Anda di halaman 1dari 12

PSIKOLOGI PARIWISATA

Prihatno

Pariwisata S1
2019

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 1


Bab 1
Konsep Pariwisata dan Psikologi
A. Pariwisata
1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan
tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk
menikmati obyek dan daya tarik wisata.
Pengertian itu mengandung unsur:kegiatan perjalanan,dilakukan secara
sukarela bersifat sementara, dan perjalanan itu seluruhnya atau sebagian
bertujuan untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.
2. (Obyek dan) Daya Tarik Wisata adalah :
Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa: keadaan alam serta flora dan fauna.
Karya Manusia : museum, peninggalan purbakala, sejarah seni budaya,
wisata agro, tirta, taman rekreasi, wisata petualangan, taman hiburan.
Sasaran Wisata Minat Khusus : berburu, mendaki gunung, gua, industri
dan kerajinan, tempat belanja, sungai air deras, tempat ibadah, ziarah dll.
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata,
termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha
yang terkait di bidang tersebut.
3. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
penyelenggaraan pariwisata.
Artinya : semua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan
perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan pariwisata baik yang
dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat disebut
kepariwisataan.
4. Pariwisata Meliputi :
semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan
wisata.Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata seperti :kawasan wisata,
taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah (candi, makam), museum,
waduk, pagelaran seni budaya, tata kehidupan masyarakat dan yang
bersifat alamiah seperti keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai
indah dsb.
5. Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata, yakni ;
usaha jasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata,
pramuwisata,, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, impresariat
konsultan pariwisata, informasi pariwisata.

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 2


Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi, rumah makan, bar,
angkutan wisata dsb. Usaha-usaha jasa yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pariwisata.
6. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.
Wisatawan (tourist) oleh pakar pariwisata dan organisasi internasional
dipersyaratkan pengertiannya sebagai berikut :
perjalanan dilakukann secara sukarela, perjalanan ke tempat lain di luar
wilayah/negara tempat tinggal bersifat sementara, menginap sekurang-
kurangnya satu malam. Tidak untuk mencari nafkah, Tujuan semata-mata
untuk pesiar, liburan, kesehatan, belajar, keagamaan, olah raga,
kunjungan usaha/keluarga, tugas dan menghadiri pertemuan.
Menurut IUOTO (The International Union on Official Travel Organization)
dalam United Nation Conference on Inernational Travel and Tourism di
Roma tahun 1963 dipergunakan istilah “pengunjung/visitor” Yang
kemudian dirtikan: setiap orang yang datang ke suatu negara selain
tempat tinggal biasanya dengan maksud apapun kecuali untuk maksud
melakukan pekerjaan untuk menerima upah. Batasan itu mencakup dua
kategori “pengunjung” yaitu:
wisatawan (tourist), yaitu pengunjung sementara yang tinggal sekurang-
kurangnya 24 jam ditempat yang dikunjungi dan maksud ujuan
perjalanannya dapat digolongkan sebagai berikut :
a. pesiar (leisure) yaitu untuk keperluan rekreasi, liburan kesehatan,
studi, keagamaan, olah raga.
b. hubungan dagang, sanak keluarga, handai taulan, konferensi.
pelancong (excursionist) yaitu pengunjung sementara yang tinggal di
tempat yang dikunjunginya kurang dari 24 jam.
7. Jenis – Jenis Wisatawan
a. Wisatawan Mancanegara (foreign Tourist), Orang yang melakukan
perjalanan wisata, yang datang memasuki suatu negara lain yang
bukan merupakan negara dimana ia biasanya tinggal.
b. Domestic – Foreign Tourist, Orang asing yang berdiam atau
bertempat tinggal pada suatu negara, melakukan perjalanan wisata di
wilayah negara dimana ia tinggal.Misalnya : Orang Amerika yang
bekerja pada Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, melakukan
perjalanan wisata di Danau Toba.

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 3


c. Wisatawan Nusantara (Domestic Tourist)Seorang warga negara
suatu negara melakukan perjalanan wisata dalam battas wilayah
negaranya sendiri, tanpa melewaati perbatasan negara.
d. Indigenous Foreign Tourist, Warga negara suatu negara tertentu
yang karena tugas/jabatannya berada di luar negeri, pulang ke negara
asalnya dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negaranya
sendiri.Misalnya : Seorang mahasiswa indonesia yang tergabung dalam
suatu ikatan pelajar di Amerika, pulang ke Indonesia dan melakukan
perjalanan wisata ke Bali.
e. Transit Tourist, Wisaawan yang sedang melakukan perjalanan wisata
ke suatu negara tertentu dan terpaksa singgah bukan atas
kemauannya sendiri. Karenna relatif cukup lama, waktu menunggu ini
digunakan untuk sightseeing atau tour di tempat dimana mereka
singgah.
f. Business Tourist, Orang yang melakukan perjalanan untuk keperluan
bisnis. Jadi perjalanan wisata merupakan tujuan sekunder setelah
tujuan primer selesai dilakukan.Misalnya: delegasi sebuah konferensi
Internasional dia datang hanya sebagai delegasi untuk konferensi,
tetapi biasanya selalu ada kegiatan pre conference tour dan post
conference tour.

