Anda di halaman 1dari 5

1.

Laporan Pendahuluan
A. Konsep penyakit
Pengertian kolik abdomen adalah gangguan pada aliran normal usus sepanjang traktus
intestinal. Obstruksi terjadi ketika ada seperti muntah dari kandung kemih atau kandung
empedu maka pemberian antibiotik, bila ada batu di kandung empedu maka oprasi untuk
angkat kandung empedu.
Pada kasus tersebut terajdi akut abdomen. Akut abdomen adalah suatu kegawatan
abdomen yang dapat terjadi karena masalah nyeri abdomen yang terjadi tiba-tiba dan
berlangsung kurang dari 24 jam. Akut abdomen terkait pada nyeri perut serta gejala
seperti muntah, konstipasi, diare, dan gejala gastrointestinas yang spesifik.
Pada penyakit kolik abdomen nyeri yang di rasakan dapat di tentukan atau tidak
oleh pasien tergantung pada nyeri itu sendiri. Nyeri abdomen dapat berasal dari organ
dalam abdomen termasuk nyeri viseral, dari otot, lapisan dari dinding perut ( nyeri
somatic). Nyeri viseral biasanya nyeri yang di timbulkan terlokalisasi dan berbentuk
khas, sehingga nyeri yang berasal dari viseral dan berlangsung akut biasanya penyebab
tekanan darah dan denyut jantung berubah, pucat dan berkeringat dan disertai fenomena
viseral yaitu muntah dan diare. Lokasi dan nyeri abdomen bias mengarah pada lokasi
organ yang menjadi penyebab nyeri tersebut. Walaupun sebagian nyeri yang di rasakan
merupakan penjalaran dari tempat lain. Oleh karena itu, nyeri yang di rasakan bias
merupakan lokasi dari nyeri tersebut atau sekunder dari tempat lain.

B. Definisi
Kolik Abdomen adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus
intenstinal, obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya aliran
isi usus kedepan tetapi peristaltik normal (Reeves, 2011)

C. Patofisiologi
Akut abdomen terjadi karena nyeri abdomen yang timbul tiba-tiba atau sudah
berlangsung lama. Nyeri yang dirasakan dapat di tentukan atau tidak oleh pasien
tergantung pada nyeri itu sendiri. Nyeri abdomen dapat berasal dari organ dalam
abdomen termasuk nyeri viseral, dari otot lapisan dari dinding perut (nyeri somatic).
Nyeri viseral biasanya nyeri yang di timbulkan terlokalisasi dan berbentuk khas, sehingga
nyeri yang berasal dari viseral dan berlangsung akut biasanya menyebabkan tekanan
darah dan denyut jantung berubah, pucat dan berkeringat dan disertai fenomena viseral
yaitu muntah dan diare. Lokasi dari nyeri abdomen bias mengarah pada lokasi organ yang
menjadi penyebab nyeri tersebut. Walaupun sebagian nyeri yang di rasakan merupakan
penjalaran dari tempat lain. Oleh karena itu nyeri yang di rasakan bias merupakan lokasi
dari nyeri tersebut atau sekunder dari tempat lain.

D. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan fisik : Tanda-tanda vital
2. Pemeriksaan abdomen : Lokasi nyeri
3. Pemeriksaan rectal
4. Laboratorium : Leukosit, HB
5. Sinar X abdomen menunjukan gas atau cairan didalam usus
6. Barium enema menunjukan kolon yang terdistensi, berisi udara atau lipatan sigmoid
yang tertutup.

E. Penatalaksanaan Medis
Penatalaksaan kolik abdomen secara non farmakologi yaitu :
a. Koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
b. Implementasikan pengobatannya untuk syok dan peritonitis
c. Hiperalimentasi untuk mengoreksi defisiensi protein karena obstruksi kronik, ileus
paralitik atau infeksi
d. Reseksi dengan anatomosis dari ujung ke ujung
e. Ostomi barrel ganda jika anastomisis dari ujung ke ujung terlalu beresiko
f. Kolostomi lingkaran untuk mengalihkan aliran feses dan mendekompresi usus yang
di lakukan sebagai prosedur kedua.

