Anda di halaman 1dari 5

Ideologi Pembentukan Negara

Pengertian Ideologi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,11 Ideologi memiliki 3 (tiga) makna, yaitu
(1) kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah
dan tujuan untuk kelangsungan hidup; (2) cara berpikir seseorang atau suatu golongan; (3)
paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik. Berdasarkan hal itu maka
ideologi negara adalah paham atau teori yang dianggap paling tepat, paling baik, dan paling
benar, yang dijadikan sebagai arah untuk kelangsungan hidup suatu negara. Seturut dengan itu,
Magnis-Suseno menyatakan, bahwa ideologi adalah ajaran yang menetapkan bagaimana
kehidupan bernegara dan bermasyarakat harus diatur.12 Adapun ideologi menurut
Poespowardojo, adalah hasil budaya manusia yang berupa kumpulan pengetahuan dan nilai,
yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami
jagat raya dan isinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.13 Jadi, ideologi
mencerminkan cara berpikir masyarakat sekaligus juga membentuk masyarakat menuju cita-cita
mereka. Berdasarkan definisi dari Magnis-Suseno ditegaskan bahwa ideologi adala h hasil
kesepakatan masyarakat, jadi ideologi bukan ciptaan.
Ideologi - Ideologi Besar di dunia
Secara garis besar, ideologi negara yang ada di dunia ini dapat dibedakan menjadi
2 (dua), yaitu ideologi negara yang berdasarkan agama dan ideologi negara yang bersifat sekulu
Pertama, ideologi negara yang berdasarkan agama, maka hukumnya juga didasarkan atas agama.
Contohnya, negara- negara Arab Saudi, Bangladesh, Pakistan, Iran, Irak yang ideologinya
berdasarkan agama Islam, dan negara Vatikan yang ideologinya berdasarkan agama Katholik.