8. Jenis-Jenis Pariwisata
Jenis pariwisata ini didasarkan atas motivasi seseorang melakukan
perjalanan wisata.
a. Pleasure Tourism (pariwisata untuk menikmati perjalanan), Kegiatan
wisata yang dilakukan untuk berlibur, menikmati udara segar,
memenuhi rasa ingin tahu dan melihat sesuatu yang baru.
b. Recreational Tourism (pariwisata untuk berekreasi), Memanfaatkan
hari libur untuk beristirahat, memulihkan kesegaran jasmani dan
rohani.
Misalnya : pergi kepantai, pegunungan, pusat peristirahatan,
kesehatan.
c. Cultural Tourism (pariwisata budaya), Untuk melihat, mempelajari
dan memperdalam hal-hal yang berhubungan dengan kebudayaan.
Jadi obyek kunjungannya adalah benda-benda kuno, peninggalan
sejarah, perikehidupan masyarakat, seni tari, seni lukis dan seni
banguan.

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 4


d. Sport Tourism (pariwisata olahraga), Kegiatan olah raga yang
dirangsang atau ditimbulkan oleh adanya peristiwa-peristiwa olah
raga.
Misalnya : Pekan Olah Raga Nasional, olimpiade atau turnamen olah
raga nasional maupun internasional. Bisa juga ditimbulkan oleh
adanya fasilitas olah raga khusus yang tersedia di daerah tujuan
wisata tersebut. Misalnya: boating, scuba diving, ski air.
e. Business Tourism (pariwisata untuk urusann usaha), Kegiatan wisata
yang dilakukan oleh para pengusaha dalam kaitannya dengan
bidang usahanya.
Misalnya : mengikuti atau menghadiri pameran dagang.
f. Convention Tourism (pariwisata konvensi), Kegiatan wisata yang
dilakukan oleh orang-orang sebagai peserta konvensi dan kegiatan
sejenis lainnya atau dikenal dengan istilah MICE Business (Meeting
Insentive Tour Convention Exhibition)
g. Religious Tourism (pariwisata keagamaan), Kegiatan wisata yang
dilakukan oleh orang-orang dengan tujuan ibadah suatu agama atau
ziarah ke tempat-tempat yang ada hubungannya dengan agama
atau suatu aliran kepercayaan.Pada saat sekarang ini banyak
dikembangkan jenis pariwisata yang bisa dikatakan masih baru,
antara lain :
h. Acceptable Tourism, Pengembangan pariwisata yang diterima oleh
masyarakat setempat karena pengembangannya dapat
meningkatkan kualitas hidup masyarakat bersangkutan serta tidak
melanggar nilai-nilai budaya dan keagamaan yanng dianut oleh
masyarakat yang bersangkutan.
i. Agro Tourism, Pariwisata yang menjadikan hal-hal yang berkaitan
dengan pertanian sebagai obyeknya.
Misalnya : mengunjungi perkebunan teh, karet, apel, salak pondoh
dll.
j. Alternative Tourism, Jenis pariwisata ini tidak ditiktikberatkan pada
mencari keuntungan komersial, tetapi untuk meningkatkan kualitas
hubungan antar manusia, sehingga bisa meningkatkan rasa saling
pengertian, persahabatan dan solidaritas sosial.
k. Ecotourism, Pariwisata yang menjadikan lingkungan alam, yang
secara relatif belum terganggu, terusik, tercemar atau belum
terjamah sebagai obyek wisata.

