Anda di halaman 1dari 11

RESUME

BAB 1 KONSUMSI, INVESTASI DAN PERANAN PASAR MODAL

BAB 2 PASAR MODAL

Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Analisis Investasi dan Pasar

Modal

Disusun Oleh:

Ana Muslimah (142170121)

Kelas: EA-A

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

2020
BAB 1 KONSUMSI,INVESTASI DAN PERANAN PASAR MODAL

Produksi konsumsi yang dilakukan oleh Robinson Crusue, seorang yang tinggal
sendirian disuatu pulau, merupakan contoh kegiatan ekonomi yang hanya dilakukan oleh
satu orang saja , yaitu dirinya sendiri.Bab ini akan menerangkan adanya pasar modal yang
menguntungkan, individu akan mendapatkan kepuasan yang lebih baik.

KONSUMSI

Konsumsi dan investasi merupakan dua kegiatan yang berkaitan. Penundaan


konsumsi sekarang dapat diartikan sebagai investasi untuk konsumsi di masa
mendatang.Individu melakukan konsumsi dengan memakai sumber daya yang ada untuk
mendapatkan kepuasan atau utility.Setiap individu diasumsikan menyukai konsumsi lebih
daripada konsumsi yang kurang. Asumsi ini dapat diartikan bahwa utiiti marginal dari
konsumsi adalah positif.

U(K0,K1)

.B K1

U(K0)

K0

INVESTASI

Investasi dapat di asumsikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan


ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu. Dengan adanya aktiva yang produktif,
penundaaan konsumsi sekarang untuk diinvestasikan ke aktiva yang produktif tersebut akan
meningkatkan utility total. Investasi kedalam aktiva yang produktif akan meningkatkan
utility. Investasi kedlam aktiva yang produktif dapat berbentuk aktiva nyata atauberbentuk
aktiva keuangan yang diperjual-belikan di antara investor .

TIPE-TIPE INVESTASI KEUANGAN


Investasi kedalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung dan investasi
tidal langsung. Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari
suatu kperusahaan baik melalui perantara maupun dengan cara yang lain. Sebaliknya
investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan investasi yang
menjual portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan-perusahaan lain.
INVESTASI LANGSUNG

Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yg dapat


diperjual-belikan di pasar uang, pasar modal, atau pasar turunan. Investasi langsung juga
dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang tidak dapat diperjual-belikan. Aktiva
keuangan yang tidak dapat diperjual belikan biasanya diperoleh melalui bank komersial.
Aktiva yg dapat diperjualkan di pasar umum berupa aktiva yg mempunyai resiko gagal kecil,
jatuh temponya pendek dengan tingkat cair yg tinggi

Macam-macam investasi langsung langsung dapat dibagi sebagai berikut ini :

1. Investasi langsung yang tidak dapat diperjual-belikan

- Tabungan

- Deposito

2. Investasi langsung dapat diperjual-belikan

A. Investasi langsung di pasar uang

- T-bill

- Deposito yang dapat dinegosiasi.

B. Investasi langsung di pasar modal

a. Surat-surat berharga pendapatan tetap

- T-bond

- Federal agency securities

- Municipal bond

- Corporate bond

- Convertible bond

b. Saham-saham

- Saham preferen

- Saham biasa

C. Investasi langsung di pasar turunan

a. Opsi

- Waran

- Opsi put

- Opsi call
INVESTASI TIDAK LANGSUNG

Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat berharga dari


perusahaan investasi. Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa
keuangan dengan cara menjual sahamnya ke publik dan menggunakan dana yang diperoleh
untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya.

Perusahaan investasi dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

1. Unit investment trust merupakan trust yg menerbitkan portofolio yg dibentuk dari


surat-surat berharga berpenghasilan tetap dan ditangani oleh orang kepercayaan yg
independen

2. Closed end investment merupakan perusahaan investasi yg hanya menjual


sahamnya dalam jumlah yg tetap yaitu sebanyak saat penawaran perdana saja.

3. Open end investment companies dikenal dengan nama perusahaan reksadana.


Menurut undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat (27).
Reksadana merupakan wadah yg dipergunakan untuk menghimpun dana dari
masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh
manajer investasi.