Sedangkan penatalaksanaan secara farmakologi yaitu :

a. Terapi Na+ K+ komponen darah


b. Ringer laktat untuk mengoreksi kekurangan cairan
c. Dekstrose dan air untuk memperbaiki kekurangan cairan intraseluler
d. Dekompresi selang nasoenternal yang panjang dari proksimal usus ke area
penyumbatan selang dapat di masukan dengan lebih efektif dengan pasien berbaring
miring ke kanan
e. Antasid (obat yang melawan keasaman)

2. Pengkajian
A. Pengkajian
a. Anamnesa
1. Identitas
Meliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, tanggal atau jam masuk rumah
sakit, nomer register, diagnosa, nama orang tua,umur, pendidikan, pekerjaan,
agama dan suku bangsa.
b. Riwayat penyakit sekarang
Kaji kroonologi terjadinya trauma yang menyebabkan patah tulang kruris,
pertolongan apa yang didapatkan, apakah sudah berobat ke rumah sakit. Selain itu
denga mengetahui mekanisme terjadinya kecelakaan, perawat dapat mengetahui luka
kecelakaan lainnya. Adanya trauma lutut berindikasi pada fraktur tibia proksimal.
Adanya trauma angulasi akan menimbulkan fraktur tipe konversal atau oblik pendek,
sedangkan trauma rotasi akan menimbulkan tipe spiral. Penyebab utama fraktur
adalah kecelakaan lalu lintas
c. Riwayat penyakit dahulu
Meliputi penyakit apa yang pernah diderita oleh klien sepertihipertensi, operasi
abdomen yang lalu, apakah klien pernah masukrumah sakit, obat-obatan yang pernah
digunakan apakah mempunyairiwayat alergi dan imunisasi apa yang pernah
didapatkan.
d. Riwayat penyakit keluarga
Penyakit keluarga yang berhubungan dengan patah tulang curis adalah salah satu
faktor predisposisi terjadinya fraktur, seperti osteoporosisyang sering terjadi beberapa
keturunan dan kanker tulang yang cenderung diturunkan.

a. Diagnosa keperawatan
1. Nyeri akut
2. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Gangguan kebutuhan istrahat dan tidur

b. Rencana Asuhan Keperawatan


No Diagnosa Noc Nic
Keperawatan
1. Nyeri akut Setelah di lakukan tindakan 1.Manajemen nyeri
keperawatan selama 3x24 jam 2.Pemberian obat
nyeri klien teratasi dengan kriteria melalui intra vena (IV)
hasil 3.Sentuhan terapeutik
- Mampu mengontrol nyeri (tahu
penyebab nyeri, mampu
menggunakan teknik non
farmakologi untuk mengurangi
nyeri.
- Melaporkan bahwa nyeri
berkurang dengan
menggunakan manajemen nyeri
- Mampu mengenali nyeri (Skala,
intensitas, frekuensi dan tanda
nyeri)

2 Ketidak seimbangan Setelah di lakukan tindakan 1. Manejemen


nutrisi kurang dari keperawatan selama 3x24 jam elektrolit/cairan
kebutuhan tubuh nyeri klien teratasi dengan kriteria 2. Bantuan
hasil perawatan diri :
- Adanya peningkatan berat pemberian makan
badan sesuai dengan tujuan 3. Manejemen berat
- Berat badan ideal sesuai dengan badan
tinggi badan
- Tidak ada tanda tanda
malnutrisi

3 Gangguan kebutuhan Setelah di lakukan tindakan 1. Manejemen


istrahat dan tidur keperawatan selama 3x24 jam lingkungan
nyeri klien teratasi dengan kriteria 2. Pengurangan
hasil : kecemasan
- Jumlah jam tidur dalam batas
normal 6-8 jam/hari
- Pola tidur, kualitas dalam batas
normal
c. Implementasi
Implementasi adalah pelaksanaan atau penerapan suatu tindakan yang telah di
rencanakan dalam suatu intervensi keperawatan

d. Evaluasi
Evaluasi adalah Hasil yang telah di peroleh dari suatu tindakan yang telah di lakukan.