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 5


Tujuannya mungkin untuk melakukan penelitian, mengagumi dan
menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan, binatang. Para
wisatawan ini biasanya lebih suka melakukan perjalanan dalam
kelompok-kelompok kecil dan menghindari daerah tujuan wisata
yang padat pengunjungnya.
9. Bentuk-Bentuk Pariwisata
Berdasarkan pada area yang dikunjungi:
a. Pariwisata Nusantara, kegiatan wisata yang dilakukan dalam batas
wilayah suatu negara
b. Pariwisata Mancanegara, kegiatan wisata yang dilakukan keluar
batas wilayah negara tempat tinggal wisatawan.
c. Berdasarkan Jumlah peserta individual Tourism (pariwisata
perorangan). Dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang
dimana masing- masing orang mempunyai keinginan yang berlainan
(individual interest) serta tidak terdapat seorang pemimpin
kelompok (group leader) diantara mereka.
d. Group Tourism (pariwisata rombongan)
Dilakukan oleh sekelompok orang yang biasanya lebih dari 15 orang
(masing-masinng perusahaan berbeda dalam menentukan jumlah)
dan diantara mereka ada keinginan atau kepentinngan bersama
(mutual interest) serta terdapat seorang group leader.
e. Berdasarkan lamanya:
Half day tour (3 – 5 jam), morning tour : dimulai setelah makan
pagi dan berakhir sebelum makan siang.
afternoon tour : dimulai setelah makan siang.
evening tour : berakhir atau bersamaan dengan makan malam.
night tour : dimulai setelah makan malam.

One day tour ( 7 – 8 jam ), biasanya termasuk makan siang.


More than one day tour
Berdasarkan alat transportasi yang digunakan
Air touring: menggunakan pesawat udara.
Bus/car touring atau Road touring : menggunakan transportasi
darat (kendaraan bermotor)
Train touring: menggunakan kereta api.
Boad touring :menggunakan transportasi air.
Berdasarkan tour program dan pengaturannya.

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 6


irregular tour (custom tailored tour) : tour dibuat atas dasar
permintaan, unfixed tour price.
Reguler tour (tailor made tour) : tour yang dibuat oleh tour
organizer secara periodik, dan dengan fixed tour price.

10. Ciri – Ciri Komoditi Pariwisata


Industri kepariwisataan adalah industri yang bersifat kompleks, yang
semuanya merupakan unsur dalam pariwisata sebagai ‘systemic linkage’,
karena itu memberikan ciri-ciri terhadap produknya, sebagai berikut :
a. Produk yang kompleks: produksi dan komponen-komponennya ditangani
oleh bermacam-macam pihak, baik swasta maupun pemerintah.
b. Produk tidak dapat dibawa ketempat kediaman konsumen, tetapi harus
dinikmati ditempat dimana produk itu tersedia.
c. Wujud produk wisata ditentukan oleh konsumen
d. Yang diperoleh konsumen setelah membeli produk adalah pengalaman
(yang menyenanngkan)
e. produk bersifat perishable dan intangible.
f. Konsumen tidak dapat mencoba atau mencicipi produk itu sebelum
membeli.

Siklus Perjalanan wisata


Khusus bagi perjalanan lintas batas suatu negara yang dilakukan baik oleh
warga negara Indonesia ke luar negeri maupun warga negara asing yang
akan bepergian ke Indonesia diwajibkan melalui pemeriksaan CIQ (Custom,
Immigration, Quarantina).

Custom
Custom ( bea dan cukai ) adalah ketentuan atau peraturan yang mengatur
keluar masuknya barang baranng dari suatu negara, tetang perijinan,
pembatasan atau pelarangan membawa barang-barang masuk (impor) atau
keluar (ekspor) di suatu negara, yang meliputi tembakau, minuman keras
dan wewangian serta barang-barang keperluan pribadi.
Pemeriksaan barang-barang tersebut dilakukan baik diterminal kedatangan
maupun keberangkatan di suatu negara dengan tujuan antara lain untuk
mencegah terjadinya penyelundupan ataupunn tindak kriminal. Disamping
itu ada larangan membawa barang-barang tertentu yang dilindungi oleh

