Anda di halaman 1dari 18

MAMMOGRAFI

oleh:
Alba
Sutiyo
Pengertian

Deteksi dini atau screening untuk


mendiagnosis kanker payudara sedini
(stadium awal) dengan menggunakan
sinar-X dosis rendah (umumnya
MAMMOGR berkisar 0,7 mSv).
Mammografi dapat memperlihatkan
AFI adanya mikrokalsifikasi, yaitu suatu
benjolan yang tidak dapat teraba baik
oleh perempuan itu sendiri maupun
dokter sekalipun, hingga benjolan
tersebut berukuran 1 em atau lebih.
Penggunaan

Payudara ditempatkan di antara dua plat


mesin x-ray dan akan dilakukan penekanan.
Keadaan ini mungkin menimbulkan sedikit
MESIN rasa tidak nyaman, namun hal ini penting
untuk mendapatkan hasil gambar yang baik.
Penekanan tersebut hanya berlangsung
MAMMOGR beberapa detik. Seluruh prosedur
mammografi biasanya memakan waktu
AFI (MESIN sekitar 20-30 menit untuk satu payudara.
Pemeriksaan mammografi sebaiknya
X-RAY) dilakukan dua tahun sekali pada usia 35 –
50 tahun, sedangkan usia diatas 50 tahun
dilakukan satu tahun sekali.
Bagian-Bagian
Fungsi Bagian-bagian
Mammografi

• Tabung sinar-x pada pesawat mammografi

Tabung X- mempunyai target molybdenum (produksi energi


rendah). Kapasitas tegangan tabung yakni ( 25 –35 kv )
dan mAs yang tinggi. Penggunaan faktor eksposi
Ray berupa kV rendah diikuti dengan peningkatan mAs,
dimaksudkan untuk mendapatkan kontras yang tinggi
dalam radiograf.

• Filter pada pesawat mammografi dimaksudkan untuk


mendapatkan kualitas berkas yang sesuai dengan

Filter keperluan, sehingga sinar-X yang mempunyai panjang


gelombang tinggi akan diserap oleh filter. Filter yang
digunakan adalah molybdenum dengan ketebalan 0,1
sampai 0,3 mm.
Ukuran Focal Spot

Perlu diketahui ukuran focal spot dari pesawat mammografi antara 0,1 sampai 0,3 mm.
Ukuran focal spot kecil diperlukan untuk mendapatkan ketajaman yang baik dari organ.
Pesawat mammografi biasanya dibuat sistem anoda putar dan bahan dari tungsten atau
molybdenum untuk memungkinkan penggunaan fokus kecil pada pembebanan arus
tabung.
 Gambar kiri (Molybdenum (Mo), unsur kimia, logam perak abu-abu tahan api dari Grup 6
(VIB) dari tabel periodik, yang digunakan untuk memberikan kekuatan yang unggul untuk
baja dan paduan lainnya pada suhu tinggi.
 Gambar kanan (Tungsten), suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang W dan nomor atom 74 berbetuk logam sangat keras dan berwarna kelabu.
Kolimasi • Pembatas sinar pada pesawat mammografi berupa
conus yang dapat diganti-ganti sesuai dengan
besarnya ukuran payudara. Pembatasan kolimasi
(pembatas disesuaikan dengan kebutuhan klinis.

sinar)

• Alat kompresi pada pesawat mammografi berfungsi

Alat untuk menghilangkan kerutan–kerutan pada kulit,


menahan bagian payudara agar tidak bergerak, dan
untuk mendapatkan penampang payudara yang lebih
Kompresi luas. Alat ini dibuat dari bahan yang intensitasnya
homogen sehingga tidak memberikan bayangan yang
menganggu gambaran.
• Grid berfungsi untuk mengurangi sinar hambur
diantara obyek dan film. Pesawat mammografi
biasanya menggunakan grid dengan ratio 3,5 : 1. pada
Grid tempat kaset dimasukkan kaset yang berkualitas
tinggi dan berisi film beremulsi tunggal mengurangi
paparan radiasi, sehingga gambaran lebih baik.

• Film biasanya dikombinasikan dengan lembaran


penguat dan dipertimbangkan kebutuhan akan detail

Film
dan kontras yang optimum, serta penggunaan dosis
radiasi sekecil mungkin. Biasanya digunakan
kombinasi lembaran penguat kecepatan sedang dan
film cepat.
Cara kerja

• Penerapannya hampir sama dengan sinar x lainnya yang menerapkan


radiasi ion, cara kerjanya nya adalah sinar x di tembakan ke objek lalu akan
diteruskan ke image reseptor (film), hasil dari sinar x tersebut kemudian di
scan dan disimpan dalam format DICOM lalu dirubah lagi dalam bentuk
jpg yang kemudian akan tampil pada display.
Indikasi
Mammografi

Pemeriksaan mammografi dilakukan apabila :


 Screening test, pemeriksaan penyaring
terutama pada wanita yang berumur di atas 35
tahun.
 Tiap kelainan benjolan pada payudara
kemungkinan dapat dibedakan ganas atau
tidak.
 Keluhan rasa tidak enak pada daerah mamae. 
 Mempunyai riwayat keganasan kanker
payudara.
  Pada pasien-pasien pasca operasi
(mastektomi) payudara yang kemungkinan
kambuh.
PROYEKSI
SUPERO
INFERIOR
(CRANIO
CAUDAL)

TEKNIK
RADIOGRAFI
MAMMOGRAFI

PROYEKSI
PROYEKSI MEDIO
AXILA LATERAL
Proyeksi Super Inferior
Tujuan : Untuk memperlihatkan struktur jaringan
payudara dengan jelas dilihat dari pandangan
superior inferior.
 Posisi pasien : Duduk di atas kursi atau dapat juga
berdiri 
 Posisi obyek : Mammae diletakkan di atas kaset,
film diatur horizontal, tangan sebelah mammae
yang difoto manekan kaset ke arah dalam, tangan
lain di belakang tubuh, kepala menoreh ke arah
yang berlawanan.
 Arah sinar : Vertikal tegak lurus dengan film
 Titik bidik : Pertengahan mammae
 FFD : 35-40 CM
Proyeksi Medio Lateral
Tujuan : memperlihatkan jaringan payudara
terutama daerah lateral
 Posisi pasien : Tidur atau berdiri miring.
 Posisi obyek : Mammae diletakkan di atas kaset
dengan posisi horizontal, Lengan posisi diletakkan
di atas sebagai ganjal kepala.
 Arah sinar : Tegak lurus mammae arah medio
lateral
 Titik bidik : Pertengahan mammae
 FFD : Sedekat mungkin (konuc menempel
mammae), bila perlu kontak.
Proyeksi Axila
Tujuan : untuk melihat penyebaran tumor di
bagian kelenjar axial.
Posisi pasien : Berdiri u posisi AP tubuh
yang tidak difoto dirotasikan anterior
150-300 sehingga sedikit oblik.
Posisi obyek : Obyek diatur di tengah film,
film vertical pada tepi posterior, batas atas
film yaitu iga 11-12, lengan sisi yang difoto
diangkat ke atas dan fleksi denagn tangan
di belakang kepala, lengan yang tidak
difoto diletakkan di samping tubuh.
Arah sinar : Horizontal tegak lurus film
Titik bidik : 5 cm di bawah axila
FFD : 35 – 50 cm
Sekian dan Terimakasih
Pertanyaan?
• TRIMUJIYANTI : Apa efek yang terjadi jika FFD melebihi atau
kurang dari yang ditentukan?
• FAUZI : fungsi local spot pada mamografi