Ditinjau dari aktiva yg diinvestasikan, reksadana dapat diklarifikasikan menjadi


beberapa macam sebagai berikut ini :

1. Reksadana pasar uang (money market mutual find)

Reksadana ini membentuk portofolionya dengan aktiva-aktiva surat berharga utang


jangka pendek yg jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

2. Reksadana pendapatan tetap (fixed income mutual fund)

Reksadana ini berisi dengan paling tidak 80% aktiva obligasi dan sisanya dapat
berupa aktiva lain, misalnya saham. Tujuannya untuk membentuk portofolionyg
lebih nyaman.

3. Reksadana saham atau reksadana ekuitas (equity mutual fund)

Reksadana ini berisi dengan paling tidak 80% aktiva saham dan sisanya dapat
berupa aktiva lain, misalnya obligasi. Tujuannya untuk menghasilkan retun yang
tinggi.

4. Reksadana campuran (mixed mutual fund)

Reksadana ini berisi dengan aktiva campuran dalam bentuk obligasi, saham dan
5. Reksadana terproteksi (protected mutual fund)

Reksadana terproteksi memproteksi investor dari kerugian penurunan nilai


investasinya. Proteksi ini dilakukan oleh reksadana dengan cara memasukan
obligasi-obligasi yang akan jatuh tempo dalam jangka pendek ke dalam portofolio.
Obligasi jatuh tempo akan membayar utuh sebesar nilai nominalnya.

PERANAN PASAR MODAL

Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka
panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi. Untuk menarik pembeli dan
penjual untuk berpartisipasi, pasar modal harus bersifat likuid dan efisien. Suatu pasar modal
dikatakan likuid jika penjual dapat menjual dan pembeli dapat membeli surat-surat berharga
dengan cepat. Pasar modal dikatakan efisien jika harga surat-surat berharga mencerminkan
nilai dari perusahaan secara akurat.

Pasar modal juga mempunyai fungsi sarana alokasi dana yang produktif untuk memindahkan
dana dari pemberi pinjaman ke peminjam. Alokasi dana yg produktif terjadi jika individu
yang mempunyai kelebihan dana dapat meminjamkannya ke individu lain yang lebih
produktif yang membutuhkan dana. Sebagai akibatnya, peminjam dan pemberi pinjaman
akan lebih diuntungkan dibandingkan jika pasar modal tidak ada.

BAB 2 PASAR MODAL

Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual surat berharganya di pasar modal.
Surat berharga yang baru dikeluarkan oleh perusahaan dijual di pasar primer (primary
market). Surat berharga yang baru dijual dapat berupa penawaran perdana ke publik (initial
public offering alias IPO) atau tambahan surat berharga baru jika perusahaan sudah going
public (sekuritas tambahan ini sering disebut dengan seasoned new issues). Selanjutnya surat
berharga yang sudah beredar di perdagangkan di pasar sekunder (secondary market).

Tipe lain dari pasar modal adalah pasar ketiga (third market) dan pasar keempat (fourth
market). Pasar ketiga merupakan pasar perdagangan surat berharga pada saat pasar kedua
ditutup. Pasar ketiga dijalankan oleh broker atau makelar yang mempertemukan pembeli dan
penjual pada saat pasar kedua ditutup. Pasar keempat merupakan pasar modal yang
dilakukan diantara institusi berkapasitas besar untuk menghindari komisi untuk broker. Pasar
keempat biasanya menggunakan jaringan komunikasi untuk memperdagangkan saham dalam
jumlah blok yang besar. Contoh pasar keempat ini misalnya Instinet yang dimiliki oleh
Reuters yang menangani lebih dari satu miliar lembar saham tiap tahunnya.
Perusahaan yang belum going public, awalnya saham-saham perusahaan tersebut dimiliki
oleh manajer-manajernya, sebagian lagi oleh pegawai-pegawai kunci dan hanya sejumlah
kecil yang dimiliki oleh investor. Sebagaimana biasanya, jika perusahaan berkembang,
kebutuhan modal tambahan sangat dirasakan. Pada saat ini, Perusahaan harus menentukan
untuk menambah modal dengan cara utang atau menambah jumlah kepemilikan dengan
menerbitkan saham baru. Jika saham akan dijual untuk menambah modal, saham baru dapat
dijual dengan berbagai macam cara sebagai berikut ini.

1. Dijual kepada pemegang saham yang sudah ada.

2.Dijual kepada karyawan lewat ESOP (employee stock ownership plan).