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 7


undang-undang seperti : senjata, obat-obatan terlarang, barang-barang
cetakan dan audioo visual (khusus yang bersifatt porno)
Immigration
Immigration (imigrasi) adalah badan resmi yang mempunyai wewenang
tentang pelaksanaan ketetuan-ketentuan hukum yang berlaku bagi warga
negara sendiri maupun orang asing yang akan meninggalkan atau
memasuki wilayah negara yanng bersangkutan.
Keimigrasian terkait erat dengan hal ihwal lalu lintas orang yang masuk,
berada dan yang hendak keluar wilayah Indonesia serta kegiatannya selama
berada di Indonesia. Orang yang berlalu lintas dimaksudkan bukan orang
asing semata, tetapi juga termasuk warga negara Indonesia.
Beberapa dokumen perjalanan yang harus diperriksa oleh petugas imigrasi,
sebagai persyaratan apabila orang akan ke luar negeri atau memasuki
wilayah negara lain Yaitu :
Paspor.
Dokumen perjalanan resmi berupa buku kecil (berukuran 10 x 15 cm), yang
dikeluarkan oleh pejabat instansi pemerintah yang berwenang yang berisi
keterangan-keterangan tentang identitas pemeganngnya dan dimana
pemerintah yang mengeluarkannya mengakui hak pemegang paspor untuk
mengadakan perjalanan ke luar negeri.
Visa.
Pada dasarnya merupakan suatu pernyataan dari perwakilan nnegara yang
akan dikunjungi bahwa yang bersangkutann diberi ijin untuk memasuki
negaranya utuk jangka waktu tertentu.
Surat Keterangan Fiskal
Mengenai pengenaan pajak, kecuali pegawai negeri atau orang yang
mengadakan perjalanan keluar negeri atas biaya pemerintah.
International Ceriticate of Vacination (ICV)
Surat keterrangan vaksinasi menurut ketentuan-ketentuan internasional yang
berlaku.
Ijin Bertolak (dahulu disebut exit permit)
Ijin menninggalkan negara tempat tinggalnya untuk bepergian ke negara lain
untuk sementara waktu dan untuk tujuan apapun

B. Psikologi
Psikologi dapat dipelajari secara teoritis dan prakis.Psikologi yang
dipelajari secara teoritis apabila orang dalam mempelajarinya demi ilmu

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 8


itu sendiri, tidak dihubungkan dengan soal praktik. Sedangkan yang
praktis, psikologi dipelajari dan dihubungkan dengan yang segi praktik.
Dalam segi yang praktis ini orang mencari jalan bagaimana dapat
mempraktikkan psikologi untuk kehidupan sehari hari. Demikian juga
macam bidang yang termasuk dalam psikologi praktis dapat lebih luas
karena dapat diaplikasikan sesuai dengan bidang yang dikehendaki,
misalnya dalam bidang pendidikan-psikologi pendidikaan, dalam bidang
industri atau perusahaan – psikologi industri atau psikologi perusahaan,
dalam bidang kriminal – psikologi kriminal, dalam bidang jasa – psikologi
pelayanan dan sebagainya.
1. Pengertian Psikologi
a. Menurut Plato, psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari sifat,hakekat dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa,
logos = ilmu pengetahuan)
b. Menurut Mac Dugall, psikologi adalah ilmu pegetahuan yang
mempelajari tingkah laku manusia atau human behaviour.
c. Menurut Mussen & Rosenwieg, psikologi adalah suatu ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang mind (pikiran) atau The
study of mind, tetapi dalam perkembangannya kata mind berubah
menjadi behaviour (tingkah laku) sehigga psikologi didefinisikan
sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.

2. Pentingnya Psikologi
Kita dilahirkan sebagai mahluk sosial yang selalu berhubungan antara
yang satu dengan yang lainnya. Hasil hubungan individu dengan yang
lain tidak selalu memuaskan, satu waktu kita kesal terhadap orang
lain, lain kali kita merasa senang dengan orang lain. Contoh tersebut
sebenarnya dapat kita rumuskan ke dalam pertanyaan psikologis,
yaitu bagaimanakah kita dapat bekerja sama dengan orang lain?
Bagaimanakah agar orang lain tertarik dengan diri kita ?Bagaimanakah
caranya agar kita giat bekerja dan sebagainya.

Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan itu, kita perlu memahami diri


kita sendiri dan diri individu lainnya. Dapat kita tegaskan bahwa untuk
dapat berhubungan baik dengan orang lain, kita perlu memahami
perilaku individu. Dengan mempelajari psikologi, kita dapat

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 9


memahami perilaku manusia dalam berinteraksi dengan
lingkungannya.

Pertanyaan berikutnya perilaku/aktivitas manakah dari diri individu


yang dipelajari oleh psikologi ? Baiklah kita akan coba uraikan satu
persatu..
Aktivitas Psikomotoris, yaitu aktivitas individu yang berkaitan dengan
kerja organ-organ tubuh manusia, seperti berlari, menangis,
memukul, menari, tertawa dsb.
Aktivitas kognitif, yaitu aktivitas yang berhubungan dengan daya kerja
otak atau pikiran seperti, mengamati, menilai, menyimpulkan,
berpendapat, berpidato dsb.
Aktivitas afektif, yaitu aktivitas yang berkaitan dengan perasaan atau
emosi manusia seperti marah, melamun,, sedih, gembira, suka, tidak
suka dsb.

