Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA DASAR

ACARA I
KARBOHIDRAT

Disusun oleh :

Kelompok XIV
Devi Hasna Fitria PT/07597
Fitria Nur Khasanah PT/07609
Katon Enggar Pranandhiko PT/07624
Khalifia Alifia Dhiya Rahmadhanisya PT/07627
Wisnu Oka Purwantoro PT/07683
Asisten : Dosi Nur Wigati

LABORATORIUM BIOKIMIA NUTRISI


DEPARTEMEN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2019
ACARA 1
KARBOHIDRAT

Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui gugus reduksi pada
karbohidrat, pengaruh asam pada karbohidrat, identifikasi karbohidrat
berdasarkan bentuk fisik, hasil hidrolisis karbohidrat, dan polisakarida
pada karbohidrat.

Tinjauan Pustaka
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun atas unsur
carbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Senyawa ini mempunyai rumus
Cx(H20)y dengan perbandingan hidrogen dan oksigennya 2:1. Karbohidrat
sebenarnya adalah polihidroksi aldehida atau polihdroksi keton atau
turunan dari keduanya. Karbohidrat sering dikenal dengan istilah zat gula
atau sakarida (Sumardjo, 2006).
Karbohidarat dibagi menjadi 3 sub golongan. Pembagaian tersebut
berdasarkan jumlah satuan dasar penyusunnya. Tiga golongan
karbohidrat yaitu monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
Monosakarida adalah jenis karbohidrat yang paling sederhana dan tidak
dapat dihidrolis menjadi karbohidrat yang lebih kecil lagi. Contoh dari
monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa. Oligosakarida adalah
karbohidrat yang terdiri dari 2 sampai 10 satuan dasar. Contoh dari
oligosakarida yaitu disakarida dan trisakarida. Polisakarida adalah
gabungan lebih dari 10 unit monosakarida. Contoh dari monosakarida
yaitu amilum dan glikogen (Firani, 2017).
Sumber utama karbohidrat adalah tumbuhan (Noriko dan Pambudi,
2014). Zat tersebut terbentuk melalui proses fotosintesis yang melibatkan
hijauan daun dan cahaya matahari. Tanaman terdapat zat warna hijau
(klorofil) yang dapat menyerap energi dari sinar matahari dan
menyebabkan tanaman dapat membentuk karbohidrat dari CO 2 di udara
dan H2O atau air di tanah. Proses pembentukan karbohidrat dapat
dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut :

CO2(g)+H2O(l)+klorofil+ sinar matahari Guklosa+O2


Prosesnya yaitu gas CO2 bereaksi dengan H2O yang dibantu dengan
cahaya matahari dan klorofil sehingga menghasilkan glukosa dan oksigen.
Selanjutnya glukosa diubah menjadi amilum dan biasanya disimpan dalam
bentuk buah dan ubi.

Berdasarkan sifat-sifat karbohidrat dan reaksi-reaksi kima yang


spesifik, karbohidrat dapat dianalisis dengan uji kualitatif dan uji kuantitatif.
Analis kualitatif pada karbohidrat dapat dilakukan dengan zat tertentu
sehingga akan mengahasilkan warna tertentu. Contohnya karbohidrat
ditambah atau direaksikan dengan larutan naftol dalam alkohol, kemudian
ditambah H2SO4(aq) pekat secara hati-hati melewati dinding tabung maka
pada batas cairan akan berwarna ungu. Analisis kuantitatif oligosakrida
dan polisakarida memerlukan reaksi hidrolis menjadi monosakarida dan
kemudian ditentukan dengan regen CuSO 4 atau kupri-sulfat (Lestari et al,
2014).

Karbohirdrat merupakan sumber gizi energi paling penting didalam


tubuh (Mukti et al, 2018). Karbohidrat merupakan sumber daya utama
bagi manusia selalin protein dan lemak. Karbo hidrat juga mempunyai
peranan penting dalam menentukan karakteteristik bahan misal warna,
rasa, tekstur, dan lain-lain. Sedangkan didalam tubuh karbohidrat berguna
untuk mencegah timbulnya pemecahan protein tubuh yang berlebihan,
kehilangan mineral, dan berguna untuk membabantu metabolisme lemak
dan protein (Risnayatiingsih, 2011).
Materi dan Metode

Materi
Alat. Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain tabung
reaksi, penangas air, pipet tetes, pipet pump, kertas saring, mikroskop,
pengaduk, penjepit tabung reaksi, cawan petri, stopwatch, bunsen, dan
gelas ukur.
Bahan. Bahan yang digunakan pada praktikum ini antara lain
glukosa (0,01M; 0,02M; 0,04M), maltosa, fruktosa ( 0,02M dan 0,03m),
reagen Benedic, larutan pati 0,7%, reagen Luff, selulosa 0,1M, fultular
0,01M, naftol 5%, alkohol, H 2SO4(aq) pekat, HCl(aq) pekat, larutan resorsinol
0,05%, arabinosa 0,1M, Na2CO3 asam asetat, Na asetat pada timol merah,
2% NaCO3(aq) dekstrin, larutan iod, larutan amilum 1%, larutan amilum
jenuh, fenilhidrazina, dan larutan HCl 3M.

