Anda di halaman 1dari 2

Katakan Kebenaran : Daniel 19 : 27

Mimpi ……. setiap kita pasti pernah bermimpi bahkan ketika terjaga pun mimpi itu masih terbayang dlm
ingatan kita atau mungkin hilang sama sekali dan terlupakan begitu saja
Ketika kita bermimpi tentang sesuatu yg indah 2 pasti mimpi itu akan kita kenang dan kita ingat , namun
sebaliknya bila mimpi itu tentang sesuatu yg menyeramkan pasti kita berusaha melupakan atau
menghapusnya dari ingatan kita .
Pada zaman sekarang mungkin masih ada orang 2 yg setelah bermimpi lalu mencari- cari pada buku
ramalan mimpi yg klo orang jawa bilang buku primbon untuk dapat mengetahui atau menafsirkan
apa arti mimpinya misalnya mimpi memancing ikan yg konon katanya akan mendapatkan rejeki klo
mimpi digigit ular , akan mendapatkan jodoh Nah tapi klo yg mimpi digigit ular sudah bersuami atau
sudah beristri apa ia mau mendapatkan jodoh lagi ,,,,,,,,,,yah mungkin semua itu cuman ramalan
manusia di zaman modern ini yg zaman sekarang lebih keren di sebut zaman milenial kita boleh
percaya atau tidak
Berbeda halnya pada zaman perjanjian lama dimana Allah seringkali menunjukkan cara
berkomunikasi dan menyatakan kehendaknya melalui mimpi seperti pada Abraham , yakub , yusuf
dan Daniel dan hanya sebagian dari tokoh Alkitab yg beroleh mimpi dari Tuhan dan menjadi pribadi
yg dapat mengartikan mimpi dg baik sesuai kehendak Tuhan .
Sebagaimana bacaan kita pada malam ini Raja Nebukadnezar yg bermimpi dan mimpi itu sangat
meresahkan dan menggelisahkan hatinya , selain dia tidak bisa mengingat mimpinya juga tidak ada
seorang bijaksana di babel yg bisa menafsirkan mimpinya , bahkan ahli nujum , ahli jampi pun tidak
sanggup menafsirkannya ,,,,,,,,,,,i
Inilah kesempatan yg diberikan Tuhan Allah bagi Daniel yg di sebut Beltsazar untuk tampil .
Daniel yg di karuniai berbagai Hikmat dan kepandaian oleh Allah di panggil untuk menafsirkan
makna mimpi Raja
Bagaimana respon Daniel ketika mendengar uraian cerita mimpi Raja Nebukadnezar
Daniel sangat terkejut dan tercengang , karena Daniel tahu arti mimpi itu sangat berkaitan dengan
kekuasaan dan pemeritahan Raja yg klo kita baca pada pasal sebelumnya betapa jaya dan
berkuasanya Raja Nebukadnezar dengan kekayaannya ia membuat patung emas yg tingginya 60
hasta dan lebarnya 6 hasta yg didirikan di dataran Dura di wilayah babel di mana seluruh penguasa
wakil Raja , para Bupati , para penasehat Negara , para bendahara , Hakim dan Ahli Hukum untuk
menghadiri pentahbisan patung trsbt .
Dalam kemegahannya itu Nebukadnezar menjadi sombong /tinggi hati dia tidak mengenal Allah
sang pencipta dia lupa bahwa diatas langit masih ada langit yakni Allah yg berkuasa .
Sementara Nebukadnesar yg hidup berkelimpahan dan tidak mengenal Allah itu tidak menyadari
bahwa kekuasaannya akan berakhir , pada ayat 24 ,25 menjelaskan tentang kerajaan Babel yg akan
runtuh dan Raja akan di halau dari kekuasaannya dan tinggal serta diperlakukan seperti binatang ,
Apa yg sudah menjadi keputusan Allah tidak berubah sebagaimana kehendaknya
Alasan utama mengapa Allah menghancurkan kerajaan yg hebat dan kuat itu , karena kesombongan
dan keangkuhan Rajanya , tetapi disisi lain bahwa Allah masih mengasihi Umatnya , ketika kita mau
mengakui kesalahan kita , kita mau bertobat dan mengakui dosa 2 kita , dan merendahkan diri di
hadapannya , serta percaya bahwa kekuasaan yg tertinggi adalah kekuasan Allah yg Maha Tinggi .
Sebagaimana pd ayat 26 Allah masih memberikan harapan kepada Nebukadnezar yg di ibaratkan
seperti tunggul yg tersisa yg dapat hidup kembali jika Allah berkenan .sedangkan pd ayat 27 Daniel
memberi nasehat agar Raja berhenti berbuat dosa , bertindak adil dan berlaku murah hati kpd orang
yg tertindas maka ia akan menerima kembali Kekuasaannya
Kebahagiaan dapat dialami jika terjadi pertobatan dan pembaharuan hidup yg menyeluruh
Dalam hal ini Daniel sudah berbuat yg terbaik dan benar yg dengan berani mengambil resiko untuk
menyatakan kebenaran dengan menafsirkan mimpi Raja Nebukadnesar sesuai hikmat dan kekuatan
yg di Anugerahkan Tuhan kepadanya apa yg dikatakan Daniel adalah kebenaran Allah yg dapat
memperbaiki tabiat dan perilaku Raja , Daniel tidak menyembunyikan apa yg harus di dengar oleh
Raja . Ia menjelaskan mimpi Raja tidak menurut pengertiannya sendiri melainkan Hikmat yg dari
Allah sehingga Daniel dapat berkata dengan leluasa tanpa takut Raja tersinggung dan marah dengan
rendah hati dan dengan rasa hormat Daniel menceritakan apa yg di lihat dlm cerita
Memang tidak mudah bagi kita untuk mengatakan hal yg benar , seringkali kita merasa takut dan
kuatir untuk mengatakan sesuatu yg benar dan berkata jujur , karena bisa saja kebenaran dan
kejujuran itu membuat orang lain merasa tersinggung atau sakit hati dan kita lebih memilih diam
cari aman dari pada ribut 2 .kita mulai dari keluarga missal dg suami , istri atau anak 2 seandainya
salah satu dari kita melakukan yg kurang benar atau si anak berbuat salah kita tidak menegurnya
padahal jelas si anak sudah berbuat kesalahan yah daripada ribut mending diam saja .
Dengan diam itu berarti kita sudah melepaskan tanggung jawab kita untuk memperbaiki sikap dan
perilaku anak itu sendiri dan dia tidak akan pernah tau kesalahannya selama kita diam dan tidak
memberitahukan atau menegurnya .
Bapak , ibu yg terkasih mari kita belajar dari Daniel yg berani menyuarakan kebenaran Allah , sebab
Kebenaran yg hendak Allah sampaikan tidaklah boleh seorang percaya menyembunyikannya
terhadap sesama sekalipun hal itu sangat menggelisahkan dan akan membuat sakit hati seseorang
2. Kebenaran yg berasal dari Allah adalah tonggak utama berdirinya suatu kekuasan
3. dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara hal menentukan tegak berdiri suatu negara
adalah dengan melakukan keadilan dan menunjukkan belas kasih kepada semua orang .
AMIN………………….. Tuhan Yesus memberkati
.