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 10


Halaman Kajian 1
Model Pariwisata Morley
Model Pariwisata Menurut Morley (1990) bahwa ada dua unsure dasar yang
sangat perlu sebagai sendi model pariwisata yang berdimensi banyak.Kedua
unsure ini adalah Wisatawan dan Perjalanan, artinya orang yang melakukan
perjalanan dan bermalam dan tempat tujuan, oraganisasi dan fasilitas yang
dinikmati wisatawan. Karena pariwisata itu rumit, luas dan membawa dampak,
ada lagi kaitannya dengan dampaknya pada pihak lain atau pihak pihak seperti
pemerintah, masyarakat, ekonomi dan orang orang yang terlibat secara tidak
langsung. Jadi morley menegaskan yang menjadi ciri dasar dari dimensi dimensi
pokok sebuah model pariwisata adalah Wisatawan, Perjalanan dan pihak lain
(1990). Lebih jauh menegaskan lagi bahwa permintaan akan pariwisata
tergantung pada ciri ciri wisatawan, seperti penghasilan, umur, motivasi dan
watak. Ciri ciri ini masing masing akan mempengaruhi kecenderungan orang
untuk bepergian mencari kesenangan, kemampuannya untuk bepergian dan
pilihan tempat tujuan perjalanannya. Permintaan juga ditentukan oleh sifat dan
ciri tempat tujuan perjalanan, daya tariknya, harga dan efektif tidaknya kegiatan
memasarkan tempat tujuan. Kebijakan pemerintah dan tindakanya dapat
mendorong atau menurunkan permintaan akan pariwisata secara langsung dan
sengaja, dan secara tidak langsung melalui factor factor yang penting bagi
wisatawan seperti keamanan, factor social seperti sikap penduduk setempat
pada wisatawan dan minat yang dibangkitkan oleh budaya setempat.
Permintaan pada gilirannya akan mempengaruhi penawaran pariwisata. Dari sisi
wisatawan, penawaran dapat diungkapkan dalam jangka waktu tinggal
(misal:minginap), kegiatan dan penggunaan sumber daya oleh wisatawan (
(jumlah wisatawan, jumlah penggunaan), kepuasan (peringkat dan keinginan
kembali ketempat yang pernah dikunjungi) dan pengeluaran (jumlah uang).
Fasilitas dan pelayanan diberikan langsung bagi wisatawan – hotel, restoran,
tempat istirahat, angkutan dan lainnya – banyak sekali dipengaruhi oleh
permintaan akan pariwisata dan karena itu merupakan aspek yang paling dulu
dipertimbangkan dalam kaitan dengan pariwisata dilihat sebagai sebuah industry
yang membawa dampak dampak ekonomi.
Hubungan antara fasilitas dan pelayanan dengan permintaan akan pariwisata
bersifat timbale balik meskipun permintaan sampai batas tertentu banyak
ditentukan oleh penawaran fasilitas dan pelayanan. Dampak fasilitas dan
pelayanan pada umumnya diabaikan, pada hal dampak itu bisa memainkan
peranan yang sangat penting, bukan hanya untuk wisatawan sendiri tetapi juga

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 11


bagi permintaan, melalui penyebaran informasi dari mulut ke mulut, saran dan
kunjungan ulang. Coba cari Dampak pariwisata bagi : wisatawan, bagi
perjalanan termasuk industry pariwisata dan bagi pihak lain yang terkait.

Sebuah Model Pariwisata Morley (1990)


WISATAWAN PERJALANAN PIHAK LAIN
Permintaan
 Ciri ciri  Harga  Kebijaksanaan
perorangan  Ongkos pemrintah
Penghasilan,  Promosi &  Masyarakat dan
usia, jenis pemasaran budaya
kelamin dll.  Daya tarik  Teknolog
 Motivasi  Iklim
 Perkembangan
social
 Dalam negeri
dan inter
nasional
 Perkembangan
ekonomi
Penawaran
 Lama tinggal  Sumber  PrasaranaJalan,
 Kegiatan dayaAlam, pembuangan
 Penggunaan bangunan, Sampah, listrik,
 Kepuasan budaya polisi,Bandar
 Pengeluaran  Fasilitas dan udara dll.
pelayanan  Komunikasi
 Makanan,  Ekonomi dan
 angkutan, perdagangan
 Penerimaan,  Masyarakat.
tempat me-
nginap, hiburan,
keramah
tamahan.
Dampak
 Pengalaman,  Penghasilan  Lingkungan
 Pengetahuan,  Penyusutan dan  Ekonomi
 Kesenangan. kerusakan  Social
 Sumber daya  Fisik
 Investasi

Hanya untuk Mahasiswa Pariwisata S1 - STP AMPTA Jogja - Prihatno Page 12