedua. Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh
tubuh wanita, Khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna dan pada
payudara (mammae). Dalam hal ini hormone somatomammotropin, estrogen,
dan progesterone mempunyai peranan penting.
Pada trimester kedua biasanya ibu saat itu merasa sehat. Tubuh ibu
sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman
karena hamil sudah berkurang. Perut Ibu belum terlalu besar sehingga belum
dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat
menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pemeriksaan
rutin yang dilakukan terhadap Ibu di trimester 2 yaitu: pemeriksaan tinggi
fundus (bagian atas rahim), pemeriksaan berat badan dan lingkar lengan atas,
pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium darah dan urine, dan
pemeriksaan USG. Pada trimester kedua komplikasi yang biasa terjadi yaitu:
hipermesis gravidarum, keguguran kandungan, kehamilan dengan degenerasi
penyakit trofoblas, dan kehamilan diluar kandungan (kehamilan ektopik).

3.2 Saran
1. Diharapkan perawat mampu memberikan asuhan keperawatn secara tepat
kepada ibu hamil trimester kedua.
2. Diharapkan perawat mampu membedakan antara ketidaknyamanan normal
dengan tanda-tanda bahaya pada ibu hamil trimester kedua.

DAFTAR PUSTAKA

25
Dewi, Vivian Nanny Lia, dkk. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika

Doenges, E, Marilynn. 2001. Rencana Perawatan Maternal Bayi. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran: EGC

Ferrer, Helen. 2001. Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC

Sarwono Prawirohardjo. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP
– SP

26