3.Menambah saham lewat dividen yang tidak dibagi (dividend reinvestment plan).

4.Dijual langsung kepada pembeli tunggal (biasanya investor institusi) secara privat (private
placement).

5. Ditawarkan kepada publik.

Jika keputusannya adalah untuk ditawarkan kepada publik, maka beberapa faktor untung dan
ruginya perlu dipertimbangkan. Keuntungan dari going public diantaranya sebagai berikut.

1.Kemudahan meningkatkan modal dimasa depan.

Untuk perusahaan yang tertutup, calon investor biasanya enggan untuk menanamkan
modalnya disebabkan kurangnya keterbukaan informasi keuangan antara pemilik dan
investor. Sedangkan untuk perusahaan yang sudah going public, informasi keuangan harus
dilaporkan ke publik secara reguler yang kelayakannya sudah diperiksa oleh akuntan
publik.

2.Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham.

Untuk perusahaan yang masih tertutup yang belum mempunyai pasar untuk sahamnya,
pemegang saham akan lebih sulit untuk menjual sahamnya dibandingkan dengan
perusahaan yang sudah going public.

3. Nilai pasar perusahaan diketahui.

Untuk alasan-alasan tertentu, nilai pasar perusahaan perlu untuk diketahui. Misalnya
jika perusahaan ingin memberikan insentif dalam bentuk opsi saham (stock option) kepada
manajer-manajernya, maka nilai sebenarnya dari opsi tersebut perlu diketahui. Jika
perusahaan masih tertutup, nilai dari opsi sulit ditentukan.
1. Biaya laporan yang meningkat

Untuk perusahaan yang sudah going public, setiap kuartal dan tahunnya harus menyerahkan
laporan-laporan kepada regulator. Laporan-laporan ini sangat mahal terutama untuk
perusahaan yang ukurannya kecil.

2.Pengungkapan (disclosure)

Beberapa pihak di perusahan umumnya keberatan dengan ide pengungkapan. Manajer


enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki karena dapat digunakan oleh
pesaing. Sedangkan pemilik perusahaan enggan mengungkapkan informasi tentang saham
yang dimilikinya karena publik akan mengetahui besarnya kekayaan yang dimiliki.

3. Ketakutan untuk diambil-alih

Manajer perusahaan yang harus mempunyai hak veto kecil akan khawatir jika perusahaan
going public. Manajer perusahaan publik dengan hak veto rendah umumnya diganti dengan
manajer yang baru jika perusahaan diambil-alih.

Keputusan untuk going public atau tetap menjadi perusahaan privat merupakan keputusan
yang harus dipikirkan masak-masak. Jika perusahaan memutuskan untuk going public dan
melemparkan saham perdananya ke publik (initial public offering), isu utama yang muncul
adalah tipe saham apa yang akan dilempar, berapa harga yang harus Ditetapkan untuk
selembar sahamnya dan kapan waktunya yang paling tepat.

FENOMENA HARGA RENDAH DI PENAWARAN PERTAMA

Fenomena yang menarik terjadi di penawaran perdana ke publik adalah fenomena harga
rendah (underpricing). Fenomena harga rendah terjadi karena penawaran perdana ke publik
yang secara merata murah. Secara rerata membeli saham di penawaran perdana dapat
memperoleh return awal (initial return) yang tinggi. Secara rerata disini maksudnya adalah
tidak semua penawaran perdana murah, tetapi dapat juga mahal dan secara rerata masih
dapat dikatakan murah (underpricing). Tabel berikut ini menunjukkan murah dan mahalnya
119 penawaran perdana (IPO) dari tahun 1999 sampai dengan 2006.

Mahal dan Murahnya Penawaran Perdana 1999-2006.

Tahun Murah Mahal Impas

1999 7 x 0 x 0 x

2000 19 x 1 x 2 x

2001 27 x 3 x 1 x
2002 18 x 2 x 2 x

2003 6 x 0 x 1 x

2004 9 x 0 x 2 x

2005 8 x 0 x 0 x

2006 11 x 0 x 0 x

Total 105 x 6 x 8 x
Sumber: Akhabani (2007) diolah dari JSX Statistika.

Keterangan: Penawaran perdana yang murah adalah yang mendapatkan return awal positif,
yang mahal yang mendapatkan return awal negatif dan yang impas yang mendapatkan return
awal nol.