Yang kedua, ideologi negara yang bersifat sekuler. Artinya, negara yang
bersangkutan memisahkan urusan duniawi dengan urusan rohani. Urusan duniawi diatur Oleh
negara, sedangkan urusan rohani diatur oleh masing-masing agama. Ideologi negara yang
bersifat sekuler dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) kategori besar, yaitu Liberalisme, Sosialisme,
dan Komunisme. Di bawah ini akan dijelaskan tentang ketiga ideologi tersebut berdasarkan
historisitasnya.
a. Liberalisme
Pada abad 17, seiring dengan munculnya kesadaran manusia tentang hak-hak
individual di negara-negara Barat, berkembanglah sebuah ideologi, yaitu Liberalisme.
Liberalisme mendasarkan diri pada aliran yang saat itu memang sedang diminati, yaitu aliran
individualisme yang menekankan pada hak-hak dan kepentingan manusia sebagat makhluk
individu. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (1632-1704) yang pertamakali mengemukakan
bahwa semua orang diciptakan sama dan memiliki hak-hak alamtah (natural rights) yang tidak
dapat dilepaskan (inalienable), yaitu hak hidup, hak kemerdekaan, dan hak milik.
Datam Liberalisme, individu-individu yang mempunyai kemampuan lebih dapat
memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya, bahkan adanya negara juga dimaksudkan untuk
melindungi hak-hak individual yang dimiliki oleh manusia Menurut Locke16, inti paham liberal
tentang negara adalah bahwa kekuasaan negara harus seminimal mungkin. Atau dengan kata
lain, bahwa kekuasaan negara harus dibatasi oteh suatu konstitusi.
Dalam bidang ekonomi, Liberalisme melahirkan sistem kapitalisme,17 yaitu munculnya para
pemilik.kapital atau pemllik modal.
Pada umumnya mereka adalah kaum Borjujs. Mereka muncul sebagai penguasa di
bidang ekonomi. Datam sistem kapitalisme, setiap orang berhak menumpuk kekayaan sebanyak-
banyaknya sesuai dengan kemampuannya, tanpa mengingat ada atau tidaknya kcbutuhan18, Di
sisi lain, sistem kapitalisme juga melahirkan kaum buruh yang tidak memiliki kekuasaan apa pun
juga' bahkan kekuasaan atas diri mereka pribadi. Kehidupan para buruh atau kaum Proletar ini
benar-benar bergantung kepada para pemilik modal. Jadi, saat itü terjadi kesenjangan sosial
antara kaum Borjuis dan kaum Proletar. Liberalısme tumbuh dan berkembang pesat di
negaranegara seperti Amerika Serikat, Kanada, Belarus, dan Afrika Selatan.
b. Sosialisme
19
İstilah Sosialisme berasal dari bahasa Perancis "social' yang berarti kemasyarakatan . Sesuai
dengan namanya, ideologi ini menitikberatkan kepada sifat kodrati manusia sebagai makhluk
sosial.
Pada abad 19, Liberalisme dengan sistem ekonomi kapitalismenya telah
mengakibatkan munculnya kelas- kelas sosial, yaitu kelas Borjuis dan kelas Proletar 20 telah
mendorong seorang pejuang kemanusiaan dari Jerman, yaitu Karl Marx (tahun 1818-1883) untuk
memperjuangkan hak-hak kaum Proletar yang ditindas oleh kaum Borjuis.
Marx menyatakan,21 "bahwa di bawah kapitalisme manusia dialienasikan dari
pekerjaan, barang yang djhasilkannya, majikan, rekan sekerja, dan diri mereka sendiri. Para
buruh tidak bekerja untuk mengaktualisasikan dirinya serta potensi kreatifnya, karena
pekerjaannya tidak atas dasar kesukarelaan tapi atas dasar pemaksaan. Pekerjaannya tidak
memuaskan kebutuhannya tapi pemaksaan.semata. mata merupakan alat untuk memuaskan
kebutuhan orang Iain, yaitu para majikan kapitalis yang mempera/at kaum buruh untuk
memperoleh keuntungan. Jadi kapitalisme menurunkan derajad kemanusiaan (mendehumanisasi)
para buruh yang merosot menjadi setingkat dengan barang komoditi."
Marx menawarkan sebuah ideologi yang Sarat dengan nilai-nilai kesosialan
manusia, yaitu Sosialisme untuk mengatasi situasi yang tidak adil itu. Dalam ideologi ini alat-
alat produksi tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang atau sekelompok orang (kaum Borjuis),
melainkan dikuasai oleh negara untuk kepentingan atau kemakmuran rakyat (diktator
proletariat). Dengan demikian kesenjangan sosial atau adanya kelas-kelas sosial juga dapat
dihapuskan. Atau dengan kata Iain maka terwujudlah masyarakat tanpa kelas. Gerakan-gerakan
sosial dalam rangka penghapusan kelas yang dilatarbelakangi oleh ideologi ini berhasil
berkembang di negara-negara dengan tradisi demokrasi yang kuat seperti Inggris, negara-negara
Skandinavia, Belgia, Belanda, Swiss, Australia, Selandia Baru, dan Israel.
Meskipun demikian, jika ditinjau Iebih dalam, ideologi Liberalisme dan
Sosialisme memiliki kesamaan. Kaum sosialis pada umumnya setuju dengan kaum kaum
kapitalis dalam hal bahwa pemilikan secara perorangan harus dipertahankan dan diperkuat pada
harta milik kecil.
Perbedaan di antara kedua ideologi itu adalah, bahwa Liberalisme dan Sosialisme
tidak sepakat mengenai bagaimana cara terbaik untuk membawa kemakmuran yang maksimal
bagi rakyat. Liberalisme menekankan pada kemakmuran dan usaha pribadi, sedangkan
sosialisme menekankan pada kemakmuran dan usaha kolektif yang produktif.
c. Komunisme24
Dalam perkembangannya, ajaran Karl Marx diambil alih oleh Lenin yang memiliki pemikiran
berbeda dengan Marx.25 Marx mengharapkan bahwa revolusi komunis akan mengarah kepada
diktator proletariat, yaitu suatu masyarakat dimana kaum proletar yang berkuasa menjalankan
kekuasaan atas nama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Dalam sistem ini tidak ada lagi kelas
sosial yang memonopoli alat-alat produksi karena telah
diambil alih oleh diktator proletariat untuk kesejahteraan rakyat. Marx juga mengemukakan
bahwa dalam diktator proletariat yang bersifat sementara itu akan ada berbagai partai dan
kelompok yang semuanya menyatu dalam tujuan yang sama. Sebaliknya, dalam pemikiran Lenin
hanya ada satu partai yang berkuasa mutlak di dalam negara, yaitu diktator partai komunis. 26
Dengan demikian negara atas nama rakyat justru memiliki kekuasaan mutlak.
Ideologi Komunisme ini tumbuh subur di negaranegara yang secara ekonomi masih terbelakang
yang penduduknya merupakan petani miskin yang hidup di desadesa terpencil dengan sarana
komunikasi yang minim. Hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali serikat buruh serta
tidak ada kelas menengah yang di negara maju merupakan masyarakat dengan ekonomi yang
kuat dan menjadi tulang punggung perlawanan antikomunis. Setelah Perang Dunia ll sampai
tahun 1960-an, ideologi ini menguasai 70% dari negara-negara yang ada di dunia.
Kaum komunis berusaha untuk mengalihkan semua alat produksi, distribusi, dan pertukaran
menjadi milik negara. Dengan demikian, negara memiliki otoritas besar terhadap kehidupan
rakyatnya. Hak-hak warga negara menjadi sangat terbatas, karena dominasi para penguasa
negaranya. Oleh karena itu, di awal tahun 1990-an, dengan wacana demokrasi dan hak asasi
manusia yang berkernbang pesat, ideologi komunis semakin ditinggalkan. Saat ini hanya sedikit
negara yang masih bertahan dengan Komunisme, seperti Korea Utara, Laos, dan Myanmar.
Penutup
Saat ini ideotogi-ideologi negara mengalami pasang surut Ideologi Liberalisme tetah mengalami
banyak perubahan. Para pemilik modal/ kaum kapitalis telah mempertakukan pekerjanya dengan
lebih baik, mereka diberi tunjangan pekerja, seperti tunjangan anak, tunjangan rumah, asuransi
kesehatan, dan asuransi masa tua. Dengan kata tain, kesejahteraan pekerja diperhatikan oleh
pemilik modal.
Komunisme juga telah ditinggalkan oleh banyak negara. Beberapa negara yang masih
menggunakan ideologi komunis, seperti RRC, telah melakukan banyak perubahan pada ideologi
tersebut Di RRC komunisme masih tetap menjadi ideologi politik, namun di bidang ekonomi,
negara telah memberikan banyak kebebasan individu, sehingga saat ini rakyat memilju
kebebasan berusaha. Muncul konglomerat multinasional seperti Jack Ma pendiri Alibaba Grup,
sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di banyak sektor (e-commerce, ritel, internet,
dan teknologi).
Perang antardua ideologi besar, yaitu Liberalisme dan Komunisme telah berakhir dengan
berakhirnya Perang Dingin pada tahun 1991.