Metode
Daya Mereduksi.
Uji Benedict. Tiga tabung reaksi ditambahkan glukosa dengan
konsentrasi masing-masing 0,01M; 0,02M; dan 0,04M. Selanjutnya ketiga
tabung diisi reagen Benedict dan dipanaskan di bunsen selama 10 menit.
Perubahan diamati dan bandingkan kecepatan sampai terbentuk
endapan.
Uji Luff. Langkah pertama yang dilakukan yaitu 5 buah tabung
masing-masing diisi dengan larutan fruktosa, glukosa, laktosa, sakarosa,
dan larutan pati dengan volume dan konsentrasi sama yaitu 2 ml dan
0,02M. Masing-masing ditambahkan reagen luff encer dan dicelupkan di
pengangas ai mendidih selama 15 menit. Endapan yang terbentuk diamati
dan dibandigkan kecepatan perubahannya.
Pengaruh Asam (Dehidrasi)
Uji Molish. Langkah pertam yaitu 4 buah tabung reaksi masing-
masing disi dengan larutan 0,02M glukos, 0,1M selulosa, 0,7% larutan
pati, 0,01M furtural dengan volume sama yaitu 1 ml. Masing-masing
tabung ditambahkan 2 tetes larutan naftol 5% dalam alkohol dan dicampur
dengan hati-hati. Selanjutnya ditambah 3 ml larutan H 2SO4 pekat melalui
dinding tabung sehingga terjadi dua lapisan. Warna yang timbul diantara
perbatasan kedua lapisan diamati.
Uji Seliwanoff. Cara kerjanya yaitu dua tabung reaksi diisi dengan
2ml glukosa 0,01M dan 2ml fruktosa 0,02M. Masin-masing tabung
ditambahkan 2ml HCl(aq) pekat dan dididihkan pada penangas air selama
30 menit. Setelah itu ditambahkan reagen Seliwanoff 0,05% dan diamati
perubahan warna yang terjadi.
Pembentukan Osazon
Uji Fenilhidrazina. Tabung reaksi disiapkan sebanyak 6 buah.
Tiga tabung pertama masing-masing diisi dengan 0,01M glukosa, 0,02M
fruktosa, 0,03M arabinosa dengan volumenya sama yaitu 5ml. Setelah itu,
ketiga tabung tersebut ditambah 10 tetes asam asetat anhidrida, sedikit
fenil hidrazina padat, dan Na asetat padat (dua kali jumlah fenil hidrazin).
Ketiga tabung tersebut dipanaskan sehingga semua padatan larut.
Hasilnya disaring kedalam 3 tabung yang masih kosong dan dipanaskan
di penangas air selama 30 menit. Kristal yang terbentuk dilihat di bawah
mikroskop dan digambar.
Hasil Hidrolisis
Uji Benedict. Lima mililiter larutan sukrosa dimasukan kedalam
tabung reaksi dan ditambahkan satu tetes timol merah serta HCL (aq) encer
dua sampai tiga tetes sampai warna biru berubah sampai merah muda.
Larutan tersebut dibagi menjadi dua tabung. Tabung satu dididihkan
selama 30 menit dan segera didinginkan. Kedua tabung dinertralkan
dengan larutan NaCO3 (warna kembali biru) dan diuji menggunakan
reagen benedict. Percobaan untuk maltosa dan laktosa dilakukan dengan
cara yang sama.
Uji Seliwanoff. Cara kerjanya yaitu tabung reaksi diisi 2ml larutan
sakarosa lalu ditambahkan 2ml HCl (aq) pekat. Tabung tersebut dididihkan
selama 30 menit di penangas air setelah itu didinginkan segera dan
ditambahkan 0,5ml resorsinol 5%. Perubahan warna diamati. Percobaan
untuk maltosa dan laktosa dilakukan dengan cara yang sama.
Polisakarida
Uji Hidrolisis Amilum. Tabung reaksi diisi 10ml larutan amilum
dan 3ml larutan HCl 3M. Larutan tersebut dipanaskan diatas penangas air
mendidih. Tiap 1 menit larutan diambil setetes untuk diuji dengan iod.
Pengambilan dihentikan jika uji iod sudah negatif atau warnanya
mendekati kontrol. Waktu dan perubahan warna dicatat. Netralkan larutan
diatas dengan Na2CO3 dan dilakukan uji Benedict.