BANKER INVESTASI

Banker investasi merupakan perantara antara perusahaan yang menjual saham (disebut
emiten) dengan investor.Sebagai perantara, banker investasi selain berfungsi sebagai
pemberi saran (advisory function), banker investasi juga berfungsi sebagai pembeli saham
(underwriting function) dan berfungsi sebagai pemasar saham ke investor (marketing
function).

Tidak semua banker investasi mau membeli sekuritas dengan harga yang sudah
ditentukan, terutama untuk sekuritas milik perusahaan-perusahaan yang belum mapan atau
masih baru di pasar modal yang resiko kerugiannya tinggi.

Jika banker investasi harus menanggung sendiri resiko kegagalan penjualan saham ke
publik dan jika nilai saham yang akan dilempar cukup besar, banker investasi akan
membentuk suatu sindikat (syndicate). Sindikat merupakan suatu grup yang terdiri dari lead
manager (banker investasi yang berfungsi sebagai manajer sindikat), beberapa underwriter
lainnya yang berfungsi sebagai anggota grup yang membeli sekuritas dan menjualnya ke
publik, dan beberapa grup penjual (sales group) yang tidak membeli sekuritas tetapi ikut
menjualkanya ke publik. Penjualan sekuritas ke publik harus didukung dengan informasi dan
dokumen-dokumen yang diwajibkan oleh hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku.
Salah satu dari dokumen ini adalah prospectus yang berisi tentang informasi perusahaan
penerbit sekuritas dan informasi lainnya yang berkaitan dengan sekuritas yang dijual

PASAR MODAL SEKUNDER

Setelah sekuritas baru selesai dijual di pasar primer melalui banker, tugas dari sindikat
Sekuritas bersangkutan kemudian di perdagangkan untuk publik di pasar sekunder
(secondary market) bersama-sama dengan sekuritas-sekuritas perusahaan lainnya yang sudah
berada di sana. Pasar sekunder di bedakan menjadi pasar bursa saham (stock exchange) dan
over-the counter (OTC) market. Sekuritas dari penjualan kecil biasanya di perdagangkan di
OTC market sedang sekuritas untuk perusahaan yang besar di stock exchange.

PASAR BURSA SAHAM

Proses penjualan saham di stock exchange market ( pasar bursa saham atau pasar modal
atau bursa efek) umumnya menggunakan sistem lelang (auction) sehingga pasar sekunder ini
sering disebut auction market. Disebut dengan pasar lelang karena transaksi dilakukan secara
terbuka dan harga ditentukan oleh supply (penawaran) dan demand (permintaan) dari
anggota bursa yang meneriakkan ask price (atau offer price atau harga penawaran terendah
untuk dijual) dan bid price (harga permintaan tertinggi untuk beli). New York Stock
Exchange (NYSE), Tokyo Stock Exchange (TSE), Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek
Surabaya (BES) menggunakan sistem lelang, yaitu order pembelian dan penjualan sekuritas
akan ditemukan sampai di capai harga kesepakatan. BEJ dan BES bergabung menjadi BEI
efektif mulai pada bulan November 2007.

Saat ini pasar sekunder terbesar di dunia adalah NYSE (New York Stock Exchange)
dan TSE (Tokyo Stock Exchange). NYSE berdiri tahun 1792. American Stock Exchange
(AMEX) juga merupakan pasar sekunder lainnya di Amerika Serikat. AMEX mempunyai
prosedur kerja persis dengan NYSE, hanya saja AMEX merupakan pasar sekunder yang
lebih kecil baik ukurannya dan jumlah sekuritas yang terdaftar dibandingkan dengan NYSE.
Disamping kedua pasar sekunder skala nasional tersebut beberapa pasar sekunder regional
juga populer di Amerika Serikat, misalnya seperti, Boston Stock Exchange, Pacific Stock
Exchange. Sekuritas yang terdaftar di bursa regional juga umumnya terdaftar di NYSE dan
AMEX.

NYSE dan TSE menyimpan order pembelian dan penjualan dalam bentuk batch. Jika
broker di lantai bursa belum dapat mengeksekusi order karena harga yang di inginkan klien
masih jauh dari harga yang di kutip (harga bid dan ask), mereka menitipkan order ini ke
specialist untuk mengeksekusinya nantinya jika harga yang diinginkan sudah bertemu
dengan harga pasar.

Broker di lantai bursa kemudian akan membayar komisi ke specialist. Specialist


merupakan anggota dari bursa yang mendapatkan tugas untuk mengamati, mencatat, dan
menstabilkan harga serta volume transaksi dari suatu saham tertentu. Seorang specialist
perkembangan harga dari saham tertentu, specialist akan segera mengetahui jika harga yang
dalam order bertemu dengan harga pasar.

Fungsi lain dari specialist lain yang penting adalah menstabilkan pasar dengan
menyeimbangkan kekuatan-kekuatan permintaan (order untuk membeli) dan penawaran
(order untuk menjual). Sebagai contoh adalah pada situasi order untuk menjual (supply) jauh
melebihi dari order untuk membeli (demand). Untuk kasus seperti ini harga dari sekuritas
dapat turun dengan drastis. Untuk menstabilkan harga, specialist kemudian melakukan
pembelian untuk menyerap kelebihan saham yang ditawarkan. Mekanisme stabilisasi harga
semacam ini tidak di lakukan di BEI atau BES.

Transaksi di bursa dilakukan dengan order standar dalam ukuran round lot, yaitu 100
lembar saham (di NYSE) atau kelipatanya (di BEI round lotnya adalah 500 lembar saham
untuk investor perorangan). Jumlah lembar yang kurang dari 100 (atau 500 lembar untuk
BEI) disebut dengan add lot.Investor tidak dapat langsung melakukan transaksi di lantai
bursa, tetapi diwakili oleh broker. Investor dapat memilih sendiri jenis broker yang
diinginkan, misalnya seperti, full service broker atau discount broker. Full-service broker
menawarkan jasa yang lengkap termasuk sebagai berikut ini.

1.Investment research and advice.

Tidak semua individualitas investor dapat melakukan sendiri penelitian yang berkualitas
disebabkan oleh keterbatasan dana, waktu dan keahlian. Penelitian jenis ini dapat disediakan
oleh broker yang bonafid dalam bentuk-bentuk laporan atau publikasi rutin. Hasil penelitian
penelitian yang di butuhkan oleh investor dapat meliputi trend pasar, prospek masa depan
suatu perusahaan dan sebagiannya.

2. Assets management.

Broker dapat berfungsi sebagaimana bank komersial, yaitu memberikan pinjaman dan
mengelola dana yang dipercayakan. Untuk Maksud seperti ini, investor dapat membuka
rekening di brokerja yang disebut dengan rekening margin (margin account).

3. Order execution.

Tanpa melalui jasa broker, menjual dan membeli sekuritas merupakan hal yang
tidak mudah. Misalnya, tanpa melalui broker, penjual harus mencari sendiri pembeli yang
cocok dengan harga yang ditawarkan. Dengan broker investor tidak perlu khawatir
dengan semua kegiatan pembelian dan penjualan ini.

4.Clearing.
Setelah suatu order dieksekusi, sebenarnya masih banyak pekerjaan administrasi
yang menunggu sesudahnya. Selain pekerjaan administrasi tersebut cukup panjang mereka
juga harus tidak boleh menyimpang dengan semua regulasi dan hukum yang berlaku.

REKENING KAS DAN REKENING MARGIN

Ada dua cara melakukan pembayaran untuk pembelian sekuritas, yaitu dengan rekening
kas atau dengan rekening margin. Pembayaran dengan rekening kas mengharuskan investor
untuk membayar penuh semua nilai pembeliannya sebelum atau pada tanggal jatuh tempo.
Tanggal jatuh tempo umumnya adalah 4 hari setelah tanggal transaksi. Pembelian sekuritas
dapat juga dilakukan dengan cara yang sama, yaitu investor dapat membayarnya terlebih
dahulu sebagian dalam bentuk uang muka dan sisanya dipinjam dari broker. Umumnya
investor dapat membeli sekuritas sebanyak dua kali lipat dari jumlah uang tunai yang
dibayarkan atau dengan kata lain investor cukup membayar separuh dari seluruh pembelian
dengan separuhnya lagi dipinjam dari broker.investor akan ditarik bunga untuk pinjaman ini
dan sertifikat kepemilikan biasanya digunakan sebagai jaminan.